Claim Missing Document
Check
Articles

Survei Konsepsi Mahasiswa Calon Guru Fisika Menggunakan Two-TierTest pada Topik Kelistrikan dan Kemagnetan Rahmawati Rahmawati; Dewi Hikmah Marisda; Nasrah Nasrah; A. Muafiah Nur
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v6i1.4763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsepsi mahasiswa calon guru Fisika pada topik-topik kelistrikan dan kemagnetan dengan instrumen tes dua tingkat yang dikenal dengan istilah lain sebagai two-tier test. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei. Sampel penelitian adalah mahasiswa calon guru fisika tingkat pertama sampai tingkat ke tiga yang telah mengambil mata kuliah Fisika Dasar Lanjut yang berjumlah 95 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes pilihan ganda dua tingkat (two-tier test) terkait materi kelistrikan dan kemagnetan dalam perkuliahan Fisika Dasar Lanjut. Tes ini terdiri dari 40 butir soal yang terdistribusi pada 20 butir soal tentang kelistrikan dan 20 butir soal lainnya tentang topik kemagnetan. Seluruh data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dengan pengkategorisasian konsepsi mahasiswa dibedakan atas empat tipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, mahasiswa calon guru fisika berada pada kategori tipe tidak utuh (tipe 4). Temuan penelitian ini dapat berfungsi sebagai need assessment yang berimplikasi pada pertimbangan dalam merancang desain perkuliahan yang dapat memfasilitasi mahasiswa dalam memahami konsep terkait materi kelistrikan dan kemagnetan yang terdapat pada materi perkuliahan Fisika Dasar Lanjut.  This study aimed to show prospective physics teachers' students' conception of electricity and magnetism using a two-tier test. This type of research was survey research. The research subject is all prospective physics teacher students who have taken the Advanced Basic Physics course, totalling 90 students from three grade levels. The research instrument used a two-tier test consisting of a description of the question, answer choices and open reasons related to electricity and magnetism, which were part of the content of the Advanced Basic Physicscourse material. This test consisted of 40 questions distributed over 20 items on electricity topics and 20 items other than magnetism topics. All data were analyzed using descriptive statistical analysis by categorizing students' conceptions into four types. Overall, the results showed that prospective physics teacher students were in type 4 or incomplete. The findings of this study can serve as a need assessment which has implications for considerations in designing learning that can facilitate students in understanding the concepts of electricity and magnetism in the Advanced Basic Physics course. 
The Effect of Task-Based Collaborative Learning on Students’ Mathematical Physics Learning Outcomes at Universitas Muhammadiyah Makassar Dewi Hikmah Marisda
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2019): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.856 KB) | DOI: 10.26618/jpf.v7i2.2038

Abstract

The unevenness of the basicmathematicalabilities possessed by physics students causes the mastery of Mathematical Physics (FISMAT) material to be uneven and the learning outcomes of some students are low. In addition, students self-confidence in asking lectures is also a serious problem. Likewise the development of the present time causes the character of students to be more individual and tend to not want to help their friends in mastering lecture material. Based on the foregoing, the purpose of this study is to find a learning model scenario that is in accordance with the character and content of the FISMAT course material which also minimizes the individual attitudes of students who can certainly support the improvement of the quality of lectures. To achieve this goal, a task-based collaborative learning model is offered in the Mathematics Physics lecture FISMAT. The stages in this esearch that will be carried out to achieve these objectives include : first, the stage of identification, analysis, design, trial and revision; second, designing research instruments and implementing the expected results, namely obtaining a task-based collaborative learning model inMathematics Physics learning (FISMAT). The data obtained will be analyzed qualitatively and quantitatively. The output of this study is a nationally accredited scientific publication, namely the Journal Of Physics Education (JPF) of the   University of Muhammadiyah Makassar. While the additional output produced is a Mathematical Physics (FISMAT) questions module with different levels of difficulty.Key words: Mathematical Physics (FISMAT), Learning Outcomes, Assignments, Collaborative Learning.Ketidakseragaman kemampuan matematika dasar yang dimiliki oleh mahasiswa fisika menyebabkan penguasaan materi Fisika Matematika (FISMAT) menjadi tidak merata dan hasil belajar sebagian mahasiswa rendah. Selain itu, ketidakpercayaan diri mahasiswa untuk bertanya kepada dosen juga menjadi masalah serius. Begitupun perkembangan zaman saat ini menyebabkan karakter mahasiswa menjadi lebih individual dan cenderung tidak mau membantu temannya dalam penguasaan materi kuliah. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka tujuan penelitian ini adalah menemukan suatu skenario model pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan muatan materi mata kuliah FISMAT yang juga meminimalisir sikap individual mahasiswa yang tentunya dapat menunjang peningkatan kualitas perkuliahan. Untuk mencapai tujuan tersebut, ditawarkan model pembelajaran kolaboratif (Collaborative Learning) berbasis tugas pada perkuliahan Fisika Matematika (FISMAT). Tahapan-tahapan pada penelitian ini yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut meliputi: pertama, tahap identifikasi, analisis, merancang, uji coba dan revisi; kedua, merancang instrument penelitian dan mengimplementasi hasil yang diharapkan yaitu diperolehnya suatu model pembelajaran kolaboratif (Collaborative Learning) berbasis tugas pada pembelajaran Fisika Matematika (FISMAT). Data yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Luaran dari penelitian ini adalah publikasi ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi yaitu pada Jurnal Pendidikan Fisika (JPF) Universitas Muhammadiyah Makassar. Sedangkan luaran tambahan yang dihasilkan berupa modul soal-soal Fisika Matematika (FISMAT) dengan tingkat kesukaran yang berbeda.Kata kunci: Fisika Matematika (FISMAT), Hasil Belajar, Pemberian Tugas, Pembelajaran Kolaboratif
Peningkatan Aktivitas dan Ketuntasan Belajar Fisika Peserta Didik Kelas XI Keperawatan Medis melalui Model Pembelajaran Langsung Berbantukan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Fisika Kesehatan Dewi Hikmah Marisda
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.545 KB) | DOI: 10.26618/jpf.v6i2.1294

Abstract

Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran yang digunakan dapat meningkatkan aktivitas dan jumlah peserta didik yang mencapai criteria ketuntasan belajar fisika melalui penerapan model pembelajaran langsung berbantukan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Fisika Kesehatan. Penelitian Tindakan Kelas ini merupakan penelitian lanjutan yang menggunakan pengembangan perangkat pembelajaran fisika kesehatan yang berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang sedikit dimodifikasi.Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan pada semester ganjil, tahun pelajaran 2015-2016. Adapun subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX.Keperawatan Medis SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar, kota Makassar, Sulawesi Selatan dengan jumlah 14 (empat belas) orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik tes hasil belajar untuk data hasil belajar dan teknik observasi untuk data aktivitas dan situasi proses pembelajaran. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data memperlihatkan bahwa: (1) pada siklus I, diperoleh skor rata-rata hasil belajar peserta didik mencapai 76,00 dari skor ideal 100. Persentasi peserta didik yang mencapai standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) adalah sebesar 71,43 persen. (2) Pada siklus II(kedua) skor rata-rata hasil belajar peserta didik mencapai nilai 79 dari nilai ideal 100. Persentasi peserta didik yang mencapai standar Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) sebesar 85,71 persen. (3) keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan dari siklus I(pertama) ke siklus II(kedua).Kata kunci: Pembelajaran Langsung, ketuntasan belajar, aktivitas, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) This research includes Classroom Action Research (CAR) which aims to find out whether the learning model used can increase the activity and the number of learners who achieve the physics learning completeness criteria through the application of direct learning assisted by medical physics student’s worksheet Health Physics Worksheet. Class Action Research (CAR) is an advanced research that used the development of health physics learning devices in the form of Student Work Sheets with modified. Class Action Research (CAR) is done in the odd semester, the academic 2015-2016 year. The subjects of research are 11th grade student of Keperawatan Medis  SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar south Sulawesi with the amount of fourteen students. Data collection techniques conducted in this study were a test result learning techniques for learning outcomes and observation techniques for activity data and learning process situation. The collected data is analyzed by using qualitative and quantitative analysis. The results of data analysis show that in first cycle ,obtained the average score of learning outcomes of learners reached 76.00 from the ideal score of 100. The percentage of learners who achieve the Minimum Criterion Standard was 71.43 percent. In second cycle, the average score of learners' learning achieves the value of 79 from ideal value 100. The percentage of learners who achieved the Minimum Criterion Standard was 85.71 percent. the learner activity during the learning process also increased from first cycle to second cycle.Keywords: Direct Learning, learning completeness, activity, Student’s Worksheet
Implementation of Problem Solving Methods in Elasticity Course Hasnah Dewi Kadir; Muhammad Arsyad; Dewi Hikmah Marisda
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2020): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jpf.v8i3.3803

Abstract

The low number of students who have grades above the minimal mastery learning in physics subjects is the focus of the problem in this study. The study was a real experimental study using a posttest-only design. This study consisted of two classes, the control class, and the trial class. The purpose of this study to describe how much the physics learning outcomes of students have taught without using problem-solving methods and students who taught using problem-solving techniques. The instrument used in this study was a physics learning achievement test that had been tested for validity and reliability by two experts. The results showed that the average score in the control class was 12,86 and in the experimental class was 14,69.
Pengembangan Modul Fisika Kesehatan Materi Getaran, Gelombang, dan Bunyi melalui Model Pembelajaran Langsung di SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar Dewi Hikmah Marisda
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jpf.v4i3.325

Abstract

Pengembangan Modul Fisika Kesehatan Materi Getaran, Gelombang, dan Bunyi melalui Model Pembelajaran Langsung di SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (research and development), di mana produk yang diinginkan adalah modul fisika kesehatan yang valid dan layak digunakan. Pengembangan modul ini mengacu pada model pengembangan four-D (model 4-D) yang telah diadaptasi terdiri dari tahap (1) pendefenisian, (2) perancangan, dan (3) pengembangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Setelah dilakukan validasi dan uji coba, maka modul fisika kesehatan tersebut dinyatakan valid dan reliabel sehingga layak digunakan dalam pembelajaran fisika. Uji coba modul pembelajaran fisika kesehatan dilaksanakan pada peserta didik kelas XI.A. Kebidanan SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa modul pembelajaran fisika kesehatan dinyatakan valid dan reliabel. Respon peserta didik terhadap modul pembelajaran fisika kesehatan yang berorientasi modul pembelajaran langsung ini secara keseluruhan memberikan respon positif. Untuk tes hasil belajaranya 9% peserta didik berada pada kategori sangat baik, 77,3% peserta didik berada pada kategori baik, dan 13,6% berada pada kategori cukup. Secara keseluruhan ada 86,3% peserta didik telah mengalami ketuntasan belajar klasikal. Kata kunci: Pembelajaran langsung, Modul pembelajaran, fisika kesehatan, SMK KesehatanThis research  is a research and development that expected product is a valid and feasible learning module. The development of the learning module based on the adaptation of development model four-D (4-D) which consisted of steps: (1) definition, (2) planning, (3) development. This research was analyzed by descriptive analysis. After conducting test and validation, the learning module was declared valid and reliable thereby feasible to be used in physics learning. The testing of the learning module was conducted the students of class XI.A Nursing Midwifery of SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar. The result of the study based on the data analyzed was declared valid and reliable. The students response toward to the health physics learning module which oriented on direct instruction model gave positive response. For the best of learning outcome, 9% students were in excellent category, 77,3% were in good category, and 13,6% were in moderate category. Overall, there was 86,3% students experienced the classical learning completeness. Key words: direct learning, learning module, healthy physics, healthy senior high school
The Effectiveness of Experimental Method in Teaching Motion Topic at Senior High School Level Riskawati R; Dewi Hikmah Marisda
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2020): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.24 KB) | DOI: 10.26618/jpf.v8i1.3004

Abstract

Experimentation is one of the learning process activities that is very instrumental in increasing the success of the teaching and learning process, especially in science subjects. Learning methods with practicum can be used as alternative learning that can encourage students to learn independently and actively so that they can reconstruct their learning outcomes. This study aims to determine the effect of the experimental method on student physics learning outcomes. The type of research used is true experimental research with posttest only control design. The population in this study were students of X-MIA 9 grade at SMA Negeri 9 Makassar. Samples were taken by cluster random sampling technique, obtained X-MIA 9 as the experimental class 1 and X-MIA 6 as the control class, with each consisting of 28 students. Learning outcomes obtained by students 'physics show a comparison of the scores of students' physics learning outcomes taught by using the dominant experimental method in the medium category while the results of the physics learning outcomes for students taught by using the discussion method as conventional learning dominant are in the low category. Based on the results of the study it can be concluded that learning by using the experimental method can affect students' physics learning outcomes..Keywords: Experimental Method, Physics Learning OutcomesEksperimen merupakan salah satu kegiatan proses pembelajaran yang sangat berperan dalam meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar khususnya dalam mata pelajaran sains. Metode pembelajaran dengan praktikum dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik untuk belajar mandiri dan aktif sehingga dapat merekonstruksi hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar fisika peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian true eksperimen dengan desain posttest only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-MIA 9 SMA Negeri 9 Makassar. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, diperoleh X-MIA 9 sebagai kelas eksperimen 1 dan X-MIA 6 sebagai kelas kontrol, dengan masing-masing terdiri dari 28 peserta didik. Hasil belajar yang diperoleh fisika peserta didik memperlihatkan perbandingan skor hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan menggunakan metode eksperimen dominan berada pada kategori sedang sedangkan hasil skor hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan menggunakan metode diskusi sebagai pembelajaran konvensional dominan berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen dapat mempengaruhi hasil belajar fisika peserta didik.Kata kunci: Metode Eksperimen, Hasil Belajar Fisika
Model Pembelajaran Discovery Terbimbing: Apakah dapat Meningkatkan Hasil Belajar Kogitif Fisika Peserta Didik Ekawati Ekawati; Nurlina Nurlina; Dewi Hikmah Marisda
Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya (JIFP) Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya (JIFP)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.942 KB) | DOI: 10.19109/jifp.v4i2.5194

Abstract

The low learning outcomes of students in the main problem in this study. This research is a pre-experimental research with reference to the One Group Pretest-Posttest Design research design. This study aims to determine whether there is an increase in the cognitive physics learning outcomes of class X MIPA students at SMA Negeri 9 Enrekang after being taught by guided discovery learning model. This research lasted for six weeks with a total sample of 28 students of class X MIPA 2 SMA Negeri 9 Enrekang. The research instrument used was a multiple choice test of physics learning outcomes with cognitive aspects including levels of remembering (C1), understanding (C2), applying (C3), and analyzing (C4). Prior to use, this research instrument has been declared valid and reliable by experts. From the research results, it can be concluded that there is an increase in physics learning outcomes in the cognitive domain of class X MIPA 2 SMA Negeri 9 Enrekang on motion material after being taught by the Guided Discovery learning model, with a gain index of 0.55, in the medium category.
PENERAPAN STRATEGI REFLEKSI PADA AKHIR PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA MATERI FLUIDA Ismayanti Ismayanti; Muhammad Arsyad; Dewi Hikmah Marisda
Karst : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA DAN TERAPANNYA Vol 3 No 1 (2020): Karst : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/karst.v3i1.573

Abstract

Abstrak: Penerapan Strategi Refleksi pada Akhir Pembelajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Peserta Didik pada Materi Fluida. Permasalahan dalam penelitian ini adalah peserta didik belum mampu menciptakan gagasan atau inovasi baru dalam menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan keterampilan bepikir kreatif peserta didik sebelum dan setelah diajar dengan pembelajaran strategi refleksi pada akhir pembelajaran. Jenis penelitian adalah pra eksperimen dengan desain One Group Pretest-Postest, yang terdiri dari tiga tahap, yaitu pretest, perlakuan, dan posttest. Penelitian ini berlangsung selama dua bulan. Sampel dalam peneliyian ini adalah peserta didik kelas XI MIA 2 SMA Negeri 9 Makassar yang berjumlah 30 orang peserta didik. Instrument penelitian yang digunakan adalah tes keterampilan berpikir kreatif yang telah divalidasi oleh dua orang pakar. Hasil analisis statistic pretest menunjukkan nilai rata-rata sebesar 9,4 dan nilai rata-rata posttest sebesar 28,1. Sedangkan hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dan diperoleh thitung > ttabel, yaitu 20,287 > 2,048 pada uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui strategi refleksi pada akhir pembelajaran keterampilan berpikir kreatif peserta didik mengalami peningkatan.
MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBASIS HYPERCONTENT PADA KONSEP SUHU DAN KALOR Yusri Handayani; Dewi Hikmah Marisda
Karst : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA DAN TERAPANNYA Vol 3 No 1 (2020): Karst : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/karst.v3i1.574

Abstract

Abstrak: Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Hypercontent pada Konsep Suhu dan Kalor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar fisika peserta didik kelas VII A2 SMP Unismuh Makassar melalui melalui model pembelajaran discovery learning berbasis hypercontent. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Unismuh Makassar pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 yaitu 120 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII A2 yang terdiri dari 22 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, di mana tiap siklus mengandung empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Hasil belajar fisika peserta didik kelas VII A2 SMP Unismuh Makassar dari siklus I dengan persentase 86,36% masuk dikategori tidak tuntas sedangkan kategori tuntas masih rendah yaitu sekitar 13, 63% sedangkan siklus II sudah mengalami peningkatan ketuntasan. Persentase siklus II untuk kategori tidak tuntas mengalami penurunan menjadi 36,36 % dan persentase ketuntasan naik menjadi 63,63 %.
PENELITIAN PENDAHULUAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASSESSMEN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS CALON GURU FISIKA Dewi Hikmah Marisda; Ardiansah Hasin; Riskawati R
Jurnal IPA Terpadu Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v5i2.25685

Abstract

Karakteristik mata kuliah Fisika Dasar pada kurikulum Prodi Pendidikan Fisika UNISMUH Makassar menekankan pada proses aktif penggunaan pikiran dalam mempelajari gejala alam. Penelusuran mengenai instrumen tes (assessmen) pada mata kuliah Fisika Dasar 3 (tiga) tahun terakhir merupakan dasar yang memberikan intervensi bagi peneliti melalui riset, maupun bagi dosen pada pemilihan perangkat penilaian (assessmen) yang tepat untuk perkuliahan Fisika Dasar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif jenis analisis isi atau dokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, kemudian melakukan analisis soal (instrument tes) menggunakan lembar penilaian dan rubrik penilaian. Analisis dilakukan oleh tiga jenis sumber, yaitu dosen pengampu mata kuliah, peneliti, dan perwakilan mahasiswa. Setelah data diperoleh selanjutnya dilakukan Focus Group Discussion dan telaah terhadap instrument tes yang digunakan pada mata kuliah Fisika Dasar 3 (tiga) tahun terakhir. Dari hasil penelitian ditawarkan untuk mengembangkan penilaian, dalam hal ini instrument assessmen yang berorientasi pada keterampilan berpikir kritis, khususnya pada keterampilan interpretasi, analisis, dan inferensi. Pengembangan keterampilan berpikir kritis perlu dilakukan dalam rangka menyiapkan calon guru Fisika untuk menghadapi tantangan perkembangan abad 21 (dunia kerja).
Co-Authors A. Muafiah Nur A. Muafiah Nur Ahmad Nashir Ana Dhiqfaini Sultan Ana Dhiqfaini Sultan Ana Dhiqfaini Sultan, Ana Dhiqfaini Andi Arie Andriani Andi Arie Andriani Andi Nur Samsi Anisa Anisa Anisa Ardiansah Hasin Arismunandar Arismunandar B, Feli Cianda Adrin Basri, Syamsuriana Deli Anggraeni Lubis Dewi Purnama Windasari Dewi Purnama Windasari Dewi Purnama Windasari Edy Kurniawan, Edy Ekawati Ekawati Esse Puji Pawenrusi Farhanah Wahyu Hamid, Yusri Handayani Hamzah, Hardi Hasin, Ardiansah Hasnah Dewi Kadir Idamayanti, Reski Ihzan Wahyudi Ilham Hadianto Karamma Irma Sakti Tahir Iskandar Zulkarnaen Iskandar Zulkarnaen Ismail Tolla Ismayanti Ismayanti Ita Handayani L, Wahyu Dian Lubis, Deli Anggraeni M, Murniati Ma'ruf M Ma'ruf Ma'ruf Ma'ruf, Ma'ruf Maruf Maruf Maruf, Maruf Muhammad Akbar Muhammad Arsyad Muhammad Arsyad Muhammad Wajdi Mutiara Siska Aprilia N, Nurhaeda Nasir Nasir Nasrah Nasrah Nasrah Nasrah Nur Aisyah Nur Maya Nur Samsi, Andi Nurazmi, Nurazmi Nurfadilah Nurfadilah Nurfadilah Nurfadilah Nurfadilah Nurfadilah NURINDAH NURINDAH Nurjannah Nurjannah Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Putri Aulia Salam Putri, Rezqi Sri Saleko R, Riskawati Rahmatiah Thahir Rahmawati R Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rezkawati Saad Rezkawati Saad, Rezkawati Riskawati R Riskawati Riskawati Riskawati Riskawati Riskawati Riskawati Riskawati Riskawati Riskawati Riskawati, Riskawati Rismawaty Parawansa Sindi, Sindi Suhardiman Suhardiman Syamsudin Amir Tika, Nursella Rastika Tri Novianty Mansyur Widiasih Widiasih, Widiasih Yusri Handayani Yusri Handayani Yusri Handayani