Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa SD: Systematic Literature Review: The Teams Games Tournament (TGT) Learning Model in Improving Primary School Students' Motivation to Learn Mathematics: A Systematic Literature Review Purwantini, Ni Putu Ayu Gita; Suryawan, I Putu Pasek
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i1.1274

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan motivasi belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika adalah model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur mengenai penerapan model TGT dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, khususnya yang berkaitan dengan motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review. Penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar pada rentang tahun 2021–2025 dengan menggunakan kata kunci yang relevan. Dari proses seleksi, diperoleh 15 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model TGT dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar umumnya dikaitkan dengan peningkatan motivasi belajar siswa melalui aktivitas pembelajaran yang melibatkan kerja sama kelompok dan unsur permainan. Kajian ini juga menunjukkan adanya variasi penerapan model TGT dalam berbagai penelitian yang ditelaah. Berdasarkan temuan tersebut, model TGT dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar untuk mendukung motivasi belajar siswa.
CONTROVERSIAL ISSUES TO IMPROVE STUDENTS' MATHEMATICAL REASONING AND CRITICAL THINKING: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: Bali, Indonesia Ida Ayu Putu Mahayani; I Gusti Ngurah Pujawan; I Putu Pasek Suryawan
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 13 No. 2 (2026): MARCH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/math-umb.edu.v13i2.9883

Abstract

The rapid development of education in the digital era and the Industrial Revolution 4.0 requires students to master higher-order thinking skills such as reasoning and critical thinking, which are essential for solving complex mathematical problems. This study aims to analyze and describe the role of controversial issues in developing students’ mathematical reasoning and critical thinking skills. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) with a descriptive qualitative approach. Articles were selected through a systematic search of Google Scholar, ResearchGate, Scopus, ERIC, and Web of Science using keywords related to controversial issues, mathematical reasoning, and critical thinking. The inclusion criteria consisted of national journal and international journal articles published between 2020 and 2025, focusing on mathematics learning contexts and discussing the relationship between controversial issues and higher-order thinking skills. A total of twenty relevant articles were selected and analyzed thematically to identify patterns related to controversial mathematical problems, reasoning processes, and critical thinking development. The results indicate that the integration of controversial issues in mathematics learning can stimulate constructive cognitive conflict, argumentative discussion, and reflective thinking, which contribute to the improvement of students’ mathematical reasoning and critical thinking skills. Topics such as conceptual misconceptions, contextual mathematical problems, and socio-scientific issues encourage students to analyze information, evaluate arguments, and construct logical solutions. In addition, several studies highlight the important role of teachers in designing and facilitating controversial problem-based learning to optimize these cognitive processes. Overall, controversial issues provide an effective pedagogical approach for fostering reasoning, analytical thinking, and reflective judgment as essential competencies in 21st-century mathematics education. Keywords: Controversial Issues, Mathematical Reasoning, Critical Thinking.
DEEP LEARNING IN IMPROVING STUDENTS' MATHEMATICAL CRITICAL THINKING: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: Bali, Indonesia I Kadek Agus Prabawan Saputra; I Putu Pasek Suryawan; I Gusti Ngurah Pujawan
Jurnal Math-UMB.EDU Vol. 13 No. 2 (2026): MARCH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/math-umb.edu.v13i2.9994

Abstract

Mathematical critical thinking skills are one of the essential competencies that students must have in 21st-century mathematics learning. However, learning practices in schools still tend to be oriented towards procedural mastery and formula memorization, so they are not optimal in developing students' higher-order thinking skills. One approach that is considered relevant to overcome this problem is deep learning, which emphasizes meaningful understanding, interrelationships between concepts, reflection, and the application of knowledge in real contexts. This study aims to analyze the implementation of deep learning in improving students' mathematical critical thinking skills. The research method used is a systematic literature review with a descriptive qualitative approach to relevant national articles. This study reviews 20 research articles obtained from the Google Scholar database with a publication range from 2025 to 2026. The results of the study show that deep learning is able to encourage students to analyze mathematical problems in depth, evaluate solution strategies, and construct logical mathematical arguments. Thus, deep learning has the potential to be an effective approach in improving the quality of mathematics learning.  Keywords: Deep Learning, Mathematics Learning, Mathematical Critical Thinking
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Melalui Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Kontroversial (PBMK) Berbantuan Geogebra: Systematic Literature Review: Students’ Mathematical Reasoning Skills Through the Implementation of A Controversial Problem-Based Learning (CPBL) Model Using Geogebra: A Systematic Literature Review Diva Triani, Gusti Ayu Komang; Pasek Suryawan, I Putu; Puja Astawa, I Wayan; Ardana, I Made; Mahayukti, Gusti Ayu
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1310

Abstract

Pembelajaran matematika saat ini tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep dasar, tetapi juga pada penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti penalaran matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan penalaran matematis siswa melalui implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Kontroversial (PBMK) berbantuan GeoGebra menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode SLR dilakukan dengan menganalisis artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan pada rentang tahun 2021-2026 dari berbagai basis data bereputasi. Proses seleksi dilakukan secara sistematis menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi untuk menjamin kualitas dan relevansi sumber yang digunakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa berkembang secara signifikan melalui implementasi PBMK, yang memfasilitasi aktivitas analisis, argumentasi, evaluasi, dan justifikasi dalam menyelesaikan masalah kontroversial. Selain itu, penggunaan GeoGebra mendukung visualisasi dinamis dan eksplorasi konsep matematika sehingga membantu siswa dalam membangun penalaran matematis dengan lebih logis dan sistematis. Studi-studi yang disintesis mengindikasikan potensi efek sinergis antara PBMK dan GeoGebra dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis. Meskipun terdapat potensi sinergis antara keduanya, bukti literatur yang secara khusus mengkaji implementasi gabungan PBMK dan GeoGebra masih terbatas. Oleh karena itu, model PBMK berbantuan GeoGebra merupakan pendekatan menjanjikan yang perlu dikaji lebih lanjut melalui penelitian empiris.
Keterkaitan Model Discovery Learning Dan Konflik Kognitif Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika: Sebuah Kajian Literature Ni Nengah Priti Susadi; I Putu Pasek Suryawan; Ni Nyoman Parwati
Prosiding SENAMA PGRI Vol. 4 (2026): Volume 4 Tahun 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/senama.v4.6117

Abstract

Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis hasil-hasil penelitian keterkaitan penerapan model Discovery Learning dan konflik kognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan sumber data berupa artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2018–2025. Artikel dikumpulkan melalui Google Scholar menggunakan kata kunci Discovery Learning, konflik kognitif, dan kemampuan pemecahan masalah matematika. Dari 68 artikel yang ditemukan, setelah dilakukan proses seleksi diperoleh 13 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Discovery Learning dan strategi konflik kognitif secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Discovery Learning mendorong siswa aktif menemukan konsep dan menyusun strategi penyelesaian masalah, sedangkan konflik kognitif efektif dalam mengurangi miskonsepsi dan mendorong terjadinya perubahan konseptual. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Discovery Learning berorientasi konflik kognitif memiliki potensi besar sebagai inovasi pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan yang mengembangkan dan menguji secara empiris sintaks pembelajaran Discovery Learning berorientasi konflik kognitif pada berbagai materi dan jenjang Pendidikan. Kata Kunci: Discovery Learning, Konflik Kognitif, Kemampuan Pemecahan Masalah
Validitas E-Komik Interaktif Bernuansa Kearifan Lokal Bali Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar I Kadek Agus Prabawan Saputra; I Putu Pasek Suryawan; I Gusti Ngurah Pujawan
Prosiding SENAMA PGRI Vol. 4 (2026): Volume 4 Tahun 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/senama.v4.6131

Abstract

Pengembangan media pembelajaran yang valid secara akademik merupakan prasyarat penting untuk mendukung pembelajaran matematika yang bermakna dan kontekstual. Salah satu inovasi media yang relevan dengan karakteristik peserta didik adalah e-komik interaktif yang mengintegrasikan unsur kearifan lokal sebagai konteks pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil validitas ahli materi dan ahli media terhadap e-komik interaktif bernuansa kearifan lokal pada materi bangun ruang sisi datar untuk siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model ADDIE, dengan fokus pada tahap pengembangan dan evaluasi formatif. Subjek validasi terdiri atas dua ahli materi dan dua ahli media. Instrumen penelitian berupa lembar validasi berbasis skala Likert yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil validasi ahli materi menunjukkan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,8 dengan kriteria sangat baik, ditinjau dari aspek kualitas isi/materi, kesesuaian tujuan pembelajaran, umpan balik dan adaptasi, serta motivasi belajar. Sementara itu, hasil validasi ahli media memperoleh skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,6875 dengan kriteria sangat baik, ditinjau dari aspek desain presentasi, interaksi pengguna, aksesibilitas, penggunaan kembali, dan kepatuhan terhadap standar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-komik interaktif bernuansa kearifan lokal pada materi bangun ruang sisi datar memenuhi kriteria sangat valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika.
Mathematical critical thinking in ethno-controversial problems: A logical-mathematical intelligence perspective I Gusti Ngurah Pujawan; I Putu Pasek Suryawan; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan; I Made Suarsana
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 7 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v7i1.6140

Abstract

Mathematical critical thinking ability is a crucial skill that should be developed in mathematics education, particularly in addressing complex and contextual problems. This study aims to describe the mathematical critical thinking skills of Grade 10 senior high school students in solving ethno-controversial mathematical problems viewed from the level of logical–mathematical intelligence. This study employed a descriptive qualitative approach, with 6 grade 10 students from SMA Negeri 2 Singaraja as subjects, selected based on high, medium, and low levels of logical–mathematical intelligence. Data were collected through a written test based on ethno-controversial problems, a logical–mathematical intelligence questionnaire, semi-structured interviews, and documentation of students' work. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, referring to the indicators of mathematical critical thinking, namely interpretation, analysis, evaluation, and inference. The results of the study indicate that students with high logical–mathematical intelligence consistently meet most indicators of mathematical critical thinking, although they still show shortcomings in systematically presenting conclusions. Students with moderate logical–mathematical intelligence demonstrate fairly good mathematical critical thinking abilities in the indicators of interpretation and analysis; however, they still experience difficulties in the indicators of evaluation and inference. Meanwhile, students with low logical–mathematical intelligence show limitations in almost all indicators of mathematical critical thinking. These findings suggest the need for differentiated instructional strategies tailored to students' levels of logical–mathematical intelligence.
Co-Authors ., Ni Komang Tri Puspayanti A.A Istri Dewi Adhi Utami A.A Istri Mirah Dharmadewi A.A. Istri Diah Maharani . A.A. Istri Diah Maharani ., A.A. Istri Diah Maharani Adnyani, I Gusti Ketut Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Ardanantya, I Gusti Ayu Mira Budayana, I Made Damayanti, Ni Komang Ari Desak Made Echa Herawati Dewa Dewa Gede Firstia Wirabrata Dewi, Ni Wayan Ina Suksma Dinasty, Arga Diva Triani, Gusti Ayu Komang Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Gavrila Tamariska Gst. Ayu Mahayukti Gusti Ayu Mahayukti Gusti Ngurah Sastra Agustika Hartawan, IGN Yudi Heni Purnamayanti, Ni Luh Herawati, Desak Made Echa Hilda Aulia Hilman Cahyadin I G N Pujawan I Gede Astawan I Gede Margunayasa I Gede Maysha Sueca Darmaputra I Gede Ratnaya I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika I Gusti Ayu Mira Ardanantya I Gusti Ketut Adnyani I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Putu Sudiarta I Gusti Putu Suharta I Kadek Agus Prabawan Saputra I Kadek Agus Prabawan Saputra I Kadek Pebrio Arimbawa I Kadek Rai Sunjaya I Kadek Rai Suwena I Kadek Yudha Pranata I Kadek Yudha Pranata I Ketut Resika Arthana I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I Made Sutajaya I Made Widiatmika I Nyoman Bagus Suweta Nugraha I Nyoman Gita I Putu Ade Andre Payadnya I Putu Darma Yuda I Putu Wisna Ariawan I Wayan Agus Darma Putra I Wayan Lasmawan I Wayan Puja Astawa I Wayan Suja I Wayan Sumandya I Wayan Widana Ida Ayu Putu Mahayani Isumunuartha, Gde Rama Juliawati, N. K K. Ratna Udayani Kadek Dwi Septia Angga Suari . Kadek Dwi Septia Angga Suari ., Kadek Dwi Septia Angga Suari Leonita, A Tiurma Silvia Luh Novi Kristiana Made Agus Wijaya Made Arista Dewi . Made Arista Dewi ., Made Arista Dewi Made Juniantari Made Juniantari, Made Mas Ayu Putu Yoga Wisudawati Mira Dharma Susilawaty N. K Juliawati Ni Kadek Ari Dama Yanti . Ni Kadek Ari Dama Yanti ., Ni Kadek Ari Dama Yanti Ni Komang Ari Damayanti Ni Komang Tri Puspayanti . Ni Luh Heni Purnamayanti Ni Luh Sherlita Indraliani Kubayan Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Sanistiawati Ni Made Sri Mertasari Ni Nengah Priti Susadi Ni Nyoman Parwati Ni Putu Asri Wijayanti Ni Putu Gita Candrika Dewi Ni Putu Parastuti Lestari Ni Putu Sri Jayanti Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Ina Suksma Dewi Ni Wayan Widia Astuti Paramitha, Ni Made Christina Pradnya Permana, Dodi Pramudia, Made Ditha Pratiwi, Kadek Ayu Mutiara Pujawa, I Gusti Ngurah Pujawan, I G N Purwantini, Ni Putu Ayu Gita Putu Kerti Nitiasih Putu Nanci Riastini Putu Nanci Riastini, Putu Nanci S.Pd. ., Putu Ari Dharmayanti, S.Pd. Saida Ulfa Sanistiawati, Ni Made Sanjaya, I Putu Ari Sariyasa . Sri Jayanti, Ni Putu Tiurma Silvia Leonita Udayani, K. Ratna Widiatmika, I Made Wijayanti, Ni Putu Asri Wirabrata, Dewa Gede Firstia Witraguna, Kadek Yudista yani, santika Yanti, Ni Komang Ayu Indri Yoga Wisudawati, Mas Ayu Putu Yuda, I Putu Darma