Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele (Clarias sp.) yang diberi pakan berbahan baku lokal Zaenal Abidin; Muhammad Junaidi; Paryono .; Nunik Cokrowati; Salnida Yuniarti
Depik Vol 4, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.84 KB) | DOI: 10.13170/depik.1.1.2360

Abstract

Abstract. Fish meal, corn, and rice bran are feed ingredient which easily obtained. Different of quality and amount of each ingredients in fish feed result a various respons on fish.  The aim of this study were to determine respon of growth and feed consumption of walking cat fish (Clarias sp.) which fed feed made of fish meal, rice bran, and corn. The experimental diets containing fish meal, corn meal, and rice bran meal, respectively A. 70;10:19,5.; B. 60;25;14,5 C=60,19,75:19,75; D=60:9,5:30, and the other diets, E and F, were commersial diets. Daily growth rate, feed consumption, feed eficiency, and feed conversion ratio showed significant differences (p0,05) among the treatments. In general, feed consumption rate, daily growth rate, feed efficiency, and feed conversion rate were best obtained on commercial feed, while feed made from local ingredients showed lower performance than commercial feed. The low quality of feed local ingredients were caused by used low quality of local ingredients which caused the level minimum of fibre and ash were high in 17,9% and 23,5%, respectively. The utilization of Local fish meal 60-70%, corn meal 9,5-19,75%, and rice bran meal 14,5-30% in fish diet did not result better growth performance than commercial diet, however the best formulation for local ingredients of fish meal, corn meal, rice bran meal were 60%; 19,75%; 19,75% and 60%; 9,5%;30 % respectively Keywords : Corn meal; diets; feed consumption; fish meal; growth; rice bran; walking catfish (Clarias sp.)Abstrak.  Tepung ikan, jagung dan dedak padi adalah merupakan bahan baku yang mudah diperoleh dan dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ikan, meskipun demikian perbedaan kualitas setiap jenis bahan baku dan jumlah pengggunaan setiap bahan baku dalam pakan dapat menghasilkan respon yang berbeda terhadap ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele (Clarias sp.) yang diberikan pakan berbahan tepung ikan, tepung dedak padi, dan tepung jagung. Pakan uji yang dicobakan adalah pakan dengan komposisi tepung ikan: tepung jagung, dan: tepung dedak yang berbeda yaitu masing-masing A=70:10:19,5; B=60:25:14,5; C=60:19,75:19,75; D=60:9,5:30, serta dua pakan komersial yaitu E dan F Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dengan komposisi bahan baku yang berbeda berpengaruh (p0,05) terhadap laju pertumbuhan harian, tingkat konsumsi pakan, efisiensi pakan dan rasio konversi pakan. Tingkat konsumsi pakan, laju pertumbuhan harian, efisiensi pakan dan rasio konversi pakan yang terbaik diperoleh pada pakan komersial sedangkan pakan yang berbahan baku lokal menunjukkan tampilan yang lebih rendah dibandingkan pakan komersial. Rendahnya kualitas pakan berbahan baku lokal diduga disebabkan oleh bahan baku lokal  yang digunakan memiliki kualitas yang rendah sehingga menghasilkan pakan dengan kandungan serat kasar dan abu yang tinggi masing-masing minimal 17,9% dan 23,5%. Penggunaan bahan baku local yaitu tepung ikan 60-70%, tepung jagung 9,5-19,75% dan dedak 14,5 – 30% belum dapat menghasilkan tampilan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pakan komersial, meskipun demikian formulasi terbaik  pakan berbahan baku lokal diperolah pada komposisi tepung ikan; jagung; dedak adalah 60%; 19,75%; 19,75% dan 60%; 9,5%;30 %.Kata kunci    : Ikan lele (Clarias sp.); konsumsi pakan; pakan; pertumbuhan; tepung dedak; tepung ikan; tepung jagung
Kelimpahan dan komposisi fitoplankton di perairan Teluk Kodek Pemenang Lombok Utara Nunik Cokrowati; Sadikin Amir; Zaenal Abidin; Bagus Dwi Hari Setyono; Ayu Adhita Damayanti
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.786 KB) | DOI: 10.13170/depik.3.1.1279

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan komposisi fitoplankton di Teluk Kodek Pemenang Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan metode survey pada 4 stasiun di perairan Teluk Kodek pada Bulan Agustus 2012 dan analisa fitoplankton dilakukan di Laboratorium Perikanan Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton di perairan Teluk Kodek pada bulan Agustus 2012 adalah 6557 ind/l.  Tercatat 20 spesies  fitoplankton yang ditemukan yang dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu diatom dan dinoflagelata. Kelompok diatom terdiri 11 spesies, yaitu; Guinardia flaccida, Rhizosolenia setigera, Navicula sp., Chaetoceros sp., Thalassionema nitzschioides, Pleurosigma normanii, Planktoniella sol, Pseudo-nitzchia brasiliana, Lauderia annulata, Socphanopysis palmeriana, Oscillatoria sp., sedangkan dari kelompok dinoflagelata terdiri dari 9 spesies, yaitu; Pyrocytis noutiluca, Dinophysis cudate., Prorocentrum lima, Alexandrium tamarence, Ceratium fusus, C. incisum, C. boehmii, Torodium teredo and Odontella sinensis.  Indeks keragaman phytoplankton Teluk Kodek adalah 0,1307 dan masuk kategori keanekaragaman rendah, sedangkan indek keseragaman diperoleh nilai 0,207 dan masuk kategori keseragaman rendah. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas fitoplankton di perairan Teluk Kodek pada Bulan Agustus 2012 tidak stabil.Kata Kunci: Diatom; Dinoflagelata; Keanekaragaman; Budidaya Laut.
Peningkatan Kapasitas Produksi Ikan Air Tawar Melalui Manajemen Padat Tebar dan Manajemen Pemberian Pakan di Sekitar Danau Lebo, Taliwang, Sumbawa Barat Rangga Idris Affandi; Zaenal Abidin; Andre Rachmat Scabra; Andi Maria Ulfa; Anton; Suhardinata; Sahrul Alim; Nuri Muahiddah; Septiana Dwiyanti; Yuliana Asri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6485

Abstract

Danau Rawa Taliwang merupakan perairan air tawar yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat dan oleh masyarakat sekitar disebut Danau Lebo. Lebo memiliki berbagai macam jenis ikan air tawar yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Hal tersebut mendorong penduduk sekitar danau untuk menjadi pembudidaya ikan air tawar dan membuat kelompok pembudidaya ikan, salah satunya kelompok pembudidaya ikan air tawar Desa Sampir dengan biota yang dibudidayakan yaitu ikan nila. Masalah yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di sekitar Danau Lebo adalah ikan yang tumbuhnya terlalu lama sehingga mengakibatkan proses pemanenan menjadi mundur dan membuat rugi. Tujuan kegiatan ini adalah penerapan teknologi manajemen padat tebar dan manajemen pemberian pakan serta penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) sehingga kualitas sistem budidaya dapat diperbaiki. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah penyuluhan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu telah dilakukan penyuluhan manajemen padat tebar dan manajemen pemberian pakan, pendampingan cara budidaya ikan yang baik (CBIB), serta evaluasi program pengabdian. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini adalah kegiatan penyuluhan manajemen padat tebar dan manajemen pemberian pakan, pendampingan cara budidaya ikan yang baik (CBIB), serta evaluasi program pengabdian telah disampaikan. Dari kegiatan ini diharapkan nantinya target produksi budidaya dapat ditingkatkan.
Kelimpahan dan komposisi fitoplankton di perairan Teluk Kodek Pemenang Lombok Utara Nunik Cokrowati; Sadikin Amir; Zaenal Abidin; Bagus Dwi Hari Setyono; Ayu Adhita Damayanti
Depik Vol 3, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.1.1279

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan komposisi fitoplankton di Teluk Kodek Pemenang Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan metode survey pada 4 stasiun di perairan Teluk Kodek pada Bulan Agustus 2012 dan analisa fitoplankton dilakukan di Laboratorium Perikanan Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton di perairan Teluk Kodek pada bulan Agustus 2012 adalah 6557 ind/l.  Tercatat 20 spesies  fitoplankton yang ditemukan yang dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu diatom dan dinoflagelata. Kelompok diatom terdiri 11 spesies, yaitu; Guinardia flaccida, Rhizosolenia setigera, Navicula sp., Chaetoceros sp., Thalassionema nitzschioides, Pleurosigma normanii, Planktoniella sol, Pseudo-nitzchia brasiliana, Lauderia annulata, Socphanopysis palmeriana, Oscillatoria sp., sedangkan dari kelompok dinoflagelata terdiri dari 9 spesies, yaitu; Pyrocytis noutiluca, Dinophysis cudate., Prorocentrum lima, Alexandrium tamarence, Ceratium fusus, C. incisum, C. boehmii, Torodium teredo and Odontella sinensis.  Indeks keragaman phytoplankton Teluk Kodek adalah 0,1307 dan masuk kategori keanekaragaman rendah, sedangkan indek keseragaman diperoleh nilai 0,207 dan masuk kategori keseragaman rendah. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas fitoplankton di perairan Teluk Kodek pada Bulan Agustus 2012 tidak stabil.Kata Kunci: Diatom; Dinoflagelata; Keanekaragaman; Budidaya Laut.
Pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele (Clarias sp.) yang diberi pakan berbahan baku lokal Zaenal Abidin; Muhammad Junaidi; Paryono .; Nunik Cokrowati; Salnida Yuniarti
Depik Vol 4, No 1 (2015): APRIL 2015
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.1.1.2360

Abstract

Abstract. Fish meal, corn, and rice bran are feed ingredient which easily obtained. Different of quality and amount of each ingredients in fish feed result a various respons on fish.  The aim of this study were to determine respon of growth and feed consumption of walking cat fish (Clarias sp.) which fed feed made of fish meal, rice bran, and corn. The experimental diets containing fish meal, corn meal, and rice bran meal, respectively A. 70;10:19,5.; B. 60;25;14,5 C=60,19,75:19,75; D=60:9,5:30, and the other diets, E and F, were commersial diets. Daily growth rate, feed consumption, feed eficiency, and feed conversion ratio showed significant differences (p0,05) among the treatments. In general, feed consumption rate, daily growth rate, feed efficiency, and feed conversion rate were best obtained on commercial feed, while feed made from local ingredients showed lower performance than commercial feed. The low quality of feed local ingredients were caused by used low quality of local ingredients which caused the level minimum of fibre and ash were high in 17,9% and 23,5%, respectively. The utilization of Local fish meal 60-70%, corn meal 9,5-19,75%, and rice bran meal 14,5-30% in fish diet did not result better growth performance than commercial diet, however the best formulation for local ingredients of fish meal, corn meal, rice bran meal were 60%; 19,75%; 19,75% and 60%; 9,5%;30 % respectively Keywords : Corn meal; diets; feed consumption; fish meal; growth; rice bran; walking catfish (Clarias sp.)Abstrak.  Tepung ikan, jagung dan dedak padi adalah merupakan bahan baku yang mudah diperoleh dan dapat digunakan sebagai bahan baku pakan ikan, meskipun demikian perbedaan kualitas setiap jenis bahan baku dan jumlah pengggunaan setiap bahan baku dalam pakan dapat menghasilkan respon yang berbeda terhadap ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan konsumsi pakan ikan lele (Clarias sp.) yang diberikan pakan berbahan tepung ikan, tepung dedak padi, dan tepung jagung. Pakan uji yang dicobakan adalah pakan dengan komposisi tepung ikan: tepung jagung, dan: tepung dedak yang berbeda yaitu masing-masing A=70:10:19,5; B=60:25:14,5; C=60:19,75:19,75; D=60:9,5:30, serta dua pakan komersial yaitu E dan F Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dengan komposisi bahan baku yang berbeda berpengaruh (p0,05) terhadap laju pertumbuhan harian, tingkat konsumsi pakan, efisiensi pakan dan rasio konversi pakan. Tingkat konsumsi pakan, laju pertumbuhan harian, efisiensi pakan dan rasio konversi pakan yang terbaik diperoleh pada pakan komersial sedangkan pakan yang berbahan baku lokal menunjukkan tampilan yang lebih rendah dibandingkan pakan komersial. Rendahnya kualitas pakan berbahan baku lokal diduga disebabkan oleh bahan baku lokal  yang digunakan memiliki kualitas yang rendah sehingga menghasilkan pakan dengan kandungan serat kasar dan abu yang tinggi masing-masing minimal 17,9% dan 23,5%. Penggunaan bahan baku local yaitu tepung ikan 60-70%, tepung jagung 9,5-19,75% dan dedak 14,5 – 30% belum dapat menghasilkan tampilan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan pakan komersial, meskipun demikian formulasi terbaik  pakan berbahan baku lokal diperolah pada komposisi tepung ikan; jagung; dedak adalah 60%; 19,75%; 19,75% dan 60%; 9,5%;30 %.Kata kunci    : Ikan lele (Clarias sp.); konsumsi pakan; pakan; pertumbuhan; tepung dedak; tepung ikan; tepung jagung
PEMBERIAN PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK ETANOL TEPUNG RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) PADA PERBANDINGAN KONSENTRASI PELARUT YANG BERBEDA Salnida Yuniarti Lumbessy; Tri Wahyunyngsyh; Zaenal Abidin
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 7 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jpp.v7i2.7160

Abstract

This study aims to analyze the effect of providing commercial feed with the addition of ethanol extract of K. alvarezii seaweed flour on the growth of tilapia (O. niloticus). The research was carried out in July – October 2023 at the Aquaculture Reproduction Laboratory, Faculty of Agriculture, Mataram University. The method used in this study was an experimental method using a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications, namely : commercial feed (control/P1), 96% ethanol extract 1:3 (P2), 96% ethanol extract 1:4 (P3), and ), 96% ethanol extract 1:5 (P4). Extraction was carried out by macerating K. alvarezii seaweed flour for 30 hours, then filtering and evaporating at 40 oC until an extract was produced in liquid form. The extract is mixed with feed at a rate of 2 g/kg feed. Before being given to feed, the extract is mixed first with 10 ml of distilled water. The tilapia seeds used measure 4 – 5 cm with a stocking density of 1 fish/liter. Fish rearing is carried out for 50 days, with a feeding frequency of 5% of the total weight of the fish and done 3 times a day. The test parameters are absolute weight, absolute length, specific growth rate (SGR), feed conversion (FCR), feed utilization efficiency, survival (SR) and water quality, which includes temperature, pH and DO. Data were analyzed using ANOVA and Duncan test at significant level of 0.05. The research results showed that the addition of K. alvarezii ethanol extract to tilapia feed can influence growth, feed utilization efficiency, feed convention rate (FCR), and survival rate (SR) of tilapia. The addition of K. alvarezii ethanol extract 1:5 to the feed showed the best results because it could increase the growth and utilization of tilapia feed with a survival rate of tilapia of 83%.
Inovasi Olahan Brownies Rumput Laut di Desa Ekas Buana, Lombok Timur, NTB Lumbessy, Salnida Yuniarti; Cokrowati, Nunik; Junaidi, Muhammad; Abidin, Zaenal; Asri, Yuliana; Dwiyanti, Septiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i3.6902

Abstract

Desa Ekas Buana merupakan salah satu desa di Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Timur yang terpilih sebagai pilot project (daerah pecontohan) pengembangan pangan biru (Blue Food) karena potensi rumput lautnya.  Hanya saja potensi rumput laut yang ada hanya terbatas dijual dalam bentuk kering saja dan belum dimanfaatkan dalam bentuk olahan makanan yang bisa meningkakan nilai jual rumput laut. Salah satu produk olahan berbahan dasar rumput laut yang dapat meningkatkan add value, salah satunya adalah Brownies rumput laut.  Adanya keterbatasan pengetahuan masyarakat akan olahan brownies rumput laut ini maka kegiatan pengabdian masyarakat ini betujuan untuk melakukan alih teknologixdan pengetahuan terkait olahan brownies rumput laut di Desa Ekas Buana Kegiatan pengabdian ini dilakuan dengan metode pelatihanxdan pendampingan produksi dengan indikator pencapaian adalah kemampuanvpeserta dalam membuat produk brownies rumput laut secara mandiri. Secara keseluruhan pengetahuan dan motivasicpeserta dalam membuat brownies rumput laut pada kegiatan pengabdian ini lebihcmeningkat setelah mempraktekkan pembuatan brownies rumput laut secara mandiri. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme pesertacdalam menyimak materi dan praktek yang diberikan serta adanya permintaan pesertacuntuk diberikan lagi pelatihan terkait manajemen pemasaran dan pembukuan keluarga. Peningkatan kemampuan peserta ini secara terukur melalui kuisioner menunjukkan bahwa 85% peserta dapat menguasai materi dan memiliki peningkatan keterampilan membuat brownies rumput laut selama pelatihan
Sosialisasi Penerapan Biosecurity Dalam Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) di Desa Kuranji Dalang, Lombok Barat Lestari, Dewi Putri; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Abidin, Zaenal; Diamahesa, Wastu Ayu; Rahmadani, Thoy Batun Citra
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v6i1.400

Abstract

The application of the biosecurity system as an effort to prevent failures in aquaculture activities, one of which is vaname shrimp farming. Because in aquaculture activities it is known that the water sources used come from natural water sources. Like in the Kuranji area where the source of sea water comes from Kuranji Beach. So that the water area qualifies as an open water area (Open System) and there is a greater possibility of microbiological and chemical contaminants being carried into the aquaculture system through water. Therefore, it is necessary to socialize the introduction of biosecurity systems by making water filters as an effort to prevent microbiology that can interfere with shrimp farming activities.
Penambahan Ekstrak Etil Asetat Tepung Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Pada Pakan Komersil Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Zahara, Annisa Zulfa; Abidin, Zaenal; Lumbessy, Salnida Yuniarti
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 5, No 1 (2024): November 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v5i1.7243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak etil asetat rumput laut K. alvarezii pada pakan komersil terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (O. niloticus). Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei – Oktober 2023 di Laboratorium Produksi dan Reproduksi Universitas Mataram. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 4 perlakuan penambahan ekstrak dan 3 ulangan yaitu perlakuan kontrol tanpa ekstrak (P1), pakan dengan penambahan ekstrak etil asetat K. alvarezii 1 : 3 (P2), pakan dengan penambahan ekstrak etil asetat K. alvarezii 1 : 4 (P3) dan pakan dengan penambahan ekstrak etil asetat K. alvarezii 1 : 5 (P4). Maserasi dilakukan selama 30 jam selanjutnya difiltrasi dan dievaporasi pada suhu 40 oC. Penambahan ekstrak ke pakan menggunakan dosis 2 g/1 kg pakan dengan dicampur aquades 10 ml. Parameter yang diuji adalah uji berat mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (LPS), feed convention ratio (FCR), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), dan survival rate (SR) dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak etil asetat 1 : 5 dapat meningkatkan pertumbuhan dan pemanfaatan pakan yang lebih baik pada ikan nila dengan tingkat kelangsungan hidup ikan nila sebesar 90%.Kata kunci : ekstrak, etil asetat, K. alvarezii, pertumbuhan, nila
The Effect of Different Substrates on Laboratory Scale Cultivation of Sargassum cristaefolium Waang, Dinda Christasya; Cokrowati, Nunik; Abidin, Zaenal
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 5 No. 2 (2024): May
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jocos.5.2.107-113

Abstract

Seaweed is an excellent aquatic commodity to be cultivated. One type is Sargassum cristaefolium, which contains alginate. Alginate is needed in various industrial fields for export and import. The high demand needs to be balanced by cultivation. One of the factors that affect cultivation is the substrate. The substrate as a habitat for seaweed is very diverse. This study aimed to analyze the best substrate for the growth of S.cristaefolium seaweed cultivated on a laboratory scale. This study was conducted for 20 days using a completely randomized design of 4 treatments and four repetitions to obtain 16 experimental units. The test treatments used were sand, coral, volcanic rock, and sand and coral substrates. The Anova test results showed that different substrates significantly affected the survival of S. cristaefolium. P2 with coral substrate gave the highest results for survival of 92.25%, final weight of 18.25 g, and alginate yield of 90%. This study concludes that the best substrate for the growth of S. cristaefolium is a coral substrate with survival reaching 91.25%, a final weight of 18.25 g, and an alginate yield of 90%.