Claim Missing Document
Check
Articles

Potret Dunia Amerika dalam Novel “Ar Rihlah Ila Amrika” Karya Muhammad Labib Al Batnuni (Kajian Sastra Pariwisata) Tahliyatud Dayyanah; Uril Bahruddin; Abdul Basid; J. Nabiel Aha Putra
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 2 (2024): (DECEMBER 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i2.10519

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan seorang musafir muslim yang berkelana ke negeri Amerika untuk mengungkap bagaimana gambaran Amerika sebagai Negara baru tapi sudah maju. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer tulisan-tulisan dalam novel karya Muhammad Labib Al-Batnuni. Adapun teknik pengumpulan datanya dengan cara menyimak, membaca, memahami, mengorganisir, dan menginterpretasikan data berdasarkan konteksnya. Untuk teknik analisanya menggunakan teori milik Miles dan Huberman yang menyajikan 3 langkah; pertama, reduksi data, kedua penyajian data, dan ketiga penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah perepresentasian liyan oleh Muhammad Labib menunjukkan bahwa penggambaran novel menempatkan narator sebagai pelancong yang secara aktif bersikap sehingga menentukan jalan cerita dalam perjalanannya.
Dialectal Variations In The Egyptian Edraak Media Video Podcast: A Dialectological Study Jambak, Mellinda Raswari; Muasssomah; Abdul Basid
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 1 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/q5hx1v69

Abstract

Dialectal variations reflect the richness of culture and the identity of communities, particularly in Arabic, which encompasses a wide range of dialects. This study focuses on the phonological and morphological variations in the Egyptian Amiyah dialect as used in the Edraak Media podcast, specifically the episode "الأمومة وسنينها مع مي إبراهيم" (Motherhood and Its Years with Mai Ibrahim). The aim of this research is to uncover the forms of dialectal variation in a digital context. The study employs a descriptive qualitative method. Primary data include podcast transcripts and audio content, while secondary data are drawn from relevant literature. Data collection is carried out through observation and note-taking, followed by analysis based on the Miles and Huberman model, which involves data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The study refers to dialectology theory, which examines linguistic variations based on geographical and social aspects. The findings reveal 24 phonological variations, such as the change of ج to غ and ق to أ, as well as 27 morphological variations, including the use of the prefix ب for progressive actions and ه for the future tense, the use of مش for negation, irregular verb forms, and functional word forms. These variations reflect linguistic simplification for more efficient everyday communication while simultaneously reinforcing local cultural identity. This research contributes to contemporary linguistic studies, particularly in understanding the dynamics of dialects in the digital era. Abstrak  Variasi dialek mencerminkan kekayaan budaya dan identitas masyarakat, khususnya dalam bahasa Arab yang memiliki keragaman dialek yang luas. Penelitian ini berfokus pada variasi fonologi dan morfologi dalam dialek Mesir Amiyah yang digunakan dalam podcast Edraak Media, pada episode "الأمومة وسنينها مع مي ابراهيم". Kajian ini bertujuan mengungkapkan bentuk variasi dialek dalam konteks digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data primer berupa transkripsi dan konten audio podcast, sedangkan data sekunder berasal dari literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat, diikuti analisis berdasarkan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kajian ini mengacu pada teori dialektologi yang meneliti variasi linguistik berdasarkan aspek geografis dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya 24 variasi fonologi, seperti perubahan ج menjadi غ dan ق menjadi أ, serta 27 variasi morfologi, seperti penggunaan prefiks ب untuk tindakan progresif dan ه untuk masa depan, penggunaan مش  untuk negasi, penggunaan bentuk kata kerja yang tidak teratur, dan penggunaan bentuk kata fungsional. Variasi ini mencerminkan penyederhanaan bahasa demi efisiensi komunikasi sehari-hari, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Penelitian ini berkontribusi pada studi linguistik kontemporer, khususnya dalam memahami dinamika dialek di era digital. 
Kontribusi Ayat-Ayat Zakat di Era Covid-19 Terhadap Perkembangan Ekonomi: Telaah Pemikiran Al-Tabari dalam Jami’ Al-Bayan Fi Ta’wil Al-Qur’an Abdul Basid; Nur Faizin; Bakri Mohamed Bkheet Ahmed
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i2.127

Abstract

Penelitian ini berusaha mengungkap peran zakat di tengah pandemi Covid-19, berikut implementasi ayat-ayat zakat terhadap problematika ekonomi saat ini. Interpretasi ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan topik, dalam hal ini meninjau kepada pemikiran ibn Jarir al-Tabari dalam  kitab Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an, yang kemudian dikaji secara kontekstual dengan menghubungkan kepada kondisi ekonomi masyarakat ketika pandemi berlangsung. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa zakat sebagai basis ekonomi keumatan memiliki andil yang cukup signifikan dalam ranah pendidikan maupun ekonomi. Selain berfungsi untuk membersihkan harta, zakat juga berfungsi mengangkat harkat dan martabat manusia dan menghilangkan sifat materialisme serta menghilangkan kesenjangan sosial dalam lingkup masyarakat, khususnya di era pandemi. Keberadaan ayat-ayat zakat dalam al-Qur’an juga memberikan kontribusi dalam mengubah paradigma pendidikan ekonomi yang selama ini berkiblat pada dua sistem ekonomi ekstrem, yaitu antara sistem ekonomi kapitalis dan komunis.
Penguatan Kesadaran terhadap PPKS di Perguruan Tinggi: Pengabdian Kepada Masyarakat di UNKAFA Gresik Nur Faizin; Abdul Basid; Mochammad Rizal Ramadhan
Bakti : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Bakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/baktivol4iss1pp39-47

Abstract

Pondok pesantren sangat kental dengan budaya patriarki dan hegemoni kiai berdasarkan norma ta’dziman mutlak. Barokah menjadi subyek dari kiai. Di sisi lain, pendidikan seksual bagi para santri hanya diberikan orangtua mereka sendiri. Tim pengabdian dari UM melakukan pengabdian dalam bentuk sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual kepada para santriwati. Pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yang meliputi tahap persiapan dan menggali informasi awal serta analisis kebutuhan, kemudian pelaksanaan pengabdian dalam bentuk seminar dan simulasi gender, relasi laki-laki perempuan. Tahap akhir dari pengabdian dengan monitoring dan evaluasi terhadap target pendirian unit atau satuan tugas yang fokus pada permasalahan pelecahan seksual. Pengabdian ini menghasilkan keterbukaan tentang kekerasan seksual, termasuk kekerasan sesama teman dari sesama jenis, meskipun belum ada tindakan nyata dari para stakeholder dan pimpinan pondok pesantren untuk segera mendirikan semacam unit atau satgas (;).
Combating Corruption in Indonesia: Digital Evidence in Criminal Prosecution Yati Vitria; Abdul Basid
INFOKUM Vol. 13 No. 04 (2025): Infokum
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the role and effectiveness of digital evidence in the criminal prosecution of corruption cases in Indonesia. With the growing prevalence of technologically mediated corruption ranging from encrypted financial transactions to manipulated digital documentation traditional legal frameworks face substantial challenges in ensuring evidentiary reliability, procedural fairness, and institutional coordination. Employing a qualitative case study approach, this research draws on in-depth interviews and documentary analysis to examine the institutional, legal, and technical dimensions of digital evidence utilization within the Indonesian justice system. Findings reveal persistent barriers, including the absence of comprehensive legal standards for digital evidence authentication, limited forensic capacity among law enforcement personnel, and fragmented inter-agency cooperation. These structural limitations not only hinder prosecutorial effectiveness but also compromise the integrity of judicial outcomes. In response, the study proposes a multi-layered framework encompassing regulatory reform, capacity-building, and procedural standardization to facilitate the lawful, secure, and effective use of digital evidence. By integrating digital forensic tools into legal practice, Indonesia’s anti-corruption enforcement can enhance prosecutorial accuracy, judicial trust, and overall institutional resilience.
Social Innovation in Faith-Based Organizations: The Role of Nahdlatul Ulama in Preventing Early Adultery and Sexual Violence Among Indonesian Youth Mochammad Najmul Afad; Maghfur Ahmad; Nur Fajariyah; Siti Mumun Muniroh; Abdul Basid
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v10i1.5154

Abstract

Family issues are at the heart of challenges like early marriage and sexual violence. Historically, these problems have been regarded as private matters, making them difficult to address. As the smallest unit of society, the family plays a vital role in tackling these issues. Nahdlatul Ulama, the largest mass organization in Indonesia, has pioneered an important approach by emphasizing the family as a key solution to these challenges. This article explains social innovation in preventing early marriage and sexual violence among young people with a study of the Gerakan Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama (GKMNU) movement. This research uses an qualitative approach with participatory observation and in-depth interviews taking locations in three regions, including Pekalongan Regency, Pekalongan City and Batang Regency. This research analyzes social movement theory and incorporates social innovation concepts. The results of this research show that the GKMNU has implemented several empowerment programs for the community including (1) Maṣlaḥah and Ma’rūf Relations, Good Parenting; (2) Healthy Family (3) Prosperous Family which contains messages of increased income, assets, resilience and (4) Educated Family. The GKMNU program runs using a cultural and structural approach in building a movement that has been proven to have a significant impact on society. The results of this research recommend that GKMNU become a movement that continues to be carried out by continuing to involve all elements and stakeholders of society and continuing to innovate.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI AGROWISATA DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DI DUSUN PAMULIAN DESA WARUNGPRING Mohammad Affan Wijaya; SITI ROBIAH; Khofifah Azzahro; Muhammad Taufiq Ubaidillah; Fitrotul Faizah; Mochammad Najmul Afad; Abdul Basid
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 3 (2024): APTEKMAS Volume 7 Nomor 2 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v7i2.7392

Abstract

In the era of globalization and rapid economic development, community empowerment is one of the main focuses in efforts to improve people's welfare. Assets refer to resources that can be used as capital to achieve economic goals, one of the aspects that are in Pamulian Hamlet is Welut Putih Pamulian Agrotourism. The purpose of this study is to analyze more deeply related to community empowerment through agro-tourism in improving the economy in Pamulian Hamlet, Warungpring Village. This research method uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews. Data processing in this study uses data validation techniques. The results of this study indicate that Pamulian Welut Putih Agrotourism has an impact on improving the economy of the people in the Pamulian hamlet in Warungpring Village.
Potret Dunia Amerika dalam Novel “Ar Rihlah Ila Amrika” Karya Muhammad Labib Al Batnuni (Kajian Sastra Pariwisata) Tahliyatud Dayyanah; Uril Bahruddin; Abdul Basid; J. Nabiel Aha Putra
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 2 (2024): (DECEMBER 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i2.10519

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan seorang musafir muslim yang berkelana ke negeri Amerika untuk mengungkap bagaimana gambaran Amerika sebagai Negara baru tapi sudah maju. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer tulisan-tulisan dalam novel karya Muhammad Labib Al-Batnuni. Adapun teknik pengumpulan datanya dengan cara menyimak, membaca, memahami, mengorganisir, dan menginterpretasikan data berdasarkan konteksnya. Untuk teknik analisanya menggunakan teori milik Miles dan Huberman yang menyajikan 3 langkah; pertama, reduksi data, kedua penyajian data, dan ketiga penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah perepresentasian liyan oleh Muhammad Labib menunjukkan bahwa penggambaran novel menempatkan narator sebagai pelancong yang secara aktif bersikap sehingga menentukan jalan cerita dalam perjalanannya.
Framing Comparison of Netanyahu's Denial of the Gaza Famine in Al Jazeera and CNN Arabic Muhammad Nur; Abdul Basid
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.8282

Abstract

This study investigates the critical role of media framing in geopolitical conflict by analyzing the coverage of Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu's denial of the Gaza famine, a claim directly contradicted by international humanitarian reports. Employing a qualitative descriptive approach grounded in Robert Entman's framing theory (Problem Definition, Causal Diagnosis, Moral Judgment, and Suggested Remedies), we conducted a comparative analysis of news articles from two ideologically distinct outlets: Al Jazeera Arabic and CNN Arabic. The analysis reveals fundamentally divergent framing strategies. Al Jazeera utilized a decisive Accountability Frame, defining the problem as a "blatant lie" against established humanitarian fact and diagnosing the cause as the "Israeli war of annihilation" and ongoing blockade. Its moral judgment was strongly condemnatory, leading to a proposed political solution (immediate lifting of the siege). Conversely, CNN Arabic adopted a cautious Debate and Juxtaposition Frame, defining the problem as a conflict of high-stakes political claims. It presented an ambiguous causal diagnosis by balancing Netanyahu's denial with counter-data on malnutrition deaths, and implicitly proposed an information solution (transparency and independent journalistic access). This ideological divergence confirms that media alignment dictates narrative construction in highly sensitive conflicts. The findings highlight the significance of discourse linguistics and critical discourse analysis as effective tools for uncovering the hidden agendas and ideological biases embedded in news texts. By analyzing linguistic choices, this research demonstrates how language actively shapes, rather than merely reports, social and political reality.
The Suffering of Palestinian Children in Qishash Athfal Najaw Min Bayni Fakkay Al-Mawt Fi Ghazah by Yusra Al-Aklouk: Literary Sociology of Ian Watt sakti, Bima; Abdul Basid
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.8453

Abstract

This study examines the various forms of suffering experienced by Palestinian children as portrayed in Qishash Athfal Najaw min Bayni Fakkay al-Mawt fi Ghazah. This approach explores the close relationship between the socio-political conditions of Gaza, the humanitarian impact of the ongoing conflict, and the trauma and violence reflected in children's narratives. Using a descriptive qualitative analysis, the study interprets data contextually through close reading without manipulating variables, emphasizing the understanding of textual phenomena and narrative elements. The research applies Ian Watt’s sociology of literature in combination with the interactive analysis model of Miles and Huberman to examine eighteen story fragments selected through purposive sampling. The findings reveal that Al-Aklouk’s narrative depicts children’s suffering through wounded bodies, profound trauma, forced maturity, and the persistent threat of war. Ultimately, the text serves as a moral witness to global injustice and affirms literature’s role as a medium of resistance and humanitarian advocacy.