Claim Missing Document
Check
Articles

READINESS OF REGIONAL POLICY MAKERS IN ACCELERATION OF COMMUNITY-BASED TOTAL SANITATION TARGETS Globila Nurika; Roro Azizah; Setya Haksama; Edza Aria Wikurendra
HUMAN CARE JOURNAL Vol 6, No 1 (2021): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v6i1.1118

Abstract

Community-Led Total Sanitation (CLTS) is a sanitation program implemented in Situbondo District, East Java, Indonesia, for nearly ten years. However, Situbondo Regency has not achieved the Indonesian Government's 100% Open Defecation Free (ODF) target. This study aims to analyze policymakers' perspectives in the regions in accelerating CLTS targets' achievement based on a logical model approach. This research is a qualitative observational study with an evaluative method. The design of this research is a case study in Situbondo Regency with informants taken by purposive sampling. The data analysis used is qualitative analysis with the Spradley model. The results of this study indicate that managing stakeholders at the level of program implementers are critical, where program implementers must consider the needs and expectations of program makers to achieve their goals. The impact of policy makers' involvement greatly influences the construction process in producing significant target achievement and the greater influence on a project's success. Also, the achievement and Sustainability of the CLTS program cannot be successful only because of policy makers' readiness of policies. However, the interaction of health workers with the community and the social environment associated with the CLTS program is significant to accelerate its success. The plan's continuation to achieve the target requires policymakers' support and increased interpersonal support for program recipients. Keywords: CLTS; Community-Led Total Sanitation; ODF; Sustainable Program
REKOMENDASI UPAYA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN POLI KIA/KB BERDASARKAN METODE PLANNING MATRIX (Studi di Puskesmas Keputih Surabaya) Safira Inda Millati; Setya Haksama
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i2.4368

Abstract

Salah satu fungsi Puskesmas adalah sebagai pusat untuk memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh, terpadu dan bermutu kepada masyarakat dalam rangka memelihara dan melindungi kesehatan masyarakat. Puskesmas Keputih merupakan penyedia pelayanan Poli KIA/KB sehingga diharapkan memiliki mutu pelayanan yang baik dan memenuhi kepentingan dan kepuasan konsumen. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan analisis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 73 orang yang diambil secara accidental sampling. Variabel penelitian terdiri dari karakteristik individu, tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen, serta planning matrix yang meliputi importance to customer, customer satisfaction performance, competitive satisfaction performance, goal, improvement ratio, sales point, raw weight, normalized raw weight. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan poli KIA/KB Puskesmas Keputih Surabaya dengan nilai Normalized Raw Weight sebesar 4,98 yang artinya belum memenuhi standar pelayanan yang baik sehingga pelaksanaan pelayanan tersebut perlu upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan terutama pada aspek fisik dan sumberdaya manusia, dimana hal tersebut merupakan prioritas kebutuhan pasien. Terdapat 10 rekomendasi dari lima atribut pelayanan poli KIA/KB yang disusun berdasarkan hasil temuan penelitian. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah secara keseluruhan mutu pelayanan manajemen Poli KIA/KB Puskesmas Keputih Surabaya perlu ditingkatkan berdasarkan lima atribut yang telah
Hubungan Persepsi Petugas Kesehatan dengan Kepatuhan Terhadap Upaya Pencegahan Penyebaran Wabah Covid-19 di Area GBPT RSUD Dr. Soetomo Nining Dwi Suti Ismawati; Stefanus Supriyanto; Setya Haksama
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.674 KB) | DOI: 10.37148/comphijournal.v1i2.17

Abstract

Introduction: COVID-19 is an infectious disease caused by a newly discovered type of coronavirus. This is a new virus and a previously unknown disease before the outbreak in Wuhan, China in December 2019. A coronavirus is a group of viruses that can cause disease in animals or humans. The speed of the epidemic depends on two things, namely how many people are infected in a single case and how long it takes between people to spread the infection. Until now, 209 countries have been affected by COVID-19. The Indonesian government has made efforts to cut the spread of the COVID-19 virus with several steps, namely urging the public not to come or hold events that can gather many people. Aim of study: Based on this background, this study aims to determine whether or not there is a relationship between perceptions of health workers and adherence to the appeal for wearing masks, social distancing, and washing hands in the GBPT area of dr. Soetomo to prevent the spread of the COVID-19 outbreak. Method: The number of respondents in this study were 50 people who work as doctors, nurses, administrative staff, and transporters and were calculated using a purposive sampling technique. Data were collected using instruments in the form of questionnaires and observation checklist sheets, using the Chi-Square statistical test using the SPSS program. Results and Discussion: The results of this study indicate that there is a significant relationship between perceptions of health workers and adherence. Conclusion: It can be concluded that there is a need to wear masks in the GBPT area of Dr. Soetomo to prevent the spread of the COVID-19 outbreak to health workers, especially those who work as nurses.
PERAN KELUARGA TANGGUH BENCANA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA MULTI HAZARD DI KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH Setya Haksama; M. Farid Dimyati Lusno; Lucia Yovita Hendrati; Anis Wulandari; Sri Surantini; Dwi Sri Rejeki; Syadza Zahrah Shedyta; Syahrania Naura Shedysni
Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v6i2.2022.282-290

Abstract

Pada tanggal 28 September 2018 telah terjadi gempabumi dengan kekuatan 7,4 SR dengan pusat gempa berada di 26 km Utara Donggala dan 80 km Barat Laut kota Palu pada kedalaman 10 km. Guncangan gempa di Palu dapat dirasakan berbagai sekitar (Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Poso, dan Toli-Toli) yang memicu tsunami hingga ketinggian 5 meter dan likuifaksi. Dalam kondisi ini keluarga merupakan yang terdampak besar dari akibat multi bencana, dimana banyak keluarga yang mengungsi akibat rumah hancur, tenggelam karena likuifaksi, rusak parah, termasuk kesulitan mendapatkan akses kesehatan, akses pendidikan anak-anak, akses sosial dan ekonomi terhambat. Selain itu, keluarga menjadi kelompok sosial pertama yang dipandang mampu untuk menjalankan komunikasi efektif dalam berbagai hal, sehingga keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana lebih memerlukan pendidikan dan pendampingan untuk tanggap bencana untuk menjadi keluarga Tangguh bencana (katana). Terdapat 3 (tiga) tahapan kunci dalam upaya katana, yakni: 1. Sadar risiko bencana, sadar terhadap risiko dan ancaman bencana yang ada di lingkungannya; 2. Pengetahuan, mengetahui dan dapat memperkuat struktur bangunan, paham manajemen bencana, dan edukasi bencana; dan 3. Berdaya, merupakan kemampuan dalam menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan tetangga. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah upaya peningkatan dan mendorong peran serta keluarga dalam penanggulangan bencana multi hazard di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah dalam rangka mendukung terbentuknya Keluarga tangguh bencana (Katana). Peningkatan pengetahuan dan skill diharapkan dapat meningkatkan kapasitas keluarga dalam penanggulangan bencana multi hazard.
Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan terhadap Kepemilikan BPJS Ketenagakerjaan pada Relawan Penanggulangan Bencana Gunung Semeru Tahun 2021 Rahmat Adi Prasetyo; Afifa Nur chabibah; Setya Haksama
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v7i22022p61-66

Abstract

Humanitarian workers or volunteers are included in non-wage workers which are one of the sectors that can be protected by BPJS Ketenagakerjaan. The research results in 6 provinces show that BPJS Ketenagakerjaan participants are 3.7 percent and haven’t reached the 6 percent target. Based on the interviews results with deskrelawan admin also stated that many volunteers didn’t have BPJS Ketenagakerjaan. Individual awareness in insurance is marked by openness in accepting and utilizing insurance. This awareness can be influenced by various factors, including: age, gender, occupation, education. This research is quantitative research with cross-sectional design. It is a descriptive analysis with a test of the influence between dependent and independent variable. This research involved 115 respondents who were volunteers for the Mount Semeru eruption disaster management. The results of this study indicate that education has an influence on BPJS Employment ownership (p-value is 0.002 and OR is 3.54). Meanwhile, knowledge also affects BPJS Employment ownership with a sig value of 0.001 with an OR value of 11 for high knowledge and an OR value of 2.6 for moderate knowledge. Higher education haa s 3.54 times higher effect on BPJS Employment ownership than those with low education, while high knowledge has an 11 times greater effect on BPJS Employment ownership compared to those with low knowledge. Pekerja kemanusiaan ataupun relawan termasuk dalam pekerja bukan penerima upah yang merupakan salah satu sector yang dapat terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Hasil penelitian di 6 provinsi di Indonesia menunjukan bahwa peserta BPJS Ketenagakerjaan sebesar 3,7 persen. Belum mencapai taget sebesar 6 persen. Berdasarkan hasil wawancara dengan admin deskrelawan juga mengemukakan bahwa banyak relawan yang tidak memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Kesadaran individu dalam berasuransi ditandai dengan keterbukaan dalam menerima dan memanfaatkan asuransi. Kesadaran ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif dengan rancang bangun crossectional. Bersifat analisis deskriptif dengan uji pegaruh antara variable dependent dan variabel independent dengan jumlah responden 115 relawan penanggulangan bencana erupsi Gunung Semeru. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendidikan memiliki pengaruh terhadap kepemilikan BPJS Ketenagakerjaan dengan nilai sig 0,002 dengan nilai OR 3,54. Sedangkan untuk pengetahuan juga berpengaruh terhadap kepemilikan BPJS Ketenagakerjaan dengan nilai sig 0,001 dengan nilai OR 11 pada pengetahuan tinggi dan nilai OR 2,6 pada pengetahuan sedang. Pendidikan tinggi memiliki pengaruh terhadap kepemilikan BPJS Ketenagakerjaan memiliki 3,54 kali lebih tinggi dibanding dengan yang memiliki pendidikan rendah, sedangkan pengetahuan yang tinggi memiliki pengaruh terhadap kepemiliki BPJS Ketenagakerjaan 11 kali lebih besar dibandingkan dengan yang berpengetahuan rendah.
PENINGKATAN PERAN KOLABORASI PENTAHELIX DALAM UPAYA KESIAPSIAGAAN MENGENAI BENCANA MULTIHAZARD DI KABUPATEN BANYUWANGI Setya Haksama; Diansanto Prayoga; M. Farid Dimjati Lusno; Jayanti Dian Eka Sari; Syifaul Lailiyah; Muhammad Harisul Ilmi; Jessika Pramudya Wardani; Oktario Dinansa Khoir; Mabub Junaidi; Syadza Zahrah Shedyta; Syahprevi Rayyan Zeinsar; M. Rifqo H. Farid; Abdul Fattah Farid
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Vol 1 No 3 (2022)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/join.v1i3.660

Abstract

Natural disasters are disasters caused by natural events, such as earthquakes, tsunamis, volcanic eruptions, floods, droughts, hurricanes, and landslides. Geologically, Indonesia is included as a country that is prone to natural disasters. Banyuwangi Regency is one of the areas in Indonesia with a high threat of multi-hazard disasters. One way that can be done to maximize preparedness efforts is by collaboration between all related sectors, one of which can be implemented is the Pentahelix disaster collaboration. For this reason, a Community Service Program was held in Banyuwangi Regency to provide education and training on Pentahelix collaboration. As well as a deep understanding of each sector's role in the disaster. From this community service, the results were obtained in the form of improvement and an in-depth understanding of each sector's role in the disaster.
ANALISIS FAKTOR PERSEPSI KOMPETENSI PENILAIAN & INTERVENSI KESEHATAN MASYARAKAT MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA Shinta Nur Khofifah; Redina Thara Alifia Redina Thara Alifia; Setya Haksama Setya Haksama
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat sebagai calon tenaga kesehatan diperlukan dalam penanggulangan bencana. Penilaian & Intervensi kesehatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam persepsi kompetensi. Dalam hal ini mashasiswa kesehatan masyarakat diharapkan memiliki kemampuan melakukan penilaian kesehatan masyarakat pada kejadian bencana dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor persepsi kompetensi penilaian & intervensi kesehatan masyarakat mahasiswa kesehatan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas persepsi kompetensi mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga dalam penanggulangan bencana termasuk dalam kategori kurang pada faktor public health assessment & intervention dengan hasil penilaian 2,26. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kompetensi mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya dalam penanggulangan termasuk dalam kategori kurang pada faktor public health assessment & intervention. Sehingga, saran yang dapat diberikan yaitu mengadakan pelatihan, membuat kebijakan sebagai dasar kajian akademis, dan menambahkan kurikulum yang khusus membahas tentang penanggulangan bencana.
Identifikasi Perencanaan dan Peningkatan Kapasitas SDM pada Mitigasi Bidang Kesehatan pada Bencana Banjir di Kabupaten Malang Syifa Aurelia Zamroni; Setya Haksama; Muhammad Ulul Arham
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i10.2990

Abstract

Letak Indonesia yang berisiko mengalami berbagai bencana alam termasuk banjir, menyebabkan beberapa wilayah di Indonesia mengalami kerugian baik fisik, nyawa, dan barang. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki risiko yang cukup tinggi terhadap terjadinya bencana banjir. Frekuensi kejadian banjir di Kabupaten Malang mengalami penurunan signifikan pada periode 2011-2020. Meskipun begitu, Kabupaten Malang masih dikategorikan dengan daerah berisiko tinggi mengalami banjir oleh BNPB dengan skor 36,00. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya mitigasi bidang kesehatan pada bencana banjir dengan melihat bagaimana gambaran proses perencanaan SDM dan peningkatan kapasitas SDM serta melihat bagaimana implementasi mitigasi risiko kesehatan akibat banjir yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang berdasarkan PMK No. 75 tahun 2019 dan Kepmenkes No. 145 tahun 2007. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional cross-sectional dan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling yang berjumlah 52 responden yang merupakan pegawai Dinkes Kabupaten Malang. Data sekunder dikumpulkan dari observasi dokumen sedangkan data primer didapatkan dari wawancara kuesioner. Variabel independen adalah perencanaan dan peningkatan kapasitas SDM sementara variabel dependen adalah mitigasi bencana bidang kesehatan. Penelitian ini menemukan bahwa perencanaan dan peningkatan kapasitas SDM di Dinkes Kabupaten Malang dalam kategori baik. Diperlukan koordinasi bersama instansi terkait untuk membentuk tim PPHRT.
ANALISIS KINERJA ORGANISASI BERDASARKAN MALCOLM BALDRIGE PERFORMANCE CRITERIA DI UNIT RAWAT INAP RSI MABARROT GRESIK Azhary, Muhammad; Haksama, Setya; Lienawati, Alida
Indonesian Journal of Hospital Administration VOL 6, NO 1 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2023.6(1).9-14

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Aspek mutu pelayanan rumah sakit menjadi fokus dalam mengadakan persaingan memperoleh pasar, dimana mutu yang baik dapat mencerminkan keberhasilan rumah sakit sehingga penting untuk dilakukan pengukuran kinerja.Tujuan: Untuk menganalisis kinerja organisasi berdasarkan Malcolm Baldrige di unit rawat inap RSI Mabarrot Gresik.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek sebanyak 34 terdiri dari perawat dan bidan yang bekerja di ruang rawat inap. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Kuesioner dilakukan uji validitas konten dan didapatkan nilai CVI = 0,77, kemudian dilakukan validitas konstruk dan didapatkan 90 item lebih besar dari r tabel (0,476). Uji reliabilitas digunakan menggunakan rumus alpha cronbach didapatkan nilai 0,986.Hasil: RSI Mabarrot Gresik berdasarkan kriteria profil organisasi (86,76) , perencanaan stratejik (80,78), sumber daya manusia (82,75), kegiatan operasional (84,55), hasil-hasil (87,93) memiliki nilai sangat baik. Sedangkan kepemimpinan (79,50), fokus pelanggan (79,77), Pengukuran, Analisis, dan Manajemen pengetahuan (79,04) memiliki nilai baik. RSI Mabarrot Gresik termasuk dalam kategori sangat baik (835,04) atau Benchmark Leader. Profil organisasi dan kriteria kepemimpinan memiliki hubungan paling sedikit dengan kriteria lain sedangkan kriteria fokus pelanggan, kriteria pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan, serta kriteria hasil-hasil memiliki hubungan dengan semua kriteria yang lain. Hubungan sangat kuat adalah hubungan antara kriteria fokus pelanggan dengan kriteria hasil-hasil (0,837), kriteria perencanaan stratejik dengan fokus pelanggan (0,758), dan kriteria sumber daya manusia dengan kriteria fokus kegiatan operasional (0,993).Kesimpulan: kinerja berdasarkan kriteria Malcolm Baldrige di RSI Mabarrot Gresik termasuk sangat baik. Pada penelitian selanjutnya diperlukan besar sampel yang lebih banyak serta sebaran responden yang homogen.
Perbedaan Kesejahteraan Psikologis Pada Ibu Berdasarkan Struktur Keluarga Di Desa Kaligung Kabupaten Banyuwangi Puspitasari, Fitria; Haksama, Setya
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2: DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.149 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v10i2.1039

Abstract

Psychological well being atau kesejahteraan psikologis dapat dikatakan sebagai kondisi atau kemampuan seseorang yang memiliki sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain sehingga dapat mengatur lingkungan sesuai dengan kebutuhannya. Individu tersebut mampu bersikap optimis dan dapat menghadapi tekanan sosial. Tingkat psychological well being pada ibu dapat dipengaruhi oleh tempat tinggal dengan struktur keluarga. Ada dua jenis struktur keluarga yaitu nuclear family yaitu keluarga inti dan extended family yaitu keluarga besar atau batih. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat psychological well being antara ibu yang tinggal dengan struktur keluarga nuclear family dengan ibu yang tinggal dengan struktur keluarga extended family pada kelompok ibu-ibu PKK di Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling atau sampel jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Life Satisfaction Index. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji mann-whitney didapatkan hasil penelitian bahwa nilai signifikansi sebesar 0,197 (p>0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan psychological well being antara ibu dengan struktur keluarga nuclear family maupun ibu dengan struktur keluarga extended family. Hal tersebut disebabkan oleh pernyataan subyek mengenai hal yang menyenangkan dalam kehidupan pribadinya dan merasa jika dalam satu tahun ini merupakan tahun yang terbaik dalam kehidupan pribadinya.
Co-Authors Abdillah Maulana Satrioaji Abdul Fattah Farid Abdul Hakim Zakkiy Fasya Achmad Djunawan Aditya Sukma Pawitra Adji, Arga Setyo Afifa Nur Chabibah Aisyah Maldha Aprezona Al Mamun, Abdullah Alimamy Sankoh, Salieu Amanatul Ainiyah Firda Angtika, Rara Anis Wulandari Anis Wulandari Anis Wulandari, Anis Arief Wibowo Azhary, Muhammad Chairun Nasirin Choirun Nisa Dewi, Meilisa Purnama Diansanto Prayoga Dwi Purwanto, Andi Dwi Sri Rejeki Edi Basuki Edza Aria Wikurendra Endy Bebasari Ardhana Putri Faradita Fradita Fasya, Abdul Hakim Zakkiy Fatah, Mohammad Zainal Fathiah, Ika Febrianty, Shinta Febriati Astuti Fitri Rachmilah Fadmi Fitria Puspitasari Globila Nurika Hari Basuki Notobroto Hartatie Hartatie Hartatie, Hartatie Herawati, Nika Hikmah, Ulfah Mu'amarotul Hutahayan, Rani Virlia Ika Rahmawati Imam Syafi’i Iraida Irviana Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Jessika Pramudya Wardani Kevie Desderius Kuntoro Kuntoro Labibah, Zulfa Lestari, Paramita Boni Lienawati, Alida Lucia Yovita Hendrati Lusno, M Farid Dimjati Lusno, M. Farid Dimjati Lusno, M. Farid Dimyati M. Farid D. Lusno M. Farid Dimjati Lusno M. Farid Dimjati Lusno M. Farid Dimyati Lusno M. Rifqo H. Farid M. Rifqo Hafidzudin Farid Mabub Junaidi Mandagi, Ayik Mirayanti Marianah Marianah Maulana Satrioaji, Abdillah Michelle Vincentia, Vania Muhammad Farid Dimjati Lusno Muhammad Harisul Ilmi Muhammad Ulul Arham Muhammad Ulul Arham Al Hikami Musa Ghufron Mustika Dyah Permatasari Mustika Dyah Permatasari, Mustika Dyah Nanang Nugraha, Nasef Ni Nyoman Santi Tri Ulandari, Ni Nyoman Santi Nining Dwi Suti Ismawati Nur Laili Khumaidah Nurjanah Oksantika, Rifki Oktario Dinansa Khoir Paramita Boni Lestari R. Azizah Rahmani Ramli Rahmarista, Ditami Rahmat Adi Prasetyo Ramadhan, Tiffany Putri Klisa Pratama Rambing, Denilay Richardo Redina Thara Alifia Redina Thara Alifia Ririh Yudhastuti Riza, Yeni Safira Inda Millati Sahrir Sillehu Samsul Arifin Selviana Putri Larasati Shedyta, Syadza Zahrah Shinta Nur Khofifah Sri Sumarmi Sri Surantini Sri Wiwoho Mudjanarko, Sri Wiwoho Sriram, Shyamkumar Stefanus Supriyanto Stefanus Supriyanto Sudarmanto, Catur Syadza Syahrah Shedyta Syadza Zahrah Shedyta Syadza Zahrah Shedyta Syahprevi Rayyan Zeinsar Syahprevi Rayyan Zeinsar Prawirosoedirdjo Syahrania Naura Shedysni Syahrania Naura Shedysni Syahrul Akbar Syifa Aurelia Zamroni Syifa'ul Lailiyah Syifaul Lailiyah, Syifaul Syifa’ul Lailiyah Tjatur Prijambodo Tries Anggraini Uluf, Ulfa Al Vida Indira Puspita Wardani, Arista Kusuma Wasis Budiarto Windhu Purnomo Yangga Dzikrin Nur Yeni Farida Istanti Zaneta, Dinayu Putri Wyanet Zeinsar, Syahprevi Rayyan