This Author published in this journals
All Journal Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora PIN Pengelolaan Instalasi Nuklir Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Jurnal Ilmiah HUBUNGAN INTERNASIONAL Dia: Jurnal Administrasi Publik Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science Cosmogov: Jurnal Ilmu Pemerintahan PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN Journal of Governance JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area JWP (Jurnal Wacana Politik) JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Jurnal HAM Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Agregasi Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Keperawatan Suaka Insan Jurnal Public Policy Jurnal Ilmu Kepolisian Moderat PERSPEKTIF Jurnal Politikom Indonesiana Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan dan Administrasi Publik Responsive: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora dan Kebijakan Publik MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Journal of Research in Social Science and Humanities Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Jurnal Review Politik JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) JANE (Jurnal Administrasi Negara) Jurnal Keamanan Nasional Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Society Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Kemenangan Kotak Kosong pada Pilkada Kota Makassar Tahun 2018 Harianto, Harianto; Darmawan, Wawan Budi; Muradi, Muradi
Society Vol 8 No 2 (2020): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v8i2.203

Abstract

This research discusses how the empty box won in the 2018 Makassar Regional Head Election. This phenomenon became the elections’ history where a single candidate failed to win the election. Ten political parties consisting of Functional Groups Party (Golkar), National Democratic Party (NasDem), Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P), United Development Party (PPP), Crescent Star Party (PBB), Great Indonesia Movement Party (Gerindra), Prosperous Justice Party (PKS), People’s Conscience Party (Hanura), National Mandate Party (PAN), and Indonesian Justice and Unity Party (PKPI), promoted a single candidate pair. This study aims to describe how the movement of empty box volunteers in the Makassar Regional Head Election. This research uses a qualitative method. Selection of informants using a snowball sampling technique, and using social movement theory. There are three parts to this theory: 1) Complaint theory. Public disappointment over a candidate pair’s disqualification and consider the election organizer unfair; 2) Mobilizing structures theory. Analyze the voluntary movement of empty boxes to gather mass support and sympathizers during the election; and 3) Framing theory. Analyze the use of issues and methods of spreading the issue. This research found that the empty box phenomenon in Makassar Regional Head Election, unlike in the elections in other areas where the single candidate did not have an opponent, in Makassar, one of the candidate pairs was disqualified due to violation. It made the community, supporters, and the success team feels disappointed with the General Elections Commission’s decision. This disappointment also resulted in the emergence of the empty box volunteer movement. Movements of empty box volunteers to gather mass support and sympathizers through door-to-door socializing, leaflets, flyers, and banners call to action to win empty box and use social media and online media as campaign tools.
Mencermati Gerakan Mahasiswa dalam Perspektif Populisme Islam Ritonga, Alwi Dahlan; Muradi, Muradi; Manan, Firman
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.301 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.1.1-26

Abstract

Naiknya gelombang kebangkitan populisme adalah salah satu fenomena politik yang sedang terjadi di seluruh dunia saat. Hal ini ditandai dengan kemunculan tokoh-tokoh dan narasi populistik dalam setiap kontestasi pemilu. Hampir seluruh negara mengalami hantaman gelombang ini dengan berbagai corak tersendiri. Dalam konteks Indonesia, para peneliti mengatakan bahwa populisme yang bangkit di Indonesia adalah populisme sayap kanan yang membawa narasi agama sebagai semangat perjuangannya. Lebih spesifik, populisme sayap kanan yang dimaksud di Indonesia adalah populisme Islam. Kajian mengenai populisme Islam di Indonesia sangat banyak, akan tetapi hampir tidak ada ahli yang menjadikan mahasiswa sebagai fokus penelitiannya. Padahal, mahasiswa adalah salah satu entitas yang tidak bisa dinafikan perannya dalam melakukan perubahan sosial di Indonesia. Dalam artikel ini, peneliti akan memuat kajian tentang adanya gerakan populisme Islam pada kalangan mahasiswa Islam di Indonesia. Fokus penelitian ini membahas tentang beberapa organisasi kemahasiswaan Islam digerakkan oleh mahasiswa di lingkungan kampus/universitas.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi literatur serta teknik analisis data adalah menggunakan teknik analisis deskriptif.
Advokasi Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) terhadap Tragedi Kanjuruhan sebagai Upaya Pemenuhan Hak Asasi Manusia: Community Advocacy of the Commission for the Disappeared and Victims of Violence (KontraS) regarding the Kanjuruhan Tragedy as an Effort to Fulfill Human Rights Mardiana, Silvi Syahrani; Shalshabilla, Shalma; Muradi, Muradi
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8337

Abstract

Kehadiran masyarakat sipil penting dalam menjaga keseimbangan, memperjuangkan keadilan, dan mengawasi jalannya kehidupan bermasyarakat serta bernegara. Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya menunjukkan peran penting masyarakat sipil dalam menuntut keadilan bagi korban. Salah satu organisasi yang konsisten menyuarakan hal tersebut adalah Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Penelitian berbasis komunitas ini bertujuan untuk menganalisis strategi advokasi KontraS menggunakan kerangka teori peran masyarakat sipil, meliputi adaptasi, pemberdayaan, dan kontrol sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, KontraS telah menjalankan peran adaptasi dengan terus menyesuaikan langkah-langkah advokasinya terhadap perkembangan kondisi di sekitar tragedi Kanjuruhan, peran pemberdayaan dengan memperjuangkan hak korban di ranah hukum, membuka ruang partisipasi publik melalui diskusi dan aksi solidaritas, serta mengawal institusi negara agar bertanggung jawab secara penuh, serta peran kontrol sosial dengan mengawasi, mengkritisi, dan memberikan tekanan terhadap negara agar tidak melakukan praktik penyimpangan hukum maupun kebijakan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa KontraS telah menjalankan perannya dengan baik dalam merespons Tragedi Kanjuruhan.
Peran Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dalam Pelaksanaan Asian Games 2018: Studi tentang Pemuda Pancasila Kota Palembang Amalia, Fadila Nur; Muradi, Muradi; Bainus, Arry
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 3 No 1 (2019): Tapis : Jurnal Penelitin Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tapis.v3i1.1480

Abstract

In 2018, Palembang became one of the hosts of the biggest sports event in Asia, that’s the Asian Games. As a civil society, the youth community organization is a driving force for the functioning of the social system. This paper explores the role of Pemuda Pancasila as youth community organizations in the success of Asian Games 2018. This study employed descriptive qualitative methods to explore the research objectives. The results showed that Pemuda Pancasila Pelembang conducted peaceful actions to anticipate events which could impact the success of Asian Games 2018, and appealed to the public to contribute to the success of this event through mass and electronic media, furthermore to help maintain security during the Asian Games 2018 event.
Peran WALHI Jawa Barat Sebagai Watchdog Dalam Pendekatan Civil Society Pada Tahun 2025 Al-Ayyub, Achmad Aqwa; Putra Brata, Maygaza Anhara; Muradi, Muradi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2310-2315

Abstract

Artikel ini menganalisi peran wahana lingkup hidup indonesia (WALHI) Jawa Barat sebagai watchdog dalam kerangka civil society pada tahun 2025. Dengan menggunakan teori Larry Diamond yang menekankan fungsi masyarakat sipil dalam hal partisipasi, pluralisme, otonomi, dan kontrol sosial, penelitian ini mengkaji bagaimana WALHI menjalankan fungsi pengawasan terhadap negara dan korporasi secara independen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka untuk menggali data dari laporan advokasi, hasil kajian lingkungan, dan dokumen organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WALHI Jawa Barat berperan aktif dalam menjalankan fungsi watchdog melalui advokasi kebijakan tata ruang, pemantauan lingkungan, dan litigasi strategis terhadap pelanggaran yang merusak ekosistem. Aktivitas tersebut berkontribusi terhadap peningkatan transparansi pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan publik. Sifatnya yang independen dan partisipatif menjadikan WALHI sebagai aktor penting dalam memperkuat demokrasi ekologis di Indonesia. Dengan demikian, WALHI tidak hanya bertindak sebagai pengkritik kebijakan, tetapi juga sebagai penjaga keadilan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat.
THE PENTAHELIX MODEL IN ACCELERATING STUNTING REDUCTION IN EAST LOMBOK DISTRICT Hadi, Muhammad Irham; Suwaryo, Utang; Muradi, Muradi
DIA: Jurnal Administrasi Publik Vol. 23 No. 02 (2025): PUBLIC ADMINISTRATION
Publisher : Program Studi Doktor Ilmu Administrasi, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the Pentahelix Model in Accelerating Stunting Reduction in East Lombok Regency. This research uses a case study qualitative research approach. Researchers obtained data through observation, interviews, documentation of the subjects and objects of this study. The results of this study are that the problem of stunting in East Lombok Regency has decreased, this is because it is inseparable from the collaboration between various elements such as government, academics, communities, entrepreneurs, and others in order to accelerate the reduction of stunting in East Lombok Regency. In fact, the success of East Lombok Regency in reducing stunting rates won 1st place in the performance evaluation assessment of the implementation of 8 convergence actions in accelerating stunting reduction at the district / city level throughout NTB in 2024.
Demokrasikita.id sebagai Bagian dari Civil Society dalam Penguatan Demokrasi Lokal di Kota Bandung Syaira Diasyifa Herlambang; Muhammad Alfian Zuhri; Muradi Muradi
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i4.8911

Abstract

Demokrasikita.id was established as a civil society initiative aimed at enhancing the quality of local democracy, particularly in anticipation of the Bandung City Regional Election. The emergence of demokrasikita.id is a form of criticism of the tendency of participants in the local political process, where the political agenda is often dominated by party elites and certain interests. This study uses a qualitative approach with analysis based on civil society theory. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation studies. The results of the study show that the role of demokrasikita.id in strengthening local democracy as a civil society covers two aspects, namely advocacy through a series of systematic stages, starting from issues to participatory forums and social control, which is realized through five aspirations resulting from the participatory process of the Bandung City Community. Meanwhile, the role of empowerment is not the focus of demokrasikita.id but is still present to complement it. In its efforts to become a forum for civil society movements, demokrasikita.id is often faced with internal and external challenges, such as the commitment of its activists to maintaining the stability and direction of the organization and how it navigates local political and social conditions that do not yet fully support the growth of deliberative public participation.
ASOSIASI OJEK ONLINE SEBAGAI CIVIL SOCIETY: STUDI PADA GABUNGAN AKSI RODA DUA Senoaji, Pranata Sukma; Nayaka, I Putu; Muradi, Muradi
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i4.67207

Abstract

Asosiasi mitra pengemudi ojek online, khususnya Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) adalah organisasi yang secara formil tidak memenuhi kriteria sebuah civil society organization karena mengadvokasikan perihal peningkatan pendapatan profesional (pasar), dan kesejahteraan pribadi (keluarga). Tetapi dalam praktiknya, Garda sering mengurusi pengelolaan kepentingan kolektif yang menyeimbangkan negara, pasar, dan masyarakat sipil. Artikel ini akan menganalisis Garda dengan menggunakan kerangka teori Alexis de Tocqueville tentang karakteristik sebuah civil society otganizations sebagai arena asosiasi entitas masyarakat sipil yang mendukung demokrasi, serta model A.C. LeVan yang membaginya ke dalam dimensi otonomi (autonomy) dan orientasi tujuan (goal orientation). Penelitian ini menemukan bahwa Garda memiliki orientasi tujuan keluar (outward goal orientation) dan tingkat otonomi menengah-tinggi sebagaimana karakteristik civil society organization pada umumnya. Melalui aksi kolektif dan pengawalan isu, Garda mencerminkan perannya yang tidak hanya memperjuangkan kepentingan kapital anggotanya, tetapi juga berperan penting sebagai pengawas dan mediator demokrasi pada tata pemerintahan lokal dan khususnya nasional. Penelitian ini memberi kontribusi dalam memperluas pandangan mengenai organisasi hibrida dalam konteks gerakan pekerja online, dengan menempatkan Garda sebagai contoh bahwa peranan civil society organization dapat dijalankan oleh organisasi yang secara formil bersifat for-profit bagi keluarga dan pasar. The online motorcycle taxi drivers' association, particularly the Two-Wheeled Action Association (Garda), is formally not categorized as a civil society organization because it primarily advocates for increase in professional income (market) and personal interest (family). However, in practice, Garda also engages in collective action that balances the interests of the state, the market, and civil society. Using Alexis de Tocqueville’s theoretical framework of civil society organization  as arenas of voluntary associations that support democracy, along with A.C. LeVan’s model of autonomy and goal orientation, this article analyzes the characteristics, autonomy, and goal orientation of Garda’s movement. Garda demonstrates an outward goal orientation with a medium to high level of autonomy. Through collective mobilization, rights advocacy, and political engagement, Garda exhibits several characteristics of civil society organization. Garda not only fights for material prosperity for online motorcycle taxi drivers (including its members), but also plays a significant role as a democratic supervisor and mediator in local and especially national governance. This research contributes to the discourse on hybrid organization in the context of digital labor movements in Indonesia by illustrating that a for-profit organization oriented toward family and market interests can simultaneously exercise the functions of a civil society organization.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MANAJEMEN TALENTA DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAHAN KOTA BANDUNG Fathony, M. Ridwan; Muradi, Muradi; Sagita, Novie Indrawati
Jurnal Academia Praja Vol 6 No 1 (2023): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v6i1.1425

Abstract

Manajemen Talenta dalam pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil yang diterapkan di Kota Bandung sampai saat ini belum seutuhnya berjalan sesuai dengan prosedur, indikator dan persyaratan serta kenyataan di lapangan. Banyak faktor dan kepentingan dan jumlah penghasilan yang didapatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni kualitatif . Pengumpulan data dilakukan teknik wawancara akan digunakan sebagai alat dalam riset kualitatif. informasi yang tidak tercatat dalam dokumen, informasi dari kejadian dan kepribadan yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yakni analisis model interaktif. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dilakukan dengan bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu siklus. Hasil penelitian menunjukan, implementasi kebijakan talenta belum seutuhnya berjalan sesuai dengan prosedur, indikator dan persyaratan serta kenyataan di lapangan. Banyak faktor dan kepentingan dan jumlah penghasilan yang didapatkan.
Posisi Turning Point USA sebagai Civil Society Sayap Kanan dalam Demokrasi Amerika Serikat Yilmaz Omar Sebastian; Lyndia Aziza Shafarosa; Muradi, Muradi
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i4.6620

Abstract

This study analyzes the position of Turning Point USA (TPUSA) as a right-wing civil society organization in the context of American democracy and examines how it influences contemporary political dynamics through ideological mobilization. Since its establishment in 2012 by Charlie Kirk, TPUSA has rapidly developed as a conservative movement targeting youth political engagement through educational institutions, social media activism, and political campaigning. This research employs a library research method with a discourse analysis approach to examine TPUSA’s narrative construction, communication strategies, and political agenda. Philippe Schmitter’s civil society theory is used to explain TPUSA’s role as a non-state actor, while Muthiah Alagappa’s theoretical perspective highlights the ambivalent nature of civil society, which can either strengthen or undermine democracy. The findings show that TPUSA promotes conservative ideology while operating as an extension of partisan political interests closely connected to the Republican Party and Donald Trump’s political network. Beyond advocacy and political education, TPUSA contributes to political polarization, delegitimization of democratic institutions, and the spread of disinformation, most evidently through its involvement in the “Stop the Steal” movement. This study concludes that civil society organizations may become instruments of democratic backsliding when driven by ideological exclusivity and partisan motives.
Co-Authors Agustinus Widanarto Al-Ayyub, Achmad Aqwa Al-Banjari, M. Husin Amalia, Fadila Nur Andalus, Mutia Kartika Andalus Ansar Ansar Apurines, Muh. Ide Arfin Sudirman Arry Bainus, Arry Aruan, Gemayel Paulus Bambang Aziz Pamungkas Wardhana Barta Oktarius Barus Barus, Barta Oktarius Caroline Paskarina Cecep Darmawan, Cecep Darmawan, Wawan Budi Dede Sri Kartini Dede Sri Kartini Dede Sri Kartini Dhinda Dwi Maharani Dyah Tantri Efrina Putri EKO ARI WIBOWO Fathony, M. Ridwan Ferry Kurnia Rizkiansyah Gameal Flamirion Gemayel Paulus Aruan Hadi, Muhammad Irham Harianto Harianto Harianto Harianto Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idil Akbar Idil Akbar, Idil Immanuel, Glenn Kevin Iskandar, Kirana Safira Sholehah Kartini, Dede Sri Kartini, Dede Sri Khan, Syamsul Kurnia Kurnia Leo Agustino Leo Agustino Leo Agustino Lyndia Aziza Shafarosa Manan, Firman Mardiana, Silvi Syahrani Mochamad Fattahidayah Dinata Mudinillah, Adam Mudiyati Rahmatunnisa Muh. Ide Apurines Muhajir, Rahmad Muhammad Alfian Zuhri Muryanto Amin Natalia, Naomi Glori Nayaka, I Putu Neneng Yani Yuningsih Novi Indrawati Sagita Novie Indrawati Sagita Nur Yulianto Darojad Pasaribu, Tota Pradipta, Zhafira Aura Putra Brata, Maygaza Anhara Putri, Dyah Tantri Efrina Putri, Kalista Berliana R. Budi Santosa R. Widya Setiabudi Sumadinata Rahmad Saputra Rahman Mulyawan Rahman Mulyawan Randy Fauzia Ikhsandi Raymond Pangihut Hasoloan sinaga Ridwan Fathony Rita Myrna Ritonga, Alwi Dahlan Samugyo Ibnu Redjo Sayyid Muh Suparman Senoaji, Pranata Sukma Setiawan, Mursyid Shabina Sundus Addinari Shalshabilla, Shalma Silas, Jonah Siregar, Muhammad Musthofa Solikin Solikin Sumantri Sumantri Syaira Diasyifa Herlambang Syamsul Khan Teguh Anggoro Tota Pasaribu Utang Suwaryo Wawan Budi Darmawan Wawan Budi Darmawan Wibowo, Eko Ari Yanyan M. Yani Yanyan M. Yani, Yanyan M. Yilmaz Omar Sebastian Yusa Djuyandi