Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Ekonomis Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ThorCon Molten Salt Reactor (Studi Kasus : Dibangun di Kalimantan Barat) Zeldi Raditya; Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42613

Abstract

Sistem Kelistrikan daerah Provinsi Kalimantan Barat masih bergantung pada energi fosil dan impor energi dari Sarawak, Malaysia. Akibat dari ketergantungan energi fosil dan impor energi adalah energinya tidak dapat diperbarui yang akan menyebabkan climate change dan terancamnya ketahanan energi nasional. Kalimantan Barat memiliki sumber energi baru nuklir yang melimpah. PLTN dapat memberikan kontribusi energi yang besar dan murah mengingat BPP Kalimantan Barat saat ini masih terletak di atas TDL yaitu Rp 1525/Kwh. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada lembaga atau instansi terkait untuk kelayakan pembangunan PLTN di Kalimantan Barat. Pembangkit yang digunakan yaitu TMSR500 berkapasitas 2 x 500 MW dengan menggunakan skenario harga penjualan di kisaran 0,0625 – 0,070 US$/kWh. Berdasarkan hasil penelitian total biaya pokok produksi TMSR500 adalah US$ 0,0276/kWh. Diperoleh nilai NPV bernilai positif pada tiap skenario yaitu di kisaran US$ 4.037.830.230,44 sampai dengan US$ 4.906.081.932,34. Nilai IRR yang didapatkan melebihi nilai suku bunga yang dikehendaki pada tiap skenario yaitu 20,73%, 21,82%, 22,81% dan 23,72%. Waktu pengembalian PP pada tiap skenario hanya selama 5,8 sampai dengan 6,5 tahun kurang dari umur proyek. Nilai BCR pada tiap skenario menghasilkan BCR > 1 yaitu 2,26, 2,35, 2,44, dan 2,53. Perhitungan asumsi BPP sistem Khatulistiwa setelah terkoneksi dengan TMSR500 hasilnya dapat menekan BPP Sistem Khatulistiwa mulai dari Rp 238,01/kWh sampai Rp 315,86/kWh pada tiap skenario. Pembangkit TMSR500 layak untuk dibangun di Kalimantan Barat karena dari analisa kelayakan ekonomis menunjukan hasil yang layak dan TMSR500 dapat menekan BPP Kalimantan Barat.
Evaluasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Di Desa Seburuk Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau - Nopryansyah; Rudi Kurnianto; Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.46537

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Desa Seburuk Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau yang telah beroperasi dari tahun 2016 dengan kapasitas 30 kW. PLTMH langsung dikelola oleh masyarakat setempat dan PLTMH ini beroperasi memanfaatkan aliran sungai ngaring kajang yang merupakan sungai kecil di daerah tersebut.Penelitan yang dilakukan yaitu bertujuan untuk menentukan debit air rencana dengan mencari intensitah hujan harian menggunakan metode Mononobe dan analisa Flow Duration Curve (FDC) mendapatkan efesiensi turbin air PLTMH yang ada di Desa Seburuk, Kecamatan, Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau dan Mengevaluasi kapasitas PLTMH yang dibangkitkan dengan daya teoritis yang terhitung. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan debit air yaitu dengan pengukuran secara langsung dan menggunakan metode mononobe untuk menghitung intensitas hujan dengan  mengolah data curah hujan harian dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK), Kemudian dilakukan analisa Flow Duration Curve (FDC) untuk mendapatkan kurva debit aliran sungai selama satu tahun. Dalam Penelitian ini juga menggunakan metode Log Pearson Type III untuk memprediksi probabilitas besarnya debit rata-rata pada rentang waktu 50 tahun kedepan. Dari hasil pengukuran debit secara langsung didapat besarnya debit sungai ngaring kajang sebesar 0,046 m3/s dan tinggi jatuh air yaitu 27 m kemudian dari hasil perhitungan data curah hujan selama satu tahun terakhir dengan mencari intensita hujan menggunakan  Metode Mononobe menunjukan debit rata-rata pada lokasi PLTMH adalah 0,571 m3/s .Ditinjau dari generator yang digunakan hanya dapat menghasilkan daya 30 kW dari sedangkan dari perhitungan daya teoritis yang dihasilkan yang dapat dibangkitkan sebesar 98,75 kW. Dilihat dari kondisi masyarakat yang menggunakan listrik dari (PLTMH) Desa Seburuk Kecamatan Belitang Hulu Kabupaten Sekadau dengan menggunakan generator ini sudah tepat, namun masih banyak daya yang tidak digunakan karena beban yang digunakan oleh masyarakat hanya 6,17 kW (6,25%) dari daya teoritis yang dapat dibangkitkan.
RANCANG BANGUN INVERTER DENGAN MENGGUNAKAN SUMBER BATERAI DC 12V Ray Mundus; Kho Hie Khwee; Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35261

Abstract

Inverter merupakan salah satu alat elektronika yang berfungsi untuk mengubah arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC) dengan besaran tegangan dan frekuensi yang dapat diatur. Output suatu inverter berupa tegangan AC dengan bentuk berupa gelombang kotak (square wave), gelombang sinus modifikasi (sine wave modified), gelombang sinusoidal (pure sine wave). Dalam melakukan penelitiannya penulis menentukan jenis inverter push pull yang akan digunakan. Inverter  jenis push pull ini mengeluarkan output CT. dimana pemasangan kaki drain mosfet 1 dan 2 terpisah dari kaki drain mosfet 3 dan 4. Dalam perancangan inverter push pull sumber tegangan berasal dari baterai DC 12 volt 7,2. Tegangan output dari rangkaian inverter menghasilkan 7 volt, ini terjadi karena adanya beban resistif dari perancangan yang dilakukan berpengaruh pada performa inverter. Pada saat pengukuran bagian output CT dihubungkan pada osiloskop frekuensi output dari inverter ini sebesar 41,66 Hz. Standar frekuensi pada peralatan elektronik sebesar 50-60 Hz. Sedangkan bentuk gelombang output rangkaian inverter berbeda dengan pengukuran pada kaki gate mosfet dan output pin 10 dan 11 IC CD4047 yang mengalir tegangan menuju pin gate berbentuk gelombang kotak. Pada saat pengujian ini, beban yang digunakan adalah resistor dengan nilai sebesar 10 Ω 5 watt dan 100 Ω 5 watt. Pada pengujian beban R = 10 Ω bentuk gelombang kotak dengan frekuensi = 41.67 Hz, perioda = 23.99 ms, Vpp = 128V, Vrms = 107V. Pada saat pengukuran menggunakan beban R = 100 Ω hasil frekuensi = 41,66 Hz, perioda = 24,00 ms, Vpp = 132V dan Vrms = 109 volt. Kesimpuan dari penelitian ini bahwa tegangan output rangkaian inverter kecil dari tegangan input. Bentuk gelombang output rangkaian inverter ini berbeda pada saat tidak berbeban dan berbeban.
PERANCANGAN MULTILEVEL BOOST CONVERTER EMPAT TINGKAT UNTUK PENGISIAN BATERAI MOBIL LISTRIK Muhammad Reza Pahlevi; Ayong Hiendro; Syaifurrahman -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.62233

Abstract

Multilevel boost converter adalah sebuah konverter DC-DC berbasis PWM yang mengkombinasikan antara boost converter konvensional dan fungsi switched capacitor untuk menghasilkan tegangan output yang berbeda dan stabil dengan hanya menggunakan 1 driven switch, 1 induktor, 2N-1 dioda dan 2N-1 kapasitor. Keuntungan multilevel boost converter dibandingkan boost converter konvensional yaitu memiliki rating tegangan yang lebih kecil pada komponen, dan rasio konversi yang luas untuk menaikkan tegangan DC dengan nilai duty cycle yang kecil. Penelitian ini bertujuan untuk merancang multilevel boost converter 4 tingkat untuk pengisian baterai mobil listrik dan membandingkan kinerjanya dengan boost converter konvensional. Penelitian dimulai dengan merancang boost converter menggunakan program simulasi Matlab Simulink untuk mendapatkan nilai komponen yang optimal untuk digunakan. Dari hasil simulasi, dibuat bentuk fisik rangkaian boost converter konvensional dan multilevel boost converter 4 tingkat untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. Pada pengujian menaikkan tegangan secara otomatis didapat error rata-rata yang terjadi pada boost converter konvensional adalah sebesar ±1.2375V, sedangkan untuk multilevel boost converter adalah sebesar ±1.61125V. Rata-rata kenaikan tegangan per 10% duty cycle dalam keadaan tanpa beban pada boost converter konvensional adalah 24,93V sedangkan pada multilevel boost converter adalah sebesar 36,34V. Rata-rata efisiensi dengan menggunakan beban 100Ω, 200Ω dan 300Ω secara berurut pada boost converter konvensional adalah 83,75%, 83,52% dan 85,49%, sedangkan pada multilevel boost converter adalah 28,35%, 49,41% dan 70,11%. Kemampuan pengisian boost converter konvensional adalah sebesar 0,02A dan kemampuan pengisian multilevel boost converter adalah sebesar 0,06A namun kemampuan pengisian yang diperlukan adalah sebesar 3A. Boost converter konvensional dan multilevel boost converter 4 tingkat berhasil dirancang dan dibuat namun belum berhasil untuk melakukan pengisian baterai mobil listrik.
RANCANG BANGUN INVERTER SATU FASA LIMA LEVEL Victor Doan Imatua Sinaga; Ayong Hiendro; Syaifurrahman -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42504

Abstract

Dewasa ini, perkembangan teknologi terus mengalami peningkatan, hal ini terlihat semakin banyaknya peralatan elektronika yang digunakan dalam keperluan sehari - hari, salah satunya dalam ranah ilmu konversi energi listrik, yaitu inverter. Inverter merupakan alat perubahan tegangan listrik yang dapat merubah listrik DC menjadi listrik AC.Telah banyak penelitan – penelitan yang dilakukan dalam rangka mendapatkan sebuah hasil keluaran gelombang tegangan inverter yang sinusoidal. Namun teknik baru yang diteliti akademisi UNTAN belum direalisasikan dalam bentuk perangkat inverter yang nyata. Teknik eliminasi harmonisa adalah sebuah teknik pengolahan sinyal inverter untuk pola pensaklaran maksimum agar didapatakan gelombang keluaran yang sinusodal dan nilai THD seminimal mungkin dengan kombinasi rangkaian pembangkit sinyal kendali mikrokontroler  ARDUINO UNO  dan rangkain Driver Mosfet, inverter diharapkan memiliki gelombang keluaran yang sinusoidal.Dari hasil pengujian dan perhitungan terdapat selisih yang tidak begitu siknifikan pada tegangan output AC Puncak ke puncak adalah 48 Vac.
Rancang Bangun Prototype Turbin Angi Tipe Darrieus Dengan Kecepatan Angin Di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas - Abdurrahim; Ismail Yusuf; Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48385

Abstract

Energi angin merupakan energi terbarukan yang cukup fleksibel, karena energi angin bisa digunakan sebagai pembangkit listrik. Energi angin merupakan salah satu sumber energi yang perlu diteliti, salah satunya di daerah jauh dari jangkaun listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang, dan melakukan uji coba dari sebuah turbin angin tipe darrieus dalam kapasitas kecil, agar menghasilkan energi listrik dari kecepatan angin rendah yang ada di Desa Temajuk. Metodologi penelitian meliputi perancangan desain turbin angin darrieus menggunakan tiga buah sudu, bahan sudu menggunakan plat alumunium 0,5 mm, melakukan eksperimental dari turbin angin darrieus dan observasi. Hasil pengujian menunjukkan nilai kecepatan angin terendah didapat 1,8 m/s dengan tegangan terukur 0,06 volt, arus 0,01 ampere, dan keluaran daya sebesar 0,0006 watt, sedangkan kecepatan angin tertinggi 3,9 m/s dengan tegangan terukur 1,23 volt, arus 0,02 ampere, dan keluaran daya sebesar 0,0246 watt, untuk efisiensi sebesar 0,005%, dan nilai cut-in speed yang diperoleh sebesar 1,8 m/s.
Pengaruh Reflektor Pada Pembangkit Listrik Termoelektrik Menggunakan Energi Panas Matahari Oki Januardi; Ayong Hiendro; Syaifurrahman -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i1.39546

Abstract

Energi panas matahari yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi saat ini mulai ramai dikembangkan. Energi panas matahari pada plat aluminium dapat dikonversikan menjadi energi listrik secara langsung melalui sebuah alat yang dinamakan Thermoelectric Generator (TEG). Penggunaan reflektor yang diarahkan dapat meningkatkan energi listrik pada generator termoelektrik. Plat alluminium digunakan sebagai kolektor surya dan reflektor yang digunakan yaitu aluminium foil yang berjumlah 3 buah. Pada penelitian ini dilakukan pengujian 4 buah modul generator termoelektrik menggunakan reflektor dengan sudut kemiringan 65˚ dan tanpa reflektor dan variasi jumlah volume air pendingin 1 liter dan 5 liter. Pengujian dilakukan pada tanggal 31 januari dan 4 februari 2020, dengan pencatatan data  pengukuran  dilakukan setiap 30 menit dari pukul 09.00 – 15.00 WIB. Pengujian menggunakan reflektor dan air pendingin 5 liter menghasilkan daya sebesar 853,2 mW dengan perbedaan suhu sebesar 26,1˚C dan daya rata-rata yang dihasilkan sebesar 284,788 mW. Sedangkan Pengujian tanpa reflektor dan air pendingin 5 liter menghasilkan daya sebesar 248,27 mW dengan perbedaan suhu sebesar 18,7˚C dan daya rata-rata yang dihasilkan sebesar 89,535  mW. Pengujian menggunakan reflektor dan air pendingin 1 liter menghasilkan daya sebesar 273,50 mW dengan perbedaan suhu sebesar 21,1˚C dan daya rata-rata yang dihasilkan sebesar 63,727 mW. Sedangkan Pengujian tanpa reflektor dan air pendingin 1 liter menghasilkan daya sebesar 122,45 mW dengan perbedaan suhu sebesar 13,4˚C dan daya rata-rata yang dihasilkan sebesar 42,382 mW.
STUDI ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM PENGISIAN BATERAI MENGGUNAKAN ALTERNATOR TIPE KONTAK POINT DENGAN ALTERNATOR TIPE IC REGULATOR - Burhanuddin; Kho Hie Khwee; Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42133

Abstract

Sistem pengisian merupakan salah satu sistem didalam sebuah kendaraan bermotor (mobil) yang mempunyai peran sangat penting. Pada mobil yang menggunakan bahan bakar minyak (pembakaran dalam), sistem pengisian mempunyai peranan yang sangat besar untuk menjamin kelangsungan hidup mesin yaitu untuk mensuplai kebutuhan listrik kebdaraan. Tugas akhir ini membahas mengenai sistem pengisian baterai menggunkan alternator tipe kontak point dengan alternator tipe IC regulator baik dalam kondisi beban Off dan juga On serta membandingkannya. Analisi sistem pengisian baterai menggunakan alternator kontak point pada tipe mobil Toyota Kijang Grand tahun 1995 pada saat kondisi batrai dalam keadaan stanbay (mesin kondisi mati) menghasilkan tegangan (volt) sebesar 12,12 Volt dengan kategori tidak stabil. Sedangkan uji coba kondis mesin dalam keadaan hidup atau menyala dan dalam kondisi tanpa beban (lampu dan AC dalam kondisi Off) rata-rata menghasilkan tegangan (volt) sebesar 15,13 volt serta dalam kondisi dengan beban rata-rata menghasilkan tegangan sebesar 13,20 volt dengan kategori sama-sama tidak stabil. Sedangkan analisis sistem pengisian baterai menggunakan alternator tipe IC regulator pada tipe mobil Nissan Grand Livina tahun 2012 pada saat kondisi batrai dalam keadaan stanbay (mesin kondisi mati) menghasilkan tegangan (volt) sebesar 12,20 Volt dengan kategori tidak stabil. Sedangkan uji coba kondis mesin dalam keadaan hidup atau menyala dan tanpa beban mencapai rata-rata sebesar 14,24 volt dengan kategori stabil, dan ketika dengan beban mencapai rata-rata sebesar 14,04 voltdengan kategori stabil. Selain itu terdapat perbedaan yang signifikan antara kestabilan tegangan antara alternator tipe kontak point tanpa beban dengan alternator tipe IC regulator karena nilai sig sebesar 0,000, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Begitu juga terdapat perbedaan yang signifikan antara kestabilan tegangan antara alternator tipe kontak point dengan alternator tipe IC regulator, karena nilai sig sebesar 0,009. Oleh karena nilai signifikansi > alpha (0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Penerapan Aplikasi Blynk Pada Simulator Photovoltaic - Imamsyah; Syaifurrahman -; Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.50383

Abstract

Simulator photovoltaic adalah suatu perangkat yang dapat mensimulasikan suatu kondisi perubahan iradiasi yang dapat diatur untuk mengetahui nilai karkteristik photovoltaic. Pada saat ini penelitian  untuk pengujian photovoltaic susah dilakukan, karena keterbatasan alat simulator ataupun kondisi perubahan lingkungan yang tidak dapat dikendalikan pada saat proses pengujian photovoltaic. Dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang, simulator photovoltaic juga dapat dikembangkan dengan menggunakan konsep Internet of Things (IoT), sehingga proses pengujian dan monitoring tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga dapat dilakukan secara mobile menggunakan smartphone dengan memanfaatkan mikrokontroler NodeMCU ESP8266. Pengujian menggunakan simulator photovoltaic akan didapat nilai karakteristik hubungan antara intensitas cahaya, suhu, beban dan daya yang dihasilkan. kemudian dari data tersebut akan dikirimkan oleh mikrokontroler ke aplikasi blynk sehingga data hasil pengujian mudah dipantau
Rancang Bangun Inverter Satu Fasa 7-Tingkat Menggunakan Filter Pasif L-C Abdul Rosyid Al-Ubaedah Lubis; Ayong Hiendro; Syaifurrahman -; Dedy Suryadi; Managam Rajagukguk
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.62997

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu komponen terpenting dalam perkembangan ekonomi suatu daerah. banyak penelitian menciptakan inovasi baru tentang energi terbarukan, sebagian besar energi terbarukan memiliki hasil energi listrik yang sifatnya variabel, sehingga diperlukan peralatan penyimpanan energi listrik. Penyimpanan energi listrik di dalam reaksi kimia baterai berbentuk tegangan DC,  sehingga perlu alat untuk mengonversi tegangan DC menjadi tegangan AC. Inverter adalah salah satu komponen penting catu daya yang berfungsi mengubah sumber tegangan masukan DC ke bentuk sumber tegangan keluaran AC. Oleh karena itu, dirancang  suatu multilevel inverter Satu Fasa 7-Tingkat Menggunakan Filter Pasif L-C pada sisi keluaran inverter yang menggunakan Teknik Selektif Harmonik Elimination PWM (SHEPWM) untuk merancang switching yang digunakan untuk mengontrol sakelar di inverter. Pengontrolan sakelar menggunakan mikrokontroler Arduino dengan menggunakan 10 pin out ada di dalam mikrokontroler, Hasil pengukuran menunjukkan bahwa persentase galat pada frekuensi 16,66% dan mengalami drop tegangan sebesar 63,9% .
Co-Authors - Abdurrahim - Imamsyah - Nopryansyah - Sarjono -, Syaifurrahman -, Yandri A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rosyid Al-Ubaedah Lubis Abdurrahim, - Abqori Aula Agus Tianto Hendri Putra Alamsyah, Tomi Alvian, - Andri Andri Ariansyah, Ahmad Arisfati Fauzi Arpiandi, Muhammad Rizky Aula, Abqori Baehaqi Burhanuddin Burhanuddin Dedi Triyanto Dedy Suryadi Dedy Suryadi Dina Setyawati Dwi Bimantara, Ardhiaz Satria F. Trias Pontia Wigyarianto Fauzi, Arisfati Fitri Imansyah Fitriah Fitriah Fitriah Husin Ginanjar, - Hartono, Rudi Hasan Ashari Oramahi Hastama, Kurnia Hendri Putra, Agus Tianto Ilmi, Muhamad Imamsyah, - Imatua Sinaga, Victor Doan Intan Putri Iqbal Arsyad Ismail Yusuf Ismail Yusuf Ismail Yusuf, Ismail Ismail, Muhammad Yusuf Ivan Sujana Jannus Marpaung Januardi, Oki Junaidi - Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi, J Kho Hie Khwee Kho Hie Khwee Kho Hie Khwee Kho Hie Khwee Kho Hiee Khwee Khwee, Kho Hiee Kiki Prio Utomo Kiki Prio Utomo Kiki Prio Utomo Kurnia Hastama M. Irfani Hendri M. Irfani Hendri M. Irwanto M. Ismail Yusuf Managam Rajagukguk Managam Rajagukguk Misli, - Mohd Hafeez Muhamad Ilmi Muhammad Reza Pahlevi Muhammad Taufiqurrahman, Muhammad Muhammad, Dustin Muhammad, Roofi Mundus, Ray Neilcy Tjahja Mooniarsih Nopryansyah, - Oki Januardi Pindra, Willy Pratama, Bayu Angga Prio Utomo, Kiki Raditya, Zeldi Rahmansyah, Agum Ray Mundus Ridwan, Muhammad Daflie Rivani, Reko Rizki Nofetra Yudi Rizki, Tengku M Rocki Mahendra Rudi Kurnianto Rudi Kurnianto Rudy Gianto Ruqiah Ganda Putri Panjaitan Ruqiah Ganda Putri Panjaitan Sanjaya, Willie Suwarno Suwarno Syafrudin Masri Syaifurrahman - Syaifurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syukrillah, Muhammad Tomi Alamsyah Tri Wahyuda Trias Pontia Wigyarianto Ulwan, Nasih Usman A. Gani Utomo, Kiki Prio Verdian, Rifqi Azzumardi Victor Doan Imatua Sinaga Wibowo, Dandy Putra Wigyarianto, F. Trias Pontia Willy Pindra Yandri - Yandri Yandri Yandri, - Yohannes M Simanjuntak Yohannes M. Simanjuntak Yudi, Rizki Nofetra Yuliati Indrayani Yuliati Indrayani Yusuf, M. Ismail Yusuf, Muhammad Ismail Zainal Abidin Zainal Abidin Zatira, Alya Zeldi Raditya