Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kekerabatan dan Kunci Determinasi Marga Hibiscus Berdasarkan Struktur Daun dan Bunga serta Penggunaannya sebagai Media Pembelajaran Taksonomi Tumbuhan Tinggi ., Ni Luh Rin Riantini; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai kekerabatan dan kunci determinasi marga Hibiscus bertujuan: 1) menjelaskani struktur daun dan bunga marga Hibiscus, 2) menjelaskan kekerabatan marga Hibiscus berdasarkan struktur daun dan bunga, 3) menyusun kunci determinasi marga Hibiscus berdasarkan struktur daun dan bunga, dan 4) mengetahui kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran taksonomii tumbuhan tinggi dan anatomi tumbuhan. Metode pengumpulan data dilakukan melaui observasi pengamatan secara langsung untuk morfologi dan pengamatan menggunakan mikroskop untuk anatomi. Data kekerabatan marga Hibiscus diperoleh dari fenogram yang dibuat dengan bantuan software MVSP 3.22. Data tingkat kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran diperoleh melalui metode kuisioner dan observasi oleh mahasiswa semester IV t.a. 2015/2016. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut: 1) Struktur morfologi daun dan bunga Hibiscus meliputi, ujung helaian daun runcing, tepi helaian daun bergerigi, pangkal helaian daun berbentuk jantung dan berbentuk runcing, bentuk tulang daun menyirip dan menjari, kepala sari tersebar ditangkai sari dan di ujung tangkai sari, petal bertoreh dan rata, jumlah petal lima dan lebih dari lima. Struktur anatomi terdiri dari epidermis dan derivatnya, jaringan tiang, jaringan bunga karang, polen permagna dengan ekinat, 2) Hibiscus mutabilis L. memiliki hubungan kekerabatan yang paling jauh dengan spesies lainnya dengan koefisien kesamaan 77% dengan spesies lain, 3) Kunci determinasi Hibiscus terdapat lima nomor dengan menggunakan 12 karakteristik yang berbeda. 4) Dari 32 preparat terdapat 14 yang dinyatakan sangat layak dan 18 preparat dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : Kata kunci: Morfologi, Anatomi, Fenogram, Kunci Determinasi, Media Pembelajaran Research on kinship and determination key of genus Hibiscus aims: 1) determine the structure of the leaves and flowers of Hibiscus genus, 2) Explain the genus Hibiscus kinship based on the structure of leaves and flowers, 3) arrange the genus Hibiscus determination key based on the structure of leaves and flowers, and 4) determine the feasibility preparations preserved as a learning medium high plant taxonomy and plant anatomy. Methods of data collection is done through direct observation of morphological observation and observation using a microscope for anatomy. Data of Hibiscus genus kinship obtain from fenogram made with the help of software MVSP 3.22. Data preservation feasibility level preparations as a medium of learning obtained through questionnaire method and observation by students of semester IV year 2015/2016. The results obtained are as follows: 1) The structure morphology of leaves and flowers of Hibiscus covers, tapered tip of the leaf blade, serrated edge of the leaf blade, the base of the leaf blade heart-shaped and tapered shape, the shape of the bone and pinnate leaves, anthers and pollen spread, petal flat, petal number five and more than five. Anatomical structure composed of epidermis and its derivatives, tissue mast, spongy tissue, pollen permagna with ekinat, 2) Hibiscus mutabilis L. had the most distant kinship with other species with a coefficient of 77% similarity with other species, 3) Key determination contained Hibiscus five numbers by using 12 different characteristics. 4) Of the 32 preparations are otherwise very decent 14 and 18 preparations declared eligible as a learning media.keyword : Keywords: Morphology, Anatomy, Fenogram, Determination Key, Learning Media.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN ANGGREK EPIFIT DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) SANGEH BALI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MORFOLOGI TUMBUHAN ., Ni Kadek Delis Tina; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan anggrek epifit di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Bali, 2) untuk mengetahui kelayakan pemanfaatan herbarium tumbuhan anggrek epifit di kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Bali sebagai media pembelajaran morfologi tumbuhan. Jenis penelitian ini adalah eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh tumbuhan anggrek yang tumbuh sebagai epifit pada habitus pohon di hutan Sangeh. Sampel dari penelitian ini yakni, spesies tumbuhan anggrek epifit yang hidup di hutan Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh yang meliputi 15 titik sampel yang jaraknya terdekat dengan line transect. Data tingkat kelayakan herbarium sebagai media pembelajaran, diperoleh melalui metode kuisioner dan observasi oleh mahasiswa semester II t.a 2015/2016. Hasil yang diperoleh adalah: 1) Ditemukan 4 jenis anggrek epifit yaitu Dendrobium crumenatum Sw., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bryobium hyacinthoides (Blume) Y.P.Ng & P.J.Cribb., dan Vanda tricolor Lindl., nilai indeks keanekaragaman tergolong tinggi yakni sebesar 0,6613, 2) Dari 4 herbarium terdapat 2 herbarium yang dinyatakan sangat layak dan 2 herbarium yang dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : Anggrek, Keanekaragaman, Media Pembelajaran, Taman Wisata Alam (TWA) Sangeh Hence, this research aims: 1) to know the epiphytic orchids diversity in the forest of the Natural Park (TWA) Sangeh Bali, 2) to determine the worthiness of the use of herbarium plant epiphytic orchids in the Natural Park (TWA) Sangeh Bali as a morphology plant learning media. The research type in this study is exploratif. The population of the study is the whole orchids which grow as epiphytes on habitus trees in the Sangeh forest . Samples of the study was taken from the epiphytic orchid species that live in the forest Natural Park (TWA) Sangeh which include 15 sample points which were located closest to the line transect. Data of the worthiness of the herbarium as a learning media was obtained through questionnaire and observation by the second semester students t.a 2015/2016. The results obtained are: 1) Found 4 types of epiphytic orchids, i.e., Dendrobium crumenatum Sw., Bulbophyllum odoratum (Blume) Lindl., Bryobium hyacinthoides (Blume) Y.P.Ng & P.J.Cribb., and Vanda tricolor Lindl., The value of the diversity index is high amounting to 0.6613, 2) From 4 herbarium, there are two determined to be very worthy and two herbarium determined to be worthy as a learning media.keyword : Orchid, Diversity, Learning Media, Natural Park (TWA) Sangeh
Analisis Hasil Preparasi Spesimen Struktur Daun Suku Asteraceae dan Pemanfaatannya sebagai Media Pembelajaran Anatomi Tumbuhan ., Ni Nyoman Sri Rasthiti; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asteraceae merupakan salah satu suku terbesar yang penyebarannya sangat luas dan mudah di peroleh di lingkungan sekitar, namun belum banyak digunakan sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan. Penelitian mengenai analisis preparasi struktur daun suku Asteraceae bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan struktur daun pada tumbuhan suku Asteraceae. 2) untuk menganalisis kualitas hasil penelitian berupa preparat awetan hasil penelitian sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi preparat awetan dengan pewarnaan safranin dan preparat awetan dengan pewarnaan safranin-fast green. Data tingkat kelayakan preparat awetan diperoleh melalui metode obeservasi dan kuisioner oleh mahasiswa semester IV tahun ajaran 2014/2015. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut: 1) Preparat awetan daun suku Asteracea yang dibuat memiliki struktur anatomi daun tersusun atas jaringan epidermis selapis sel terdapat pada permukaan adaksial dan abaksial. Pada epidermis terdapat trikomata gladuler bersel satu. Selain itu, terdapat stomata anomositik pada permukaan adaksial dan abaksial sehingga termasuk amfistomatik. Berdasarkan letak stomata terhadap permukaan epidermis termasuk stomata faneropor. Namun kerapatan (densitas) dan indeks stomata bervariasi. Struktur mesofil daun terdiri dari parenkim palisade pada permukaan adaksial dan parenkim spons pada permukaan abaksial sehingga termasuk daun dorsoventral atau bifasial serta pada bagian tulang daun terdapat jaringan pengangkut. 2) Berdasarkan hasil penilaian kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran dengan berpedoman pada instrumen penilaian, maka preparat yang dihasilkan berada pada rentangan layak sampai dengan sangat layak sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan.Kata Kunci : Anatomi Daun, Suku Asteraceae, Media Pembelajaran Asteraceae is one of the largest families that easy to find in environment but rarely used as a learning media of plant anatomy. The research of the analysis preparation leaf structure of Asteraceae’s family aims: 1) to describe leaves structure on the plant of Asteraceae’s family. 2) to analyze the quality of research in the form of preparations preservation research results as a learning media of plant anatomy. Methods of data collection are done through observation preparations preserved with safranin staining and preparations preserved with safranin-fast green staining. Feasibility level data preservation preparations take from observation and questionnaire method by students of fourth semester of the year 2014/2015. The results are: 1) leaves anatomy structure of Asteraceae’s family consist of a layer cell of epidermal tissue on the adaxial and abaxial surface. There is gladuler celled tricomes. In addition, there anomocytic stomates on both of surface that includes amfistomatic leaves. Based on the location on the surface of the epidermis including faneropor types. However density and index of stomates are varies. The mesophyll structures consisting of palisade parenchyma on the surface adaxial and spongy parenchyma on the surface abaxial that includes dorsoventral or bifacial leaves and also there are vascular tissues. 2) The results of the feasibility assessment of preparations preserved as a learning media based on the assessment instrument, then the preparations that produce are in range of feasible up to a very decent as a learning media of plant anatomy.keyword : Anatomy Leaf, Asteraceae’s family, Learning Media
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR 5E BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Ni Made Ari Ryantini; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh model pembelajaran siklus belajar 5E berbantuan peta konsep terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran biologi pada materi sistem ekskresi. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA semester II SMA Negeri 1 Tampaksiring tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 167 orang. Penetapan kelompok subjek dilakukan secara random assignment to group. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar awal siswa yang diperoleh dari hasil pre-test dan hasil belajar biologi siswa yang diperoleh dari hasil post-test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji gain skor dan analisis statistik independent sampel t-test. Pengujian hipotesis dilakukan dengan taraf signifikasi 5%. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran siklus belajar 5E berbantuan peta konsep dan model pembelajaran direct instruction ( thitung = 5,687 ) dengan taraf signifikansi yang diperoleh p = 0,00. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang dicapai pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran siklus belajar 5E sebesar 82,32 lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran direct instruction sebesar 76,06.Kata Kunci : Model Pembelajaran Siklus Belajar 5E, Peta Konsep, Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), Hasil Belajar. This study aimed to analyze the influence of the learning model 5E learning cycle concept maps aided the learning outcomes of students in the subjects of biology at the material excretory system. This research is a quasi experiment with pretest-posttest nonequivalent control group design. The study population was all students in the second semester class XI IPA SMAN 1 Tampaksiring the academic year 2015/2016 of 167 people. Determination of a group of subjects randomized assignment to the group. The data collected in this study is the beginning of students' learning outcomes data obtained from the pre-test and biology student learning outcomes obtained from the post-test. Data were analyzed using descriptive statistics, gain test scores and statistical analysis of independent samples t-test. Hypothesis testing is done with a significance level of 5%. The analysis shows there are significant differences in learning outcomes between the groups of students that learned learning model aided 5E learning cycle concept maps and direct learning model of instruction (t = 5.687) with a significance level of p = 0.00 is obtained. On average students' cognitive learning outcomes achieved in the group of students that learned learning model 5E learning cycle of 82.32 better than the group of students that learned direct learning model of instruction at 76.06.keyword : Learning Cycle 5E Instructional Model, Concept Map, Direct Instruction, Learning Outcomes.
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., NI KD MIRAH ASTUTI; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter di tinjau dari variabel context; input; process; dan product; (2) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter di tinjau dari model evaluasi CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi (evaluation reseach) dengan menggunakan model CIPP. Adapun subyek evaluasi adalah kepala sekolah, guru pembina, siswa, dan dokumen yang akan memberikan informasi. Obyek evaluasi adalah pelaksanaan program pendidikan karakter yang terdiri dari variabel (context, input, process, dan product). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, wawancara, checklist dan dokumentasi. Data dianalisis dengan deskriftif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini secara umum pelaksanaan program pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Singaraja termasuk dalam kategori sangat efektif. Dari keempat variabel yang diteliti menujukkan bahwa variabel context termasuk kategori sangat efektif, variabel input termasuk kategori sangat efektif, variabel process termasuk kategori sangat efektif dan produk termasuk kategori sangat efektif dengan nilai berturut-turut (98,21%, 90,00%, 92,05%, dan 90,00%), sehingga efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter yang ditinjau dari model CIIP dan mengacu pada kuadran Glickman termasuk dalam kuadran I yang diperoleh hasil positip (+ + + +) yang berarti sangat efektif.Kata Kunci : Evaluasi, Metode CIPP, Pendidikan karakter The aimed of this study are to (1) find out the effectiveness of implementation of character education programs in the review of the context variables; input; process; and product; (2) to know the effectiveness of character education program implementation in review of CIPP evaluation model. This research is an evaluation research (evaluation reseach) by using CIPP model. The subjects of the evaluation are the principals, the guidance teachers, students, and documents that will provide information. Object of the evaluation is the implementation of character education program consisting of variables (context, input, process, and product). Data collecting technique which used in this research are observation, questionnaire, interview, checklist and documentation. The data are analyzed by quantitative descriptive. The result of this research is general implementation of program character education in SMP Negeri 1 Singaraja included in the category very effective. The four variables studied showed that the context variables are very effective category, process variables are very effective and product category is very effective with successive value, (98,21%, 90,00%, 92,05%, and 90,00%), so the effectiveness of the character education program in terms of the CIIP model and referring to the Glickman quadrant included in quadrant (+ + + +) is effective.keyword : : Evaluation, CIPP method, character education,
PENGARUH STRATEGI BELAJAR MURDER (MOOD, UNDERSTAND, RECALL, DETECT, ELABORATE, REVIEW) DENGAN SETTING PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 AMLAPURA TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Ni Komang Prasinta Nusantari; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi belajar MURDER dengan setting pembelajaran kooperatif STAD dan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional terhadap pemahaman konsep Biologi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan pre-test post-test control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siwa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Amlapura yang terdistrbusi ke dalam 5 kelas dengan jumlah populasi 160 orang. Sampel diambil menggunakan teknik penempatan secara acak (random assignment). Dari hasil pengacakan diperoleh 64 siswa sebagai sampel yang terdistribusi ke dalam 2 kelas yaitu kelas XI IPA 3 ditetapkan sebagai kelas strategi belajar MURDER setting pembelajaran kooperatif STAD dan kelas XI IPA 5 ditetapkan sebagai kelas pembelajaran konvensional, yang masing-masing kelas berjumlah 32 siswa. Data yang diperlukan adalah data pemahaman konsep siswa yang dikumpulkan dalam bentuk tes pemahaman konsep biologi. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis kovarian (ANAKOVA) satu jalur. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan (p
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN MOLLUSCA BENTIK SERTA FAKTOR-FAKTOR EKOLOGIS YANG MEMPENGARUHINYA DI PANTAI MENGENING, KABUPATEN BADUNG, BALI Ariani, NM Dewi; Swasta, IB Jelantik; Adnyana, Putu Budi
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Komposisi, keanekaragaman, kemelimpahan dan Faktor-faktor ekologis yang mempengaruhi Mollusca bentik yang hidup di Pantai Mengening Kabupaten Badung, Bali. Penelitian fauna Mollusca Bentik di Pantai Mengening dilakukan pada bulan April 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan eksploratif, dengan menggunakan rancangan survei lapangan yaitu dengan pengamatan dan pencatatan hasil temuan di lapangan serta dilanjutkan dengan pengamatan di laboratorium. Populasi adalah seluruh Mollusca bentik yang hidup di Pantai Mengening, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah jumlah Mollusca bentik yang terdapat di dalam 15 kuadrat. Metode pengumpulan sampel yang digunakan adalah metode kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan (1) Komposisi spesies moluska bentik yang ditemukan sebanyak 32 spesies dan 261 individu, (2) Nilai indeks keanekaragaman sebesar 3,12 yang dinyatakan dalam kategori tinggi, nilai kekayaan spesies sebesar 5,75, nilai indeks kemerataan spesies sebesar 0,90, nilai indeks dominansi sebesar 0,1. (3) Kemelimpahan relatif spesies Mollusca bentik tertinggi oleh spesies Ornopsis glanni nilai kemelimpahan relatifnya sebesar 14,56% dan nilai kemelimpahan relatif terendah diantaranya Cypraea moneta, Conus tarbellianus, Basterotia corbuloides, Struthiolaria spinosa, Cerithium chipolanum, dan Conus consors dengan masing-masing nilai sebesar 0,77 %, nilai kepadatan spesies tertinggi yaitu spesies Ornopsis glanni dengan nilai kepadatan spesies yaitu sebesar 2,53 ind/m2. Sedangkan nilai kepadatan spesies terendah yaitu Cypraea subovum, Fulviia mutica, Macrocallista nimbosa, Littorina irrorata, Thais luteostoma, Morula margariticola, Rissoina chipolana, Xenophora burdigalensis, Diodora mississipppiensis, dan Chicoreus brevifrons yaitu sebesar 0,13 ind/m². Dan untuk nilai total kepadatan spesies mollusca bentik yang hidup dikawasan pantai Mengening sebesar 17,4 ind/m².
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT CATUR DESA TERHADAP KONSERVASI DANAU TAMBLINGAN ., Ni Made Dwi Pradnyani; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengetahuan lokal masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang terkait konservasi Danau Tamblingan, 2) teknologi lokal masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang terkait konservasi Danau Tamblingan, dan sikap masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan terhadap konservasi Danau Tamblingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei, dengan sampel berjumlah 100 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pengetahuan masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan terkait konservasi Danau Tamblingan termasuk dalam kategori tinggi, 2) Masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan memiliki teknologi lokal dalam upaya konservasi Danau Tamblingan yaitu berupa perahu tradisional bergandeng dua yang disebut pedahu, serta membentuk kelompok Bendega yang merupakan kelompok masyarakat yang bertanggungjawab melestarikan Danau Tamblingan, 3) Sikap masyarakat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan terhadap konservasi Danau Tamblingan termasuk dalam kategori positif.Kata Kunci : kearifan lokal, konservasi, Danau Tamblingan, Catur Desa Adat Dalem Tamblingan The purposes of the research were 1) local knowledge of people of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan related to the conservation of Lake Tamblingan, 2) local technology of people of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan related to the conservation of Lake Tamblingan, 3) and the attitude of people of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan to the conservation of Lake Tamblingan. The type of this riset is survey research, with a sample of 100 people determined using purposive sampling technique. Data obtained were uses descriptive analysis. The results of this research indicates that 1) the knowledge of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan community related to Tamblingan Lake Conservation included in the high category, 2) Catur Desa Adat Dalem Tamblingan community has local technology in Tamblingan Lake conservation that is using traditional boat called a pedahu, and formed a group of Bendega which is a community group responsible for preserving Lake Tamblingan, 3) Attitudes of Catur Desa Adat Dalem Tamblingan community to the conservation of Lake Tamblingan included in the positive category.keyword : Local wisdom, conservation, Tamblingan Lake, Catur Desa Adat Dalem Tamblingan
PEMANFAATAN TUMBUHAN PSIKOAKTIF DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN, MANGGIS, KARANGASEM, BALI ., I Putu Eka Suakarya Utama; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan, cara pemanfaatan dan efek psikoaktif yang ditimbulkan dalam pengobatan tradisional di desa Tenganan Pegringsingan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mereduksi, memaparkan, mengklasifikasi, disajikan secara deskriptif. Jenis tumbuhan psikoaktif yang dimanfaatkan mencakup 23 spesies yang berasal dari 16 familia. Familia yang banyak anggota spesiesnya dimanfaatkan adalah Piperaceae, Arecaceae, Convolvulaceae, Poaceae, Solanaceae, dan Zingiberaceae. Spesies yang banyak dimanfaatkan adalah Cocos nucifera L.f., Foeniculum vulgare Mill., Acorus calamus L., Piper betle L., dan Erythrina variegata L. Organ yang banyak dimanfaatkan adalah daun, akar, dan buah. Cara pemanfaatan tumbuhan terutama pada pengaplikasian obat yang banyak adalah diparemkan (boreh), disembur (simbuh), diminum (loloh), diusapkan (uap) dan diteteskan pada mata. Khasiat obat yang banyak adalah sebagai anti bengkak, obat pemali, lumpuh, kencing nanah dan mata merah. Potensi efek psikoaktif yang ditimbulkan berupa stimulan, depresan dan hallusinogen.Kata Kunci : Desa Tenganan Pegringsingan, Pemanfaatan tumbuhan psikoaktif, Pengobatan tradisional. This study aims to determine the types of plants, ways of utilization and psychoactive effects caused in traditional medicine in the village of Tenganan Pegringsingan. The approach used is a qualitative approach. Data collection using observation, interviews, and documentation techniques. Data analysis is done by reducing, exposing, classifying, display in descriptive. The types of psychoactive plants utilized include 23 species from 16 families. Familia that many members of their species used are Piperaceae, Arecaceae, Convolvulaceae, Poaceae, Solanaceae, and Zingiberaceae. The most widely used species are Cocos nucifera L.f., Foeniculum vulgare Mill., Acorus calamus L., Piper betle L., and Erythrina variegata L. Organ that is widely used are leaves, roots, and fruit. The most method of utilization of plants, especially in the application of drugs is rubbed (boreh), sprayed (simbuh), drunk (loloh), diusapkan (uap) and dripped on the eyes. The most efficacy of drugs are as anti-swelling, cure for pemali, paralysis, gonorrhea and red eyes. Potential psychoactive effects caused is stimulants, depressants and hallucinogens.keyword : Psychoactive plants usage, Tenganan Pegringsingan village, Traditional medicine.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEKATRIKAPA TERINTEGRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMP Santika, I Made Adi; Adnyana, I Putu Budi; Anton Santiasa, I Made Pasek
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Pekatrikapa (pendidikan karakter Tri Kaya Parisudha) terintegrasi pembelajaran IPA untuk penanaman karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 103 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII2 yang berjumlah berjumlah 25 orang sebagai kelompok ekperimen dan kelas VII4 yang berjumlah 26 siswa yang terpilih sebagai kelompok kontrol. Data profil nilai karakter Tri Kaya Parisudha dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Data respon siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner. Profil nilai karakter Tri Kaya Parisdha dan respon siswa di analisis secara deskriptif. Efektivitas penerapan model Pekatrikapa di analisis secara statistik dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukan profil nilai rata-rata karakter Tri Kaya Parisudha yang berkatagori baik dan sangat baik adalah 88,89 % pada kelas yang dibelajarkan model Pekatrikapa, 44,43% pada kelas yang dibelajarkan model konvensional. Rata-rata persentase respon siswa yang dibelajarkan dengan model Pekatrikapa memiliki kategori  sangat baik yaitu 91% siswa menyatakan pembelajaran menarik, menyenangkan, memdahkan belajar, dan mendorong belajar. Di samping itu rata-rata persentase hasil penilaian diri (self assessment) menunjukan 84% menyatakan setelah mengikuti pembelajaran dengan model Pekatrikapa terjadi perubahan karakter ke arah yang lebih baik. Hasil uji-t menunjukan bahwa penerapan model Pekatrikapa efektif untuk menanamkan karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha.
Co-Authors ., Adi Purusha Das ., Hasby Wahid Harris ., I Gusti Lanang Agus Awitama ., I MADE ADI SANTIKA ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. ., I Putu Ari Budi Artama ., I Putu Eka Suakarya Utama ., Ida Ayu Kade Trisnayanthi ., Lailatus Saadah ., Made Ari Sanjaya ., Ni Kadek Delis Tina ., NI KD MIRAH ASTUTI ., Ni Made Ari Ryantini ., Ni Made Dwi Pradnyani ., Ni Made Ninda Pradani ., Ni Putu Indah Kumala Sari ., NILUH PUTU PUTRI P D ., Putu Rahma Dewi ., SUSAN SIDABUTAR AAIN Marhaeni Abu Yazid Abu Bakar Adi Purusha Das . Adi, Ni Nyoman Serma Agus Wijaksono Ajeng Purnama Heny Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anantawikrama Tungga Atmadja Andriani, Ni Kadek Ari Anton Santiasa, I Made Pasek Ariani, NM Dewi Ariasih, I Gusti Agung Ayu Cinthya Meitri AUGUSTA DE JESUS MAGALHAES Desak Made Citrawathi Devy Dyah Wulandari Dewi, Luh Gede Wulan Kurnia Dewi, Ni Kadek Yun Yun Rosita Dewi, Putu Lia Rusita DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN . DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN ., DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. . Dr. I Nyoman Tika,M.Si . DR. LUH PT.MANIK WIDIYANTI, S.Si, M.Kes . Dyah Aini Purbarani Fachry Abda El Rahman Fifi Fitriana Sari, Fifi Fitriana Fitria Sarnita Fitriani, Herdiyana Fitriyah, Siti Aminatul Gede Ari Yudasmara Hajiriah, Titi Laily Handayani, Baiq Vina Harefa, Darmawan Hasby Wahid Harris . I G A N Setiawan I Gede Astra Wesnawa I Gusti Agung Nyoman Setiawan I GUSTI BAGUS SUMARTA . I Gusti Lanang Agus Awitama . I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. . I Made Adi Santika I MADE ADI SANTIKA . I Made Ari Winangun I Made Pasek Anton Santiasa I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc. . I MADE WIRASANA JAGANTARA . I Putu Ari Budi Artama . I Putu Eka Suakarya Utama . I Putu Wisna Ariawan I Wayan Lasmawan I Wayan Rudiarta I Wayan Sadia I Wayan Sukra Warpala IB Jelantik Swasta Ida Ayu Cindya Prawesti p . Ida Ayu Kade Trisnayanthi . Ida Ayu Purnama Bestari Ida Ayu Putu Suryanti Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putu Arnyana Kadek Hengki Primayana . KOMANG SUSILAWATI . Lailatus Saadah . Luh Putu Marhaeni Made Ari Sanjaya . MADE DWIPAYANA . Mahendra Data, I Gede Teguh Arya Marhaeni, Luh Putu Muhammad Wahyu Setiyadi N. Adiputra N. Adiputra Nadi, Desak Putu Merta Ni Kadek Delis Tina . NI KD MIRAH ASTUTI . NI KETUT HENDRAWATI SANTOSA . Ni Ketut Rapi Ni Komang Prasinta Nusantari . Ni Luh Julianti NI LUH PUTU CARIASTINI . NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI NI LUH PUTU WIDYA DHARMAYANTHI . NI LUH RATNA TIRTAWATI . Ni Luh Rin Riantini . Ni Luh Rin Riantini ., Ni Luh Rin Riantini Ni Made Ari Ryantini . Ni Made Dwi Pradnyani . Ni Made Ninda Pradani . NI NYOMAN KARTINI . NI NYOMAN SERMA ADI . Ni Nyoman Sri Rasthiti . Ni Nyoman Sri Rasthiti ., Ni Nyoman Sri Rasthiti Ni Putu Dian Pertiwi, Ni Putu Dian Ni Putu Indah Kumala Sari . Ni Putu Sri Ratna Dewi NI WAYAN HENI DESIANTI . NI WAYAN HENI DESIANTI ., NI WAYAN HENI DESIANTI NILUH PUTU PUTRI P D . NM Dewi Ariani NURHAYATI . Nyoman Dantes Pahriah, Pahriah PE Sastrika Ayu PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. . PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. . Purwanti, Ni Kadek Lovita Putra, I Gede Somia Dangka Putu Artawan PUTU NOVI KURNIAWATI . Putu Rahma Dewi . Rayyan, Wildan Babul S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . S.Pd.,M.Si. I M P Anton Santiasa . sabrina intan maulida Santiasa, I Made Pasek Anton Santiasa, Made Pasek Anton Santiasa, Made Pasek Anton Santika, I Made Adi Setiawan, I G A N Siti Maryam siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sofyan Syamratulangi SURATNI . Suryati Suryati SUSAN SIDABUTAR . Swandi Swandi Swasta, IB Jelantik Syamsiar, Syamsiar Taufiqurrahman, M. Wulandari, Devy Dyah Yanti, Baiq Azmi Sukroyanti YOSEFINA UGE LAWE . Yuliandari, Sri Ayu Yuliati, Ni Komang Dwi Eka Zahara, M.Pd, Laxmi