Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN KARBON AKTIF ASAL SEKAM PADI DALAM RANSUM DOMBA TERHADAP PRODUKSI GAS TOTAL, KINETIKA GAS, DAN PRODUKSI GAS METANA IN VITRO: The Effect of Activated Carbon from Rice Husk in Sheep Ration on Gas Production, Gas Kinetics, and Methane in Vitro Muhammad Syahril Mauludan; Ujang Hidayat Tanuwiria; Iman Hernaman
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.2162

Abstract

Formulasi ransum ruminansia saat ini tidak hanya memperhatikan pemenuhan kebutuhan nutrien mikroba rumen dan inangya, tetapi juga harus memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh gas metana hasil fermentasi di dalam rumen. Pemanfaatan karbon aktif sekam padi dalam ransum domba diduga memiliki kemampuan mengikat ion hidrogen sebagai salah satu prekursor pembentuk gas metana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karbon aktif sekam padi dakam ransum domba terhadap produksi total gas, kinetika gas, dan produksi gas metana in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat tiga perlakuan, yaitu P0 (0%), P1 (2,5%), P2 (5%) dengan enam ulangan. Data penelitian diolah dengan analisis ragam dan uji berjarak Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan karbon aktif sekam padi sebanyak (2,5%) menghasilkan produksi total gas, kinetika gas, dan produksi gas metana yang relatif sama dengan P0. Penambahan karbon aktif (5%) dalam ransum meningkatkan produksi total gas, kinetika gas, dan produksi gas metana.   Kata kunci: Gas metana, Gas total, Karbon aktif, Kinetika gas, Sekam padi
KECERNAAN DAN FERMENTABILITAS IN VITRO RUMEN PADA RANSUM YANG MENGANDUNG KULIT MANGGA Triana, Mega Eva; Susilawati, Iin; Tanuwiria, Ujang Hidayat
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 13 No 2 (2025): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2025.13.2.102-110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kulit mangga (Mangifera indica L.) dalam ransum terhadap kecernaan dan fermentabilitas pakan dalam rumen domba secara in vitro. Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri dari R0 (60% rumput + 40% konsentrat), R1 (10% kulit mangga + 50% rumput + 40% konsentrat), R2 (20% kulit mangga + 40% rumput + 40% konsentrat), R3 (30% kulit mangga + 30% rumput + 40% konsentrat), dan R4 (40% kulit mangga + 20% rumput + 40% konsentrat). Variabel yang diamati meliputi kecernaan bahan kering dan bahan organik, produksi volatile fatty acids (VFA), dan konsentrasi amonia (NH3). Analisis data menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kulit mangga dalam ransum memiliki pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik, produksi volatile fatty acids (VFA), dan konsentrasi amonia (NH3). Peningkatan proporsi kulit mangga dalam ransum meningkatkan nilai kecernaan bahan kering dari 54,70% (R0) menjadi 61,66% (R4) dan kecernaan bahan organik dari 67,22% (R0) menjadi 74,29% (R4). Konsentrasi VFA menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai tertinggi pada perlakuan R4 sebesar 187,26 mM, sementara konsentrasi NH3 mnurun namun tetap berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan mikroba rumen (5,49-8,88 mM). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kulit manga berpotensi sebagai bahan pakan alternatif yang dapat dimanfaatkan hingga level 40% dalam ransum. ABSTRACT This study was conducted to evaluate the effects of mango peel (Mangifera indica L.) incorporation in rations on digestibility and fermentability parameters in the sheep rumen using an in vitro method. The experiment employed a Completely Randomized Design with five treatments and five replications. Treatment formulations consisted of R0 (60% grass + 40% concentrate), R1 (10% mango peel + 50% grass + 40% concentrate), R2 (20% mango peel + 40% grass + 40% concentrate), R3 (30% mango peel + 30% grass + 40% concentrate), and R4 (40% mango peel + 20% grass + 40% concentrate). Variables observed included dry matter and organic digestibility, volatile fatty acids (VFA) production, and ammonia (NH3) concentration. Data were analyzed using Analysis of Variance, followed by Duncan's Multiple Range Test for treatments showing significant differences. Results demonstrated that mango peel supplementation had significant effects (P<0,05) on all measured parameters. Progressive increases in mango peel proportion systematically improved dry matter digestibility from 54,70% (R0) to 61,66% (R4) and organic matter digestibility from 67,22% (R0) to 74,29% (R4). VFA concentration exhibited significant enhancement with the highest value recorded in treatment R4 at 187,26 mM, while NH3 concentration decreased but remained within the optimal range for rumen microbial proliferation (5,49-8,88 mM). These findings suggest that mango peel shows considerable potential as an alternative feed ingredient that can be effectively incorporated up to 40% level in ruminant rations.
KONSENTRASI DAN KEMURNIAN DNA HASIL EKSTRAKSI RUMPUT ODOT, JAGUNG HIBRIDA, PADI IR64 DAN PADI CIHERANG Rahmah, Vita Amalia; Tanuwiria, Ujang Hidayat; Islami, Romi Zamhir
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 13 No 2 (2025): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2025.13.2.119-126

Abstract

Pemahaman terhadap karakteristik genetik tanaman sangat dibutuhkan dalam pengembangan varietas unggul guna mendukung ketersediaan pakan ternak berkualitas, yang salah satunya dapat dilakukan melalui analisis DNA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi dan kemurnian DNA empat jenis tanaman pakan, yaitu rumput odot, jagung hibrida, padi IR64, dan padi Ciherang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ekstraksi DNA menggunakan Genomic DNA Mini Kit (Plant) dari Geneaid, diikuti dengan pengukuran konsentrasi dan kemurnian DNA menggunakan spektrofotometer NanoDrop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DNA dari seluruh sampel memiliki konsentrasi yang cukup untuk analisis molekuler, yaitu antara 12,5 hingga 75,9 ng/μL. Rasio A260/A280 menunjukkan bahwa DNA jagung hibrida, padi IR64, dan padi Ciherang memiliki tingkat kemurnian yang sesuai standar (1,8–2,0), sementara DNA rumput odot menunjukkan rasio kemurnian rata-rata 1,44 berada di bawah standar kemurnian dan mengindikasikan adanya kontaminasi protein. Dengan demikian, metode ekstraksi menggunakan kit dari Geneaid cukup efektif dalam menghasilkan DNA berkualitas dan siap untuk dilakukan analisis lebih lanjut meskipun untuk rumput odot perlu optimasi lebih lanjut guna memperoleh DNA dengan kemurnian optimal. ABSTRACT Understanding the genetic characteristics of these plants is essential for the development of superior varieties to ensure the availability of quality animal feed, which can be achieved through DNA analysis. This study aimed to analyze the concentration and purity of DNA from four types of forage crops: Pennisetum purpureum cv. Odot (odot grass), hybrid corn, IR64 rice, and Ciherang rice. The methods used included DNA extraction using the Geneaid Genomic DNA Mini Kit (Plant), followed by measurement of DNA concentration and purity using a NanoDrop spectrophotometer. The results showed that all samples yielded DNA with sufficient concentration for molecular analysis, ranging from 12.5 to 75.9 ng/μL. The A260/A280 ratio indicated that the DNA from hybrid corn, IR64 rice, and Ciherang rice met the standard purity range (1.8–2.0), while the DNA from odot grass showed an average purity ratio of 1.44, suggesting protein contamination. Therefore, the Geneaid extraction kit was effective in producing high-quality DNA suitable for further molecular analyses, although additional optimization is required for odot grass to obtain DNA with optimal purity.
PENGARUH PAKAN SUPLEMEN TERHADAP KONSUMSI, KECERNAAN DAN EFISIENSI PRODUKSI SUSU SAPI PERAH LAKTASI DI KELOMPOK TERNAK BOJONG KAWUNG PASIR JAMBU Salsabila, Aleefa Devi; Tanuwiria, Ujang Hidayat; Tasripin, Didin Supriat
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v7i2.2970

Abstract

Rendahnya produktivitas sapi perah laktasi yang disebabkan oleh rendahnya kualitas pakan yang dikonsumsi perlu ditangani dengan adanya perbaikan kualitas pakan. Perbaikan kualitas pakan tersebut dilakukan dengan penambahan pakan suplemen disertai dengan proteksi kandungannya agar kandungan nutrien yang terkandung dalam pakan lolos dari degradasi rumen sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sapi perah laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan suplemen terhadap konsumsi, kecernaan dan efisiensi produksi susu sapi perah laktasi di Kelompok Ternak Bojong Kawung Pasir Jambu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan analisis matematika Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan selama 10 minggu menggunakan 20 ekor sapi perah laktasi dengan periode laktasi 1-2, bulan laktasi 3-5 dan produksi susu 8-14 kg. Perlakuan penelitian terdiri atas R0: 70% hijauan + 30% konsentrat (100% konsentrat), R1: 70% hijauan + 30% konsentrat (97% konsentrat + 3% protein by-pass), R2: 70% hijauan + 30% konsentrat (95% konsentrat + 3% protein by-pass + 2% asam lemak essensial by-pass) dan R3: 70% hijauan + 30% konsentrat (90,7% konsentrat + 3% protein by-pass + 2% asam lemak essensial by-pass + 4,3% mineral organik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan efisiensi produksi susu sapi perah laktasi.Kata kunci: kata kunci terdiri dari 3-6 kata dari istilah-istilah yang dikupas secara khusus pada artikel.
IMBANGAN RUMPUT GAJAH DAN KONSENTRAT MENGANDUNG RUMPUT LAUT TERHADAP pH, KONSENTRASI NH3 DAN VFA TOTAL SECARA IN VITRO Azzahra, Margia; Hidayat, Rahmat; Tanuwiria, Ujang Hidayat; Rosani, Urip
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 13 No 2 (2025): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2025.13.2.185-194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh imbangan rumput gajah dan konsentrat mengandung rumput laut Gracilaria sp dengan level yang berbeda terhadap pH, konsentrasi NH3 dan VFA total menggunakan metode in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, dengan perlakuan yang dicobakan adalah RG1= 80% rumput gajah + 20% konsentrat, RG2= 60% rumput gajah + 40% konsentrat, RG3= 40% rumput gajah + 60% konsentrat, RG4= 20% rumput gajah + 80% konsentrat. Variabel yang diamati yaitu pH, konsentrasi NH3, dan VFA total. Analisis data menggunakan ANOVA dengan bantuan aplikasi SPSS, dilanjutkan uji Duncan untuk melihat perbedaan pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan rataan pH berada pada kisaran RG1= 7,02; RG2= 6,9; RG3= 6,89; RG4= 6,82. Rataan konsentrasi NH3 berada pada kisaran RG1= 5,67; RG2= 5,86; RG3= 5,19; RG4= 3,99 mM. Rataan konsentrasi VFA total berada pada kisaran RG1= 90,4; RG2= 122,61; RG3= 144,69; RG4= 137,04 mM. Analisis ragam menunjukkan imbangan rumput gajah dan konsentrat mengandung rumput laut Gracilaria sp berpengaruh nyata terhadap VFA total, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH dan Konsentrasi NH3. Imbangan terbaik pada penelitian ini yaitu pada perlakuan RG3 dengan imbangan rumput gajah dan konsentrat sebesar (40%:60%). ABSTRACT This study aims to determine the effect of elephant grass and concentrate containing Gracilaria sp seaweed with different levels on pH, NH3 concentration, and total VFA using in vitro methods. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications, with the treatments tested being RG1 = 80% elephant grass + 20% concentrate, RG2 = 60% elephant grass + 40% concentrate, RG3 = 40% elephant grass + 60% concentrate, and RG4 = 20% elephant grass + 80% concentrate. The observed variables were pH, NH3 concentration, and total VFA. Data analysis used ANOVA with the help of the SPSS application, followed by the Duncan test to see the difference in effect between treatments. The results showed that the average pH was in the range of RG1 = 7.02, RG2 = 6.9, RG3 = 6.89, and RG4 = 6.82. The average NH3 concentration was in the range of RG1= 5.67; RG2= 5.86; RG3= 5.19; RG4= 3.99 mM. The average total VFA concentration was in the range of RG1= 90.4, RG2= 122.61, RG3= 144.69, and RG4= 137.04 mM. Analysis of variance showed that the balance of elephant grass and concentrate containing Gracilaria sp seaweed had a significant effect on total VFA, but had no significant effect on pH and NH3 concentration. The best balance in this study was in the RG3 treatment with a balance of elephant grass and concentrate of (40%:60%).
KECERNAAN DAN FERMENTABILITAS DALAM RANSUM DOMBA DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH KULIT PISANG TANDUK (IN VITRO): Digestibility and Fermentability in Sheep Rations with the Addition of Banana Peel Waste (In Vitro) Ghistavera Izvantika; Mansyur; Ujang Hidayat Tanuwiria
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan kulit pisang tanduk dalam ransum terhadap kecernaan dan fermentabilitas secara in vitro pada rumen domba. Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), VFA Total, dan produksi ammonia (NH3). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas penambahan kulit pisang tanduk ke dalam ransum sebanayak 0% (kontrol), 10%, 20%, 30%, dan 40%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penambahan kulit pisang tanduk dalam ransum memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap nilai kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan VFA Total. Perlakuan dengan penambahan 40% kulit pisang tanduk menghasilkan nilai KcBK dan KcBO tertinggi, yaitu masing-masing sebesar 68,69% dan 74,02%. Sementara itu, perlakuan dengan penambahan 30% kulit pisang tanduk menghasilkan VFA dan ammonia (NH3) tertinggi yaitu, masing-masing sebesar 197,68 mM dan 9,60 mM. Dengan demikian, kulit pisang tanduk berpotensi digunakan sebagai bahan pakan alternatif yang dapat meningkatkan efisiensi pencernaan pada ternak ruminansia.   Kata kunci: fermentabilitas, in vitro, kecernaan, kulit pisang, ransum