p-Index From 2021 - 2026
7.244
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Jurnal Bisnis dan Ekonomi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Surya Medika NurseLine Journal Jurnal Keperawatan Padjadjaran Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Holistic Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Journal of Nursing Care and Biomolecular Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Journal of Nursing Care Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Journal of Maternity Care and Reproductive Health Media Karya Kesehatan Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Ilmiah Pamenang (JIP) Jurnal Keperawatan Galuh Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Cancer SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Padjadjaran Acute Care Nursing Journal (PACNJ) Warta LPM Jurnal Al-Fatih Global Mulia Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jurnal Riset Ilmiah Journal of Nursing Culture and Technology Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Jurnal Multidisiplin Jurnal Kesehatan An-Nuur Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada Anak Usia 0 – 6 Tahun di Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Sri Hendrawati; Ai Mardhiyah; Henny Suzana Mediani; Ikeu Nurhidayah; Wiwi Mardiah; Fanny Adistie; Nenden Nur Asriyani Maryam
Media Karya Kesehatan Vol 1, No 1 (2018): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.355 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v1i1.17263

Abstract

Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita tingkat Provinsi Jawa Barat masih jauh di bawah target yang ditetapkan yaitu 90%, termasuk untuk wilayah Kabupaten Sumedang, khususnya Desa Cileles Kecamatan Jatinangor, memiliki cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak masih rendah. Stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) yang dilakukan di Posyandu tidak lengkap, hanya penimbangan dan pengukuran tinggi badan saja. Kader posyandu belum mampu melakukan deteksi dini dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita secara komprehensif. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan kader posyandu dalam melakukan SDIDTK pada anak usia 0 – 6 tahun. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah kader posyandu di Desa Cileles. Luaran dari kegiatan PKM ini yaitu tersusunnya modul SDIDTK pada anak usia 0 – 6 tahun yang aplikatif dan handbook praktikum deteksi dini tumbuh kembang anak. Metode kegiatan dilakukan dengan beberapa metode yaitu panel expert untuk pembuatan modul SDIDTK dan pelatihan SDIDTK yang terdiri dari kegiatan penyuluhan, small group discussion, praktikum serta simulasi. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan mitra dari 5 buah posyandu di Desa Cileles yang diikuti oleh 25 kader posyandu. Evaluasi dilaksanakan dengan evaluasi kognitif dan psikomotor. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader posyandu sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan PKM ini. Sejumlah 25 orang kader lulus mengikuti semua tahapan dalam kegiatan PKM ini dengan indikator terdapat peningkatan pengetahuan tentang SDIDTK dan tumbuh kembang pada anak dari nilai rata-rata pretest 41,6 (SD = 18,9) menjadi nilai rata-rata posttest 65,6 (SD = 17,6), dengan rata-rata peningkatan skor 24,0 (SD = 18,3); dan kemampuan psikomotor peserta 100% lulus dalam kegiatan praktikum. Hasil kegiatan ini merekomendasikan agar pelaksanaan pelatihan SDIDTK pada kader posyandu ini perlu dilanjutkan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang, deteksi dini tumbuh kembang, dan intervensi dini tumbuh kembang.Kata kunci: Anak usia 0-6 tahun, deteksi, intervensi dini, kader posyandu, stimulasi, tumbuh kembang
Needs of parents in critically ill infants care in the Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Sri Hendrawati; Sari Fatimah; Siti Yuyun Rahayu Fitri; Ai Mardhiyah; Ikeu Nurhidayah
Jurnal Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2018): JANUARI
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.278 KB) | DOI: 10.22219/jk.v9i1.4651

Abstract

Infants hospitalization in the neonatal intensive care unit adversely affect for infants and parents. Efforts that can be developed to minimize the negative impact is by applying family centered care. The first step is to identify needs of parents. In previous study examined the differences in needs of particular groups of parents. This study aimed to identify the needs of parents in critically ill infants care in the neonatal intensive care unit. The research method was descriptive quantitative design. The samples were 45 respondents and data collection was done by using questionnaires NICU Family Need Inventory. Data analysis was done by score mean. This research has been carried out in the NICU Government Hospital of Bandung Raya. The quantitative result indicated that parents with critically ill infants in  the NICU need assurance most (M = 3,90), followed by information (M = 3,82), proximity (M = 3,76), support (M = 3,49), and comfort (M = 3,37). Needs of parents are focused on the wellbeing of their infants. In doing nursing care, in addition to improving care to the infants, the nurses also should pay attention to needs of parents related to the assurance that their infants get the best care, open communication, and close contact with their infants. By identifying the needs of parents in the NICU, it can allow nurses to integrate the needs of parents into family centered care so that parents can meet these needs, get satisfaction, and can improve the quality of life infants.
Incident of Mucositis and The Factors that Influence it on Children with Cancer Who Received Chemotherapy Sri Hendrawati; Ikeu Nurhidayah; Henny Suzana Mediani; Ai Mardhiyah
Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 2 (2019): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.793 KB) | DOI: 10.22219/jk.v10i2.5498

Abstract

Chemotherapy shows high effectiveness, but also has side effects, including mucositis. Mucositis can cause pain, difficulty sleeping, eating disorders, mood, and activity, which has implications for the quality of life of children. The purpose of this study was to identify the incidence of mucositis and the factors that influence the incidence of mucositis in cancerous children receiving chemotherapy treatment. This research method is descriptive correlational analysis with cross sectional design. Consecutive sampling technique was used to establish respondents as research samples so as to get 60 respondents. Data were analyzed univariately and bivariately. Bivariate analysis was performed with Chi square test and 2 mean difference test to see differences in the mean values of mucositis before and after chemotherapy. The results showed that almost all cancer children who received chemotherapy had 53 people (88.3%) and a small portion, 7 people (11.7%) had no mucositis. There was a significant difference in the mean value (p = 0,000) between before and after chemotherapy with an increase in the average mucositis value of 3.12. The research shows that there is a significant relationship (p <0.05) between previous mucositis experience (p = 0,000), type of cancer (p = 0.025), type of chemotherapy (p = 0.010), and duration of therapy (p = 0.027) and the incidence of mucositis. Meanwhile nutritional status was not related to the incidence of mucositis (p = 0.077). Nurses, as health workers who most often contact with patients, should be able to improve nursing care in cancer children who get chemotherapy in minimizing the occurrence of mucositis by conducting routine mucositis and oral care assessments.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pencegahan dan Penatalaksanaan Stunting pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Jatinangor Sri Hendrawati
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.003 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.19527

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Indonesia menduduki urutan ke-5 negara yang memiliki penderita stunting terbanyak di dunia, Jawa barat menduduki urutan ke-12 dalam posisi prevalensi stunting anak berusia di bawah lima tahun di Indonesia dengan prevalensi sebesar 29,2% termasuk untuk wilayah Kabupaten Sumedang. Data menunjukkan bahwa di Kabupaten Sumedang, khususnya Kecamatan Jatinangor, memiliki angka kejadian stunting cukup tinggi, dan Desa Hegarmanah merupakan salah satu desa dengan tingkat stunting yang cukup tinggi di Kecamatan Jatinangor. Melalui kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Prioritas di wilayah kerja Puskesmas Jatinangor, tim pelaksana PPM melakukan pemberdayaan terhadap kader kesehatan di Kawasan Desa Hegarmanah, Jatinangor mengenai pencegahan dan penatalaksanaan stunting dengan tujuan untuk membantu kader kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kewaspadaan terjadinya stunting pada anak serta bagaimana cara menanggulangi dan mengatasinya. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah kader kesehatan di Desa Hegarmanah sejumlah 60 orang. Metode kegiatan ini dilakukan dengan ceramah, simulasi, diskusi, dan praktikum. Pengukuran pengetahuan pada kegiatan ini diperoleh menggunakan kuesioner pretest dan posttest, sedangkan pengukuran kemampuan psikomotor berdasarkan lembar cheklist observasi. Data dianalisis dengan distribusi frekuensi, nilai mean, dan dependent t-test. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan kader sebelum (54,7±15,2) dan setelah (66,2±16,3) kegiatan pemberdayaan, dengan rata-rata peningkatan skor 11,5±15,5 (p=0,000;α=0,05). Pada kemampuan psikomotor kader menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah dilakukan kegiatan. Melalui kegiatan ini pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan dapat meningkat dalam pencegahan dan penatalaksanaan stunting pada anak. Hasil kegiatan ini merekomendasikan perlunya rencana tindak lanjut yaitu pencegahan dan penatalaksanaan stunting pada anak oleh kader kesehatan yang sudah dilatih dan dilakukan evaluasi secara berkelanjutan bekerjasama dengan Puskesmas Jatinangor.
PEMBERDAYAAN SOCIAL SUPPORT GROUP DALAM ADAPTASI NORMALISASI PADA ORANGTUA DENGAN ANAK KANKER DI KABUPATEN PANGANDARAN Ikeu Nurhidayah; Sri Hendrawati; Titin Sutini
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.901 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i3.14881

Abstract

Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan kronis pada anak yang semakin meningkat, termasuk di Kabupaten Pangandaran. Kanker anak memerlukan proses pengobatan yang panjang, yang akan berdampak bukan hanya pada anak, namun juga pada orangtua dan keluarga. Keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami sakit kanker akan mengalami berbagai perubahan yang dipandang sebagai situasi krisis yang dapat mengganggu keseimbangan kehidupan keluarga. Fokus grup diskusi dengan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Pangandaran menunjukkan bahwa stres yang sangat luar biasa dirasakan semua orangtua pada saat mendapati kabar bahwa anaknya mengalami penyakit yang membutuhkan pengobatan sepanjang waktu, dan mengganggu keseimbangan keluarga, baik dari segi fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan ekonomi. Orangtua harus dapat melakukan berbagai penyesuaian serta membantu anak untuk beradaptasi dengan penyakitnya. Normalisasi merupakan suatu proses dimana keluarga mencoba untuk menormalkan kehidupan sehari-hari walaupun memiliki anak dengan penyakit kronis, melalui proses adaptasi. Proses normalisasi keluarga dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan melalui social support group yang bisa didapatkan oleh keluarga dari tenaga profesional dan kader kesehatan. Kader kesehatan merupakan relawan (volunteer) yang dipilih oleh masyarakat sebagai individu yang dipercaya untuk mendukung pencapaian kesehatan di wilayah setempat. Kader kesehatan merupakan individu yang diharapkan sebagai sumber dukungan bagi keluarga dengan kanker karena merupakan orang terdekat di lingkungan keluarga. Kegiatan ini berupa pemberdayaan kader kesehatan dalam adaptasi dan normalisasi keluarga dengan kanker di Kecamatan Pangandaran. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah kader kesehatan di Kecamatan Pangandaran sejumlah 41 orang. Luaran kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor kader kesehatan dalam memberikan dukungan keluarga dengan kanker untuk melakukan adaptasi dan proses normalisasi. Metode kegiatan ini dilakukan dengan ceramah, simulasi, small group discussion dan praktikum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan kader sebelum dilakukan kegiatan pemberdayaan adalah 74,46 (SD: 0,46), dan rata-rata skor pengetahuan setelah dilakukan kegiatan adalah 97,6 (SD: 0,21), dengan rata-rata peningkatan skor 20,92 (SD: 0,45), dan kemampuan psikomotor peserta 100% dalam kategori baik. Hasil kegiatan ini merekomendasikan puskesmas untuk melanjutkan pemberdayaan kader kesehatan dalam pembinaan kesehatan keluarga termasuk keluarga dengan kanker di Kabupaten Pangandaran. 
Efektivitas Leader Member Exchange (LMX) dan Karakteristik Pekerjaan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan Moderasi Person Organization Fit (Po Fit) Sri Retno Hendrawati; Endang Tjahjaningsih
Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol 26 No 1 (2019): VOL. 26 NO. 1 2019 EDISI MARET 2019
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.376 KB)

Abstract

This study aims to examine the influence of Leader Member Exchange (LMX) and job characteristics on Organizational Citizenship Behavior with the moderation of Person Organization Fit in Kardinah Hospital, Tegal City. The population of this study was civil servants with a minimum of high school education in Kardinah Hospital in Tegal City with a sample of 100 people. The sampling technique is stratified random sampling. The method of collecting data uses a questionnaire filled out by respondents. Testing instruments with validity and reliability tests. The analytical tool used is multiple regression, while to test the hypothesis using the t test. The results of the study show that leader member exchange has a positive and significant effect on organizational citizenship behavior. Job characteristics have a positive and significant effect on organizational citizenship behavior. The person organization fit moderates the relationship between leader member exchange towards organizational citizenship behavior. The person organization fit moderates the influence of job characteristics on organizational citizenship behavior.
Kualitas Hidup pada Anak dengan Kanker Ikeu Nurhidayah; Sri Hendrawati; Henny S. Mediani; Fanny Adistie
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.46 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v4i1.136

Abstract

Kanker anak merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan dan perawatan berkelanjutan. Pengobatan kemoterapi yang berkelanjutan pada anak dengan kanker, selain memiliki efek terapeutik juga menyebabkan berbagai efek samping. Hal ini dapat berdampak terhadap kualitas hidup anak, meliputi fungsi fisik, emosi, sosial, psikologis, sekolah, dan kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kualitas hidup pada anak dengan kanker. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Sampel penelitian kuantitatif dengan 60 responden. Kualitas hidup pada anak diukur dengan menggunakan instrumen PedsQoL Generic 4.0 dan PedsQoL Cancer Module 3.0. Analisis data dilakukan menggunakan nilai mean. Penelitian kualitatif menggunakan 10 partisipan dan pengumpulan data dengan pedoman wawancara. Analisis data menerapkan teknik analysis interactive model dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Hasil penelitian menunjukkan 32 orang (53,3%) anak kanker memiliki kualitas hidup buruk, dengan nilai terendah pada fungsi sekolah dan kekhawatiran anak dalam menghadapi pengobatan dan penyakit.Kualitas hidup yang buruk ini berpengaruh terhadap fungsi fisik, emosi, sosial, psikologis, sekolah, dan kognitif sehingga tumbuh kembang anakpun terganggu. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pada anak dengan menyediakan kesempatan bagi anak untuk tetap belajar dan saling berinteraksi dan dukungan dari perawat.Kata kunci: Anak, kanker, kualitas hidup. Quality of Life of Children Living with CancerAbstractCancer in children is an illness that needs continuous medication and treatment so that it has to be managed with high quality care. Continuous chemotherapy treatment in children with cancer, besides giving therapeutic effect, it also causes various side effects. These side effects could have negative effect for quality of life of the children, including physical, emotional, social, psychological, school, and cognitive functions. The aim of this study was to identify quality of life of children living with cancer. This study used mixed method design with sequential explanatory strategy. The quantitative study recruited 60 samples of children living with cancer. The quality of life of the children was measured using PedsQol Generic 4.0 and PedsQoL Cancer Module 3.0. Data were analyzed using mean score. The qualitative study recruited 10 participants and the data were collected using semi-structured interview. Qualitative data analysis used interactive analysis model which consisted data collection, data reduction, data presentation, and conclusion phases. Both of the studies were conducted at Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung. The results showed that based on PedsQol Generic 4.0, most of the children (53.3%) has low quality of life, with the school function as the lowest score. Based on PedQoL Cancer Module 3.0, most of children (61.7%) also has low quality of life, particularly in children’s worriedness aspect when dealing with treatment and their illness which has lowest score. This low quality of life would have negative impact towards children’s physical, emotional, social, psychological, school and cognitive function, so that it disturbed the children’s growth and development. One of efforts that can be done is to provide opportunities for children to continue studying and interaction in hospital, as well as an additional schedule for psychology therapies to help children overcome the negative emotion during their treatment.Keywords: Cancer, children, quality of life.
Kajian Kebutuhan Family Centered Care dalam Perawatan Bayi Sakit Kritis di Neonatal Intensive Care Unit Sri Hendrawati; Sari Fatimah; Siti Yuyun Rahayu Fitri; Ikeu Nurhidayah
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1323.111 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v5i2.453

Abstract

Sistem perawatan bayi di NICU memberikan dampak negatif bagi bayi dan orang tua. Upaya yang dapat dikembangkan untuk meminimalkan dampak tersebut yaitu dengan mengaplikasikan family centered care (FCC). Langkah pertama upaya tersebut adalah mengidentifikasi kebutuhan orang tua. Dalam penelitian sebelumnya, kebutuhan orang tua sangat bervariasi. Penelitian bertujuan mengidentifikasi kebutuhan FCC dalam perawatan bayi sakit kritis di NICU. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Penelitian kuantitatif dilakukan terhadap 45 responden dan menggunakan kuesioner NICU Family Need Inventory. Analisis data dilakukan dengan mean. Penelitian kualitatif dilakukan terhadap 7 partisipan dengan menggunakan pedoman wawancara. Analisis data menerapkan teknik content analysis. Penelitian dilaksanakan di NICU Rumah Sakit Pemerintah Wilayah Bandung Raya. Orang tua memiliki urutan prioritas kebutuhan terhadap kepastian (M = 3,90), informasi (M = 3,82), kedekatan (M = 3,76), dukungan (M = 3,49), dan kenyamanan (M = 3,37). Pada penelitian kualitatif didapatkan, orang tua lebih membutuhkan kepastian terkait jaminan bayinya mendapatkan perawatan terbaik; kebutuhan terhadap informasi jujur, jelas, dan rutin mengenai kondisi, perkembangan, dan tindakan yang dilakukan terhadap bayi; dan kebutuhan terhadap kedekatan untuk selalu dekat dan melakukan kontak dengan bayi. Kebutuhan orang tua lebih berfokus pada kesejahteraan bayi. Dalam melakukan asuhan keperawatan, selain meningkatkan pelayanan terhadap bayi, perawat harus memerhatikan kebutuhan orang tua terkait jaminan kepastian bayinya mendapatkan perawatan terbaik, penyampaian informasi dengan komunikasi terbuka, dan menjalin kontak dengan bayi. Dengan mengidentifikasi kebutuhan orang tua, dapat menuntun perawat mengintegrasikan kebutuhan orang tua kedalam FCC sehingga orang tua dapat memenuhi kebutuhannya, mendapatkan kepuasan, dan meningkatkan kualitas hidup bayi.Kata kunci: Bayi sakit kritis, kebutuhan orang tua, perawatan berpusat pada keluarga. Study of Family Centered Care Needs in Critically Ill Infants Care in the Neonatal Intensive Care UnitAbstractInfants hospitalization in the NICU adversely affect for infants and parents. Efforts can be developed to minimize this impact is by applying family centered care (FCC). The first step is identify needs of parents. In previous study examined the differences needs of parents. This study aimed to identify the FCC needs in critically ill infants care in the NICU. The research method was mixed method design with sequential explanatory strategy. The samples in quantitative research were 45 respondents and using questionnaires NICU Family Need Inventory. Data analysis was done by mean. Qualitative research using 7 participants and using interview guidelines. Data analysis used analysis content technique. This research has been carried out in the NICU Government Hospital of Bandung Raya. The quantitative result indicated that parents with critically ill infants in the NICU need assurance most (M = 3.90), followed by information (M = 3.82), proximity (M = 3.76), support (M = 3.49), and comfort (M = 3.37). The main themes from qualitative analysis demonstrated needs of parents in assurance associated with assured the best care possible is being given to infants; information is honest, clear, and routine regarding condition, prognosis, and procedures that performed to infants; and proximity to always close and make contact with the infants. Needs of parents are focused on the wellbeing of their infants. In doing nursing care, beside improving care to the infants, the nurses should pay attention to needs of parents related the assurance their infants get the best care, open communication, and close contact with their infants. By identifying the needs of parents in the NICU, it can allow nurses to integrate the needs of parents into FCC so that parents can meet these needs, get satisfaction, and can improve the quality of life infants.Keywords: Critically ill infants, family centered care, needs of parents.
Perspektif Mahasiswa mengenai Problem-Based Learning (PBL) Mutiara Mutiara; Suryani Suryani; Ikeu Nurhidayah; Sri Hendrawati
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.063 KB) | DOI: 10.24198/jkp.v5i3.652

Abstract

Pendidikan keperawatan dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia perawat yang kompeten, baik secara akademik maupun dalam tataran praktik. Berbagai penelitian merekomendasikan pendekatan student centered learning dengan metode Problem-Based Learning (PBL) sebagai metode yang efektif memfasilitasi pencapaian kompetensi perawat. Metode ini akan memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menghadapi real-world problem solving. Meski demikian, bagi mahasiswa program sarjana (undergraduate), pembelajaran PBL merupakan pengalaman baru. Selain itu, literatur juga menunjukkan mahasiswa yang justru frustasi saat menjalankan metode ini. Dengan demikian mengidentifikasi persepsi mahasiswa terhadap metode pembelajaran ini merupakan hal penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perspektif mahasiswa tingkat akhir mengenai pembelajaran dengan menggunakan metode PBL. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan total sampling dengan melibatkan 159 mahasiswa tingkat akhir di salah satu institusi pendidikan tinggi keperawatan di Bandung. Data dikumpulkan menggunakan Course Experience Quesionnaire yang dikembangkan oleh David Caroll (2013). Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian secara umum menunjukkan 46,94% responden mempunyai perspektif netral; 42,86% responden mempunyai perspektif positif; dan 6,20% responden memiliki perspektif negatif. Dilihat berdasarkan dimensinya, 50% mahasiswa memiliki persepsi netral terhadap kualitas pembelajaran (good teaching scale); 83,3% persepsi positif dalam keterampilan umum (good skills scale); 100% persepsi netral dalam kepuasan mahasiswa (overal satisfaction); 80% persepsi netral terhadap kejelasan tujuan dan standar pembelajaran (clear goals and standars); 75% persepsi netral terhadap tingkat penugasan (appropriate workload scale); dan 33,3% persepsi positif terhadap evaluasi pembelajaran (appropriate assessment scale). Hal ini menunjukan mahasiswa tidak secara tegas menilai pelaksanaan PBL baik atau tidak baik. Hal tersebut dikarenakan di satu sisi mereka merasakan ada hal yang positif dari pelaksanaan PBL tetapi disisi lain ada hal yang negatif yang mereka alami.Kata kunci: Evaluasi, mahasiswa, metode, persepsi, problem-based learning. AbstractNursing education was demanded to form human resources that fulfill qualification such as academic potential and practice that are good in order to form a professional and competent nurse. Various studies recommend student centered learning approach with problem-based learning method as an effective method for the achievement of nurse competence, because it provides experience for students to face real-world problem solving. However, for undergraduate students, PBL learning is a new experience that is different from that obtained during high school, in addition some studies also show students who are frustrated in class, so the evaluation of how students’ perceptions of this learning method is important. The research aimed to identify final grade student’s perspective on learning using problem-based learning method. The research method was using descriptive qualitative, and instruments used Course Experience Quesionnaire developed by David Caroll (2013). The sample in this research is the final grade students at nursing higher education institution in Bandung with total 159 people and taken data by using total sampling technique. Data analyzed by frequency distribution. Results of research showed 46.96% of a neutral perspective respondent, 42.86% of a positive perspective respondent, and 6.20% of negative perspective respondent. Judging by its dimensions, 50% of students have neutral perceptions of the quality of learning (good teaching scale); 83.3% positive perceptions in general skills (good skills scale); 100% neutral perception in student satisfaction (overal satisfaction); 80% neutral perceptions of clarity of objectives and learning standards (clear goals and standars); 75% neutral perception of the workload (appropriate workload scale); and 33.3% positive perceptions of the learning assessment (appropriate assessment scale). The result shows that students do not explicitly assess the implementation of PBL as good or bad, due to they experienced positive and negative thing from the implementation of PBL.Keywords: Evaluation, method, problem based learning, student.
Menyusun Protokol Penelitian dengan Pendekatan SETPRO: Scoping Review Restuning Widiasih; Raini Diah Susanti; Citra Windani Mambang Sari; Sri Hendrawati
Journal of Nursing Care Vol 3, No 3 (2020): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v3i3.28831

Abstract

Penelitian yang berkualitas diawali dengan pembuatan protokol yang terperinci, jelas, dan lengkap. Namun panduan penulisan protokol penelitian yang bersifat komprehensif dan terperinci yang dapat memandu peneliti dalam menulis protokol masih terbatas. Tujuan penelitian ini mendesiminasikan berbagai protokol penelitian dari berbagai sumber yang valid dan merekomendasikan komponen dan langkah penulisan protokol penelitian berdasarkan hasil analisis dan integrasi artikel yang telah dipublikasikan. Peneliti mengaplikasikan pendekatan scoping review dengan enam tahapan utama yaitu identifikasi masalah, mengidentifikasi sumber literatur, seleksi literatur, pemetaan dan mengumpulkan literatur, menyusun dan melaporkan hasil, dan konsultasi kepada pihak kompeten. Seleksi literatur menggunakan pendekatan PRISMA dengan menganalisis lima artikel tentang protokol penelitian. Hasil analisis menunjukkan rincian komponen dan tahapan penulisan protokol berbeda-beda, namun pada intinya terdiri atas komponen berikut; tahap persiapan, tahap pelaksanaan penelitian, tahap pelaporan dan publikasi. Berdasarkan hasil analisis, peneliti merekomendasikan sistematika penulisan protokol penelitian dengan Pendekatan SETPRO sebagai hasil analisis dan integrasi tahapan penulisan protokol sebelumnya. Pendekatan SETPRO merupakan pendekatan komprehensif dalam penulisan protokol penelitian, terdiri dari 16 komponen yang mencakup semua aspek penelitian. Melalui pendekatan SETPRO ini diharapkan protokol penelitian yang dibuat akan semakin berkualitas
Co-Authors Aan Nuraeni Aat Sriati Abas, Latifa Hidayani Adistie, Fanny Agiustien, Ghita Megalia Agustiana, Ekawati Ahmad Yamin Ai Mardhiyah Ai Mardhiyah AI MARDHIYAH, AI Allenidekania Allenidekania Alya, Fania Putri Amita, Dzira Fitria Arlette Suzy Puspa Pertiwi Astiani, Santi Azzahra, Shafira Baeti, Rahmawati Nur Citra Windani Mambang Sari Citra Windani Mambang Sari Desy Indra Yani Dewi Fitriani Fitriani Dewi Gayatri Dian Triyani Dian Triyani Dini Wahyuni Ema Arum Rukmasari Endah Rahayu Endang Tjahjaningsih Etika Emaliyawati Fanny Adistie Fanny Adistie Farah Nibras Almira Fatimah, Sari Fildzah, Filsya Khoirina Fujiyastuti, Gendis Gina Nurul Azmi Gusgus Graha Ramdhanie Habsyah Saparidah Agustina Hana Rizmadewi Agustina Henny S. Mediani Henny Suzana Mediani Hidayat, Anne Mayliani Ika Mustika Ikeu Nurhidayah Ilham Taufik Nurilhami Indra Maulana` Indra Maulana Intan Nurul Khofifah Iwan Shalahuddin Iyus Yosep JARWADI, JARWADI K.H, Firla Husnul Khofifah, Intan Nurul Kosim Kosim Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lilis Mamuroh Lumbantobing, Valentina Manahan, Sautman Maria komariah Maryam, Nenden Mochammad Imron Awalludin Mutiara Mutiara Nani Nurhaeni Nanji, Noor Soeseno Vijaya Krishna Nenden Nur Asriyani Maryam Neng Heni Nurhaeni Nita Fitria Nur, Gina Zulfah Permana, Septa Pratiwi, Yayu Puri, Riftania Aulia Putri, Angeli Soradin Putri, Azalia Melati Raden Mohamad Herdian Bhakti Raden Nabilah Putri Fauziyyah Rahma, Valenty Rafaustine Raini Diah Susanti Ratih Kusuma Dewi Ratih Kusuma Dewi Rausanfikra, Syiffa Salsabila Refina, Ayene Restuning Widiasih Revina Ayu Febri Rifki Febriansyah Risminda, Nestia Ristina Mirwanti, Ristina Rizki Aprilia Rizky Maudina Rizky Maudina Safitri, Dian Dinnar Eka Sari Fatimah Sari Fatimah Sari, Citra Windani Mambang Septa Permana Setiawan, Shafanissa Aulia Sisdiana, Etty Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yuyun Rahayu Fitri Sri Hastuti, Tuti Sugiharto, Firman Suryani Suryani Sutini, Tititn Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Tuti Pahria Udin Rosidin Widaryanto, Benny Windy Rakhmawati Witdiawati, Witdiawati Wiwi Mardiah Yanti, Silvya Dwi Yuli Anggia Yuli Rahmawati Utami