p-Index From 2021 - 2026
6.543
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Agrikultura Jurnal Floratek AGRIKA Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan CEMARA BioCONCETTA SC (Savana Cendana) : Jurnal Pertanian Konservasi Lahan Kering Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia BIOMA : Jurnal Biologi Makassar JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan AGRIPEAT JURNAL AGROHITA CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy AGROMIX JURNAL PERTANIAN JURNAL AGRONIDA Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Hilirisasi IPTEKS (JHI) Buletin Ilmiah Nagari Membangun Jurnal Entomologi Indonesia Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Jurnal Agrotek Indonesia Menara Ilmu Jurnal Agroplasma ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Agrokompleks Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Media Pertanian Jurnal Riset Perkebunan (JRP) Journal of Applied Agricultural Science and Technology Mediagro JURNAL HUTAN TROPIS CELEBES Agricultural JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Madani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Buletin Dharmas Andalas AGRONES: JOURNAL OF AGRICULTURE, AGRIBUSINESS WELFARE, TECHNOLOGI, HUMANITY, ENVIRONMENT, SOCIAL AND ECONOMY Treubia Biodiversitas Journal of Biological Diversity
Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman laba-laba pada perkebunan kelapa sawit yang berbatasan dengan hutan Ulka Sri Asih; Yaherwandi Yaherwandi; Siska Efendi
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 18 No 2 (2021): Juli
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.18.2.115

Abstract

Oil palm plantations bordering forests were thought to affect the biotic components that make up the diversity of ecosystems, especially species with high mobilization and adaptability, such as spiders. This study aims to identify spiders found in oil palm plantations and analyzing diversity and evenness at various distances of oil palm plantations from the forest. Observations of spiders were carried out on oil palm plantations bordered by forests in Nagari Gunung Selasih and Sungai Kambut, Pulau Punjung District, Dharmasraya Regency, West Sumatra Province. In oil palm plantations, a one km long transect line was made from the forest edge. In the sample plots, spiders were observed using a pitfall trap, knockdown, and hand collecting. Data were analyzed using the Shannon-Wiener diversity and evenness index. The highest spider species diversity index was found at a distance of 100–300 m from the forest, respectively 3.06, 3.05, and 3.11. The same is true for the highest evenness index at a distance of 100–300 m from the forest, respectively, namely 0.94, 0.94, and 0.95. In general, the results of this study indicate that the presence of forest bordering the forest is thought to affect spiders in oil palm plantations.
PENGARUH BATUBARA TIDAK PRODUKTIF DAN TEKNIK HATCH AND CARRY ELAEIDOBIUS KAMERUNICUS TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT BARU MENGHASILKAN Dewi Rezki; Siska Efendi; Herviyanti Herviyanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i1.3255

Abstract

Rendahnya produksi kelapa sawit yang baru menghasilkan (umur 4 tahun) disebabkan oleh rendahnya tingkat kesuburan tanah dan proses penyerbukan pada bunga kelapa sawit yang belum optimal. Upaya yang dapat dilakukan antara lain adalah meningkatkan kesuburan tanah melalui penambahan bahan organik yang mempunyai reaksi cepat di dalam tanah serta optimalisasi proses penyerbukan bunga kelapa sawit melalui teknik hatch and carry Elaeidobius kamerunicus.Dalam penelitian ini terdapat 6 perlakuan yaitu P0 (tanpa perlakuan), P1 (aplikasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik), P2 (aplikasi bubuk batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik), P3(penerapan teknik hatch and carry E. kamerunicus), P4 (aplikasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik yang dikombinasikan dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus), dan P5 (aplikasi bubuk batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik yang dikombinasikan dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa penambahan bahan humat meningkatkan ketersediaan hara tanah dan serapan hara pada tanaman kelapa sawit. Penerapan teknik hatch and carry E. kamerunicus mampu meningkatkan populasi kumbang penyerbuk E. kamerunicus dari 7.655 populasi menjadi 23.725 populasi. Kombinasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus menghasilkan produksi kelapa sawit terbaik yaitu 12,73 kg / tandan.
PENGARUH BATUBARA TIDAK PRODUKTIF DAN TEKNIK HATCH AND CARRY ELAEIDOBIUS KAMERUNICUS TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT BARU MENGHASILKAN Dewi Rezki; Siska Efendi; Herviyanti Herviyanti
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.5431

Abstract

Rendahnya produksi kelapa sawit yang baru menghasilkan (umur 4 tahun) disebabkan oleh rendahnya tingkat kesuburan tanah dan proses penyerbukan pada bunga kelapa sawit yang belum optimal. Upaya yang dapat dilakukan antara lain adalah meningkatkan kesuburan tanah melalui penambahan bahan organik yang mempunyai reaksi cepat didalam tanah serta optimalisasi proses penyerbukan bunga kelapa sawit melalui teknik hatch and carry Elaeidobius kamerunicus.  Dalam penelitian ini terdapat 6 perlakuan yaitu P0 (tanpa perlakuan), P1 (aplikasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik), P2 (aplikasi bubuk batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik), P3  (penerapan teknik hatch and carry E. kamerunicus), P4 (aplikasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik yang dikombinasikan dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus), dan P5 (aplikasi bubuk batubara tidak produktif dengan dosis 4% C-organik yang dikombinasikan dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa penambahan bahan humat meningkatkan ketersediaan hara tanah dan serapan hara pada tanaman kelapa sawit. Penerapan teknik hatch and carry E. kamerunicus mampu meningkatkan populasi kumbang penyerbuk E. kamerunicus dari 7.655 populasi menjadi 23.725 populasi. Kombinasi bahan humat dari batubara tidak produktif dengan teknik hatch and carry E. kamerunicus menghasilkan produksi kelapa sawit terbaik yaitu 12,73 kg / tandan.  Dengan demikian, kombinasi batubara tidak produktif dan teknik hatch and carry E. Kamerunicusmampu meningkatkan produksi kelapa sawit baru menghasilkan.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS SAMPAH PASAR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PADA FASE MAIN-NURSERY siska chiko efendi; Nofrizal Nofrizal; Irfan Suliansyah
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3382

Abstract

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) adalah salah satu jenis komoditas perkebunan yang menduduki posisi penting di sektor pertanian Indonesia. Terbukti hasil olahannya yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Produksi kelapa sawit ditentukan oleh media yang digunakan salah satunya pemupukan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos sampah pasar terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.) pada fase Main-Nursery. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan kampus III universitas andalas, pada bulan februari sampai agustus 2018. Metode percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan dan setiap unit percobaan terdiri dari 2 Polybag sehingga didapatkan 50 Polybag bibit kelapa sawit. Perlakuan terdiri atas P0 (Kontrol atau tanpa perlakuan), P1 (pemberian kompos sampah pasar 600 g/polybag), P2 (pemberian kompos sampah pasar 800 g/polybag), P3 (pemberian kompos sampah pasar 1000 g/polybag), P4 (pemberian kompos sampah pasar 1200 g/polybag). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter bonggol, panjang helaian daun. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos sampah pasar berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Sedangkan pada jumlah daun, diameter bonggol dan panjang helaian daun tidak berbeda nyata. Dosis terbaik pada pemberian kompos sampah pasar adalah 1200 g/polybag dimana pada dosis 1200 g/polybag ini memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan dosis 600 g/polybag, 800 g/polybag, 1000 g/polybag dan 1200 g/polybag.
Ulat Kantung (Lepidoptera : Acrolophidae) Hama Utama Kelapa Sawit: Kelimpahan Populasi, Tingkat Serangan dan Musuh Alami Pada Perkebunan Rakyat siska chiko efendi
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 13 No 1 (2020): Jurnal Crop Agro, Januari 2020
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.161 KB) | DOI: 10.29303/caj.v13i1.502

Abstract

The abundance of sac caterpillar populations in a oil palm plantation ecosystem is very important to know so that farmers can know the losses that can be caused and overcome the attack of sac caterpillars on oil palm plants and to know the types of natural enemies of sac caterpillars so that the control based on the IPM concept can be applied. This study aims to determine population abundance and sac caterpillars (Lepidoptera: Acrolophidae) pests and natural enemies in smallholder oil palm plantations. Sampling was carried out 3 times at the locations of Nagari Padang Laweh and Nagari Muaro Sopan in March-May 2019 using the survey method and observing sac caterpillars and natural enemies carried out by direct collection. Samples that have been obtained from each observation point are counted by the number of larvae and natural enemies. The results showed that higher rates of sac caterpillar attacks occurred in Nagari Padang Laweh. At the location in Padang Laweh, the total population collected was 793, and at the Muaro Sopan location, 41 caterpillars were found. The highest percentage of sac caterpillar attacks in the Padang Laweh location sample was 76.92%, and the lowest percentage of attacks in the Muaro Sopan location sample was 35.89%. The rate of attack of the sac caterpillar on the 9th midrib is 30.00 tails per midrib which is included in the weight category. Natural enemies found in both study sites are predators of spider types.
Keanekaragaman Serangga Herbivora Pada Ekosistem Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya Dila Safitri; Yaherwandi Yaherwandi; siska efendi
Menara Ilmu Vol 14, No 1 (2020): Vol. XIV No. 1 Januari 2020
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v14i1.1640

Abstract

Serangga herbivora adalah salah satu organisme penyusun ekosistem kelapa sawit rakyat yang keberadaannya didukung oleh ketersediaan sumber daya pada ekosistem tersebut. Di samping itu, sebagian serangga herbivora merupakan hama pada tanaman kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keanekaragaman serangga herbivora pada ekosistem perkebunan kelapa sawit rakyat di dua nagari yaitu Nagari Gunung Medan dan Sitiung yang berada di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini berbentuk survei dengan metode Purposive Random Sampling. Penentuan tanaman sampel dengan metode sistematik pada garis diagonal. Data dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wienner, Indeks Kemerataan Simpson dan Indeks Nilai Penting (INP). Keanekaragaman serangga herbivora di Nagari Gunung Medan yakni 2,30 yang lebih tinggi dibandingkan dengan Nagari Sitiung yakni 2,16. Kemerataan serangga herbivora di Nagari Gunung Medan yakni 0,66 yang lebih tinggi dibandingkan dengan nagari Sitiung yakni 0,54. Ditemukan sebanyak 758 individu serangga herbivora yang terdiri dari 6 ordo, 12 famili dan 18 spesies. Orthoptera dan Hemiptera adalah ordo yang paling banyak ditemukan. Pada Nagari Sitiung spesies yang dominan adalah Leptocorisa oratorius dengan INP yakni 0,34 sedangkan pada Nagari Gunung Medan spesies yang dominan adalah Bothrogonia ferruginea dan Tettigidae lateralis dengan INP yakni 0,27.
SERANGGA PREDATOR DAN PARASITOID PADA DAERAH ENDEMIK SERANGAN ULAT API PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT Ahmad Firas Hakiki; Siska Chiko Efendi; Yaherwandi Yaherwandi
Agrin Vol 24, No 1 (2020): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2020.24.1.497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serangga predator dan parsitoid pada daerah endemik serangan ulat api. Penelitian dilaksanakan pada kecamatan Timpeh yang terdiri dari lima nagari yaitu Nagari Panyubarangan, Ranah Palabi, Tabek, Timpeh, dan Taratak Tinggi. Penelitian ini berbentuk survei dengan pengambilan titik sampel menggunakan metode Purposive Random Sampling. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode nampan kuning, jaring ayun, dan koleksi langsung kemudian dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi. Identifikasi sampel dilakukan sampai tingkat family dengan mengacu pada buku kunci identifikasi Borror et al. (1992); Lilies (1992); Grissel dan Schauff (1990); CSIRO (1991); dan Goulet dan Huber (1993). Data dianalisis dengan menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wienner, Indeks Kemerataan Simpson’n, dan Indeks Nilai Penting. Dari hasil penelitian terlihat bahwa tingkat keanekaragaman serangga predator di kecamatan Timpeh tergolong sedang. Sedangkan tingkat keanekaragaman serangga parasitoid tergolong rendah. Adapun serangga yang didapatkan sebanyak 11 famili serangga predator yang terdiri dari Family Carabidae, Cleridae, Mordellidae, Forficulidae, Reduviidae, Pompilidae, Spechidae, Vespidae, Libellulidae, Gryllidae, Mantidae. Sedangkan serangga parasitoid yakni 2 famili diantaranya Family Conopidae dan Ichneumonidae.
SEBARAN DAN TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen) PADA LAHAN BUKAAN BARU DI KABUPATEN DHARMASRAYA Yuli Suherlina; Yaherwandi Yaherwandi; Siska Chiko Efendi
JURNAL AGRONIDA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.375 KB) | DOI: 10.30997/jag.v6i1.2541

Abstract

Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dan tingkat serangan penggerek buah kakao (PBK) yang disebabkan oleh  Conopomorpha cramerella di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini dilaksanakan pada empat Nagari: Sitiung, Siguntur, Gunung Medan dan Sungai Duo. Pada masing-masing lokasi dilakukan lima kali pengambilan sampel dengan interval 1 minggu. Penelitian dilakukan pada bulan Juli - September 2018, menggunakan metode purposive sampling (pengambilan sampel dengan tujuan tertentu). Kriteria penentuan lokasi sampel yaitu pertanaman kakao berumur lebih dari empat tahun dan telah berproduksi. Peubah yang diamati adalah persentase tanaman terserang, persentase buah terserang, letak buah terserang, intensitas serangan dan kehilangan hasil. Persentase serangan penggerek buah kakao tertinggi terdapat di Nagari Siguntur dengan persentase tanaman terserang 65.80%, persentase buah terserang 18.29%, intensitas serangan 76% dan kehilangan hasil 7.61%. Persentase serangan penggerek buah kakao terendah terdapat di Nagari Gunung Medan dengan persentase tanaman terserang 34.11%  persentase buah terserang 4.64% intensitas serangan15.91% dan kehilangan hasil 1.57%, karena adanya pemeliharaan tanaman dengan pemangkasan dan sanitasi. Buah kakao yang paling banyak terserang terdapat pada cabang sekunder. 
PENGARUH PERENDAMAN BENIH MUCUNA (Mucuna bracteata) DALAM BEBERAPA KONSENTRASI H2SO4 TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI Siska Chiko Efendi; Hasri Gusman; Nalwida Rozen
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.196 KB) | DOI: 10.32663/ja.v17i2.977

Abstract

Mucuna bracteata is a Legume Cover Crop (LCC) which has many advantages compared to other LCC. The generative propagation of M. bracteata is very difficult because of the seed coat is hard and thick, so that it has a long dormancy period and low germination. Germination without seed treatment, the germination ability only 12% to 18.33%. The efforts are made to break the seed dormancy by soaking the seeds in the sulfuric acid (H2SO4) to remove the lignin layer in the seed coat. The present study objective was to determine the appropriate concentration of H2SO4 for breaking dormancy of M. bracteata seeds. This research was conducted at the Laboratory of the 3rd Campus Andalas University, Dharmasraya, in April to June 2019 using a Completely Randomized Design (CRD) consisted of 3 treatments with 4 replications. The seed treatments were some concentrations of H2SO4 namely 3%, 4%, and 5%. The observed variables were T50 break dormancy period, germination ability, abnormal germination, dead seed, first count test, index value, and maximum growth potential. The observation data were analyzed by an F test at a 5% level, followed by the Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) at a level of 5%. The results showed that soaking of M. bracteata seeds in H2SO4 with a concentration of 3% was the best treatment, a T50 value of 8.75 days after planting with a germination capacity of 78.50%.
Pengaruh Beberapa Dosis Abu Janjang Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Siska Efendi; Putri Diana; Nasrez Akhir
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 45, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v45i1.2601

Abstract

          The plant medium condition in the nursery will affect the growth of cacao seedlings. The oil Palm ash is one of the soil ameliorants because it content complete nutrient both macro and micro, the capability to increasing soil pH and having a high base saturation. The objectives of the research were to study the effect of oil palm ash on the growth of cacao seedlings and to get the dose for cacao in nurseries. This research was conducted in experimenta field of 3rd Campus Andalas University Dharmasraya, in December 2018 until March 2019. The experimental method used was a Completely Randomized Design (CRD) consisted of 5 treatments and 5 replications, each of experiment unit consistent of 2 plant polybag so the total of 50 plants was obtained. The Treatments were some doses of oil palm ash of 0 g of oil palm ash/polybag, 150 g of oil palm ash/polybag, 300 g of oil palm ash/polybag, 450 g of palm oil ash/polybag, and 600 g of oil palm ash/polybag. Data analysis was performed by analysis of variance (F test) at the level of 5%. If its results are significant, then further tests with DNMRT at the level of 5%. The results of the present study showed that oil palm ash had an influence on the growth of cacao seedlings on the variables of stem height, stem diameter, number of leaves, and the root length. The dosage of 450 g oil palm ash/polybag showed the best results for stem height and number of leaves of cacao seedlings, while the dosage of 600 g oil palm ash/polybag showed the best results for stem diameter and root length of cacao seedlings. The recommended dose for cacao in the nursery is 450 g of oil palm ash/polybag. 
Co-Authors . Herviyanti . Reflinaldon Abdel Raheem Ade Noferta Ade Noferta Ade Noferta, Ade Ade Noverta Aditya Muhammad Adrinal Afifah, Aditya Nurul Ahmad Danial Ahmad Firas Hakiki ALI NURMANSYAH Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Ardi Ardi Ardi Ardi Ardi Arifda A.S. Waruwu Arlen Hasan Arsy Aysyah Anas Asma Pani Aswaldi Anwar Aulia Aryanti, Nissa Awa luddin Awaluddin Awaluddin Awaluddin Awaluddin Awaluddin Benni Satria Botek, Muhammad Dadang Dadang Dadang DADANG DADANG Dede Suhendra Dede Suhendra Denal Putra Melketa Dewi Rezki Dewi Sartiami Dila Safitri Dini Yuliana Solin Edwin Edwin Edwin Edwin Edwin Edwin elza dwi pertiwi Fahria Nadiryati Sadimantara Febriani Febriani FNU Nurhasnita Giyanto Giyanto Gusti Indriati Hamdan Maruli Siregar Hasmiandy Hamid Hasri Gusman Hayati, PK Dewi I Wayan Winasa I Wayan Winasa Ibnu Fajar Ilham Akbar Indra Dwipa Irawan, Retno Irfan Suliansyah Irwin Mirza Umami Irwin Mirza Umami La Oge luddin, Awa Lusi Maira Luthfi Luthfi Maiwil Diratika Marsuki Iswandi, Marsuki Meli Aprila Mihwan Sataral Muh Saifal Haq Muhammad Botek Muhammad Botek Muhammad, Aditya Munzir Busniah MY SYAHRAWATI Nalwida Rozen Nasrez Akhir Nofrizal Nofrizal NOVRI NELLY Nuriadi Nuriadi Nuriadi Prabowo, Stevanie Puji Setiawati Putri Diana Rafki Saputra Retno Irawan Ridho Romarta Rover Rover Roza Silvia Roza, Silvia Ruly Anwar Sandy Miranda Pranata setiawati, rahmi Siska Desri Wirahmi, Busman, Edrizal, Sri Heriza Sri Landes, Megi Sri Nadiawati SUCI HERMANDA Syahbanuari Sitompul TRIZELIA TRIZELIA Ulka Sri Asih Vindy Fetricia Amanda Wahyudin, Cecep Ijang Waode Siti Anima Hisein Waode Siti Anima Hisein Waode Siti Anima Hisein Widya Purnama Sari Wulan Kumala Wulan Kumala Sari Yaherwandi Yaherwandi Yaherwandi Yuli Suherlina Yulistriani, Yulistriani Yusniwati Yusniwati Yusran Yusran Zaedar A. Dg. Masese Zahlul Ikhsan