Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KARMA PHALA PA DA PRASTHANIKAPARWA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN BUDI PEKERTI HARDIYANTO, HARDIYANTO
FOUNDASIA Vol. 2 No. 3 (2003)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v2i3.6523

Abstract

The Ancient Javanese Belles Letters contained lots of cultural noble values referring anti developing to the positive ones. One of the Ancient Javanese belles letters is Prasthanikaparwa. This transcript contains various social cultures like karma phala. Karma phala is associated with the good and bad behavior of mankind within which this Prasthanikaparwa transcript is reflected by the story characters, like. Dropadi. Sahadewa, Nakula, Arjuna, Bima and Yudistira. Of them, what to be worthy to follow is the behavior of Yudistira. The behaviors of them can be used as a mirror in developing the individual behavior as a manifestation of the moral education to be going to bring about a harmonious and balanced relationship to the neighbour.
PENANGANAN KORBAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA YANG BERAT MASA LALU BERDASARKAN KONSEP NEGARA HUKUM DAN DEMOKRASI Fatchrurhozi, Ilyas Putra; Hardiyanto, Hardiyanto
JURNAL LAWNESIA (Jurnal Hukum Negara Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lawnesia
Publisher : Faculty of Law Universitas Bakti Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melalui hasil penyelidikannya telah menetapkan 14 (empat belas) peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat terjadi di berbagai wilayah Indonesia, selaras dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia di Istana Negara pada tanggal 11 Januari 2023 yang menyatakan masih terdapat 12 (dua belas) kasus Hak Asasi Manusia yang Berat belum mendapatkan penyelesaian. Wujud komitmen Pemerintah Indonesia berkaitan dengan konsep negara hukum yang Demokrasi dalam hal penyelesaian pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat melalui mekanisme Non Yudisial dianggap sejalan dengan ketentuan Pasal 47 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, selanjutnya disebut UU HAM. Khusus bagi peristiwa Hak Asasi Manusia yang Berat sebelum diundangkannya UU HAM dan sejak adanya Judicial Review Mahkamah Konstitusi No. 006/PUU-IV/2006 yang menyatakan bahwa Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2004 tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi dianggap bertentangan dengan Konstitusi. Melalui Instruksi Presiden dan Keputusan Presiden mencerminkan upaya Pemerintah dalam pelaksanaan program-program bagi Kementerian dan Lembaga guna mendorong percepatan penyelesaian pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat melalui mekanisme non yudisial. Berdasarkan konsep Demokrasi Pancasila diharapkan mampu memenuhi rasa keadilan dan kemerdekaan bagi korban maupun korban eksil yang notabene telah berada di Luar Negeri cukup lama. Makalah ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Makalah ini menghasilkan analisis kewenangan Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan konsep Negara Hukum yang Demokrasi bagi korban peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat. Hal tersebut sejalan dengan pertimbangan majelis hakim mahkamah konstitusi dalam Putusan Mahkamah Konstitusi No. 006/PUU-IV/2006 yang menyatakan bahwa penyelesaian peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat masa lalu dapat ditempuh melalui rekonsiliasi berdasarkan kebijakan politik yang berlandaskan hukum.
Analisis Pengaruh Kesiapan Pemilik Kapal Dalam Pelaksanaan Retrofitting Sistem Ballast Kapal Tanker Menggunakan Pendekatan Dinamika Sistem Hardiyanto, Hardiyanto; Zulyani, Zulyani; Jamal, Jamal; Helmi, Muhammad
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3658

Abstract

IMO mewajibkan semua kapal existing yang beroperasi pada rute internasional untuk memasang Ballast Water Treatment System (BWTS). Pemasangan BWTS dilakukan dengan melakukan retrofitting kapal exiting yang dijadwalkan bersamaan dengan pembaruan survei International Oil Pollution Prevention (IOPP) dan paling lambat sebelum 8 September 2024. Retrofitting sistem Ballast Water Treatment System (BWTS) pada kapal existing. Retrofitting BWTS merupakan langkah yang memerlukan persiapan cermat oleh pemilik kapal, termasuk persiapan dokumen dan pelaksanaan survei atau 3D scaning. Hasil pengembangan model menggunakan pendekatan dinamika sistem menunjukkan bahwa ketidaktersediaan dokumen yang diperlukan dapat menyebabkan peningkatan biaya sebesar 1,7% dan penambahan durasi sebesar 1,4% dalam proses retrofitting kapal tanker. Hasil simulasi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi mitigasi untuk menghindari kegagalan pemenuhan standar BWTS, mengurangi downtime, dan mengoptimalkan pengeluaran biaya.
Implementation of an Early Warning System Integrated with AIS-POLBENG Remote Base Station for the Safety of Traditional Ships in the Malacca Strait Enda, Depandi; Supria, Supria; Romadhoni, Romadhoni; Hardiyanto, Hardiyanto; Faizi, M. Nur; Afridon, M.
ABEC Indonesia Vol. 12 (2024): 12th Applied Business and Engineering Conference
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Referring to the Indonesian Minister of Transportation Regulation No. PM 7 of 2019 and IMO regulations onthe use of AIS devices, it is stated that AIS devices must be installed on passenger ships, cargo ships with a minimum sizeof 35GT, and fishing vessels of at least 60GT. However, smaller vessels under 60GT are also highly recommended to equipAIS devices to enhance maritime safety and security. This recommendation is based on several maritime accidentsinvolving traditional fishing vessels, which often lack safety equipment such as navigation tools and AIS devices.Therefore, the role of AIS devices is crucial for the safety of fishermen at sea, especially in preventing ship collisions,illegal fishing, and supporting SAR (Search and Rescue) operations. The high cost of AIS equipment presents a challengefor small-scale fishermen to afford these devices. This research aims to develop a more affordable alternative AIS devicebased on Lora technology, which offers similar functionality to standard AIS devices. The developed Lora Transpondercan also be integrated with the existing AIS-POLBENG system, thereby facilitating monitoring activities and providingearly warnings of potential hazards during sailing activities to traditional fishing vessels equipped with the device. Thesystem implementation results show that the Early Warning System operates as expected. The maximum coverage of AISTransponder data transmission is 49.87 Nautical Miles (92.36 Km). On the other hand, 3 units of lora transponder deviceshave successfully sent sensor and location data to the gateway every 30 seconds with the device set at class C andrecommended using binary format for more efficiency.
Pengembangan Agrowisata Desa Mentayan Melalui Transpormasi Desain Wisata Dan Pengembangan Master Plan Jamal, Jamal; Hendri, Jon; Fazrian, Fazrian; Hardiyanto, Hardiyanto
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ffm6pw61

Abstract

Agrowisata Desa Mentayan merupakan destinasi wisata potensial dengan keindahan hamparan sawah yang dikelilingi hutan mangrove dan pantai. Sawah yang hanya digarap musiman ini berdampak pada eksistensi agrowisata ini yang hanya ramai dikunjungi pada musim padi saja. Padahal wisata desa ini pernah terpilih sebagai wisata terfavorit provinsi pada tahun 2022. Untuk menggoptimalakan potensi ini diperlukan pengembangan yang terencana dengan memanfaakan potensi tersebut. Pengembangan wisata desa ini memiliki dua potensi utama: wisata sungai dan mangrove karena kedekatannya dengan Sungai Liong, serta wisata bahari dengan pemandangan Selat Melaka. Berdasarkan masukan dari Dinas Pariwisata dan komunitas pariwisata (Genpi) melalui Focus Group Discussion (FGD), diperlukan sebuah master plan untuk menarik investor. Pengembangan meliputi desain kapal wisata yang menarik bagi wisatawan lokal dan internasional, serta penyusunan Master Plan 3D menggunakan SketchUp dan CADmapper. Visualisasi 3D ini dapat memberikan gambaran yang realistis, meningkatkan daya tarik Desa Mentayan bagi investor, serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan berkualitas.
Nursing Experimental Research: Analysis of the Effectiveness of Spiritual Support on Pre-Operative Patient Anxiety in the Central Surgical Installation Jainurakhma, Janes; Arini, Ida; Hardiyanto, Hardiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.287

Abstract

Pre-operative anxiety is often experienced by patients due to the uncertainty of the procedure, fear of pain, and concern about the outcome of the surgery. Although anxiety management has become a nursing concern, many patients still experience high anxiety, which can affect their physical, psychological and postoperative recovery. The study aimed to analyze the effect of spiritual support (prayer guidance) on anxiety in pre-operative patients at the Central Surgical Installation (IBS) of the Kanjuruhan Regional General Hospital (RSUD), Malang Regency. The research is designed with pre experimental, one group pre-test and post-test design. Population All pre-operative patients at IBS Kanjuruhan Hospital. The sample was determined by purposive sampling technique, with a sample size of 80 respondents. The instrument used was the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) questionnaire. Data analysis with the Wilcoxon test. The results showed that most of the pre- operative patients experienced moderate anxiety (52.5%) with a median score of 64. After the spiritual support intervention (prayer guidance), the majority of respondents experienced a decrease in anxiety to mild (52.5%) with a median score of 47. The results of the Wilcoxon test obtained a p < value of 0.001, there was a significant influence of prayer guidance on anxiety where 76 out of 80 respondents experienced a decrease in anxiety levels. Pre-operative patients need spiritual support, one of which is prayer guidance, this helps relaxation, strengthens patient confidence, and courage through spiritual connections so that it can reduce anxiety levels in pre-operative patients.
DINAMIKA BUDAYA PEWAYANGAN KE ARAH DUNIA REALITA DALAM WAYANG PESISIRAN Nurhayati, Endang; Mulyana, Mulyana; Mulyani, Siti; Hardiyanto, Hardiyanto; Hartanto, Doni Dwi
Diksi Vol. 29 No. 2: DIKSI SEPTEMBER 2021
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v29i2.39762

Abstract

(Title: The Dynamics of Puppet Culture Towards The World of Reality in Wayang Pesisiran). The world of puppetry is so attached to Javanese society where the changes of the times does not detract from the existence of puppets in Javanese people's lives. This study aims to describe the characteristics of coastal puppets and the dynamics of puppet culture towards the world of reality in coastal puppets using qualitative approaches. The data source used is a video of coastal puppets and interviews to Ki Kartono. Data is collected by means of listen, record, and interview. The data analysis used was the qualitative analysis of Miles &Huberman (1992). Based on the results of research, coastal puppet shows always begin by introducing the mission of the show and introducing the main characters in the play to be told. The cultural dynamics of puppetry towards the world of reality in coastal puppets contain at least six dynamics, namely: a) religious; b) greetings; c) the territory of the country; d) socio-cultural; e) the growth of life (kasampurnaning dumadi); and f) employment. The dynamics that occur in the world of puppetry indicates the dynamic in Javanese puppetry in an effort to continue to maintain its existence in modern times today. Keywords: cultural dynamics, the world of reality, wayang pesisiran
Strengthening Partnership Ecosystems to Foster Innovation and Empower Farmers Based on Regional Potential in Riau Province Perdana, M. Alkadri; Nofiar. Am, Andri; Trisnadoli, Anggy; Hardiyanto, Hardiyanto; Custer, Johny; Rahmi, Elvi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i6.11339

Abstract

In the face of rapid economic and technological change, building a robust partnership ecosystem is essential to ensure inclusive and sustainable development, particularly in regions with strong resource-based economies such as Riau Province, Indonesia. As the largest palm oil–producing region in the country, Riau plays a pivotal role in Indonesia's agricultural landscape. However, its significant economic growth—mainly driven by the palm oil industry—has not translated into equitable outcomes for rural communities, especially smallholder farmers and the sustainability of education for farmers' children. This study aims to develop an integrated framework that strengthens multi-stakeholder partnerships to foster innovation and empower farmers based on regional potential. The research adopts foresight methodology and system dynamics to model strategic scenarios. Data were analyzed through horizon scanning, focus group discussions, and simulation techniques. The results highlight persistent gaps in employment absorption, rural unemployment, and limited access to innovation and vocational training. Over half of surveyed enterprises indicated plans to enhance digital infrastructure and adopt artificial intelligence (AI). The study concludes that inclusive partnerships, vocational education aligned with industrial needs, and technology adoption are key to empowering farmers, diversifying the economy, and enhancing regional resilience.
Respon Pertumbuhan Planlet 2 Genotip Dendrobium sp. Terhadap Perbedaan Spektrum Cahaya LED (Light Emitting Diode) Secara In Vitro Hasna, Ellen Aurelia Hasna; Agisimanto, Dita; Hardiyanto, Hardiyanto; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Anggrek Dendrobium merupakan salah satu tanaman hias di Indonesia yang diminati oleh banyak kalangan. Produksi tanaman anggrek yang tercatat menurun sejak tahun 2020 sebesar 37,22% disebabkan oleh metode konvensional yang masih menghasilkan bibit kurang siap untuk aklimatisasi. Salah satu faktor terpenting dalam kultur in vitro adalah cahaya. Penggunaan cahaya LED merah dan biru dalam kultur in vitro menunjukkan pertumbuhan planlet anggrek Dendrobium nobile lebih baik dibandingkan cahaya fluorescent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan planlet 2 Genotip Dendrobium terhadap penggunaan spektrum LED yang berbeda secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor berupa spektrum cahaya LED sebagai petak utama dan hibrida Dendrobium sebagai anak petak. Penelitian dilakukan di Laboratorium PT. Java Indo Arjuna, Kreweh, Toyomarto, Singosari, Malang, Jawa Timur dari bulan Juni hingga September 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spektrum cahaya 75% Red : 25% Blue berpengaruh nyata terhadap variabel panjang daun, lebar daun, luas daun, dan berat segar planlet. Spektrum cahaya 100% Blue menunjukkan pengaruh nyata terhadap variabel panjang akar. Dan Dendrobium ‘Charak Red’ menunjukkan hasil yang lebih responsif terhadap perlakuan spektrum cahaya berdasarkan variabel jumlah daun, panjang daun, luas daun, jumlah akar, panjang akar, dan berat segar planlet. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Dendrobium ‘Charak Red’ memiliki hasil pertumbuhan planlet yang lebih responsif terhadap perlakuan spektrum cahaya LED 75% Red : 25% Blue pada variabel panjang daun, lebar daun, luas daun, dan berat segar planlet. Kata Kunci: Biru, Cahaya, Dendrobium, Genotip, Merah, Planlet, Spektrum, Pertumbuhan
Penegakan Hukum Adat Terhadap Tindak Pidana Pencurian Ikan di Kawasan Lubuk Larangan Kecamatan Muko-Muko Bathin VII Kabupaten Bungo Hardiyanto, Hardiyanto; Al Idrusiah, Rahmi Hidayati; Maryani, Maryani; HR, Muhammad Farhan; Farhan, Muhammad
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 4 No 03 (2025): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v4i03.2676

Abstract

Penelitian ini mengkaji tindak pidana pencurian ikan di kawasan lubuk larangan Kecamatan Muko-Muko Bathin VII Kabupaten Bungo, Jambi, dengan menggunakan pendekatan yuridis-empiris melalui metode kualitatif studi kasus. Lubuk larangan merupakan kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi yang berfungsi sebagai kawasan konservasi perikanan, sarana penguatan gotong royong, dan instrumen penegakan norma adat. Namun, praktik pencurian ikan di kawasan ini masih terjadi dan menimbulkan keresahan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum positif (KUHP dan UU Perikanan) kurang efektif dalam memberikan perlindungan terhadap lubuk larangan. Masyarakat lebih memilih penyelesaian melalui hukum adat karena dianggap lebih adil, cepat, dan mampu memulihkan hubungan sosial. Penyelesaian dilakukan secara musyawarah, melibatkan perangkat desa, nenek mamak, dan tokoh masyarakat, dengan sanksi yang bersifat material, sosial, dan moral, serta disertai sumpah adat untuk memberikan efek jera. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya peran hukum adat sebagai living law yang mampu menjaga keseimbangan sosial-ekologis dan mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan. Sinergi antara hukum adat, hukum positif, dan nilai-nilai agama diperlukan untuk memastikan keberlanjutan lubuk larangan sebagai warisan budaya dan sumber daya ekonomi masyarakat.