Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

POLICY IMPLEMENTATION OF AGRICULTURAL WAREHOUSE RECEIPT SYSTEM OF AGRICULTURAL PRODUCTS IN EAST JAVA Sulistyaningsih Sulistyaningsih; Rudi Wibowo; Evita Soliha Hani; Yuli Hariyati
UNEJ e-Proceeding the 3rd International Conference on Economics, Business, and Accounting Studies
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines various variables in the implementation of Warehouse Receipt System in East Java in 6 SRG sample districts. The method used is Decision Matrix Analysis (DMA) with 5 price variables, infrastructure, cost, government support, and warehouse receipt utilization. SRG in general in the area of study has not been well utilized, therefore it is necessary: (1) comprehensive efforts, integrated and accelerated by all stakeholders, especially from relevant agencies. (2) government support in terms of socializing the benefits and uses of SRG in the marketing of farmer's results and income. (3) the existence of new institution such as small warehouse of container unit in central area or at remote location so that it can accommodate small farmers and distance of distant business location. (4) Provision of transportation to assist in transportation of goods. (5) management of SRG, since SRG has been built with central allocation fund, while those who provide land is the region, the uncertainty of making local governments halfhearted in managing SRG. (6) maintenance of sustainable infrastructure for future development.
Trend Volume Penjualan dan Strategi Pengembangan Agroindustri Tape “Sumber Madu Sae” Hasyati Hasyati; Jani Januar; Evita Soliha Hani
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 10, No 1: April 2017
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.073 KB) | DOI: 10.21107/pamator.v10i1.3772

Abstract

Agroindustri Tape “Sumber Madu SAE” di Desa Sumberpinang Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember, adalah salah satu agroindustri tape yang perkembangannya cukup besar hingga menjadikannya mampu untuk terus bertahan lama sampai saat ini, akan tetapi tingkat volume penjualan tapenya yang fluktuatif masih menjadi hambatan bagi agroindustri ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) trend volume penjualan tape; (2) variabel-variabel yang mempengaruhi volume penjualan tape; (3) strategi pengembangan Agroindustri Tape “Sumber Madu SAE”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitis. Metode pengumpulan data dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Prediksi ramalan volume penjualan tape mengalami fluktuasi yang cenderung meningkat setiap bulannya; (2) variabel-variabel diantara variabel volume produksi, harga bahan baku dan biaya bahan penolong, yang berpengaruh secara nyata terhadap volume penjualan adalah variabelvolume produksi; (3) strategi pengembangan agroindustri tape “Sumber Madu SAE” yang paling efektif adalah dengan menghilangkan atau meminimalisasi hambatan kunci yaitu persaingan yang cukup tinggi dan optimalisasi pendorong kunci yaitu permintaan tape “Sumber Madu SAE” yang cenderung tinggi. Peneliti merekomendasikan kepada pemilik maupun tenaga kerja Agroindustri “Sumber Madu SAE” agar dapat melakukan promosi secara optimal, mempertahankan kualitas dan cita rasa tape, melakukan diferensiasi produk, meningkatkan keterampilan SDM serta melakukan pinjaman modal untuk pengembangan agroindustri.
ANALISIS RISIKO PADA USAHATANI TOMAT DI KECAMATAN LEDOKOMBO KABUPATEN JEMBER Ainul Musta’ inah; Evita Soliha Hani; S Sudarko
AGRIBEST Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v1i2.1153

Abstract

Tomat adalah sayuran yang juga memiliki resiko dalam bertani. Karena itu, petani harus diminimalisir risiko agar bisa mendapatkan keuntungan lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui peluang risiko yang dihadapi petani, perilaku petani terhadap risiko dan strategi petani dalam menghadapi risiko usahatani tomat. (2) analisis regresi kuadratik, dan (3) analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif Malton berdasarkan teori. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada kemungkinan risiko kehilangan pada usahatani tomat di Kecamatan Ledokombo sebesar 0,78 dengan pendapatan terendah yang dapat diterima oleh petani tomat Rp -1.736.162, -, (2) Sebanyak 84,4% atau 27 petani Jangan mengambil risiko mengambil risiko, 6,3% atau 2 petani bersikap netral terhadap risiko dan berperilaku berani mengambil risiko (risk lover) sebanyak 9,4% atau 3 petani dan (3) Strategi manajemen risiko yang dilakukan oleh sebagian besar petani di berurusan dengan strategi manajemen risiko, interaktif dan ex-post. Strategi pengelolaan risiko ex-ante dilakukan dengan mengikuti pola budidaya padi-tomat dengan sistem produksi monokultur, sesuai dengan kondisi iklim setempat, diversifikasi varietas dan beberapa hamparan lokasi penanaman. Strategi pengelolaan risiko interaktif dilakukan oleh petani yang melakukan bordir jika ada tanaman tomat mati, jarak tanam yang digunakan sesuai rekomendasi, penggunaan pupuk tidak berbeda jenis namun berbeda volume pada musim kemarau dan musim hujan, pencampuran pestisida yang cenderung berlebihan sebagai upaya pencegahan. atas dasar penghematan biaya, waktu dan usaha, mencari tenaga kerja dari luar desa jika kesulitan kerja dan juga meminjam modal kepada keluarga jika mengalami kekurangan modal.
MANAJEMEN RANTAI PASOK MANGGA MANALAGI DI KABUPATEN SITUBONDO DENGAN PENDEKATAN FOOD SUPPLY CHAIN NETWORKING Puryantoro Puryantoro; Evita Soliha Hani; Sri Subekti
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 1, No 1 (2018): MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v1i1.372

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen rantai pasok mangga manalagi di Situbondo.Penentuan daerah penelitian ditentukan dengan sengaja (Purposive Method) di Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo. Pengambilan petani sampel dilakukan dengan menggunakan metode Proportional random sampling. Pengambilan responden pelaku rantai pasok mangga setelah petani ditentukan dengan metode Snowball sampling. Penelitian dengan pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dilakukan secara deskriptif sesuai dengan kerangka Food Supply Chain Networking (FSCN). Kondisi manajemen rantai pasok mangga manalagi di Kabupaten Situbondo saat ini masih belum berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat terlihat pada struktur rantai pasok belum yang terintegrasi dengan baik antara anggota primer dalam rantai pasok. Hal tersebut dikarenakan aliran informasi hanya terjadi pada konsumen akhir, pedagang pengecer, pedagang pengepul dan pedagang pengumpul. Sementara petani tidak mendapatkan aliran informasi baik mengenai pasar, harga, kualitas dan kuantitas yang diinginkan konsumen kecuali petani yang tergabung dalam kelompok tani.
Hubungan Motivasi dan Produktivitas Kerja Buruh Sadap Karet Kebun Banjarsari PTPN XII di Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember Ahmad Rofii; Evita Soliha Hani
Jurnal KIRANA Vol 1 No 2 (2020): Jurnal KIRANA Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jkrn.v1i2.21157

Abstract

Rubber tapping workers are piece workers in which these workers receive wages based on the volume of work or units of work. One of the plantation companies managed by BUMN is PTPN XII. One of the gardens that was the highest revenue contributor for the company was the PTPN XII Banjarsari Garden in Bangsalsari District, Jember Regency. The problem that often arises in piece workers such as rubber tapping workers is the problem of wages. The productivity of the rubber tapping workers affects the wages earned by the rubber tapping workers. Research at the Banjarsari Plantation of PTPN XII, aims to determine: (1) The work motivation of PTPN XII's Banjarsari rubber tapping laborers, (2) The work productivity of PTPN XII's Banjarsari rubber tapping workers in, (3) The relationship between work motivation and work productivity of rubber tapping laborers in the Banjarsari Plantation of PTPN XII. The results of the analysis show that: (1) The level of work motivation of rubber tapping workers at Banjarsari Plantation PTPN XII is high, (2) The productivity level of rubber tapping workers at Banjarsari Plantation PTPN XII is high, (3) There is a significant and unidirectional relationship between motivation. and labor productivity of rubber tapping at PTPN XII's Banjarsari Plantation. Keywords: Rubber Tapping, Motivation, Productivity, Relationship between work motivation and work productivity
Persepsi dan Strategi Adaptasi Petani Kubis Terhadap Dampak Perubahan Iklim di Desa Sumberrejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Dwi Nurul Faiqoh; Evita Soliha Hani
Jurnal KIRANA Vol 3 No 1 (2022): Jurnal KIRANA Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jkrn.v3i1.30939

Abstract

Perubahan iklim adalah ancaman serius bagi sektor pertanian.Kubis adalah salah satu tanaman hortikultura yang terdampak oleh terjadinya perubahan iklim. Salah satu wilayah penghasil kubis adalah Desa Sumberrejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Petani kubis di desa tersebut mengalami kendala akibat dampak dari perubahan iklim berupa cuaca tidak tentu. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui: 1) Hubungan antara karakteristik petani kubis dengan persepsinya terhadap dampak perubahan iklim pada usahatani kubis, dan 2) Strategi adaptasi perubahan iklim yang dilakukan petani. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive method). Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitis dan deskriptif. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode proportional random sampling dengan jumlah 35 orang. Data yang digunakan adalah data primer hasil wawancara dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Karakteristik petani kubis di Desa Sumberrejo yang memiliki hubungan signifikan dengan persepsinya terhadap dampak perubahan iklim adalah jumlah tanggungan keluarga, sedangkan karakteristik lain yaitu umur, tingkat pendidikan, pengalaman usahatani, dan luas lahan memiliki hubungan tidak signifikan. 2) Strategi adaptasi yang dilakukan petani adalah menggunakan dolomit, menggeser waktu panen, meningkatkan interval pengairan, mendalamkan sumur atau membuat sumur baru, meningkatkan interval penyemprotan insektisida, meningkatkan dosis insektisida, menambah jenis insektisida, menggunakan insektisida nabati, menggunakan perangkap lekat, memasang jaring mengelilingi lahan, menanam tanaman refugia, memasang lampu sebagai perangkap hama, dan mengendalikan hama secara manual. Kata kunci: Perubahan iklim, persepsi petani, strategi adaptasi
Pendampingan Manajemen Pengelolaan Cafe dan Kolam Pancing Omahkui Berbasis Protokol Covid-19 Evita Soliha Hani; Fariz Kustiawan Alfarisy; Irma Prasetyowati; Illia Seldon Magfiroh
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 1 (2023): February, Pages 1-120
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i1.747

Abstract

Dalam perkembangan globalisasi, kebutuhan dan gaya hidup dasar masyarakat di Indonesia sangatlah beragam. Salah satu kebutuhan manusia adalah makanan dan minuman. Kebutuhan manusia berupa makanan dan minuman dapat diperoleh dengan cara memasak ataupun membelinya di restoran ataupun cafe. Di Indonesia sendiri sudah banyak terdapat restoran atau cafe yang tersebar di berbagai tempat mulai dari kota besar sampai kota kecil. OMAHKUI adalah salah satu usaha yang terdiri dari Cafe dan Kolam Pemancingan. Usaha tersebut terletak di Dusun Kresek, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Kendala yang dihadapi adalah semenjak memasuki masa pandemi, tingkat penghasilan dan jumlah pengunjung menurun hingga 90%. Tujuan dilakukan pengabdian ini adalah untuk melakukan adaptasi bagaimana meningkatkan layanan cafe dan kolam pancing dalam rangka eksistensi dalam memulihkan pendapatan. Seiring dengan mewabahnya virus Covid-19 dan mencegah penularannya, maka tim pelaksana pengusul membuat sebuah model layanan dengan berbasis protokoler Covid-19. Model layanan yang dimaksud adalah setiap pelayanan wajib memberlakukan social distancing, memakai masker, serta dipastikan setiap pengunjung dalam keadaan sehat ditunjukkan dengan pengecekan suhu dan saturasi. Sehingga kegiatan usaha tetap berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan. Metode yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah Mitra adalah Observasi lanjutan, metode ceramah, diskusi, partisipatoris, praktek, dan pendampingan.
KERAGAAN PERMINTAAN PANGAN HEWANI BERDASARKAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA JAWA TIMUR DI MASA PANDEMI COVID-19 Ridjal, Julian Adam; Zainuddin, Ahmad; Wibowo, Rudi; Suciati, Luh Putu; Hani, Evita Soliha; Maghfiroh, Illia Sheldon; Rahman, Rena Yunita; Sari, Intan Kartika; Ibanah, Indah
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v7i1.2932

Abstract

Perilaku terkait konsumsi pangan rumah tangga khususnya pangan hewani sangat erat hubungannya dengan sosial ekonomi masyarakat. Tujuan daripada penelitian adalah memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait kebijakan dalam menentukan pemilihan komoditas pangan hewani yang akan dikembangkan guna memenuhi kebutuhan pangan hewani sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat, khususnya pendapatannya dan menganalisis terkait elastisitas permintaan untuk pangan hewani Jawa Timur menurut kelas pendapatan di masa pandemi Covid-19. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder rumah tangga dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) di Jawa Timur. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa keragaan konsumsi pangan hewani yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Jawa Timur pada kelas tertinggi, menengah, dan rendah adalah ikan segar. Kemudian peringkat konsumsi tertinggi 2 ada di komoditas peternakan pada jenis telur dan ayam kampung. Konsumsi protein hewani masyarakat Jawa Timur terendah adalah dari daging sapi sebesar 0,14 gr/kapita/hari. Pola konsumsi protein hewani masyarakat Jawa Timur cenderung sama antar kelas pendapatan maupun antara perdesaan dan perkotaan.
IMPLEMENTASI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PASAR RAKYAT BERSTATUS STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) DI KABUPATEN SITUBONDO Subroto, Tantri Wulandari; Hani, Evita Soliha; Rokhani, Rokhani
ACTON Vol 19 No 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/acton.v19i2.3214

Abstract

Penerapan SNI pasar rakyat di Indonesia masih sangat minim, dari 5.252 pasar rakyat yang telah direvitalisasi hanya ada 35 pasar yang lolos mendapatkan SNI. Kabupaten Situbondo sebagai kabupaten dengan penerap SNI terbanyak di Jawa Timur sebanyak 3 pasar diantaranya pasar Kapongan, pasar Mangaran dan pasar Curah Kalak, namun dalam implementasinya masih banyak yang belum sesuai dengan peraturan yang ada. Tujuan penelitian antara lain (1) menganalisis tingkat kesesuaian implementasi pasar rakyat dengan SNI pasar rakyat 2021, (2) mengidentifikasi atribut pelayanan yang memiliki nilai gap negatif dari persepsi pedagang dan pembeli, (3) merumuskan alternatif dan menetapkan prioritas strategi yang sesuai dan dapat direkomendasikan untuk pengembangan pengelolaan pasar rakyat di Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Hasil penelitian menyatakan bahwa untuk (1) menghadapi resertifikasi penilaian kesesuaian perlu dilakukan dengan mengacu pada SNI pasar rakyat 2021 sehingga pasar rakyat berstatu SNI di Kabupaten Situbondo dinyatakan belum masuk kategori mutu pasar tipe 4. (2)Tingkat kepuasan masyarakat adalah terdapat 13 atribut dari penilaian pedagang dan 7 atribut dari penilaian pembeli yang dinilai tidak memuaskan.(3) Strategi prioritas perbaikan melalui integrasi SERVQUAL dan model kano mendapatkan 11 atribut dari persepsi pedagang dan 8 dari persepsi pembeli harus di tingkatkan.
Assessment of water quality in agricultural systems in Candipuro, Lumajang Regency, East Java, Indonesia Hani, Evita Soliha; Alfarisy, Fariz Kustiawan; Widuri, Laily Ilman; Soeparjono, Sigit; Muhlison, Wildan; Saputra, Tri Wahyu; Yulianto, Roni
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.113.5597

Abstract

The current challenges of industrial agriculture focus on environmental safety. Water quality is an indicator of environmental sustainability. The cultivation system has an impact on water quality. The aim of this study is to assess the water quality of agricultural systems. Anthropogenically, agricultural activities have an impact on environmental aspects. Identification of agricultural systems is clustered into organic and non-organic agriculture. The agricultural system in Indonesia is regulated based on SNI 6729;2016. Water sampling was carried out at three points, including upstream, middle (irrigation), and downstream (river). Water sampling at each point was repeated three times. Assessment of the physical quality of water using the Combo Quality Meter. Water samples for chemical and biological analysis at the Environmental Laboratory, Perum. Jasa Tirta 1. Determination of water quality standards refers to Government Regulation No. 82 of 2001. In the upstream section, pollution can be seen in the biological oxygen demand (BOD) indicator, with an average of 15.03 mg L-1 for organic and conventional systems. The phosphate indicator averaged 1.96 mg L-1. In the middle section (irrigation), the pollution indicators for BOD, phosphate, and total Coliform parameters were 6.76 mg L-1 for the organic system, 7.37 mg L-1 for the non-organic system, and 1,290 CFU mL-1. In the downstream (river), pollution indicators consist of total suspended solids (TSS), BOD, chemical oxygen demand (COD), and total Coliform. Anthropogenic identification for clustering agricultural systems at the research location uses stratified disproportional sampling. The results of this research provide recommendations for water quality management for sustainable agricultural environmental management.