Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI TURPEPEL (Cuora amboinensis) DI SUNGAI WAIMAMOKANG, DESA HALONG PULAU AMBON Silahooy, Veince Benjamin; Huwae, Laury Marcia Chara
Biofaal Journal Vol 1 No 2 (2020): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.745 KB) | DOI: 10.30598/biofaal.v1i2pp107-111

Abstract

C. amboinensis dalam Bahasa lokal Maluku disebut Turpepel, sering dilaporkan kemunculannya di hutan sepanjang DAS waimamokang Desa Halong. Penurunan populasi hingga 50-80% dalam 20 tahun terakhir mengakibatkan perlu evualuasi kembali dan hasilnya menempatkan spesies ini masuk dalam kategori konservasi lebih tinggi yaitu Endangered (EN). Analisa data dilakukan secara deskripif dengan melakukan pengukuran langsung pada karapas, plastron, kepala, kaki dan massa dari setiap individu. Deskriptif karakter morfologi dijelaskan secara akurat sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian ini ditemukan 7 individu Turpepel (C. amboinensis) dimana 6 diantaranya berkelamin jantan dan 1 berkelamin betina. Karapas tersusun atas lempengan yang keras berbentuk segi enam yang simetris vertikal. Plastron dapat digerakan terutama pada bagian yang dekat dengan kepala dan ekor. Seluruh bagian kepala dapat disembunyikan, dan tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara panjang dan lebar pada kaki depan dan kaki belakang
PENINGKATAN KEBERHASILAN IMPLANTASI TIKUS Rattus norvegicus TERPAPAR ASAP ROKOK PASCA DITERAPI EKSTRAK ETANOL RUMPUT KEBAR (Byophytum petersianum Klotzsch) Rahandity, Jeanny Stevani; Unitly, Adrien Jems Akiles; Eddy, La; Huwae, Laury Marcia Chara
Biofaal Journal Vol 2 No 1 (2021): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.913 KB) | DOI: 10.30598/biofaal.v2i1pp19-27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keberhasilan implantasi tikus Rattus norvegicus terpapar asap rokok pasca diterapi ektrak etanol rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch). Penelitian mengggunakan metode eksperimental laboratorik dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan yang masing-masing diulang tiga kali, yaitu (-): Kelompok kontrol negatif yaitu tikus yang tidak diberi perlakuan, (+): Kelompok kontrol positif yaitu tikus dipaparkan asap rokok selama 28 hari, (0.067): Kelompok tikus yang dipapar asap rokok selama 28 hari kemudian diberi ekstrak etanol rumput kebar dengan dosis 0.067mg/ekor/hari selama 28 hari, dan (0.135): Kelompok tikus yang dipapar asap rokok selama 28 hari kemudian diberi ekstrak etanol rumput kebar dengan dosis 0.135mg/ekor/hari selama 28 hari. Setelah itu, semua tikus dikawinkan. Pengamatan jumah korpus luteum pada organ ovarium dan titik implantasi pada organ uterus tikus dilakukan pada usia kebuntingan 12 hari. Data yang dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA)-SPSS versi 16.0 dilanjutkan dengan uji Duncan dengan selang kepercayaan 95% (α = 0.05) dan metode nonparametric. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol rumput kebar (Byophytum petersianum Klotzsch) dengan dosis 0.135 mg/ekor/hari mampu meningkatkan keberhasilan implantasi tikus Rattus norvegicus.
SELEKTIFITAS PERTUKARAN ION Mg-K AKIBAT PEMBERIAN LARUTAN NH3 PADA TANAH RENZINA DENGAN BEBERAPA WAKTU INKUBASI Silahooy, Charles; Silahooy, Veince Benjamin; Huwae, Laury Marcia Ch
Biofaal Journal Vol 3 No 1 (2022): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v3i1pp12-18

Abstract

The cation exchange on the adsorbtion complex constitutes an important chemical character of soil in determining soil fertility level. To see which ion that more selective to be separated by NH4+ ion complex absorbtion between Mg and K. The expereiment was done at soil laboratory, faculty of agriculture, pattimura university ambon. The expereiment applied completely randomized desighn. With factorial pattern. NH3 solution treatment consist of 3 hour, 7 and 14 days. the result of the expereiment showed that there was an interaction between NH3 solution treatment and incubation time on the selectivity interchange of Mg-K ion, the availability rate of K and Mg, the change of pH and the conductivity of electricity . the addition of NH3 solution increased soil ph, DHL, Exchangable Mg, exchangeable k, Mg2+ and k+ ions in the soil solution and effected selectivity of Mg-k ion interchange.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Vibrio sp. DARI DAUN SERNAI (Wedelia biflora) Hitijahubessy, Hendro; Samid, Aprianti; Jalmaf, Welda Kristiyanti; Hasanela, Nurani; Huwae, Laury Marcia Ch
Biofaal Journal Vol 3 No 1 (2022): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v3i1pp43-50

Abstract

Penyakit Vibriosis pada ikan kakap, udang vaname dan rumput laut sering disebabkan disebabkan oleh bakteri Vibrio sp. Penyakit tersebut dapat dideteksi dengan mengisolasi bakteri dan menanamnya pada media agar selektif Vibrio sp. yaitu Thiosulfate Citrate Bile Sucrose (TCBS) agar. Daun sernai (Wedelia biflora) adalah tumbuhan yang banyak diteliti dan berguna sebagi antimikroba atau antibakteri. Berdasarkan kegunaan sebagai anti bakteri diharapkan dalam penelitian ini bahwa daun sernai dapat menjadi antibakteri Vibrio sp. Efektifitas dan efisiensi dari daun sernai sebagai antibakteri Vibrio sp. dalam penelitian ini dapat diperoleh dengan menentukan rendemen ekstrak, analisis fitokimia dan uji aktifitas ekstrak sebagai antibakteri Vibrio sp dengan metode disc diffusion Kirby-Bauer. Rendemen ekstrak daun sernai yang dihasilkan sebesar 11,7 %, dengan kandungan metabolit sekunder hasil uji fitokimia serbuk daun sernai menunjukan positif adanya senyawa alkaloid, terpenoid, flavonoid, dan saponin. Ekstrak daun sernai dengan konsentrasi 100 % mampu menghambat bakteri dengan respon hambat pertumbuhan bakteri Vibrio sp. yang kuat atau sensitif dan mempunyai respon hambat yang sama dengan tetrasiklin 30 mg.
JUMLAH SEL LEYDIG DAN SEL SERTOLI TIKUS GALUR SPARAGUE-DAWLEY TERPAPAR SOPI PASCA DITERAPI EKSTRAK ETANOL SIRIH CINA (Peperomia pellucida L.) Unitly, Adrien Jems Akiles; Killay, Amos; Moniharapon, Mechiavel; Eddy, La; Silahooy, Veince B; Huwae, Laury Marcia Ch; Moniharapon, Debby Dijola; Lakesubun, Bella Frida
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp010-018

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah sel Leydig dan sel Sertoli tikus terpapar sopi pasca diterapi ekstrak etanol sirih cina (Peperomia pellucida. L). Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini, dengan membagi 15 ekor tikus ke dalam 5 kelompok perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, yaitu kelompok 5.4 adalah 3 ekor tikus yang diberi sopi 5.4 ml/ekor/hari selama 14 hari (kontrol negatif), kelompok Vit. C 6.3 adalah 3 ekor tikus yang diberi sopi 5.4 ml/ekor/hari kemudian diberi Vitamin C 6.3 mg/ekor/hari selama 14 hari (kontrol positif), kelompok 0.71, 1.43 dan 2.86 adalah 3 ekor tikus yang diberi sopi 5.4ml/ekor/hari selama 14 hari kemudian kemudian masing-masing kelompok diberi ekstrak etanol sirih cina 0.71g/ekor/hari selama 14 hari, 1.43g/ekor/hari selama 14 hari dan 2.86g/ekor/hari selama 14 hari. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Zoologi dan Mikroteknik Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura Ambon mencakup persiapan hewan model, pemberian minuman sopi, ekstraksi sirih cina, pembuatan preparat histologis dan pengamatan. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji duncan pada taraf nyata a = 0.05 menggunakan perangkat lunak SAS dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil untuk mengetahui perbedaan perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian sopi 5.4 ml dapat menyebabkan penurunan jumlah sel Leydig dan sel Sertoli dan setelah diberi ekstrak etanol sirih cina, jumlah sel Leydig dan sel Sertoli mengalami peningkatan, dimana dosis ekstrak etanol sirih cina yang baik untuk sel Leydig adalah 2.86g dan untuk sel Sertoli adalah dosis 1.43g.
SKRINING FITOKIMIA DAN ANTIBAKTERI CANGKANG DAN DURI BULU BABI Diadema setosum Birahy, Deford Cristy; Siahaya, Griennasty Clawdya; Bustomi, Bustomi; Seumahu, Cecilia Anna; Nindatu, Maria; Mainassy, Meillisa C; Huwae, Laury Marcia Ch
Biofaal Journal Vol 5 No 1 (2024): Biofaal Journal
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biofaal.v5i1pp044-052

Abstract

Bulu babi Diadema setosum relatif melimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia dan kemampuan antibakteri ekstrak etanol cangkang dan duri bulu babi Diadema setosum terhadap isolat bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp. Metode penelitian yang dilakukan meliputi ekstraksi cangkang dan duri bulu babi Diadema setosum dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skrining fitokimia ekstrak cangkang bulu babi (Diadema setosum) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Senyawa yang ditemukan pada ekstrak duri bulu babi Diadema setosum antara lain alkaloid, flavonoid, dan tanin. Pengujian antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa kedua sampel (cangkang dan duri) menghasilkan zona hambat terhadap isolat bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp.
PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI KEPADA SISWA KATEKISASI DI SEKTOR CALVARY JEMAAT GPM REHOBOTH Huwae, Laury Marcia Chara; Hukubun, Ronald Darlly; Hukubun, Wiwien Gaby
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.25 KB) | DOI: 10.30598/pakem.2.1.18-23

Abstract

Disaster mitigation is an effort that can be done to prevent casualties and minimize losses, this is in line with the condition of Maluku which is prone to earthquakes. This PKM aims to provide knowledge and understanding of earthquake disaster mitigation. The service method is presented in the form of providing material, discussion and evaluation. It is hoped that the targeted catechism students (partners) can become “agents of change” in sharing information and knowledge with the general public about the importance of disaster emergency preparedness
PENGENALAN LINGKUNGAN PESISIR DAN LAUT BAGI SISWA SMP NEGERI 1 ATAP SATHER, KABUPATEN MALUKU TENGGARA Hukubun, Wiwien Gaby; Huwae, Laury Marcia Chara
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.2.2.90-95

Abstract

Coastal villages have direct access to coastal ecosystems, mangroves, seagrass beds, and coral reef ecosystems. Socio-ecologically, coastal villages have a linkage and dependence between coastal community activities and the existence of ecosystems/ecology. Knowledge of coastal areas is important for the people living around the area. Community Service is focused on teenagers/youth as part of the community with an educative counseling approach to the students of SMP Negeri Satu Atap Sather which aims to foster a sense of love and care for the coastal area and the ecosystem in it. Service activities went well. More intense and periodic education is needed to instill a caring attitude and a sense of love for the coastal and marine environment, so that coastal and marine resources can be maintained and sustainable
Efek Terapi Sirup Cengkeh Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Rattus norvegicus Diabetes Melitus Nindatu, Maria; Unitly, Adrien Jems Akiles; Silahooy, Veince B.; Eddy, La; Huwae, Laury Marcia Chara; Sembiring, Firly H. R.; Reasoa, Jesmendy; Matakupan, Maya M.; Lesirolo, Medlin; Laratmase, Nia D.; Pattinama, Etty; Far Far, Thessa N.
Kalwedo Sains (KASA) Vol 2 No 1 (2021): Kalwedo Sains (KASA), Maret 2021
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav2i1p41-47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi sirup cengkeh terhadap kadar glukosa darah tikus Rattus norvegicus diabetes melitus. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Hasil yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) kemudian dilanjutkan Uji Duncan pada taraf nyata α = 0,05 menggunakan perangkat lunak SAS. Sampel berjumlah 12 ekor tikus, yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok tikus K (+), P1, P2 dibuat diabetes dengan injeksi streptozotocin 45 mg/kg BB. Kelompok P1 dan P2 diberikan sirup cengkeh dengan dosis berturut- turut 1,8 dan 3,6 ml/ekor/ hari. Tikus diaklimatisasikan selama 21 hari kemudian diberi perlakuan selama 14 hari, dan kadar glukosa darahnya diukur pada hari ke 7 dan hari ke 14. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek penurunan kadar glukosa darah, yang mana dosis efektif yaitu 1,8 ml/ekor/hari. Dapat disimpulkan bahwa sirup cengkeh memiliki potensi dalam menurunkan kadar glukosa darah pada tikusRattus norvegicus diabetes melitus.
Dinamika dan Ekobiologi Teripang di Perairan Desa Hunuth, Kota Ambon Huwae, Laury M. Ch.; Hukubun, Ronald D.; Wakano, Deli; Silahooy, Veince B.; Pentury, Kresyan
Kalwedo Sains (KASA) Vol 2 No 2 (2021): Kalwedo Sains (KASA), September 2021
Publisher : Program Studi Di Luar Kampus Utama Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/kasav2i2p106-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter fisik kimia perairan terhadap pertumbuhan teripang, menginventarisir jenis-jenis teripang, dan tingkat eksploitasi teripang. Penelitian dilakukan di perairan pesisir Desa Hunut, Kota Ambon pada bulan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi perairan sangat mendukung keberadaan dan pertumbuhan teripang. Didapati pula bahwa teripang di perairan pesisir Desa Hunut didominasi oleh famili Holothuriidae dan famili Stichopodidae. Aktifitas penangkapan yang tidak memperhatikan aspek keberlanjutan akan mengancam keberadaan sumberdaya teripang.
Co-Authors Adhe Fitri Rohly Elys Adrien Jems Akiles Unitly Aidah Z. N. Rohmah Aldeva H. F Mawuntu Aldi Renata Alia U. Mahua Amos Killay Angela Ruban Anggrek, Sevennia Apituley, Edwin T. Avriyanti, Adivya Bandjar, Muniati Nur Aisyah Baszary, Chomsa Dintasari Umi Birahy, Deford Cristy Bustomi Bustomi Buton, Musrifa CECILIA ANNA SEUMAHU Charlota Masully Chrisnata Manihuruk Christiana Manuella Violynn Clifford R. Kundiman Dhea Nurafni Firmansyah DOMINGGUS MALLE Elsy Taruk Linggi Esra Yudha Empra Evanthely N. Ch. M. Tahalele Far Far, Thessa N. Fira A. Rehalat Gian Rumahlatu Gladys R. Pamesti Glaselaria A. Oeijano Gloria A. D. Rante Gloria M Souissa Gloria Sitaniapessy Godwin W. A. Hehanussa Gratia D. Manuputty Gresti Vionae Hanoatubun, M. I. H. Hartati, Dwi Hasanela, Nurani Helmalya Putri Hendra Titawael Hendrikus Sakliressy Hendro Hitijahubessy Hermanto Romera Hubert A. Mainake Hukubun, Wiwien Gaby INDRA RAHMAWATI Inri Chartini Johansz Jalmaf, Welda Kristiyanti Jembris Nustelu Joel Apriyanto Fejacreyo Huka Johan B. Bension Johan Bruiyf Bension Jorgi B. Kurniawan Joshua Amstrong Leuwol Jossep Titirloloby Josua Frans Trianto Juan Marchel Paulus JUNUS PICARIMA Jusuf Leiwakabessy Karan Silaratubun Kesia L. Sahusilawane Kezia Cornelia Klau Kezia Sovici Tuhuleruw Klarita Johana Linansera Kresyan Pentury Kristi Lenci Patty Kuntum N. Lisaholet La Eddy Labibah Nur Dini Lakesubun, Bella Frida Laratmase, Nia D. Laura B. S. Huwae Laura Bianca Silvia Huwae Laura Bianca Sylvia Huwae Lenci Patty, Kristi Lesirolo, Medlin Liklikwatil, Devita Lunmisay, Jelian Lusanra Jacqueline Tutkey M. Aldi Septian Mainassy, Meillisa C Marcia Lainsamputty Marlin C. Wattimena Marlin Chrisye Wattimena Matakupan, Maya M. Megumi I. P. Malle Merlin Getdha Putnarubun Merlyn Andrianne Alfons Michele C. Manuputty Michele F. C. Usmany Moniharapon, Debby Dijola Moniharapon, Mechiavel Mose, Windi Mutia F. Tala Nindatu, Maria Nusaly, Windy Natalia Pattinama, Etty Patty, Kristi Lenci Paulina Ester Linansera Pentury, Kresyan Pingkan Aditiawati Pretty Mitra Kristina Zebua Prezto S. A. Dabutar Rahandity, Jeanny Stevani Ratih C. F. Ratumanan Reasoa, Jesmendy Revi A. Rumbawa Rina S. D. Suganda Riskiya Riskiya Ronald Darlly Hukubun Ruben Mesasnuat S. Tentua, Caroline Safitriyani Safitriyani Salmawati, Mimi Samid, Aprianti Sembiring, Firly H. R. Sherly Lewerissa Siahaya, Griennasty Clawdya Silahooy, Charles Silahooy, Veince B Silahooy, Veince B. Silahooy, Veince Benjamin Sri J. A. Bandu Stefanno M. A. Rijoly Stefano M. A. Rijoly Stela Salamor Suranti Pratiwi Syalvira N. Nasaruddin Trisna Marsadi Tulalessy, Nielmark Veince Benyamin Silahooy, Veince Benyamin Ventia Cika Tanikwele Vivin Ayuasthika WAHYU PURBOWASITO Wakano, Deli Yansen Jagatri Kufla Yayan Asmawan Yoisye Lopulalan Yulia Yunita Mayor Yulius Ruspanah Zusye Latuihamallo