p-Index From 2021 - 2026
7.395
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Jurnal Bisnis dan Ekonomi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Surya Medika NurseLine Journal Jurnal Keperawatan Padjadjaran Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Holistic Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Journal of Nursing Care and Biomolecular Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Journal of Maternity Care and Reproductive Health Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Ilmiah Pamenang (JIP) Jurnal Keperawatan Galuh Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Cancer SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Padjadjaran Acute Care Nursing Journal (PACNJ) Warta LPM Jurnal Al-Fatih Global Mulia Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jurnal Riset Ilmiah Journal of Nursing Culture and Technology Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Jurnal Multidisiplin Jurnal Kesehatan An-Nuur Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Kecanduan Media Sosial pada Remaja Rizki Aprilia; Aat Sriati; Sri Hendrawati
Journal of Nursing Care Vol 3, No 1 (2020): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.85 KB) | DOI: 10.24198/jnc.v3i1.26928

Abstract

Aktivitas penggunaan media sosial di Indonesia didominasi oleh kalangan remaja. Media sosial memberikan dampak negatif pada remaja, salah satunya adalah kecanduan. Hal tersebut dikarenakan dapat mengganggu berbagai kegiatan, diantaranya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecanduan media sosial pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa-siswi SMAS Plus Al-Falah kelas X, XI dan XII yang tinggal bersama orang tua sejumlah 72 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen yang dibuat oleh Sahin (2018) dan dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja atau sebanyak 51,4% mengalami kecanduan media sosial tingkat rendah, sedangkan hampir setengah dari remaja atau sebanyak 48,6% mengalami kecanduan media sosial tingkat tinggi. Kecanduan media sosial pada remaja penting untuk segera diatasi agar tidak semakin mengalami peningkatan. Oleh karena itu, disarankan bagi pihak sekolah untuk bekerjasama dengan perawat jiwa terkait pencegahan pada kecanduan media sosial yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan mengenai penggunaan media sosial yang baik dan dampak negatif kecanduan media sosial. Sedangkan, penanganan yang dapat dilakukan bagi remaja yang mengalami kecanduan media sosial tingkat tinggi yaitu dengan memberikan terapi CBT pada remaja.
Self-Efficacy Parents in Undergoing Child Cancer Treatment at the Rumah Kanker Anak Cinta Bandung Sri Hendrawati; Ikeu Nurhidayah; Ai Mardhiyah
NurseLine Journal Vol 4 No 1 (2019): May 2019
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v4i1.8911

Abstract

The incidence of cancer in children is increasing and has entered into the top ten most prevalent diseases in children. Cancer in children have an impact both physical and psychosocial changes that can occur as a result of the disease and the side effects of treatment. The treatment for children with cancer should be done continuously and lasts a long time, so the role of parents in supporting the treatment is very important. Parents are the important factors to implementation of family centered care in the treatment and care for children with cancer. The implementation of family centered care is influenced by the self efficacy belief of parents. This study aimed to identify parental self efficacy in the treatment of children with cancer at the Rumah Kanker Anak Cinta Bandung. This study used a descriptive quantitative. The sample in this study was chosen by consecutive sampling, and found 40 samples within a month. Data collection using questionnaires developed based on Bandura theory (1997). Data was analyzed using descriptive analyzes by frequency and persentation. The results showed that the majority of parents who have children with cancer have a high self efficacy as many as 23 people (57.5%). Parents who have children with cancer in this study had a high ability or confidence (self efficacy) in treating children with cancer. So that it can be very supportive for the process of care, treatment, and cure of children, which expected to improve the quality of life for children with cancer.
Effectiveness of Developmental Care on Physiological Functions’ Low Birth Weight Babies: A Literature Review Sri Hendrawati; Fanny Adistie; Nenden Nur Asriyani Maryam
Indonesian Contemporary Nursing Journal Volume 4 No. 2 Februari 2020
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.538 KB) | DOI: 10.20956/icon.v4i2.9010

Abstract

Introduction: Infants with low birth weight (LBW) is a major risk factor for increased morbidity and mortality rate. LBW infants that getting treatment in the neonatal intensive care unit (NICU) will be exposed to various environments and excessive stimulus with various procedures performed that causing stress on the infant. Management strategies that can be done to reduce stress of the excessive stimulus is with developmental care. This literature review is aimed to identify the effectiveness of developmental care on physiological functions of LBW infants in the NICU. Method: Articles were collected from several databases including Medline, CINAHL, EBSCOhost, Google Scholar, PubMed, and Proquest. The keywords were developmental care, low birth weight infant, neonatal intensive care unit, and physiological function were searched for quantitative studies. The articles reviewed were only articles with full text, written in English, and published during period 2013 to 2018. The study was criticized by the author using the Critical Appraisal Tool from JBI (Joanna Briggs Institute). It found 10 articles that related specifically to developmental care on LBW infants in the NICU. Result: Implementation of developmental care for infants in the NICU effective in optimizing the physiological functions of infant, including lowering the pulse and frequency of breath that makes the infant more relaxed. Developmental care can also improve oxygen saturation, reduce pain, reduce gastro esophageal reflux, increase sleep time, and improve neuromuscular maturity. Conclusion: Developmental care facilitate the infant more relaxed. The infant needs regularity of physiological functions and achieving restful sleep to grow and thrive.
Tingkat Perkembangan Balita Usia 1 Bulan – 6 Tahun Di Kecamatan Cibiuk Kabupaten Garut Ikeu Nurhidayah; Henny Suzana Mediani; Sri Hendrawati
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPEREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.152 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v4i1.98

Abstract

ABSTRAK Angka penyimpangan perkembangan pada anak saat ini semakin meningkat. Faktor yang penting untuk mendeteksi penyimpangan perkembangan adalah skrining perkembangan. Sejauh ini beberapa literatur lebih banyak membahas perkembangan pada anak di daerah perkotaan, dan sedikit sekali hasil penelitian yang memaparkan  perkembangan pada anak di daerah pedesaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran perkembangan anak usia 1 bulan – 6 tahun dalam aspek perkembangan personal sosial, adaptif motorik halus, bahasa, dan motorik kasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Cibiuk Kabupaten Garut. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, didapatkan 130 responden. Tingkat perkembangan diukur menggunakan Denver Development Screening Test II (DDST II). Analisis data dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak mengalami perkembangan normal, yaitu usia 1-12 bulan 74% normal, usia >1-3 tahun 64% normal, dan usia >3-6 tahun 65% normal. Sedangkan berdasarkan empat aspek perkembangan didapatkan data bahwa persentase terbesar suspect (dicurigai adanya gangguan) terdapat pada aspek perkembangan personal sosial dialami anak usia >3-6 tahun, presentase suspect perkembangan adaptif-motorik halus terbesar dialami anak usia >3-6 tahun, presentase suspect perkembangan bahasa terbesar dialami anak usia >3-6 tahun, dan presentase suspect perkembangan motorik kasar terbesar dialami anak usia >1-3 tahun. Suspect (dicurigai adanya gangguan) pada tiap aspek perkembangan dipengaruhi oleh berbagai hal, yang paling berperan diantaranya adalah stimulasi. Sehingga gambaran perkembangan saat ini mungkin akan berbeda dengan gambaran perkembangan di masa yang akan datang, apabila anak dilakukan stimulasi. Peneliti merekomendasikan agar perawat meningkatkan diseminasi informasi mengenai stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangan pada anak. ABSTRACT Developmental disorders in children is increasing. One of the factors that are important to detect developmental disorders are developmental screening. However, literature mainly discussed on child development in urban areas, and very little research that explained the development of children in rural areas. The aim of this study was to describe children developmental level age 1 month until 6 years in rural areas. The sub variabel that are studied personal social aspect, fine motor-adaftive, language, and gross motor development. The childen development screening can use Denver Development Screening Test II (DDST II), in which categories as normal and suspect. This study conducted in District of Cibiuk, Garut Residence. There were 130 respondent was taken with purposive sampling techique in this study. Design of this study was descriptive. Child development was measured by Denver Developmental Screening Test II. Data analysis was used distribution of frequency. This result of this study showed that most children had normal development level, there were 74% in children age 1-12 month, 64% in children 1-3 years old, and 65% in children >3-6 years old. Based on the developmental aspect, the result showed that the higher precentage of suspect on the personal sosial aspect were in children age >3-6 years old, higher precentage of suspect of the fine motor-adaftive aspect were in children age >3-6 years old, higher precentage of suspect of language aspect were in children age >3-6 years old, and higher precentage of suspect of the gross motor aspect were in children age >1-3 years old. The suspect in  developmental children were influenced by various factor, such as stimulation. Researcher recommend that nurses need to intensified dissemination of information about stimulation in children to optimize growth developmental in children.
Edukasi kepada Kader Kesehatan tentang Penatalaksanaan Nyeri pada Bayi dan Anak Siti Yuyun Rahayu Fitri; Windy Rakhmawati; Tuti Pahria; Sri Hendrawati
Media Karya Kesehatan Vol 5, No 2 (2022): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v5i2.35648

Abstract

Kabupaten Pangandaran merupkan wilayah pemekaran dari Kabupaten Ciamis yang diresmikan berdasarkan undang-undang nomor 21 tahun 2012. Berbagai upaya telah dan tengah dilakukan untuk mencapai kemajuan sesuai misi, visi, dan tujuan Kabupaten Pangandaran. Pengabdian pada masyarakat yang dapat dilakukan sebagai landasan untuk pengembangan suatu daerah yang berkelanjutan dapat diarahkan pada upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat yang dilakukan sejak dini. Kualitas hidup pada masa anak akan mempengaruhi masa selanjutnya. Hal yang jarang diperhatikan oleh masyarakat adalah adanya nyeri pada masa bayi baru lahir sehingga penatalaksanaan untuk mengatasi atau menurunkan nyeri pada masa itu jarang dilakukan, padahal nyeri pada masa bayi jika tidak ditangani dapat memberikan dampak yang merugikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang dapat mempengaruhi kualitas hidup individu. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberi edukasi pada masyarakat tentang penatalaksanaan nyeri pada bayi dan anak. Metoda yang digunakan adalah analisis situasi dan ceramah interaktif kepada kader kesehatan di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Evaluasi kegiatan menggunakan analisis pretes dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada tahap kajian situasi masyarakat belum merasa yakin bayi baru lahir dapat merasakan nyeri. Setelah edukasi terdapat peningkatan pemahaman yang ditunjukkan dengan peningkatan poin sebesar 21,13 dimana rata-rata nilai pretest sebesar 65,48 ± 23,96 dan posttest 86,61± 18,10. Kata kunci: Anak, bayi, Desa Cintaratu, nyeri.
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Siswa/siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Hendrawati, Sri; Rosidin, Udin; Astiani, Santi
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2020): May 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.633 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i1.454

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikan oleh peserta didik, guru, dan  masyarakat lingkungan sekolah sebagai hasil pembelajaran. Permasalahan yang muncul di sekolah menengah pertama negeri menunjukan siswa/siswi tidak melakukan PHBS seperti jarang melakukan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, jarang menggunakan jamban sehat, jarang membuang sampah pada tempatnya sehingga terjadi beberapa kasus kejadian penyakit dseperti diare, cacingan, typoid, dan maag. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran PHBS pada siswa/siswi di sekolah menengah pertama negeri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa/siswi di SMPN 3 dan SMPN 4 di Wilayah Kerja Puskesmas Guntur Garut yang berjumlah 1458. Teknik pengambilan sempel menggunakan stratified random sampling sehingga didapatkan 317 orang. Penelitian ini menggunakan intrumen kuesioner PHBS di sekolah. Data dianalisis  secara univariat dengan menggunakan nilai mean dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa setengah dari responden yaitu sebanyak 160 (50,5%) siswa/siswi sudah berperilaku baik dalam berperilaku hidup bersih dan sehat, dan hampir setengah responden yaitu sebanyak 157 (49,5%) siswa/siswi masih berperilaku buruk dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. PHBS pada siswa/siswi ini harus lebih ditingkatkan lagi dengan cara pemberdayaan UKS bekerjasama dengan perawat yang ada di puskesmas terdekat dengan melakukan penyuluhan tentang PHBS.Clean and healthy life behaviour in school environment is an accumulation of behaviours which are practiced by students, teachers, and community as a result of learning. Problems which arose in junior high school showed that students did not do clean and healthy life behaviour such as rarely washing their hands with running water and soap, rarely using healthy toilets, rarely throwing garbage in the right places so that there were several cases of diseases such as diarrhea, intestinal worms, typoid, and peptic ulcer.This research aimed to identify the description of clean and healthy life behaviour in SMPN 3 and SMPN 4 Garut in the area of Guntur Community Health Centre. The research method used descriptive quantitative. The population in this research was students of SMPN 3 and SMPN 4 Garut, with the total of 1458. The sampling technique used stratified random sampling so that 317 people were obtained. This research used the clean and healthy life behaviour questionnaire instrument in schools. Data were analyzed univariately using mean values and presented in a frequency distribution. The results showed half of the respondents were 160 (50.5%) of students had behaved well in behaving clean and healthy, and almost half the respondents were 157 (49.5%) students still behaved poorly in the behavior of clean and healthy. PHBS for these students must be further improved by empowering School Health Unit in collaboration with the nurses at the nearest community health centre by conducting education about clean and healthy life behaviour. 
EDUCATIONAL MEDIA TO INCREASE MOTHER’S KNOWLEDGE OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING: A LITERATURE REVIEW Gina Nurul Azmi; Lilis Mamuroh; Sri Hendrawati
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 5, No 3 (2022): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v5i3.231

Abstract

Currently, the coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia has not reached the target. One of the reasons is the lack of information (transfer of knowledge) by health workers about exclusive breastfeeding for pregnant women, breastfeeding mothers, and their families. One of the reasons is the lack of use of the media by officers when providing counseling. Each officer should be able to choose the right method so that all the information provided can be controlled by the mother and her family. This research will examine the success of counseling through the right media to help increase the knowledge of mothers about exclusive breastfeeding. This study uses a literature study method with a narrative review approach. The databases used are Google Scholar and PubMed with the keywords media education, health education, counseling, knowledge, pregnant mother, breastfeeding mother, exclusive breastfeeding, six months breastfeeding. The inclusion criteria consisted of original research, full text articles, 2015-2020 article published years, samples of breastfeeding mothers and pregnant women, educational articles or counseling or health education about exclusive breastfeeding, and 11 articles that met the inclusion. Literature studies show that the effective use of printed media can increase knowledge about exclusive breastfeeding, namely leaflets, posters, flipcharts and booklets. While electronic media that can be used include audiovisual media, power point shows, animation, films and websites. Thus, the most effective media used is a combination of print media and electronic media. The distribution of printed media in the form of booklets after counseling using electronic media (audiovisual) is intended so that respondents can remember things that have been discussed during the counseling. For health workers, it is advisable to first consider the media that will be used in providing education or counseling or health promotion regarding exclusive breastfeeding.
Pengetahuan dan Sikap Orang Tua Terkait Tuberkulosis Anak di RSUD Bhakti Dharma Husada Kota Surabaya Septiani Sri Kusuma Astuti; Windy Rakhmawati; Sri Hendrawati; Nenden Nur Asriyani Maryam
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.8784

Abstract

ABSTRACT Children have higher potential for contracting tuberculosis due to their immature immunology. Knowledge and attitudes of parents towards childhood tuberculosis are important as an effort to optimally prevent and treat childhood TB. This study aims to describe parents’ knowledge and attitudes towards childhood TB during COVID-19 Pandemic in RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. A retrospective descriptive quantitative study design was used. Purposive sampling was used with total 38 parents of childhood TB (aged 1-14 years old), Surabaya local citizen, and visited RSUD Bhakti Dharma Husada from January 2020 to July 2022 recruited as study participant. Descriptive statistics were used to analyzed data. Results showed 55.2% of respondents had good knowledge of childhood TB and considered TB as a very serious disease (76.3%). Respondent stated that they believe their children has the same potential to contract tuberculosis (92,1%) yet still felt shocked (65.8%), scared (50%), sad and hopeless ( 47.3%) when knowing their child diagnosis. Study showed less significant percentage of good and poor knowledge about tuberculosis. However, respondents already have good attitudes towards tuberculosis that can have a positive impact on child treatment. Health promotion and counseling by health workers is influential to control the infection. Keywords: Attitude, Children, Knowledge, Tuberculosis  ABSTRAK Anak-anak berpotensi lebih tinggi tertular tuberkulosis berkaitan dengan imunologinya yang belum matang. Pengetahuan dan sikap, dan perilaku pencarian pengobatan orang tua penting sebagai upaya pencegahan dan pengobatan TB anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap orang tua terhadap TB anak di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah 38 orang tua pasien TB anak (usia 0 – 14 tahun) yang berobat di poli anak RSUD Bhakti Dharma Husada pada rentang Januari 2020-Juli 2022, serta berdomisili di Kota Surabaya. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 55,2% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang TB anak dan menganggap TB sebagai penyakit yang sangat serius (76,3%). 92,1% responden menyatakan percaya bahwa anaknya memiliki potensi yang sama untuk tertular tuberkulosis. Responden menyatakan merasa kaget (65,8%), takut (50%), sedih dan putus asa (47,3%) saat mengetahui diagnosis anaknya. Studi menunjukkan persentase pengetahuan baik dan buruk tentang tuberkulosis kurang signifikan. Namun responden sudah memiliki sikap yang baik terhadap penyakit tuberkulosis sehingga dapat berdampak positif terhadap pengobatan anak. Promosi kesehatan dan konseling oleh petugas kesehatan diperlukan sebagai langkah pengendalian infeksi. Kata Kunci: Anak, Pengetahuan, Perilaku, Tuberkulosis 
Pencegahan Stunting melalui Air Bersih, Sanitasi, dan Nutrisi Laili Rahayuwati; Kusman Ibrahim; Sri Hendrawati; Citra Windani Mambang Sari; Desy Indra Yani; Arlette Suzy Puspa Pertiwi; Raden Nabilah Putri Fauziyyah
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 3, Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.17 KB) | DOI: 10.23917/warta.v25i3.1031

Abstract

Stunting merupakan bagian dari salah satu masalah gizi yang terjadi pada balita dan menjadi pusat perhatian dunia dalam beberapa dekade terakhir. Stunting merupakan kondisi di mana masa pertumbuhan terhambat yang berdampak pada angka kesakitan, gangguan pertumbuhan, hingga kematian. Indonesia merupakan salah satu negara yang menyumbang angka terjadinya stunting tertinggi urutan ketiga di Asia Tenggara. Berdasarkan permasalahan stunting, maka dilakukan kegiatan intervensi melalui webinar “Pencegahan Stunting dengan Air Bersih, Sanitasi, dan Nutrisi” yang terintegrasi dengan kegiatan KKN-PPM Unpad 2022. Sasaran dalam kegiatan ini merupakan masyarakat umum yang belum banyak mengetahui pencegahan stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap dari masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan program intervensi dilakukan secara virtual dengan menggunakan media komunikasi daring yaitu Zoom. Kegiatan ini menghadirkan satu keynote speaker dan 3 speaker yang kompeten di bidangnya. Sebelum kegiatan dimulai peserta diminta untuk mengisi pretest dan setelah diadakannya webinar peserta diminta untuk mengisi posttest. Data pun diolah secara deskriptif. Hasil dari kegiatan ini 133 peserta hadir di webinar dan 76 peserta mengisi pre dan post-test. Setelah diadakannya webinar, pengetahuan peserta mengenai stunting bertambah dilihat dari peningkatan rata-rata skor pada pretest 6,1 dan pada rata-rata skor pada posttest 9,2. Selain peningkatan pengetahuan, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya dalam membantu pemerintah guna mencegah terjadinya stunting pada anak Indonesia.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK DENGAN TUBERKULOSIS DI RSUD BANDUNG KIWARI: Knowledge and Attitude Among Parents of Children with Tuberculosis in RSUD Bandung Kiwari Ilham Taufik Nurilhami; Windy Rakhmawati,; Nenden Nur Asriyani Maryam; Sri Hendrawati
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 2 (2023): JIKep | Juni 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i2.1442

Abstract

Pendahuluan: Pengetahuan dan sikap merupakan faktor internal yang dapat membentuk perilaku pencarian kesehatan. Pengetahuan dan sikap yang buruk terkait Tuberkulosis (TB) anak beresiko untuk mengalami keterlambatan dalam diagnosis dan pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan dan sikap orang tua yang memiliki anak dengan Tuberkulosis di RSUD Bandung Kiwari. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan waktu cross-sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan total sampel yang digunakan sebanyak 52 orang. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 51,92% orang tua memiliki pengetahuan yang baik. Frekuensi tertinggi berada pada subvariabel pengetahuan tentang pengobatan TB yaitu sebesar 100% (52 responden), sedangkan frekuensi terendah yaitu sebesar 53,85% (28 responden) pada subvariabel pengetahuan tentang penyebab, tanda dan gejala TB anak. Hampir semua orang tua menilai bahwa penyakit Tb anak adalah penyakit yang sangat serius (92,31%), anak mereka berpotensi untuk terinfeksi TB (94,23%). Hampir semua orang tua akan berbicara terkait TB anak kepada dokter dan tenaga kesehatan lain (96,15%). Hampir semua reaksi orang tua saat anaknya terkena TB adalah terkejut (67,31%) dan takut (44,23%). Kesimpulan: Lebih dari setengah orang tua memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terkait TB anak. Oleh karena itu, perawat disarankan untuk mempertahankan dan meningkatkannya dengan edukasi kesehatan yang sesuai agar semua orang tua yang memiliki anak dengan Tuberkulosis memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terkait TB anak.
Co-Authors Aan Nuraeni Aat Sriati Abas, Latifa Hidayani Adistie, Fanny Agiustien, Ghita Megalia Agustiana, Ekawati Ahmad Yamin Ai Mardhiyah Ai Mardhiyah AI MARDHIYAH, AI Allenidekania Allenidekania Alya, Fania Putri Amita, Dzira Fitria Arlette Suzy Puspa Pertiwi Astiani, Santi Azzahra, Shafira Baeti, Rahmawati Nur Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Desy Indra Yani Dewi Fitriani Fitriani Dewi Gayatri Dian Triyani Dian Triyani Dini Wahyuni Ema Arum Rukmasari Endah Rahayu Endang Tjahjaningsih Etika Emaliyawati Fanny Adistie Fanny Adistie Farah Nibras Almira Fatimah, Sari Fildzah, Filsya Khoirina Fujiyastuti, Gendis Gina Nurul Azmi Gusgus Graha Ramdhanie Habsyah Saparidah Agustina Hana Rizmadewi Agustina Henny S. Mediani Henny Suzana Mediani Hidayat, Anne Mayliani Ika Mustika Ikeu Nurhidayah Ilham Taufik Nurilhami Indra Maulana` Indra Maulana Intan Nurul Khofifah Iwan Shalahuddin Iyus Yosep JARWADI, JARWADI K.H, Firla Husnul Khofifah, Intan Nurul Kosim Kosim Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lilis Mamuroh Lumbantobing, Valentina Manahan, Sautman Maria komariah Maryam, Nenden Mochammad Imron Awalludin Mutiara Mutiara Nani Nurhaeni Nanji, Noor Soeseno Vijaya Krishna Nenden Nur Asriyani Maryam Neng Heni Nurhaeni Nita Fitria Nur Oktavia Hidayati Nur, Gina Zulfah Permana, Septa Pratiwi, Yayu Puri, Riftania Aulia Putri, Angeli Soradin Putri, Azalia Melati Raden Mohamad Herdian Bhakti Raden Nabilah Putri Fauziyyah Rahma, Valenty Rafaustine Raini Diah Susanti Ratih Kusuma Dewi Ratih Kusuma Dewi Rausanfikra, Syiffa Salsabila Refina, Ayene Restuning Widiasih Revina Ayu Febri Rifki Febriansyah Risminda, Nestia Ristina Mirwanti, Ristina Rizki Aprilia Rizky Maudina Rizky Maudina Safitri, Dian Dinnar Eka Sari Fatimah Sari Fatimah Sari, Citra Windani Mambang Septa Permana Setiawan, Shafanissa Aulia Sisdiana, Etty Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Sri Hastuti, Tuti Sugiharto, Firman Suryani Suryani Sutini, Tititn Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Widaryanto, Benny Winanda, Dinda Cantika Windy Rakhmawati Witdiawati, Witdiawati Wiwi Mardiah Yanti, Silvya Dwi Yuli Anggia Yuli Rahmawati Utami