Claim Missing Document
Check
Articles

Membangun Kesiapan Holistik Jamaah: Pendekatan Terpadu Bimbingan Ibadah Haji Nur Mutamakkin; Nur Faizin; Achmad Sultoni; Imam Asrori; Moh. Khasairi; Ahmad Munjin Nasih; Yusuf Hanafi; Kholisin; Nur Anisah Ridwan; Abdul Basid
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah haji menuntut kesiapan holistik yang seringkali tidak terakomodasi oleh bimbingan konvensional yang hanya berfokus pada aspek ritual, sehingga menciptakan kesenjangan antara pemahaman teori dan kesiapan praktik di lapangan. Program pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan sebuah model bimbingan haji terpadu untuk membangun kesiapan yang komprehensif bagi 46 calon jamaah haji dari lingkungan Universitas Negeri Malang. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, program ini dirancang dengan alur sistematis dalam enam tahapan fundamental: pra-manasik, manasik teoretis dan personal melalui kunjungan ke rumah, praktik lapangan melalui simulasi yang detail dan realistis, prosesi pemberangkatan, pendampingan penuh di Tanah Suci, hingga penjemputan kembali ke tanah air. Hasil kegiatan yang dievaluasi secara kualitatif menunjukkan keberhasilan yang signifikan, ditandai oleh partisipasi dan antusiasme jamaah yang sangat tinggi. Peningkatan pemahaman fikih dan keterampilan praktik manasik terbukti secara nyata selama sesi simulasi. Selain itu, pendekatan personal berhasil membentuk ukhuwah dan solidaritas yang kuat di antara jamaah, yang menjadi modal sosial krusial selama perjalanan ibadah. Model bimbingan holistik yang mencakup pendampingan dari hulu ke hilir ini terbukti sangat efektif dalam membentuk jamaah yang mandiri, percaya diri, dan siap secara spiritual, fisik, maupun mental. Program ini tidak hanya berhasil membina jamaah, tetapi juga menawarkan sebuah standar acuan (best practice) bagi kelompok bimbingan lain, khususnya yang berbasis di perguruan tinggi.
Framing in News Coverage of the Israel–Palestine Ceasefire by Arab Media: An Analysis Based on Robert Entman’s Model Nazifatul Mardiah; Abdul Basid
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.8440

Abstract

Media reporting on the Israel–Palestine ceasefire negotiations often reflects ideological and geopolitical orientations that shape how the conflict is understood by the public. This study investigates how four major Arab-language news outlets—Al Jazeera, Okaz, Sky News Arabia, and BBC News Arabic—construct their framing of the ceasefire agreement between Hamas and Israel. Specifically, the research addresses two questions: (1) how each outlet employs Robert N. Entman’s four framing elements, and (2) what similarities and differences emerge from the comparative framing across these media. Using a descriptive qualitative design, the study analyzes four online articles published during the negotiation stalemate in early 2025. Data were collected through documentation and examined using Entman’s framing devices: problem definition, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. The findings reveal contrasting patterns: Al Jazeera and BBC News Arabic frame Israel as obstructing the ceasefire and emphasize humanitarian impacts; Okaz portrays Hamas as the primary barrier and legitimizes Israel’s security-oriented stance; and Sky News Arabia adopts a more balanced yet moderately pro-Palestinian framing. These variations demonstrate how geopolitical context influences media narratives. The study contributes to conflict communication research by illustrating divergent Arab media framings and underscores the need for critical media literacy in interpreting politically charged news.