Claim Missing Document
Check
Articles

Effectiveness of Early Marriage on The Protection of Children's Rights Mansyur Nawawi; Salmah Yusuf; Belinda Sam; Risman Iye
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 8 No 3 (2022): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.939 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v8i3.2309

Abstract

The aims of the study are as follows: (a) What factors influence early marriage? b) What are the effects of early marriage on the rights of children? This is normative legal study, i.e., legal research that seeks to identify procedures, standards, or das sollen. This research was undertaken through library research in order to gather secondary data, including primary and secondary legal texts. Primary legal materials are binding legal documents, such as marriage and children's rights legislation. Comparatively, secondary legal materials are those that provide an explanation of the primary legal resources. The findings of the study indicate that marriages done below the legal age restriction are prevalent. Marriage demands psychological maturity, thus age restrictions are extremely crucial. Multiple factors, including environmental factors, health considerations, family parenting factors, and economic aspects, contribute to the occurrence of early marriage. Early marriage will have an effect on the non-fulfillment of statutory children's rights, such as the child's right not to be separated from his parents, the child's right to receive an appropriate education, and the child's right to obtain protection.
Tingkat Terkendali Bahasa Indonesia pada Media Luar Ruang di Kota Kendari Karim Karim; La Mando; Risman Iye
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 8 No 3 (2022): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.499 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v8i3.2419

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisisis pemakaian bahasa Indonesia pada media luar ruang berdasarkan aspek fisik, bahasa, serta mengetahui peringkat keterkendalian pemakaian bahasa Indonesiapada media luar ruang di Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif . Populasi penelitian ini adalah seluruh media luar ruang yang berada di Kota Kendari. Adapun sampel berjumlah 70 (tujuh puluh) foto media luar ruang dari empat lembaga pemerintah (28 foto), empat lembaga pendidikan (28 foto), dua lembaga swasta (14 foto). Langkah pengumpulan data, yaitu: (a) mengumpulkan data penggunaan bahasa di ruang publik di Kota Kendari, (b) memilih tujuh puluh data yang mewakili tujuh objek pengutamaan bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan (1) penggunaan bahasa meliputi penempatan bahasa Indonesiadan bahasa asing; dan (2) kesalahan kaidah kebahasaan terjadi pada tataran ejaan dan pilihan kata.Penggunaan Bahasa Indonesiapada media luar ruang di Kota Kendar menunjukkan wilayah yang penggunaan bahasa di ruang publiknya kurang terkendali: secara fisik terdapat bahasa campuran yaitu Bahasa Indonesiadan bahasa asing; kaidah kebahasaan baik pada struktur namun masih terdapat kesalahan pada tataran ejaan dan pilihan kata; dan tipografi kebahasaan mulai lebih baik.
Valency-Increasing Mechanism in the Dawan Language Naniana N. Benu; Risman Iye; I Wayan Simpen; Fithriyah Inda Nur Abida
SUAR BETANG Vol 17, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v17i2.348

Abstract

This article discusses the valency-increasing mechanism in the Dawan language. The data was obtained through observation of Dawan language speakers by applying the note-taking method. Other data were obtained from literature in Dawan's language, namely Beno Alekot (bible) and Si Knino (songbook). In addition, the data is supported by intuitive data from the researcher as a native speaker of the Dawan language. Considering the variety of dialects in this language, the data and discussion are focused on the Amanuban dialect. The results show that the mechanism of valency-increasing in the Dawan language is a transitive process. This process is carried out through the strategy of adding new arguments such as in causative construction or promoting peripheral arguments into core arguments as in applicative construction. The transitive referred to is the process of making an intransitive clause into a transitive or a transitive into a ditransitive. This process does not cause morphological changes to the verb as the core of a clause.AbstrakArtikel ini membahas mekanisme peningkatan valensi dalam bahasa Dawan. Data diperoleh melalui observasi terhadap penutur bahasa Dawan dengan menerapkan metode simak dan catat. Data lain diperoleh dari literatur berbahasa Dawan, yaitu Beno Alekot (Alkitab) dan Si Knino (buku nyanyian). Selain itu, data tersebut didukung oleh data intuitif dari peneliti sebagai penutur asli bahasa Dawan. Mengingat keragaman dialek bahasa ini, data dan pembahasan difokuskan pada dialek Amanuban. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mekanisme peningkatan valensi dalam bahasa Dawan merupakan proses transitif. Proses itu dilakukan melalui strategi penambahan argumen baru seperti pada konstruksi kausatif atau menempatkan argumen periferal ke dalam argumen inti seperti pada konstruksi aplikatif. Transitif yang dimaksud adalah proses menjadikan klausa intransitif menjadi transitif atau transitif menjadi ditransitif. Proses itu tidak menyebabkan perubahan morfologis pada verba sebagai inti dari sebuah klausa. 
Pengembangan Materi Kepemimpinan dan Keorganisasian pada Kegiatan Darul Arqam Dasar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Baubau Muhammad Yusnan; Kamasiah Kamasiah; Karim Karim; Risman Iye
Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Vol. 2 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sejahtera.v2i1.437

Abstract

Materi kepemimpinan dan keorganisasian memuat rangkaian penjelelasan untuk mencapai tujuan organisasi, seorang pemimpin dalam suatu organisasi harus mampu mempengaruhi dan menginspirasi para pengikutnya. Seorang pemimpin yang baik tidak dapat dinilai dari jumlah pengikutnya atau lamanya kepemimpinannya. Kapasitas seorang pemimpin untuk mengembangkan pemimpin baru dapat digunakan untuk menilai kualitas mereka. Metode dalam pengabdian ini yaitu menggunakan metode ceramah dan metode presentasikan materi tentang kepemimpinan dan keorganisasian. Dalam pengembangan materi, peserta Darul Arqam Dasar tidak hanya menerima satu materi yang monoton, tetapi juga dapat mengembangkan materi yang lebih baik. Hasil pengabdian ini menunjukan bahwa hasil analisis berdasarkan angket menunjukan bahwa 16 orang mendapatkan kategori sangat tinggi atau 55,18%, 10 orang mendapatkan kategori tinggi atau 38,48%, 2 orang mendapatkan kategori sedang, dan 1 orang mendapatkan kategori rendah atau 3,45%, sedangkan tidak ada yang mendapatkan kategori sangat rendah. Artinya tingkat pemahaman materi mencapai nilai rata-rata sebesar 81,65 sehingga materi kepemimpinan dan keorganisasian mendapatkan pemahaman yang tinggi. Kata kunci: , , ,
The Morphosyntax of Middle Voice in Uab Meto Naniana N. Benu; Risman Iye; Asriani Abbas
APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities Vol. 1 No. 1 (2022): APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities
Publisher : Lembaga Junal dan Publikasi, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.314 KB) | DOI: 10.59110/aplikatif.v1i1.30

Abstract

This study focused on middle voice in Uab Meto. The point of this study is to describe the morphosyntactic element of the middle voice in Uab Meto. There are three forms of middle voice constructions in Uab Meto, namely reflexive, reciprocal, and lexical. A subject-reflective enclitic demonstrates the middle's reflexivity. Ma-, which is usually linked to the verb, signifies reciprocity. es nok es "each other" (lit. "one with one") is an additional signal that the construction is reciprocal, but its use is optional. There is a lexical middle verb type that is unmarked and syntactically intransitive. The argument's interpretation depends on the speaker's perceptions of the circumstances.
Survival Language of Teenagers in Coastal Families in Sandi Village, Wakatobi District Djamudi, Nadir La; Iye, Risman; Abida, Fithriyah Inda Nur
Journal of Languages and Language Teaching Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v12i1.9213

Abstract

This research aims to describe the curses used by teenagers in the coastal area of Sandi Village, South Kaledupa District, Wakatobi Regency. The study is expected to contribute to the researcher's knowledge in the field of linguistics. The research data consists of utterances containing curses. The informants for this study were 15 individuals, comprising 8 females and 7 males aged between 12 to 18 years. This field research utilized a qualitative descriptive approach with data collection techniques including recording, listening, and note-taking. The study reveals that there are two forms of curses used by teenagers in Sandi Village, namely curses in the form of words and phrases. Curses used by teenagers in coastal families of Sandi Village can be categorized into three types: first, curses in the form of words, consisting of 14 words such as Pei (fool), Deppe (snub-nosed), kumbou (monitor lizard), Tajo (genitals), Kaffiri (infidel), Kajilo (cross-eyed), Dhobba (fat), Onitu (devil), Beka (cat), Jahannamu (damned), setani (devil), pogko (skink), Te saa (snake), and Te ibilisi (demon). Second, curses in the form of phrases, with 10 instances such as Mata kajilou (Your eyes are cross-eyed), Kapatuli pei (naughty fool), Usauri Kabeo-beo (extremely foolish), Kaleau (your genitals), Te ngarou (your mouth), Lengka nuyi ina (your mother's genitals), Teyi ama (your father), Botau (your bald head), Morusu koppe (skinny and bony), Morusu dao (ugly and skinny), Unimmiu (your vagina), sauri konduo (too crazy), teana harramu (illegitimate child), Lombu nu ngaro (mouth hole). It is important to note that some words and phrases might have specific cultural or regional meanings that are crucial to understanding the context of this research.
PERAN KHOTBAH JUMAT DALAM MENDORONG KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI KOTA BAUBAU Rahim, Abdul; Zubair, Zubair; Iye, Risman; Yusnan, Muhammad; Risman, Kadar
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 5 No 1 (2024): Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v5i1.1340

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontribusi khotbah Jumat dalam memelihara kerukunan antar umat beragama di Kota Baubau, daerah dengan keragaman agama tinggi. Dengan metode kualitatif deskriptif, wawancara mendalam dilakukan terhadap lima imam masjid dan sepuluh jemaah untuk mengeksplorasi peran khotbah Jumat dalam memupuk toleransi, menghormati perbedaan, dan meningkatkan dialog lintas agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khotbah Jumat berkontribusi pada tiga ranah utama: (a) keluarga, melalui penguatan nilai toleransi antar anggota keluarga; (b) sesama Muslim, dengan menekankan persatuan dan solidaritas; dan (c) antar umat beragama, melalui promosi dialog konstruktif dan kerja sama lintas agama. Temuan ini menegaskan peran strategis khotbah Jumat sebagai media dalam membangun kesadaran pluralisme dan harmoni sosial di masyarakat multireligius seperti Kota Baubau. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para khatib dalam menyusun khotbah yang relevan dan mendukung perdamaian antar umat beragama.
Functional Pragmatic Analysis in Building Students' Contextual Understanding of Literary Works Rahayu Kuswardani; Muhaimin Abdullah; Rizky Ramadhan; Abida, Fithriyah Inda Nur; Iye, Risman
Journal of Pragmatics Research Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Pragmatics Research
Publisher : UIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/jopr.v6i2.277-292

Abstract

This study aims to analyze the role of a functional pragmatic approach in developing students' contextual understanding of literary works. The functional pragmatic approach emphasizes the importance of context in interpreting text meaning, considering the social, cultural, and situational backgrounds that influence communication in literature. In literature education, this method helps students go beyond understanding the literal content of a text. It encourages them to explore the deeper layers of meaning by considering the relationship between the author, the reader, and the broader societal context in which the text was produced. The research employs a qualitative case study design, engaging literature students as participants to examine how this approach is implemented in real classroom settings. The study utilizes several data collection techniques, including observations, interviews, and document analysis. These methods allow the researcher to comprehensively understand how the functional pragmatic approach is applied during literature lessons and its impact on students' comprehension. The findings indicate that this approach significantly enhances students' ability to critically analyze the meaning of texts and deepen their understanding of the social and cultural contexts embedded in the literature.Additionally, it fosters an appreciation for the values and messages conveyed through literary works. The study's implications suggest that incorporating a functional pragmatic approach in literature instruction could powerfully support the development of students' contextual understanding and critical thinking skills. By emphasizing the importance of context in literary analysis, this approach can help students engage with texts on a deeper level, making literature more meaningful and relevant to their lives.
Pengajaran bahasa inggris melalui program kemah sastra sma kabupaten buru Iye, risman; Azwan; Susiati; Harziko; Taufi; Bugis, Riki; Tenriawali, A. Yusdianti; Akbar, Riyaldi
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v2i1.20

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah memiliki peranan penting dalam mengembangkan bakat siswa untuk itu sebagai bentuk penerapan metode seorang pengajar harus mampu kreatif agar mata pelajaran yang diajarkan dapat dipahami oleh siswa. Pengabdian kepada Masyarakat ini yakni Kegiatan “Kemah Sastra” bertujuan untuk menumbuhkembangkan pengetahuan dan minat tentang bahasa dan sastra kepada siswa SMA di kota Namlea untuk lebih kreatif dalam berkarya. Selain itu, melalui kegiatan ini mahasiswapun dapat membiasakan diri dalam melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ajang unjuk kreatifitas mahasiswa dalam bidang sastra. Kemah sastra yang dilaksanakan di Desa Lala, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru selama tiga hari yakni pada tahun 2020. Hari pertama para peserta dikumpulkan di tengah lapangan untuk dibagi berdasarkan kelompok dalam hal ini memberikan edukasi kepada siswa tentang pembelajaran bahasa Inggris. Hasil Pengabdian Kegiatan kemah sastra memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Melalui kegiatan kemah sastra, pemahaman dan pengetahuan para siswa dan mahasiswa tentang bahasa dan sastra dapat meningkat. Selain itu, para peserta kemah sastra dapat menumbuhkan minat dan bakat tentang seni sastra. 
Students' Ability to Communicate in Speaking Learning through an Active Learning Approach for High School Students Muslim Muslim; Arsad Arsad; Risman Iye
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 1 No. 3 (2023): SEPTEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine students' ability to communicate in speaking lessons through an active learning approach in class XI students at SMA Muhammadiyah 1 Baubau. The method used in this research is a quantitative descriptive research method. The quantitative descriptive method is a research design that clearly and realistically describes research variables in the form of numbers and statistics. This type of research includes field research. It is said to be field research (respondents) and researchers are directly involved in collecting data. Based on the tabulation results, it can be seen that the average student score in the pressure aspect is 15 out of a weighted score of 190 in the sufficient category, then the average student score in the grammar aspect is 20 out of a weighted score of 265 in the good category, and the average score -The average student score in the vocabulary aspect is 20 out of a weighted score of 245 in the good category, while the average student score in the fluency aspect is 15 out of a weighted score of 225 in the sufficient category. Furthermore, the determination of all aspects is 925 with an average student score of 65 or 65%. Thus, the student category in all aspects is the sufficient category.
Co-Authors A. Yusdianti Tenriawali Abdul Hamid Abdul Kahar Syarifuddin Abdul Rahim Abdul Rahim Abdullah, Rudi Abida, Fithriyah Inda Nur Acoci Akbar, Riyaldi Alfred Snae Amir, Nur Fadhilah Andi Masniati Arsad Asraiani Abbas Asriani Abbas Azwan Azwan Azwan Azwan Azwan Azwan Belinda Sam Bugis, Riki Bugis, Ringgi Komariah Daniel F. Kamengko Desyandri Desyandri Djamudi, Nadir La Eka Wati Belen Fithriyah Inda Nur Abida Fithriyah Inda Nur Abida Fithriyah Inda Nur Abida Hanapi Hanapi Harziko Harziko Harziko Harziko Hendra Efendi Hendrawan I Made Suta Paramarta I Wayan Simpen ida hentihu Indriyani Wairata Irma Magfirah, Irma Irman Matje Jafar Nurlatu Joleha Nacikit Kamasiah Kamasiah Kamasiah Kamasiah Kamasiah Karim Karim Karim Karim Karim Karim Karim Kurniati Tuasalamony Kurniati Tuasalamony La Husni Buton La Mando La Ode Sahrin Djalia Lutfi Rumkel Madi Mansyur Nawawi Maryam Henaulu Henaulu Muh. Nur Intan Ode Muhaimin Abdullah Muhammad Bula Muhammad Sayamsudin Sofie Muhammad Yusnan Muslim Muslim Musyawir Musyawir Nadir La Djamudi Naniana N. Benu Nurlatu, Jafar RAHAYU KUSWARDANI Rahma Satya Masna Hatuwe Rahma Satya Masna Hatuwe Rimayasi, Rimayasi Risman, Kadar Riyaldi Akbar Rizky Ramadhan Rodi Samudy Roos Nilawati Marasabessy Rusli Rusman Masiri Safiuddin Saidna Zulfiqar Bin-Tahir, Saidna Zulfiqar Salmah Yusuf Samsia Umasugi samsudiin sofie Sofian Malik Suherman, La Ode Achmad Sulasri Susiati Susiati Susiati Suasiati Susiati Susiati Susiati Susiati Taufi Taufi Taufik Taufik Tenriawali, A. Yusdianti Yulis Mayanti Yulismayanti, Yulismayanti Yusnan, Muhammad Yusran Zakaria Yussy Maulidian Auril Putri Al Imran Zubair, Zubair