Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Peningkatan Akses dan Pemasaran Produk Tanaman Obat : Mendukung Keberlanjutan Ekonomi dan Kesejahteraan Keluarga Petani Ida Marina; Harun Sujadi; Sri Ayu Andayani; Engkos Koswara; Adi Oksifa Rahma Harti; Anis Nurul Fitria; Billy Adrian Fernanda; Karina Agisni Widyastuti; Muhamad Dendi Purwanto
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6544

Abstract

Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat bertujuan memajukan ekonomi dan kesejahteraan petani melalui pengembangan produk tanaman obat. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan dan demonstrasi, melibatkan mitra utama (KWT Plamboyan dan warga Desa Kagok) dan mitra pendukung (Kepala Kelurahan, BPP, RW, RT, dan tokoh masyarakat). Koordinasi telah dilakukan dengan baik untuk jadwal, lokasi, dan narasumber kegiatan. Pengukuran awal tingkat pengetahuan mitra dilakukan melalui kuesioner dan diskusi berbentuk tanya jawab. Evaluasi fokus pada peningkatan pengetahuan, pengolahan, dan pemasaran. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang tanaman obat, terutama dalam pengenalan jenis dan manfaat kesehatannya. Dalam pengolahan, produk berkualitas, nilai tambah, partisipasi masyarakat, dampak ekonomi positif, dan inovasi terlihat positif. Upaya pemasaran lokal berhasil meningkatkan penjualan, pertumbuhan, pangsa pasar, kesadaran merek, dan kesetiaan pelanggan. Monitoring dan evaluasi mengukur dampak dan keberhasilan program, menegaskan pentingnya tahap-tahap dalam mencapai tujuan.
Pelatihan Pengolahan Mangga Gedong Gincu dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga Petani Sri Umyati; Sri Ayu Andayani; Miftah Dieni Sukmasari; Yosa Aisyah Fauziah; Febrian Saputra; Hilmi Ahmad
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6812

Abstract

Mangga gedong gincu merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Pengolahan mangga gedong gincu saat ini hanya terbatas pada pengolahan dodol dan sari buah saja. Sementara mangga gedong gincu masih bisa dikembangkan menjadi lebih banyak lagi produk olahan dan turunan lainnya, bahkan biji, daun dan pentil buahnya pun masih bisa dimanfaatkan. Maka sebagai upaya peningkatan ekonomi keluarga petani dilakukan kegiatan pengabdian ini sebagai upaya untuk mengoptimalkan pengolahan mangga gedong gincu melalui program pengabdian masyarakat, dengan fokus pada inovasi teknologi, peningkatan nilai tambah produk, dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pengembangan agroindustri mangga yang berkelanjutan. Metode yang digunakan untuk kegiatan pengabdian ini adalah dengan metodepenyuluhan dan pelatihan partisipatif yang dilakukan pada ibu-ibu kelompok wanita tani yang ada di lingkungan study. Dari hasil pelatihan yang diberikan, kelompok wanita tani dalam melakukan pengembangan produk olahan manga gedong gincu yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pengolahan manga gedong gincu yang awalnya terbatas pada pengolahan daging mangga saja kini berkembang. Kelompok wanita tani, setelah mendapatkan pelatihan bertambah pengetahuannya untuk bisa mengolah daun manga menjadi teh celup, biji manga menjadi kerupuk biji mangga, memanfaatkan kulit mangga menjadi campuran dalam pembuatan stik mangga dan memanfaatkan pentil mangga menjadi sambal mangga.
Gerakan Membangun Desa Secara Gotong Royong Sri Ayu Andayani; Dewi Lailatul Badriah; Dinar Dinar; Abdul Kholiq; Ine Aprianti; Muhammad Dadi Priadi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7955

Abstract

Pendukung kegiatan dalam kegiatan KKN LLDIKTI wilayah IV dengan kerjasama beberapa Perguruan Tinggi beserta PEMKAB Sumedang salah satunya yaitu kegiatan pengabdian Guru Besar dan para dosen dalam mendukung 3 program utama KKN yaitu pengendalian stunting, peningkatan produk unggulan desa serta pengentasan kemiskinan. Gerakan membangun desa secara gotong royong dalam mendukung program KKN merupakan tema dari kegiatan pengabdian. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Jembarwangi Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang oleh Dosen Universitas Majalengka dan Universitas Sanggabuana Bandung dengan keterlibatan mahasiswa KKN. Tujuan dari kegiatan ini selain mengedukasi dan memotivasi masyarakat dalam menggali potensi Desa dalam membangun Desa yang dikaitkan dengan program KKN juga meningkatkan kemampuan dan skill mahasiswa dalam bermasyarakat dan mendorong gotong royong masyarakat untuk mengembangkan potensi sumber daya yang ada di Desa. Metode yang dilakukan yaitu edukasi, ceramah, penyuluhan, problem solving, dan diskusi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat dianggap baik dengan respon para peserta yang aktif dalam bertanya dan berdiskusi untuk membangun wilayah mereka yang dikaitkan dengan program KKN. Dengan kegiatan pengabdian ini diharapkan kegiatan gotong royong dapat dibangun terus di Desa jembarwangi dengan menghasilkan produk unggulan yang dapat dipasarkan secara keberlanjutan dan menggali potensi desa lainnya dalam mendukung kegiatan pengentasan kemiskinan serta masyarakat dapat menjaga lingkungan yang sehat bersih dan sadar asupan gizi sehat sehingga stunting dapat dihindari.
Saluran dan Tingkat Efisiensi Pemasaran Bawang Merah di Kabupaten Majalengka Suhaeni Suhaeni; Sri Ayu Andayani
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4745

Abstract

Bawang adalah salah satu komoditas pertanian yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki prospek pasar yang besar. Namun demikian, masih menyimpan beberapa permasalahan. Diantaranya adalah nilai yang diterima petani lebih rendah dibandingkan dengan pelaku lain. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis saluran dan efisiensi pemasaran bawang merah. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dengan menggunakan kuesioner. Responden meliputi petani bawang merah, bandar, kelompok tani, penebas, pengecer, dan narasumber lain yang dibutuhkan. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten dan Provinsi, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga terkait lainnya. Teknik penentuan sampel menggunakan non probabilistik untuk menentukan pelaku utama, kemudian dilakukan penelusuran ke depan dan ke belakang dengan menggunakan snowball sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, sedangkan untuk mengetahui efisiensi pemasaran menggunakan analisis marjin pemasaran, keuntungan, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola saluran pemasaran bawang merah terdapat 7 pola saluran. Sementara hasil analisis efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa semua pola saluran pemasaran dikategorikan efisien.
PERILAKU KONSUMEN PADA PEMBELIAN CABAI MERAH BESAR Ida Marina; Sri Ayu Andayani; Jajang Nurjaman
Journal of Innovation and Research in Agriculture Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jira.v1i1.98

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pasar Ciborelang, Pasar Sindangkasih, dan Pasar Maja Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap pembelian cabai merah besar secara simultan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap pembelian cabai merah besar secara parsial. Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, koefisiendeterminasi, analisis uji f dan analisis uji t. Hasil penelitian menunjukan : faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologi berpengaruh secara simultan terhadap pembelian cabai merah besar di pasar. Faktor yang paling berpengaruh secara parsial di pasar terdapat di pasar maja selatan di bandingkan dengan pasar ciborelang dan pasar sindangkasih yaitu faktor kebudayaan dengan nilai Sig 0,048 dan faktor sosial dengan nilai Sig 0,048 terhadap keputusan pembelian cabai merah besar.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI JERUK LIMAU (CITRUS AMBLYCARPA) POLA KEMITRAAN DAN NON MITRA DI DESA GUNUNGKUNING KECAMATAN SINDANG KABUPATEN MAJALENGKA Fikri Hariz Priatama; Syiffa Safiera Wahono; Sri Ayu Andayani
Journal of Innovation and Research in Agriculture Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jira.v2i1.99

Abstract

Kemitraan usaha pertanian merupakan salah satu instrumen kerja sama yang mengacu pada terciptanya suasana keseimbangan, keselarasan, dan keterampilan yang didasari saling percaya antara perusahaan mitra dan kelompok melalui perwujudan sinergi kemitraan, yaitu terwujudnya hubungan yang saling membutuhkan, saling menguntungkan, dan saling memperkuat. Permasalahan yang sering terjadi pada petani dalam melaksanakan kemitraan usaha pertanian adalah ketidakseimbangan pelaksanaan pola kemitraan yang dilakukan dengan tingkat keuntungan ekonomi yang diperoleh, sehingga manfaat kemitraan usaha pertanian tidak seperti yang diharapkan. Banyak petani menganggap bahwa kemitraan yang dilakukan oleh perusahaan dapat merugikan masyarakat dan hanya menguntungkan pada pihak perusahaan saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendapatan yang diperoleh petani jeruk limau yang bermitra dan petani penangkar non mitra. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini terdapat 20 sampel yang terdiri dari 10 sampel untuk petani mitra dan 10 sampel untuk petani non mitra. Metode yang digunakan adalah analisis biaya dan analisis pendapatan. Berdasarkan analisis perhitungan pendapatan yang dilakukan, petani yang bermitra memperoleh pendapatan sebesar Rp. 81.446.250 dengan nilai R/C sebesar 2,71, sedangkan petani yang tidak bermitra memperoleh pendapatan sebesar Rp. 42.232.400 dengan R/C sebesar 2,29. Selisih pendapatan yang diperoleh petani mitra dan non mitra adalah sebesar Rp. 39.213.850 dan faktor yang berhubungan kuat dengan kemitraan adalah kepercayaan dan pemasaran yang terjamin.
ANALISIS USAHATANI SALAK ORGANIK DAN ANORGANIK Obi Nurhidayat; Sri Ayu Andayani; Jaka Sulaksana
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v1i1.2761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur biaya usahatani salak organik dan anorganik serta perbandingan pendapatan antara petani salak organik dan anorganik. Penelitian ini dilakukan di Desa Indrakila Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka. Waktu penelitian dari bulan oktober sampai desember 2018. Data yang dikumpulkan merupakan data primer dan data sekunder. Penentuan responden dilakukan dengan cara sensus, dengan jumlah 46 orang yang terdiri 12 petani salak pengguna pupuk organik dan 34 petani salak pengguna pupuk anorganik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan struktur biaya antara budidaya salak organik dan anorganik dalam satu tahun tanam yaitu, total biaya yang dikeluarkan dalam budidaya salak organik sebesar Rp.10.590.271,-/luas lahan atau Rp. 59.581.383,-/ha dan total biaya yang dikeluarkan dalam budidaya salak anorganik sebesar Rp 12.000.309,-/luas lahan atau Rp. 69.020.529,-/ha. Total biaya yang dikeluarkan dalam budidaya salak organik lebih rendah dibandingkan dengan total biaya budidaya salak anorganik. Hal ini disebabkan perbedaan penggunaan pupuk serta tenaga kerja yang digunakan dalam kegiatan usahatani salak organik maupun anorganik. Pendapatan usahatani salak organik dan usahatani salak anorganik sama-sama menguntungkan, namun jika dilihat dari nilai R/C rasio atas biaya total usahatani salak organik lebih tinggi jika dibandingkan usahatani salak anorganik yaitu sebesar 2,38,-/luas lahan dan 2,37 ,-/ha sedangkan usahatani salak anorganik sebesar 2,34,-/luas lahan dan 2,33,-/ha. Perbedaan nilai R/C rasio tersebut dikarenakan penggunaan biaya pada usahatani salak organik lebih efisien jika dibandingkan dengan usahatani salak anorganik.
Optimisasi Pasokan Dalam Usaha Hidroponik Di Titik Tanam Minimal: Supply Optimization In Hydroponic Business At Minimum Planting Point Nur Suciati Ramadan; Muhammad Fahrudin; Ida Marina; Sri Ayu Andayani
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v2i1.5165

Abstract

Penjualan sayuran hidroponik di Saung Hidroponik Wa Adi mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Pendapatan pemilik Saung Hidroponik juga menjanjikan, dengan kisaran antara Rp. 3.000.000 hingga Rp. 4.000.000. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menerapkan strategi efektif guna memaksimalkan pasokan sumber daya dalam usaha hidroponik dengan keterbatasan titik tanam.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis SWOT. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 14 orang, termasuk pemilik dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan dan inovasi dalam budidaya hidroponik memiliki nilai rata-rata antara 3,1 hingga 3,5, yang mengindikasikan kategori tinggi. Artinya, pernyataan tersebut memiliki pengaruh yang paling signifikan. Media sosial seperti WhatsApp dan Facebook juga memiliki pengaruh besar terhadap penjualan sayuran hidroponik. Penjualan maksimal dapat tercapai dengan adanya sumber daya manusia yang berkualitas.
Optimasi Pertanian Bawang Merah: Studi Tentang Pengaruh Faktor Produksi Ida Marina; Sri Ayu Andayani; Dinar Dinar; Agyn Akhmad Gimnastiar
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v2i2.8457

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh faktor produksi terhadap produksi bawang merah. Metode kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner pada 30 petani bawang merah. Hasil menunjukkan bahwa bibit, tenaga kerja, pupuk, dan pestisida mempengaruhi signifikan produksi. Variabel bibit memberikan kontribusi positif terbesar, sedangkan tenaga kerja berkontribusi negatif. Analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut dapat menjelaskan 97,6% variasi produksi bawang merah. Efisiensi usaha dapat ditingkatkan dengan manajemen lahan baik, pemilihan pupuk dan varietas yang tepat, serta pengendalian hama yang efektif. Rekomendasi praktis melibatkan fokus pada dosis dan teknik penggunaan faktor produksi, diversifikasi usaha, dan pemanfaatan teknologi modern. Temuan ini memberikan wawasan tentang peran kunci faktor produksi dalam meningkatkan produksi bawang merah di wilayah tersebut.
EFISIENSI ALOKATIF PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI DALAM USAHATANI BAWANG MERAH (allium ascalonicum L.) DI KECAMATAN ARGAPURA Nadjwa Aulia Fajrin; Akhmad Gimnastiar; Sri Ayu andayani; Sri Umyati
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v3i1.9235

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang paling umum di Indonesia. Kunci utama dalam persaingan adalah peningkatan produktivitas, yang diharapkan akan menghasilkan proses produksi yang lebih efisien dan harga yang lebih kompetitif. Untuk mencapai hasil maksimal, petani perlu memilih dan menggabungkan faktor produksi dengan tepat dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor produksi benih, tenaga kerja, pestisida dan pupuk yang berpengaruh pada produksi usahatani bawang merah di Desa Sukasari Kidul Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka , juga untuk menganalisis efisiensi alokatif penggunaan faktor produksi benih, tenaga kerja, pestisida dan pupuk pada usahatani bawang merah di Desa Sukasari Kidul Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka. Metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data pada tiga puluh petani bawang merah melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji F menunjukkan bahwa benih, pestisida, tenaga kerja, dan pupuk berpengaruh pada jumlah produksi bawang merah secara keseluruhan. Hasil uji T menunjukkan bahwa tenaga kerja, pestisida, dan benih secara signifikan memengaruhi produksi bawang merah, sedangkan faktor pupuk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Sedangkan, Penggunaan input benih dan pestisida masih belum efisien berdasarkan produk marginal petani; input tenaga kerja juga dimasukkan ke dalam kategori tidak efisien.
Co-Authors Aaf Falahudin Aaz Azamudin Tifani Abdul Kholiq Aceng Hidayat Acep Atma Wijaya Adet Sumarna Adi Ferdiana Adi Oksifa Rahma Harti adi oksifa rahma harti Agus Yuniawan Isyanto Agyn Akhmad Gimnastiar Akhmad Gimnastiar Ali Djamhuri Amalia Nur Milla Andre Rivianda Daud Anis Nurul Fitria Arif Hudal Mutakin ARIF MUHAMAD NAWAWI Asep Wahyudin Billy Adrian Fernanda Dadan Ramdani Nugraha Dadan Ramdani Nugraha Dadan Ramdani Nugraha Dandy Nur Afriyandi Dedi Nurjaman Nugraha Dedi Widayat Delis Hadiana Denny Kurniadie Dewi Laelatul Badriah Dewi Lailatul Badriah Dinar Dinar Dinar Dinar Dinar Dinar DINAR, DINAR Engkos Koswara Euis Dasipah Febrian Saputra Fikri Hariz Priatama Gantini, Tuti Gilang Ginanjar Hafni Rizanuddin Nur Hafni Rizanuddin Nur Hanni Hidayati Nafi’ah Harun Sujadi Hendriyana Hendriyan Hilmi Ahmad Ida Marina Ida Marina Ida Marina Ida Marina Ida Marina Ida Marina Iis Barokah Ine Aprianti Ine Aprianti ISMAIL, AGUS YADI Itang Ismannudin Ivan Chofyan Jajang Nurjaman Jaka Sulaksana Karina Agisni Widyastuti Kosasih Sumantri Kosasih Sumantri Kosasih Sumantri Lies Sulistyowati Lies Sulistyowati Muh. Yunus Muhamad Dendi Purwanto Muhamad Hasan Hadiana Muhammad Dadi Priadi Muhammad Fahrudin Nadjwa Aulia Fajrin Nana Rusnadiatman Nur Sophia Sandora Nur Suciati Ramadan Nurhaeni Sikki Obi Nurhidayat Permana, Nendah Siti Purwoko, Agus Reny Sukmawani SISKA NURLAELA SARI Siti Syarah Maesyaroh Sondi Kuswaryan Sri Umyati Suhaeni, Suhaeni Sukmasari, Miftah Dieni Sukron Aminudin Suwari Akhmaddhian Syiffa Safiera Wahono Taufik Zulfikar Tintin Febrianti Tomy Perdana Tuhpahwana P Sendja Ulfa Indah Laela Rahmah Umar Dani Umar Dani Umar Dani Uum Umiyati Yahya Mitra Yayan Hendrayana Yayan Sumekar Yayan Sumekar Yeti Yosa Aisyah Fauziah Yuli Yuliawati Yusup Hidayat Yuyun Yuwariah