Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Leveraging the Quadruple Helix for Sustainable Change in Higher Education Fitriyah, Shafa Maliya; Hadi, Saiful; Elmhemit, Hüseyin
JURNAL AL-TANZIM Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/al-tanzim.v9i1.9761

Abstract

This study aims to analyze the role of the Quadrupel Helix model in strengthening the quality of Islamic higher education. The type of research used is qualitative research with a case study approach. Data collection techniques used include interviews, observations, and documentation. The data analysis process is carried out through three stages, namely data reduction, data presentation, and data verification, with an inductive, deductive, and comparative approach. The results of the study indicate that the application of the Quadrupel Helix model in the transformation of the State Islamic Institute (IAIN) into the State Islamic University (UIN) can strengthen the transition process through the synergy of four leading actors. First, government actors play a role in making regulations that facilitate changes in higher education levels. Second, industry actors function to establish cooperation in academic development. Third, academic actors are responsible for managing quality education services. Finally, community actors play a role as active supporters in educational activities. This study provides important implications for the development of Islamic higher education through the application of the Quadrupel Helix model as a strategic foundation for improving academic quality, expanding networks, and creating synergy between government, industry, academics, and society. 
STRATEGI DIGITAL MARKETING PUNTANG COFFEE DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS DI TIKTOK (Studi Kasus Media Sosial TikTok @puntangcoffee.id) Syahrul Firmansah; Saiful Hadi; Affan Neskisyah Ramadhan; Hendar Rubedo
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 1 No. 3 (2025): Vol. 1 No. 3 : Edisi September 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v1i3.1314

Abstract

Fenomena meningkatnya penggunaan TikTok sebagai media promosi dan penjualan menghadirkan peluang besar bagi berbagai brand, termasuk Puntang Coffee. Namun, strategi digital marketing yang diterapkan oleh Puntang Coffee menunjukkan adanya penurunan efektivitas, terlihat dari inkonsistensi performa konten dan rendahnya capaian brand awareness. Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan efektivitas digital marketing dalam meningkatkan daya saing UMKM, membangun brand awareness, dan memperkuat loyalitas pelanggan melalui media sosial. Akan tetapi, sebagian besar penelitian tersebut berfokus pada Instagram atau platform digital lain, sehingga belum banyak yang mengkaji secara mendalam strategi digital marketing berbasis TikTok pada brand kopi premium. Inovasi penelitian ini adalah menganalisis strategi digital marketing Puntang Coffee melalui TikTok dengan pendekatan Integrated Marketing Communication (IMC), yang menekankan storytelling, keaslian konten, identitas merek, serta pemanfaatan fitur TikTok Shop dan hashtag khas #PantangPulangTanpaKopiPuntang. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, implementasi, dan evaluasi strategi digital marketing Puntang Coffee dalam membangun brand awareness di TikTok. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis tematik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Puntang Coffee terbukti mampu menjaga eksistensi merek dan meningkatkan interaksi audiens melalui konten kreatif berbasis tren TikTok. Namun, keberhasilan tersebut masih menghadapi tantangan berupa konsistensi dan keberlanjutan inovasi konten agar pertumbuhan brand awareness dapat dipertahankan di tengah persaingan digital yang semakin ketat. Kata kunci: Digital Marketing, Brand Awareness, TikTok, Puntang Coffee, IMC
ANALISIS FORMULASI STRATEGI BERBASIS SWOT ISLAMI Urmilawati, Suci; Hadi, Saiful
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 10, No 3 (2025): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v10i3.220-234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan formulasi strategi berbasis SWOT dalam perspektif Islam, khususnya pada lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada pengembangan lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif pustaka (library research), dengan menelaah berbagai literatur, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa analisis SWOT Islami tidak hanya berfungsi untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, tetapi juga menjadi sarana integrasi antara nilai-nilai spiritual dengan pendekatan strategis modern. Nilai-nilai Islam seperti keadilan, amanah, kejujuran, dan tanggung jawab menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan serta strategi lembaga pendidikan. Selain itu, hasil pembahasan menekankan pentingnya lima model strategi unggul pendidikan Islam berbasis lingkungan, yaitu model integratif, partisipatif, keteladanan, pembiasaan, dan kolaboratif. Melalui penerapan kelima model tersebut, lembaga pendidikan Islam diharapkan mampu membentuk generasi yang berkarakter Islami, peduli terhadap lingkungan, serta mampu bersaing di era global tanpa meninggalkan nilai moral dan spiritual.  
Literature Study: Problems of Islamic Religious Education (PAI) Curriculum in Schools and Madrasah Darain, A. Sa’dud; Hadi, Saiful
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5004

Abstract

This literature study aims to comprehensively map the problems of implementing the Islamic Religious Education (PAI) curriculum in public schools and madrasas in Indonesia. This research uses a literature review approach by examining various scientific articles, policy reports, and relevant previous research results. The results of the study indicate that the challenges of implementing the PAI curriculum can be classified into three main levels: policy or curriculum design, classroom implementation, and evaluation and assessment systems. The research findings reveal differences in the pattern of problems between public schools and madrasas. In public schools, PAI tends to be marginalized due to limited time allocation and its position within the Independent Curriculum, resulting in shallow learning and solely cognitive-oriented learning. Meanwhile, madrasas face the complex problem of curriculum dualism between the national curriculum and the religious curriculum, which has the potential to burden students and reduce the depth of understanding of the material. On the other hand, both educational institutions face relatively similar challenges in implementation and evaluation aspects, such as the dominance of lecture methods, limited teacher pedagogical competence, difficulties in measuring affective and spiritual aspects, and weak integration of Islamic values ​​with the dynamics of the digital era and Society 5.0. This situation has hampered the effectiveness of Islamic Religious Education (PAI) in shaping the character, morals, and spirituality of students. Therefore, solutions are needed to develop a contextual, holistic, and systemic Islamic Religious Education (PAI) curriculum, taking into account the specific characteristics, needs, and challenges of each educational institution.
LINGKUNGAN EKSTERNAL PENDIDIKAN (GLOBAL, NASIONAL, DAN LOKAL) AS, Moh Fayyad; Hadi, Saiful
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 10 No. 4 (2025): December (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v10i4.1162

Abstract

This study aims to examine the external environment of education from global, national, and local perspectives. The research employs a descriptive qualitative approach through a literature review by analyzing books, journal articles, and previous studies related to the external environment of education. The focus of the study is the external educational environment viewed from the dimensions of globalization, national context, and local culture. The findings indicate that the external environment of education comprising global, national, and local aspects simultaneously influences the direction and quality of educational implementation. At the global level, the flow of globalization, technological advancement, and international competency competition require educational systems to adapt and innovate. At the national level, education is shaped by government policies, national cultural values, and developmental needs aimed at improving the quality of human resources. Meanwhile, at the local level, community characteristics, regional culture, and local wisdom serve as important factors in creating relevant and contextual learning. The results show that synergy among these three external environments is essential to develop an adaptive, character-driven educational system capable of responding to contemporary challenges.
Problems of Islamic Religious Education in a Multicultural Environment: Analysis of Challenges and Learning Strategies Juhairiyah, Juhairiyah; Saiful Hadi; Dina Kamilia; Fenny Erdiyani
Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/kasyafa.v3i1.143

Abstract

The problems of Islamic Religious Education are various obstacles that hinder the optimal achievement of the goals of Islamic Religious Education. This study discusses the problems of Islamic Religious Education (PAI) in a multicultural environment and relevant learning strategies to address the challenges of diversity. Islamic Religious Education plays a strategic role in shaping the religious character and tolerant attitudes of students. However, heterogeneous social realities, including differences in culture, language, ethnicity, and even religious practices, often create obstacles in the learning process. This study uses a literature review method with a qualitative descriptive approach through an analysis of various literature related to Islamic education, multiculturalism, and Islamic Religious Education (PAI) learning strategies. The results of the study indicate that the main problems in Islamic Religious Education (PAI) learning in a multicultural environment lie in the learning approach that is still normative and textual, the lack of teacher competency in implementing inclusive learning models, and a curriculum that does not explicitly accommodate multicultural values. This study offers several learning strategies, including the use of a dialogic approach, project-based learning, social case studies, and the integration of digital technology as a learning medium that strengthens the values of tolerance, empathy, and cooperation.
History and Institutions Implementing Islamic Religious Education in Indonesia A. Khuzainol Mubarok; Saiful Hadi; Achmad Anshari
Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/kasyafa.v3i1.146

Abstract

This article discusses the institutional roles and coordination in implementing Islamic Religious Education (PAI) in Indonesia. Using a qualitative approach through library research, the study examines the roles of the Ministry of Religious Affairs (Kemenag), the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek), and educational institutions in managing PAI. The findings reveal that the dual authority between Kemenag and Kemendikbudristek often leads to overlapping policies in teacher management, curriculum design, and learning evaluation. To address this issue, stronger institutional synergy is needed through a national coordination forum and the reinforcement of regulations that clearly define institutional responsibilities. Such synergy is expected to create an integrated and effective Islamic education system that harmonizes spiritual and intellectual aspects, ensuring PAI contributes to developing knowledgeable, faithful, and morally upright generations aligned with national education goals.
Strategi Lembaga Pendidikan Islam dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Lingkungan: Analisis Visi, Misi, dan Tujuan Iklilullah, Iklilullah; Hadi, Saiful
Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Vol. 2 No. 2 (2025): COMPLEX - Agustus
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/complex.v2i2.290

Abstract

Penelitian ini membahas strategi lembaga pendidikan Islam dalam mewujudkan sekolah ramah lingkungan melalui analisis terhadap visi, misi, dan tujuan institusi. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah belum terintegrasinya nilai-nilai lingkungan secara sistematis dalam dokumen perencanaan sekolah, sehingga program lingkungan sering bersifat insidental dan tidak menghasilkan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sejauh mana visi, misi, dan tujuan lembaga pendidikan Islam mencerminkan komitmen ekologis, sekaligus merumuskan strategi yang dapat diterapkan sekolah untuk membangun budaya peduli lingkungan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis dokumen. Data diperoleh dari literatur ilmiah tentang pendidikan lingkungan, konsep sekolah Islam, nilai-nilai ekologis dalam Islam, serta berbagai dokumen VMTS sekolah Islam. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk mengungkap kategori tematik dan pola integrasi nilai lingkungan dalam dokumen sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam memiliki potensi kuat dalam membangun sekolah ramah lingkungan melalui nilai-nilai ajaran Islam seperti khalifah, amanah, dan larangan berbuat kerusakan. Namun integrasi nilai tersebut dalam VMTS masih terbatas. Penelitian ini merumuskan strategi berbasis kurikulum, budaya sekolah, manajemen kelembagaan, serta partisipasi warga sekolah sebagai pendekatan komprehensif dalam mewujudkan sekolah ramah lingkungan.
Peran Implementasi Strategi Manajemen dalam Meningkatkan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam Yaqin, Ainul; Hadi, Saiful
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.4478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara implementasi strategi manajemen dan peningkatan daya saing lembaga pendidikan Islam di tengah dinamika perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta meningkatnya tuntutan mutu pendidikan. Lembaga pendidikan Islam dituntut tidak hanya mampu mempertahankan eksistensinya, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif melalui pengelolaan yang profesional dan berbasis nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui penelaahan berbagai literatur yang relevan mengenai manajemen strategik, implementasi strategi, daya saing lembaga pendidikan, serta prinsip-prinsip manajemen dalam perspektif Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi manajemen yang dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan, kualitas tenaga pendidik, efektivitas pembelajaran, budaya organisasi, serta citra positif lembaga di masyarakat. Selain itu, integrasi nilai-nilai Islam seperti amanah, adil, ihsan, syura, dan tanggung jawab memberikan kontribusi penting dalam memperkuat efektivitas strategi sekaligus membangun kepercayaan publik. Daya saing lembaga pendidikan Islam tidak hanya ditentukan oleh aspek material dan administratif, tetapi juga oleh kekuatan moral, spiritual, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi manajemen strategik berbasis nilai Islam merupakan faktor kunci dalam mewujudkan daya saing lembaga pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan.
INOVASI KURIKULUM KEAGAMAAN DI SMAN 1 PAMEKASAN Hadi, Saiful
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2015)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.115 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v10i1.642

Abstract

Dengan menggunakan ancangan penelitian kualitatif,penelitian ini menghasilkan: 1) Kebijakan inovasi pengembangannilai-nilai kurikulum keagamaan pada mata Pelajaran Agama Islammelalui pembudayaan nilai-nilai keagamaan, pola rekruitmen calonpeserta didik berpretasi bidang keagamaan, pengembangan ekstraketaqwaan, dan pembinaan baca tulis al-Qur’an; 2) Inovasipengembangan pembelajaran kurikulum keagamaan dilakukan melalui inovasi penerapan strandar mutu pembelajaran, membacaal-Qur’an sebelum memulai pembelajaran, pelaksanaan programekstra-ketaqwaan, dan pembinaan kepribadian religius bekerjasamadengan pesantren; 3) Inovasi penyelenggaraan kegiatan keagamaandilakukan  melalui bimbingan rohani Islam, berperan aktifmengikuti lomba bidang keagamaan, dan pembiasaan hidupagamis (budaya religius).