Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pendampingan Penulisan Daftar Pustaka Menggunakan Aplikasi Mendeley Bagi Guru di SMKN 1 Dewantara Rahayu, Ririn; Iqbal, Muhammad; Azhari, Azhari; Maulidawati, Maulidawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i3.2333

Abstract

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMKN 1 Dewantara dalam menyusun daftar pustaka secara efektif menggunakan aplikasi reference management Mendeley. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan guru dalam menyusun karya ilmiah, seperti laporan penelitian, makalah, dan publikasi lainnya, yang sering terkendala pada penulisan daftar pustaka sesuai format akademik. Kegiatan ini memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi lain dalam kegiatan akademik mereka, seperti aplikasi pengelolaan kelas dan perangkat lunak untuk analisis data. Hasil yang diperoleh setelah pengabdian ini dilakukan yaitu 1) meningkatnya kompetensi guru, guru kini mampu menyusun daftar pustaka sesuai dengan format akademik seperti APA, MLA, dan IEEE. 2) Efisiensi dalam Penulisan Karya Ilmiah, dengan aplikasi Mendeley, waktu yang dihabiskan untuk menulis daftar pustaka berkurang secara signifikan. Guru juga lebih percaya diri dalam menyusun karya ilmiah, terutama yang ditujukan untuk publikasi. 3) Dukungan Terhadap Kegiatan Akademik, pelatihan ini juga mendukung rencana sekolah untuk mendorong guru menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas, baik untuk kebutuhan internal seperti akreditasi maupun publikasi eksternal. 4) Peningkatan Minat Terhadap Teknologi, kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis teknologi memberikan manfaat besar dalam mendukung pengembangan profesional guru, khususnya dalam penulisan karya ilmiah secara sistematis dan efisien. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMKN 1 Dewantara dalam menyusun daftar pustaka secara efektif menggunakan aplikasi reference management Mendeley. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan guru dalam menyusun karya ilmiah, seperti laporan penelitian, makalah, dan publikasi lainnya, yang sering terkendala pada penulisan daftar pustaka sesuai format akademik. Kegiatan ini memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi lain dalam kegiatan akademik mereka, seperti aplikasi pengelolaan kelas dan perangkat lunak untuk analisis data. Hasil yang diperoleh setelah pengabdian ini dilakukan yaitu 1) meningkatnya kompetensi guru, guru kini mampu menyusun daftar pustaka sesuai dengan format akademik seperti APA, MLA, dan IEEE. 2) Efisiensi dalam Penulisan Karya Ilmiah, dengan aplikasi Mendeley, waktu yang dihabiskan untuk menulis daftar pustaka berkurang secara signifikan. Guru juga lebih percaya diri dalam menyusun karya ilmiah, terutama yang ditujukan untuk publikasi. 3) Dukungan Terhadap Kegiatan Akademik, pelatihan ini juga mendukung rencana sekolah untuk mendorong guru menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas, baik untuk kebutuhan internal seperti akreditasi maupun publikasi eksternal. 4) Peningkatan Minat Terhadap Teknologi, kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis teknologi memberikan manfaat besar dalam mendukung pengembangan profesional guru, khususnya dalam penulisan karya ilmiah secara sistematis dan efisien.
The Implementation of Make A Match Type Cooperative Learning Model to Improve the Mathematical Connection Ability Maulidawati, Maulidawati; Muhammad, Iryana; Rohantizani, Rohantizani; Mursalin, Mursalin
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 2 No. 11 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i11.3319

Abstract

Mathematics is a discipline that is taught at every level of education in Indonesia. Mathematics are interrelated with each other, and cannot be separated from other disciplines and problems in everyday life. Process standards that students use in learning mathematics include problem solving, reasoning and proof, connection, communication, and representation. This study aims to determine the mathematical connection ability of students who are taught through the make a match cooperative learning model better than the students' mathematical connection ability through the scientific learning model on the line and row material in class XI SMAN 1 Pintu Rime Gayo. This research is a quasi-experimental study using the pretest-posttest group design. The samples taken were class XI MIA 2 as the experimental class and XI MIA 1 as the control class. Retrieval of data in research using tests. The data collected from the test results were analyzed using SPSS version 18 to find normality using the Shapiro-Wilk test and to test the hypothesis using the Mann-Whitney-Test. Based on the results of data analysis, it shows that the N-gain average score of students who apply the make a match cooperative learning model is 0.71 (high category), higher than students who use scientific learning of 0.36 (moderate category). From the results of the Mann-Whitney-Test above, the Asymp value is obtained. Sig (1-tailed) is 0.0005 <α 0.05. This shows that the increase in students' mathematical connection ability through cooperative learning type make a match is significantly better than students who get scientific learning.
Traumatic counseling: An alternative problem solving post traumatic stress disorder for natural disaster victims in Indonesia Wangsanata, Susana Aditiya; Jamalullael, Jaiz; Khakim, Lukman; Maulidawati, Maulidawati; Andres Sanjaya, Lari
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.23536

Abstract

Purpose - The purpose of this study is to explain traumatic counseling services as an alternative problem solving for Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) in Natural Disaster Victims in Indonesia. Method - This research method is a literature explaining the form of traumatic counseling services and psychological injuries for victims of natural disasters. Data sources are collected from previous research results, valid official government website sources and relevant to the focus of this research problem. Data analysis uses content analysis that focuses on text, images and audio in the context of traumatic counseling and PTSD for victims of natural disasters. Result  -  The results of this study indicate that traumatic counseling is suitable for treating PTSD for victims of natural disasters in Indonesia. The psychological condition of victims of natural disasters has psychological wounds from events and experiences that leave a mark so that it has an impact on the psychological health of the victims. This impact affects the sustainability of the victim's life, so that healing psychological trauma with counseling services. The approach in counseling services can use two models, namely SEFT and CBT. The two models are suitable for reducing PTSD in victims of natural disasters. Implication – The findings of this study are that there is a relevant meeting point between traumatic counseling and psychological injuries of natural disaster victims with PTSD disorders. With traumatic counseling, it is hoped that natural disaster victims will be able to determine the right direction to overcome PTSD of natural disaster victims in Indonesia in the future. Originality/Value - This study is unique because it is able to position traumatic counseling as an appropriate preventive service for natural disaster victims in Indonesia. *** Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan layanan konseling traumatik sebagai alternatif pemecahan masalah Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Korban Bencana Alam di Indonesia. Metode - Metode penelitian ini adalah literatur yang menjelaskan bentuk layanan konseling traumatik dan luka psikologis bagi korban bencana alam. Sumber data dikumpulkan dari hasil penelitian terdahulu, sumber website resmi pemerintah yang valid dan relevan dengan fokus masalah penelitian ini. Analisis data menggunakan analisis isi yang berfokus pada teks, gambar dan audio dalam konteks konseling traumatik dan PTSD bagi korban bencana alam. Hasil - Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konseling traumatik cocok digunakan untuk menangani PTSD bagi korban bencana alam di Indonesia. Kondisi psikologis korban bencana alam memiliki luka psikologis dari kejadian dan pengalaman yang membekas sehingga berdampak pada kesehatan psikologis korban. Dampak tersebut berpengaruh pada keberlangsungan hidup korban, sehingga penyembuhan trauma psikologis dengan layanan konseling. Pendekatan dalam layanan konseling dapat menggunakan dua model, yaitu SEFT dan CBT. Kedua model tersebut cocok digunakan untuk mengurangi PTSD pada korban bencana alam. Implikasi - Temuan dari penelitian ini adalah adanya titik temu yang relevan antara konseling traumatik dengan luka psikologis korban bencana alam dengan gangguan PTSD. Dengan adanya konseling traumatik, diharapkan korban bencana alam dapat menentukan arah yang tepat untuk mengatasi PTSD korban bencana alam di Indonesia di masa yang akan datang. Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini memberikan kontribusi mengenai posisi, arah dan tujuan layanan konseling traumatik dalam mengatasi PTSD korban bencana alam di Indonesia. Penelitian ini memiliki keunikan karena mampu memposisikan konseling traumatik sebagai layanan preventif yang tepat bagi korban bencana alam di Indonesia.
PELATIHAN PENULISAN SURAT DINAS DAN APLIKASI FUNGSI MAIL MERGE UNTUK APARATUR DESA ULEE REULEUNG KECAMATAN DEWANTARA-ACEH UTARA DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN MASYARAKAT Emilda, Emilda; Harliyana, Iba; Maulidawati, Maulidawati; Nasrah, Sayni
Jurnal Vokasi Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i1.2445

Abstract

Surat dinas adalah surat yang berisi masalah kedinasan atau bisnis tertentu yang bersifat resmi. Pembuatan surat dinas harus memperhatikan kaidah penulisan surat resmi, seperti kaidah tata bahasa dan ejaan yang benar. Oleh karena itu, sebelum menulis surat penulis harus mempertimbangkan dengan baik susunan kalimat, pilihan kata atau diksi, dan ejaan serta pemakaian tanda baca yang dapat memperjelas maksud surat. Permasalahan yang terjadi berdasarkan hasil survey ke lapangan adalah masih ditemukannya kesalahan dalam surat resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah desa. Seperti banyaknya kalimat yang tidak efektif, penggunaan tanda baca atau simbol yang tidak tepat, bahkan tata aturan dalam membuat surat masih kurang dipahami oleh aparat desa. Kemudian pembuatan surat untuk keperluan masyarakat seperti Surat Keterangan Miskin, Surat Keterangan Beasiswa dan Surat Keterangan Usaha masih menggunakan Microsoft Word manual dengan mengetik setiap lembar sesuai dengan jumlah permintaan masyarakat sehingga mengakibatkan proses pembuatan surat tersebut menjadi lama dan membuat masyarakat tidak puas sehingga mutu pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan penulisan surat dinas menggunakan fungsi mail marge yang disediakan oleh Microsoft Word pada aparatur Pemerintah Desa Ulee Reuleung Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Metode yang digunakan dalam pengabdiaan ini berbentuk pelatihan. Materi yang diberikan berupa pengenalan contoh surat yang benar dengan berbagai jenis surat yang sesuai dengan keperluan. Kemudian surat dinas tersebut dibuat secara massal menggunakan fungsi mail merge. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari yang diikuti oleh 10 orang aparatur desa sesuai dengan perencanaan awal, tingkat kehadiran peserta adalah 100%. Pada tahap akhir dilakukan evaluasi pelatihan untuk mengukur tingkat keberhasilan pelatihan. Target luaran adalah aparatur desa sudah mampu membuat surat dinas dengan benar sesuai jenis surat yang diperlukan dengan mengaplikasikan fungsi mail merge yang disediakan oleh Microsoft Word. Setiap peserta memperoleh sertifikat setelah mengikuti pelatihan. Artikel pengabdian telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional berbasis OJS dan juga pada media online Juang News.
The Relationship between Teacher Well-being, Spirituality, and Classroom Management Effectiveness in Madrasah Settings Hanim, Siti Aisyah; Maulidawati, Maulidawati; Roziqi, Ahmad Khoirur
Darussalam: Journal of Psychology and Educational Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Minang Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70363/djpe.v4i1.312

Abstract

This study explores the relationship between teacher well-being, spirituality, and classroom management effectiveness in madrasah settings. Teacher well-being has become an increasingly significant issue in contemporary educational research, as it is closely associated with motivation, job satisfaction, and professional performance. In Islamic educational institutions, spirituality is deeply embedded in teachers’ daily practices and plays a vital role in shaping their resilience, emotional balance, and pedagogical approach. Using a quantitative correlational design, this research investigates how teachers’ psychological and spiritual dimensions influence their ability to establish effective classroom management. Data were collected from madrasah teachers across different regions through structured questionnaires and analyzed using statistical techniques to determine correlations and predictive factors. The findings indicate that higher levels of teacher well-being and spirituality significantly contribute to improved classroom management effectiveness, creating a more positive and conducive learning environment. This study highlights the importance of integrating spiritual values and well-being strategies in professional development programs for madrasah teachers, ultimately enhancing both instructional quality and student outcomes.
Peningkatan Kemampuan Menulis Esai Argumentatif Berbahasa Indonesia melalui Topik Viral di Kalangan Mahasiswa FKIP Universitas Bumi Persada Lhokseumawe Ririn Rahayu; Azhari; Muntazar; Maulidawati
PUSAKA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : MANDAILING GLOBAL EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62945/pusaka.v2i2.818

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis esai argumentatif berbahasa Indonesia melalui pemanfaatan topik viral di kalangan mahasiswa FKIP Universitas Bumi Persada Lhokseumawe. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada rendahnya kemampuan mahasiswa dalam mengemukakan gagasan secara logis, kritis, dan sistematis dalam bentuk tulisan argumentatif, serta kurangnya pemanfaatan isu-isu aktual yang dekat dengan kehidupan mahasiswa sebagai sumber belajar. Metode pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan menulis, dan evaluasi. Subjek pengabdian terdiri atas 20 orang mahasiswa FKIP yang mengikuti kegiatan secara aktif melalui diskusi, praktik menulis, dan refleksi. Instrumen yang digunakan meliputi tes menulis esai argumentatif, rubrik penilaian esai, lembar observasi aktivitas mahasiswa, dan angket respons peserta. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan peningkatan kemampuan menulis dan respons mahasiswa terhadap kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori baik dan sangat baik dalam kemampuan menulis esai argumentatif, dengan peningkatan yang terlihat pada aspek struktur esai, kekuatan argumen, dan relevansi isi. Selain itu, tingkat keaktifan dan kepuasan mahasiswa terhadap kegiatan tergolong tinggi. Pemanfaatan topik viral terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, daya kritis, serta keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran menulis. Dengan demikian, pengabdian ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan literasi akademik mahasiswa dan dapat dijadikan alternatif model pengabdian berbasis kontekstual dalam pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi.
An Analysis of Errors in the Use of Formal Language in Narrative Writing of Students at SMP Negeri 1 Samudera Ulfia; Azhari; Muntazar; Ririn Rahayu; Rani Ardesi Pratiwi; Maulidawati
Indonesian Journal of Education and Social Humanities Vol. 2 No. 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : MANDAILING GLOBAL EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62945/ijesh.v2i4.831

Abstract

This study is entitled “The Use of Formal Language Variety in Narrative Writing of Students at SMP Negeri 1 Samudera” and was conducted in the even semester of the 2024/2025 academic year. The study aims to identify errors in the use of formal language variety in narrative texts written by eighth-grade students during the even semester of the 2024/2025 academic year. The research was carried out at SMP Negeri 1 Samudera in April 2025. A qualitative descriptive method was employed in this study. The data source consisted of narrative texts written by eighth-grade students of SMP Negeri 1 Samudera in the 2024/2025 academic year. The most common errors found in students’ narrative writing were the use of informal words resulting from spelling deviations, particularly in the use of the preposition di-. These errors were predominantly committed by students of class 8.3. Students in class 8.4 also made similar errors, mainly due to the use of non-standard spellings. These mistakes occurred because students paid insufficient attention to, and in some cases underestimated, formal writing conventions. Informality caused by vowel and consonant omission or substitution occurred less frequently; however, errors involving consonant substitution were highly prevalent, especially in the word “poto” instead of “foto.” This phenomenon is attributed to students’ habitual pronunciation of “foto” as “poto,” which subsequently influenced their written production. The factors contributing to informal language use in students’ narrative writing include: (1) vowel substitution, (2) vowel omission, (3) consonant substitution, (4) consonant omission, and (5) spelling-related distinctions.
Penggunaan Sapaan dalam Keluarga pada Masyarakat Aceh Utara Misna Misna; Khalsiah Khalsiah; Maulidawati Maulidawati
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Vol 17 No 01 (2026): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang
Publisher : FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jikt.v17i01.435

Abstract

This study aims to describe the forms and usage of terms of address within family interactions in the North Aceh community, as well as to identify the factors influencing their use. The research was conducted in Gampong Meunasah Meucat and several surrounding villages in North Aceh Regency. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The data were obtained from direct utterances of native speakers of the Acehnese language who understand and use kinship-based address systems in daily interactions. The findings reveal that the family address system in the North Aceh community can be categorized into two types, namely those based on lineage and marital relationships. Based on lineage, 31 forms of address were identified, such as Ama, Ayah, and Apak to refer to biological fathers. Based on marital relationships, 18 forms of address were identified, such as Temude and Abang to address the husband of an older sister. The use of these address terms is influenced by social and situational factors, including age, social status, level of familiarity, and cultural or regional background. This study concludes that the family address system in the North Aceh community is highly rich and complex, reflecting values of respect and kinship that are strongly upheld within the community. To preserve this linguistic tradition, awareness among younger generations is essential, along with support from the government and educational institutions through the integration of language-related materials into the curriculum and cultural preservation programs.
Implementation of Project-Based Learning Model Integrated with Local Wisdom in Language Learning in Elementary School Wulanda Wulanda; Rani Ardesi Pratiwi; Maulidawati Maulidawati; Al Furqan; Juni Ahyar
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 11 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i11.2022

Abstract

This study aims to analyze the implementation of a project-based learning model integrated with local wisdom in language learning at SD Negeri 10 Muara Batu. This research was conducted using descriptive qualitative approach. The research subjects included 23 grade V students and one language teacher. Data were collected through observation, semi-structured interviews, questionnaires, and documentation. The data obtained will be analyzed through the stages of data collection, categorization, thematic analysis, interpretation, and presentation of results. The results showed that the integration of PjBL with local wisdom significantly improved students' understanding of local culture and encouraged their active involvement in the learning process. The learning stages include the introduction of local wisdom concepts, understanding through discussion, and direct practice in cultural projects. Support from teachers, schools and parents' participation contributed to the successful implementation of this learning model. This approach is also able to increase students' learning motivation and sense of pride in local cultural heritage. The findings indicate that a project-based learning model that integrates local wisdom is effective in enriching learning experiences and shaping students' character who are critical, creative, and have good social skills.  
Penamaan Unik Menu Makanan pada Kafe dan Warung di Kota Lhokseumawe (Kajian Semantik) Maulidawati Maulidawati; Syahriandi Syahriandi; Monadia Monadia
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v7i2.11287

Abstract

Naming food menus is an important aspect of marketing strategies for cafes and food stalls. Unique naming can attract consumer attention. This research explores the basics of the unique naming of food menus used by cafes and stalls in Lhokseumawe City. This research uses qualitative methods to analyze data collected through direct observation and interviews with business owners, reinforced with documentation and notes. The results of the research showed that there is a cause or basis for the naming used, namely (1) imitation of sounds with 2 data, (2) mention of parts with 3 data, (3) mention of distinctive characteristics with 11 data, (4) inventor and maker with 1 data, (5) place of origin with 5 data, (6) material with 2 data, (7) similarity with 3 data, (8) shortening with 2 data, and (9) new naming with 1 data. The basis or the reason for the unique naming of this food menu is dominated by the mention of the unique characteristics, namely 11 pieces of data. The practical implication of this research is to help business owners develop creative and different menu naming strategies to create their own identity and attract customers' attention.