Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PEMBUATAN LILIN AROMA TERAPI BERBASIS BAHAN ALAMI Faidliyah Nilna Minah; Tri Poespowati; Siswi Astuti; Muyassaroh Muyassaroh; Rini Kartika; Elvianto Elvianto; Istnaeny Hudha; Endah Kusuma Rastini
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 7 No 1 (2017): inovatif Vol. 7 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam hayati sehingga dijuluki negara agraris namun sampai saat ini masih belum bisa memanfaatkan sumberdaya hayati secara optimal, salah satunya tanaman penghasil minyak atsiri. Indonesia menghasilkan 40–50 jenis tanaman penghasil minyak atsiri dari 80 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan di dunia dan baru sebagian dari jenis minyak atsiri tersebut yang memasuki pasar dunia, diantaranya nilam, sereh wangi, gaharu, cengkeh, melati, kenanga, kayu putih, cendana, dan akar wangi. Melihat akan hal ini, potensi usaha melalui ekstrak minyak atsiri tanaman sangat terbuka lebar. Salah satu metode sederhana dan peluang usaha yang sangat bagus adalah mengekstrak minyak atsiri dari tanaman dan hasilnya dapat dimodifikasi menjadi aroma terapi. Untuk objek dasar dari terciptanya aroma terapi adalah lilin. Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat,dimana lilin yang digunakan adalah juga merupakan bahan dari alam yaitu lilin lebah. Dengan demikian lilin aroma terapi yang dihasilkan pada penelitian ini adalah yang ramah lingkungan
OPTIMALISASI PROSES PEMBUATAN SUBTITUSI TEPUNG TERIGU SEBAGAI BAHAN PANGAN YANG SEHAT DAN BERGIZI Faidliyah Nilna Minah; Siswi Astuti; Jimmy Jimmy
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 5 No 2 (2015): inovatif Vol. 5 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar ungu merupakan salah satu sumber antioksidan yang mampu menghalangi laju perusakan selradikal bebas akibat nikotin, polusi udara dan bahan kimia. Dengan pemanfaatan ubi jalar ungu sebagai tepungmaka akan dapat mengurangi kebutuhan masyarakat akan tepung terigu di Indonesia. Tepung ungu yangdihasilkan dari ubi jalar ungu ini akan diaplikasikan untuk pembuatan roti tawar karena roti tawar banyakdikonsumsi oleh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat perkotaan sebagai pengganti makanan pokok nasi.Proses pembuatan tepung ungu ini dilakukan dengan menggunakan jenis pengawet dan waktu pengeringan yangberbeda dengan tujuan untuk mendapatkan tepung ungu yang mempunyai antioksidan yang tinggi.Selain ituuntuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung sukun dan lama perendaman dalam larutan natrium metabisulfit(Na2S2O5) terhadap mutu kimia dan fisik cookies sukun dan tepung sukun (ArtocaRpus Altilis Fosberg).Metode penelitian substitusi tekun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor yaitu konsentrasisubtitusi tepung suku (7,5%, 10%, 12,5%) dan lama waktu perendaman (10, 20, 30, 40, 60), serta tanpaperendaman Natrium Metabisulfit (Na2S2O5). Parameter kimia yang diamati yaitu kadar air, kadar abu, kadarlemak, kadar protein, kadar karbohidra, dan uji panelis untuk produk cookies tekun. Sedangkan perlakuanperendaman dalam natrium metabisulfit (Na2S2O5) berpengaruh dalam meningkatkan kelarutan warna dan dayadispersi.Disamping itu tepung ungu yang memiliki antioksidan tertinggi ini dimanfaatkan untuk proses pembuatanroti tawar dengan mensubstitusikan tepung terigu dengan perbandingan 1:4 dengan tujuan tidak mengurangikandungan protein didalam roti tawar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan tepung ungu yang memilikikandungan antioksidan tertinggi terletak pada tepung ungu yang menggunakan pengawet garam dan natriummetabisulfit dengan waktu pengeringan selama 7 jam sebesar 2.007,8521 ppm dan 2.106,5458 ppm
IbM KELURAHAN CIPTOMULYO KOTA MALANG DALAM MENGOLAH DAUN TANAMAN ALLOE VERA SEBAGAI BAHAN UTAMA KOMODITAS PRODUK MAKANAN Dhayal Gustopo Setiadjit; Faidliyah Nilna Minah; Taufik Hidayat
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 5 No 2 (2015): inovatif Vol. 5 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan IbM kelurahan Ciptomulyo didanai oleh DIKTI, melalui penugasan untuk pelaksanaan ProgramHibah Pengabdian pada Masyarakat mono tahun bagi dosen ini, secara garis besar dikategorikan kedalam 2(dua)aktifitas utama yang saling berketerkaitan. yaitu :aspek Produksi dan aspek Manajemen Usaha.Produksi makanan jeli dengan bahan baku utama adalah daun aloevera diharapkan akan menjadi penciriproduk dari kelurahan Ciptomulyo Kota Malang. Hal tersebut dikarenakan belum banyak pemanfaatan daunaloevera sebagai makanan jeli. Saat ini aloevera digunakan sebagai bahan dasar pembuatan produk kosmetik.Gambaran dari Teknologi terapan yang digunakan meliputi mesin mixer yang digunakan untukmemproses daun aloe vera ini dilengkapi dengan pemanas berupa kompor gas dan juga dipasangkan pengendalisuhu atau temperature. Dengan kata lain bahwa mesin ini merupakan integrasi dari fungsi pengaduk, pemanasdan pengendali suhu. Mesin ini tepat digunakan untuk tujuan proses pengentalan dari daun aloevera dengankarakter dasarnya adalah lembek menjadi produk makanan Jeli dengan karakter dasarnya adalah kenyal. Untukmencapai tingkat kekenyalan produk jeli dibutuhkan suhu 70 0 C.
PEMANFAATAN KULIT UBI KAYU SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN DEKSTRIN MELALUI PROSES HIDROLISA ASAM Faidliyah Nilna Minah; Siswi Astuti; Rini Kartika Dewi
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 4 No 2 (2014): inovatif Vol. 4 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di industri pangan dekstrin digunakan sebagai perekat pada jelli, permen, susu dan lain-lain. Dalam penelitian ini pati yang digunakan berasal dari kulit ubi kayu dengan tujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis kulit ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan dekstrin. Proses yang digunakan adalah proses hidrolisa dengan katalisator asam klorida (HCl). Sebanyak 20 gram pati kulit ubi kayu di campur dan diaduk sampai merata dengan 10 ml HCl kemudian dipanaskan dengan berbagai variasi suhu dan waktu.Hasil hidrolisis berupa filtrat didinginkan, kemudian di tambah natrium hidroksida untuk menetralkan suasana asam. Setelah itu dilakukan proses pengeringan dengan menggunakan cabinet dryer. Ada empat analisa yang akan dilakukan, yaitu: analisa kadar Dextrose Equivalent (DE), kadar abu, kadar air dan gula reduksi. Pati kulit ubi kayu dapat dihidrolisis secara terbatas menjadi dekstrin yang dapat digunakan sebagai bahan tambahan pangan.Konversi pati menjadi dekstrin meningkat dengan bertambahnya suhu dan waktu. Namun pada saat suhu dan waktu tertentu, konversi akan mengalami penurunan yang diakibatkan oleh terhidrolisanya pati lebih lanjut menjadi senyawa yang lebih sederhana.Kondisi terbaik dicapai pada suhu 90 ºC, konsentrasi 0,25 dan waktu 35 menit dengan nilai Dextrose Equivalent (DE) adalah 6,901 %
PKM KELOMPOK WARGA RT 06 DAN 07 RW05 di LINGKUNGAN KELURAHAN ARJOSARI KECAMATAN BLIMBING MALANG JAWA TIMUR Faidliyah Nilna Minah; Rini Kartika Dewi; M. Istnaeny Hudha
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v10i1.2529

Abstract

Kota Malang adalah adalah kota yang terkenal dengan julukan kota pendidikan, kota wisata, kota surga kuliner, kota dingin, kota sejuk, dan kota bunga. Begitu banyak julukan yang mampu menghipnotis warga dari luar kota untuk hadir dikota Malang. Warga kota malang yang rata-rata tinggal di perumahan tentu saja hanya mempunyai lahan yang terbatas untuk bercocok tanam guna memenuhi kebutuhan keluarga pada khususnya. Solusinya adalah berkebun pada lahan terbatas dengan metode polybag atau cara hidroponik. Informasi tentang perkembangan sistem hidroponik di Indonesia masih sangat minim, hal ini disebabkan oleh kurangnya penyuluhan tentang kelebihan sistem hidroponik pada lahan sempit. Dari sisi ekonomi cukup murah, secara teknis pembuatan media tanam hidroponik cukup mudah. Oleh sebab itu kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk mendukung warga dalam meningkatkan kehidupan masyarakat terutama ekonomi dan kesehatan melalui pelatihan, penyuluhan dan praktek tentang bertanam hidroponik dari pengolahan sampai pemasarannya. Harapan kedepan tidak saja dapat memenuhi kebutuhan keluarga tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan pasar disekitar wilayah RT 06 & RT 07 RW05 kelurahan Arjosari serta dapat menjadi motivasi lingkungan sekitarnya untuk melaksanakan kelanjutan kegiatan positif seperti ini.
PELATIHAN PEMBUATAN SEDIAAN SERBUK DI MASA PANDEMI DI LINGKUNGAN RT 07 RW 05 KELURAHAN ARJOSARI BLIMBING MALANG Faidliyah Nilna Minah; Harimbi Setyawati; Anitarakhmi Handaratri; Muyassaroh Muyassaroh
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.43 KB) | DOI: 10.31315/dlppm.v3i1.6331

Abstract

The Covid-19 pandemic has hit the world since January 2020, and until now the cases are still increasing. The impact is very global covering various aspects, covering all regions in the world including Indonesia and the city of Malang in particular. As a tourism city that is very superior, of course it is very hard to hit and reduce regional income. As a tourism city that has almost a thousand MSMEs (recorded in the Malang Cooperative Service) that supports the income of the city of Malang, it finally has to go out of business. The group of residents of RT 07 Rw 05, 25% of the population has affected MSMEs. There are those who reduce their business operations, reduce production, reduce employees and some even close their businesses. The lack of income coupled with the low productivity of the citizens adds to the various problems that arise during this pandemic. Coupled with the high prices of basic commodities, agricultural products such as vegetables, fruits, spices, therefore, training activities are needed that can boost the productivity and economy of the residents. This training activity for making powder preparations is expected to add insight to the residents, so that residents can meet their instant food needs independently and if possible they can commercialize the products they produce.
PELATIHAN PEMBUATAN BIOAKTIVATOR PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH KEJU (Whey) DI DESA SUMBEREJO KOTA BATU Mohammad Istnaeny Hudha; Rini Kartika D.; Dwi Ana A.; Faidliyah Nilna Minah; Jimmy Jimmy
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.961 KB) | DOI: 10.31315/dlppm.v3i1.6706

Abstract

Sumberejo Village is located at the foot of Bukit Banyak and north of the Among Tani City Hall, which consists of three hamlets, namely Dusun Krajan, Dusun Sumbersari and Dusun Sumberejo. Sumberejo village has potential in agriculture. To accommodate the activities of the farmers, the “Barokah” Farmers Group was formed. The development of technology and fertilizers used in agriculture is increasing so that the use of chemical fertilizers is increasingly difficult to avoid. Over time, this will have a serious impact, especially on soil nutrients. In addition, things that need attention are agricultural waste in the form of vegetables and cheese waste (whey) generated from the activities of the cheese-making industry. Cheese waste (whey) is generally thrown away in rivers and can cause an unpleasant aroma, but it will also trigger the growth of disease-causing microorganisms. The objectives to be achieved from this training activity for the manufacture of natural bioactivators are to utilize vegetable waste and whey as an alternative source of microbes in the manufacture of bioactivators and to provide information on public knowledge about the manufacture of liquid organic fertilizer from agricultural waste using independently produced bioactivators. this activity is to present the material and then carry out direct practice to make natural bioactivators. Then an evaluation of the products produced and the processes carried out by the training participants is carried out.
Biogas Waste Vegetable Green (Brassica Chinensis Var. Parachinensis) As Alternative Energy Sources Dewi, Rini Kartika; Minah, Faidliyah Nilna; Jimmy, Jimmy; Handraratri, Anitarakhmi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.462 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i2.5471

Abstract

Green mustard (Brassica chinensis var. parachinensis) waste has not been used optimally so it requires proper handling. The solution that can be done is to utilize the waste into biogas. Biogas is energy that can be used by vegetable farmers as lighting, a substitute for kerosene or LPG stoves and the rest of the biogas process can be used as fertilizer to fertilize plants. This research was conducted to determine the effect of the waste mass of Brassica chinensis var. parachinensis (0.5, 1, 1.5 and 2)kg and the length of fermentation time (0,5,10,15, 20) days on the pH and temperature values in biogas production and the mass ratio of vegetable waste and cow dung (1:0, 1: 0.5, 1:1 and 1:1.5)w/w to the volume of biogas produced. From the results obtained from each treatment for the pH value ranging from pH 6-7 and for the resulting temperature ranging from 25 C - 40 C. While the highest volume of gas produced was obtained from the mass of vegetable waste as much as 2 kg with a ratio of vegetable waste and cow dung 1:1.5 with a volume of biogas produced as much as 620 ml.
Pelatihan Pengolahan Camilan Dawet Berbahan Dasar Daun Murbei (Morus alba L.) sebagai Upaya Diferensiasi Pangan Sehat di PKK RT 02 RW 06 Kelurahan Merjosari Malang Anitarakhmi Handaratri; Faidliyah Nilna Minah; Dwi Ana Anggorowati; Ayudya Mahendaringratry
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): JIPPM - Desember 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.206 KB) | DOI: 10.54082/jippm.56

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan yang berbeda dengan masyarakat negara lain yaitu suka sekali jajan, baik membuat sendiri maupun membeli di jajanan kaki lima. Untuk mengantisipasi jajanan atau camilan yang tidak sehat, perlu memperhatikan gizi yang terkandung di makanan. Salah satu camilan khas Indonesia yang sering dibeli adalah dawet atau sering disebut cendol. Cendol yang dijual di luar sering menggunakan bahan berbahaya, semisal pengawet atau pewarna tekstil. Alternatif bahan yang dapat digunakan adalah daun murbei yang sudah banyak diteliti khasiatnya. Pelatihan pembuatan dawet dari daun murbei dilaksanakan di wilayah PKK RT 2 RW 6 Kelurahan Merjosari Malang, karena pasokan bahan baku sangat besar di wilayah ini dan agar menjadi salah satu produk unggulan. Kegiatan ini juga mengusung pelatihan manajemen pemasaran yang mendukung penjualan produk dawet daun murbei nantinya. Dari hasil kuesioner yang disampaikan ke peserta, kegiatan pelatihan ini membuat masyarakat lebih memahami bagaimana mengolah camilan sehat dan memasarkan tidak hanya di seputaran RT 2 RW 6 namun diharapkan dapat dikenal secara luas oleh masyarakat Malang.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT RT 03 RW 14 SAWOJAJAR KELURAHAN SEKARPURO KECAMATAN PAKIS MELALUI PROGRAM KAMPUNG PRODUKTIF BUAH TIN Rini Kartika Dewi; Srililiani Surbakti; Faidliyah Nilna Minah; M. Istnaeny Hudha; Siswi Astuti
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.92 KB) | DOI: 10.36040/jasten.v1i1.3085

Abstract

The creative industry is a business activity that focuses on creation and innovation which must always be improved and developed in all regions in Indonesia, because it is rich in culture and natural resources. One example is RT 03 RW 14 Sawojajar Sekarpuro Village, Pakis Subdistrict, which has creative activities, where each resident is required to plant figs and process them. So far, residents still do not know the products that can be produced from tin fruit and the processing stages, all that has been done is making tea bags, but the results obtained are not as expected. The aim of this service is to provide assistance and training for residents of Sawojajar RT 03 RW 14 in processing various foods from fruit and drinks from Tin leaves and transfer of appropriate technology in the process to produce superior products from commercial Tin fruit. The implementation method that will be used is assistance in making products for PKK groups of women who are divided into 5 (five) small groups, mentoring and training for processing into products, assistance in the use of drying equipment, packaging and marketing. From the mentoring and training that has been carried out by the ITN Malang Community Service Team, it has had a significant impact, namely that residents gain knowledge and practice directly the processing of Tin fruit into various processed products and operating equipment in making Tin leaf tea and increasing economic value because residents have produce products and sell them to the public.