Claim Missing Document
Check
Articles

Assertive Training Untuk Mengurangi Kecenderungan Pergaulan Bebas Hasbahuddin Hasbahuddin; Aztri Fithrayani; Muhammad Ilham Bakhtiar
Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Vol. 1 No. 2 (2019): Maret
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.96 KB) | DOI: 10.31960/ijolec.v1i2.60

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang penggunaan assertive training, pergaulan bebas siswa sebelum dan sesudah diberikan assertive training, dan pengaruh assertive training untuk mengurangi pergaulan bebas siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperiment. Desain penelitian menggunakan pretest –posttest control group design. Populasi penelitian sebanyak 75 siswa dengan mengambil sampel 28 orang siswa. Teknik penarikan sampel adalah simple random sampling. Instrument yang digunakan adalah bahan perlakuan berupa scenario assertive training dan angket pergaulan bebas. Hasil penelitian menunjukkan penerapan teknik assertive training yang dilaksanakan selama delapan kali pertemuan menunjukkan kecenderungan pergaulan bebas pada siswa cenderung menurun dan ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diberikan Assertive Training dengan siswa yang diberikan layanan BK oleh konselor sekolah lainnya untuk mencegah kecenderungan pergaulan bebas. Kesimpulan setelah pelaksanaan teknik assertive training, yaitu kecenderungan pergaulan bebas pada siswa yang diberikan pelatihan assertive cenderung menurun dibandingkan dengan siswa yang diberikan layanan BK oleh konselor sekolah lainnya, artinya semakin diberi Assertive Training maka kecenderungan pergaulan bebas juga menurun. Dari hasil penelitian maka, disarankan pada konselor sekolah dapat menggunakan latihan asertif dalam menangani masalah-masalah yang dialami oleh siswa secara terprogram dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang terkait.
Pelatihan Teknik Acting AS Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Nurhidayatullah Nurhidayatullah; Salmiati Salmiati; Abdul Wahid; Firdha Razak; Muhammmad Ilham Bakhtiar
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v5i2.2129

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa SMA mengenai cara meningkatkan Minat belajar Siswa di era sekarang karena banyak factor yang membuat rasa minat belajar siswa semakin berkurang apalagi di era teknologi seperti sekarang Gadget tidak bisa dipungkiri di dunia anak-anak dan orang dewasa sekali pun. Namun, ditemukan masih kurangnya pemahaman mengenai cara bagaimana mereka dapat meningkatkan pemahaman tentang minat belajar agar mereka dapat termotivasi dalam kegiatan belajar di sekolah . Metode yang digunakan berupa penyampaian materi secara langsung dimana kita bertemu dengan siswa-siswa sekolah untuk langsung memberikan pemahaman tentang cara meningkatkan minat belajar mereka dengan melalui tekni Acting AS Hasil dari kegiatan ditemukan bahwa peserta mengetahui maksud dari Teknik Acting AS dalam meningkatkan minat belajar siswa itu terlihat meningkat
Effect of assertive training on cyber bullying behavior for students Farida Aryani; Muhammad Ilham Bakhtiar
Konselor Vol 7, No 2 (2018): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.341 KB) | DOI: 10.24036/020187210283-0-00

Abstract

The purpose of this study was to determine the description of cyber bullying behavior in schools, to know the implementation of assertive training on cyber bullying behavior and to know the effect of assertive training on cyber bullying behavior before and after treatment. This research is quantitative using the true-experimental design approach. A sample of 31 people. The results of the study are; (1) almost all students have bullied or there are 32% where they do bullying such as taunting, tweaking, humiliating and posting it on the Internet, and students take steps to report to the teacher in the event of bullying or about 59% of students do it. (2) Assertive training activities on cyber bullying behavior carried out in 4 (four) sessions: introductions, assertive explanations, assertive behavior such as honest behavior, expressing thoughts and feelings, identifying behavior desired by clients and expectations, expressing ideas that irrational, attitudes and misunderstandings in the minds of clients / students. Communication skills and dare to say no through “Speak UP”. (3) From the result’s hypothesis, hypothesis, testing provision, assertive training is very influential on the behavior of bullying in schools. For experimental group and experimental group did not have a significant change.
Analysis of Counseling Service Model in Covid 19 Pandemic Era: An Innovation and Implementation of Studying From Home Service Abdul Saman; Akhmad Harum; Muhammad Ilham Bakhtiar; Muhammad Anas
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 8 Number 2 August 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v8i2.24079

Abstract

The study aims to (1) get the description of Guidance and Counseling Services in the covid 19 pandemic era during the Studying From Home implemented by schools in South Sulawesi; (2) to identify the types of activities related to guidance and counseling services in the Covid-19 Pandemic era; and (3) to identify types of counseling service in the covid-19 pandemic era during Study From Home implemented by schools in South Sulawesi. The research method is a survey heart distributed and filled in online by 224 Guidance and Counseling Teachers in South Sulawesi teaching at the levels of Junior High School, Senior High School, and Vocational High School. Based on the discussion, it is concluded that: (1) the Guidance and counseling service during the Covid-19 pandemic in South Sulawesi was carried out online and offline, and an online Guidance and counseling service plan was provided for the Covid- 19 pandemic; (2). The  Guidance and counseling service in Covid-19 pandemic era used applications including WhatsApp and Google meet, and it was generally carried out from school rather than from home. The most frequently used applications were Zoom meetings and Google Classroom. Innovation service like school LMS was also available for guidance and counseling service. Another media was the android-based Cybercounseling because it was more practical and saved the internet data, allowed teachers and students to make short videos in TikTok as Guidance and Counseling media, and offered Guidance and Counseling room application; (3) The counseling services were generally carried out by the Guidance and Counseling teachers by making a media that an operator can control, visiting students’ homes, and giving classical and individual guidance and counseling online and offline. The home visit was the most appropriate method because it allowed teachers to identify problems faced by students and consult their parents about the learning progress of their children during learning from home during the Covid 19 pandemic.
Pelatihan Pengembangan Perangkat Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) BK Berbasis Hots Bagi Guru Abdul Saman; akhmad harum; Muhammad Anas; Suciani Latif; Muhammad Ilham Bakhtiar
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v5i4.2426

Abstract

Pengembangan perangkat Rencana Pelaksanaan layanan (RPL) dasar diyakini sebagai panduan dalam melaksanaakan rencana layanan BK.  Rencana pelaksanaan layanan BK merupakan uraian detail dari program yang menggambarkan struktur isi program, baik kegiatan di sekolah maupun luar sekolah, dan untuk memfasilitasi siswa mencapai tugas perkembangan atau kompetensi. Pelatihan ini diikuti oleh peserta sebanyak 27 orang. Pelatihan pengembangan perangkat RPL berbasis HOTS bagi guru MGBK di Kabupaten Majene. Kegiatan pelatihan diawali dengan pemberian informasi mengenai konsep pengembangan perangkat RPL, membuat Tujuan berdasarkan SKKPD dan kata kata operasional yang menunjukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, selanjutnya Menyusun langkah-langkah kegiatan yang dilakukan berdasarkan topik dan Teknik/metode yang dikembangkan. Pelatihan pengembangan perangkat RPL berbasis HOTS dalam meningkatkan kemampuan guru BK Menyusun program BK dan menjadi dasar melaksanakan berbagai layanan BK di sekolah. Hal ini tergambarkan dari hasil analisis angket dan lembar kerja yang dibagikan peserta melalui google form, dimana secara keseluruhan. Keberhasilan ini terlihat dari sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan pelatihan. Dari lembar evaluasi yang dibagikan secara online menunjukkan 74% peserta telah sangat memahami materi pelatihan yang diberikan dan 26% peserta cukup memahami materi yang diberikan
Pengembangan Media Informasi E-Komik Anti Bullying Bagi Siswa Sekolah Dasar Akhmad Harum; Muhammad Idris; Muhammad Ilham Bakhtiar
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i1.2613

Abstract

Penelitian ini  bertujuan mengetahui: (1) Gambaran kebutuhan e-komik anti bullying dalam pemberian layanan informasi bagi siswa (2) Prototype e-komik anti bullying sebagai media informasi bullying bagi siswa (3) Tingkat validasi e-komik anti bullying dalam memberikan layanan informasi bullying pada siswa (4) Tingkat kepraktisan e-komik anti bullying dalam memberikan layanan informasi bullying pada siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang di modifikasi oleh peneliti dari 10 menjadi 7 tahapan pengembangan. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V UPT SDN 14 Batang sebanyak 20 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket analisis kebutuhan. Hasil penelitian diperoleh (1) Siswa membutuhkan layanan informasi e-komik anti bullying mengenai strategi pencegahan perilaku bullying, akan tetapi belum tersedia media dilingkungan sekolah. (2) Prototype media e-komik anti bullying terdiri atas 7 tampilan utama yaitu tampilan sampul komik, hak cipta, panduan penggunaan e-komik, isi cerita, pesan moral dan nilai karakteristik, lampiran berupa tips untuk menghindari bullying, dan tampilan video (3) Tingkat validitas media informasi e-komik anti bullying sebagai media informasi bagi siswa sudah valid untuk digunakan oleh siswa sesuai dengan hasil dari penilaian dua orang ahli, yaitu: ahli materi, dan ahli media, Akan tetapi masih perlu dilakukan perbaikan produk untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas untuk nantinya bisa diimplementasikan secara luas dilapangan (4) Tingkat kepraktisan media informasi e-komik anti bullying sebagai media informasi bagi siswa sudah praktis untuk digunakan oleh siswa sesuai dengan hasil dari penilaian wali kelas
A Microagression Among The Elementary School Teachers In Various Forms of Gender Bias In Learning Process Nur Fadhilah Umar; Abdullah Sinring; Muhammad Ilham Bakhtiar
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i2.3149

Abstract

Mikroagresi adalah perilaku kekerasan yang kasar dan berintensitas rendah dalam menyampaikan pesan negatif kepada kelompok minoritas. Agresi mikro berbeda dengan agresi verbal atau perundungan yang bertujuan untuk menyakiti orang lain. Microaggression dipandang sebagai pesan biasa yang bisa berupa lelucon namun tanpa disadari menyakiti orang lain. Perilaku ini juga terjadi pada guru, terutama dalam proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk mikroagresi guru dilihat dari faktor bias gender. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru sekolah dasar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling untuk menentukan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin. Oleh karena itu, sampel penelitian ini berjumlah 117 guru sekolah dasar. Instrumen penelitian menggunakan skala mikro agresi rasial gendered 2015 untuk perempuan kulit hitam oleh Lewis da Neville. Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif dan inferensial dalam bentuk ANOVA dengan bantuan aplikasi JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk agresi mikro yang paling sering dilakukan oleh guru adalah agresi mikro yang disebabkan oleh bias gender, terutama pada stigma dan diskriminasi antara perempuan dan laki-laki, serta aspek etnis.
Penerapan Teknik Reframing Untuk Mereduksi Tingkat Kejenuhan Belajar Siswa Nurhidayatullah Dahlan; Salmiti Salmiati; Muhammad Ilham Bakhtiar
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i1.2643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Gambaran masalah kejenuhan belajar  siswa di SMA Negeri 12 Makassar. (2) Metode penerapan teknik reframing untuk mengurangi masalah kejenuhan belajar  siswa di SMA Negeri 12 Makassar. (3) efektivitas peneraan teknik reframing untuk mengurangi kejenuhan belajar  di SMA Negeri 12 Makassar. Jenis pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperiment dengan pola quasi eksperimental design. Bentuk desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonequivalent control group design. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1, XI IPA 2 , XI IPA 6 dan XI IPS 1 di SMA Negeri  12 Makassar sebanyak 48 siswa. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan proporsional random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 24 responden yang terbagi menjadi dua, yaitu  12 responden untuk kelompok eksperimen dan 12 responden untuk  kontrol yang memiliki skor skala kejenuhan belajar  kategori tinggi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik parametrik dengan perhitungan uji paired sampel t test menggunakan program SPSSVersi25.0 for windows. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan sesudah pemberian perlakuan, diperoleh hasil perhitungan uji hipotesis dengan nilai Asymp Sig = 0,000< 𝛼 = 0,05 menunjukkan H0 ditolak maka dapat disimpulkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik reframing dengan metode penokohan nyata (live model)  dapat mengurangi kejenuhan belajar  siswa di SMA Negeri 12 Makassar Kata kunci: Teknik Reframing, kejenuhan belajarAbstract:  This research is quantitative research with an experimental method thatis motivated by the problem of learning boredom experienced by students with symptoms that arise such as feeling bored following online learning, difficulty concentrating, and loss of learning motivation. This study aims to determine: (1) An Overview of students' online learning boredom problems in SMA Negeri 12 Makassar. (2) The method of applying Reframing Techniques to reduce the problem of student online learning boredom at SMA Negeri 12 Makassar. (3) effectiveness application of Reframing Techniques to decrease the boredom of online learning at SMA Negeri 12 Makassar. The type of approach in this study uses the method experiment with a quasi-experimental design pattern. The shape of the design used in this study is a nonequivalent control group design.The population of this study was students of class XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 6,and XI IPS 1 at SMA Negeri 12 Makassar as many as 48 students. retrieval technique The sample of this study used proportional random sampling. The number ofsamples in this study was 24 respondents which were divided into two, namely:12 respondents for the experimental group and 12 respondents for controls who had a high category score on the online learning boredom scale. The data analysis technique used is descriptive statistics and parametric statistics with the calculation of the paired-samplet-test using the SPSS Version 25.0 program for windows. Based on the results of the research before and after the treatment,the results of the calculation of the hypothesis test with the value of Asymp Sig = 0.000 < = 0.05 shows H0 is rejected, it can be concluded that the application of the counseling group with Reframing Techniques with real characterization method (live model) can reduce student online learning boredom at SMA Negeri 12 Makassar Keyword: Reframing Techniques, burnout learnig
PKM Manajemen Pengelolaan OJS Menuju Akreditasi Bagi Editor Jurnal Andi Muhammad Rivai; Ramlan Mahmud; Muhammad Ilham Bakhtiar
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v6i4.3324

Abstract

Tujuan PKMini adalah: adalah: (1)untuk meningkatnya pemahaman pengelola jurnal Pengelola Jurnal sehingga dapat mengoperasikan Open Journal System (OJS) secara Full Daring; (2) Untuk memberikan pemahaman kepada peserta stadar tatakelol jurnalsesui standar akreditasi jurnalilmiah; (3) untuk Meningkatnya jumlah naskah dan kualitas naskah yang diterima oleh pengelola jurnal; (4) untuk mempersiapkan jurnal mengajukan akreditasi jurnal. Metode pkm ini menggunakan ceramah, simulasi dan praktek.melibatkan 40 editor. Sasaran pkm adalah editor jurnal di lingkup Universitas negeri Makassar. Hasil PKM adalah (1) Kegiatan PKM menunjukkan keberhasilan setelah peserta membenah tatakelola jurnal masing-masing, melalui pelatihan peserta praktek memperbaiki berbagai hal yang distandarkan dalam proses pengelolaan jurnal ilmiah. (2) Peserta dapat melakukan Proses menajemen bisnis artikel dengan baik dan benar dengan peran mulai dari penulis, editor, dan reviewerhingga pubish. (3). Kegiatan PKM ini menunjukkan manfaat besar bagi peserta, karena terdapat 93% atau baik sekali dari hasil angket evaluasi kegiatan,maka manfaat materi mendukung peningkatan pengelolaan jrunal yang dikelola,kesiapan jurnal untuk didaftarkan akreditasi serta upaya mendukung peningatan jumlah dan kualitas artikel yang diterima dan dipublish
Penyusunan Instrumen Gaya Belajar Melalui Asesmen Non Kognitif Bagi Guru MGBK Kabupaten Polman Abdul Saman; Akhmad Harum; Muhammad Ilham Bakhtiar
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v6i3.3321

Abstract

Tujuan PKM ini adalah (a) untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam menyususn instrument gaya belajar  melalui asesmen non kognitif bagi guru MGBK Kabupaten Polman; (b) untuk melatih Guru BK dalam mengimplementasikan penggunaan instrumen gaya belajar  melalui asesmen non kognitif bagi guru MGBK Kabupaten Polman.. Sasaran pkm adalah Guru MGBK Kabupaten Polman sebanyak 43. Metode yang digunakan adalah: ceramah, praktek penyusunan asesmengaya belajar, tanya jawab, dan pendampingan pembuatan Instruen Gaya Belajar, penggunaan aplikasi gaya belajar. Hasil Pengabdian PKM adalah (1) Pemberian pelatihan penyusunan Instrumen Gaya Belajar melalui asesmen non kognitif bagi guru MGBK Kabupaten polman dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi dan praktekpenyusunan instrument dan aplikasi gaya belajar. Dengan materi: Konsep Dasar Asesmen dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar; Peran BK dalam Kurikulum Merdeka Belajar; Asesmen Diagnostik,  Tujuan Asesmen Diagnostik; Asesmen Diagnostik  Non Kognitif Gaya Belajar Peserta Didik; Penyusunan Instrumen Gaya Belajar menggunakan aplikasi asesmen non kognitif; Pelaksanaan Asesmen Diagnostik Non Kognitif untuk menemukan gaya belajar siswa; (2) Pelatihan penyusunan instrument gaya belajar dalam asaesmen non kognitif bagu Guru MGBK Kabupaten Polman menunjukkan keberhasilan, guru BK telah mampu dalam menyusun instrument asesmen gaya belajar sesuai dengan arahan dan petunjuk dari narasumber. Instrumen Asesmen Peserta yang telah diberikan menunjukkan adanya peningkatan sebelum di berikan pelatihan dan setelah diberikan pelatihan, kemudian Lembar Kerja dan Tugas Menyusun instrumen asesmen menunjukkan keberhasilan secara keseluruhan semua peserta dapat menyusun dan menganalisis sendiri hasil asesmen gaya belajar yang telah di buat.