p-Index From 2021 - 2026
7.815
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Journal of Urban Society´s Arts Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Jurnal Civicus Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN JURNAL IQRA´ Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora International Journal Pedagogy of Social Studies PAEDAGOGIA Jurnal Moral Kemasyarakatan Visipena CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Etika Demokrasi Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Journal of Moral and Civic Education Journal on Education EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Jurnal Civic Hukum SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Jurnal Paedagogy ASANKA: Journal of Social Science And Education Jurnal Pengabdian UNDIKMA Didaktika: Jurnal Kependidikan Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran International Journal of Social Learning (IJSL) Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) IJORER : International Journal of Recent Educational Research Indonesian Journal of Social Science Research Jurnal Dunia Pendidikan Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Social Science Mamangan Social Science Journal Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Current Studies in SDGs Journal of Current Studies in SDGs Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
Claim Missing Document
Check
Articles

THE URGENCY OF INSTILLING SA'O LOCAL WISDOM VALUES IN ENVIRONMENTAL CONSERVATION EFFORTS FOR STUDENTS IN NGADA REGENCY Fransiskus Xaverius Rema; Nana Supriatna; Dadang Sundawa; Neiny Ratmaningsih
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 Number 4 (October 2025)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v6i4.6205

Abstract

The traditional architecture of Sa'o, which is the traditional house of Bajawa, demonstrates the preservation of environmental sustainability through local wisdom. This study aims to: (1) examine the values of local wisdom in the development and governance of Sa'o and the environment in Bena Village, and (2) analyze the role of this local wisdom as respect for nature and its relevance as an educational medium for students. The study concludes that the local wisdom of Bena Village is a valuable form of social and ecological capital. Therefore, a strategy is needed to help students understand, appreciate, and preserve these values so they can face global environmental challenges. The findings reveal that local wisdom in Sa'o enables students to maintain harmony in their lives through traditions and rituals that have been passed down for generations. This wisdom can also serve as a reference for knowledge and understanding to overcome and anticipate current local environmental issues, particularly those related to pollution.
Food Poisoning as Rights Neglect: State Accountability in Indonesia's Free Nutritious Meal Program (MBG) Under Child Protection Law Ade Yuni Ratnasari; Dadang Sundawa; Syaifullah
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 15 No. 01 (2026): EDUEKSOS: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/9wet6c42

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a public policy designed to guarantee children's rights to adequate health and nutrition under Law Number 35 of 2014 on Child Protection. However, since its launch in January 2025, the program has been marked by widespread food poisoning cases, with CELIOS research recording over 15,000 cases through November 2025. Although food safety and children's rights have been studied separately, no comprehensive legal analysis has examined Free Nutritious Meal Program poisoning cases as a form of neglect of children's rights and its implications for state accountability. This study aims to analyze forms of rights neglect in Free Nutritious Meal Program poisoning cases and map legal responsibilities based on the best interests of the child principle. Normative legal research was employed using statute and conceptual approaches. Data consisted of primary, secondary, and tertiary legal materials collected through library research and analyzed qualitatively using a descriptive-analytical method. Findings reveal that MBG poisoning cases constitute neglect of children's rights to survival and development, physical and mental health, education, protection from negligence, and the best interests of the child principle. Legal responsibility extends to the state, the National Nutrition Agency, Nutrition Fulfillment Service Units, schools, and local governments. Recurrent poisoning cases reflect systemic weaknesses in oversight, food safety standards, and accountability mechanisms. This study implies the urgent need for strengthened legal accountability, risk-based monitoring reform, and child rights-centered policies to prevent recurrence.
Internalisasi Nilai-Nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam Mewujudkan Sekolah Damai: Studi Kasus Sekolah Menengah Pertama di Kota Bekasi Anif Istianah; Cecep Darmawan; Dadang Sundawa; Giri Harto Wiratomo; Siti Maizul Habibah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i5.4283

Abstract

Pendidikan Pancasila berperan dalam penguatan toleransi dan resolusi konflik di lingkungan sekolah yang majemuk. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila sebagai upaya mewujudkan sekolah damai di Kota Bekasi. Metode penelitian ini yaitu menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di empat sekolah menengah pertama di Kota Bekasi, karena memiliki karakter sosial majemuk, dinamis, dan relevan dengan kajian Pendidikan Pancasila. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai melalui 1) integrasi materi, 2) keteladanan guru, 3) pembiasaan saling menghormati, 4) kegiatan kolaboratif, dan 5) penguatan budaya sekolah yang inklusif. Implementasi tersebut berkontribusi pada terciptanya iklim sekolah yang aman, harmonis, dan menghargai keberagaman. Tantangan yang ditemukan yaitu  perbedaan latar belakang, pengaruh lingkungan sosial, dan belum meratanya pemahaman praksis pendidikan kebhinekaan. Internalisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila berperan penting dalam mewujudkan sekolah damai.
Transformasi Pendidikan Karakter Melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025: Studi Komparatif Model Proyek P5 Dan Model Integrasi Penuh Berbasis Deep Learning Maryatun Kabatiah; Dadang Sundawa; Fitri Silvia Sofyan
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v7i1.5509

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis pergeseran paradigmatik dalam pendidikan karakter di Indonesia, membandingkan model Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka dengan model Integrasi Penuh yang dimandatkan dalam Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi sistematis terhadap kebijakan resmi dan literatur akademik. Hasil penelitian mengungkapkan tiga transformasi utama yaitu 1) Pergeseran konseptual dari karakter sebagai produk proyek episodik menuju proses internalisasi kontinyu dengan ekspansi dari enam dimensi Profil Pelajar Pancasila menjadi Delapan Karakter Lulusan yang responsif terhadap krisis global; 2) Reorganisasi struktural dari alokasi 20-30% waktu terpisah menjadi integrasi penuh dalam 100% pembelajaran intrakurikuler yang mengeliminasi dikotomi artifisial; dan 3) Transformasi pedagogis dari Project-Based Learning temporal menuju paradigma Deep Learning dengan prinsip meaningful, joyful, dan reflective yang menuntut transformasi peran guru menjadi desainer kurikulum integratif, model moral, pembimbing reflektif, dan asesor holistik. Penelitian menyimpulkan bahwa model Integrasi Penuh memiliki keunggulan teoretis dalam memfasilitasi internalisasi karakter melalui praktik berulang dalam konteks beragam, namun implementasi efektifnya bergantung pada kesiapan ekosistem pendidikan meliputi pengembangan profesional guru, kepemimpinan instruksional visioner, sumber daya pedagogis memadai, dan kultur sekolah yang koheren dengan nilai-nilai yang diajarkan.
From Barriers to Outcomes: A Systematic Review of Global Citizenship Education in Higher Education Toward Sustainable Development Goals (2015–2025) Husnul Fatihah; Kokom Komalasari; Rahmat Rahmat; Dadang Sundawa; Iim Siti Masyitoh; Asep Mahpudz
Journal of Moral and Civic Education Vol 10 No 1 (2026): Journal of Moral and Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/88514121012026956

Abstract

Global Citizenship Education (GCE) has become increasingly important in preparing young people with global awareness, intercultural empathy, ethical values, and critical thinking skills needed to address contemporary global challenges and contribute to the Sustainable Development Goals (SDGs). This study aims to provide a comprehensive overview of the implementation of GCE in higher education through publications indexed in Scopus and Web of Science (WoS) from 2015 to 2025. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method based on the PRISMA framework, including data searching, screening, eligibility assessment, and thematic synthesis. A total of 380 articles were identified, and 57 articles met the inclusion criteria for further analysis. The findings reveal that GCE research is still dominated by developed countries, while contributions from developing countries remain limited. Most studies adopted qualitative approaches and highlighted the positive impacts of GCE in promoting peace, tolerance, global solidarity, intercultural competence, and support for the SDGs. However, several challenges persist, including curriculum integration, cultural and ideological barriers, and limited educator capacity. The study recommends strengthening GCE curricula in higher education through approaches that integrate local and global perspectives to foster inclusive and sustainable global citizenship.
Implementasi Prinsip Sekolahnya Manusia Dalam Pembentukan Karakter Calon Guru Sekolah Dasar Faisal Sadam Murron Faisal; Dadang Sundawa; Intan Budi Komara
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 16 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.js.2026.v16.i1.p22-30

Abstract

Teacher education at teacher training institutions is at a crossroads between the demands of technical professionalism and the crisis of dehumanization. This study aims to explore how the implementation of Munif Chatib's “Sekolahnya Manusia” (School of Humans) principle, translated as humanistic pedagogy, can shape the civic character of prospective elementary school teachers. This study uses mixed methods with an explanatory sequential design on 40 PGSD students who took the Citizenship Literacy course for eight meetings. Quantitative data (perception surveys) were collected first, followed by qualitative data collection using open-ended questionnaires, in-depth interviews, and observations to explain the quantitative findings. Descriptive quantitative and thematic qualitative data analysis showed that humanistic pedagogy, manifested through (1) the creation of a safe dialogical space, (2) autonomy-based task differentiation, and (3) contextual authentic assessment, contributed significantly to character development. The main findings of this study indicate that the application of humanistic pedagogy through safe dialogic spaces, autonomy-based task differentiation, and authentic assessment contributes to the development of prospective teachers' civic character. Increased empathy and responsibility emerged as the main character values that developed, reinforcing the importance of “humanizing” lectures in shaping prospective teachers who are well-rounded in terms of humanity
Pendidikan Keluarga Melalui Keberagaman Berbasis Nilai-Nilai Pancasila untuk Mewujudkan Sekolah Damai di Kota Bekasi Anif Istianah; Cecep Darmawan; Dadang Sundawa; Susan Fitriasari; Sukron Mazid
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan keberagaman yang muncul akibat globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Pola pendidikan keluarga di Indonesia sering kali dipengaruhi oleh budaya asing yang tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa, yang berkontribusi pada penurunan persatuan, toleransi, dan kerukunan sosial. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis keluarga-keluarga yang berhasil mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keluarga berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi solusi praktis dan strategis dalam membentuk generasi yang toleran, berkarakter damai, dan siap menghadapi keberagaman dalam masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat identitas nasional tetapi juga menjadi strategi penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang multikultural. Dengan menjadikan keluarga sebagai unit pendidikan pertama, model ini berkontribusi pada penciptaan lingkungan yang damai, dari lingkup keluarga hingga sekolah, dan pada akhirnya menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis.
Representasi Nilai Karakter Bangsa dalam Tradisi Mandai Ulu Taon Masyarakat Mandailing Rokanhulu Provinsi Riau Ryan Prayogi; Kokom Komalasari; Dadang Sundawa; Rahmat Rahmat; Iim Siti Masyitoh
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11371

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan kajian mendalam tentang representasi nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi mandai ulu taon masyarakat Kaiti sebagai upaya mempertahankan karakter bangsa, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dan generasi muda akan nilai-nilai karakter dalam tradisi mandai ulu taon. Penelitian ini dilaksanakan di Kaiti Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokanhulu, Provinsi Riau. Sedangkan narasumber penelitian dalam penelitian ini melibatkan Tokoh Agama Tokoh Adat, Tokoh budaya, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, pelaku budaya, Pemerintah Desa dan Kecamatan Serta Masyarakat Desa Kaiti. Penelitian ini sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan metode etnografi, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan teknik analisis data melalui reduksi data, display data, dan verifikasi data, serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukan terdapat nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi mandai ulu taon masyarakat Desa Rambah Tengah Barat meliputi tahapan dari tradisi mandai ulu taon yang meliputi tahapan persiapan mandai ulu taon (nilai musyawarah, nilai kebersamaan, nilai peduli lingkungan, nilai kepercayaan), tahapan malaksanaon mandai ulu taon (nilai gotong royong, nilai tanggung jawab, nilai kesenian, dan nilai rasa bangga budaya daerah), tahapan pangaluon mandai ulu taon (nilai religius, nilai cinta damai dan nilai toleransi).
Preserving Pancasila Through Values and Character in Cultural Citizenship of Plural Communities Giri Harto Wiratomo; Dadang Sundawa; Natal Kristiono; Edwindha Prafitra Nugraheni
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.11433

Abstract

This research is based on the importance of civic culture by maintaining Pancasila values. The uniqueness of this research is the practice of civic culture in the village to maintain Pancasila values through Pancasila conservation. One of the villages that maintains this citizenship culture is the Genting village, Semarang district, Central Java province. The purpose of this research is to explore the culture of citizenship in the Genting community as a form of conserving Pancasila values, supporting and inhibiting factors, as well as efforts made to preserve Pancasila values as a civic culture. The research method used is qualitative with a phenomenological approach. Retrieval of research data using observation, in-depth interviews, Forum Group Discussion, and documentation. The results and discussion of this study are the practice of citizenship culture by conserving Pancasila values, which means caring for, maintaining and maintaining Pancasila values. The good practice of civic culture in the multicultural community of Genting Village, namely the citizenship tradition as a socio-cultural action by preserving the citizenship culture through agro-tourism, cultural tourism, culinary tourism, and spiritual tourism.
Pendidikan Karakter dan Nilai dalam Tradisi “Matah Bunga” pada Sub suku Dayak Iban Sebaruk Juri Juri; Dadang Sundawa; Kokom Komalasari
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11458

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan karakter, nilai dan budaya lokal yang ada di Indonesia. Dimana pendidikan karakter, nilai dan budaya dewasa ini menjadi isu sentral yang menarik untuk dikaji dari berbagai disimplin ilmu. Hal ini dikarenakan pendidikan karakter dan nilai yang dikemas dalam budaya dinilai mampu menjadikan generasi mendatang mencintai budaya mereka (budaya lokal) dan nusantara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pendidikan karakter dan nilai dalam budaya lokal, khususnya bagi kalangan Dayak Iban Sebaruk yang dikemas dalam tradisi ‘Matah Bunga’. Tradisi ini tidak hanya sebagai ritual adat, tetapi juga sarana pendidikan informal yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, penghormatan terhadap alam, roh leluhur, Petara (Tuhan) dan kebersamaan (equality). Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengungkap bagaimana tradisi tersebut dijalankan dan diinternalisasi oleh masyarakat, serta implikasinya terhadap pengembangan karakter, nilai dan budaya lokal yang perlu terus dilestarikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran tradisi seperti Gawai Adat Matah Bunga ini dapat menjadi salah satu sarana bagi warga dalam bersilaturahmi, menjalin kebersamaan dan memupuk persaudaraan dalam menjaga budaya lokal.
Co-Authors - Sapriya Abdul Basit Abdul Sakban ADE BUDHI SALIRA Ade Yuni Ratnasari Adhi Pamungkas Ahmad Bakri Aim Abdulkarim Aisya Rahma Fitri Amjad Shamim Anif Istianah Anif Istianah Anif Istianah Anif Istianah Anisa Safitri Apriyanda Kusuma Wijaya Asep Mahfudz Asep Mahpudz Asep Mahpudz Asmaul Husnah Amiruddin Cecep Darmawan Cecep Darmawan Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Daud Yefkanius Nassa Dede Iswandi Devi Hidayat Dharma Gyta Sari Harahap Dimas Febriansyah Krisna Dwiputra Dini Nur Oktavia Rahayu Diva Amanda Ella Kusuma Wardani Ella Kusuma Wardani Elly Malihah Endang Sumantri Erlina Wiyanarti Faisal Sadam Murron Faisal FAIZAH HIJRIATI Fami Miftahulzaman Fitri Silvia Sofyan Fitri Silvia Sofyan Fransiskus Xaverius Rema Gilang Arya Alghifari Gina Syarifah Giri Harto Wiratomo Gufanta Hendryko Purba Hendri Irawan Hubi, Zindan Baynal Hudzaifah Nazhif Rabbani Husnul Fatihah Husnul Fatihah Ihsan Iim Siti Masyitoh Imam Mustofa Intan Budi Komara Intan Indah Megasari Ira Safitri Irayanti, Irma Iwan Fajri Juri Juri Justika Ainun Mufti Kireida Rona Islam Kokom Komalasari Kokom Komalasari Krisna Dwiputra, Dimas Febriansyah Kristiono, Natal Kurnia Rahmasari Lathifah Faiqoh Nabilah Liesmaning Swasti Lisa Retnasari Lisa Retnasari Lopiana Margaretha Panjaitan Lutfia Septiningrum Makarius Erwin Bria Maria Lufransiya Bribin Mariyani Mariyani Maryatun Kabatiah Mazid, Sukron Mohd Zailani Mohd Yusoff Mubiar Agustin Muhamad Iqbal Mulia Sari Muthaqin, Dwi Iman Nana Supriatna Nana Supriatna Neiny Ratmaningsih Neiny Ratmaningsih Nugraheni, Edwindha Prafitra Nur Azizah Azizah Nursanda Rizki Adhari Permana Anggara Pipid Mupidin Pradana, Yudha Prayoga Bestari Rahmat Rahmat Rahmawati Rahmawati Raisa Anakotta Ramdhani, Hilal Rany Safitri Reni Setiansyah Rika Sartika Rini Vovriyenti Risa Safira Luthfiani Risha Nursabila Rahman Rizal Akbar Darmawan Rizal Fahmi Rudolfus Ruma Bay Ryan Prayogi Salma Alifia Salman Alparis Sormin Sapriya Sapriya Siti Maizul Habibah Sulaiman Sulanda Sulanda Suriaman Suriaman Susan Fitriasari Susan Fitriasari Suyitno Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah Syaifullah T Heru Nurgiansah Teguh Faisal Muchayat Tutik Wijayanti Vety Fitriani, Vety Vina Amilia Wachid Pratomo Wadu, Ludovikus Bomans Wafa Khairunisa Yayuk Hidayah Zakir Hosen Shaikh Zindan Baynal Hubi