Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN AKRUPAMA MELALUI MODEL STORY TELLING SISWA KELAS X SMAN 4 JENEPONTO Rajamuddin Rajamuddin; Hajrah Hajrah; Aswati Asri
Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2026): PANRITA: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v6i1.85465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan akrupama melalui model story telling siswa kelas X SMAN 4 Jeneponto. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAN 4 Jeneponto yang berjumlah 252 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan akrupama menggunakan kegiatan story telling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan akrupama melalui model story telling siswa kelas X SMAN 4 Jeneponto masih tergolong rendah. Dari 36 siswa, sebanyak 29 siswa atau 81% memperoleh nilai di bawah kriteria ketuntasan minimum 75, sedangkan hanya 7 siswa atau 19% yang memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam pengorganisasian cerita, intonasi, pelafalan, penggunaan bahasa, serta gestur dalam kegiatan bercerita. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif dan komunikatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa daerah.
Pengaruh E-Modul berbasis Etnofisika dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital Peserta Didik Ahmad Muwafiq Abdillah; Ummu Kalsum; Hajrah Hajrah; Farida Febrianti; Abdul Hakim
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4329

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh E-Modul Etnofisika pada mata pelajaran Gelombang Bunyi untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Digital di SMAN 9 Makassar. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan teknik desain kuasi-eksperimental yang menggunakan kelompok yang sudah ada, bukan kelompok acak. Instrumen yang digunakan adalah modul pembelajaran fisika berbasis web bernama LOMPO (Local Wisdom Physics Module) dan tes keterampilan literasi digital siswa. Penelitian ini menggunakan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Terdapat tiga kelompok dalam desain penelitian ini, yaitu kelompok eksperimen 1, kelompok eksperimen 2, dan kelompok kontrol. Siswa kelas XI MIPA dibagi menjadi tiga kelompok dalam penelitian ini, yaitu kelas XI MIPA 1 sebagai kelompok eksperimen 1, kelas XI MIPA 2 sebagai kelompok eksperimen 2, dan kelas XI MIPA 3 sebagai kelompok kontrol. E-Modul Etnofisika dinyatakan efektif dan dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan literasi digital siswa berdasarkan hasil uji ANOVA dengan data yang telah diuji Homogenitas dan Normalitasnya menggunakan uji independen.
Pemahaman Mahasiswa Bahasa dan Sastra Mengenai Psikologi Tokoh dalam Novel Trauma Karya Boy Candra Jaratimi Annisa; Hajrah Hajrah
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4820.149-168

Abstract

This study aims to identify the understanding of students of the Language and Literature Study Program in analyzing the psychological aspects of characters and to reveal their expectations as readers towards the psychological conflict depicted in the novel Trauma. The method used is descriptive qualitative with a reader-oriented literary reception approach. The techniques used to analyze the data include three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that some students have difficulty understanding character conflicts due to low reading interest and lack of analytical practice, while students with good reading habits are able to provide deep emotional responses. As many as 31 out of 50 students (63%) have the same understanding of the psychological analysis of characters in the novel Trauma, and 58.8% (29 students) show extensive reading experience so that they have good interpretive readiness. Meanwhile, the results of the horizon of expectations show that 58% of students stated that their expectations for the contents of the novel were fulfilled, especially related to the values of life in the story (69%), reading experience and interest (58%), and the ability to connect the meaning of fiction with reality (62%). These findings show that the majority of students are able to accept and respond to literary works critically and reflectively based on their experiences and knowledge. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman mahasiswa program studi bahasa dan sastra dalam menganalisis aspek psikologi tokoh serta mengungkap harapan mereka sebagai pembaca terhadap konflik psikologis yang digambarkan dalam novel Trauma. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan resepsi sastra berorientasi pada pembaca. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa mengalami kesulitan memahami konflik tokoh karena rendahnya minat baca dan kurangnya latihan analisis, sementara mahasiswa dengan kebiasaan membaca yang baik mampu memberikan tanggapan emosional yang mendalam. Sebanyak 31 dari 50 mahasiswa (63%) memiliki pemahaman yang sama terhadap analisis psikologi tokoh dalam novel Trauma, dan 58,8% (29 mahasiswa) menunjukkan pengalaman membaca yang luas sehingga memiliki kesiapan interpretatif yang baik. Sementara itu, hasil cakrawala harapan menunjukkan bahwa 58% mahasiswa menyatakan harapannya terhadap isi novel terpenuhi, terutama terkait dengan nilai-nilai kehidupan dalam cerita (69%), pengalaman dan minat membaca (58%), serta kemampuan menghubungkan makna fiksi dengan kenyataan (62%). Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mampu menerima dan menanggapi karya sastra secara kritis dan reflektif berdasarkan pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki.