Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Kepatuhan Orang Tua dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Penebel II Luh Putu Indira Shinta Vedanty; Anny Eka Pratiwi; Made Indra Wijaya
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.94-103

Abstract

Imunisasi adalah salah satu usaha pemerintah untuk merealisasikan kesehatan anak di Indonesia terutama pemberian imunisasi dasar yang bisa mencegah serta menurunkan angka fenomena kesakitan, kecacatan, serta kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Munculnya kasus campak di Indonesia pada tahun 2022 sejumlah 4.844 kasus, yang mempunyai kasus campak di Provinsi Bali menempati posisi kedua sebanyak 288 orang dengan Kabupaten Tabanan sebanyak 33 kasus.
Pemberdayaan Kader PKK Desa Bukian untuk Mendukung ASI Eksklusif melalui Manajemen ASI Perah Ni Made Hegard Sukmawati (Scopus ID: 57189732715); Anny Eka Pratiwi; Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.3.2023.140-145

Abstract

Abstrak Bukian merupakan salah satu desa sasaran program Community Oriented Medical Education (COME) 1000 Hari Awal Kehidupan (HAK) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa. Berdasarkan survey yang dilakukan pada program COME 1000 HAK tingkat keberhasilan asi eksklusif pada Ibu di wilayah ini hanya sebesar 25.47%, dan sebagian besar (54.39%) memberikan alasan karena bekerja. Dengan adanya pelatihan bagi kader PKK tentang manajemen ASI perah, maka pengetahuan mengenai manajemen ASI perah dapat ditingkatkan guna mendukung suksesnya asi eksklusif terutama pada ibu pekerja. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi pemaparan materi melalui presentasi, penayangan video, dan diskusi. Rancangan evaluasi kegiatan meliputi evaluasi kehadiran, partisipasi aktif kader, membandingkan pengetahuan dan kemampuan mitra terkait manajemen ASI perah melalui pre-test dan post-test. Hasil: Program Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Kader PKK Desa Bukian Untuk Mendukung Asi Ekslusif Pada Ibu Pekerja Melalui Manajemen Asi Perah di Desa Bukian berjalan dengan lancar dan peserta telah memiliki pengetahuan yang cukup baik terkait manajemen asi perah. Hasil evaluasi terhadap pengetahuan peserta terkait manajemen asi perah, menunjukkan kenaikan skor pengetahuan dari rerata 32 (pre-test) dan terjadi kenaikan skor rerata menjadi 80.0 (post-test). Area pengetahuan yang masih dapat ditingkatkan yakni terkait pengetahuan mengenai lama simpan asi perah berdasarkan jenis lemari pendingin/freezer yang digunakan. Evaluasi terhadap kepuasan peserta terhadap keberlangsungan program dilakukan secara kualitatif melalui dialog dan secara umum peserta menyatakan puas dengan kegiatan ini dan menyatakan telah memberikan pengetahuan baru bagi peserta.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dalam Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan Pertolongan Pertama di Puskesmas Ratna Juwita Dewa Ayu Putu; Luh Gede Pradnyawati; Anny Eka Pratiwi; Ni Made Hegard Sukmawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.3.2023.174-178

Abstract

Abstrak Pelatihan bantuan hidup dasar adalah suatu tindakan darurat untuk membebaskan jalan napas, membantu pernapasan, dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu. Kondisi medis kegawatdaruratan ini merupakan kondisi yang memerlukan pertolongan medis yang cepat untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan lebih lanjut. Tenaga medis di Instalasi Gawat Darurat merupakan lini pertama penolong pasien dengan keadaan emergensi. Tenaga medis ini memiliki alur penerimaan pasien, triase, resusitasi, dan stabilisasi. Sebagai unit yang memberikan pelayanan emergensi, tenaga medis yang ditugaskan haruslah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dan cekatan untuk melakukan pertolongan pertama. Puskesmas III Denpasar Selatan merupakan Puskesmas yang terletak di Kota Denpasar yang juga melakukan pelayanan kegawatdaruratan di dalamnya. Pelatihan rutin kegawatdaruratan penting untuk dilakukan sebagai dasar ilmu penatalaksanaan pasien gawatdarurat di Puskesmas. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dengan sasaran tenaga medis di Puskesmas. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk workshop kegawatdaruratan. Kegiatan ini dilakukan diawali dengan pemberian materi kegawatdaruratan, elektrokardiogram dan pelatihan skill batuan hidup dasar (BHD). Kegiatan juga diawali dengan pre test dan diakhiri dengan post test. Pelatihan diikuti oleh 22 tenaga medis dengan rentang usia 20-40 tahun dan nilai pre tes awal 83% dan nilai akhir 96%. Dari hasil observasi juga didapatkan peningkatan keterampilan elektrokardiogram dan teknik basic life support. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan diharapkan untuk rutin diselenggarakan.
Penyuluhan Kader Dasawisma Mengenai Tertib Kelola Pangan dengan Metode Food Preparation di Masa Pandemi Covid-19 di Desa Dangintukadaya Ni Made Hegard Sukmawati; Anny Eka Pratiwi; Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.1-7

Abstract

Survey terhadap ibu-ibu PKK di Banjar Sebual, Desa Dangintukadaya, Kabupaten jembrana, diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat selama pandemi Covid-19 adalah perekonomian dan kemampuan daya beli. Penurunan aktivitas pariwisata di Bali berimbas kepada budget pembelanjaan pangan bagi keluarga, dan penyediaan makanan bergizi dan seimbang. Adanya pembatasan sosial dan kekhawatiran akan risiko terinfeksi virus Covid-19 juga menyulitkan para ibu-ibu untuk berbelanja bahan pangan secara rutin. Kegitan Penyuluhan Tertib Kelola Pangan dengan Metode Food Preparation di Masa Pandemi Covid-19 bagi kader Dasawisma di Desa Dangintukadaya diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan kader PKK di banjar ini mengenai kelola pangan selama masa pandemi. Pelaksanaan kegiatan dalam program ini meliputi presentasi materi, pemutaran video peraga, dan tanya jawab terkait dengan teknik Food prep. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui evaluasi kehadiran, partisipasi aktif kader, pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan. Hasil: berjalan dengan lancar dan peserta telah memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan pengelolaan pangan dengan metode food preparation. Hasil evaluasi terhadap pengetahuan peserta terkait metode food preparation menunjukkan peningkatan pengetahuan yang terukur dari kenaikan rerata skor awal 22 (pre-test) menjadi 79 (post-test). Kepuasan peserta terhadap keberlangsungan program diukur secara kualitatif melalui penyampaian feedback dari peserta dan peserta menyatakan puas dengan kegiatan ini dan menyatakan manfaat dari informasi yang disampaikan.
Pelatihan pada Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Perkembangan Balita Usia 0-2 tahun di Desa Bukian, Payangan Anny Eka Pratiwi; Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Made Indra Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.39-44

Abstract

Evaluasi perkembangan seorang anak dapat dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangannya, yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Untuk meningkatkan berbagai aspek kecerdasan selama masa pertumbuhan dan perkembangan anak, diperlukan tidak hanya faktor keturunan dan rangsangan dari lingkungan, tetapi juga pemenuhan tiga kebutuhan utama: fisik, emosional, dan stimulasi dini. Kegiatan ini difokuskan pada kelompok Posyandu di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, dengan tujuan melatih para kader dalam melakukan stimulasi dan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan pada anak usia 0-2 tahun. Metode yang digunakan adalah community development, melibatkan 10 kader posyandu dan 5 anak berusia 0-2 tahun. Proses pelaksanaan melibatkan pelatihan kepada kader mengenai stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang bayi dan balita, diikuti dengan pengukuran dan penilaian tumbuh kembang anak. Dari 5 anak yang terlibat, 4 anak (80%) menunjukkan perkembangan "Sesuai," menunjukkan kemampuan baik dalam aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan kemandirian. Satu anak (20%) termasuk dalam kategori "Meragukan," sementara tidak ada yang tergolong dalam kategori "Penyimpangan." Pelaksanaan Program Deteksi Dini Perkembangan Anak dilakukan dengan tujuan memantau perkembangan anak dan mendeteksi potensi gangguan atau penyimpangan dalam perkembangan mereka. Implementasi program ini telah sukses, mencapai tingkat keberhasilan sebesar 100%.
Pemberdayaan PKK dan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Tinggi di Desa Bukian, Kecamatan Payangan Ratna Juwita Dewa Ayu Putu; Luh Gede Pradnyawati; Anny Eka Pratiwi; Ni Made Hegard Sukmawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.67-73

Abstract

Kehamilan risiko tinggi merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada kehamilan dan persalinan yang berkontribusi terhadap peningkatan angka kematian ibu. Kehamilan berisiko tinggi adalah suatu kondisi dalam kehamilan, dimana ibu hamil berada dalam keadaan yang dapat memperburuk kondisinya sendiri maupun janin yang dikandungnya akibat proses kehamilan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap kehamilan berisiko untuk menurunkan komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Desa Bukian merupakan desa di kawasan Kecamatan Payangan Desa Bukian memiliki kegiatan aktif di bidang kesehatan yang dinaungi oleh Puskesmas dengan memberdayakan ibu-ibu PKK sebagai kader. Berdasarkan data Puskesmas, jumlah ibu hamil saat ini sebanyak 43 ibu hamil yang belum pernah mendapat pemaparan lengkap tentang proses kehamilan dan risiko pada kehamilan. Ibu hamil tersebut sebagian besar berada pada trimester satu yang merupakan fase terpenting untuk melakukan skrining dan diagnosis awal jika terdapat gejala patologis pada ibu hamil. Berdasarkan diskusi dengan PKK disepakati penting untuk melakukan edukasi pada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka terhadap kehamilan risiko tinggi sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan mereka, terutama keluarga dalam melakukan antenatal care sebagai penentu keputusan. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 PKK dan 11 ibu hamil yang berdiskusi tentang fase kehamilan, gejala dan tanda patologis, bagaimana cara mengambil keputusan dalam setiap risiko kehamilan serta manajemen stress pada kehamilan. Didapatkan hasil bahwa lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap risiko kehamilan sebelum dan sesudah dilakukan diskusi dan penyuluhan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu ibu PKK menjadi kader dalam menyebarkan pengetahuan dan konseling risiko-risiko pada kehamilan yang patut diwaspadai.
Pemberdayaan Posyandu Kamboja Dalam Pemberian Susu Protein Hewani Pada Balita yang Beresiko Mengalami Stunting di Banjar Peludu, Desa Bayung Gede Anny Eka Pratiwi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.247-251

Abstract

Stunting dapat disebabkan oleh kurangnya akses terhadap makanan bergizi, kekurangan vitamin dan mineral, serta rendahnya keragaman pangan dan sumber protein hewani. Faktor-faktor seperti pola asuh ibu yang tidak baik, terutama dalam hal perilaku dan praktik pemberian makan, juga berkontribusi pada stunting. Jika ibu kekurangan nutrisi selama masa remaja, kehamilan, dan laktasi, hal ini dapat sangat mempengaruhi pertumbuhan tubuh dan otak anak. Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan meningkatkan konsumsi makanan bergizi dari sumber hewani seperti daging, susu, telur, serta buah dan sayur lokal sejak masa kehamilan. Susu memiliki kandungan vitamin B12 dan asam folat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi balita. Tujuan kegiatan adalah melakukan penyuluhan dan demonstrasi terkait deteksi dini tumbuh kembang balita pada pakder posyandu serta melakukan intervensi gizi spesifik pada balita yang beresiko stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, demonstrasi dan intervensi gizi pada balita. Penyuluhan dilakukan pada lima kader posyandu kamboja di Banjar Peludu, serta melakukan intervensi gizi spesifik dengan pemberian susu formula pada sepuluh balita yang beresiko stunting. Lokasi kegiatan dilakukan di Desa Bayung Gede Kecamatan Kintamani. Hasil kegiatan ini tidak ditemukan penyimpangan tumbuh kembang pada 10 balita di Banjar Peludu Desa Bayung Gede. Intervensi gizi spesifik dilakukan selama tiga bulan kepada sepuluh balita.
Bakti Sosial Dalam Rangka Muktamar AIPKI Wilayah V Sebagai Perwujudan Pencapaian SDGs Ke-3 Winianti Ni Wayan; Indra Wijaya; Saktivi Harkitasari; Widhidewi Ni Wayan; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Sri Ratna Dewi; Agus Praktyasa; Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Citra Udiyani; Dharmesti Wijaya; Nia Calista Santoso; Anny Eka Pratiwi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.50-55

Abstract

Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Wilayah V Bersama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa bertujuan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yang menekankan pentingnya kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua. Kegiatan ini diadakan di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali pada tanggal 13 Oktober 2025, dengan melibatkan para pelaku pariwisata dan warga setempat. Rangkaian kegiatan bakti sosial yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pelatihan teknik bantuan hidup dasar (BHD) serta pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup pemeriksaan BMI, tekanan darah, dan kadar gula darah. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan BHD diikuti oleh 20 orang pelaku pariwisata di Desa Penglipuran. Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada 44 orang warga Desa Penglipuran. Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan berupa lima unit tempat sampah organik dan anorganik serta 50 paket sembako kepada warga Desa Penglipuran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan para pelaku pariwisata di Desa Penglipuran terkait BHD sebesar 36%. Kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan pentingnya pemeriksaan rutin juga semakin meningkat. Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara institusi pendidikan kedokteran dan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan di komunitas.
Pendampingan Kader Dalam Pengelolaan Pijat Bayi di Banjar Tengah, Desa Blahbatuh, Gianyar Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gde Evayanti; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Anny Eka Pratiwi
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.2.2025.100-103

Abstract

Mitra kegiatan pengabdian adalah kader posyadu yang berjumlah 8 orang. Mitra merupakan kader posyandu yang terletak di Banjar Tengah Desa Blahbatuh, Gianyar. Berdasarkan hasil wawancara degan kader diketahui bahwa beberapa warga saat melakukan posyandu menanyakan mengenai cara pijat bayi yang benar dan apa fungsi dari pijat bayi. Fokus kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan adalah pemberian edukasi mengenai pijat bayi serta pendampingan pijat bayi pada kader. Metode pelasnaan pengabdian meliputi 3 tahapan yaitu tahapan persiapan, pelasanaan kegaitan serta monitoring dan evaluasi. Untuk mengetahui pemahaman kader mengenai materi yang diberikan dilakukan pretest dan postest. Terdapat peningkatan pengetahuan kader sebesar 50% mengenai pijat bayi dan terjadi peningkatan keterampilan kader dalam melakukan pijat bayi. Partisipasi dan keaktivan kader untuk megikuti kegaitan pengabdian sangat baik dan kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar.
Social Determinant Factors as Dengue Hemorrhagic Fever Prevention in Banjar Pedungan, South Denpasar Anny Eka Pratiwi; Made Indra Wijaya
International Journal of Health and Social Behavior Vol. 3 No. 3 (2026): August: International Journal of Health and Social Behavior
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhsb.v3i3.663

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains an endemic health problem in Denpasar, with incidence rates increasing over the past five years, reaching 43.97 (2021), 109.87 (2022), 184.23 (2023), 126.01 (2024), and 169.32 per 100,000 population (2025). Cadres play an important role in the success of DHF prevention programs by facilitating information delivery, periodic monitoring, and community participation in preventive actions. This study aimed to evaluate community knowledge, attitudes, and practices regarding DHF prevention in Banjar Pedungan, South Denpasar. A mixed-methods approach was employed using purposive sampling involving 74 householders in South Denpasar. The findings showed that 66.7% of families had good knowledge and attitudes, 61.9% had good knowledge and practices, and 76.3% had good attitudes and practices related to DHF prevention. Fogging implementation was adjusted based on regional evaluations of increasing DHF cases. These findings indicate that community knowledge, attitudes, and practices toward DHF prevention were generally good. The study recommends strengthening DHF prevention through effective social media programs, adequate funding, regular monitoring and evaluation, and increased human resources to optimize prevention efforts.
Co-Authors A. A. Ayu Asri Prima Dewi Agus Praktyasa Anak Agung Istri Ardhia Pramesti Kiyanti Anak Agung Istri Ardhia Pramesti Kiyanti Citra Udiyani DAP Ratna Juwita Datya, Aulia Iefan Dina Indira Amrita Dewi Dina Indira Amrita Dewi Erly Sintya Fransiscus Fiano Anthony Kerans Gosa, I Putu Dhananjaya Dharsila Hegard Sukmawati Hegard Sukmawati, Ni Made I Dewa Ayu Eka Pertiwi I Gede Mandra Adnyana I Gede Mandra Adnyana I Made Pariartha I Wayan Darwata Ida Ayu Thyana Anindyanari Putri Wardana Ida Kurniawati Indra Wijaya K Tangking Widarsa Kadek Dwitya Widi Adnyani Dwitya Kadek Dwitya Widi Adnyani Dwitya Kadek Yoga Wiratama Kadek Yoga Wiratama Kartinawati, Komang Triyani Ketut Ayu Lestari Windhradhi Ketut Ayu Lestari Windhradhi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Luh Gde Evayanti Luh Gde Sita Maharani Luh Gde Sita Maharani Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Pradnyawati Luh Putu Indira Shinta Vedanty Made Dharmesti Wijaya Made Indra Wijaya Ni Made Ayu Novita Anugerah Ni Made Ayu Novita Anugerah Ni Made Hegard Sukmawati (Scopus ID: 57189732715) Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Wayan Widhidewi Nia Calista Santoso Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Pande Luh Made Devi Savitri Pande Luh Made Devi Savitri Prabandari, Anak Agung Sagung Mirah Pradnyawati, Luh Gede Pradriyawati, Luh Gede Putu Asih Primatanti Putu Krisna Adwitya Sanjaya Ratna Juwita Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu Saktivi Harkitasari, Saktivi Sri Ratna Dewi Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit Sumadewi, Trisna Tanjung Subrata Tanjung Subrata Udiyani, Desak Putu Citra Winianti, Ni Wayan