Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Junior Medical Journal

Pengaruh Fermentasi Madu (Apis Mellifera) Terhadap Histologi Pankreas Tikus Yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjaunnya Menurut Pandangan Islam Maudina Mahlani; Restu Syamsul Hadi; Firman Arifandi; Samsul Mustofa
Junior Medical Journal Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i1.3806

Abstract

Kanker adalah perubahan yang abnormal dalam perkembangan sel yang berkembang menjadi keganasan dalam jaringan manusia. Sel-sel ini berkapasitas untuk memperbanyak diri serta menyebar ke berbagai bagian tubuh yang berakibat mematikan. Cisplatin sebagai terapi kanker juga memiliki efek samping pada jaringan pankreas. Sehingga madu digunakan sebagai peminimalisir efek samping. Penelitiaan ini adalah penelitian eksperimental yang dengan design “posttest-only control group design” yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi madu terhadap gambaran histologi jaringan pankreas akibat paparan cisplatin. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok kontrol eksperimen dari tikus putih galur wistar jantan berumur 2,5 tahun sebagai populasi dan sampel penelitian yang akan diberikan fermentasi madu dengan variasi dua dosis (5% dan 10%) dan diamati selama 10 hari lalu diinduksi cisplatin dengan dosis 5ml/kgbb. Analisis data menggunakan one way ANOVA dan Uji Pos Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbaikan gambaran histopatologi pankreas tikus terjadi pada kelompok 3 dengan pemberian fermentasi madu 5% dan luas pulau langerhans kelompok yang diberikan fermentasi madu 5% dan 10% memiliki luas yang paling mirip dengan kelompok normal. Sehingga menyimpulkan bahwa pemberian fermentasi madu 5% sebagai dosis efektif mampu memperbaiki jaringan pankreas. Dalam pandangan islam, pengobatan diperbolehkan dengan tujuan yang baik yaitu mengobati sebagaimana halnya cisplatin. Fermentasi madu sebagai pengobatan alami yang diciptakan Allah SWT dapat meminimalisir efek samping cisplatin.
The Effect of Honey Fermentation on the Cell Appearance in the Seminiferous Tubule Wall of Rats Induced by Cisplatin Ulviena, Lulu; Hadi, Restu Syamsul
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i2.3917

Abstract

Background: Cisplatin is the most effective cancer treatment used in chemotherapy. Cisplatin works by inducing oxidative stress, but it also has toxic side effects on healthy cells in the male reproductive organs. Therefore, there is a need for a solution to reduce the side effects of cisplatin. Honey fermentation is a natural substance that can reduce the toxicity of cisplatin. Honey is known as “The food of God” which is a gift of sustenance from Allah SWT due to its extraordinary benefits. Methodology: This study utilized primary data with an experimental posttest-only control group design conducted in vivo. The research involved four experimental groups of rats: a control group without any treatment, a cisplatin group, a 5% honey fermentation group exposed to cisplatin, and a 10% honey fermentation group exposed to cisplatin. All rats were weighed before, during, and after the treatment. Subsequently, HE staining was performed for both descriptive and quantitative observations. Results: Honey fermentation can provide a protective effect on primary spermatocytes and Leydig interstitial cells, almost reaching normal levels. The highest improvement was observed in the 5% honey fermentation group for primary spermatocytes and the 10% group for Leydig interstitial cells. Conclusion: Honey fermentation administration can be protective for testicular organ cells against the side effects of cisplatin. From an Islamic perspective, Allah has created honey for consumption, as mentioned in Surah An-Nahl.
Pengaruh Fermentasi Madu Terhadap Ukuran Diameter Glomerulus Ginjal Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin Hadi, Restu Syamsul; Rofilah, Dian
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i3.4725

Abstract

Pendahuluan : Cisplatin sebagai pengobatan kemoterapi dinilai cukup efektif dalam berbagai terapi penyakit kanker. Cisplatin berinteraksi dengan DNA yang dapat menyebabkan terganggunya proses transkripsi DNA sehingga terjadi apoptosis baik pada sel kanker maupun sel-sel yang sehat. Hal ini menyebabkan timbulnya toksiksitas pada sel yang sehat, maka perlu adanya proteksi untuk menghambat efek samping cisplatin. Penggunaan fermentasi madu sebagai bahan alami dapat menurunkan efek samping cisplatin. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental secara in vivo menggunakan jenis desain posttest-only control group design. Penelitian ini memiliki 5 kelompok percobaan yaitu, kelompok kontrol tanpa perlakuan, kelompok kontrol yang diinduksi sel HSC-3, kelompok induksi sel HSC-3 dengan cisplatin, kelompok perlakuan fermentasi madu 5% dengan induksi sel HSC-3 dan paparan cisplatin, serta kelompok perlakuan fermentasi madu 10% dengan induksi sel HSC-3 dan paparan cisplatin. Setelah itu dilakukan pewarnaan HE dan dilakukan pengamatan secara kuantitatif. Hasil : Fermentasi madu dapat mempertahankan ukuran diameter glomerulus tetap normal. Simpulan : Fermentasi madu dapat dijadikan sebagai agen nefroprotektif terhadap efek samping cisplatin.
Pengaruh Fermentasi Madu terhadap Gambaran Histologi Pankreas pada Tikus Penderita Kanker yang Diinduksi Cisplatin dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Hadi, Restu Syamsul; Novita Sari, Sonia; Marhamah, Siti; Mustofa, Samsul
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4628

Abstract

Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal yang mana sel tersebut dapat tumbuh dan menyebar pada bagian tubuh lainnya bahkan dapat menyebabkan kematian. Cisplatin sebagai pengobatannya memiliki efek samping terhadap organ lain. Sehingga madu digunakan untuk meminimalisir efek samping dari cisplatin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain posttest-only control group dengan menggunakan tikus putih galur wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Sampel penelitian akan diinduksikan sel HSC-3 lalu diberikan dua dosis fermentasi madu (5% dan 10%) dan diamati selama 10 hari. Setelah itu diinduksikan cisplatin. Analisis data dilakukan menggunakan uji one way ANOVA dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian pada skoring kerusakan sel terdapat perbaikan pada kelompok 5 dengan pemberian fermentasi madu 10% dengan gambaran sel histologi pankreas adanya nekrosis dan degenerasi minim. Serta untuk luas pulau langerhans kelompok yang diberikan fermentasi madu 10% memiliki luas yang paling mirip dengan kelompok normal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi madu 10% efektif untuk memperbaiki jaringan pankreas. Dalam pandangan Islam, wajib hukumnya untuk menjaga kesehatan. Fermentasi madu sebagai obat alami yang dituliskan dalam Surah An-Nahl dapat digunakan untuk meminimalisir efek samping dari penggunaan cisplatin.