Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA BERBASIS MASALAH MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBERIKAN PKRR DI SMP Citrawathi, Desak Made; Adnyana, Putu Budi; Dewi, Ni Putu Sri Ratna
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.728 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i2.19418

Abstract

Pengetahuan remaja yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi remaja masih rendah. Rendahnya pengetahun remaja tentang kesehatan reproduksi merupakan salah satu faktor resiko bagi remaja untuk mengalami masalah kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi remaja sangat diperlukan oleh siswa sebagai upaya untuk mengurangi risiko siswa sebagai remaja untuk mengalami masalah kesehatan reproduksi. Guru-guru Sekolah Menengah Pertama kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis masalah untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi. Perangkat pembelajaran berbasis masalah yang digunakan dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hidup siswa dalam bidang kesehatan reproduksi. Guru-guru Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Buleleng belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menyiapkan perangkat yang tepat untuk memberikan PKRR. Selama ini informasi tentang kesehatan reproduksi diberikan dengan penekanan pada materi reproduksi untuk ujian. Berdasarkan uraian tersebut, maka perlu adanya kegiatan pelatihan dan pembinaan tentang pembuatan perangkat pembelajaran untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan yakni metode diskusi, pelatihan, dan pendampingan. Di akhir kegiatan, para peserta mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Pendampingan dilakukan dengan bimbingan pembuatan perangkat pembelajaran kesehatan reproduksi remaja melalui internet atau secara online.
Analisis Kebutuhan Dalam Pengembangan Buklet Edukatif Tematik (BET) Untuk Pendidikan Kesehatan di SD Citrawathi, Desak Made; Adnyana, Putu Budi; Maryam, Siti
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42, No 3 Okt (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.563 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i3 Okt.1756

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah melaksanakan analisis kebutuhan dalam mengem-bangkan buklet edukatif tematik (BET) untuk memberikan pendidikan kesehatan di SD. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengetahui profil siswa SD berkaitan dengan perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS), tema yang dikembangkan guru dalam pembelajaran tematik di kelas II SD, fasilitas dan lingkungan sekolah untuk mendukung PHBS siswa,  kendala instruksional yang dihadapi guru dalam  pembelajaran tematik, masalah-masalah kesehatan yang dapat dikembangkan sebagai tema, kondisi di lingkungan siswa yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan tema kesehatan. Sampel penelitian adalah siswa kelas II SD, guru SD, kepala sekolah, dan orang tua siswa di kota Singaraja. Teknik pengumpulan data adalah: wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner. Dari analisis data diperoleh bahwa PHBS siswa untuk indikator kebersihan diri dan ke-bersihan lingkungan untuk aspek tertentu sudah cukup baik (seperti mencuci tangan, mandi, mem-buang sampah), tetapi pada aspek lain perlu ditingkatkan. Kepala sekolah, guru kelas II, dan orang tua siswa sangat setuju dikembangkan buklet sebagai media pendidikan kesehatan di SD.Kata kunci: buklet edukatif tematik, pendidikan kesehatan.
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 7E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SISWA SMA NEGERI 1 SAWAN Dewi, Ni Putu Sri Ratna; Adnyana, Putu Budi; Setiawan, I G A N
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan: (1) pemahaman konsep dan keterampilan proses antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, (2) pemahaman konsep antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, (3) keterampilan proses antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan The pretest-posttest Nonequivalent Control Group Design.Populasi penelitian berjumlah 192 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 130 orang. Dua instrumen pokok penelitian yaitu tes pemahaman konsep dan tes keterampilan proses (tes kinerja). Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial.Untuk menguji hipotesis digunakan analisis MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut.Pertama, ada perbedaan yang signifikan pemahaman konsep dan keterampilan proses antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (F=2,99; p<0,05). Kedua, ada perbedaan yang signifikan pemahaman konsep antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (F=132,516; p<0,05). Ketiga, ada perbedaan yang signifikan pemahaman konsep antara siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (F=303,612; p<0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa model siklus belajar 7E dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses siswa.Kata-kata kunci: siklus belajar, 7E, pemahaman konsep, dan keterampilan prosesABSTRACTThe aims of this study was to analyze the differences between: (1) conceptual understanding and process skill between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model, (2) conceptual understanding between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model, (3) process skill between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model. This study was an quasy experimental study using the pretest-posttest nonequivalent control group design. The population of this study was 192 students and sample of this study who participated was 130 students. Two main instruments were students concept understanding test and process skill test. Data were analyzed in two steps, they were descriptive statistics and inferential statistics analysis. To examine the hypothesis, multivariate variants analysis with MANOVA one way was used. The result of study was stated below. First, there were significantly differences conceptual understanding and process skill between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model (F=2,99; p<0,05). Second, there were the differences between conceptual understanding significantly between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instructionmodel (F=132,516; p<0,05). Third, there were the differences between process skill significantly between students who studied through 7E learning cycle model with the students who studied through direct instruction model (F=303,612; p<0,05). Based on the result of study, it can be recommended that 7E learning cycle model can be applied as an alternative learning model in order to improve the students concept understanding and process skill.Keywords: learning cycle, 7E, conseptual understanding, proses skill
SUBAK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KEARIFAN LOKAL Adnyana, Putu Budi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subak adalah organisasi pengairan tradisional yang merupakan salah satu kearifan masyarakat Bali dalam menjaga keselarasan hubungan dengan alam. Subak sebagai kultural heritage dilandasi oleh filosofi “Tri Hita Karana” hubungan yang harmonis dan serasi sesama “krama” (warga), lingkungan, dan Tuhan yang Maha Esa. Penelitian tentang subak telah banyak dilakukan, secara umum menunjukkan bahwa subak memiliki kearifan lokal yang berdampak pada kelestarian alam. Salah satu kearifan lokal dari subak adalah kearifan ekologi yang tercermin dari: 1) sistem irigasi subak dengan landskap sawah yang berundak-undak mengikuti garis kontur, 2) adanya awig-awig pembagian air dan pola tanam, dan 3) sistem pengendalian hama melalui sistem ritual. Pengetahuan tentang kearifan ekologi subak sangat penting diberikan pada siswa, karena kearifan ekologi menjadi dasar yang menuntun masyarakat berperilaku yang harmonis dengan lingkungan. Untuk itu, subak dapat dijadikan media untuk memahami konten biologi. Konsep-konsep biologi yang dapat dipelajari adalah: 1) komponen ekosistem, 2) rantai makanan dan jaring-jaring makanan, 3) interaksi antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem sawah, 4) konservasi tanah, 5) sistem irigasi, 6) pola tanam, 7) biodiversitas dan 7) sistem pengendalian hama melalui sistem ritual. Dengan menggunakan subak sebagai media dalam pembelajaran biologi berbasis kearifan lokal, siswa akan mendapatkan pembelajaran yang otentik dan akan semakin memahami budayanya. Hal ini akan dapat membuat pembelajaran menjadi bermakna. Kata-kata Kunci: subak, media, pembelajaran biologi, kearifan lokal AbstractSubak is a traditional irrigation organization is one of the Balinese community wisdom in maintaining a harmonious relationship with nature. Subak as cultural heritage is based on the philosophy of "Tri Hita Karana" in harmony and harmonious relationship among "krama" (people), the nature (environment), and God. Research on water control system has a lot to do, in general indicate that subak have local knowledge which impact on nature conservation. One of the local wisdom of subak is ecological wisdom is evidenced by: 1) a system of irrigation water control system with a landscape of rice fields staircase steps contour, 2) their awig awig water distribution and cropping patterns, and 3) the system of pest control through a system of ritual , Knowledge of subak very important ecological wisdom given to students, because of ecological wisdom into basic lead communities to behave in harmony with the environment. For that, the water control system can be used as a media to understand the biological content. The concepts of biology that can be learned are: 1) the components of the ecosystem, 2) food chain and food web, 3) the interaction between biotic and abiotic components in the ecosystem rice fields, 4) soil conservation, 5) irrigation system, 6) cropping patterns, 7) biodiversity, and 7) a pest control system through a system of ritual. By using subak as a medium in biology learning based on local wisdom, students will gain authentic learning and will better understand the culture. It will be able to make learning becomes meaningful. Keywords :subak, media, learning biology, local wisdom
STUDI TENTANG KOMPOSISI KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN SPESIES CRUSTACEA BENTIK SERTA FAKTOR-FAKTOR EKOLOGIS YANG MEMPENGARUHINYA DI PANTAI CANDIDASA KARANGASEM BALI ., I Gusti Lanang Agus Awitama; ., Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang crustacea dilakukan di bagian pesisir laut terutama pantai. Pantai sebagai sebuah ekosistem perairan menjadi habitat bagi kehidupan spesies crustacea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, keanekaragaman, kemelimpahan dan faktor-faktor ekologis yang mempengaruhi crustacea bentik yang hidup di pantai Candidasa, Karangasem, Bali. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif, dengan menggunakan rancangan survei lapangan yaitu dengan pengamatan, pencatatan hasil temuan di lapangan serta dilanjutkan dengan pengamatan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh crustacea bentik yang hidup di Pantai Candidasa, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah jumlah crustacea bentik yang terdapat di dalam 15 kuadrat. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) komposisi spesies crustacea bentik yang ditemukan sebanyak 27 spesies. (2) indeks keanekaragaman sebesar 2,66 yang dinyatakan dalam kategori sedang, nilai kekayaan spesies sebesar 4,77 yang tergelong sedang, nilai kemerataan spesies sebesar 0,81 masuk tingkat kemerataan spesies tinggi dan komunitas stabil dan nilai dominansi sebesar 0,10 menandakan tidak ada jenis yang mendominansi. (3) kemelimpahan relative spesies crustacea bentik tertinggi dengan nilai sebesar 19,2% dimiliki oleh spesies Alpheus heterochaelis dan terendah yaitu spesies Cardisoma carnifex, Emerita talpoida, Manaethiops nodulosus, Ozius rugolosus, Dardanus magistos, Eriphia ferox, Pilumnus clasipodus dan Pilumnus vespertilio, sedangkan kepadatan mencapai 15,6 ind/m2. (4) Faktor-faktor ekologis fisika-kimia di pantai Candidasa diantaranya suhu berkisar 26oC-29 oC, pH 7-8 yang berada pada netral dan basa lemah, salinitas stabil berkisar 27,720/00, DO berada di kisaran 4,7-9,0 mg/l dan konduktivitas sebesar 38-50 Ms/cm. Pantai Candidasa sebagai objek wisata di Bali masih tergolong perairan yang baik kondisinya bagi kehidupan crustacea.Kata Kunci : Komposisi, Keanekaragaman, Krustasea Bentik, Faktor-Faktor Ekologis, Pantai Candidasa Study about crustaceans in the coastal areas, especially the coast. The coast as a waters ecosystem is habitat for the life species of crustaceans. This study aims to determine the composition, diversity, abundance and environment factors that affect benthic crustaceans that live on the beach Candidasa, Karangasem, Bali. This research is descriptive and exploratory, using field survey design is by observation and recording of findings in the field and continued with the observation in the laboratory. The population in this study is the entire benthic crustaceans that live in Candidasa Beach, while the sample in this study is the number of benthic crustaceans present in 15 squares. The method used is the method of least squares. The results showed (1) the composition of benthic crustacean species are found as many as 27 species of 234 individuals. (2) The diversity index of 2,66 which is expressed in the medium category, the value of species richness by 4,77 which is moderate, species evenness value of 0,81 entry level high species evenness and stable communities and dominance value of 0,10 indicating no dominant species. (3) the relative abundance of species of benthic crustaceans highest with a value of 19,2% is owned by the species Alpheus heterochaelis and low of species Cardisoma Carnifex, Emerita talpoida, Manaethiops nodulosus, Ozius rugolosus, Dardanus magistos, Eriphia ferox, Pilumnus clasipodus and Pilumnus vespertilio, while density is 15,6 ind/m2. (4) Environment factors on the beach physicochemical Candidasa including temperatures ranging from 26oC-29oC, Ph 7-8 which are in neutral and weakly basic, stable salinity ranges from 27,72 0/00 ppm, the DO is in the range of 4,7 to 9,0 mg/l and a conductivity of 38-50 MS/cm. Candidasa beach in Bali as a tourist attraction is still relatively waters in good condition for the life of crustaceans.keyword : Composition, Diversity, Benthic Crustaceans, Environment Factors, Candidasa Beach
EFEKTIFITAS AIR RENDAMAN TEMBAKAU DARI PUNTUNG ROKOK KRETEK TERHADAP MORTALITAS Plutella xylostella L ., Lailatus Saadah; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Plutella xylostella merupakan hama yang menyerang kubis sejak awal tumbuh sampai menjelang panen sehingga menyebabkan kegagalan bila tidak segera dikendalikan. Salah satu pestisida alami yang dapat membasmi hama Plutella adalah ekstrak limbah tembakau dari puntung rokok kretek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya peningkatan mortalitas Plutella melalui pemberian air rendaman tembakau serta konsentrasi air rendaman tembakau yang dapat membunuh 50% (Lc 50) dan 90% (Lc 90) Plutella. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan 4 perlakuan dan 6 kali pengulangan dengan konsentrasi 0 g/l,5 g/l,10 g/l,dan 15 g/l, data dianalisis dengan ANAVA 1 arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan mortalitas dari Plutella,(2) konsentrasi air rendaman tembakau yang membunuh 50% (Lc 50) Plutella pada konsentrasi 6,35 g/l,(3) untuk membunuh 90% (Lc 90) pada konsentrasi 21,48 g/l, melalui uji hayati dengan analisis probit. Kata Kunci : Mortalitas, Plutella xylostella, Puntung Rokok Kretek Plutella xylostella is a pest that damage since the beginning of cabbage grow until the harvest, causing a failure if not controlled immediately. One of the natural pesticides that could be eradicate the pest Plutella is tobacco immersion of cigarette butts. This research aimed to analyze the increased mortality of Plutella through the provision immersion of tobacco and concentration of tobacco extracts was kills 50% (Lc 50) and 90% (Lc 90) Plutella. The research that exsperimental with 4 treatment in 6 replication consists used concentration of 0 g/l, 5g /l, 10 g/l, and 15 g/l, and analysed with one direction of ANAVA. The results of the research showed (1) increased mortality of Plutella, (2) tobacco immersion concentration was mortality 50% (Lc 50) Plutella of 6.35 g/l concentration, (3) mortality 90% (Lc 90) of 21,48 g/l with probit analysiskeyword : Mortalit, Plutella xylostella, Butts Cigarettes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 SINGARAJA ., Hasby Wahid Harris; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan model pembelajaran langsung dalam pembelajaran IPA kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi exsperiment) dengan desain Non-equivalent Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja semester genap tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 12. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data penelitian didapatkan melalui tes keterampilan berpikir kritis. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik dengan Independent Samples t-test. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari nilai α yaitu 0,05 (0,002 < 0,05), yang artinya ada perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pemecahan masalah dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung dalam pembelajaran IPA. Nilai rata-rata tes keterampilan berpikir kritis pada kelas yang diberikan perlakuan model pembelajaran pemecahan masalah sebesar 72,33 dan kelas dengan perlakuan model pembelajaran langsung memerolah nilai rata-rata sebesar 66,27, dengan selisih perbedaan rata-rata sebesar 6,06. Nilai rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada kelas yang diberikan perlakuan model pembelajaran pemecahan masalah lebih baik dibandingkan kelas yang diberikan perlakuan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : Keterampilan Berpikir Kritis, Pembelajaran Pemecahan Masalah, Pembelajaran Langsung This study aimed to determine the differences critical thinking skills students taught by learning model of problem solving and direct instruction model in teaching science class VII SMP Negeri 5 Singaraja. The research design that used in this study was quasi experimental research of Design Group Design Post-Test Pre-Test Non-equivalent. The population in this study were all class VII SMP Negeri 5 Singaraja even half of 2016/2017 academic year consisting of 12. Sampling technique was done by simple random sampling. The research data was obtained through critical thinking ability test. The data analysis of this study used descriptive analysis and statistical analysis with Independent Samples t-test. The result of data analysis showed that the significance value of obtained was lower than the value of α is 0.05 (0.002 < 0.05), which meant that there were differences in students critical thinking skills who were taught by the model of learning problem solving and students who were taught by direct instruction model in learning science. The mean value of critical thinking skills tests in the classroom provided with learning model of learning problem solving was 72,33 and the mean value of the class who treated by direct instruction model treatment was 66,27, with difference of mean was 6,06. The mean value of critical thinking skills tests in science learning in the classroom was given a model of problem-solving learning treatment had better than the class given direct instruction model learning.keyword : Critical Thinking, Problem-Solving Learning, Direct Instruction
STUDI TENTANG CORAK HABITAT DAN KOMPONEN PENDUKUNGNYA TERHADAP POPULASI RUSA TIMOR (Cervus timorensis, DE BLAINVILLE 1822) DI TELUK BRUMBUN TAMAN NASIONAL BALI BARAT ., Made Ari Sanjaya; ., Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rusa timor (Cervus timorensis) merupakan salah satu jenis satwa yang memiliki penyebaran yang cukup luas di Indonesia, namun secara umum populasinya diindikasi terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu akibat kerusakan habitat dan tekanan perburuan, serta ada juga indikasi yang menunjukkan mulai terjadi pergeseran pola penyebarannya di kawasan-kawasan hutan termasuk di Taman Nasional Bali Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan melakukan survei lapangan (field study). Hasil penelitian menunjukkan corak habitat pada Ekosistem Hutan Savanna di Teluk Brumbum Taman Nasional Bali Barat mencapai rentangan suhu ± 30oC sampai ± 33oC dan rentangan kelembaban ± 49,75% sampai ± 73% serta rentangan intensitas cahaya ± 462,5 lux sampai ± 600 lux. Adapun ketinggian tempat di Teluk Brumbun Taman Nasional Bali Barat mencapai ± 90 Mdpl. Topografi habitat rusa timor merupakan daerah dataran rendah dengan tipe habitat semi terbuka. Sedangkan komponen pendukung habitat terhadap populasi rusa timor di Teluk Brumbun Taman Nasional Bali Barat cukup baik dapat dilihat dari indikator-indikator sebagai berikut; a). luas habitat; b) pakan dan minum; c) tempat berlindung masih tersedia akan tetapi terdapat ancaman yang mempengaruhi keberadaan rusa di habitatnya yaitu anjing liar yang memburu satwa-satwa liar di TNBB khususnya rusa timor (Cervus timorensis).Kata Kunci : rusa timor (Cervus timorensis), TNBB, corak habitat, komponen pendukung. Deer timor (Cervus timorensis) is one of the most widely distributed species in Indonesia, but the population is generally indicated to continue to decline over time due to habitat destruction and hunting pressure, and there are also indications that there is a shift in the pattern of spreading in forest areas including in West Bali National Park. The type of this research is descriptive explorative research by conducting field survey. The result showed that habitat pattern at Savanna Forest Ecosystem at Brumbum Bay of West Bali National Park reached a temperature range of ± 30oC to ± 33oC and moisture range ± 49,75% to ± 73% and light intensity range ± 462,5 lux up to ± 600 lux. The height of the place in Brumbun Bay West Bali National Park reached ± 90 Mdpl. Topography of deer timor habitat is lowland area with semi open type habitat. While the habitat support component of the deer timor population in Brumbun Bay National Park of West Bali is quite good can be seen from the indicators as follows; a). habitat area; b) feed and drink; c) shelter is still available but there are threats that affect the presence of deer in their habitat of wild dogs hunting wildlife in the park, especially deer timor (Cervus timorensis).keyword : deer timor (Cervus timorensis), TNBB, habitat pattern, support components.
PENGARUH PEMBERIAN AIR RENDAMAN SABUT KELAPA ( Cocos nucifera L.)TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELEDRI) (Apium graveolens L.) ., Putu Rahma Dewi; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendapatkan tanaman yang lebih optimal pertumbuhannya dapat dilakukan dengan cara pemberian nutrisi tambahan air rendaman sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh pemberian air rendaman sabut kelapa terhadap pertumbuhan tanaman seledri, (2) menganalisis konsentrasi optimal air rendaman sabut kelapa terhadap pertumbuhan tanaman seledri. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman Seledri. Tanaman seledri yang memiliki panjang 5 cm digunakan sebagai sampel diperoleh dengan cara acak random sederhana. Variabel bebas penelitian ini adalah konsentrasi Air rendaman sabut kelapa, variabel terikatnya adalah pertumbuhan tanaman seledri yag diukur dari berat kering tanaman. Data dianalisis menggunakan uji statistik Anova one way. Hasil penelitian menunjukan (1) ada pengaruh pertumbuhan tanaman seledri akibat pemberian air rendaman sabut kelapa, berdasarkan hasil uji hipotesis yakni angka signifikansi 0,003, variasi konsentrasi air rendaman sabut kelapa masing-masing memperoleh nilai signifikansi < 0,05 dengan taraf signifikansi 5%, yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Perlakuan berupa pemberian air rendaman sabut kelapa konsentrasi 20% adalah perlakuan yang paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman seledri dengan berat kering yaitu 1, 29 gr.Kata Kunci : Air rendaman sabut kelapa, Konsentrasi, Pertumbuhan. In order to get a more optimal growth of a plant, can be done by providing additional nutrients such coconut water immersion. This study aims to (1) determine the effect of the coconut water immersion on the growth of celery, (2) analyze the optimal concentration of coco water immersion on the growth of celery plant. The type of this research is a real experiment with completely randomized design. The population in this study is a celery plant. Celery plant which has a length of five centimeter was used as a sample which was obtained by a simple random. The independent variables are the concentration of coconut water immersion, the dependent variable is the growth of celery plants itself which is measured by dry weight of the plants. Data were analyzed using one-way ANOVA statistical test. The results showed that (1) there is an influence of the growth of the plant as the result of giving the coconut water immersion, based on the results of hypothesis testing, the result showed the significance of the number in 0,003, the variations of the concentration of coconut water immersion each of it gained significance value
Pengaruh Metode Pembelajaran Snowball Drilling Dengan Soal Objektif Diperluas Terhadap Hasil Dan Aktivitas Belajar Siswa Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sidemen Tahun Pelajaran 2013/2014 ., Ida Ayu Cindya Prawesti p; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran snowball drilling dengan soal objektif diperluas terhadap hasil dan aktivitas belajar siswa pada materi sistem ekskresi manusia di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sidemen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pre-test post-test non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sidemen tahun pelajaran 2013/2014. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling dan didapatkan kelas XI IPA 2 sebagai kelompok eksperimen serta kelas XI IPA 1 sebagai kelompok kontrol yang masing-masing kelompok berjumlah 30 siswa. Dalam penelitian ini kelompok eksperimen dibelajarkan dengan metode pembelajan snowball drilling, sedangkan pada kelompok kontrol dibelajarkan dengan metode ceramah. Data tentang hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar kognitif berupa tes dengan tipe soal objektif diperluas, sedangkan data aktivitas belajar siswa dikumpulkan menggunakan lembar observasi aktivitas belajar yang diobservasi oleh dua orang observer pada setiap pertemuan. Untuk menguji signifikansi perbedaan pengaruh perlakuan yang diberikan digunakan analisis kovarian (anakova) dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,000) antara penggunaan metode pembelajaran snowball drilling dengan soal objektif diperluas dan metode ceramah terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi sistem ekskresi manusia, (2) aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan metode snowball drilling lebih tinggi dibandingkan aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan metode ceramah. Rerata aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan metode snowball drilling berada dalam kategori cukup aktif, sementara pada kelas yang dibelajarkan dengan metode ceramah rata-rata aktivitas belajar siswa berada pada kategori kurang aktifKata Kunci : Snowball Drilling, Soal Objektif Diperluas, Hasil Belajar, Aktivitas Belajar This research aimed to know the influence of snowball drilling method of learning equiped with extended objective test toward learning achievement and activities on the lesson of human excretory system in class XI Sciences Program SMA N 1 Sidemen. The research was a quasi-experimental with pre-test post-test non-equivalent control group design. The population were all students of class XI Sciences Program SMAN 1 Sidemen of academic year 2013/2014. Samples were taken by simple random sampling technique with the experimental group was students of class XI Science Program 2 and the control group was students of class XI Sciences Program 1 and in each group consisting of 30 students. Experimental group of this research was subjected to the snowball drilling method, while the control group was subjected to the lecture method. The learning achievement data were collected by using a cognitive achievement test, while the student learning activities were collected by using observation sheets and observed by two observers in each meeting. The research was done by descriptive analyses and analysis of covariance (Anacova) with a significance level of 5%. The results of this research shows that (1) there is a significant difference ( p = 0.000 ) between the use of snowball drilling method and lectures method on cognitive learning results of students on the lesson of human excretory system, (2) student learning activities by using snowball drilling method is higher than student learning activities by using the lecture method. The mean score of student learning activities that learned with snowball drilling method is categorized moderately active, while the activity of student that learned with lecture method is categorized less active. keyword : Snowball Drilling, Extended Objective Test, Learning Achievement, Learning Activities
Co-Authors ., Adi Purusha Das ., Hasby Wahid Harris ., I Gusti Lanang Agus Awitama ., I MADE ADI SANTIKA ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. ., I Putu Ari Budi Artama ., I Putu Eka Suakarya Utama ., Ida Ayu Kade Trisnayanthi ., Lailatus Saadah ., Made Ari Sanjaya ., Ni Kadek Delis Tina ., NI KD MIRAH ASTUTI ., Ni Made Ari Ryantini ., Ni Made Dwi Pradnyani ., Ni Made Ninda Pradani ., Ni Putu Indah Kumala Sari ., NILUH PUTU PUTRI P D ., Putu Rahma Dewi ., SUSAN SIDABUTAR AAIN Marhaeni Abu Yazid Abu Bakar Adi Purusha Das . Agus Wijaksono Ajeng Purnama Heny Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anantawikrama Tungga Atmadja Anton Santiasa, I Made Pasek Ariani, NM Dewi Ariasih, I Gusti Agung Ayu Cinthya Meitri AUGUSTA DE JESUS MAGALHAES Desak Made Citrawathi Devy Dyah Wulandari Dewi, Luh Gede Wulan Kurnia Dewi, Putu Lia Rusita DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN . DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN ., DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. . Dr. I Nyoman Tika,M.Si . DR. LUH PT.MANIK WIDIYANTI, S.Si, M.Kes . Dyah Aini Purbarani Fachry Abda El Rahman Fifi Fitriana Sari, Fifi Fitriana Fitria Sarnita Fitriani, Herdiyana Fitriyah, Siti Aminatul Gede Ari Yudasmara Hajiriah, Titi Laily Handayani, Baiq Vina Harefa, Darmawan Hasby Wahid Harris . I G A N Setiawan I Gede Astra Wesnawa I Gusti Agung Nyoman Setiawan I GUSTI BAGUS SUMARTA . I Gusti Lanang Agus Awitama . I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. . I Made Adi Santika I MADE ADI SANTIKA . I Made Ari Winangun I Made Pasek Anton Santiasa I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. . I MADE WIRASANA JAGANTARA . I Putu Ari Budi Artama . I Putu Eka Suakarya Utama . I Putu Wisna Ariawan I Wayan Lasmawan I Wayan Sadia I Wayan Sukra Warpala IB Jelantik Swasta Ida Ayu Cindya Prawesti p . Ida Ayu Kade Trisnayanthi . Ida Ayu Purnama Bestari Ida Ayu Putu Suryanti Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putu Arnyana Kadek Hengki Primayana . KOMANG SUSILAWATI . Lailatus Saadah . Luh Putu Marhaeni Made Ari Sanjaya . MADE DWIPAYANA . Mahendra Data, I Gede Teguh Arya Marhaeni, Luh Putu N. Adiputra N. Adiputra Nadi, Desak Putu Merta Ni Kadek Delis Tina . NI KD MIRAH ASTUTI . NI KETUT HENDRAWATI SANTOSA . Ni Ketut Rapi Ni Komang Prasinta Nusantari . Ni Luh Julianti NI LUH PUTU CARIASTINI . NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI NI LUH PUTU WIDYA DHARMAYANTHI . NI LUH RATNA TIRTAWATI . Ni Luh Rin Riantini . Ni Luh Rin Riantini ., Ni Luh Rin Riantini Ni Made Ari Ryantini . Ni Made Dwi Pradnyani . Ni Made Ninda Pradani . NI NYOMAN KARTINI . NI NYOMAN SERMA ADI . Ni Nyoman Sri Rasthiti . Ni Nyoman Sri Rasthiti ., Ni Nyoman Sri Rasthiti Ni Putu Dian Pertiwi, Ni Putu Dian Ni Putu Indah Kumala Sari . Ni Putu Sri Ratna Dewi NI WAYAN HENI DESIANTI . NI WAYAN HENI DESIANTI ., NI WAYAN HENI DESIANTI NILUH PUTU PUTRI P D . NM Dewi Ariani NURHAYATI . Nyoman Dantes Pahriah, Pahriah PE Sastrika Ayu PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. . PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. . Purwanti, Ni Kadek Lovita Putu Artawan PUTU NOVI KURNIAWATI . Putu Rahma Dewi . Rayyan, Wildan Babul S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . S.Pd.,M.Si. I M P Anton Santiasa . sabrina intan maulida Santiasa, I Made Pasek Anton Santiasa, Made Pasek Anton Santiasa, Made Pasek Anton Santika, I Made Adi Setiawan, I G A N Siti Maryam siti rabiatul fajri, siti rabiatul Srinadi, Desak Nyoman SURATNI . Suryati Suryati SUSAN SIDABUTAR . Swasta, IB Jelantik Syamsiar, Syamsiar Taufiqurrahman, M. Wulandari, Devy Dyah Yanti, Baiq Azmi Sukroyanti YOSEFINA UGE LAWE . Yuliandari, Sri Ayu Zahara, M.Pd, Laxmi