Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Susut Teknis Pada Perencanaan Rekonfigurasi Penyulang Kolonel Sugiono GI Kebonagung Area Malang Muhammad Arsyad; Teguh Utomo; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Pada sistem tenaga listrik, susut energi merupakan salah satu ukuran efisien atau tidaknya suatu pengoperasian sistem distribusi tenaga listrik. Susut merupakan kerugian energi akibat masalah teknis dan non teknis pada penyaluran energi listrik. Panjang saluran yang semakin panjang dapat mengakibatkan susut yang besar juga. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan susut teknis dengan merekonfigurasi jaringan sehingga akan diketahui susut teknis pada penyulang ketika sebelum direkonfigurasi dan setelah direkonfigurasi. Perhitungan aliran daya ini menggunakan Newton-Raphson.Rekonfigurasi ini dilakukan dengan memindahkan sebagain beban di penyulang Kolonel Sugiono untuk di suplai di penyulang yang baru yaitu penyulang Tlogowaru. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai susut teknis pada penyulang Kolonel Sugiono 0.32 MW dan 0.3845 MVAR. Susut teknis penyulang Kolonel Sugiono setelah direkonfigurasi adalah 0.048 MW dan 0.059 kVAR. Untuk penyulang baru yaitu penyulang Tlogowaru adalah 0.153 MW dan 0.151 MVAR. Dari perhitungan ini didapatkan pengaruh susut pada penyulang Kolonel Sugiono apabila dilakukan rekonfigurasi jaringan. Dengan adanya rekonfigurasi jaringan ini, susut teknis mengalami penurunan.Kata Kunci—Energi Listrik, Susut Teknis, Transformator, Rekonfigurasi Jaringan, Perbaikan Susut, PSAT Matlab.
PROYEKSI KEBUTUHAN LISTRIK TAHUN 2018-2025 PADA WILAYAH KOTA MALANG DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK LEAP (LONG-RANGE ENERGY ALTERNATIVES PLANNING SYSTEM) Dwiky Satrio Wibowo; Unggul Wibawa; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik sekarang ini memang tidak dapat terelakkan mengingat perkembangan yang berkelanjutan yang diiringi dengan kemajuan teknologi yang cukup pesat dan peningkatan taraf hidup yang tinggi sehingga dapat menyebabkan konsumsi energi listrik meningkat. Untuk itu perlu dilakukan kajian perencanaan tentang proyeksi kebutuhan energi listrik.. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksikan jumlah pelanggan dan kebutuhan energi listrik pada tahun akhir proyeksi tahun 2025. Data-data yang digunakan antara lain jumlah pelanggan dan pemakaian listrik (kWh) di semua sektor tarif pelanggan periode 2014-2017, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) periode yang sama dan beberapa data penunjang lainnya. Data yang sudah diolah nantinya digunakan pada perangkat lunak LEAP (Long-range Energy Alternative Planning system) untuk mendapatkan hasil proyeksi. Permintaan dihitung berdasarkan besarnya aktivitas pemakaian energi listrik dan besarnya pemakaian energi listrik per aktivitas (intensitas energi). Tahun 2017 sebagai tahun dasar perhitungan. Hasil proyeski menunjukkan untuk pertumbuhan jumlah pelanggan mengalami peningkatan pada tahun 2025 yang mencapai 69.747 pelanggan. Untuk proyeksi terhadap kebutuhan energi listrik sendri dari lima sektor pelanggan yang diproyeksikan, terdapat dua sektor pelanggan yang mengalami penurunan konsumsi energi listrik yaitu sektor rumah tangga dan sektor publik yang masing-masing mengalami penurunan sebesar -0,0083% dan -0,027%. Sedangkan untuk peningkatan konsumsi energi listrik paling besar dialammi oleh sektor sosial yaitu sebesar 7,95%. Kata kunci: intensitas energi, LEAP. ABSTRACT The need for electrical energy today is indeed inevitable given the continuous development accompanied by rapid technological advancements and a high increase in living standards that can lead to increased electricity consumption. For this reason, it is necessary to do a planning study on the projections of electrical energy needs. This study aims to predict the number of customers and electricity needs in the final year of projections in 2025. The data used include the number of customers and electricity consumption in all sectors customers for the 2014-2017 period, the same Gross Regional Domestic Product (GRDP) and some other supporting data. Processed data will be used in LEAP (Long-range Energy Alternative Planning system) software to get projected results. Demand is calculated based on the amount of electricity consumption activities and the amount of electricity consumption per activity (energy intensity). 2017 as the base year of calculation. Project results show that the number of customers has increased in 2025, reaching 69,747 customers. For the projections of the electricity demand of the five customer sectors projected, there are two customer sectors that experience a decrease in electricity consumption, namely the household sector and the public sector, which have decreased by -0.0083% and -0.027% respectively. Whereas the largest increase in electricity energy consumption is experienced by the social sector, which is 7.95%. Keyword: intensity energy, LEAP.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PEMANASAN MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP TINGKAT KADAR AIR DAN TEGANGAN TEMBUS Andreas Parningotan S.; Mochammad Dhofir; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 8, No 5 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dielektrik adalah suatu bahan yang memiliki daya hantar arus yang sangat kecil atau bahkan hampir tidak ada, yang dapat berwujud padat, cair dan gas. Salah satu penggunaan dielektrik cair adalah minyak isolasi yang digunakan pada transformator daya, yaitu dalam bentuk minyak mineral. Minyak kelapa sawit menjadi salah satu alternatif untuk menggantikan minyak mineral yang telah digunakan selama lebih dari seratus tahun. Sebelum digunakan sebagai minyak isolasi, minyak kelapa sawit memerlukan pengolahan dan modifikasi untuk meningkatkan kinerja dielektriknya. Penelitian ini akan melihat bagaimana pengaruh pemanasan minyak kelapa sawit terhadap tingkat kadar air dan tegangan tembusnya. Dengan menggunakan oven, akan dilihat besar pengaruh pemanasan terhadap kadar air pada minyak kelapa sawit. Kemudian minyak kelapa sawit yang sudah dipanaskan akan diuji kekuatan dielektriknya, yaitu lewat pengujian tegangan tembus. Dari hasil penelitian didapatkan semakin besar suhu dan lama pemanasan, maka semakin kecil tingkat kadar air yang didapatkan. Adapun tingkat kadar air terendah yang didapatkan sebesar 449 ppm pada pemanasan 70oC selama 60 menit. Penurunan tingkat kadar air mampu  memperbaiki tegangan tembus minyak kelapa sawit, tetapi hanya sampai pada pemanasan suhu 60oC dengan waktu 30 menit. Tegangan tembus yang didapatkan sebesar 30,61 kV. Kata kunci: minyak isolasi, minyak kelapa sawit, kadar air, tegangan tembus.   ABSTRACT Dielectric is a material that has very little or no current conductivity, which can be solid, liquid and gas. One of the uses for liquid dielectrics is the insulating oil used in power transformers, which is in the form of mineral oil. Palm oil is one of the alternatives to replace mineral oil that has been used for more than a hundred years. Before being used as an insulating oil, palm oil requires processing and modification to improve its dielectric performance. This research will look at the effect of heating palm oil on moisture content and its breakdown voltage. By using an oven, it will be seen the effect of heating on the moisture content of palm oil. Then palm oil that has been heated will be tested for its dielectric strength, namely through a breakdown voltage test. From the research results, it was found that the greater the temperature and heating time, the smaller the level of moisture obtained. As for the lowest moisture content level which is obtained at 449 ppm on 70oC in 60 minutes.  The decrease in moisture content can improve the breakdown voltage of palm oil, but only until the heating temperature is 60oC in 30 minutes. The breakdown voltage obtained is 30.61 kV. Keyword: insulating oil, palm oil, moisture content, breakdown voltage.
ANALISIS SENSITIVITAS SISTEM TENAGA LISTRIK UNTUK PENGATURAN TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 KV Fariz Aulia Rifqi; Teguh Utomo; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 5 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKEnergi listrik saat ini terjadi peningkatan yang signifikan seiring meningkatnya penggunaan oleh perindustrian, perkantoran, maupun teknologi. Agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut secara maksimal, makadibutuhkan keandalan sistem distribusi tenaga listrik. Cara mendapatkan tenaga listrik yang berkualitas tinggi adalah dengan mempertahankan tegangan tetap stabil dengan analisis sensitivitas. Analisis ini memungkinkan beberapa variabel yang saling mempengaruhi untuk dianalisis agar tahu nilai yang paling sensitif dari beberapavariabel. Hasilnya diperoleh dengan analisis sensistivitas dapat diketahui jenis variabel yang perubahannya paling berpengaruh dan pengaruhnya terhadap keadaan operasi sistem tenaga listrik. Tindakan kontrol yangpaling efektif untuk mengatasi pelanggaran tegangan pada suatu simpul adalah dengan merubah daya reaktif tegangan pada simpul itu sendiri. Besar tindakan kontrol kompensasi daya reaktif yang dibutuhkan adalahsebanding dengan koefisien sensitivitas diagonal utamanya. Untuk meningkatkan keamanan dan keandalan operasi sistem tenaga listrik 20 kV perlu ditambahkan suatu peralatan kompensasi daya reaktif pada tiapsimpulnya.Kata kunci: Analisis Sensitivitas, Variabel, Pelanggaran Tegangan, Kompensasi Daya Reaktif.ABSTRACTElectrical energy is currently experiencing a significant increase in line with the increasing use by industry,offices, and technology. In order to meet these needs optimally, the reliability of the electric power distributionsystem is needed. The way to get high-quality electric power is to maintain a stable voltage with sensitivityanalysis. This analysis allows several variables that influence each other to be analyzed in order to know themost sensitive value of several variables. The results obtained by sensitivity analysis can be seen which types ofvariables have the most influential changes and their effects on the operating state of the electric power system.The most effective control measure to overcome voltage violations at a node is to change the reactive power ofthe voltage at the node itself. The amount of reactive power compensation control action required is proportionalto the main diagonal sensitivity coefficient. To improve the safety and reliability of the operation of the 20 kVelectric power system, it is necessary to add a reactive power compensation device at each node.Keywords: Sensitivity Analysis, Variable,Voltage violation, Reactive Power Compensation.
ANALISIS PENGARUH JARAK PARALEL DAN PEMANFAATAN ARANG SAWDUST UNTUK MENURUNKAN RESISTANSI PENTANAHAN ELEKTRODA PELAT HORISONTAL I Wayan Ari Mahendra; Mochammad Dhofir; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Elektroda pentanahan merupakan komponen dari sistem pentanahan yang kontak langsung dengan tanah dan merupakan sarana melepaskan atau mengumpulkan setiap arus bocor bumi.. Elektroda pelat memiliki keunggulan yakni resistansinya paling kecil bila dibandingkan dengan elektroda batang maupun pita. Perlakuan tanah menggunakan arang dapat menjadi solusi dan presentasenya dari 2,5% -15% untuk menurunkan resistansi pentanahan. Rasio C/N dan C-Organik tinggi potensial dijadikan arang yang mampu berfungsi sebagai pembenah tanah. Kandungan C/N dan C-Organik limbah serut kayu/sawdust lumayan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jarak paralel antara dua elektroda dan pemanfaatan arang serut kayu/sawdust terhadap besar penurunan nilai resistansi pentanahan elektroda pelat dengan konfigurasi horisontal. Pada media tanah lokasi., nilai resistansi paralel paling besar terdapat pada elektroda model A dengan jarak 100 cm yaitu sebesar 25,00 ohm, sedangkan nilai resistansi paralel paling kecil terdapat pada elektroda model A dengan jarak 400 cm yaitu sebesar 8,06 ohm. Pada media tanah lokasi dengan penambahan arang serut kayu setebal 20 cm, nilai resistansi paralel paling besar terdapat pada elektroda model A dengan jarak 100 cm yaitu sebesar 5,48 ohm, sedangkan nilai resistansi paralel paling kecil terdapat pada elektroda model A dengan jarak 400 cm yaitu sebesar 3,07 ohm. Pada analisis pengaruh penambahan arang serut kayu/sawdust didapatkan bahwa penambahan arang serut kayu dapat menurunkan nilai resistansi pentanahan cukup signifikan Dari hasil pengukuran didapatkan penurunan paling kecil terdapat pada pengukuran elektroda model C dengan jarak paralel 400 cm yaitu sebesar 4,99 ohm (61,91%) sedangkan penurunan paling besar terdapat pada pengukuran elektroda model A dengan jarak paralel 100 cm yaitu sebesar 19,52 ohm (78,08%). Pada analisis konfigurasi penanaman elektroda pelat tunggal secara horisontal didapatkan bahwa semakin luas ukuran (luas permukaan) elektroda, maka semakin kecil nilai resistansi pentanahannya. Kata kunci: elektroda pelat, jarak paralel, konfigurasi horisontal,arang serut kayu/sawdust. Abstract The grounding electrode is a component of an earth system that is in direct contact with the ground and is a means of releasing or collecting any leaky earth currents. In the grounding system it is usually required to carry a large noise current in order to carry the current safely. The plate electrode has the advantage of its smallest resistance when compared to the rod and ribbon electrodes. Soil treatment using charcoal can be the solution and its percentage from 2.5% -15% to decrease the earth resistance. C / N and C-Organic ratios are potential to be charcoal capable of functioning as soil enhancers. The content of C / N and C-Organic waste of wooden / sawdust waste is quite high. The research was aimed to analyze the effect of parallel spacing between two electrodes and the utilization of wood / sawdust charcoal to the big decrease of earth resistance value of plate electrode with horizontal configuration . In the soil media location, the largest parallel resistance value was found in the A model electrode with a distance of 100 cm at 25.00 ohm, while the smallest parallel resistance value was found in the A model electrode with a distance of 400 cm of 8.06 ohm. In the soil medium of the location with the addition of wood-shaved charcoal as thick as 20 cm, the largest parallel resistance value was found in the A model electrode with 100 cm distance of 5.48 ohm, while the smallest parallel resistance value is found in the A model electrode at 400 cm of 3.07 ohm. In the analysis of the effect of the addition of wood / sawdust charcoal, it was found that the addition of wood shaved/sawdust charcoal can decrease the value of the grounding resistance significantly. From the measurement results obtained the smallest decrease found in the measurement of model C electrode with a parallel distance of 400 cm of 4.99 ohm (61.91 %) while the biggest decrease was found in the measurement of electrode of model A with parallel distance 100 cm that is equal to 19.52 ohm (78.08%). In the analysis of buried single plate electrode horizontally configuration, increasingly larger the surface area of electrode, the earth resistance value was smaller Keywords: plate electrodes, parallel spacing, horizontal configuration, wooden / sawdust charcoal.
STUDI PERBANDINGAN PERAMALAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK INDONESIA MENGGUNAKAN ANN DAN ANFIS Elisa Gumelar Dennis; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Abstrak— Peramalan dibutuhkan untuk mengetahui kesiapan pembangkit dan seluruh peralatan penunjang dalam memenuhi kebutuhan serta keseimbangan supply dan demand. Terdapat banyak metode yang dapat digunakan untuk melakukan peramalan, namun saat ini metode yang berkembang adalah metode Artificial Intelligence atau Sistem cerdas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) dan Jaringan Saraf Tiruan (JST), dengan membandingkan output sebagai parameter keakuratan dalam melakukan peramalan. Dua metode ini dibentuk dan dilatih menggunakan data ekonometrik seperti jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Data diperoleh dari RUPTL PLN 2018-2027. Data statistik tahun 2008-2017 digunakan sebagai input dalam melakukan peramalan tahun 2018-2027. Keakuratan peramalan kedua metode ini dievaluasi menggunakan MAE dan RMSE. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, metode JST menghasilkan MAE sebesar 0,4779 TWh, RMSE sebesar 0,6068 TWh, dan error rata-rata per tahun sebesar 0,1482%. Sedangkan metode ANFIS menghasilkan MAE sebesar 19,3614 TWh, RMSE sebesar 26,6287 TWh, dan error rata-rata per tahun sebesar 5,2206%. Kata Kunci— Peramalan Kebutuhan Energi Listrik, Sistem Cerdas, Jaringan Saraf Tiruan, ANFIS
Analisis Jatuh Tegangan Dan Rugi Daya Sistem Transmisi 70kV Pada PLTA Sengguruh- GI Kebonagung Serta Upaya-Upaya Perbaikannya Gagah Pratama Putra; Teguh Utomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi penyediaan dan keandalan listrik telah menjadi indikator pertumbuhan ekonomi nasional. Sistem tenaga listrik yang andal dan berkualitas baik serta memenuhi standar mempunyai kontribusi yang sangat penting bagi masyarakat. Meningkatnya usaha di bidang industri yang umumnya bersifat induktif menyebabkan terjadinya rugi tegangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi tegangan dan rugi daya pada sistem transmisi 70kV pada PLTA Sengguruh-GI Kebonagung agar sesuai dengan standar toleransi sebesar +5% s/d -10%. Perbaikan jatuh tegangan dan rugi daya ini bisa dilakukan dengan injeksi daya reaktif melalui kapasitor.Kondisi tegangan pada saat ini belum memenuhi toleransi tegangan yang telah ditetapkan PT. PLN (Persero) sebesar +5% s/d -10%. Tegangan di GI Kebonagung sebesar 67,4 kV, GI Sengguruh sebesar 61,97 kV, GI Turen sebesar 62,62 kV, GI Gampingan sebesar 61,91 kV, GI Karangkates sebesar 60,28 kV, dan rugi daya total sebesar 3,60 MW dan 6,66 MVAR.Upaya perbaikan dengan pemasangan kapasitor di GI Sengguruh sebesar 51,11 MVA telah berhasil memenuhi toleransi tegangan. Tegangan di GI Sengguruh sebesar 67,4 kV (naik 5,43 kV), GI Turen sebesar 65,04 kV (naik 2,42 kV), GI Gampingan sebesar 67,21 kV (naik 5,30 kV), GI Karangkates sebesar 65,86 kV (naik 5,58 kV), dan rugi daya total sebesar 3,25 MW dan 6,05 MVAR (turun 0,35 MW dan 0,61 MVAR). Upaya perbaikan dengan pemasangan kapasitor di GI Turen sebesar 50,46 MVA belum berhasil memenuhi toleransi tegangan, dikarenakan tegangan di GI Karangkates masih melebihi toleransi tegangan. Tegangan di GI Sengguruh sebesar 64,36 kV (naik 3,04 kV), GI Turen sebesar 67,4 kV (naik 4,78 kV), GI Gampingan sebesar 64,42 kV (naik 2,51 kV), GI Karangkates sebesar 62,75 kV (naik 2,47 kV), dan rugi daya total sebesar 3,46 MW dan 6,42 MVAR (turun 0,14 MW dan 0,24 MVAR). Upaya perbaikan dengan pemasangan kapasitor di GI Gampingan sebesar 50,52 MVA telah berhasil memenuhi toleransi tegangan. Tegangan di GI Sengguruh sebesar 67,19 kV (naik 5,22 kV), GI Turen sebesar 65,13 kV (naik 2,51 kV), GI Gampingan sebesar 67,4 kV (naik 5,49 kV), GI Karangkates sebesar 65,65 kV (naik 5,37 kV), dan rugi daya total sebesar 3,25 MW dan 6,06 MVAR (turun 0,35 MW dan 0,60 MVAR). Upaya perbaikan dengan pemasangan kapasitor di GI Karangkates sebesar 38,34 MVA telah berhasil memenuhi toleransi tegangan. Tegangan di GI Sengguruh sebesar 65,99 kV (naik 4,02 kV), GI Turen sebesar 64,42 kV (naik 1,80 kV), GI Gampingan sebesar 65,84 kV (naik 3,93 kV), GI Karangkates sebesar 67,4 kV (naik 7,12 kV), dan rugi daya total sebesar 3,73 MW dan 6,42 MVAR (naik 0,13 MW dan turun 0,24 MVAR).Dari data dan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pemasangan kapasitor yang paling optimal adalah di GI Sengguruh karena dapat menaikkan tegangan terbesar dan memiliki total rugi daya sistem terkecil.Kata kunci – Jatuh tegangan, rugi daya, kapasitor.
KAJIAN EKONOMIS KERUGIAN LISTRIK PLN AKIBAT PENCURIAN DENGAN METODE MERUBAH MCB DAN MEMPENGARUHI PENGUKURAN PADA KWH METER Muhammad Sekti Yolansyah; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, terdapat banyak kasus pencurian atau pelanggaran pemakaian listrik dengan beragam cara. Hal ini menyebabkan PLN mengalami kerugian karena pencurian listrik sebesar Rp 1,5 triliun per tahun.Pencurian listrik yang berfokus pada kWh meter ada berbagai macam, diantaranya dengan merubah pada sisi MCB dan menambahkan jarum pada kWh meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kWh yang tercatat jika instalasi dipasang secara normal dengan instalasi yang sudah diubah dengan merubah pada sisi MCB, menambahkan jarum, dan membandingkan nilai ekonomis yang seharusnya diperoleh PLN  ketika kWh meter dipasang normal dan kWh meter diubah. Metode yang digunakan dalam penelitian untuk pengukuran normal yaitu sebanyak 6 kali putaran piringan dan menggunakan 5 variasi beban,; pengukuran dengan merubah MCB dan menambahkan jarum sama dengan pengukuran normal, hanya saja pada saat merubah MCB merubah 2 A menjadi 4 A, dan pada saat  menambahkan jarum, piringan ditempeli jarum. Hasil penelitian didapatkan rata-rata selisih nilai eror antara kWh meter yang terpasang normal dengan yang sudah diubah pada sisi MCB sebesar 0, dan kWh meter yang terpasang normal dengan yang sudah diubah menambahkan jarum sebesar -44.1586. Selisih total biaya pemakaian listrik selama satu bulan untuk kWh meter normal dengan yang sudah diubah pada sisi MCB adalah sebesar Rp. 165.914.-, dan untuk selisih kWh meter normal dengan yang sudah ditambahkan jarum sebesar Rp. 58.610.-   Kata kunci: kWh Meter, Pencurian, Eror, Biaya pemakaian.   ABSTRACT Today, there were many cases of theft or infringement of electricity in various ways. This was caused PLN to suffer losses due to the theft of electricity amounting to Rp 1.5 trillion per year. Electrical theft focused on kWh meter there were various kinds, such as by changing the side of the MCB and adding a needle on the kWh meter. The objective of this study were found out the recorded kWh ratio if the installation was installed normally with a modified installation by changing on the MCB side, adding a needle, and comparing the economic value that PLN should had obtained when the kWh meter was installed normally and the kWh meter was changed. The method used in the research for normal measurement  as much as 6 times the rotation of the disk and used 5 variations of load ; the measurement by changing the MCB and adding the needle was the same as the normal measurement, only when changing the MCB changes 2 A to 4 A, and when adding the needle, the disk was plugged with a needle. The result showed that the average of error difference between kWh meter that was installed normally with that has been changed on the side of MCB is 0, and kWh meter installed with normal that has been changed add needle equal to -44.1586. The difference in total cost of electricity for one month for normal kWh meter with which has been changed on the MCB side was Rp. 165.914.-, and for the normal kWh meter difference with the added needle of Rp. 58.610.- Keywords: kWh Meter, Theft, Error, Usage fee.
SISTEM MONITORING PANEL SURYA SEBAGAI SUMBER ENERGI POMPA AIR HIDROPONIK BERBASIS INTERNET OF THINGS Muhammad Rif’at Nor Imami; Lunde Ardhenta; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan panel surya sebagai sumber energi alternatif di Indonesia sudah mulai digunakan oleh segelintir orang. Maka dari itu menjadi sebuah hal yang penting untuk melakukan pemantauan parameter yang ada pada pemanfaatan energi. Pemantauan ini dilakukan dengan tujuan riset dan pengembangan agar pemanfaatan energinya menjadi optimal dan sesuai dengan yang diinginkan. Untuk melaksanakan pemantauan dari parameter panel surya ini diperlukan sebuah sistem rancang bangun yang dapat merasakan dan menampilkan tegangan, arus dan daya. Sistem yang dapat diaplikasikan dengan mudah dan dapat memberikan data yang akurat. Sistem ini juga dibuat mudah dilihat dan dibaca oleh penggunanya secara langsung pada waktu nyata dalam jarak jauh sekalipun. Pada penelitian ini penulis akan membuat sebuah rancang bangun sistem pemantauan parameter panel surya yang mengacu pada objek penelitian sebelumnya tentang pemanfaatan energi matahari pada pompa air hidroponik. Dengan menggunakan sensor yang dapat membaca parameter elektrik dengan mudah dan menggunakan konsep internet of things sebagai media untuk menampilkan data pada sebuah antarmuka. Selain itu akan ditambahkan kontrol pompa air melalui antarmuka internet of things sehingga pengguna dapat mengendalikan pompa air dari jarak jauh. Kata Kunci– Antarmuka, internet of things, panel surya, pemantauan, pompa air.ABSTRACTThe use of solar panels as an alternative energy source in Indonesia has begun to be used by a handful of people. Therefore, it becomes an important thing to monitor the parameters that exist in energy utilization. This monitoring is carried out with the aim of research and development so that the energy utilization is optimal and as desired. To carry out monitoring of the parameters of this solar panel, a design system is needed that can sense and display voltage, current and power. Systems that can be applied easily and can provide accurate data. This system is also made easy to see and read by the user in real time even in a long distance. In this study, the author will make a design and build a solar panel parameter monitoring system that refers to the object of previous research on the use of solar energy in hydroponic water pumps. By using sensors that can read electrical parameters easily and use the concept of the internet of things as a medium for displaying data on an interface. In addition, water pump control will be added via the internet of things interface so that users can control the water pump remotely. Indeks Terms– Interface, Internet of Things, Monitoring, Solar panels, Water pump
ANALISIS PEMBEBANAN 3 FASA SEIMBANG DAN TIDAK SEIMBANG TERHADAP TEGANGAN KELUARAN TRANSFORMATOR HUBUNGAN TEASER (T-T) Panji Bintang Pamungkas; Hery Purnomo; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada transformator tiga fasa terdapat hubungan khusus untuk pengoperasian transformator tiga fasa hanya menggunakan dua buah transformator, sebagai contohnya transformator teaser (T-T). Transformator ini memakai 2 buah transformator satu fasa yang sama serta dihubung khusus dengan tap pusatnya. Kumparan primer maupun sekunder transformator T2 di tap sebesar 86,6% dan tap ini terhubung ke tap pusat pada kumparan yang sesuai di transformator T1. Dalam hubungan ini T1 disebut transformator utama dan T2 disebut transformator teaser. Tegangan masukan sistem tiga fasa nantinya akan menghasilkan dua buah tegangan tertinggal 90° pada kumparan primer transformator. Tegangan fasa kumparan primer ini menghasilkan tegangan keluaran kedua yang juga berbeda 90°. Tegangan keluaran kedua ini akan digabung ulang menjadi tegangan keluaran tiga fasa.  Pada umumnya beban yang dilayani suatu transformator diusahakan seimbang. Dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik terjadi pembagian beban yang pada awalnya merata, tetapi karena ketidak serempakan waktu penyalaan beban maka menimbulkan ketidakseimbangan beban yang berdampak pada penyediaan tenaga listrik, dimana ketidakseimbangan beban ini akan mempengaruhi tegangan keluaran pada transformator. Kata kunci: teaser, Tegangan keluaran, Beban seimbang, Beban tidak seimbang ABSTRACTIn a three-phase transformer there is a particular connection for the operation of a three-phase transformer using only two transformers, in example 3-phase T connected transformers. This transformer uses 2 identical single-phase transformers and is connected specifically to the center tap. The primary and secondary T2 transformer coils are taped at 86.6% and this tap is connected to the center tap (50%) on the appropriate coil in the T1 transformer. In this connection T1 is called the main transformer and T2 is called the teaser transformer. The input voltage of the three-phase system will produce two voltages left behind 90 ° on the transformer primary coil. The phase voltage of this primary coil produces a second output voltage which also differs 90°. This second output voltage will be recombined into a three-phase output voltage. Mostly the load that is served by a transformer is balanced. In supplying the demand for electricity there is an equal distribution of the load at first, but because of the unequal load ignition time, it causes an imbalance of the load which affects the supply of electricity, which is this imbalance load will affect the output voltage of the transformer.Keyword: 3-phase connected, Output voltage, Balance load, Unbalanced load
Co-Authors Adi Nugroho Pamungkas Aditya Prayoga Agus Supriono Akbar, Muhammad Yoga Rochmanu Akhmad Hasim Aldo Harry Saputra Allaam, Hisyam Ghozi Altajim, Fauzan Aiman Amanda Octavianus Rizky Andreas Parningotan S. Anggie Alvionita Anwi Kusuma Ardi Moh. Yusuf Arief Y., Primanda Arifin, Muhammad Rifat Aji Satria Arizky Erwinsyah Hariyanto Arkan Pradipta Arsy Rahmat Syahbani Assariy, Muhammad Faiz Asyhari, Ahmad Rizky At Tamimi, Riswandha Yusuf Aulia, Fitrah Baskara Heka Syahputra Bernadine, Muhammad Zaidan Bhawiko, Alekhin Muhammad Azhar Candra Mebby Oka Dedy Alfilianto Derry Putranugraha Dhofir, Mochammad Dikma Hartanjung Ditto Adi Permana Dwiky Satrio Wibowo Edi Setiawan Egavania Zerlinda Elisa Gumelar Dennis Erdyan Setyo W. Erlangga Dinda Permana Erlinda Indrayani Faishal, Luthfi Nur Fakhruddin Ar Rozi Farid Rohmadi Fariz Aulia Rifqi Farraz, Dayrry Yozza Febriananda Mulya Pratama Fery Praditama Fikri, Al Hadi Fikri, Zakkiyul Firdausi, Mega Firly Azka Nurhidayah Friska Bakti Novella Gagah Pratama Putra Galih Fajar Wicaksono Gathot Winarso, Gathot Gede Teguh Adi Wedangga Gitawan Dimas Prakoso Goegoes Dwi Nusantoro Haidar Ali Yafie Hamaris, Farhan Hari Santoso Harry Soekotjo Dachlan Hery Purnomo Himam, Fanisha Laila I Kadek Dwika Antara I Wayan Ari Mahendra Ifah Dea Hapsyari Ilham Ismail Mochsen ILYAS FATIH RAMADHAN Irfan Madani Pratama Jagad, Mohammad Wahyu Jayadiyuda, I Wayan Angga Jiwandono, Ferdian Ade Kalvin Lentino Kemal Pasha Pramudianto Khurun ‘Ain, n/a Kresna Sukma Dewangga Kurniawan, Ananda Donny Laksono, Mico Norman Lavelia Permata C. Lintang Gadis Ratu Rachellya Lukmanul Hakim Lunde Ardhenta Luthfan Bagus Saputra M. Iqbal Bayhaqi Fauzi M. Yudistya Perdana Ma'arif, Muhammad Thoriqul Maharani, Bella Fathia Mahfudz Shidiq Mahfudz Sidiq Malamansyah, Triamelia Salsabila Markus D. Letik Maulana, Achmad Fazar Arya Maulidina, Nabila Vida Moch Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Moch. Dhofir Moch. Rizki Indra Dwijayanto Mochammad Fattah, Mochammad Mohammad Fahririjal Mubarok, M. Farid Ibnu Muhamad Alif Fatur Rahman Muhamad Andre Agesa Muhammad Arsyad Muhammad Azka Athallah Muhammad Edwinsyah Redho Muhammad Fadhli Dzil Ikram Muhammad Fahmy Madjid Muhammad Faris Hizrian Muhammad Halim Sa’id Muhammad Rif’at Nor Imami Muhammad Sekti Yolansyah Muhammad Wildan D. Muhammad Zakkiyul Fikri Syahara Arifianto Muyassar, Tegar n/a Rizaq n/a Soemarwanto n/a Soeprapto n/a Suyono Nandha Pamadya Putra Nizar Shodiq Novan Ardita Pratama Nur Laili Mufarikha Nurumar Setiyo Agung Pangeran Fatullah Panji Bintang Pamungkas Pradhana, Raka Radithya Praditama, Fery Pramudya, Lembat Aji Pratama, Muhammad Pashya Rifky Priambudi, Ardhito Pudji Purwanti Pujo Utomo Putra Adi Dharma Utama Putra, Deni Dwi Rahman Rachendra, Bima Denatta Rachman Shandy Pratama Radian Hepta Martha Hardaka Rafi Ilham Rahardjo, Muhammad Farid Ramdhony Tofano Murisom Revo Chanavi Mara Rexano B, Leonardo Reza Aliansyah Rif'an, Mochammad Rini Nur Hasanah Rini Nur Hasanah Riswandha Yusuf At Tamimi Rizal Firmansyah Rizki Adhi Priawan Rizki Ashadi Rizky Hamid Robbyansyah Rohmadi, Farid Rohman, Deny Fatkhur Rosyid, Muhammad Ruditta Devianti Sambodo Rila Priambudi Saputra, Didit Sugeng Sari Yuniarti Satrio Wicaksono Sean Yudha Yahya Shiddiq, Muhammad Fatihul Shidqi, Fahruddin Siagian, Alfandri Sinta Pratiwi Soeprapto Soeprapto Suwarno, Nastiti Viononny Suyono, Hadi Syarifasa, Arkananta Sydney, Agnes Amadea Rullynda Timbul Mulia Titis Aridanti Pratiwi Tri Nurwati Try Brojoseto Alkotsar Unggul Wibawa Unggul Wibawa Unggul Wibawa Unggul Wibawa Unggul Wibawa Utomo, Muhamad Adib Nur Utomo, Muhamad Afiq Nur Wahyu Nur Firdausy Warda Islamiyah Wardani, Alya Kusuma Wijono, n/a Wilda Faradina Wisam Abyadha Ibrahim Wisnu Adi Suryo Yanuar Alfa Tri Susanto Yashinta Carolina Dewi Yuda Wastu Yudistira Adi Nugroho Yuka, Helmi Dwi Yulistiono, Irwan Zaidane Alizzah Noufal Zuhdi, Fadhil Ariq Zulfikar Subagio ‘Aqila, M. Farrel Nikkola Putra