Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Electrichsan

Otomatisasi Pengering Padi Berbasis Arduino Uno Abdussamad, Syahrir; Hulukati, Stephan A.; Husain, Ayun
Jurnal Electrichsan Vol. 11 No. 01 (2022): Mei 2022
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/electrichsan.v11i01.84

Abstract

Pada umumnya pengeringan gabah di Indonesia masih dilakukan dengan cara yang relatif sederhana atau pengeringan secara tradisional dengan cara dipanaskan pada terik matahari atau dijemur. Proses pengeringan sederhan ini umumnya membutuhkan waktu tiga hari untuk proses pengeringan kurang lebih mencapai satu minggu. Oleh sebab itu perlu dibuat suatu alat pengering guna mengurangi keterbatasan waktu tersebut.Untuk mengatasi masalah pada proses pengeringan secara manual, pada penelitian ini maka penulis akan merancang alat pengering otomatis. Berdasarkan hasil pengujian buka tutup atap terhadap sesnsor cahaya diatas, pada saat intensitas cahaya dalam keadaan terang (Pagi atau siang), atap bak pengering membuka. Sedangkan pada saat intensitas cahaya dalam keadaan gelap (mendung atau malam) atap bak pengering menutup. Pada saat atap terbuka membutuhkan waktu 00:04,4 detik sedangkan pada saat menutup hanya membutuhkan waktu 00:01,2 detik.Proses pengujian pengeringan gabah di mulai dari jam 13:40 – 01:40 dan hasil suhu yang peroleh selam jam 22:40 adalah 50 ᵒC dan pada saat suhu sudah mencapai batas yang di tentukan maka lampu pijar mati dan kipas yang ada didalam ruang pengering berputar agar padi tetap kering dan suhu pada ruangan tidak lembab. In general the drying of grain in Indonesia is still carried out in a relatively simple or traditional way of drying by heating it in the hot sun or drying it. This simple drying process generally takes three days for the drying process to approximately one week. Therefore it is necessary to make a dryer to reduce the time constraints. To overcome the problem in the drying process manually, in this study the authors will design an automatic dryer. Based on the test results, open the roof of the roof to the light above, when the light intensity is bright (morning or afternoon), the roof of the dryer opens. Whereas when the light intensity is dark (cloudy or night) the roof of the drying tub closes. When the roof is open it takes 00: 04.4 seconds while when closing it only takes 00: 01.2 seconds. The process of testing grain drying starts at 1:40 a.m. - 1:40 p.m. and the temperature results obtained at 10:40 p.m. are 50 ᵒC and when the temperature has reached the specified limit, the incandescent lamp dies and the fan inside the drying chamber rotates so that the rice stays dry and the temperature in the room is not moist.
Aplikasi Multimedia Interaktif Sebagai Alat Bantu Belajar Bahasa Inggris Pada Kelas 2 Sekolah Dasar Sofyan, Mohammad Sofyan; Abdussamad, Syahrir; Bonok, Zainudin
Jurnal Electrichsan Vol. 11 No. 01 (2022): Mei 2022
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/electrichsan.v11i01.86

Abstract

Bahasa Inggris merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Terlebih untuk siswa Sekolah Dasar. Metode pembelajaran dari guru masih menggunakan metode teaching, maksudnya semua materi berasal dari guru yang dilakukan tanpa menggunakan sarana atau media bantuan apapun. Tujuan diadakannya tugas akhir ini adalah pengadaan media interaktif bagi siswa Sekolah Dasar khususnya siswa kelas 2, guna meningkatkan mutu dan sebagai sarana pembelajaran interaktif untuk siswa kelas 2. Multimedia pembelajaran interaktif bahasa inggris menggunakan metode listening, reading, speaking dan writing, menggunakan software Adobe Flash CS 5.5 dan software pendukung lain. English is one of the subjects considered difficult by students. Especially for elementary school students. The learning method from the teacher still uses the teaching method, meaning that all material comes from the teacher which is carried out without using any media or assistance. The purpose of this final project is to provide interactive media for elementary school students, especially grade 2 students, in order to improve quality and as an interactive learning tool for grade 2 students. Multimedia interactive English learning using listening, reading, speaking and writing methods, using Adobe Flash software CS 5.5 and other supporting software.
Rancang Bangun Alat Sirkulasi Air Pada Sistem Tanaman Hidroponik Hulukati, Stephan A.; Asri, Muhammad; Pegu, Owin; Abdussamad, Syahrir
Jurnal Electrichsan Vol. 11 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/electrichsan.v11i2.289

Abstract

Hidroponik adalah cara bercocok tanam dengan hanya menggunakan air sebagai media tumbuhnya, metode hidroponik sendiri merupakan metode yang sangat sederhana mengingat metode ini tidak memerlukan lahan yang luas. Besarnya minat masyarakat terhadap sistem hidroponik ini perlu di iringi dengan kamajuan tekhnologi saat ini yang sudah canggi untuk para petani mengontrol sirkulasi air dengan baik. Metode penelitian ini membahas bagaimana merancang alat sirkulasi air pada sistem hidroponik dengan alat SR04-A. Sebagai alat control sistem tanaman hidroponik alat ini dilengkapi bagian bagian pendukung berupa, 1 buah sensor unit ultra sonic, 1 buah buzzer, dan 5 buah lampu led sebagai indicator. Dan berupa alat pemantau temperature dan kelembapan udara, yang menggunakan mikrokontroler NODE MCU dan sensor DHT11 yang mendeteksi temperature dan kelembapan udara. Penelitian ini dibuat agar para petani mengetahui bahwa membuat sistem tanaman hidroponik dengan memafaatkan teknologi pada jaman sekarang yang bisa mengotrol sirkulasi air secara otomatis pada sistem tanaman. Berdasarkan pengujian yang dilakukan di loakasi didapatkan bahwa setiap modul dapat bekerja sangat baik sesuai dengan fungsnya, outputnya adalah menggunakan pompa air untuk mengontrol keluar masuknya air pada sistem tanaman hidroponik. Dan hasil dari penelitian ini adalah sistem dapat mendeteksi jarak air 100 cm, 50, cm, 10 cm. Pada saat jarak sensor unit 100 cm maka pompa akan ON untuk menjalankan fungsinya sebagai pengaturan sirkulasi air pada sistem tanaman, dan ketika deteksi sensor sudah sampai 10 cm maka pompa akan OFF. Dan untuk pemantauan kelembapan outpunya adalah LCD dan Aplikasi Blynk. Hasil yang di dapat dari deteksi sensor unutk temeperature yang paling tinggi 43C° dan kelembapan 38%. Saran yang dapat dikembangkan pada penelitian ini adalah hanya untuk pengontrolan monitoring yang lebih baik menggunakan pompa air 2, agar bisa memonitoring kelembapan udarah lebih baik. Hydroponics is a way of growing crops using only water as a growth medium. The hydroponic method is simple since it does not require a large area of land. The amount of public interest in this hydroponic system needs to be accompanied by advances in technology that are now sophisticated for farmers to control water circulation properly. This study employs a method that discusses the design of water circulation equipment in a hydroponic planting system using the SR04-A device. As a control tool for the hydroponic planting system, this tool is equipped with supporting parts, namely 1 ultrasonic sensor unit, 1 buzzer, and 5 led lights as indicators. The temperature and humidity monitoring device uses a NODEMCU microcontroller and a DHT11 sensor that detects air temperature and humidity. It aims to help farmers that making a hydroponic planting system by utilizing today's technology that can control water circulation automatically in the plant system is simple to master. Based on the tests carried out at the location, it is found that each module can work very well following its function. The output is to use a water pump to control the entry and exit of water in the hydroponic planting system. The result of this study is that the system can detect water distances of 100 cm, 50, cm, and 10 cm. When the sensor unit distance is 100 cm, the pump will be ON to carry out its function as a water circulation regulation in the planting system. If the sensor detection has reached 10 cm, the pump will be OFF. In humidity monitoring, the outputs are the LCD and the Blynk App. It also indicates the detection of a sensor for the highest temperature of 43C ° and humidity of 38%. This study suggests that only using a water pump 2 with a better monitoring control can better monitor the humidity of the air.
Co-Authors Abd Wahid A. Antu Abdul Riswan Langinusa Ade Irawaty Tolago Alfin Akuba Amiruddin Bengnga Amirudin Y. Dako Andi Bode Andi Subhan Arafat, Muhammad Yasser Arifin Matoka Asniwati Zainuddin Azis Steven Ance Bambang Panji Asmara Brahmathio, Nazrul Budy Santoso Dako, Rahmat Deddy R. Dako, Rahmat Deddy Riyanto Dako, Rahmat Dedi R. Devi, Devita Gude Dicky Dunggio Djaki, Fadliyani Duhi, Sahrul Dwi Ratnasari Eka Zahra Solikahan Fenti Prihatini Dance Tui Firman Pakaya Gaffar, Gaffar Gude, Devita H, Haeriani Hasmirad Ndikade Hidayat Tahir Hulukati, Stephan A. Husain, Ayun Idham Halid Lahay Ifan Wiranto Ifan Wiranto Ikhsan Hidayat Ikhsan Hidayat Ingopo, Renaldi Anwar Irvan A. Salihi Ishak, Yulanda. S Iskandar Z Nasibu Iskandar Z. Nasibu Iskandar Zulkarnain Nasibu Iti, Mohammad Rifki izran mardjun Jamal Darusalam Giu JUNUS, ALYA PRATIWI PUTRI Juriko Abdussamad Kamil Amali, Lanto M. Karim, Jorry Laba, Ahmad Lanto M. Kamil Amali Lanto Mohamad Kamil Amali Lasau, Syakri Mahmud A. Manoe Mannan, Abdul Maryam Hasan Mochammad Sakir Moh Ihsan Hamsa Moh Rizal Pakaya Moh. Muhrim Tamrin Mohamad Rizky Wirajaya Mualief Ismail Muchlis Budiono Muhammad Asri Nadifa, Ulfatun Olha Musa Pegu, Owin R. Dako, Rahmat Dedi Rahmat D.R Dako Rahmat Deddy R Dako Rahmat Deddy Rianto Dako Restu Adjie priatim Rezqiwati Ishak Rianto Dako, Rahmad Dedi Risaji, Indra Riska Kurnianto Abdullah Riska Kurniyanto Abdullah Rusmulyadi, Rusmulyadi Salihi, Irvan Salmawaty Tansa Salmawaty Tansa Sardi Salim Saripudin Saripudin Senung, Bahtiar Sofyan, Mohammad Sofyan Sri Wahyuni Dali Stephan Adriansyah Hulukati Swastiani Dunggio Taufiq Ismail Yusuf Tongkad, Jainaldi Ulfatun Nadifa Wahab Musa Wahab Musa, Wahab Musa Wrastawa Ridwan Yasin Mohamad Yusuf H. Kanoi Z Nasibu, Iskandar Zainuddin, Asniwati Zainudin Bonok Zohrahayaty Zulkarnain Purnomo