Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Kecerdasan Intelektual dalam Al-Qur’an dan Implikasinya bagi Pendidikan Islam David Ricardo; Ansorul Alim; Dwi Ratnasari
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v4i1.2877

Abstract

This study aims to examine the concept of intellectual intelligence from the perspective of the Qur’an and its implications for the development of contemporary Islamic education. The background of this research is rooted in the tendency of modern education to emphasize rational–cognitive aspects while neglecting spiritual and moral dimensions. This study employs a qualitative approach with a library research design, utilizing thematic analysis of Qur’anic verses, classical and contemporary tafsir works, and relevant scholarly literature. The findings reveal that intellectual intelligence in the Qur’an is understood holistically through the concepts of ‘aql, tafakkur, tadabbur, and tafaqquh, and is represented in the characteristics of ulul albab, qaum ya‘qilun, and ulul abshar. Qur’anic intellectual intelligence is not value-neutral but is integrated with God-consciousness and moral responsibility. The implications of this study emphasize the need for Islamic education to develop intellectual capacity in a critical, reflective, and value-oriented manner through dialogical learning, integrative curricula, and the role of educators as intellectual and moral facilitators. These findings reinforce the urgency of renewing the paradigm of Islamic education that balances intellect, faith, and morality.
Epistemologi Qur’ani dalam Integrasi Akal dan Wahyu: Rekonstruksi Fungsi Ilmu Pengetahuan dalam Pendidikan Islam Havid Nur Solikhin; Ridwan Faqih Sihono; Dwi ratnasari
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut umat Islam untuk meninjau kembali relasi antara akal dan wahyu dalam kerangka epistemologi Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis fungsi ilmu pengetahuan dalam perspektif Al-Qur’an dengan menekankan integrasi rasionalitas dan spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) dan analisis filosofis-epistemologis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ilmu, akal, dan wahyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menempatkan ilmu sebagai sarana manusia mengenal Allah dan memahami realitas ciptaan-Nya. Akal berperan sebagai instrumen rasional untuk meneliti kebenaran empiris, sementara wahyu menjadi pedoman moral dan spiritual agar ilmu tidak kehilangan arah nilai. Keselarasan antara akal dan wahyu melahirkan paradigma ilmu yang integratif, rasional, dan transendental. Dalam konteks pendidikan Islam, integrasi ini menjadi dasar bagi pengembangan sistem pembelajaran yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kesadaran spiritual, guna melahirkan insan ulul albab yang berilmu, beriman, dan berakhlak.