Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING DAN CONTROLLING KANDANG AYAM PEDAGING BERBASIS IOT Khairul Amal; Sapto Haryoko; Mahmud Mustafa
Jurnal Media Elektronika Vol. 1 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Jurnal Media Elektronika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menguraikan langkah-langkah dalam mengembangkan sistem pemantauan dan pengendalian kandang ayam pedaging yang berbasis Internet of Things (IoT). (2) Menjelaskan mekanisme kerja sistem pemantauan dan pengendalian tersebut. (3) Menggambarkan fungsi dari alat pemantauan dan pengendalian yang digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Sistem ini memanfaatkan Arduino Mega sebagai pengendali utama dan penyimpan data. Alat ini dilengkapi dengan beberapa komponen, antara lain sensor ultrasonik untuk mendeteksi volume pakan dan air, sensor inframerah untuk mendeteksi pakan ayam dan mengirimkan data ke motor servo melalui Arduino, sensor DHT21 untuk memantau suhu dan kelembaban, serta sensor level air untuk mengetahui ketinggian air pada tempat minum ayam. Hasil pengukuran ditampilkan pada LCD dan aplikasi yang terhubung dengan alat Pengujian alat dilakukan di Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika, menggunakan standar ISO 25010 dengan fokus pada dua karakteristik: fungsionalitas dan kemudahan penggunaan. Pengembangan sistem monitoring dan pengendalian berjalan lancar dan mampu menjalankan instruksi yang telah diprogram. Hasil analisis pengujian fungsionalitas mencapai 100%, sedangkan uji kemudahan penggunaan mendapatkan persentase 86,5%, yang menunjukkan bahwa alat ini sangat layak digunakan. Produk akhir dari penelitian ini dapat diterapkan di lingkungan nyata.
LAMACCA: Learning Analytics–Driven Adaptive Modular LMS Architecture for Collaborative Cyber Classrooms in Higher Education Rahmaniar; Sapto Haryoko; Muhammad Rais; Supriadi
Journal of Vocational, Informatics and Computer Education Vol 3, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/voice.v3i2.468

Abstract

This study addresses limitations of many Learning Management Systems (LMS) that operate primarily as content management and administrative platforms with minimal integration of learning analytics, adaptive learning, and collaborative cyber classroom environments. Despite advances in artificial intelligence, educational data mining, and immersive technologies, these components are often implemented as separate tools rather than parts of an integrated system. This fragmentation limits the ability of institutions to transform LMS into intelligent learning ecosystems that are data informed, adaptive, modular, and collaborative. This study aims to propose LAMACCA (Learning Analytics–Driven Adaptive Modular LMS Architecture for Collaborative Cyber Classroom) as a conceptual framework that integrates learning analytics, adaptive mechanisms, modular learning design, and collaborative cyber classroom interaction into a unified LMS architecture capable of supporting data informed pedagogy in higher education. A conceptual research design was conducted through systematic literature synthesis across four domains: learning analytics, adaptive learning systems, modular architectures, and collaborative virtual learning environments. Studies were examined using criteria of architectural relevance, pedagogical alignment, and cyber classroom integration to identify core principles and model their integration into a unified LMS structure. The study produces a four layer architectural model consisting of (1) a learning analytics engine as the intelligence core, (2) adaptive mechanisms for personalized learning pathways, (3) modular learning components for flexible instructional design, and (4) a collaborative cyber classroom environment that enables real time interaction supported by analytics based monitoring. This integration reconceptualizes the LMS from a passive content management platform into an adaptive, collaborative, and analytics driven cyber learning ecosystem.
PENGEMBANGAN MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI VIRTUAL LEARNING ENVIRONMENT BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Sapto Haryoko
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 6, Issue 1, Februari 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Bagaimana model penerimaan penggunaan virtual learning environtment (VLE) siswa SMK di Makassar; 2) Bagaimana kecocokan model penerimaan (Technology Acceptance Model) dalam menilai penerimaan pengguna terhadap virtual learning environtment (VLE) siswa SMK di Makassar; 3) Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi penerimaan teknologi virtual learning environtment (VLE) siswa SMK di Makassar. Model analisis dalam penelitian dimana digambarkan hubungan-hubungan yang akan dianalis sedangkan skala pengukuran yang digunakan pada penelitian adalah Skala Likert (Licert scale). Metode pengumpulan data yang akan dipakai adalah dengan menyebar kuesioner secara langsung kepada para siswa SMK (direct survey) Karakteristik dan batasan populasi untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah semua siswa SMK Jurusan TKJ. Sesuai dengan model analisis, maka pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik multivariat Struktural Equation Model (SEM). Sebagai alat bantu, digunakan perangkat lunak (software) LISREL 8.30. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan teknologi Teknologi Virtual Learning Environment bagi siswa SMK adalah faktor Persepsi Kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, sikap terhadap penggunaan, dan minat perilaku menggunakan Teknologi Virtual Learning Environment; 2) Model TAM harus sedikit disempurnakan untuk memodelkan penerimaan penggunaan Teknologi Virtual Learning Environment bagi siswa SMK.; 3) Konstruk yang memiliki pengaruh terhadap penggunaan sesungguhnya adalah behavioral intention to use, yakni minat perilaku menggunakan virtual learning environment (laboratorium virtual).
STRATEGI PENGEMBANGAN MEDIA AJAR PRAKTIKUM MATA PRODUKTIF PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MELALUI PENDEKATAN VLE (VIRTUAL LEARNING ENVIRONMENT): STRATEGI PENGEMBANGAN MEDIA AJAR PRAKTIKUM MATA PRODUKTIF PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MELALUI PENDEKATAN VLE (VIRTUAL LEARNING ENVIRONMENT) Hendra Jaya; Sapto haryoko
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 2, Issue 1, Februari 2015
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses praktikum merupakan salah satu faktor yang penting dalam menunjang keberhasilan siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar serta dapat meningkatkan keterampilan siswa. Beberapa mata pelajaran produktif dan kejuruan selain harus mengetahui konsep dasar dan teori-teori penunjangnya, juga harus dilakukan praktikum di laboratorium untuk memahami tentang konsep tersebut atau teori-teori dasar yang telah dipelajari oleh siswa agar mempunyai tingkat pemahaman yang lebih luas.Salah satu bentuk Media ajar yang dapat mengatasi permasalahan yang terjadi pada laboratorium adalah melalui pendekatan lingkungan virtual (Virtual Learning). Integrasi metodologi Bahan Ajar multimedia dengan pendekatan Virtual Environment dalam proses praktikum dilakukan melalui arsitektur dan organisasi yang ada pada laboratorium simulasi yang meliputi studio room, user interface, virtual simulation modelling, interactive tools, visual representation, virtual workspace, dan authoring tools. Karakteristik Bahan Ajar multimedia dengan pendekatan Virtual Environment yang dikembangkan adalah bersifat aplikatif, komunikatif, dan interaktif.