Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Implementasi Nilai Budaya Lokal Sebagai Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Buru Andi Masniati; Susiati Susiati; Kurniati Tuasalamony; Rahma Satya Masna Hatuwe; La Husni Buton; Taufik Taufik; Riki Bugis; Risman Iye; Harziko Harziko
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 7 No 2 (2021): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.833 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v7i2.830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui nilai-nilai budaya lokal apa yang mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Buru dan 2) mengidentifikasi implementasi nilai budaya lokal dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Buru. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnologi. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan teknik observasi partisiatif, interview (wawancara), dan studi dokumentasi. Tempat yang dipilih sebagai lokasi penelitian adalah di Desa Waimiting dan Desa Kayeli. Sumber data dari para responden, yakni pelaku budaya, tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan Nilai-nilai budaya lokal apa yang mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Buru, yakni dari sistem kepercayaan masyarakat, sistem kemayarakatan, sistem kekerabatan, sistem teknologi, sistem pengetahuan, sistem mata pencaharian, bahasa, serta kesenian, upadara adat, dan pantang larang. Dari beberapa unsur-unsur budaya tersebut lahir nilai atau norma tata laku yang berkearifan lokal dalam masyarakat seperti perilaku seni, perilaku spiritual, perilaku ekonomi, perilaku politik, serta perilaku lain dalam kehidupan dan benda-benda sebagai kesatuan material. Implementasi nilai budaya lokal dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Buru mencakup empat pilar, yakni Mengandung pilar Environmental Responsibility; Local Economy Vitality; Cultural Sensitivity; Experiaental Richness.
Penerapan Metode Variativ dalam Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Smp Buru Harziko Harziko; Yulis Mayanti; Karim Karim; Azwan Azwan; Musyawir Musyawir; Risman Iye
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 7 No 1 (2021): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.615 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v7i1.852

Abstract

Penelitian untuk mengeatahui pengaruh penerapan metode Metode Variative dalam meningkatkan hasil belajar isswa di SMP 9 Buru. Adapun Metode yang digunakan yakni deskriptif Kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan secara jelas dan nyata variabel penelitian dalam bentuk angka-angka dan statistik. Untuk memperoleh data penelitian, penulis menggunakan teknik pengumpulan yairu Angket atau kuesioner, sementara itu dalam menganalisis data penulis menggunakan analisis data distribusi frekuensi sedangkan mencari hubungan metode variatif dalam peningkatan motivasi belajar siswa kelas XII SMP Negeri 9 Buru, penulis menggunakan analisa statistik dengan rumus. Korelasi Product Momet. Karena data ini membahas dua variabel yang berhubungan. Rata-rata skor penggunaan metode variatif adalah 72,4 dan rata-rata nilai motivasi belajar siswa adalah 71. Untuk mengetahui apakah ada hubungan yang positif anatara Penggunaan metode variatif (variabel X) dengan motivasi belajar siswa (variabel Y), maka penulis menggunakan rumus Product Moment. Dari perhitungan di atas ternyata angka nilai koefisien korelasi antara hasil penelitian skor penggunaan metode variatif dengan nilai motivasi belajar siswa sangat signifikan.
Analisis potensi dan strategi pariwisata pantai di Kabupaten Buru Roos Nilawati Marasabessy; Lutfi Rumkel; Susiati Susiati; Andi Masniati; Kurniati Tuasalamony; Nur Fadhilah Amir; Risman Iye; Rahma Satya Masna Hatuwe
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 7 No 1 (2021): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.597 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v7i1.858

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah 1) untuk menganalisis potensi pariwisata pantai di Kabupaten Buru dan 2) membuat strategi pengembangan pariwisatadi Kabupaten Buru Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survey lapangan (field study), wawancara (interview), studi dokumentasi, dan studi literatur. Tempat yang dipilih sebagai lokasi penelitian adalah pantai Jikumarasa dan pantai La Raba. Sumber data dari para responden, yakni masyarakat sekitar kawasan objek wisata, wisatawan, Dinas Pariwisata serta pengelola objek wisata. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan 1) potensi pariwisata pantai Jikumerasa dan pantai La Raba terlihat pada potensi internal dan potensi eksternal. Potensi internal pantai Jikumerasa dapat dilihat pada dua kriteria, yakni (a) kualitas daya tarik wisata pantai Jikumerasa meliputi tersedianya informasi pantai via daring dan luring; (b) kondisi daya tarik wisata pantai Jikumerasa tampak pada kondisi alam dan kondisi sosial. Potensi eksternal pantai Jikumerasa terlihat adanya dukungan pengembangan, tersedianya aksesbilitas, dilengkapi sarana prasarana. Potensi internal pantai La Raba dapat dilihat pada dua kriteria (a) kualitas daya tarik wisata pantai La Raba dilengkapi dengan tempat bersantai seperti adanya ayunan dan gazebo; (b) kondisi daya tarik wisata pantai La Raba tampak pada kondisi alam dan kondisi sosial. Potensi ekternal pantai La Raba terlihat adanya dukungan pengembangan dari berbagai pihak, tersedianya aksesbilitas serta pengadaan sarana dan prasarana seperti snorkeling dan diving. Adapun strategi pengembangan pariwisata pantai Jikumerasa dan pantai La Raba di Kabupaten Buru sebagai berikut sesering mungkin update berita terbaru tentang kondisi dan keunikan pantai baik lewat daring ataupun luring, melakukan kerjasama dengan biro travel.
Pemanafaatan aplikasi Geogebra sebagai pembelajaran Matematika di SMA kabupaten Buru Irma Magfirah; Yusran Zakaria; Risman Iye; Riki Bugis; Azwan Azwan
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 7 No 1 (2021): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.027 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v7i1.914

Abstract

Fakta komunikasi matematis di indonesia secara khusus di Maluku kabupaten Buru untuk peserta didik ditingkat sekolah menegah atas (SMA) masih tergolong rendah hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya penerapan metode dan pengaplikasian alat bantu mengajar. Dan alat bantu dalam proses belajar mengajar menjadi tolak ukur keberhasilan pembelajaran di sekolah khususnya pembelajaran matematika. Pembelajaran dengan bantuan komputer sudah banyak dikembangkan oleh peneliti luar negeri maupun dalam negeri sebagai acuan untuk penggunaan aplikasi dalam menunjang pembelajaran metematika salah satunya adalah aplikasi GeoGebra. Geogebra adalah perangkat lunak yang dapat diterapkan pada komputer untuk digunakan sebagai alat pembelajaran disekolah. Pada aplikasi ini peserta didik dapat menggambar grafik dan menetukkan titik uji penyelesaian, serta dapat menguji fungsi optimum pada titik tersebut. Tujuan penelitian ini memanfaatkan aplikasi GeoGebra sebagai media dalam proses belajar mengajar di SMA 1 Buru. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di sekolah SMA Negeri 1 Buru di desa Namlea. Instrumen yang dipakai pada penelitin ini yakni, hasil belajar siswa, dan respon siswa serta keterlaksanaan penggunaan media, untuk itu penggunaan instrumen yang tepat adalah tes angket atau kusioner serta lembar observasi. Hasil peneltian ditemukan bahwa penggunaan media pemebelajaran aplikasi GeoGebra yang diterapkan pada peserta didik dalam proses pembelajaran matematika sangat berbeda dengan penerapan yang tidak memakai aplikasi GeoGebra. hal ini dapat dilihat melalui hasil skor postes yang diperoleh sebesar 31,6% sedangkan untuk peningkatan kemampuan matematis antara skor pretest yakni sebesar 11,6%. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran dalam mata pelajaran matematika sangat efektif.
The Symbolic Meaning of Wedding Offerings in Buru Island Risman Iye; Jafar Nurlatu; Susiati Susiati; Taufik Taufik; Harziko Harziko; Fithriyah Inda Nur Abida
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 8 No 1 (2022): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3612.656 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v8i1.1797

Abstract

The meaning of a marriage is the union between the two brides, namely a man and a woman. This research examines the symbolic meaning of the groom's surrender to the bride. The approach used in this study is a semantic approach. The semantic approach is an approach to see the form of speech and interpret the form of the speech or the meaning of symbols. In determining the source of data for research, it is based on the ability and skill of the researcher in trying to uncover a subjective event and determine the informant in accordance with the terms and conditions so that the data needed by the researcher is truly in accordance with nature or concrete facts. Data collection techniques carried out in this study were interviews, recording, notes, and documentation. Data analysis is a process of arranging data sequences, organizing them into patterns, categories, and basic units of description. The data that has been obtained through the recordings, then analyzed using descriptive methods, namely the depiction of the facts found as they are. The results of the study show that there are seven forms of offerings given by the groom, namely a. seserahan banana, b. seserahan betel leaf, c. seserahan ring, d. women's clothing e. traditional food and fruits, f. household furniture. g. surrender of money. Then from the meaning of the surrender, the two existing cultural values are, the social values contained in the handover ceremony at the Buru Island marriage and cultural values.
TUTURAN EMOSI MAHASISWA KOTA BAUBAU DALAM RANAH DEMONSTRASI [Emotional Speech of The Students in Baubau City in The Demonstration] risman iye
TOTOBUANG Vol. 6 No. 1 (2018): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2018
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.378 KB) | DOI: 10.26499/ttbng.v6i1.69

Abstract

The variation of emotional utterances of the demonstrators  rose the negative public attachments to the demonstration. This study aimed to explain: the form and type of emotional speech of Baubau City students in the realdemonstration. This research wa  qualitative research. The Sampling were taken purposively. Oral data was collected by using the free-of-cognate method, documentation techniques, and notes. Data were analyzed with Searle's speech-actg theory and Goleman's theory. The result of the research showed that the form and type of emotional speech of Baubau city students in demonstration were four: words, phrases, sentences and idoms. Meanwhile, the types of emotional speech of Baubau City students in demonstration were anger, sadness, fearlessness, pleasure, and annoyance. Variasi tuturan emosi para demonstran memunculkan prasangka negatif masyarakat terhadap demonstrasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan:  bentuk dan jenis tuturan emosi mahasiswa Kota Baubau dalam ranah demonstrasi; Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Data lisan dikumpullkan menggunakan metode simak bebas cakap, teknik dokumentasi, dan catat. Data dianalisis dengan teori tindak tutur Searle dan teori Goleman. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk  tuturan emosi mahasiswa kota Baubau dalam ranah demonstrasi ada empat, yaitu kata, frasa, kalimat dan ungkapan Selanjutnya, jenis tuturan emosi mahasiswa Kota Baubau dalam ranah demonstrasi, yakni kemarahan, kesedihan, ketakutan, kenikmatan, dan kejengkelan.
TUTURAN DALAM PROSESI LAMARAN PERNIKAHAN DI TOMIA KABUPATEN WAKATOBI [Speech In The Wedding Purpose Procession In Tomia Kabupaten Wakatobi] risman iye
TOTOBUANG Vol. 6 No. 2 (2018): TOTOBUANG, EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.072 KB) | DOI: 10.26499/ttbng.v6i2.88

Abstract

Purpose procession is a sacred process that is occupied by a part of society is an obligation of a culture. the event is not only present instantaneously, but requires a long process with various stages. So does marriage at Tomia Wakatobi. This study aims to describe the form of speech in the marriage purpose procession in Tomia and explain the meaning of speech in the process. This research is a kind of qualitative descriptive research Field Research, which is based on the results obtained through field research. Regarding the object discussed according to the reality that occurs in society, especially in the community in the East Tomia Subdistrict, Wakatobi Regency. The results showed that the stages in the purpose process in Tomia consisted of four forms. 1) Pa’epe. 2) Pa’rara; 3) Po’ema-ema and 4) Nga’a Nualo. Of the four forms of application processions the utterances spoken vary. On form Pa’epe, Pa’rara and Nga’a Nualo the form of the speech is declarative and interrogative. while in form Po’ema-ema the form of the speech is in the form of declarative, imperative and interrogative. The meaning in the speech purpose procession means connotation.Prosesi lamaran merupakan proses sakral yang dianggap oleh sebagian masyarakat adalah kewajiban dari suatu budaya. Peristiwa tersebut bukan hanya hadir secara instan, namun memerlukan proses yang panjang dengan berbagai tahapan. Begitu pula pernikahan di Tomia Wakatobi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud tuturan dalam prosesi lamaran pernikahan di Tomia dan menjelaskan makna tuturan dalam prosesinya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif Field Research, yaitu berdasarkan hasil yang diperoleh melalui penelitian lapangan. Mengenai objek yang dibicarakan sesuai kenyataan yang terjadi di masyarakat khususnya pada masyarakat di Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan dalam proses lamaran di Tomia terdiri atas empat bentuk. 1) Pa’epe. 2) Pa’rara; 3) Po’ema-ema, dan 4) Nga’a Nualo. Dari keempat bentuk prosesi lamaran tersebut tuturan yang dituturkan bervariasi. Pada bentuk Pa’epe, Pa’rara, dan Nga’a Nualo wujud tuturannya berbentuk deklaratif, dan interogatif. Akan tetapi pada tahapan Po’ema-ema wujud tuturannya berbentuk deklaratif, imperatif, dan interogatif. Makna dalam tuturan prosesi lamaran bermakna konotasi.
PRAANGGAPAN PAMFLET SOSIALISASI PELESTARIAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN WAKATOBI [The Prejudice in The Environmental Conservatiom Pamphlet at Wakatobi Districk] risman iye; - Karim
TOTOBUANG Vol. 7 No. 2 (2019): TOTOBUANG, EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v7i2.146

Abstract

Praanggapan dalam pamflet sosialisasi pelestarian lingkungan di Kabupaten Wakatobi cukup beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan praanggapan dalam pamflet sosialisasi pelestarian lingkungan di Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berusaha mengkaji fenomena praanggapan dengan pendekatan pragmatik. Jenis data penelitian ini adalah data tulisan yang bersumber dari pamflet yang ada di Wangi-wangi, kabupaten Wakatobi. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi dengan teknik rekam dan catat. Data yang telah diperoleh, diklasifikasi, dan dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa penggunaan praanggapan dalam pamflet sosialisasi pelestarian lingkungan di Kabupaten Wakatobi terdiri empat jenis, yakni praanggapan eksistensial, praanggapan faktif, praanggapan struktural, dan praanggapan konterfaktual.Penggunaan praanggapan tersebut terdapat perbedaan pada masing-masing penerbit pamflet, baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun pamflet yang diterbitkan secara kolektif oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. Perbedaan ini disebabkan oleh pengetahuan bersama, partisipan, dan konteks situasi.The prejudice in the environmental conservation pamphlet at Wakatobi District are quite diverse. This study aims to explain the use of prejudice in the socialization pamphlet of environmental conservation at Wakatobi District. This research is a qualitative descriptive research that attempts to study prejudice phenomena through pragmatic approach. Type and data of this research are writing data that taken from  phamphlet in Wangi-wangi, Wakatobi District. Data are collected using observation method through recording and noting technique. Later, The obtained dataare classified and analyzed descriptively with qualitative approach. The result shows that, the use of pejudice consisted of four types. They are existential prejudice, factive prejudice, structural prejudice, and conterfactual prejudice. Each of them are different, whether goverment, non-govermental organizations, and pamphlet that published collectively by goverment and non-govermental organizations. This difference is due to shared knowledge, participants, and the context of the situation. 
Hot Potatoes Multimedia Applications in Evaluation of Indonesian Learning In SMP Students in Buru District Susiati Susiati; Risman Iye; LOA Suherman
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 2 No. 4 (2019): DECEMBER
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.775 KB) | DOI: 10.34050/els-jish.v2i4.8455

Abstract

This study aims to find out wheter there is an influence of the Hot Potatoes multimedia application in evaluating junior high school students' learning outcomes in Indonesian language learning. The study design uses an evaluation model with the multimedia application Hot Potatoes. The method used is quantitative description and qualitative description, which is to show the effect of evaluating student learning outcomes and student and teacher responses to the effectiveness of the use of multimedia Hot Potatoes. The data source of this research is the IX grade junior high school students in Buru Regency. Data collection techniques used in this study are test techniques using the multimedia application Hot Potatoes in the form of a Multiple-Choice Test (multiple-choice). The results showed that the application of the Hot Potatoes multimedia application in evaluating the learning outcomes of junior high school students in Indonesian language learning had a major influence on quality learning. This can be seen from the results of the evaluation of 50 middle school students from cycle I, cycle II, and cycle III. The percentage of students completeness in cycle I was 60%, cycle II was 86%, and cycle III was 94%. Meanwhile, the percentage of students completeness in the first cycle was 40%, second cycle was 14%, and third cycle was 6%.
Pengajaran bahasa inggris melalui program kemah sastra sma kabupaten buru risman Iye; Azwan; Susiati; Harziko; Taufi; Riki Bugis; A. Yusdianti Tenriawali; Riyaldi Akbar
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.093 KB) | DOI: 10.22334/jam.v2i1.20

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah memiliki peranan penting dalam mengembangkan bakat siswa untuk itu sebagai bentuk penerapan metode seorang pengajar harus mampu kreatif agar mata pelajaran yang diajarkan dapat dipahami oleh siswa. Pengabdian kepada Masyarakat ini yakni Kegiatan “Kemah Sastra” bertujuan untuk menumbuhkembangkan pengetahuan dan minat tentang bahasa dan sastra kepada siswa SMA di kota Namlea untuk lebih kreatif dalam berkarya. Selain itu, melalui kegiatan ini mahasiswapun dapat membiasakan diri dalam melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ajang unjuk kreatifitas mahasiswa dalam bidang sastra. Kemah sastra yang dilaksanakan di Desa Lala, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru selama tiga hari yakni pada tahun 2020. Hari pertama para peserta dikumpulkan di tengah lapangan untuk dibagi berdasarkan kelompok dalam hal ini memberikan edukasi kepada siswa tentang pembelajaran bahasa Inggris. Hasil Pengabdian Kegiatan kemah sastra memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Melalui kegiatan kemah sastra, pemahaman dan pengetahuan para siswa dan mahasiswa tentang bahasa dan sastra dapat meningkat. Selain itu, para peserta kemah sastra dapat menumbuhkan minat dan bakat tentang seni sastra.