Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Aktivitas Insektisida Campuran Minyak Mimba (Azadirachta indica) dan Minyak Jarak Kepyar (Ricinus communis) terhadap Spodoptera frugiperda Retno Wulansari; Yusup Hidayat; Danar Dono
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.35174

Abstract

Spodoptera frugiperda merupakan hama invasif yang menyebabkan kegagalan panen pada tanaman jagung. Salah satu alternatif pengendalian ramah lingkungan yang terus dikembangkan terhadap S. frugiperda yaitu pengendalian dengan insektisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sinergis campuran insektisida nabati minyak A. indica dan R. communis . Desain percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari minyak A. indica, R. communis , serta campurannya dengan lima taraf konsentrasi dan satu kontrol yang diulang empat kali. Pengujian menggunakan metode residu pakan pada larva instar II selama 48 jam, selanjutnya daun perlakuan diganti dengan pakan tanpa perlakuan hingga larva berkembang menjadi pupa. Hubungan konsentrasi minyak nabati dengan kematian serangga uji dianalisis menggunakan analisis probit, sedangkan peubah lainnya dianalisis dengan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan minyak A. indica, R. communis, serta campurannya bersifat toksik terhadap larva S. frugiperda. Aktivitas campuran minyak A. indica dan R. communis pada taraf LC50 waktu pengamatan 2-8 hari setelah perlakuan (HSP) bersifat antagonistic, pada 10 HSP bersifat aditif, dan pada 12-18 HSP bersifat sinergistik lemah, sementara pada taraf LC95 waktu pengamatan 2-8 HSP bersifat antagonistic dan pada 10-18 HSP bersifat sinergistik kuat. Selain itu, minyak nabati tersebut memiliki aktivitas penghambatan perkembangan, penurunan fekunditas dan fertilitas, serta penurunan umur imago jantan dan betina S. frugiperda. Dengan demikian, campuran minyak nabati A. indica dan R. communis berpotensi dikembangkan sebagai insektisida alternatif pengendalian S. frugiperda.
Respon Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) (Coleoptera: Curculinoidae: Scolytidae) terhadap Ekstrak Buah Kopi yang Terinfestasi Hama sebagai Atraktan di Perkebunan Kopi Rakyat Gunung Tilu Rasiska, Siska; Safira, Sania; Hidayat, Yusup; Yulia, Endah; Ariyanti, Mira
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.40277

Abstract

Penggerek buah kopi (PBKo), Hypothenemus hampei Ferr. adalah salah satu hama utama pada tanaman kopi. Persentase serangan hama PBKo pada buah kopi dapat mencapai 100% jika tidak ada pengendalian. Salah satu teknologi pengendalian hama PBKo yang dapat dilakukan adalah penggunaan ekstrak buah kopi yang terinfestasi hama PBKo sebagai atraktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh esktrak buah kopi yang terinfestasi sebagai atraktan hama PBKo dan memperoleh konsentrasi ekstrak buah kopi terinfestasi yang paling efektif sebagai atraktan imago hama PBKo. Selain itu juga dipelajari serangga arthropoda lain yang tertangkap. Penelitian ini dilakukan di perkebunan kopi rakyat Gunung Tilu, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada bulan November 2021 hingga Maret 2022. Pembuatan ekstraksi buah kopi terinfestasi dengan menggunakan teknik maserasi dan destilasi air dilakukan di Laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan, sedangkan pengamatan hama dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan yaitu P0 = kontrol; P1 = 50 mL air sulingan, P2 = 100 mL air sulingan, P3 = 150 mL air sulingan, P4 = 50 mL ekstrak etanol, P5 = 100 mL ekstrak etanol, P6 = 150 mL ekstrak etanol dan P7 = etanol 10 mL dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak buah kopi terinfestasi dengan menggunakan teknik maserasi dan destilasi air tidak dapat menarik hama PBKo serta tidak menurunkan intensitas serangan hama PBKo. Namun, ekstrak buah kopi terinfestasi dapat menarik sejumlah serangga hama dari ordo Diptera famili Drosophilidae dan parasitoid dari ordo Hymenoptera famili Braconidae.
Araecerus fasciculatus (De Geer) (Coleoptera: Anthribidae): Biologi dan Kerusakannya pada Singkong Kering (Manihot esculenta Crantz) Salbiah, Salbiah; Hidayat, Yusup; Sudarjat, Sudarjat
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.40347

Abstract

Araecerus fasciculatus merupakan hama yang menginfestasi komoditas pertanian di gudang penyimpanan. Pada singkong kering, hama ini menyebabkan kerusakan sebesar 20,6-91,51%. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari biologi A. fasciculatus pada singkong kering dan tingkat kerusakan yang ditimbulkannya. Pengujian lama perkembangan telur dilakukan dengan menginfestasikan imago A. fasciculatus sebanyak 100 ekor ke masing-masing 50 potong singkong kering selama 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 hari. Pengujian lama perkembangan larva, pupa, dan imago ke masing-masing 305 potong singkong kering selama 1, 2, 3, 4, 5 hari, selanjutnya singkong kering 5 potong didestruksi setiap hari selama dua bulan. Pengamatan dilakukan setelah lama hari infestasi. Pengamatan dilakukan terhadap morfologi, morfometri, lama perkembangan setiap stadia, tingkat kerusakan singkong kering akibat infestasi A. fasciculatus. Pada pengujian ini, dilakukan analisis kandungan nutrisi singkong kering, pengukuran suhu, dan kelembapan ruang pengujian. Hasil penelitian menunjukkan lama perkembangan telur 5,82 hari. Perkembangan larva instar pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima selama 3,40; 3,80; 4,60; 5,80; 7,80 hari. Sedangkan pupa dan imago selama 7,20 dan 28,34 hari. Pada pengujian ini, disajikan morfologi gambar berwarna dan morfometri semua stadia. Periode penyimpanan 3 bulan menyebabkan persentase kehilangan singkong kering berlubang 61,58% dan bubuk singkong 11,08%. Pengujian biologi ini akan menjadi dasar dalam identifikasi dan pengendalian A. fasciculatus untuk setiap stadianya pada singkong kering.
Uji Keefektifan Ekstrak Air Biji Adas dalam Menekan Pertumbuhan Koloni, Produksi, dan Perkecambahan Konidia Jamur Alternaria solani, Penyebab Penyakit Bercak Coklat pada Tanaman Tomat Suganda, Tarkus; Fahmi, Rahmad Bahaudin; Hidayat, Yusup
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.38940

Abstract

Penyakit bercak coklat pada tanaman tomat, yang disebabkan oleh Alternaria solani merupakan penyakit penting yang dapat menimbulkan kehilangan hasil yang cukup merugikan. Penyakit ini biasanya dikendalikan menggunakan fungisida sintetik, namun jika penggunaannya tidak bijak, fungisida sintetik dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Oleh karena itu perlu ditemukan pengendalian yang efektif namun ramah lingkungan. Biji adas telah dilaporkan memiliki efek antifungal karena memiliki zat metabolit sekunder seperti flavonoid, tannin, terpenoid, alkaloid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak air biji adas dalam menekan pertumbuhan koloni, produksi dan perkecambahan konidia A. solani secara in-vitro. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2021 sampai Januari 2022 di Laboratorium Fitopatologi Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, menggunakan metode umpan beracun. Konsentrasi ekstrak air biji adas yang digunakan adalah 0,5%, 1,0%, 3,0%, 5,0% dan 0,0% (tanpa ekstrak) sebagai kontrol.  Perlakuan ditata menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diulang lima kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ekstrak air biji adas mampu menghambat jamur A. solani.  Konsentrasi 5,0% menunjukkan persentase penekanan tertinggi, terhadap pertumbuhan koloni A. solani sebesar 61,67%; terhadap produksi konidia sebesar 81,21%, dan terhadap perkecambahan konidia sebesar 70,93%.
Uji Keefektifan Serbuk Kulit Buah Kopi Robusta dalam Mengendalikan Nematoda Bengkak Akar (Meloidogyne spp.) dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat Suganda, Tarkus; Kholifah, Sisca Noor; Hidayat, Yusup
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.65412

Abstract

Penyakit bengkak akar pada tanaman tomat oleh infeksi nematode Meloidogyne spp. merupakan salah satu penyakit utama yang sangat merugikan di seluruh dunia.  Tanaman tomat yang terinfeksi, pertumbuhannya kerdil, produksinya rendah, klorosis, mudah layu dan rentan terhadap infeksi oleh patogen lain.  Pengendalian penyakit ini sangat mengandalkan nematisida sintetik, yang walaupun efektif tetapi banyak menimbulkan berbagai masalah. Pencarian nematisida berbahan nabati menjadi alternatif yang banyak diteliti. Salah satu bahan nabati yang memiliki kandungan bahan aktif bersifat nematisidal adalah kulit buah kopi. Pengujian keefektifan kulit buah kopi sebagai nematisida nabati belum banyak dilakukan, terutama kulit buah kopi Robusta, jenis kopi yang paling banyak ditanam, paling banyak menghasilkan limbah kulit kopi karena belum banyak dimanfaatkan. Dalam penelitian ini empat dosis serbuk kulit buah kopi Robusta (50 g; 100 g; 150 g, dan 200 g dicampurkan dengan 2 kg tanah terpasteurisasi sebagai media tanam di dalam polybag. Varietas tomat yang digunakan adalah var. Ratna. Nematisida karbofuran dosis anjuran 2 g digunakan sebagai pembanding dan perlakuan kontrol sebagai tanpa perlakuan. Perlakuan percobaan di rumah kaca ditata dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 6 ulangan. Setiap polybag diinokulasi dengan 2000 juvenil II. Penanaman tanaman tomat dilakukan dua kali, penanaman II dilakukan setelah tanaman tomat penamaman I dicabut pada 35 HST. Pada Pengamatan I diamati jumlah gall akar dan tinggi tanaman, sedangkan pada Pengamatan II diamati jumlah gall, jumlah larva dalam 100 ml tanah, dan tinggi tanaman. Hasil pengujian menunjukkan bahwa serbuk kulit buah kopi Robusta efektif sebagai nematisida dalam menekan jumlah gall akar, jumlah larva pada 100 ml tanah, dan meningkatkan tinggi tanaman.  Tidak terlihat ada gejala toksik pada tanaman oleh dosis serbuk kulit buah kopi Robusta yang diuji.
Eksplorasi Jamur Entomopatogen Lalat Buah (Bactrocera spp.) pada Tanaman Jambu Kristal di Berbagai Ketinggian Tempat di Jawa Barat Naza, Salma Khaira; Susanto, Agus; Hidayat, Yusup; Yulia, Endah
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.64010

Abstract

Jambu kristal merupakan salah satu komoditas hortikultura yang diminati masyarakat Indonesia. Salah satu kendala yang ditemui pada budidaya jambu kristal ialah adanya serangan lalat buah (Bactrocera spp.). Alternatif pengendalian lalat buah yang ramah lingkungan salah satunya dengan pemanfaatan agen hayati seperti jamur entomopatogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi jamur entomopatogen yang menyerang lalat buah (Bactrocera spp.) pada tanaman jambu kristal di berbagai ketinggian tempat di Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Februari 2025 di tiga lokasi dengan ketinggian berbeda, yaitu: Desa Karyamukti Kabupaten Sumedang (dataran rendah, 63 mdpl), Desa Cikadu Kabupaten Subang (dataran sedang, 547 mdpl) dan Desa Cimaung Kabupaten Bandung (dataran tinggi, 873 mdpl). Isolasi jamur entomopatogen dilakukan di Laboratorium Pestisida Mikroba menggunakan metode umpan dengan ulat hongkong (Tenebrio molitor). Hasil penelitian menunjukkan adanya dua spesies jamur entomopatogen, yaitu Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana. Indeks keanekaragaman berkisar 0,17-0,42 (rendah) dengan nilai keanekaragaman paling rendah di dataran tinggi, Indeks dominansi berkisar 0,37-0,64 (rendah-sedang) dengan dominansi paling tinggi di dataran sedang oleh B. bassiana, indeks kemerataan 0,25-0,60 (rendah-sedang) dan indeks kekayaan 0,37-0,59 (rendah). Temuan ini menunjukkan faktor lingkungan dan praktik budidaya memengaruhi indeks ekologi pada lokasi dengan ketinggian berbeda yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan pengendalian hayati lalat buah.
Co-Authors Abraham Suriadikusumah Adrian, Defi Afifah Nashirotul Haq Agus Susanto Alba, Hasanul Fitrah Ali Husain, Muhammad ali, syed kamaruzaman syed Amung Ma’mun Asep Yoyo Wardaya Binu Soesanto, Qidir Maulana Ceppy Nasahi Danar Dono Desliza, Muhammad Farhan Endah Yulia Ervina Ervina Evi Setiawati Fahmi, Rahmad Bahaudin Fauziaty, Muthia Riefka Ferdos, Emy Fitri Widiantini Fokky Fuad Gultom, Jeremia Toga Parulian Handayani, Dwi Anisa Hedi Paramita Heriyanto, Puji Heru Herdiana Nugraha Hidayat, Muzammil Hilmawan, Fajrin Intan Zania Jadiaman Parhusip, Jadiaman Jatmiko Endro Suseno Kholifah, Sisca Noor Lindung Tri Puspasari Lindung Tri Puspasari Lubis, Rahmad Lutfi, Anas Machmud, Aris Martini, Titin Masferisa, Adinda Fitra Maslihati Nur Hidayati Meliyansyah, Rika Mira Ariyanti Mochamad Arief Soleh, Mochamad Arief Naza, Salma Khaira Neneng Sri Widayani Ninditya, Rizki tara Novindrastuti, Ana Nuridin, Nuridin Nurlan Kusmaedi Okta Thaharah Susanto Pandji Triadyaksa Paramita, Hedi Purnama Hudaya Purnawan, Pupung Raden Arif Malik Ramadhan RAHMAN, AISYAH Rani Maharani Rendi Chandra Rihadi Rika Meliansyah Rusfiantini, Rina s g, ch'ng Sadino, Sadino Safira, Sania Safri Ishmayana Salbiah Salbiah, Salbiah Sanyoto, Edy Saputra, Ade Candra Setiyawati, Della Shebubakar, Arina Novizas Sidik, Dikdik Zafar Sirait, Velix Setiawan SIska Rasiska, SIska Suartini, Suartini Sudarjat Sudarjat Sumariyah Sumariyah Suparji Suparji Syahnur, Fitika SYARIFUL MUBAROK Tandika, Fitria Tarkus Suganda TATI NURHAYATI Teguh Yudi, Mohamad Toto Sunarto Unang Supratman Widayani, Neneng Sri Zaenul Muhlisin