Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN JUMANTIK CERDAS DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI SDN 4 DENPASAR Anny Eka Pratiwi; Hegard Sukmawati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i3.35461

Abstract

Penatalaksanaan kasus DBD perlu dilakukan upaya peningkatan dengan mengaktifkan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD. Meski gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk, kegiatan 3M, fogging serentak serta surveilans DBD sudah secara rutin dilaksanakan namun hal ini belum dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya kasus DBD. Data kasus DBD di Denpasar dilaporkan bulan Januari – Maret adalah 59 kasus, 110 kasus, dan 329 kasus DBD. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran siswa untuk dapat melakukan monitoring jentik secara berkala untuk menurunkan persebaran nyamuk serta meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa untuk melakukan pemantauan jentik berkala satu minggu sekali. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode Participatory Monitoring dan Evaluation. Subjek dalam pengabdian adalah siswa kelas 5 dan 6 yang sudah terlatih dalam pelaksanaan PSN. Hasil kegiatan dari pengabdian ini adalah pengetahuan mitra meningkat dinilai dari hasil pre-test dan post-test setelah dilakukannya pelatihan. Dilihat dari angka Container Index sebesar 33,3% pada minggu pertama dan ketiga menunjukkan bahwa density figure memiliki tingkat resiko penularan tinggi. Angka House Index menunjukkan tingkat persebaran nyamuk sedang.
PEMBERDAYAAN TEMPAT PENITIPAN ANAK (TPA) DALAM PENGELOLAAN PENYAKIT MENULAR SERTA SKRINING TUMBUH KEMBANG ANAK DI TPA PURI RARE KOTA DENPASAR Ni Putu Diah Witari; Anny Eka Pratiwi; Ni Komang Trisna Sumadewi
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 6 No 1 (2021): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Day care centers are currently experiencing significant developments with the many needs of the community and demands of parents to work. So that many parents leave their children in child care centers (TPA). Puri Rare Day Care is one of the TPAs in the city of Denpasar. Several toddlers and children were sent there. Toddlers and children are vulnerable to infection in TPA, so the aim of this Service is to provide knowledge about infectious diseases and their prevention and training to use self-protection tools and screening for child development. Mita's participation reached 100% and there was an increase in partners' knowledge about child infectious diseases and how to prevent them as well as child growth and development from 53.33 to 86.67% and monitoring and evaluation every 2 weeks to see the ability of partners in screening growth and development and prevention of infection. After carrying out PKM activities, it can be concluded that there is an increase in partners' knowledge about infectious diseases and their prevention and how to screen children's growth and development.
PKM Pedagang Di Pasar Intaran Sanur Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Anny Eka Pratiwi; Putu Krisna Adwitya Sanjaya
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 3 Vol. 2 April, 2022
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v3i2.76

Abstract

Pasar Intaran yang terletak di Kelurahan Sanur Kauh merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar, Provinsi Bali dengan total jumlah pedagang 450 orang. Minimalnya informasi yang didapatkan oleh pedagang tentang penyebaran COVID-19 menyebabkan kurangnya penerapan mereka dalam pelaksanaan PHBS. Menurut hasil penelitian, PHBS merupakan starategi yang dapat mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat. Pedagang harus terus dihimbau untuk meningkatkan PHBS dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Namun penerapan PHBS ini sangat minimal penerapannya di Pasar Intaran. Selain masalah kesehatan, terdapat juga masalah ekonomi yaitu terkait dalam hal pemasaran produk dagangan, dimana pedagang belum mampu memasarkan dagangannya dengan baik ke sistem pasar. Selain itu pembukuan mereka dalam berdagang juga kurang baik karena pendidikan mereka yang rendah. Pada PKM ini kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. Dengan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan mitra dalam bidang pemahaman tentang COVID-19 dan juga pencegahan penyebaran COVID-19 serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Kelompok mitra sudah terampil dalam pembuatan APD dalam pencegahan penyebaran virus COVID-19. Selain itu, kelompok mitra sudah bisa memasarkan dagangannya dengan strategi digital marketing seperti di media sosial dan juga sudah bisa membuat pumbukuan yang baik
Pemberdayaan Kader Bina Keluarga Balita Dalam Penanggulangan Stunting Di Desa Bukian, Kecamatan Payangan Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Ni Made Hegard Sukmawati; Anny Eka Pratiwi
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 7 No. 1 (2023): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.534 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v7i1.2509

Abstract

Stunting adalah salah satu bentuk gangguan gizi dari segi ukuran tubuh yang ditandai dengan kondisi tubuh yang pendek melebihi defisit -2SD menurut standar WHO. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Provinsi Bali tahun 2007, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu kabupaten di Bali dengan prevalensi stunting yang tinggi. Salah satunya di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa masalah stunting cukup tinggi. Dari hasil wawancara dengan kader diperoleh beberapa permasalahan terkait program pencegahan stunting yaitu minimnya informasi yang diperoleh kader dan rendahnya pengetahuan kader tentang pencegahan stunting. Mitra yang diberdayakan adalah Kader BKB (Bina Keluarga Balita). Dari hal tersebut maka pemberdayaan kader sangat diperlukan untuk pencegahan stunting di Kabupaten Payangan. Target luaran dari kegiatan ini adalah menurunkan stunting di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Hasil dari kegiatan ini adalah kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan PKM dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. Secara umum program ini dapat dikatakan berhasil karena telah terjadi penurunan angka stunting di Desa Bukian Kecamatan Payangan. Saran yang dapat disampaikan adalah Kader BKB dapat menjadi ujung tombak keberlanjutan program penanggulangan stunting secara berkesinambungan di wilayahnya masing-masing sehingga dapat memberdayakan kader untuk mengurangi permasalahan stunting di Kabupaten Gianyar.
Risky sexual behavior and prevention of STIs in female merchants based on behavioral theory of health belief model: an exploratory study in Denpasar city, Bali Luh Gede Pradnyawati; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita; Anny Eka Pratiwi; Ni Made Hegard Sukmawati
Journal of International Surgery and Clinical Medicine Vol. 2 No. 1 (2022): Available Online: June 2022
Publisher : Surgical Residency Program Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/jiscm.v2i1.25

Abstract

Introduction: Previous studies have shown the risky behavior that causes women’s vulnerability in markets to STI transmission is sexual intercourse with more than one partner. The present study reveals in depth risky sexual behavior and STI prevention among female merchants based on the behavioral theory of the Health Belief Model.  This study aims to determine the risky sexual behavior and prevention of STIs in female merchants based on the behavioral theory of health belief model. Methods: This study uses mix-methods (quantitative and qualitative methods). Using the quantitative method, this study first found a descriptive picture with a cross-sectional design. Then with the qualitative method, it extracted more in depth the experiences and social contexts experienced by the participants. The research sample was taken from 100 female merchants and in-depth interviews were conducted with 20 of those who had had sexual intercourse with an age range of 18-45 years in Denpasar City. Respondents were selected by purposive sampling. Results: Risky sexual behavior by most of the respondents is by having premarital sexual intercourse. Most of the respondents, which is 60%, in the market perceive such action would not risk getting an STI because of loyalty to their partner. In terms of the seriousness of STIs, they assume it is indeed a serious disease. Nevertheless, to prevent STIs, the respondents assure us that avoiding risky sexual behavior is not truly what matters. The respondents believe they can manage to afford not to engage in risky sexual behavior for the prevention of STIs. Conclusion: Most female merchants believe having risky sexual intercourse will not risk causing them to contract an STI. To overcome this, it is necessary to establish special programs to reduce the number of STIs in the community, especially in low-risk groups such as female merchants.
Pemberdayaan Keluarga dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Payangan, Gianyar Anny Eka Pratiwi; Dewa Ayu Putu Ratna Juwita
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 8 NOMOR 2 JULI 2024 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v8i2.14507

Abstract

Pemberantasan sarang nyamuk di Desa Payangan ditemukan minimya kesadaran keluarga dampingan dalam melakukan PHBS untuk mencegah terjadinya kasus DBD. Metode yang dilakukan dalam kegiatan adalah penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat dengan topik pemberantasan jentik nyamuk di lingkungan rumah dan edukasi PHBS. Sasaran kegiatan adalah 11 keluarga dampingan mahasiswa dalam blok Community Oriented Medical Education. Monitoring dan evaluasi dilakukan selama 1 bulan untuk memantau peningkatan pengetahuan dan sikap keluarga dampingan. Promosi kesehatan dilakukan melalui edukasi tentang pencegahan demam berdarah dengue serta perilaku cuci tangan yang dipraktekkan secara langsung oleh keluarga. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan keluarga upaya pencegahan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M dan edukasi PHBS cuci tangan pakai sabun. Kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan ini dilakukan pada 11 keluarga dengan memberikan pengetahuan tentang pencegahan perkembangbiakan nyamuk dbd, dan metode pemberantasan jentik nyamuk di rumah tangga. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan dengan melaksanakan monitoring jentik nyamuk di wilayah Kecamatan Payangan. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pemahaman keluarga dalam melakukan pemberantasan jentik nyamuk, peningkatan pemahaman keluarga tentang PHBS, serta monitoring jentik telah dilakukan secara berkala minimal satu minggu sekali.
PEMBINAAN KADER KESEHATAN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROGRAM UKS DI SMPN 5 SUKAWATI, GIANYAR Pratiwi, Anny Eka; Sumadewi, Trisna; Datya, Aulia Iefan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.46005

Abstract

Remaja usia 15-24 tahun di Indonesia tahun 2018 rentan mengalami cedera dengan prevalensi sebesar 12,2% dan proporsi cedera bagian tubuh bawah sebesar 67,9%. Sekolah dan lingkungannya merupakan tempat kejadian cedera dengan proporsi 6,5%. Di Kabupaten Gianyar, remaja usia 15-24 tahun mengalami cedera sebesar 10,90%. Hal ini memerlukan perhatian khusus dalam program usaha kesehatan sekolah guna meningkatkan kesadaran siswa melakukan proteksi diri. Survey yang telah dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Sukawati ditemukan bahwa sekolah belum melaksanakan program usaha kesehatan sekolah untuk menunjang program pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan pada usia remaja. Selain itu, sekolah belum memiliki kader kesehatan untuk membina berbagai upaya kegiatan usaha kesehatan sekolah dalam mengikuti perlombaan tingkat lokal maupun nasional. Tujuan kegiatan adalah melakukan pembinaan terhadap kader kesehatan sekolah dalam upaya peningkatan program usaha kesehatan sekolah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan pembinaan, serta diskusi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan ketiga kader kesehatan mampu menjelaskan tugas, peran serta tanggung jawab sebagai kader kesehatan sekolah, dan dapat mengidentifikasi dan mempraktikkan alat-alat kesehatan dalam program usaha kesehatan sekolah. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan mampu menjelaskan tugas dan tanggung jawab kader kesehatan sekolah, peran dan tanggung jawab kader kesehatan sekolah, jenis dan fungsi alat pertolongan pertama pada kecelakaan (set rawat luka, tensi meter manual, set alat cek mata buta warna/rabun dekat/rabun jauh, set timbang badan dan tinggi badan), kader mampu memberikan penjelasan layanan kesehatan yang dapat diberikan di usaha kesehatan sekolah, selain itu kader mampu menjelaskan kegiatan-kegiatan pelatihan yang dapat diberikan kepada siswa.
CHARACTERISTICS OF MATERNAL PREGNANCY AND CHILDBIRTH IN PAYANGAN SUB-SUB-DISTRICT, BALI Anny Eka Pratiwi; Ni Made Hegard Sukmawati
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 9 No. 1 (2023): April
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v9i1.4137

Abstract

Health and nutrition during pregnancy has a close relationship with child development. Poor nutritional status during pregnancy can have an impact on fetal growth restriction (FGR), low birth weight (LBW) and stunting. Efforts to reduce the prevalence of stunting in Indonesia are carried out through the 1000 days of life program. The Faculty of Medicine and Health Sciences (FKIK) of Warmadewa University integrates the first 1000 days program in the field of education through the implementation of community-oriented medical education. This study aims to provide an overview of the characteristics of pregnancy and childbirth obtained by the first 1000 days program in the Payangan Sub-District, Bali Province. This research was a descriptive study using secondary data sourced from the survey of the Community Oriented Medical Education 1000 Days Early Life education program conducted by FKIK Warmadewa University. The research subjects were pregnant women who lived in the Payangan sub-Sub-District, Gianyar Regency, Bali in 2019-2020. The total number of subjects in this study were 110 people. The data collected consisted of data on demographic characteristics, pregnancy, childbirth, and diet. Of 110 Pregnant women in Payangan Sub-District in 2019-2020, 48% showed an average normal body mass index, most (76%) pregnant women in this region had no history of disease and high and very high-risk pregnancy was found in 61% of the subjects. The diet, environment and family APGAR mostly were considered good, namely in 86%, 72%, and 100% respectively. Most deliveries were by cesarean section, i.e., 59% and most did not have delivery complications (85%).
KAJIAN PROGRAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI DESA TEGAL KERTA, KOTA DENPASAR DENGAN PENDEKATAN SOCIAL ECOLOGICAL MODEL Gosa, I Putu Dhananjaya Dharsila; Wijaya, Made Indra; Pratiwi, Anny Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43207

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Desa Tegal Kerta, Kota Denpasar, menjadi salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai prioritas percepatan penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut dengan pendekatan Social Ecological Model (SEM). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh pelaku program dan keluarga yang memiliki balita. Sampel dipilih secara purposive sebanyak 18 partisipan yang terdiri dari ibu balita, kader posyandu, bidan desa, petugas gizi puskesmas, dan kepala desa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi lapangan, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 5,77% dari 416 balita pada September 2024. Faktor utama yang berkontribusi terhadap stunting adalah rendahnya literasi gizi ibu (70%), kurangnya konsumsi protein hewani (62%), keterbatasan akses layanan kesehatan (55%), dan pengaruh budaya keluarga dalam pola makan anak (48%). Intervensi edukasi gizi melalui posyandu berhasil meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI, dengan perubahan pola makan pada 68% ibu balita. Program kebun gizi juga meningkatkan konsumsi sayur dan buah pada 42% rumah tangga. Simpulan: Intervensi berbasis komunitas yang terintegrasi dalam SEM efektif dalam mempercepat penurunan stunting. Diperlukan penguatan kapasitas kader, kebijakan desa berbasis gizi, dan kolaborasi lintas sektor untuk keberlanjutan program.
Merchant Empowerment at Kedonganan Culinary Tourism Center in Preventing COVID-19 Desak Putu Citra Udiyani; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Anny Eka Pratiwi
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 4 (2022): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.129 KB) | DOI: 10.56910/safari.v2i4.131

Abstract

Along with the development of pandemic situation which entered the new normal era and successful vaccination of COVID-19, community activities in Bali's tourism centers began to gradually recover, including Kedonganan Beach. However, the risk of COVID-19 transmission remains high due to congested community activities and decreased of health protocols. The solutions and methods offered in this community service are COVID-19 and health protocols refreshment, health assistance and counseling, digital payment socialization, and the provision of hand sanitizers and masks to prevent COVID-19. The implementation of this PKM activity has been going well, seen from the attendance and enthusiasm of the participants, and there has been an increase in participants' knowledge and attitudes regarding the prevention of COVID-19. Through this activity, participants are expected to be an example for the community and keep discipline in implementing health protocols.
Co-Authors A. A. Ayu Asri Prima Dewi Agus Praktyasa Anak Agung Istri Ardhia Pramesti Kiyanti Anak Agung Istri Ardhia Pramesti Kiyanti Citra Udiyani DAP Ratna Juwita Datya, Aulia Iefan Dina Indira Amrita Dewi Dina Indira Amrita Dewi Erly Sintya Fransiscus Fiano Anthony Kerans Gosa, I Putu Dhananjaya Dharsila Hegard Sukmawati Hegard Sukmawati, Ni Made I Dewa Ayu Eka Pertiwi I Gede Mandra Adnyana I Gede Mandra Adnyana I Made Pariartha I Wayan Darwata Ida Ayu Thyana Anindyanari Putri Wardana Ida Kurniawati Indra Wijaya K Tangking Widarsa Kadek Dwitya Widi Adnyani Dwitya Kadek Dwitya Widi Adnyani Dwitya Kadek Yoga Wiratama Kadek Yoga Wiratama Kartinawati, Komang Triyani Ketut Ayu Lestari Windhradhi Ketut Ayu Lestari Windhradhi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Komang Trisna Sumadewi Luh Gde Evayanti Luh Gde Sita Maharani Luh Gde Sita Maharani Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Pradnyawati Luh Putu Indira Shinta Vedanty Made Dharmesti Wijaya Made Indra Wijaya Ni Made Ayu Novita Anugerah Ni Made Ayu Novita Anugerah Ni Made Hegard Sukmawati (Scopus ID: 57189732715) Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Wayan Widhidewi Nia Calista Santoso Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Pande Luh Made Devi Savitri Pande Luh Made Devi Savitri Prabandari, Anak Agung Sagung Mirah Pradnyawati, Luh Gede Pradriyawati, Luh Gede Putu Asih Primatanti Putu Krisna Adwitya Sanjaya Ratna Juwita Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu Saktivi Harkitasari, Saktivi Sri Ratna Dewi Sri Ratna Dewi Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit Sumadewi, Trisna Tanjung Subrata Tanjung Subrata Udiyani, Desak Putu Citra Winianti, Ni Wayan