Claim Missing Document
Check
Articles

Framing in News Coverage of the Israel–Palestine Ceasefire by Arab Media: An Analysis Based on Robert Entman’s Model Nazifatul Mardiah; Abdul Basid
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.8440

Abstract

Media reporting on the Israel–Palestine ceasefire negotiations often reflects ideological and geopolitical orientations that shape how the conflict is understood by the public. This study investigates how four major Arab-language news outlets—Al Jazeera, Okaz, Sky News Arabia, and BBC News Arabic—construct their framing of the ceasefire agreement between Hamas and Israel. Specifically, the research addresses two questions: (1) how each outlet employs Robert N. Entman’s four framing elements, and (2) what similarities and differences emerge from the comparative framing across these media. Using a descriptive qualitative design, the study analyzes four online articles published during the negotiation stalemate in early 2025. Data were collected through documentation and examined using Entman’s framing devices: problem definition, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. The findings reveal contrasting patterns: Al Jazeera and BBC News Arabic frame Israel as obstructing the ceasefire and emphasize humanitarian impacts; Okaz portrays Hamas as the primary barrier and legitimizes Israel’s security-oriented stance; and Sky News Arabia adopts a more balanced yet moderately pro-Palestinian framing. These variations demonstrate how geopolitical context influences media narratives. The study contributes to conflict communication research by illustrating divergent Arab media framings and underscores the need for critical media literacy in interpreting politically charged news.
Penerapan Restorative Justice dalam Penyelesaian Tindak Pidana Ringan di Indonesia Nelsa Jeany Lengkey; Abdul Basid; Suyanto
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 09 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i09.2277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi konsep restorative justice dalam penyelesaian tindak pidana ringan di Indonesia. Penerapan sistem peradilan pidana yang berorientasi pada penghukuman sering kali belum mampu memberikan rasa keadilan bagi korban, pelaku, maupun masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan restorative justice hadir sebagai alternatif mekanisme penyelesaian perkara pidana dengan menekankan pada pemulihan keadaan serta keseimbangan kepentingan para pihak yang terlibat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif, yang dilakukan melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi restorative justice dalam penanganan tindak pidana ringan memberikan kontribusi positif terhadap terwujudnya keadilan substantif, mengurangi beban lembaga peradilan, serta mendorong terciptanya perdamaian antara pelaku dan korban. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat beberapa kendala, antara lain perbedaan pemahaman di antara aparat penegak hukum serta belum adanya pengaturan hukum yang komprehensif terkait penerapan restorative justice. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi hukum serta keseragaman dalam implementasinya guna menjamin kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh pihak.