Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Dinamika Hukum Islam dan Hak Asasi Manusia dalam Gender dan Hukuman Mati Sholihah, Mida Mar`atus; Sukarni, Sukarni; Hanafiah, M.; Muhajir , Ahmad
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.588

Abstract

Abstract The dynamic relationship between Islamic law and human rights (HR) has been a complex and protracted debate. These two concepts have a long history and are interrelated, although there are some differences in their interpretation and application. This paper aims to analyze this dynamic, with a focus on two main issues: gender and the death penalty. Conceptually, Islamic law has actually contained teachings on HR since its birth in the 6th century, long before the concept of HR in the West emerged in the 17th and 18th centuries. However, in its development, there has been a debate regarding the interpretation and implementation of Islamic law, particularly in the issues of gender and the death penalty. The biological anatomical differences between men and women have given birth to a set of cultural concepts called gender, which then sparked debate over their roles and status in society. In addition, the application of the death penalty in Islamic law also becomes a point of contention with the HR concept that upholds the right to life. This study is expected to provide a more comprehensive understanding of the dynamic relationship between Islamic law and HR, and to serve as a basis for efforts to harmonize and resolve conflicts between the two. Keywords: Dynamic; Islamic Law; Human Right Abstrak Dinamika hubungan antara hukum Islam dan hak asasi manusia (HAM) telah menjadi perdebatan yang kompleks dan berkepanjangan. Kedua konsep ini memiliki sejarah yang panjang dan saling terkait, meskipun terdapat beberapa perbedaan dalam interpretasi dan penerapannya. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis dinamika tersebut, dengan fokus pada dua isu utama: gender dan hukuman mati. Secara konseptual, hukum Islam sejatinya telah mengandung ajaran tentang HAM sejak kelahirannya pada abad ke-6, jauh sebelum konsep HAM di Barat muncul pada abad ke-17 dan 18. Namun, dalam perkembangannya, terdapat perdebatan terkait penafsiran dan implementasi hukum Islam, khususnya dalam isu gender dan hukuman mati. Perbedaan anatomi biologis antara laki-laki dan perempuan telah melahirkan seperangkat konsep budaya yang disebut gender, yang kemudian memicu perdebatan mengenai peran dan kedudukan mereka dalam masyarakat. Selain itu, penerapan hukuman mati dalam hukum Islam juga menjadi titik perdebatan dengan konsep HAM yang menjunjung tinggi hak hidup. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika hubungan antara hukum Islam dan HAM, serta menjadi landasan bagi upaya harmonisasi dan resolusi konflik di antara keduanya. Kata Kunci: Dinamika; Hukum Islam, Hak Asasi Manusia
Hukum Pidana dalam Adat Banjar: Integrasi Hukum Adat dan Hukum Pidana Nasional Rizani, Rasyid; Sukarni, Sukarni; Hanafiah, M.; Muhajir, Ahmad
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i2.574

Abstract

Abstract This paper discusses the legal system in Indonesia consisting of three systems, namely customary law, Islamic law, and western law. Islamic law was once applied in the Banjar Sultanate with the Sultan Adam Law which contains rules on social, criminal, and civil life. Criminal law during the Banjar Kingdom was based on Islamic law and local customs. Adat Badamai is still used today, allowing communities to resolve disputes locally. The integration of customary law with national criminal law can lead to conflicts between unwritten customary law and statutory-based criminal law. The type of research used in this research is normative legal research. While the research approach that the author uses in this paper is a legal approach, historical approach, and comparative approach. Keywords: law, criminal, adat, integration Abstrak Tulisan ini membahas tentang sistem hukum di Indonesia terdiri dari tiga sistem yaitu hukum adat, hukum Islam, dan hukum barat. Hukum Islam pernah diterapkan di Kesultanan Banjar dengan Undang-Undang Sultan Adam yang berisi aturan tentang kehidupan sosial, pidana, dan perdata. Hukum pidana di masa Kerajaan Banjar berbasis hukum Islam dan adat setempat. Adat Badamai masih digunakan hingga sekarang, memungkinkan masyarakat menyelesaikan sengketa secara lokal. Integrasi hukum adat dengan hukum pidana nasional dapat menimbulkan konflik antara hukum adat yang tidak tertulis dengan hukum pidana berbasis perundang-undangan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Sedangkan pendekatan penelitian yang penulis gunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan Undang-undang, pendekatan Sejarah, dan pendekatan perbandingan. Kata kunci: hukum, pidana, adat, integrasi
Upaya Positivisasi Hukum Islam Wilayah Banjar (Telaah Eksistensi Harta Perpantangan Sebagai Ciri Khas Daerah) Arif Fitria, Rizal; Sukarni, Sukarni; Hanafiah, M.; Muhajir, Ahmad
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i2.581

Abstract

Abstract This article discusses the efforts to positivize Islamic law in the Banjar region, with a particular focus on examining the existence of 'harta perpantangan' (inherited communal property) as a distinctive regional characteristic. 'Harta perpantangan' is a form of wealth management that has long been a tradition in the Banjar community. Although not explicitly regulated in Islamic law, this practice remains preserved and upheld by the community. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data was collected through interviews, observation, and document study. The results show that the efforts to positivize Islamic law in the Banjar region have been carried out through several initiatives, such as the integration of customary law norms into regional regulations, the establishment of Islamic law-based institutions, and the development of sharia-compliant financial products. In the context of 'harta perpantangan', although it is not explicitly regulated in Islamic law, the Banjar community continues to maintain this practice with various adjustments and modifications to align it with sharia principles. This indicates an effort to accommodate local wisdom in the process of positivizing Islamic law in the Banjar region. Keywords: Positivization of Islamic Law, 'Harta Perpantangan', Banjar Community Abstrak Artikel ini mengkaji upaya positivisasi hukum Islam di wilayah Banjar dengan fokus khusus pada eksistensi harta perpantangan sebagai salah satu ciri khas daerah. Harta perpantangan merupakan konsep warisan budaya masyarakat Banjar yang memiliki nilai hukum dan sosial yang signifikan. Dalam konteks hukum Islam, positivisasi hukum bertujuan untuk mengintegrasikan norma-norma Islam ke dalam sistem hukum nasional secara formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis dokumen untuk mengeksplorasi bagaimana harta perpantangan diakui dan diimplementasikan dalam hukum positif di wilayah Banjar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya positivisasi hukum Islam di Banjar tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga berkontribusi pada keberagaman hukum nasional Indonesia. Artikel ini mengusulkan beberapa rekomendasi untuk peningkatan harmonisasi antara hukum adat dan hukum Islam dalam kerangka hukum nasional, guna menjaga keberlanjutan tradisi dan memajukan keadilan sosial. Kata Kunci: Positivisasi, Hukum Islam, Adat Banjar, Eksistensi Harta Perpantangan.
Implementasi Hukum Islam Pada Perilaku Ekonomi Komunitas Pedagang Banjar Adim, Abd.; Sukarni, Sukarni; Hanafiah, M.; Muhajir, Ahmad
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i2.604

Abstract

Abstract This research discusses several aspects of the economic behavior of the Banjar traders community, economic activities, types of trading businesses, and the implementation of Islamic law on economic behavior, as well as how Islamic law can be applied to economic practices if linked to the Banjar treasures which include traditions (Business, Work, and time), the value of money and business competition that is developing in the Kalimantan region, especially among the Banjar people. Reviewing from historical facts and phenomena that appear in reality and writings in circulation, the economic behavior of the Banjar trading community has its own uniqueness, known as religious traders, although the problems that arise often trigger big questions, is it true that the economic behavior of the Banjar traders community has implemented Islamic law in ìthe trading area to support the religious trader's statement. According to Max Weber, religion is a differentiator between Western and Eastern culture, meanwhile, according to Jaquin Austria, the Islamic economic school is a stronger economic school and now this school of thought has led the world, so that the influence of religious thought on the economy provides an insight into social stratification. In this research, we try to dissect and present the actual facts by prioritizing the fundamental values in the economic behavior of the Banjar traders community from the perspective of Islamic law as the main basis for muamalah. Keywords: Implementation, Islamic Law, Economic Behavior, Banjar Traders Abstrak Penelitian ini membahas beberapa hal perilaku ekonomi komunitas pedagang Banjar, aktivitas ekonomi, jenis-jenis usaha perdagangan, dan implementasi hukum Islam pada perilaku ekonomi, serta bagaimana hukum Islam tersebut bisa diterapkan pada praktik ekonomi jika dipertautkan dengan khazanah Banjar yang meliputi tradisi (Usaha, Kerja dan waktu), Nilai uang dan Persaingan usaha yang berkembang di wilayah kalimantan, terutama di kalangan orang Banjar. Ditinjau dari fakta sejarah maupun fenomena yang nampak pada realita dan tulisan yang beredar, bahwa perilaku ekonomi komunitas pedagang Banjar memiliki keunikan tersendiri yang dikenal dengan pedagang religius, meskipun problem yang muncul sering kali memicu pertanyaan besar, benarkah perilaku ekonomi komunitas pedagang Banjar sudah mengimplementasikan hukum Islam di area perdagangan untuk mendukung statement pedagang yang agamis tadi. Menurut Max Weber agama merupakan pembeda antara budaya Barat dan Timur, sedangkan, menurut Jaquin Austria mengatakan bahwa mazhab ekonomi Islam adalah mazhab ekonomi yang lebih kuat dan sekarang mazhab ini telah memimpin dunia, sehingga pengaruh pemikiran keagamaan terhadap perekonomian memberikan pandangan tentang stratifikasi sosial. Pada penelitian ini mencoba membedah dan menyajikan fakta sebenarnya dengan mengedepankan nilai-nilai yang mendasar pada perilaku ekonomi komunitas pedagang Banjar ditinjau dari perspektif hukum Islam sebagai landasan pokok bermuamalah. Kata kunci: Implementasi, Hukum Islam, Perilaku Ekonomi, Pedagang Banjar
PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MIOPIA TINGGI Devi Susanti; Leni Novianti; Rizcita Prilia Melvani; M Fakhruddin; M. Hanafiah
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.1409

Abstract

Studi yang dikerjakan oleh Holden menemukan bahwa prevalensi miopia global adalah 22,9% dan miopia tinggi 2,7% pada tahun 2000. Dalam dekade berikutnya, prevalensi miopia meningkat menjadi 28,3% dan miopia tinggi naik menjadi 4,0% pada tahun 2010. Prediksi untuk tahun 2050 menyatakan bahwa prevalensi miopia akan mencapai 49,8% dan miopia tinggi akan mencapai 9,8%. Selain itu, data dari WHO pada tahun 2010 mencatat bahwa prevalensi miopia global adalah 27% dan miopia tinggi adalah 2,8%. Berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya miopia pada pasien meliputi genetik dan pola hidup Miopia merupakan sebuah kelainan refraksi di mana, ketika mata tidak berakomodasi, sinar-sinar sejajar dari objek tertentu difokuskan bukan pada retina, melainkan di depannya.Tinjauan Pustaka: miopia merupakan sebuah kelainan refraksi di mana, ketika mata tidak berakomodasi, sinar-sinar sejajar dari objek tertentu difokuskan bukan pada retina, melainkan di depannya. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini, metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini sebanyak 56 responden. Hasil Penelitian : Setelah dianalisa dengan uji statistik chi-square dimana P = 0,05 diperoleh P Value =0,006 < 0,05 dan diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara faktor genetik dengan kejadian miopia tinggi di Optik Global Palembang. Setelah dianalisa dengan uji statistik chi-square dimana P = 0,05 diperoleh P Value = 0,03 < 0,05 dan diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola hidup dengan kejadian miopia tinggi di Optik Global Palembang. Kesimpulan : berdasarkan hasil dari uji chi square terdapat ada hubungan antara faktor genetik dan pola hidup terhadap terjadinya miopia tinggi pada pasien di Optik Global Palembang.
Ajaran Islam dalam Praktik Kerjasama Ekonomi Masyarakat Banjar Nazhifah, Ainun; Muyassar, Muhammad Hafidz; Ananda, Rizqa; Munawarah, Munawarah; Wahidah, Wahidah; Rahmaniah, Amelia; Hanafiah, M.
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1538

Abstract

This study examines Islamic teachings in economic cooperation practices among the Banjar community in Banjarmasin using a library research method. The discussion begins with an exploration of the historical process of Islamization in Banjarmasin, which indicates that Islam has become deeply embedded in Banjar culture since the sixteenth century through trade networks and the da’wah of local Islamic scholars. Islamic teachings subsequently shaped the economic behavior of the Banjar community, particularly through the application of muamalah principles such as honesty, justice, trustworthiness, and mutual consent in economic transactions. Furthermore, economic cooperation among the Banjar people is reflected in various practices, including trade partnerships, trust-based transactions, and customary economic relations that align with Islamic norms. The integration of Islamic values within these cooperative practices demonstrates a harmony between Banjar customary law (urf) and Islamic economic principles, emphasizing not only material profit but also ethical conduct and social welfare. This study concludes that Islamic teachings play a significant role in shaping economic cooperation practices among the Banjar community in Banjarmasin, illustrating a contextual model of Islamic economic values integrated with local culture.
Praktik Muamalah Tradisional dan Penyelesaian Sengketa dalam Masyarakat Banjar Safitri, Maulidita; Pradana, Neco Erlin; Ramadhana, Yulia; Rukmawati, Desyana Putri; Putri, Riska Yunita; Rahmaniah, Amelia; Hanafiah, M.
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1544

Abstract

The Banjar community is recognized as an ethnic group with a strong integration of Islamic teachings and local customs in its social and economic life. Traditional muamalah practices, particularly in buying and selling transactions, reflect the internalization of Islamic legal principles within long-standing local traditions. In addition, the Banjar people have a distinctive mechanism for dispute resolution known as adat badamai, which emphasizes deliberation, peace, and the restoration of social harmony. This study aims to examine traditional muamalah practices of the Banjar community and their dispute resolution mechanisms from the perspective of Islamic economic law and local wisdom. This research employs a qualitative approach using library research methods. Data were collected from relevant literature, including books, academic journals, and previous studies. The findings indicate that the tradition of explicitly pronouncing contractual statements (ijab qabul) in Banjar buying and selling transactions is consistent with the principles of Islamic muamalah and does not contradict Islamic law. Furthermore, dispute resolution through adat badamai reflects the values of justice, public interest (maslahah), and peace, which are central objectives of Islamic law. This study concludes that Banjar traditional muamalah practices and dispute resolution mechanisms remain highly relevant as models of local wisdom–based dispute settlement within contemporary Islamic legal and social contexts.
Model Penyuluhan Daring Hak Waris Perempuan Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Keadilan Gender Mutiah, Aulia; Sukarni, Sukarni; Hanafiah, M.; Muhajir, Ahmad
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 1 No. 3 (2023): "Exploring the Wisdom Integration of Multidisciplinary Approaches in Higher Edu
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v1i3.1733

Abstract

Hak waris perempuan dalam Islam sebenarnya sudah diatur jelas dalam Al-Qur’an, namun dalam praktiknya masih sering diabaikan karena pengaruh budaya patriarki, kurangnya pemahaman hukum, dan tekanan sosial. Akibatnya, banyak perempuan tidak memperoleh bagian warisan yang seharusnya. Artikel ini bertujuan mengembangkan model penyuluhan daring tentang hak waris perempuan dalam perspektif hukum Islam dan keadilan gender untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat. Model penyuluhan dirancang dalam bentuk pembelajaran online yang interaktif, berisi materi dasar hukum waris Islam, hukum positif Indonesia, interpretasi yang adil gender, studi kasus, serta strategi pemberdayaan perempuan. Penyuluhan memanfaatkan media digital seperti video, modul interaktif, diskusi daring, dan webinar agar mudah diakses masyarakat luas. Model ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan perempuan tentang hak waris mereka, mendorong praktik pembagian warisan yang lebih adil, serta mengurangi diskriminasi dalam keluarga. Dengan demikian, penyuluhan daring menjadi langkah efektif untuk memperkuat perlindungan hak waris perempuan dan mendorong keadilan gender dalam masyarakat Muslim.
Pengembangan E-Book Fikih Keluarga Islam Sebagai Instrumen Pencegahan Konflik Rumah Tangga Rizani, Rasyid; Sukarni, Sukarni; Hanafiah, M.; Muhajir, Ahmad
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 1 No. 3 (2023): "Exploring the Wisdom Integration of Multidisciplinary Approaches in Higher Edu
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v1i3.1735

Abstract

Banyak keluarga Muslim mengalami konflik rumah tangga karena kurang memahami ajaran Islam tentang kehidupan keluarga (fikih keluarga). Kegiatan ini bertujuan menyusun e-book fikih keluarga Islam yang mudah dipahami sebagai panduan untuk mencegah konflik dalam rumah tangga. E-book berisi penjelasan tentang tujuan pernikahan, hak dan kewajiban anggota keluarga, cara komunikasi yang baik, serta langkah penyelesaian konflik menurut Islam. Disusun dengan bahasa sederhana dan dilengkapi contoh kasus serta solusi praktis, e-book ini dapat diakses secara digital oleh masyarakat luas. Hasilnya, e-book diharapkan membantu keluarga memahami peran masing-masing, mengatasi masalah secara bijak, dan membangun keluarga yang harmonis. Dengan demikian, e-book fikih keluarga Islam menjadi media edukasi yang efektif untuk mencegah konflik dan memperkuat ketahanan keluarga Muslim.
Optimalisasi Media Sosial Sebagai Sarana Literasi Hukum Talak Dan Rujuk Dalam Perspektif Fikih Hanafiah, M.; Sukarni, Sukarni; Fauzan, Akhmad
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 1 No. 3 (2023): "Exploring the Wisdom Integration of Multidisciplinary Approaches in Higher Edu
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v1i3.1738

Abstract

Talak dan rujuk merupakan bagian penting dalam hukum keluarga Islam, tetapi sering disalahpahami, terutama ketika dilakukan melalui media sosial tanpa mengikuti prosedur hukum yang benar. Banyak masyarakat mengira talak lewat pesan digital sudah sah, padahal menurut hukum Indonesia harus melalui pengadilan agama. Artikel ini bertujuan mengoptimalkan media sosial sebagai sarana literasi hukum talak dan rujuk dengan pendekatan fikih yang komprehensif dan sesuai konteks Indonesia. Metode yang digunakan meliputi analisis konten media sosial, pengembangan materi edukasi digital, pelatihan tokoh agama dan kreator konten, serta kampanye literasi terintegrasi. Hasil menunjukkan bahwa edukasi melalui media sosial dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang syarat talak dan rujuk, prosedur resmi, serta hak-hak istri dan keluarga. Upaya ini membantu mengurangi praktik talak informal dan mendorong penyelesaian keluarga yang lebih adil dan sesuai hukum Islam serta hukum negara.