Claim Missing Document
Check
Articles

Effects of The Inclusion of Star Gooseberry Dried Leaf Extract in Ration on Egg Organoleptic Values of Local Duck Anggraeni; Ristika Handarini; Deden Sudrajat; Burhanudin Malik; Viona Oktavia
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 2 No. 3 (2021): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v2i3.157

Abstract

Duck egg is known to have an unpleasant fishy odor which often becomes a factor reducing its acceptance in public. This odor is resulted from lipid oxidation which can be avoided by using an antioxidant. This study was aimed at assessing the effects of the inclusion of star gooseberry (Sauropus androgynus) dried leaf extract in ration on egg organoleptic quality of local duck. The study was conducted in a completely randomized design with 4 treatments and 4 replicates. Sensory test by 60 semi-trained panelists and hedonic quality and hedonic tests were conducted. Data were subjected to a Kruskal-Wallis test. Results showed that treatments gave significant effects (P <0.05) on aroma (hedonic), yolk color, and aroma (hedonic quality). It was concluded that the inclusion of star gooseberry dried leaf extract by 1,5% in ration improved the quality of egg yolk color, egg aroma, and consumers’ preference. A further study on the effects of DSGLE on meat quality and protein digestibility in ducks was recommended.
Production performance and meat quality of local ducks fed rations containing extract of torch ginger (Etlingera elatior) flowers and betel (Piper Betle linn) leaves Ristika Handarini; Elis Dihansih; Dewi Wahyuni; Burhanudin Malik
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 31, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2021.031.02.03

Abstract

Compared to chickens, ducks still have low productivity and other limitations.  One of the causes of these problems might be attributed to the off-odor found in duck meat.  Therefore, production performance and meat quality of ducks need to be improved.  The inclusion of extracts of betel (Piper betle Linn) leaves and torch ginger (Etlingera elatior) flowers wereas done to improve production performance and meat quality of local ducks. This study was aimed at assessing the effects of the inclusion of betel leaves and torch ginger flowers in the basal rations on production performance and meat quality of local ducks in the growing phase. A completely randomized factorial design in 4 x 4 with three replicates was used.  The first factor consisted of four levels of torch ginger flower solution, namely 0, 2.5, 5, and 7.5%.  The second factor consisted of four levels of betel leaf solution, namely 0, 2.5, 5, and 7.5%. Results showed that no significant differences (P>0.05) were found in body weight gain, feed intake, feed conversion, mortality rate and meat quality (pH, water holding capacity, tenderness and cooking loss).  It was concluded that the inclusion of extract of betel leaves and torch ginger flowers did not improve production performance and meat quality of male local ducks.
STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN MBKM DALAM RANGKA PENINGKATAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PERGURUAN TINGGI Arti Yoesdiarti; La ode Amril; Dede Kardaya; Ristika Handarini; Resti Yeksyastuti
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v13i1.5048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dialami oleh Universitas Djuanda dalam melaksanakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pembelajaran serta menentukan strategi terbaik untuk pengembangan program MBKM pembelajaran ke depannya. Responden berjumlah 16 orang yang berasal dari perwakilan pimpinan, dekan, kaprodi, dan dosen. Hasil menunjukkan bahwa dalam analisis lingkungan, program MBKM yang dilaksanakan Universitas Djuanda berada pada matriks I (pertumbuhan), adapun melalui matriks SWOT diperoleh strategi untuk pengembangan program MBKM yaitu  Memperkuat perolehan hibah terkait MBKM dan keikutsertaan dosen dan mahasiswa pada program MBKM nasional, Membuat kebijakan dan sosialiasinya yang dapat mengukuhkan program MBKM,  Memperkuat kurikulum melalui lokakarya kurikulum serta teknis implementasi,  Meningkatkan pemahaman dan motivasi dosen dan mahasiswa mengenai MBKM,  Memperkuat koordinasi dan kerjasama antara Dikjar, fakultas/prodi dengan unit kerja lain di Universitas Djuanda,  Meningkatkan kerjasama dengan semua pihak yang pernah bekerjasama sebelumnya di program terdahulu,  Melakukan inisiasi kerjasama baru yang melibatkan banyak pihak.
SUPLEMENTASI MINERAL ESENSIAL DALAM RANSUM TERHADAP LITTER SIZE, BOBOT LAHIR DAN PERBANDINGAN ANAK JANTAN DAN BETINA PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus): Supplementation of Essential Minerals on Feed to Litter Size, Weight of Birth, Male And Female Ratio on Litter Size of The Rabbit (Oryctolagus cuniculus) Dwi Purnama Putri; Zulfikar Siregar; Ristika Handarini
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.234 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i2.2655

Abstract

Banyaknya kelahiran anak jantan dibanding betina dalam satu litter size kelinci mengakibatkanperkembangbiakan lebih lama, untuk itu telah dilakukan penelitian menggunakan mineral esensial yangbertujuan untuk meningkatkan jumlah anak betina dalam satu litter size. Penelitian dilakukan di Kelompok TaniTernak “Rehna Latersia” kecamatan Berastagi pada Juni-September 2012. Penelitian ini menggunakan 36 ekorkelinci (27 ekor kelinci betina dan 9 ekor kelinci pejantan). rancangan acak kelompok terdiri atas tiga kelompokyang dibedakan berdasarkan bobot badan kelinci. Ada tiga perlakuan yaitu T0 sebagai pakan kontrol, T1 pakanbersifat asam (mengandung mineral P 0,37 % dan Cl 0,5 %), dan T2 pakan bersifat basa (mengandung mineralNa 0,5 % dan Ca 0,45 %). Parameter yang diamati adalah litter size, bobot lahir dan perbandingan anak jantandan betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan baik yang bersifat asam maupun basamemberikan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05), terhadap litter size, bobot lahir dan perbandingan anakjantan dan betina kelinci. Kesimpulan menunjukkan bahwa suplementasi mineral esensial yang dapat merubahkondisi asam dan basa pakan belum mampu meningkatkan jumlah anak betina per litter size.
SUPLEMENTASI MINERAL ESENSIAL DALAM RANSUM TERHADAP LAMA KEBUNTINGAN, MORTALITAS SELAMA MENYUSUI DAN BOBOT SAPIH PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus): Suplementation of Essential Minerals on Feeds to Long Gestation, Mortality During Weaning and Weight Gain Post Weaning of Rabbit (Orygtolagus cuniculus) Kennie Cendekia Desnamrina; Ristika Handarini; Zulfikar Siregar
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.519 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i2.2663

Abstract

Aplikasi mineral esensial berpengaruh terhadap peningkatan sistem metabolisme tubuh kelinci danakan meningkatkan produktivitasnya. Tujuan penelitian untuk menguji pengaruh suplementasi mineral Na, Ca,P dan Cl terhadap kinerja reproduksi kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian telah dilakukan di KelompokTani Ternak Rehna Latersia, Berastagi selama bulan Juni -September 2012. Penelitian ini menggunakan 36ekor kelinci (27 ekor betina dan 9 ekor jantan) dengan rancangan acak kelompok, terdiri atas tiga kelompokyang dibedakan berdasarkan bobot badan kelinci. Ada tiga perlakuan yaitu T0 sebagai pakan kontrol, T1 pakanbersifat asam (mengandung mineral P 0,5% dan Cl 0,5%) dan T2 pakan bersifat basa (mengandung mineral Na0,5% dan Ca 0,75%). Parameter yang diamati adalah lama kebuntingan, mortalitas selama menyusui dan bobotsapih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi mineral pada ransum kelinci tidak berpengaruhterhadap semua parameter. Rataan lama kebuntingan tertinggi pada perlakuan asam sebesar 31,55 hari. Rataanmortalitas tertinggi pada perlakuan basa sebesar 21,03%. Rataan bobot sapih tertinggi yaitu 550,68 gr/ekor padaperlakuan basa. Kesimpulan menunjukkan bahwa suplementasi mineral esensial (Na 0,5%), Ca (0,75%), P(0,5%) dan Cl (0,5%) belum dapat mempercepat waktu kelahiran, mengurangi angka mortalitas selamamenyusui dan meningkatkan bobot sapih pada kelinci.
Internal Kualitas internal dan eksternal telur ayam lokal yang di inseminasi buatan menggunakan mikropipet Agus restu budimas; Ristika Handarini; Agung Puji Haryanto
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v11i2.6790

Abstract

Native chicken is a species of fowl that is usually consumed by people in Indonesia. Most various of native chicken bred are new strains, i.e Merawang chicken, Kampung Unggul Balitbang (KUB) chicken and IPB D-1 chicken. High-quality chicken shall be produced from superior breed through artificial insemination by micropipette. A micropipette is a pipette tool with high accuracy and precision to collect cement when performing an artificial insemination. This research is performed to test the internal and external quality of egg which involves egg yolk index (IKT), haugh unit (HU), eggshell weight and egg weight of 3 types of native chickens that artificially inseminated by a micropipette of various doses using 108 female native chickens aged 50 weeks and 6 males native chickens aged 24 months. The treatment was applied to the object with details of 36 female KUB and 2 males KUB, 36 females Merawang and 2 males Merawang, and 36 females IPB D-1 and 2 males IPB-D1. The quality test of eggs used 72 eggs which consists of total each type of chicken are 24 eggs. Data were analyzed using Completely Randomized Design (CRD). Factors that affect internal and external quality are age, genetics, health, environment, storage time, and feed. Research could be followed to conduct hatchability tests on the eggs produced from this study to trace an effect on egg hatchability in various types of native chickens.
Characteristics of Morphology, Reproductive and Physiological Response of Swamp Buffalo on Different Lands in West Aceh Regency Riki Rahmatullah; Sayed Umar; Ristika Handarini
Randwick International of Social Science Journal Vol. 5 No. 1 (2024): RISS Journal, January
Publisher : RIRAI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47175/rissj.v5i1.895

Abstract

Swamp buffaloes are among the most sought-after livestock for meat production in West Aceh Regency. Therefore, an analysis of their production and reproduction is necessary to determine the direction for potential development. The objective of this research is to analyze the characteristics of morphology, reproductive efficiency, and physiological response of swamp buffaloes in different plains in West Aceh Regency. The study was conducted in West Aceh Regency on different plains, including coastal plains and undulating plains, from May to September 2023. The variables measured include quantitative traits, reproductive efficiency, and physiological response, evaluated based on rectal temperature, with a total of 200 animal samples and 100 respondents. The analysis used multiple linear regression and t-test. The research results indicate that the most common quantitative traits such as body length, chest width, chest circumference, hip width, and body weight are influenced (P<0.05) by different plain conditions. Productive performance in terms of age at first marriage variable and reproductive efficiency is influenced (P<0.05) by different plain condition. The physiological response of buffaloes shows that rectal temperature is influenced (P<0.05) by different plain conditions. These both conditions also impacted the quality of swamp buffaloes’ meats that could impact the income of breeders.
SOSIALISASI GOOD FARMING PRACTICE KAMBING PERAH DI PETERNAKAN BERKAH FAMILY KELURAHAN CIBULUH BOGOR UTARA Handarini, Ristika; Winugroho, Mohammad; Kardaya, Dede; Sudrajat, Deden; Baharun, Abdullah; Jatmiko, Jatmiko
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.835 KB) | DOI: 10.30997/qh.v7i1.3966

Abstract

Peraturan Menteri No.  64/Permentan/OT.140/5/2014 tentang Pedoman Budidaya Kambing Perah yang Baik  (Good Farming Practice) perlu disosialisasikan agar peternak memahami pedoman dan syarat minimal  budidaya kambing perah serta bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha peternakan kambing perah di Indonesia. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan berbagai aspek tatalaksana budidaya kambing perah meliputi: bibt kambing perah, perkandangan, pemberian pakan, manajemen reproduksi dan biosekuriti kambing perah.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di  Peternakan Berkah Family di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor Jawa Barat dengan jarak sekitar 20 km dari Universitas Djuanda selama 5 minggu. Pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri atas  dosen dari Universitas Djuanda dan lima orang mahasiswa Program Studi Peternakan. Metode pengabdian adalah direct method  dengan bentuk kegiatan penyuluhan dan praktek.  Penyuluhan terkait semua aspek tata laksana kambing perah. Praktek yang dilakukan: penyusunan ransum dan sanitasi kandang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peternak belum pernah mengetahui ada peraturan terkait GFP kambing perah. Peningkatan pemahaman atau pengetahuan setelah dievaluasi berdasarkan kegiatan pre dan post test, hasil dari sosialisasi Peraturan Menteri No.  64/Permentan/OT.140/5/2014 tentang Pedoman Budidaya Kambing Perah yang Baik sebesar 15.65%.   Kesimpulan dari kegiatan PkM adalah adanya peningkatan pengetahuan sebesar 15,65%  terhadap penyuluhan materi yang disampaikan.  Praktek penyusunan ransum dan penerapan sanitasi kandang secara rutin akan diterapkan sebagai upaya menekan biaya pakan dan menjamin kesehatan  bagi peternak dan produk yang dihasilkan terutama pada kondisi pandemic Covid-19.  Disarankan: dilakukan pendampingan secara berkesinambungan untuk memantau penerapan hasil transfer pengetahuan dan praktek yang telah dilakukan oleh peternak mitra Berkah Family.
PELATIHAN PEMBUATAN RANSUM FLUSHING DOMBA Sudrajat, Deden; Handarini, Ristika; Kardaya, Dede; Malik, Burhanudin; anggraeni; Wahyuni, Dewi; Baharun, Abdulah
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.243 KB) | DOI: 10.30997/qh.v8i2.4984

Abstract

ABSTRAK Peternak domba di Desa Sukaresmi tergabung dalam Gabungan Kelompok Peternak Sukaresmi dengan sistem pemeliharaan secara tradisional, sehingga berdampak pada produktivitasnya antara lain: pertambahan bobot badannya rendah sehingga pemeliharaan untuk tujuan penggemukan memerlukan waktu yang lebih lama yaitu 8 bulan, kelahiran 1 anak per tahun, bobot lahir anak rendah, mortalitas tinggi dan skor kondisi tubuh ternak rendah. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan cara pemberian flushing yaitu pakan dengan kandungan protein dan energi tinggi yang diberikan pada kondisi tertentu sehingga meningkatkan performa produksi dan reproduksi ternak domba pada fase pertumbuhan, menjelang perkawinan, bunting, beranak dan menyusui. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pembuatan pakan fluhing ternak domba sebagai upaya peningkatan produktivitas ternak domba dan hilirisasi dari hasil penelitian untuk mencapai indikator kinerja utama (IKU) 5 dan 7. Peserta pelatihan adalah: 24 orang peternak domba yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Peternak Sukaresmi (Gapoktan Sukaresmi). Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Sukaresmi Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor. Metode pengabddian adalah: penyuluhan dan praktek pembuatan pakan flushing ternak domba. Sebelum dan sesudah pemberian materi diberikan pre test dan post test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peternak domba setelah diberikan penyuluhan dan praktek pembuatan pakan flushing. Peternak mengikuti seluruh kegiatan yang terbagi atas 5 sesi: survey untuk pemetaan kondisi existing peternakan domba, sosialisasi kegiatan pengabdian, pre test dan penyuluhan pembuatan pakan flushing, praktek pembuatan pakan flushing dan post test, terakhir pemberian pakan flushing pada ternak domba (aplikasi). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan peternak sebagai proses transfer knowledge dan teknologi sebesar 16.65%. Kegiatan diharapkan akan berlanjut melalui pendampingan bagi peternak untuk menggali potensi sumber pakan yang ada di Desa Sukaresmi sehingga keterampilan peternak lebih baik lagi dalam memanfaatkan sumber-sumber bahan pakan yang ada disekitar peternakan
HYGIENE AND SANITATION PRACTICES IN ANIMAL QURBAN SLAUGHTER IN FMD OUTBREAK Rahmi, Annisa; Handarini, Ristika; Faqih, Ahmad; Mulyana, Dani; Kurniasih, Desta Dwi; Gagarin, Muhamad Yuri; Permadani Pertiwi, Pirda Parida; Gumelar, Restu; Baharun, Abdullah
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.566 KB) | DOI: 10.30997/qh.v8i3.6303

Abstract

Hygiene and sanitation aspects are important requirement in slaughtering animals qurban at foot and mouth disease (FMD) outbreak situation in Indonesia. This community service aims to provide guarantees to the public that the meat from animals qurban by Djuanda University was ASUH (safe, health, intact, and halal), and doing the assessment for hygiene and sanitation apratices in slaughtering process. Antemortem and postmortem examinations conducted on 19 cows and 2 sheeps. Ante-mortem examination includes examination of general condition, age, body temperature, eyes mucosa, oral mucosa, and signs of disease. Postmortem examination carried on digestive tract organs, heart, lungs, liver, kidneys, spleen, head, and carcass. The application of hygiene and sanitation practices in slaughtering process were assessed with qualitatively assessment, 1 point for fulfilled and 0 for unfulfilled. Total points were summed and presented as a percentage. The results of postmortem examination show a case of fasciolosis in a cow’s liver, and 85% hygiene and sanitation aspects were fullfilled.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdullah Baharun Agung Puji Haryanto Agus restu budimas Ahmad Faqih Amril, La Ode Anak Agung Gede Sugianthara Anas Alhifni Anggraeni Anggraeni Anggraeni Annisa Rahmi Annisa Rahmi, Annisa Anwar, Ghoitsa Zahra Khoerul Arti Yoesdiarti Baharun, Abdulah Bambang Purwantara Burhanudin Malik Burhanudin Malik Dede Kardaya Deden Sudrajat Dewi Wahyuni Dhifa Hilmi Fauzan Diwangkara, Catra Djunaedi, Mohammad Dwi Purnama Putri Elis Dihansih Elis Dihansih Elis Dihansih Feilza Putri, Okta fitrah, halim Florana, Bella Florana, Bella Furqan Herdes, Ali Gagarin, Muhamad Yuri GONO SEMIADI Gumelar, Restu Haerina, Nina Haerina, Nina Hanafi Nur Helmi Haris Hirzi Hanifi, Hirzi Ichsan Pamungkas Indra Cahya Kusuma Jatmiko Jatmiko Jatmiko Kennie Cendekia Desnamrina kesatria, Kesatria kesatria, Kesatria Khodijah, Neng Siti Komara, Fatutthorman Kumalasari, Rafika Kurniasih, Desta Dwi Kurniawan, Sukurna Kurniawan, Sukurna M. Winugroho Mala Nurilmala Malik, Burhanudin Maman, Asep Masitoh Maulana, Tulus Mohammad Badru Zaman Mohammad Winugroho, Mohammad Muhammad Amin Muhammad Husein Muhammad Imron, Muhammad Muhammad Sahlan Adi Saputra Mulyana, Dani Nuryanto, Lilik Bawa Nuryanto, Lilik Bawa Parida Permadani Pertiwi, Pirda Permadani Pertiwi, Pirda Parida Pujiharyanto, Agung R. Iis Arifiantini Raden Mohamad Herdian Bhakti Ramadhani, Dede Syahrul Resti Yeksyastuti Riki Rahmatullah Rimadhani, Farras Fajria Rizal, M. Saman Rohman, Fatkur Sale, Maria Sale, Maria Satya, Pandu Tri Sayed Umar Septiadi, Asep Septiadi, Asep Setiawan, Yanyan Setiawan, Yanyan Siregar, Nur Asyiah Siti Julaeha, Siti Solihin Solihin Subchan, Fariz Azka Subchan, Fariz Azka Sudrajat, Mashudy Suryana, Ahmad swito, swito swito, swito Tuty Laswardi Yusuf Umar, Sayed Viona Oktavia Wahyan, Dwiki Tri Satya Wahyan, Dwiki Tri Satya Wahyuni, S.Pt., M.Si., Dewi Wicaksono, Muhammad Abdiki Widiyantoro, Shena Wilmientje Marlene Mesang Nalley Wini Nahraeni Yasri, Rakhmi Yasri, Rakhmi Yoga Yuniadi Yuandhani, Rezky Zamanti, Deasy Zandos, F Zulfikar Siregar