Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Abdurrahman Ad-Dakhil dan Thariq bin Ziyad: Kebijakan Politiknya Serta Khalifah yang Berpengaruh di Andalusia Aiman Abu Khair; Jihan Fahira; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi Abdurrahman Ad-Dakhil dan Thariq bin Ziyad, kebijakan politik yang dijalankan serta khalifah yang berpengaruh dalam perkembangan Islam di Andalusia. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah studi pustaka, penulis mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan pembahasan yang penulis lakukan. Hasil dan pembahasan pada penelitian ini bahwa Islam di Andalusia berawal dari ekspansi Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair atas perintah Khalifah Umayyah VI Al-Walid. Keberhasilan mereka menandai awal mula penyebaran Islam di Benua Eropa. Abdurrahman Ad-Dakhil memerintah Andalusia selama tiga puluh tiga tahun. Pada saat Abdurrahman Ad-Dakhil menetap di Cordova, di sana ia membangun istana dan masjid. Ia melarang propaganda bagi kepentingan kaum Abbasi di seluruh wilayah Andalusia. Di sana ia membangun kerajaan besar dan kembali menghidupkan jejak kekhalifahan. Sebelum penaklukan Andalusia oleh Thariq bin Ziyad, Andalusia dihuni oleh mayoritas besar dari kaum Kristen yang dikuasai oleh Kerajaan Visigoth. Saat menuju kehancurannya ditangan pasukan Islam, Andalusia berada dalam keadaan memprihatinkan, karena terjadinya konflik internal perebutan kekuasaan dalam kerajaan, ditambah lagi adanya sistem kelas yang memarjinalkan kaum proletar atau rakyat kecil di Andalusia.
Latar Belakang dan Sejarah Awal Pembaharuan dalam Islam Arsyad, Mujahid Mallombasi; Adji Saputra Cendana; Dwi Cahya Oktianto; Rahmad Nur Hidayat; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 7: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i7.9709

Abstract

Penelitian ini mengkaji latar belakang dan sejarah awal munculnya gerakan pembaharuan (tajdid) dalam Islam sebagai respons terhadap kemunduran peradaban umat Islam dan tantangan zaman modern. Setelah masa kejayaan Islam yang berlangsung selama berabad-abad, umat Islam mengalami stagnasi pemikiran, dominasi taklid, serta penyimpangan dari nilai-nilai ajaran Islam yang murni. Kondisi ini diperparah oleh kolonialisme Barat yang merusak tatanan sosial-politik dan memperkenalkan budaya sekuler ke dunia Islam. Maka, lahirlah gerakan pembaharuan dengan semangat kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah serta membangun kembali daya saing umat melalui ijtihad, pendidikan, dan pemurnian akidah. Penelitian ini juga menyoroti kontribusi tokoh-tokoh besar seperti Imam Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, Jamaluddin Al-Afghani, dan Muhammad Abduh dalam merumuskan gagasan reformasi Islam yang kontekstual dan responsif terhadap tantangan global. Studi ini menegaskan bahwa gerakan pembaharuan adalah upaya strategis untuk menjaga relevansi Islam dalam dunia yang terus berubah, tanpa kehilangan esensi ajarannya. Dengan demikian, tajdid menjadi pilar penting dalam pembangunan peradaban Islam yang dinamis dan berkelanjutan.
Pemikiran Modern Dunia Islam Dan Pembaharuan Pendidikan Islam Karmala; Nurwahida Ahmad; Rezki Siti Hajar; Zhalfa Luthfi Fauza; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.10243

Abstract

Artikel ini membahas pembaharuan pendidikan Islam dalam konteks pemikiran modern, dengan menyoroti pemikiran tokoh-tokoh seperti Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-Afghani. Dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, umat Islam dihadapkan pada tantangan untuk tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman sekaligus beradaptasi dengan modernitas. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research), dengan mengkaji berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen relevan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) untuk menggali secara mendalam substansi pemikiran dan konsep pembaharuan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi pendidikan Islam merupakan bagian dari upaya pembaruan keagamaan yang tidak hanya relevan dengan zaman modern tetapi juga penting untuk kemajuan peradaban Islam. Pembaharuan kurikulum, metode pengajaran, serta integrasi ilmu agama dan sains menjadi fokus utama yang perlu dikembangkan untuk menghasilkan generasi Islam yang berkualitas dan adaptif terhadap dinamika zaman.
Makna Pemikiran Modern dan Definisi Pembaharuan dalam Islam Aiman Abu Khair; Abdurrahman, Abdurrahman; Muliadi, Muliadi; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 10: September 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i10.10385

Abstract

Artikel ini mengkaji makna pemikiran modern dan pembaharuan dalam Islam serta hubungan keduanya dalam menjawab tantangan zaman. Pemikiran modern dalam Islam muncul sebagai respons terhadap stagnasi internal umat dan pengaruh eksternal seperti kolonialisme dan kemajuan peradaban Barat. Gerakan ini menekankan pentingnya penafsiran ulang terhadap ajaran Islam agar tetap kontekstual dan relevan dengan realitas modern, tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar agama. Sementara itu, pembaharuan dalam Islam, yang dikenal dengan istilah tajdid dan ishlah, bertujuan memperbarui cara pandang terhadap ajaran Islam sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan teknologi, namun tetap berlandaskan al-Qur’an, Hadis, dan maqashid syariah. Pembaharuan dilakukan oleh kalangan internal umat Islam dan merupakan bentuk ijtihad kontemporer untuk menghidupkan kembali semangat keislaman yang progresif dan solutif. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka dan menunjukkan bahwa pemikiran modern dan pembaharuan dalam Islam saling berkaitan. Pemikiran modern memberikan landasan rasional bagi pembaharuan, sementara pembaharuan menjadi aplikasi praktis dari pemikiran tersebut.
Biografi Usman Bin Affan, Kebijakan Politik yang di Jalankan dan Nepotisme dan Fitnatul Kubra Anita, Anita; Wahida Octaviana; Selfina, Selfina; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2: Januari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i2.2776

Abstract

Sejarah peradaban Islam sebagai studi tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan sejarah peradaban sudah tentu akan sangat bermanfaat terutama dalam rangka memberikan sumbangan bagi pertumbuhan atau perkembangan peradaban. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui Biografi Usman Bi Affan kebijakan Politik Yang Di Jalankan Dan Nepotisme Dan Fitnatul Kubra, hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa Utsman bin Affan adalah Usman bin Affan lahir pada tahun 574 Masehi di Thaif, Jazirah Arab. Nama lengkapnya adalah Usman bin Affan bin Abi Al-Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab. Ia berasal dari Bani Umayyah, salah satu klan terkemuka dari suku Quraisy. Nama ayahnya adalah Affan bin Abi al-As dan nama ibunya adalah Arwa binti Kuraiz. Setelah meninggalnya Umar bin Khattab pada 26 Dzulhijjah 23 Hijriah, terdapat kekosongan pada posisi pemimpin negara. Sehingga diadakan musyawarah untuk memilih khalifah selanjutnya, yang berakhir dengan dipilihnya Utsman bin Affan sebagai khalifah ketiga. Utsman menjadi khalifah selama 11 tahun 223 hari (24-36 Hijriah). Berikut beberapa kebijakan pada masa kepemimpinan Usman Bin Affan: kebijakan sosial, kebijakan ekonomi daan kebijakan politik Dalam Islam praktik Nepotisme disebut dengan Al musaba. Tindakan pemberian kekuasaan kepada kaum kerabat seperti yang dilakukan oleh Usman bin Affan belum pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad Saw. Hingga masa Umar bin Khattab berakhir. Oleh karena tindakan Usman bin Affan memberikan kesempatan kepada kerabatnya sehingga menciptakan lahan yang cukup subur bagi munculnya kembali sifat ashabiyah (nepotisme) dikalangan bangsa Arab Muslim
Dinasti Abbasiyah: Biografi Khalifah, Kebijakan Politik, Pengaruh, dan Kegemilangan Peradaban Islam Arsyad, Mujahid Mallombasi; Kasban, Muhammad Zain; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6276

Abstract

Dinasti Abbasiyah (750-1258 M) adalah salah satu kekhalifahan Islam terbesar yang berhasil membawa peradaban Islam mencapai puncak kejayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji biografi para khalifah Abbasiyah, kebijakan politik yang diterapkan, serta pengaruhnya terhadap perkembangan peradaban Islam. Fokus penelitian juga mencakup faktor-faktor yang menyebabkan keruntuhan dinasti ini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder terkait Dinasti Abbasiyah. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan politik Abbasiyah yang inklusif dan dukungan terhadap ilmu pengetahuan, seperti pendirian Baitul Hikmah, menjadi kunci utama kemajuan dinasti ini. Para khalifah, seperti Harun al-Rasyid dan al-Ma’mun, berperan penting dalam mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya Islam. Namun, konflik internal, lemahnya pengelolaan politik, dan serangan bangsa Mongol pada 1258 M menjadi penyebab utama keruntuhannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinasti Abbasiyah tidak hanya berkontribusi besar pada peradaban Islam, tetapi juga memberikan pengaruh global dalam bidang ilmu pengetahuan dan budaya. Temuan ini penting untuk memahami bagaimana peradaban Islam pada masa lalu dapat menjadi inspirasi bagi pembangunan peradaban modern.
Biografi Nabi Muhammad SAW Masa di Makkah dan Madinah Hingga Wafat Karmala, Karmala; Candra Swandi; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6358

Abstract

Nabi Muhammad Saw lahir dari rahim wanita suci Bani Zuhra bernama aminah, dari benih pemuda cantik dan baik hati dari bani 3 hasyim bernama Abdullah. Nabi Muhammad lahir dari pasangan dua orang idaman (Abdullah dan Aminah). Nabi Muhammad Saw. Yatim piatu, lahir tanpa ayah. Ayahnya abudullah bin Abdul Muthalib meninggal pada saat ia berusia dua bulan didalam tubuh ibunya aminah. Namun adapula yang menayatakan bahwa ayahnya meninggal ketika ia berusia enam belas bulan dalam kandungan ibunya. Sisila Nabi Muhammad Saw. dan dilanjutkan oleh keluarga dan sahabatnya. Sebagaimana 5 yang diketahui, umur Rasulullah Saw. terlalu dini meninggalkan Islam, yaitu hanya dua puluh tiga tahun mendakwakan ajaran Islam, di Mekah tiga belas tahun dan sepuluh tahun di Madinah. Sehingga pasca meninggal beliau tradisi jahiliyah masih belum hilang sepenuhnya dalam diri umat. Maka dari itu, sahabat dan keluarganya mengambil alih dalam artian melanjutkan dan mengembangkannya.. Kebesaran Nabi Muhammad dan para sahabat sungguh luar biasa, oleh karena itu, penulis akan menyajikan sebuah artikel yang berisi tentang biografi Nabi Muhammad SAW selama berada di Mekkah dan Madinah hingga wafatnya. Semoga biografi Nabi Muhammad SAW ini dapat menggambarkan semangat perjuangan yang dimiliki oleh beliau dan para sahabat dalam menegakkan keimanan.
Al-Farabi: Negara Ideal Dan Politik Serta Hubungan Antara Agama Dan Politik Muliadi, Muliadi; Abdurrahman, Abdurrahman; Nurliana, Nurliana; Karmala, Karmala; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6359

Abstract

Al-Farabi (872-950) adalah salah satu filosof muslim yang berpengaruh hingga saat ini. Di samping sebagai filosof, ia juga memiliki buah pemikiran terhadap konsep negara yang ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji negara ideal dan politik menurut pandangan Al-Farabi, serta bagaimana hubungan antara agama dan politik. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan studi literatur serta studi kepustakaan. Metode ini digunakan untuk memastikan bahwa penulis memiliki akses informasi yang relevan dengan masalah yang sedang dibahas. penelitian ini mengemukakan secara mendalam terkait pemikiran Al-Farabi mengenai negara ideal yang mengatakan bahwa negara ideal menurutnya adalah negara yang mau diajak kerja sama antara pemimpin dan masyarakatnya dengan memiliki cita-cita atau tujuan yang sama yakni mencapai kebahagiaan yang bersifat kekal, sehingga terciptanya kehidupan masyarakat damai dan tentram serta sesuai dengan apa yang masyarakat dan negara cita-citakan. Terkait dengan politik, Al-Farabi berpendapat bahwa politik harus didasari usaha konsepsi bersama dari manusia untuk mencapai kebahagiaan (conception of collective efford and mankind) yang tertinggi, dengan pikiran dan tindakan pribadi yang suci dan dengan kerjasama masyarakat harmoni serta semangat simpati. dan hubungan agama dan politik, yang mana keduanya memiliki proses tarik menarik kepentingan, Politik membutuhkan agama sebagai alat legitimasinya, dan agama membutuhkan politik sebagai alat penyebarannya sehingga hubungan agama dan politik adalah simbiotik. Pembahasan ini penting untuk memahami bagaimana konsep negara ideal yang bisa kita kembangkan dan politik yang seharusnya digunakan dalam suatu pemerintahan.
Lahirnya Tiga Kerajaan Besar Islam Pada Abad Pertengahan (1250-1800M): Kemajuan, Kemunduran Dan Keruntuhannya Serta Pengaruhnya Pada Masa Kini Dwi Cahya Oktianto; Nurwahida Ahmad; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i1.6601

Abstract

Kemajuan, kemunduran, dan keruntuhan tiga kerajaan besar Islam pada periode pertengahan (1250-1800 M): Kerajaan Turki Usmani, Safawi Persia, dan Mughal India. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah berdirinya tiga kerajaan tersebut, sistem pemerintahan, kontribusi peradabannya, serta pengaruhnya pada masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kerajaan ini berperan penting dalam menjaga keberlanjutan peradaban Islam. Kerajaan Turki Usmani unggul dalam ekspansi militer, seni arsitektur, dan stabilitas pemerintahan, sementara Safawi Persia berkontribusi melalui inovasi di bidang seni, perdagangan, dan ilmu pengetahuan. Kerajaan Mughal India memperlihatkan kemajuan dalam seni arsitektur dan stabilitas ekonomi di tengah masyarakat majemuk. Meski akhirnya mengalami kemunduran akibat faktor internal dan eksternal, ketiga kerajaan ini memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan peradaban Islam dan dunia.
Khalifah Umar Bin Abdul Aziz Dan Kebijakan Politiknya Muliadi, Muliadi; Nurfadillah, Nurfadillah; Bahaking Rama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i2.6820

Abstract

Khalifah Umar Bin Abdul Aziz merupakan khalifah kedelapan dari empat belas khalifah yang memimpin Bani Umayyah. Kepemimpinan Umar Bin Abdul Azis dinilai berhasil dalam menerapkan prinsip good governance menjadi fenomena menarik untuk di kaji saat ini. Kajian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran ilmiah dalam bidang studi ilmu leadership Islam. Data primer dalam penelitian ini adalah dua buku tentang Umar bin Abdul Aziz yang ditulis oleh Ali Muhammad Ash-Shallabi dengan judul “Biografi Umar bin Abdul Aziz“ dan “Umar bin Abdul Aziz Pembaharu dari Bani Umayyah”. Sedangkan yang menjadi data sekunder diperoleh dari bahan bacaan dan referensi-referensi lain terkait dengan tema penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, mengidentifikasi wacana dari buku-buku, makalah atau artikel, majalah, jurnal, web (internet), ataupun informasi lainnya yang terkait dengan tema kajian ini. Sedangkan teknik analisis data dilakukan secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umar bin Abdul Aziz adalah seorang khalifah Dinasti Umayyah yang berusaha menghidupkan kembali ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat. Di dalam sistem kepemimpinannya, Umar berusaha mengangkat gubernur yang terpercaya, membuat perencanaan dan tujuan yang jelas serta melakukan pengawasan terhadap jalannya roda kepemimpinannya. Di antara upaya Umar dalam menjalankan good governance terlihat dalam praktik-praktik kepemimpinan yang dilakukannya seperti menegakkan keadilan, menjalankan prinsip musyawarah, mempraktikkan prinsip persamaan derajat, menerapkan prinsip kebebasandan bertanggung jawab terhadap kekuasaan yang dipikulnya. Prinsip-prinsip tersebut telah mampu membawa kehidupan kaum muslimin kepada pembaharuan.
Co-Authors Abd. Rahim Razaq Abdul Aziz Abdul Halim Abdurahman Abdurrahman Abdurrahim Supardi Usman Abdurrahman Abdurrahman Adji Saputra Adji Saputra Cendana Aiman Abu Khair Al Azhar Al Husnul Khatimah Alfiyyah Nurhidayah Amri Usa Andi Arbaina Fariza Anita Anita Arifuddin Siraj Arsyad, Mujahid Arsyad, Mujahid Mallombasi Aulia Rezkyana Agus Candra Swandi Dwi Cahya Oktavianto Dwi Cahya Oktianto Faisal Rifqi fatima azzahra Hamdia Sayyadi Hijrawati Sehu Jihan Fahira Karmala Karmala, Karmala Kasban, Muhammad Zain Leni Puspitasari M. Ilham Muchtar Mahyaya Nur Mappigau, Ernawaty Margiono Margiono Margiono Margiono, Margiono Mei, Reski Moh. Natsir Mahmud Muchtar, Achmad Dahlan Muh. Farhi Muh. Niamur Ridho Muhammad Azmi Muhammad Hakil Muhammad Rusdi Rasyid Muhammad Taufiqul Hidayat Muhammad Zain Mujahid Arsyad Muliadi Muslim Nabila Indana Nasrul Nurdin Nur Fitrah Julianti Patta Nurfadilah Hariandani Nurfadillah Apriliah Nurfadillah Nurfadillah NURLIANA NURLIANA Nurmiani Nurul Hasanah Nurul Istiqamah Ishaq Nurul Magfirah Nurul Mawaddah Nurul Rofika Nurwahida Ahmad Rahma Ashari Hamzah Rahmad Nur Hidayat Rahmat Justan Rahmat Justan Rahmat Nur Hidayat Rahmawati Reski Amalia Reski Mei Revalina Almusawa Rezki Auliyah Syukri Rezki Siti Hajar Rieka Kartika Aulia Rahkmat Risda Risda Rofia Masrifah Selfina, Selfina Siti Nurpaida Siti Rumaisha Sitti Muthmainnah Sitti Muthmainnah SRI LESTARI Sry Nur Intan St. Rosmi Sudarni Sudarni Suryani, Aisyah Syamsuddin Tiara Putri Aziza Trye Sunarti H Wa Ode Rohis Zauman Wahida Octaviana Witasari Zhalfa Luthfi Fauza Zikriadi