Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BAHASA INGGRIS SISWA INKLUSI MELALUI EXCLUSION COURSE DI SD ALAM MAHIRA BENGKULU Ria Angraini; Yupika Maryansyah; Ivan Achmad Nurcholis; Yusmaniarti Yusmaniarti; Safitri Nur Fauziah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan program pemerintah untuk mengakomodasi siswa yang mempunyai kebutuhan khusus, maka banyak sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus untuk dapat mengikuti pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah mereka, sehingga anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus tidak harus bersekolah di sekolah khusus seperti SLB. Sehubungan dengan hal tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai salah satu institusi yang berkewajiban untuk memberikan pelayanan pengabdian pada masyarakat merespon program pemerintah ini untuk membantu pihak sekolah memberikan pendidikan siswa berkebutuhan khusus dengan melibatkan dosen dan mahasiswa melalui pendirian kursus di sekolah yang diberi nama Exlusion Course. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Exclusion Course bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris siswa inklusi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih keterampilan mengajar mahasiswa. Lokasi kegiatan pengabdian kapada masyarakat berada di SD Alam Mahira Bengkulu. Kegiatan ini melibatkan 13 siswa inklusi dari kelas 1-3 yang memiliki ketunaan yang berbeda-beda. Exclusion Course diresmikan di SD Alam Mahira Bengkulu pada tanggal 09 November 2021, dan kegiatan ini berakhir pada tanggal 03 Desember. Kegiatan ini dilakukan dalam 12 pertemuan yang disetiap pertemuan menyampaikan materi pembelajaran yang berbeda. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan metode sosialisasi dan metode bimbingan. Hasil kegaitan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Exclusion Course menunjukan bahwa siswa sangat senang dan antusias dengan kegiatan kursus ini. Berdasarkan tes yang dilakukan kepada siswa inklusi setelah mendapatkan bimbingan, dapat dilihat minat dan motivasi dalam mempelajari  keterampilan bahasa Inggris hal ini bisa dilihat dari siswa mampu mengingat semua materi yang sudah diajarkan, meskipun beberapa kali harus diberi petunjuk terlebih dahulu serta tetap mengikuti kelas secara rutin sampai kegiatan berkahir. Kata Kunci: Exclusion Course, Keterampilan Bahasa Inggris, Siswa Inklusi.
PENINGKATAN BERBAHASA INGGRIS KARYAWAN RESORT DENGAN PENDEKATAN CONTENT AND LANGUAGE INTEGRATED LEARNING (CLIL) Yupika Maryansyah; Ivan Achmad Nurcholis; Ria Angraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bisnis pariwisata di Kabupaten Kaur Propinsi Bengkulu sedang berkembang pesat, terutama penginapan dan resort. Kabupaten Kaur memiliki banyak pantai yang indah dan populer bagi para wisatawan, terutama untuk bermain surfing. Pangubaian Surfing dan Resort merupakan salah satu pelaku bisnis pariwisata yang menawarkan penginapan dan fasilitas surfing di lokasi pantai yang indah. Namun, kendala dalam komunikasi bahasa Inggris sering dialami oleh karyawan di resort tersebut ketika melayani tamu asing. Bahasa inggris dirasa masih kurang dikuasai oleh karyawan di Pangubaian Surfing dan Resort. Pengelola Pangubaian Surfing dan Resort sering kali mengalami kendala komunikasi jika ada tamu asing yang menginap di penginapan yang ada di resort mereka. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan bahasa Inggris untuk pariwisata dengan pendekatan mengajar bahasa Inggris Content and Language Intregrated Learning (CLIL). Pendekatan ini cocok digunakan dalam pengajaran para karyawan karena materi dikemas secara apik antara teori dan praktik bahasa. Setelah pelatihan dilaksanakan, terlihat peningkatan kemampuan berbahasa Inggris para karyawan di Pangubaian Surf Resort. Dengan kemampuan berbahasa Inggris yang meningkat, mereka akan semakin percaya diri dalam melayani tamu asing yang datang ke tempat mereka. Pada akhirnya, kemampuan dan kepercayaan diri mereka akan ikut meningkatkan mutu layanan perusahaan mereka. Kata Kunci: Peningkatan berbahasa inggris, karyawan resort, CLIL.  
PENGGUNAAN METODE TRANSLANGUAGING DALAM PENGAJARAN ENGLISH VOCABULARY KEPADA PEMBELAJAR PEMULA DI KOTA BENGKULU Yupika Maryansyah; Ria Angraini; Ivan Achmad Nurcholis; Washlurachim Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 1 (2024): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat ini mengeksplorasi penerapan metode translanguaging dalam pengajaran bahasa Inggris untuk pemula di Kota Bengkulu. Metode translanguaging menggunakan bahasa ibu siswa sebagai sumber daya dalam proses pembelajaran. Metode ini terbukti efektif dalam mempercepat pemahaman siswa dan penguasaan kosakata bahasa Inggris. Dengan melakukan penilaian awal, guru dapat mengetahui kemampuan bahasa siswa dan kebutuhan belajar mereka, sehingga strategi pembelajaran yang diterapkan lebih tepat sasaran. Menggunakan bahasa ibu saat merencanakan dan mengajar materi memungkinkan siswa memahami konsep dengan lebih baik sebelum mempelajarinya dalam bahasa Inggris, yang memungkinkan transfer pengetahuan yang lebih cepat dan efektif. Aktivasi pengetahuan awal melalui diskusi dalam bahasa ibu dan penggunaan alat bantu visual terbukti efektif dalam pengajaran karena membantu siswa membuat hubungan antara materi baru dan pengetahuan yang sudah mereka miliki sebelumnya. Penggunaan pendekatan dual-language instruction dan modeling dalam pengajaran materi membantu siswa merasa lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Penggunaan kode-switching memungkinkan siswa menggunakan kedua bahasa secara bersamaan dan mengatasi kesulitan dalam memahami konsep baru, yang meningkatkan pengalaman belajar mereka. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa metode translanguaging berhasil meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa serta memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris. Siswa merasa lebih nyaman dan termotivasi, dan guru memperoleh pendekatan pengajaran yang lebih inklusif dan adaptif.Kata Kunci: translanguaging, pengajaran vocabulary, pembelajar pemula
PENGAJARAN SPEAKING DENGAN METODE SPACE REPETITION (SR) KEPADA PEMBELAJAR PEMULA DI KOTA BENGKULU Yupika Maryansyah; Ivan Achmad Nurcholis; Washlurachim Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 3 (2024): Desember: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa pemula di Kota Bengkulu dengan menggunakan metode pengajaran Space Repetition (SR) atau pengulangan berjarak. Pembelajar pemula sering menghadapi masalah seperti kecemasan berbicara, kosakata terbatas, dan kesulitan mempertahankan informasi jangka panjang. Pengajaran berbicara dengan metode SR dimaksudkan untuk mengatasi masalah ini. Metode SR melibatkan penambahan kosakata dan struktur bahasa secara bertahap, meningkatkan retensi memori dan memudahkan pembelajar mengingat materi dalam jangka waktu lebih lama. Program pengabdian masyarakat ini melibatkan mahasiswa dan dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu, serta anak sekolah dasar. Selama dua bulan, mereka mendapatkan bimbingan khusus dalam pengajaran berbicara melalui metode SR. Hasil program menunjukkan bahwa kemampuan berbicara, retensi kosakata, dan kepercayaan diri peserta meningkat secara signifikan. Peserta juga merasa lebih nyaman menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai situasi dan tidak takut berbicara. Program ini juga membantu pendidik dengan memberi tahu mereka tentang pentingnya pengajaran berbasis pengulangan berjarak untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris.