Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Dan Keanekaragaman Jenis Jamur Ektomikoriza Pada Hutan Jati Di Seram Bagian Timur Halima Kasongat; Muzna Ardin Gafur; Ponisri Ponisri
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.418 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i1.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, keanekaragaman, kemerataan dan dominas dan habitat dari jenis-jenis jamur ektomikoriza yang tumbuh di wilayah hutan jati Seram Bagian Timur. Metode yang digunakan adalah metode observasi/pengamatan langsung di lapangan. Untuk pengambilan data jamur ektomikoriza dibuat plot secara  purposive sebanyak 15 plot  pengamatan dengan ukuran plot  20 x 20 m, sehingga luas keseluruhan areal penelitian 6000 m2 (0,6 ha) dari luas keseluruhan hutan jati 7500 m2 (0,75 ha).  Berdasarkan hasil penelitian di lapangan tentang Identifikasi  dan Keanekaragaman Jenis Jamur Ektomikoriza Pada Hutan Jati di Seram Bagian  Timur adalah sebagai berikut jenis jamur ektomikoriza yang terdapat pada tegakan hutan jati di Kampung Wailola di Seram Bagian Timur ditemukan 10 famili dengan 16 jenis jamur ektomikoriza dan jumlah seluruhnya ada  203  individu dimana jenis terbanyak adalah dari famili Polyporaceae ada tiga jenis, kedua dari famili Ganodermataceae, Strophariaceae, Agaricaceae, dan Amanitaceae masing-masing 2 jenis dan selanjutnya dari family Auriculariaceae, Pyronemateceae, Physacriaceae, Schizophyllaceae, dan Cortinariaceae masing-masing 1 jenis. Nilai indeks keanekaragaman dan kemerataan  jenis jamur ektomikoriza pada tegakan hutan jati adalah tinggi.  Untuk  nilai keanekaragaman jenis adalah 1,2625 dan indeks kemerataan jenis yaitu 1,0485.  Sedangkan nilai indeks dominasi jenis jamur ektomikoriza pada tegakan hutan jati adalah rendah (0,1077). Habitat jamur ektomikoriza pada tegakan hutan jati yaitu saprofit dan epifit. Saprofit mempunyai jumlah jenis dan presentase yang lebih tinggi sebanyak 13 jenis (81,25 %) dan habitat epifit 3 jenis (18,75%).
Etnobotani Masyarakat Dalam Pemanfaatan Serat Kulit Melinjo Sebagai Bahan Baku Pembuatan Noken Di Kampung Esyo Distrik Aifat Kabupaten Maybrat azis maruapey; Ponisri Ponisri; Syarif Ohorella
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v12i2.963

Abstract

Tas rajutan tangan rakyat Papua, Noken, telah resmi masuk dalam daftar UNESCO warisan budaya. Pengakuan UNESCO akan mendorong upaya melindungi dan mengembangkan warisan budaya Noken. Inskripsi UNESCO ini membuat kami melakukan penelitian etnobotani pembuatan Noken oleh masyarakat di Kampung Esyo Distrik Aifat Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui etnobotani dan pengetahuan lokal (local knouwledge) masyarakat dalam memanfaatkan serat kulit pohon Melinjo, proses dan kriteria pengambilan bahan baku serta proses pembuatan Noken oleh masyarakat di Kampung Esyo Distrik Aifat Kabupaten Maybrat.  Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey dan wawancara semi struktural (semi structural interview). Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan etnobotani pemanfaatan serat kulit pohon Melinjo dan disajikan dalam bentuk gambar.Hasil menunjukkan bahwa pemanfaatan serat kulit pohon Melinjo untuk pembuatan Noken oleh masyarakat Kampung Esyo ,,,,,’Distrik Aifat Kabupaten Maybrat, dengan memanfaatkan serat kulit pohon Melinjo dengan ukuran diameter antara 10 - 20 cm. Proses pengambilan serat dengan cara ditebang dan menguliti pohon tersebut. Perlakuan bahan baku melalui perendaman, penjemuran, penghalusan dan pewarnaan dengan maksud agar serat kulit kayu tidak cepat rusak dan lebih tahan lama (awet). Proses pembuatan Noken mengikuti pola sulaman dan anyaman, yang disesuaikan dengan pola dan ukuran Noken yang diinginkan. Pemberian warna Noken memakai pewarna alami dengan memanfaatkan beberapa jenis tumbuhan anggrek alam. Proses perajutan Noken dilakukan pada saat santai atau istirahat, tempat perajitan Noken bisa di rumah, pasar atau tempat pertemuan di kampung.
Penghijauan Dan Penataan Taman Kampus Universitas Muhammadiyah Sorong Ponisri Ponisri; Nurul Fajeriana; Akhmad Ali; Anif Farida; Irnawati Irnawati
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2022): Juli
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v4i2.1850

Abstract

Penghijauan merupakan bentuk peran manusia dalam menjaga lingkungan dalam upaya penanggulangan degradasi dengan cara penanaman pohon disekitar atau di wilayah tertentu. Sehingga dapat memberi kesan segar dan memperindah pemandangan di tempat-tempat umum, penghijauan juga memberikan banyak manfaat bagi lingkungan. Pohon-pohon yang ditanam akan mengatasi polusi yang banyak dihasilkan di jalan raya, dan memberikan suplai oksigen bagi manusia. Sedangkan penataan taman di Universitas Muhammadiyah Sorong memiliki peranan yaitu sebagai ruang publik kampus dimana sebagai pusat interaksi dan komunikasi bagi mahasiswa dan dosen baik formal maupun informal, individu maupun kelompok. Keberadaan taman bagi mahasiswa dan dosen sangat penting, karena dapat dijadikan sebagai ruang terbuka publik yang mampu mengakomodasi kebutuhan rekreasi disela kesibukan lingkungan kampus.
KEANEKARAGAMAN JENIS-JENIS ANGGREK DI CAGAR ALAM KOFIAU KABUPATEN RAJA AMPAT P Ponisri; Lona H. Nanlohy
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v10i3.851

Abstract

This study aims to determine the abundance of orchid species, diversity, evenness and dominance of orchid species in the Kofiau Nature Reserve, Raja Ampat Regency. This forest area is a habitat for various endemic flora and fauna, including orchids. Orchid is one of the seed plants of the Orchidaceae family which is in great demand because of its attractive flower shape and color so that it can be used as raw material for the cut flower industry, potted plants or garden decorations. The procedure used in this study was field observation/exploration technique, the determination of the observation sample was carried out by considering the area objectively overgrown with orchids. charts, graphs and photos). Based on the results of exploration and identification of orchid species in the Kofiau Nature Reserve, there are 3 types of epiphytic orchids and 1 type of terrestrial/soil orchid, so the total number is 4 types of orchids, consisting of 1 genus of soil orchid (Spathoglotis) and 3 genera of epiphytic orchids, namely Dendrobium. 2 species and Grammathophyllum 1 species. With the highest number of individuals, Grammatophylum scriptum 128 (50.00%), then Spathoglotis plicata with the highest number of individuals, 107 (41.797%), this is the highest number of orchids found in mangrove forests, then Dendrobium allofolium with 15 individuals. (5.859%), and D. crumenatum with 6 individuals (2.344%) with a total of 256 orchid individuals found in mangrove forests. The orchid species diversity index value is 0.3771 and the dominance index is 0.4287 and the evenness index value is 0.0943. Where the index value of diversity and species dominance on orchids in the Nature Reserve forest is in the low category while the evenness index value is in the medium category.
Aplikasi Pemberian Ekstrak Bawang Merah (Allium Cepa L.) Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Gaharu (Aquilaria malaccensis Lam.) P Ponisri; Syaiful Maliki; Bernadus Aran
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v11i2.968

Abstract

Aquilaria malaccensis Lam. is a gaharu-producing plant with excellent quality and high social, cultural, and economic values. Gaharu is one of the non-timber forest products with many uses, namely as a raw material for medicines, cosmetics, perfumes, incense, and preservative accessories. Gaharu is quite rare, although its cultivation can be done generatively or vegetatively. In connection with cultivation activities, quality agarwood seeds are needed. One way to do this is by giving Growth Regulatory Substances (ZPT). This study aims to determine the effect of different concentrations of shallot extract on the growth of gaharu (Aquilaria malaccensis Lam) stem cuttings. This study was arranged in a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications, and each treatment used 5 stem cuttings. The treatment consisted of ZPT from shallots which consisted of 5 concentrations, namely: without ZPT, concentrations of 10%, 20%, 30%, and 40%. The data obtained were analyzed by analysis of variance (ANOVA), and a 5% BNT test was performed. The concentration of shallot extract significantly affected the growth of stem cuttings of Aquilaria malaccensis Lam, best at a concentration of 40%.
BUDIDAYA JAMUR TIRAM DENGAN MEDIA AMPAS SAGU MASYARAKAT BAINGKETE DISTRIK MAKBON KABUPATEN SORONG Ponisri Ponisri; Irnawati Irnawati; Akhmad Ali; Ihsan Febriadi
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Kampung Baingkete Distrik Makbon Kabupaten Sorong dengan mata pencaharian sehari-hari adalah sebagai petani dan mengolah sagu, untuk memenuhi kebutuhannya sehingga tingkat ekonomi rata-rata masyarakat masih rendah. Limbah ampas sagu hasil sampingan olahan sagu yang terdapat di Distrik Makbon cukup melimpah tetapi belum dimanfaatkan hanya ditumpuk begitu saja, atau dibuang ke sungai atau rawa-rawa yang dapat mencemari lingkungan. Tujuan dalam kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, wirausaha tentang budidaya jamur tiram putih dengan menggunakan ampas sagu sebagai media. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan serta pembimbingan dan pendampingan. Hasil dari pengabadian ini adalah masyarakat mengetahui dan terdorong dalam memanfaatkan limbah ampas sagu sebagai media jamur tiram.
BUDIKDAMBER SEBAGAI AKTUALISASI KEMANDIRIAN PANGAN RUMAH TANGGA BAGI IBU-IBU MAJELIS TA’LIM Nurul Fajeriana; Ponisri Ponisri; Akhmad Ali; Muhammad Ali; Muzna Ardin Abdul Gafur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11780

Abstract

Abstrak: Modal, keterampilan, dan lahan menjadi kendala utama masyarakat dalam hal bercocok tanam sehingga dilakukan penyuluhan dan pelatihan budikdamber dengan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu-ibu tentang budidaya tanpa tanah (budidaya air) dengan integrasi 2 komoditi dalam satu wadah sebagai bentuk aktualisasi kemandirian pangan rumah tangga. Metode pelaksanaan terdiri dari penyuluhan, demonstrasi praktek, dan pendampingan pada peserta dalam mempraktekkan tahapan budikdamber. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat non produktif (ibu rumah tangga) yakni ibu-ibu Majelis Ta’lim Nurul Huda Distrik Aimas, Kabupaten Sorong yang berjumlah 23 orang. Pre-test dan post-test menjadi metode evaluasi Tim. Hasil dari kegiatan ini telah memberikan peningkatan pengetahuan peserta akan adanya budidaya air dengan 2 komoditi dalam satu wadah sebesar 80,26% dan peningkatan keterampilan bercocok tanam rumahan dengan budikdamber sebesar 75,57% sehingga untuk menunjang ketersediaan pasokan sayur dan lauk pauk dengan aktifitas produktif ibu-ibu di rumah maka pengeluaran belanja kebutuhan pokok bisa dihemat, dan juga berkorelasi positif terhadap kelestarian lingkungan dengan pemanfaatan barang bekas menjadi wadah tanam akuaponik.Abstract: The fund, skills, and land are the main obstacles for the community in terms of farming so education and training for the budikdamber are carried out to increase the understanding and skills of mothers about landless cultivation (water cultivation) by integrating 2 commodities in one container as a form of actualization of food independence household. The implementation method consists of counseling, practical demonstrations, and assistance to participants in practicing the budikdamber stages. The participants of this activity are non-productive people (housewives), namely the women of the Ta'lim Nurul Huda Council, Aimas District, Sorong Regency, totaling 23 people. Pre-test and post-test became the team's evaluation methods. The results of this activity have provided an increase in participants' knowledge of the existence of aquaculture with 2 commodities in one container by 80.26% and an increase in home farming skills with budikdamber by 75.57% to support the availability of supply of vegetables and side dishes with productive activities of mothers. If a mother is at home, spending on basic needs can be saved, and it is also positively correlated to environmental sustainability by using used goods as aquaponics planting containers. 
SKRINING BAKTERI METANOTROF, PELARUT POSFAT DAN NITROBACTER PADA LAHAN PERTANIAN KOTA SORONG S Sukmawati; P Ponisri; Febrianti Rosalina; Anif Farida; Budi Satria; Ayu Diah Syafaati; N Nuryanto
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v11i3.1049

Abstract

The effects of greenhouse gases on daily life can cause damage to the balance of ecosystems and threaten the survival of living things. One of them is crop failure; food commodities and export products are reduced, causing food shortages and lowering the economic level of the community. The initial objectives of this study were to find or filter methanotrophic, phosphate-solubilizing, and Nitrobacter bacteria on Sorong's agricultural land. The second aim was to determine methanotrophic bacteria's potential, which can also nitrate and solubilize phosphate. The findings of the screening for methanotrophic bacteria, phosphate-solubilizing bacteria, and Nitrobacter bacteria are described in this descriptive study. In addition, isolates of methanotrophic bacteria were confirmed for their ability to decompose phosphate and fix nitrogen. The results of this study were that of the ten samples observed, five samples were detected by methanotrophic bacteria, namely MFa, MFb, MFc, MFd, and MFe samples. Furthermore, phosphate-solubilizing bacteria and Nitrobacter bacteria were found in ten isolated samples. The second conclusion, from five isolates of methanotrophic bacteria, has the potential to decompose or utilize phosphate as an energy source. Meanwhile, of the five isolates, only three isolates could utilize nitrogen as an energy source, namely isolates with MFa code, MFd isolates, and MFe isolates.
Potensi Cadangan Karbon pada Pohon dengan Penginderaan jauh di KPHP Kabupaten Sorong Anif Farida Farida; Ponisri Ponisri
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/10.21009.v12i1.04

Abstract

The purpose of this study was to determine the estimation of carbon stocks based on NDVI values in the KPHP production forest of Sorong Regency. The method used is NDVI analysis to obtain estimates of carbon stocks based on field data (allometric) at the tree level. The results showed that the vegetation density in the KPHP production forest was dominated by the high class (57.40%), followed by the medium class (40.40%), and the low class (2.06%), respectively. The obtained carbon stock regression equation is y = 2.071 + 4.351 * NDVI. Carbon stock with NDVI ranges from 1,667 tons per hectare to 5,113 tons per hectare.
Potensi Bakteri Metanotrof sebagai Pereduksi Emisi Metan pada Lahan Pertanian Febrianti Rosalina; Sukmawati Sukmawati; Ponisri Ponisri; Anif Farida; Budi Satria; Ayu Diah Syafaati; Nuryanto Nuryanto
Bioscience Vol 7, No 1 (2023): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0202371120929-0-00

Abstract

Konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) meningkat seiring dengan aktivitas manusia dan menyebabkan peningkatan pemanasan global, salah satunya berasal dar sektor pertanian. Masih tingginya produksi emisi GRK pada sektor pertanian membutuhkan monitoring dan pengawasan secara berkala, sehingga dapat dipantau dan ditekan kuantitasnya. Untuk mengukur emisi GRK diperlukan inovasi dengan salah satu pengaplikasian bakteri metanotrof yang dapat menekan emisi di lahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bakteri metanotrof yang diaplikasikan pada lahan pertanian dalam mengurangi emisi metan. Perlakuan dalam penelitian terdiri dari 4 perlakuan diantaranya Sungkup 1 (Isolat bakteri MFb), Sungkup 2 (Isolat bakteri MFc), Sungkup 3 (Isolat bakteri MFd), dan Sungkup 4 (Isolat bakteri MFe). Pengambilan contoh gas dilakukan dengan metode sungkup tertutup (close chamber technique). Emisi metan (CH4) dianalisis secara langsung di lapangan dengan menggunakan alat digital berupa Alat Pintar Digital deteksi Kebocoran Gas Metana dan Propana AZ-7291 untuk mengukur CH4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh aplikasi bakteri metanotrof terhadap laju penurunan emisi gas metan. Dari semua perlakuan isolate bakteri metanotrof  yang diberikan, perlakuan bakteri metanotrof dengan kode MFe mampu menurunkan rata-rata emisi CH4 sebesar 305,449 mol/jam dan dianggap bahwa isolate tersebut adalah isolate yang paling baik diantara semua perlakuan.Greenhouse Gas (GHG) concentrations increase along with human activities and cause an increase in global warming, one of which comes from the agricultural sector. The high production of GHG emissions in the agricultural sector requires regular monitoring and supervision, so that the quantity can be monitored and suppressed. To measure GHG emissions, innovation is needed, one of which is the application of methanotrophic bacteria which can reduce emissions on agricultural land. The purpose of this study was to determine the potential of methanotrophic bacteria applied to agricultural land in reducing methane emissions. The treatment in this study consisted of 4 treatments including Chamber 1 (bacterial MFb isolate), Chamber 2 (bacterial MFc isolate), Chamber 3 (bacterial MFd isolate), and Chamber 4 (bacterial MFe isolate). Gas sampling was carried out using the closed chamber technique. Methane (CH4) emissions are analyzed directly in the field using a digital device in the form of a Methane and Propane AZ-7291 Digital Smart Leak Detection Tool to measure CH4. The results showed that there was an effect of the application of methanotrophic bacteria on the rate of reduction of methane gas emissions. Of all the isolates of methanotrophic bacteria given, the treatment of methanotrophic bacteria with the code MFe was able to reduce the average CH4 emission by 305.449 mol/hour and it was considered that the isolate was the best isolate among all the treatments.Keywords: Methanotrophic bacteria, GHG, methane, agricultural land
Co-Authors - Murtiningrum Abu, Nur Adrianus Ogonei Agnes Dyah Novitasari Lestari Agustio, Mochamad Firmansyah Akhmad ali Ali, Akhmad Anif Farida Farida Antoh, Maikel Awariti, Mohammad Haris Ayu Diah Syafaati Bernadus Aran Bertha Mangallo Bertha Mangallo Bertha Mangallo Blesia, Dina Brandon Tanahitumesseng Budi Satria Darma Darma Darma, Darma Durand, Anugerah Reindra Lamma Erni Fajrianto Saeni Farida, Anif Febelina Sangkek Gafur, Muzna A. A Gafur, Muzna Ardin Abdul Halima Kasongat Hana Bleskadit Hode, Septian Bahri Irnawati Irnawati Ishak Musaad Kaliele, Yunus Kasongat, Halima Kemesrar, Yomima La Ibal Latief, Nur Alya Mariska Layuk, Angeline Ta'dung Leba, Herlyn Winda Wie Liarian, Apriana Ema Lona H. Nanlohy Lona H. Nanlohy Lona Nanlohy Mangallo, Bherta Maruapey, Azis Mira Herawati Soekamto Muh. Fadli Hasa MUHAMMAD ALI Muhammad Ali Muhammad Ikhzan Syam murtingrum, Murtiningrum Murtiningrum Murtiningrum Musaad, Ishak Muzna Ardin Abdul Gafur N Nuryanto Nanlohy, Lona Nanlohy, Lona Helti Nur Abu Nurul Fajeriana M Nuryanto Nuryanto Ogonei, Adrianus Pandu, Victor WD Panji Reza Susena R. Riskawati Rais, Lukman Retno Puspa Rini Riskawati Rosalina, Febrianti Rumkowas, Saleh Rumwokas, M Saleh Saeni, Fajrianto Salmawati Salmawati Sangadji, Zulkarnain Sangkek, Febelina Sesa, Ficki Samuel sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati, Sukmawati SULFIANA, SULFIANA Suruan, Yermias Susena, Panji Reza Syaiful Maliki Syam, Muhammad Ikhzan Syarif Ohorella Tabara, Reijeng Tanahitumesseng, Brandon Ulim, Rahasela Savira Wahidin Wahidin Warda Warda Yomima Kemesrar Yunus Kaliele