Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEANDALAN DAN NILAI EKONOMIS DI PENYULANG PUJON PT. PLN (PERSERO) AREA MALANG Fery Praditama; Teguh Utomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.281 KB)

Abstract

Sebagian pemadaman listrik yang terjadi adalah disebabkan oleh gangguan yang ada pada sistem distribusi. Ketidakandalannya setiap komponen peralatan distribusi mempengaruhi kontinuitas penyaluran tenaga listrik dan rugi-rugi yang dialami PLN. Metode Section Technique adalah pengembangan dari metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) yang digunakan untuk melakukan analisis keandalan pada Penyulang Pujon. Analisis nilai Penyulang Pujon berdasarkan energi tidak tersalurkan dari PLN digunakan untuk menghitung kerugian PLN saat terjadi pemadaman. Dengan menggunakan metode Section Technique didapatkan indeks keandalan SAIDI Penyulang Pujon yang bernilai 0,078712287 dimana dapat diperbaiki dengan penurunan laju kegagalan menjadi 0.078429816 atau pemasangan tie switch pada jaringan menjadi 0,060765313. Perbaikan pada indeks keandalan Penyulang Pujon setelah penambahan tie switch juga berbanding lurus dengan berkurangnya kerugian PLN akibat terjadinya pemadaman dari Rp 2.778.609.501 menjadi Rp 2.465.794.065Kata Kunci - Penyulang Pujon,indeks keandalan, section technique, analisis nilai, laju kegagalan, tie switch
ANALISIS KONDISI DAN PREDIKSI UMUR TRANSFORMATOR DAYA DENGAN METODE HEALTH INDEX DI PT. PLN (PERSERO) UI-TJBT UPT PURWOKERTO Kresna Sukma Dewangga; Mochammad Dhofir; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator daya merupakan alat utama dalam suplai energi listrik serta harus beroperasi secara terus menerus. Transformasi daya 60 MVA di PT.PLN (Persero) UI-TJBT UPT Purwokerto beroperasi mengirim energi listrik pada industri besar dan perumahan. Jika transformator ini mengalami gangguan maka banyak sekali kerugian yang dihasilkan. Sebagai salah satu cara untuk mencegah adanya gangguan pada transformator tersebut maka perlu adanya pemeliharaan yang tepat agar kinerja transformator tidak terganggu. Skripsi ini membahas tentang kondisi dan umur transformator daya menggunakan metode health index. Kondisi dan umur transformator daya ditentukan dari nilai health index berdasarkan faktor historis ( untuk waktu operasi termasuk dalam katergori antara 0-3 tahun, pembeban tertinggi terjadi pada bulan oktober sebesar 47%, inspeksi dan pemeliharaan dilakukan setiap satu kali dalam 2 tahun, tidak pernah mengalami gangguan internal sama sekali selama tahun 2018, transformator beroperasi pada sektor indusri, dan transformator sendiri bermerk Pauwels serta berasal dari India ) dan faktor kondisi ( untuk 11 pengujian tegangan tembus minyak yang memenuhi standar, kadar air dalam minyak transformator sebesar 16 ppm, dissolved gas analysis yang terkandung pada minyak transformator memenuhi syarat batas normal, nilai PI untuk pengukuran resistansi isoslasi memenuhi batas PI nominal, resistansi belitan pada sisi tegangan tinggi maupun rendah memberikan pengukuran sesuai standar, pengukuran perbandingan belitan pada 17 tap dan 3 fasa semuanya memenuhi standar, dan dari pengujian tan δ nilai pada winding dan bushing sebesar 0,41% ). Nilai hasil health index diperoleh pada penelitan yaitu sebesar 3,48 dan transformator daya PT.PLN (Persero) UI-TJBT UPT Purwokerto termasuk dalam kondisi bagus, dengan tindakan perawatan normal. Dengan perkiraan transformator dapat bekerja secara optimal hingga 11-15 tahun ke depan. Kata Kunci: Transformator Daya, Healt Index, Kondisi Transformator Daya, Faktor Historis dan Faktor Kondisi.   ABSTRACT Power transformer is the main tool in the supply of electrical energy and must operate continuously. The transformation of 60 MVA power at PT PLN (Persero) UI-TJBT UPT Purwokerto operates to send electricity to large industries and housing. If this transformer is damaged, a lot of losses are generated. As one way to prevent interference with the transformer, proper maintenance is needed so that the performance of the transformer is not interrupted. This thesis discusses the condition and age of power transformers using the health index method. The condition and age of the power transformer are determined from the health index value based on historical factors (for operating time included in the category between 0-3 years, the highest load occurs in October by 47%, inspection and maintenance is carried out once every 2 years, never experienced total internal disturbance during 2018, the transformer operates in the industrial sector, and the transformer itself is branded Pauwels and originates from India) and the condition factor (for 11 tests of breakdown voltage that meets the standards, the water level in the transformer oil is 16 ppm, dissolved gas analysis contained in transformer oil meets the normal limit requirements, PI values ​​for measuring isoslation resistance meet nominal PI limits, winding resistance on the high or low voltage side provides measurements according to the standard, measurement of the ratio of turns on 17 tap and 3 phase all meet the standard, and from testing tan δ value of winding and bushing by 0,41%). The value of the health index results obtained in the study amounted to 3.48 and PT.PLN (Persero) UI-TJBT UPT Purwokerto power transformer is included in good condition, with normal maintenance measures. With an estimated transformer can work optimally for the next 11-15 years. Keywords: Power Tramsformer, Health Index, Power Transformer Condition, Historical Factor and Condition Factor.
ANALISIS TEGANGAN, BEBAN, RUGI-RUGI DAYA PADA PERUBAHAN SISTEM JARINGAN 70KV GI MANISREJO, GI NGANJUK, GI CARUBAN Erlangga Dinda Permana; Hadi Suyono; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan konfigurasi sirkit ganda menjadikan sistem tersebut lebih handal dan memiliki jatuh tegangan yang lebih rendah. Dalam penelitian ini konfigurasi yang awalnya sirkit tunggal dirubah menjadi sirkit ganda dengan menggunakan software ETAP 12.6.0 dan metode yang digunakan dalam analisis aliran daya yaitu Newton Rhapson. Dari hasil analisis aliran daya pada konfigurasi sirkit tunggal beban pada penghantar antara GI Manisrejo dan GI Caruban yaitu 80,65% dari beban maksimum. Ketika dirubah ke konfigurasi sirkit ganda, beban pada penghantar tersebut sebesar 40,25% dari beban maksimum. Pada bus 33 (GI Manisrejo) mempunyai jatuh tegangan sebesar 11,7% dari tegangan nominal saat konfigurasi sirkit tunggal, namun pada konfigurasi sirkit ganda, jatuh tegangan menjadi 9, 007% dari tegangan nominal.Kata kunci : jatuh tegangan, sirkit ganda, transmisi, analisis aliran daya
Penentuan jumlah Optimal Transformator Daya penurun Tegangan Cadangan Menggunakan Metode Distribusi Poisson Pujo Utomo; Mahfudz Shidiq; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peralatan-peralatan tenaga listrik seperti generator, transformator, kabel transmisi, pmt, dll memiliki rata- rata laju kegagalan selama berlangsungnya kehidupan peralatan tersebut [3]. Dalam Sistem kelistrikan konsep keandalan secara umum berhubungan dengan eksistensi keberadaan. Keberadaan suatu peralatan cadangan sangat dibutuhkan sebagai salah satu cara alternafif untuk tetap menjaga sistem operasi walaupun peralatan utama mengalami kegagalan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menentukan jumlah optimal transformator cadangan 150/20 kV dan 70/20 kV yang dibutuhkan pada PT. PLN APP Malang dengan kapasitas transformator terpasang berturut turut adalah 30 unit dan 23 unit. Dengan laju kegagalan per tahun berdasarkan perhitungan IEEE C.57.11-1986 dan waktu perbaikan 1 tahun. Dengan menggunakan metode distribusi poisson berdasarkan kriteria keandalan dan MTBF atau waktu rata-rata transformator beroperasi hingga terjadi kegagalan serta dengan menggunakan metode nilai ekonomi dapat ditentukan jumlah optimal transformator cadangan yang dibutuhkan oleh PT PLN APP Malang. Kata kunci :  Transformator, Laju kegagalan ,  metode distribusi poisson ABSTRACT Electrical equipment such as generator, transformer, line transmission, circuit breaker, etc has a failure rate that varies over the life of that unit. In electrical system, reliability concepts generally related to existence of the equipment. Existence of spare equpment is very needed as an alternatif ways to keep the operating system even the main equipment fail. The purpose of this research is to compute and get the optimal number of spare transformers, 150/20 kV and 70/20 kV  in PT. PLN APP Malang, with the capacity of installed transformers respectively 30 unit and 23 unit. With failure rate based on IEEE C.57.11-1986  and procurement rate 1 year. By using Poisson distribution method which modeled as reliabity and MTBF or average time that transformers operate till fail and also using statistical economic concept the optimal number of spare transformers which needed by PT PLN APP Malang  can be determined Key words : Transformers, failure rate , Poisson distribution Method
Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Gunung Sawur unit 3 Lumajang Rizal Firmansyah; Teguh Utomo; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Gunung Sawur unit 3 berlandaskan pada kebutuhan energi listrik masyarakat Gunung Sawur yang belum terpenuhi. Pembangunan PLTMH ini terletak di Desa Poncosumo Dusun Gunung Sawur di lereng selatan Gunung Semeru Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang dengan memanfaatkan aliran sungai Besuk Semut dari mata air Gunung Semeru. Pada penelitian ini, pengukuran debit air menggunakan metode apung dan pengukuran tinggi jatuh air menggunakan metode water pas. Dari pengukuran debit air dan tinggi jatuh air tersebut, dipergunakan untuk menentukan desain PLTMH unit 3 yang meliputi dimensi pipa pesat, jenis turbin air, dimensi turbin air, dan untuk menentukan kapasitas generator sinkron 3 fasa yang sesuai dengan desain PLTMH Gunung Sawur unit 3 . Hasil perhitungan menunjukkan bahwa potensi daya yang dapat dibangkitkan pada PLTMH Gunung Sawur 3 secara teori adalah sebesar 15,87 kW dengan debit air yang digunakan sebesar 0,463 ⁄ dan ketinggian jatuh air bersih (head nett) 6.24 meter. Dari debit air dan tinggi jatuh air tersebut didapatkan desain pipa pesat dengan panjang 30 meter dan berdiameter 0,453 meter serta dimensi turbin yang berdiameter 30 cm dengan lebar 163 cm. Dari perhitungan daya terbangkitkan sebesar 15,87 kW maka kapasitas generator sinkron 3 fasa yang digunakan sebesar 20 kVA dengan sistem kontrol beban menggunakan ELC berkapasitas 15 kW.Kata Kunci—debit air, ketinggian jatuh air (head), PLTMH Gunung Sawur unit 3, potensi daya, pipa pesat, turbin air, generator
ANALISIS EVALUASI PENINGKATAN KAPASITAS PEMBANGKIT PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) DESA ANDUNGBIRU KECAMATAN TIRIS KABUPATEN PROBOLINGGO Muhammad Edwinsyah Redho; Teguh Utomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit listrik memilki peranan dalam laju pertumbuhan ekonomi di indonesia. Namun pada pertumubuhan ekonomi yang pesat sekarang masih terdapat beberapa wilayah di indonesia yang belum terjangkau listrik oleh PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara). Salah satu solusi dari masalah tersebut adalah pembangunan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) pada wilayah yang memilki potensi air yang  melimpah, salah satunya adalah pada PLTMH Andungbiru kecamatan Tiris kabupaten Probolinggo. Semenjak awal pembangunan PLTMH telah mengalami beberapa perubahan seiring dengan bertambahnya kebutuhan beban  sehingga mendorong pihak pengelola melakukan peningkatan kapasitas pembangkit. Berdasarkan perubahan yang dilakukan perlu dilakukan evaluasi pada PLTMH. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada unit I dan II mengalami peningkatan daya nyata berturut turut sebesar 76,043% dan 30,889%. Berdasarkan standar yang berlaku pada IMIDAP (Integrated Microhydro Development and Application Program) 2009, pada komponen sipil dan mekanikal elektrikal pada PLTMH masih perlu dilakukan perbaikan  pada beberapa komponen sipil. Kata kunci : PLTMH, Evaluasi, Daya Nyata.   ABSTRACT                     Power plants have a role in the rate of economic growth in Indonesia. However, in the rapid economic growth there are still some areas in Indonesia that have not been reached by PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara). One solution of the problem is the development of PLTMH (Micro Hydro Power Plant) in areas with abundant water potential exist in PLTMH Andungbiru Tiris sub-district, Probolinggo regency. Since the beginning of the development of PLTMH has undergone several changes along with the increasing needs of the load so as too urge the manager to increase the capacity of the plant. Based on the changes made need to be evaluated at PLTMH. Based on the evaluation conducted on unit I and II experienced significant increase in real power by 76.043% and 30.889% respectively. Based on the applicable standards on IMIDAP (Integrated Microhydro Development and Application Program) 2009, the civil and mechanical components of electrical at PLTMH still need improvement on some civil components.Keywords: PLTMH, Evaluation, Real Power.
STUDI POTENSI DAN PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT SISTEM OSCILLATING WATER COLUMN DI PANTAI PLENGKUNG, BANYUWANGI Gitawan Dimas Prakoso; Unggul Wibawa; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 7 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konversi energi baru dan terbarukan telah banyak diminati oleh para peneliti, salah satunya menggunakan energi gelombang laut sebagai bahan baku utama. Oscillating water column menjadi pilihan yang baik karena dapat ditempatkan di laut dangkal sehingga mudah dalam pengoprasian, perawatan, dan penyaluran daya listrik yang dihasilkan.Untuk mengetahui besar potensi daya listrik yang dihasilkan PLTGL sistem OWC ini jika di bangun di pantai Plengkung, Banyuwangi maka dilakukan perhitungan dan simulasi berdasarkan data maritim di pantai PlengkungHasil simulasi dan perhitungan didapatkan perkiraan daya listrik yang dapat dibangkitkan oleh PLTGL sistem OWC di pantai Plengkung, Banyuwangi dengan daya maksimum sebesar 40,946 kW dan daya minimum yang dapat dibangkitkan sebesar 8,176 kW.Kata kunci: Pembangkit listrik tenaga gelombang laut, Oscillating water column, pantai plengkung.
ANALISIS JATUH TEGANGAN DAN PENEMPATAN KAPASITOR OPTIMAL PADA PENYULANG ATTAQWA 20 kV GARDU INDUK BEKASI Reza Aliansyah; Mahfudz Shidiq; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 6 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan beban pada sistem distribusi semakin meningkat terus - menerus dan hal ini diikuti dengan peningkatan permintaan suplai daya reaktif. Jika suatu jaringan tidak memiliki sumber daya reaktif di daerah sekitar beban maka semua kebutuhan beban reaktifnya dipikul oleh generator sehingga akan mengalir arus reaktif pada jaringan yang mengakibatkan drop tegangan. Optimal Capacitor Placement (OCP) merupakan salah satu metode yang menjadi sebuah solusi untuk menyelesaikan permasalahan jatuh tegangan dan susut daya pada sebuah sistem ketenagalistrikan. Permasalahan ini merujuk pada penyulang Attaqwa GI Bekasi yang memiliki panjang saluran hampir 111 kms dengan 78 trafo distribusi. Untuk menentukan ukuran dan letak optimal bank kapasitor padasistem distribusi radial terlebih dahulu dilakukan analisa aliran daya dimana hasil aliran daya merupakan input pada proses OCP genetic algorithm (GA). Pada penelitian ini akan dilakukan optimasi penempatan dan ukuran kapasitor bank pada sistem distribusi dengan skenario pembebananexisting dan skenario pembebanan sebesar 80% kapasitas trafo distribusi. Hasil aliran daya skenario pembebanan existing menunjukkan kondisi sistem penyulang masih dalam keadaan baik dimana nilai jatuh tegangan masih dalam batas standar (-10% dan +5%), sedangkan untuk skenario pembebanan trafo sebesar 80% mengalami jatuh tegangan dibawah batas standar pada 35 bus sehingga dilakukan proses optimasi OCP metode GA dengan bantuan ETAP 12.6 yang menghasilkan kompensasi penempatan kapasitor sebanyak 11 kapasitor pada 9 bus dengan ukuran 400 kVAR tiap kapasitornya serta berhasil memperbaiki profil tegangan tiap bus sesuai batas standar dan memperbaiki rugi dayamenjadi 507,1 kW dan 453,6 kVAR.Kata kunci: Jatuh Tegangan, Analisis Aliran Daya, Optimal Capacitor Placement (OCP),Genetic Algortihm (GA), ETAP 12.6.ABSTRACTLoad growth in distribution system increase steadily and is followed by increased demand for reactivepower supply. If a network does not have a reactive power source in around load area then all theneeds of reactive load borne by the generator so that reactive current will flow to the networkresulting in decreased voltage drop. Optimal Capacitor Placement (OCP) is one of method thatbecomes a solution to solve the problem of voltage drop and power loss in an electrical system. Thisproblem refers to feeder Attaqwa of GI Bekasi that has 111 kms length of distribution line with 78distribution transformer. To set the rating and the optimal position of bank capacitor in the radialdistribution system, an analysis of power flow should be done first where the output of power flow willbe the input to the genetic algorithm OCP process. In this reseacrh, the optimation of rating andlocation of capacitor bank into distribution system will be done with the existing loading scenario and80% loading capacity of distribution transformer. The result of power flow with the exisintg laodingscenario shows that the condition of feeder system still in the good condition where the voltage dropvalue still within the standard limits (-10% and +5%), while the result for the second loadingscenario shows that there are voltage drop value under the limits on 35 buses in system so that theOCP process with the GA method carried out wilth help of ETAP 12.6 which resulted incompensation for the placement of 11 capacitors on 9 buses with a size of 400 kVAR for eachcapacitor and succeeded in improving the voltage profile of each bus according to standard limitsand improving power losses to 507.1 kW and 453, 6 kVAR.Keywords: Voltage Drop, Power Flow Analysis, Optimal Capacitor Placement (OCP), GeneticAlgortihm (GA), ETAP 12.6.
ANALISIS STABILITAS STEADY-STATE SISTEM JARINGAN TRANSMISI 150 kV WILAYAH APP MADIUN KARENA PEMBANGUNAN GARDU INDUK NGANJUK BARU 150 kV Try Brojoseto Alkotsar; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini kebutuhan akan daya listrik meningkat sejalan dengan pesatnya kemajuan ekonomi, terutama dalam industri skala kecil hingga skala besar. Akan tetapi, tingkat pembebanan trafo yang ada saat ini kususnya pada daerah jawa timur, beberapa di antarannya telah melampaui dari batas wajar yang di tentukan oleh pln yaitu >80% untuk trafo distribusi serta >60% untuk IBT dengan jumlah trafo sebanyak >60 unit, penambahan gardu induk baru dapat dijadikan jawaban untuk mengurangi rugi-rugi yang dapat ditimbulkan karena masalah ini. Dengan menggunakan analisa load flow pada ETAP yang memakai metode Newton Rahpson menunjukan bahwa ada kenaikan tegangan dengan rata-rata sebesar 0.1315 kV. Rugi-rugi daya yang terjadi setelah pembangunan gardu induk baru juga mengalami penurunan sebesar 0.051 MW dan 1.743 MVAR, serta saat dilakukan kontingensi pada sistem terjadi penurunan rugi-rugi daya berturut-turut pada saluran antara 4-11 dan 6-11 adalah 10.14% dan 10.08%. Kata kunci : Metode Newton Raphson, ETAP, Analisa Load Flow, Kontingensi. ABSTRACT In the mean time electricity demand getting increase with the rapid economic progress, especially in small to large scale industries. However, the current level of loading of the transformer especially in the East Java region, some of which have exceeded the reasonable limit determined by pln, that is above 80% for distribution transformer and above 60% for IBT with more than 60 units, new substation can be built as an answer to reduce losses that caused by this problem. By using load flow analysis in ETAP that uses the Newton Rahpson method shows that there is voltage increase with an average of 0.1315 kV. The power losses that occurred after the construction of the new substation also decreased by 0.051 MW and 1.743 MVAR, and when contingency applied to the system, there is a successive decrease in power losses on the line between 4-11 and 6-11 was 10.14% and 10.08 %. Keywords: Newton Raphson Method, ETAP, Load Flow Analysis, Contingency.
KAJIAN UNJUK KERJA KELISTRIKAN ARESTER PORSELEN DAN ARESTER POLIMER PADA SISTEM TEGANGAN 20 KV M. Iqbal Bayhaqi Fauzi; Mochammad Dhofir; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pengujian arester dalam kondisi kering, nilai arus bocor yang terukur pada arester polimer lebih tinnggi daripada nilai arus bocor pada arester polimer. Tercatat nilai arus bocor pada arester polimer pada pengujian dengan tegangan uji 5 kV sebesar 6.3 μA. Sedangkan untuk nilai arus bocor pada arester porselen nilai tegangan uji yang sama tercatat sebesar 40.5 μA. Untuk pengujian arester dalam kondisi basah, arester diuji menggunakan tegangan 5 kV-20 kV dengan berbagai tingkat pembasahan. Tingkat pembasahan yang digunakan adalah 2.75 – 4.02 liter/menit. Tingkat pembasahan mengacu pada intensitas curah hujan kota Malang. Dalam kondisi basah, nilai arus bocor arester polimer lebih baik dibandingkan nilai arus bocor arester porselen. Pada nilai tegangan uji dan tingkat pembasahan yang sama, nilai arus bocor yang tercatat pada microampermeter sebesar 6070 μA untuk arester porselen dan 38.38 μA untuk arester polimer. Meningkatnya nilai arus bocor pada arester porselen dikarenakan menurunnya nilai resistansi pada permukaan arester. Hal ini disebabkan sifat dari permukaan kedua arester berbeda. Pada pengujian sudut kontak kedua arester, diketahui bahwa arester porselen memiliki sudut kontak sebesar 24.529°. Nilai tersebut masuk dalam kategori hidrofilik. Sedangkan untuk arester polimer sudut kontaknya adalah 109.891°. Berdasarkan perhitungan nilai sudut kontak, arester polimer dikategorikan bersifat hidrofobik atau sifat menolak air.Kunci kunci – arester, porselen, polimer, arus bocor, resistansi permukaan, sudut kontak, hidrofilik, hidrofobik,
Co-Authors Adi Nugroho Pamungkas Aditya Prayoga Agus Supriono Akbar, Muhammad Yoga Rochmanu Akhmad Hasim Aldo Harry Saputra Allaam, Hisyam Ghozi Altajim, Fauzan Aiman Amanda Octavianus Rizky Andreas Parningotan S. Anggie Alvionita Anwi Kusuma Ardi Moh. Yusuf Arief Y., Primanda Arifin, Muhammad Rifat Aji Satria Arizky Erwinsyah Hariyanto Arkan Pradipta Arsy Rahmat Syahbani Assariy, Muhammad Faiz Asyhari, Ahmad Rizky At Tamimi, Riswandha Yusuf Aulia, Fitrah Baskara Heka Syahputra Bernadine, Muhammad Zaidan Bhawiko, Alekhin Muhammad Azhar Candra Mebby Oka Dedy Alfilianto Derry Putranugraha Dhofir, Mochammad Dikma Hartanjung Ditto Adi Permana Dwiky Satrio Wibowo Edi Setiawan Egavania Zerlinda Elisa Gumelar Dennis Erdyan Setyo W. Erlangga Dinda Permana Erlinda Indrayani Faishal, Luthfi Nur Fakhruddin Ar Rozi Farid Rohmadi Fariz Aulia Rifqi Farraz, Dayrry Yozza Febriananda Mulya Pratama Fery Praditama Fikri, Al Hadi Fikri, Zakkiyul Firdausi, Mega Firly Azka Nurhidayah Friska Bakti Novella Gagah Pratama Putra Galih Fajar Wicaksono Gathot Winarso, Gathot Gede Teguh Adi Wedangga Gitawan Dimas Prakoso Goegoes Dwi Nusantoro Haidar Ali Yafie Hamaris, Farhan Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Hery Purnomo Himam, Fanisha Laila I Kadek Dwika Antara I Wayan Ari Mahendra Ifah Dea Hapsyari Ilham Ismail Mochsen ILYAS FATIH RAMADHAN Irfan Madani Pratama Jagad, Mohammad Wahyu Jayadiyuda, I Wayan Angga Jiwandono, Ferdian Ade Kalvin Lentino Kemal Pasha Pramudianto Khurun ‘Ain, n/a Kresna Sukma Dewangga Kurniawan, Ananda Donny Laksono, Mico Norman Lavelia Permata C. Lintang Gadis Ratu Rachellya Lukmanul Hakim Lunde Ardhenta Luthfan Bagus Saputra M. Iqbal Bayhaqi Fauzi M. Yudistya Perdana Ma'arif, Muhammad Thoriqul Maharani, Bella Fathia Mahfudz Shidiq Mahfudz Sidiq Malamansyah, Triamelia Salsabila Markus D. Letik Maulana, Achmad Fazar Arya Maulidina, Nabila Vida Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Moch. Rizki Indra Dwijayanto Mochammad Fattah, Mochammad Mohammad Fahririjal Mubarok, M. Farid Ibnu Muhamad Alif Fatur Rahman Muhamad Andre Agesa Muhammad Arsyad Muhammad Azka Athallah Muhammad Edwinsyah Redho Muhammad Fadhli Dzil Ikram Muhammad Fahmy Madjid Muhammad Faris Hizrian Muhammad Halim Sa’id Muhammad Rif’at Nor Imami Muhammad Sekti Yolansyah Muhammad Wildan D. Muhammad Zakkiyul Fikri Syahara Arifianto Muyassar, Tegar n/a Rizaq n/a Soemarwanto n/a Soeprapto n/a Suyono Nandha Pamadya Putra Nizar Shodiq Novan Ardita Pratama Nur Laili Mufarikha Nurumar Setiyo Agung Pangeran Fatullah Panji Bintang Pamungkas Pradhana, Raka Radithya Praditama, Fery Pramudya, Lembat Aji Pratama, Muhammad Pashya Rifky Priambudi, Ardhito Pudji Purwanti Pujo Utomo Putra Adi Dharma Utama Putra, Deni Dwi Rahman Rachendra, Bima Denatta Rachman Shandy Pratama Radian Hepta Martha Hardaka Rafi Ilham Rahardjo, Muhammad Farid Ramdhony Tofano Murisom Revo Chanavi Mara Rexano B, Leonardo Reza Aliansyah Rif'an, Mochammad Rini Nur Hasanah Rini Nur Hasanah Riswandha Yusuf At Tamimi Rizal Firmansyah Rizki Adhi Priawan Rizki Ashadi Rizky Hamid Robbyansyah Rohmadi, Farid Rohman, Deny Fatkhur Rosyid, Muhammad Ruditta Devianti Sambodo Rila Priambudi Saputra, Didit Sugeng Sari Yuniarti Satrio Wicaksono Sean Yudha Yahya Shiddiq, Muhammad Fatihul Shidqi, Fahruddin Siagian, Alfandri Sinta Pratiwi Soeprapto Soeprapto Suwarno, Nastiti Viononny Suyono, Hadi Syarifasa, Arkananta Sydney, Agnes Amadea Rullynda Timbul Mulia Titis Aridanti Pratiwi Tri Nurwati Try Brojoseto Alkotsar Unggul Wibawa Unggul Wibawa Unggul Wibawa Unggul Wibawa Unggul Wibawa Utomo, Muhamad Adib Nur Utomo, Muhamad Afiq Nur Wahyu Nur Firdausy Warda Islamiyah Wardani, Alya Kusuma Wijono, n/a Wilda Faradina Wisam Abyadha Ibrahim Wisnu Adi Suryo Yanuar Alfa Tri Susanto Yashinta Carolina Dewi Yuda Wastu Yudistira Adi Nugroho Yuka, Helmi Dwi Yulistiono, Irwan Zaidane Alizzah Noufal Zuhdi, Fadhil Ariq Zulfikar Subagio ‘Aqila, M. Farrel Nikkola Putra