Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Perhitungan Volume Overburden Menggunakan Metode Cut And Fill Di Pit P Pt. Coalindo Adhi Perkasa Sub Pt. International Prima Coal, Samarinda, Kalimantan Timur Satriana Aulia, Andi; Magdalena, Henny; Litha Respati, Lucia; Winarno, Agus; Hasan, Harjuni
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 9 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i9.517

Abstract

PT. Coalindo Adhi Perkasa atau biasa disebut PT. CAP merupakan salah satu jasa kontraktor penambangan yang berlokasi di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. PT. CAP bertanggung jawab untuk penggalian material overburden di area konsesi penambangan PT. International Prima Coal. Dalam kegiatan penambangan diperlukan tim Survey pada tahap eksploitasi yaitu guna mengetahui progres kemajuan tambang (mine progress) dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kegiatan pengukuran dilakukan menggunakan peralatan Survey yang kemudian datanya diolah dengan software tertentu, untuk kemudian hasil perhitungan volume cutting out dijadikan sebagai acuan dalam kontrol volume atau pembayaran jasa perusahaan kontraktor. Perhitungan volume overburden dilakukan untuk mengetahui jumlah cutting out volume yang telah didapat dalam waktu tertentu. Penelitian ini berfungsi untuk mengetahui tahapan dalam melakukan perhitungan volume survey menggunakan metode cut and fill dan pengambilan data dilapangan. Namun terdapat kendala yang bisa terjadi sehingga menyebabkan perhitungan volume tidak akurat yaitu seperti pengambilan titik pengukuran yang berada pada genangan air setelah hujan hanya bisa dilakukan di area sekitar genangan yang menyebabkan elevasi titik pengukuran tidak akurat
Pengaruh Nilai Blastability Index Dan Geometri Peledakan Terhadap Fragmentasi Batuan Pada Pit 7 Pt Ansaf Inti Resources Rijal, M.; Oktaviani, Revia; Litha Respati, Lucia; Hasan, Harjuni; Trides, Tommy
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.531

Abstract

Dalam dunia pertambangan sering di didapat batuan yang relatif keras, sehingga tidak dapat digali secara langsung karena berpengaruh pada produktifitas alat gali muat tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, ditemukan solusi untuk memberaikan batuan tersebut yaitu dengan proses peledakan. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mencari nilai Blastability Index dan mendapatkan faktor batuan yang akan diledakkan dan prediksi fragmentasi menurut Kuz-Ram dan Split Dekstop pada PT. Ansaf Inti Resources Kabupaten kutai kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian kali ini yaitu metode kuantitatif dengan mengolah data Ketetapan Perusahaan perusahaan sesuai dengan literatur yang akan diambil. Nilai Blastability Index batuan sebesar 75, 75 dari Nilai Blastability Index batuan diatas di dapatkan factor batuan sebesar 9,09. dengan Teori geometri peledakan R.L.Ash maka didapatkan nilai geomeri peledakan yang di usulkan dengan burden 4,5 m, spacing 5,5 m, Stemming 2,5 m, Subdrilling 0 m (disesuaikan dengan ketetapan perusahaan), kedalaman lubang 6,5 m, Charger length 4 m dan tinggi jenjang 6,5 m. Perhitungan ukuran fragmentasi dengan menggunakan persamaan Kuzram diperoleh ukuran batuan 50 cm pada peledakan Ketetapan Perusahaan yang lolos sebesar 44,13% dengan tingkat boulder sebesar 55,87 % ,sedangkan pada peledakan usulan didapatkan lolos sebesar 53,83% dengan tingkat boulder sebesar 46,17% %. Sedangkan dengan menggunakan aplikasi split dekstop diperoleh ukuran batuan 50 cm pada peledakan Ketetapan Perusahaan yang boulder sebesar 49,63 % dengan tingkat Lolos sebesar 50,37 % ,sedangkan pada peledakan usulan didapatkan boulder sebesar 88,00% dengan tingkat boulder sebesar 12,00% .
Evaluasi Rencana Biaya Reklamasi Dan Revegetasi Di Pt. Internasional Prima Coal Adeliana Khairunisa, Aji; Hasan, Harjuni; Litha Respati, Lucia
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.532

Abstract

Berdasarkan Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 setiap pemegang IUP Operasi Produksi wajib menyampaikan dokumen rencana reklamasi dan jaminan reklamasi sebelum memulai kegiatan operasi produksi. Jaminan reklamasi sendiri adalah dana yang disediakan oleh pemegang IUP sebagai jaminan untuk melakukan kegiatan reklamasi dengan tujuan untuk meningkatkan ketaatan dari pemegang IUP dalam melaksanakan reklamasi lahan bekas tambang sesuai dengan rencana yang telah disetujui oleh pejabat yang berwenang. Evaluasi rencana biaya reklamasi dan revegetasi pada PT. Internasional Prima Coal dilakukan dengan memperhitungkan komponen biaya langsung yang terdiri dari biaya penatagunaan lahan, biaya revegetasi dan biaya pencegahan dan penanggulangan air asam tambang (AAT). Sedangkan biaya tidak langsung terdiri dari biaya mobilisasi dan demobilisasi (2,5%), biaya perencanaan reklamasi (2-10%), biaya administrasi dan keuntungan pihak ketiga (3-14%), dan biaya supervisi (2-7%). Perhitungan komponen biaya tersebut dilakukan agar penempatan jaminan reklamasi yang telah disediakan perusahaan dapat menutup seluruh biaya reklamasi. Berdasarkan hasil evaluasi rencana biaya reklamasi dan revegetasi PT. Internasional Prima Coal pada periode 2020-2022 didapatkan biaya reklamasi dan revegetasi sebesar Rp. 107.912.353,00 per hektar.
Studi Kehilangan Batubara Dari Stockpile Ke Tongkang Di Pt. Indochin Resources Kecamatan Palaran Samarinda Provinsi Kalimantan Timur Bandaso, Surya; Winarno, Agus; Hasan, Harjuni; Lhita Respati, Lucia; Magdalena, Henny
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 11 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i11.543

Abstract

Kehilangan Batubara merupakan proses hilangnya batubara yang terjadi pada saat proses pengangkutan berlangsung sampai pada saat pengiriman batubara ke tujuan. Menghitung tonase pemuatan awal di stockpile sampai akhir di tongkang dan kehilangan batubara, menganalisis faktor-faktor terjadinya loses batubara pada saat proses pemuatan dan mengkaji upaya yang dilakukan untuk mengurangi loses batubara. Pada metode kuantitatif digunakan dengan menganalisis dan melakukan kajian penelitian, terutama mengenai penelitian kehilangan batubara yang sudah dilakukan.Hasil total kehilangan 758,20 MT dengan perolehan coal recovery 98 % dan persentase kehilangan yaitu 2%. Faktor penyebab kehilangan batubara yakni batubara terkontamianasi deangan air pada stockpile, kondisi lantai dasar stockpile yang tidak rata dan tidak adanya drainase saluran air, penumpukan batubara di hooper pada crusher yang berlebihan, penyiraman air pada belt conveyer untuk mengurangi debu beterbangan. Upaya Pencegahan Kehilangan batubara yaitu pengawasan koordinator manajemen dilapangan, pembuatan drainase saluran air, melakukan upaya untuk menjaga kualitas mineral dan batubara yang ditumpuk, menyediakan jarak antar tumpukan dan tanggul pembatas, perataan tanah dan lapisan lantai stockpile dengan motor grader yang tepat.
Pemanfaatan karbon aktif tempurung kelapa untuk pemenuhan baku mutu air tanah untuk pH, Mn dan Fe di Muara Badak, Kutai Kertanegara Kalimantan Timur Dina Devy, Shalaho; Miranda, Virgita; Nugroho, Windhu; Magdalena, Heny; Hasan, Harjuni
ANDIL Mulawarman Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2024): ANDIL Mulawarman J Comm Engag
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/andil.v1i2.1226

Abstract

Air tanah asam banyak dijumpai di daerah Muara Badak. Air asam ini disebabkan kandungan mineral sulfida yang terkandung dalam akuifer air tanah, khususnya pada litologi batupasir. Berdasarkan Per. Men. Kes. RI No. 2/2023, pH air tanah antara 6,5 dan 8,5, Fe < 0,2 mg/L dan Mn 0,1 mg/L untuk keperluan higiene dan sanitasi. Kondisi awal pH air tanah lokasi penelitian < 4,5, Fe >1,2 mg/L dan Mn 1,1 mg/L. Karbon aktif tempurung kelapa merupakan salah satu media adsorpsi yang dapat digunakan dalam pengolahan air asam. Pada penelitian ini dilakukan pencampuran karbon aktif dari tempurung kelapa. Dosis optimum hasil aktivasi karbon tempurung kelapa sebanyak 4 gr, volume air tanah 500 mL dengan waktu kontak selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan karbon aktif tempurung kelapa sebagai media adsorpsi sangat efektif untuk pengolahan air asam. Pada saat penggunaan dosis adsorbat sebanyak 4 gram dan waktu kontak 30 menit menghasilkan peningkatan pH > 65%, penurunan Fe > 90% dan Mn > 91%.
ANALISIS STATUS MUTU AIR HULU SUNGAI LAWA MENGGUNAKAN METODE INDEKS PENCEMARAN DAN STORET DI KABUPATEN KUTAI BARAT Sariyadi, Sariyadi; Hamdhani, Hamdhani; Setiawan, Yunianto; Mustakim, Mohammad; Tarigan, Daniel; Hasan, Harjuni; Sarwono, Edhi
Jurnal Chemurgy Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Chemurgy-Juni 2026
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v10i1.26661

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kualitas air di hulu Sungai Lawa, Kabupaten Kutai Barat, dengan menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan STORET. Sungai Lawa memiliki peran ekologis, sosial, dan ekonomi penting bagi masyarakat, namun dalam dua dekade terakhir menghadapi tekanan antropogenik akibat pertambangan batubara, perkebunan, dan pemukiman. Penelitian dilakukan melalui pengukuran parameter fisika, kimia, dan biologi pada tujuh titik selama dua periode.Hasil menunjukkan bahwa metode IP menempatkan mutu air pada kategori cemar ringan dengan skor rata-rata 2,298–2,499. Sebaliknya, metode STORET menghasilkan kategori tercemar sedang dengan skor rata-rata -25, bahkan pada Titik 3 dan Titik 5 masuk kategori tercemar berat. Parameter yang paling berkontribusi terhadap penurunan kualitas air adalah TSS, DO rendah, BOD dan COD tinggi, pH asam, fosfat, serta kontaminasi mikrobiologi berupa Fecal Coliform.Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kualitas air Hulu Sungai Lawa telah mengalami degradasi nyata. IP lebih konsisten untuk analisis tren jangka panjang, sedangkan STORET lebih sensitif terhadap variasi spasial. Penggunaan keduanya secara komplementer memberikan gambaran utuh kondisi mutu air. Strategi pengelolaan DAS berbasis data, restorasi ekosistem, pengendalian limbah, serta integrasi kearifan lokal diperlukan untuk meningkatkan kualitas air menuju kategori baik Kata Kunci: Sungai Lawa, kualitas air, Indeks Pencemaran, STORET, DAS
Evaluasi Tingkat Keberhasilan Kegiatan Reklamasi Tambang Batubara PT XX Hafiz Saputra; Ibrahim Ibrahim; Yohanes Budi Sulistioadi; Harjuni Hasan
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2026
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v14i1.27627

Abstract

Coal mining activities have the potential to alter landscapes, reduce soil quality, and disrupt ecosystem functions. Reclamation is a mandatory effort to restore environmental functions and improve the productivity of post-mining land. This study aimed to evaluate the success level of coal mine reclamation activities at PT Ghani Raya Mandiri and assess the physical and chemical properties of soil as a revegetation growth medium. A quantitative descriptive survey approach was employed through field observations, laboratory analyses, and evaluation of company reclamation documents. The assessed parameters included backfilling, land recontouring, topsoil spreading, revegetation, acid mine drainage management, and vegetation maintenance. The results indicated that the overall reclamation success rate reached 65.49%, which falls into the moderate category. Backfilling achieved 70.36%, land recontouring 48.49%, topsoil spreading 21.87%, and revegetation recorded a plant survival rate of 80.06%. The average soil pH was 5.53, indicating suitable conditions for plant growth, while treated water quality showed an average pH of 6.79, complying with environmental quality standards. Soil conditions in reclaimed areas generally exhibited low fertility, characterized by low organic carbon content, available phosphorus, and cation exchange capacity. The study demonstrates that reclamation activities have produced satisfactory results; however, improvements in land shaping, topsoil management, and revegetation implementation are still required to enhance long-term reclamation success and ecosystem recovery.
Perbandingan Hasil Pengukuran Volume Overburden Dengan Unmanned Aerial Vehicle Dan Total Station Harjuni Hasan; Reonaldo Purba; Aprisal Aprisal
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2026
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v14i1.27387

Abstract

Current volume measurement and calculation with the total station still utilize human plotting, in which surveyors are required to measure plots to obtain coordinate data. This process is time-consuming and costlier. However, technological advancement has allowed the use of unmanned aerial vehicles, or drones, to measure the overburden volume. More than nine images’ overlappings were identified based on the color, and the entire block was in the blue color, meaning that all blocks overlapped in more than nine aerial images. The use of seven GCPs showed horizontal and vertical Root mean square error (RMSE) values of 0.08 and 0.16 meter, respectively. The value was lower than the use of 5 and 3 GCPs, indicating that more GCPs may lead to better RMSE values and affect the Circular (CE90) and linear error (LE90) values.  Values obtained using seven GCPs meet the class-2 standard of a 1:1000 map with a contour interval of 0.14. Meanwhile, using 3 GCPs meets only the class-2 standard of a 1:25000 map with a 10-meter contour interval, and using 5 GCPs meets the class-2 standard of a 1:1000 map with a 0.4-meter contour interval. The calculated overburden volume based on aerial photos with seven GCPs in blocks I, II, and III was 47.22.74 BCM, 8251.22 BCM, and 7089.49 BCM, respectively. Meanwhile, that of the total station for the same blocks was 45250.00 BCM, 8127.65 BCM, and 6827 BCM, respectively.
Estimasi Biaya Pembuatan Jalan Akses Tambang Mayleni Bidang; Harjuni Hasan; Henny Magdalena
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i1.19164

Abstract

Jalan akses tambang adalah sarana infrastruktur yang vital di dalam lokasi penambangan dan sekitar-nya. Kondisi jalan tambang di desain sesuai dengan ketentuan pada KepMen ESDM No 1827 K/30/MEM/2018, apabila tidak sesuai maka perlu dilakukan evaluasi pada geometri jalan untuk mengetahui kerusakan dan biaya yang diperlukan untuk melakukan perbaikan atau pembuatan jalan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan rekomendasi desain geometri jalan akses ideal, mengetahui volume dan lama pengerjaan, serta memberikan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan pembuatan jalan akses. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran geometri jalan akses yaitu dengan menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle), merupakan kamera digital bersistem navigasi yang dapat dikontrol melalui piranti lunak perencanaan pemotretan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh lebar jalan lurus sebesar 9 meter dengan cross slope sebesar 0,18 meter. Lebar jalan belokan diperoleh sebesar 16 meter dengan jari-jari tikungan sebesar 416,04 meter dan superelevasi sebesar 6%, serta kemiringan jalan yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 6%. Volume material cut sebesar 5.679,74 BCM dan fill sebesar 28.150,37 BCM, dengan lama pengerjaan kurang lebih 10 hari. Sehingga diketahui total estimasi biaya untuk melakukan pembuatan jalan akses sesuai dengan rekomendasi jalan ideal yaitu sebesar Rp. 291.577.909.
Studi Perhitungan Biaya Pada Kegiatan Pengupasan Overburden Pada PIT 5 PT. Indochin Resources Jobsite PT. Energi Cahaya Industritama: Cost Calculation Study On Overburden Removal Activities At Pit 5 Pt. Indochin Resources Jobsite Pt. Industritama Light Energy Hikmawati; Henny Magdalena; Windhu Nugroho; Harjuni Hasan; Lucia Litha Respati
Jurnal Pengetahuan dan Pendidikan Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : Yayasan Baru Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During the stripping and hauling of overburden, there are several things that affect this activity, namely the productivity of the equipment, working front conditions, loading methods, and working hours. Before carrying out mining activities, it is necessary to calculate a budget, the aim is to provide an overview of the costs to be incurred by the company for mining activities. The results of research that has been carried out for one month shows that the productivity of the tools used for stripping overburden is obtained as follows. The productivity of the Sany SY365H PRO excavator in fleet 1 was 221.13 bcm/hour and the productivity of the Sany SY365H PRO excavator in fleet 2 was 226.11 bcm/hour. And the productivity of the DT SYZ322C-8S conveyance in Fleet 1 is 37.37 bcm/hour and the productivity of the DT SYZ322C-8S conveyance in Fleet 2 is 37.38 bcm/hour. The costs that must be incurred for the tools used in overburden stripping activities are obtained as follows. The ownership cost of the Sany SY365H PRO Excavator digging-loading equipment is US$ 9.93/hour, operating costs are US$ 32.55/hour. The cost of owning the DT SYZ322C-8S means of transportation is US$ 0.54/hour, and operating costs are US$ 12.14/hour.