Claim Missing Document
Check
Articles

Conception Rate of Filial Friesian Holstein Cows After Being Inseminated Using Unsexed and Sexed Semen Firdaus, Amir; Utami, Putri; Ramadhani, Anisa; Syah, Habib Asshidiq; ShikhMaidin, Mashitah; Yekti, Aulia Puspita Anugra; Isnaini, Nurul; Susilawati, Trinil
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 34 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2024.034.01.11

Abstract

This research aimed to increase the reproduction of dairy cows with artificial insemination (AI) in Filial Friesian Holstein cows using sexed semen. This research was conducted in Pandesari Village, Pujon District, Malang Regency, East Java. The 114 Filial Friesian Holstein cows were used in this research and divided into three Treatments: T1: 38 cows were inseminated using unsexed semen, T2: 38 cows were inseminated using albumin sedimentation sexed semen, and T3: 38 cows were inseminated using Percoll density gradient centrifugation (PDGC) sexed semen. The material was selected by purposive sampling with a minimum body condition score (BCS) specification of 2.5 (scale 1-5); the material had normal reproductive organs and showed signs of heat/estrus. The parameters of this study are the percentage of non-return rate (NRR) 1, NRR 2, and conception rate (CR). The data obtained were analyzed using descriptive analysis. The differences in NRR and CR between the unsexed sperm, sexed sperm with albumin sedimentation, and sexed sperm with PDGC were analyzed with the chi-square test and were considered significant at p < 0.05. The chi-square test was carried out to compare the observed values with the expected values. The results showed that the success of artificial insemination was greater by using albumin-sedimented sexed semen compared to unsexed semen or PDGC-sexed semen, with NRR values of 1 (95%), NRR values of 2 (87%) and CR values of 63%. The conception rate of artificial insemination using albumin-sedimented sexed semen was 63% greater than that of artificial insemination using unsexed semen and PDGC-sexed semen, which obtained the same value of 47%.
Sex Ratio Fetus Hasil Inseminasi Buatan Menggunakan Semen Beku Dosis Tunggal dan Dosis Ganda pada Sapi Friesian Holstein Azmi, Dandy Ulul; Yekti, Aulia Puspita Anugra; Susilawati, Trinil
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2022.023.01.6

Abstract

Usaha sapi perah membutuhkan pedet betina untuk replacement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sex ratio fetus hasil IB menggunakan semen beku dosis tunggal dan dosis ganda, mengetahui proporsi spermatozoa X dan Y dalam semen beku dan konfirmasi proporsi spermatozoa X dan Y dengan sex ratio fetus hasil IB. Materi dalam penelitian ini adalah 43 ekor fetus dari 100 ekor induk hasil IB semen beku dosis tunggal dosis dan 40 ekor fetus dari 98 ekor induk hasil IB semen beku dosis ganda menggunakan semen beku sapi FH. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dengan menghitung persentase jenis kelamin fetus hasil IB menggunakan alat ultrasonografi (USG) dan proporsi spermatozoa X dan Y dalam semen beku. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semen beku memiliki persentase proporsi spermatozoa X sebesar 49,70% dan spermatozoa Y sebesar 50,30%. Jenis kelamin fetus yang berhasil di identifikasi hasil IB menggunakan semen beku dosis tunggal dosis adalah fetus betina sebesar 72,89% dan fetus jantan 27,11%, sedangkan pada hasil IB menggunakan semen beku dosis ganda mendapatkan hasil fetus Betina 69,33% dan fetus jantan 30,67%. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah sex ratio fetus betina hasil IB lebih tinggi daripada jenis kelamin fetus jantan.
Kajian Karakteristik Fenotipe Kuantitatif dan Kualitatif Ayam Bekisar Hamiyanti, Adelina Ari; Ciptadi, Gatot; Nuryadi, Nuryadi; Yekti, Aulia Puspita Anugra
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.4

Abstract

Ayam bekisar merupakan hasil persilangan interspesies antara ayam hutan merah/ayam hutan hijau jantan dengan ayam kampung. Persilangan ini menguntungkan dari segi fenotipe karena menghasilkan warna bulu yang indah selain suara kokokan yang memikat. Karakteristik fenotipe kuantitatif dan kualitatif ayam bekisar belum terdokumentasi dengan baik sehinggapenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran fenotipe kuantitatif dan kualitatif dari ayam bekisar jantan. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian menggunakan 95 ekor ayam dewasa yang terdiri dari 5 ekor ayam hutan jantan, 65 ekor ayam kampung betina dan 25 ekor ayam bekisar jantan yang diperoleh di Kecamatan Dau Kabupaten Malang danKecamatan Suboh Kabupaten Situbondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfometrik ayam bekisar yaitu panjang femur 10,64±0,79 cm, panjang tibia 13,01±1,25cm, lingkar tarsometatarsus 9,01±0,94 cm, panjang dada 11,85±1,09 cm, lingkar dada 41,39±1,92 cm, panjang leher 12,82±1,80 cm, panjang paruh 2,50±0,54 cm, panjang kepala 6,35±0,55 cm, lebar kepala 3,17±049 cm, panjang badan 42,96±2,49 cm dan bobot badan1972,16±251,16 g. Secara kualitatif memiliki warna bulu berwarna (92%) dan putih (8%); pola bulu bervariasi liar (54%), hitam (28%), columbian (26%) ; kerlip bulu emas (92%) dan perak (8%) ; corak bulu100% non lurik serta bentuk jengger (96%) tunggal dan (4%) kapri. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah secara kuantitatif ukuran tubuh ayam bekisar berada diantara ayam hutan merah dan ayam kampung sebagai tetuanya. Demikian pula dengan karakteristik kualitatifnya
Inseminasi Buatan Menggunakan Semen Beku Dosis Ganda Pada Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein Yekti, Aulia Puspita Anugra; Bayuardhi, Muhammad; Wahjuningsih, Sri; Susilawati, Trinil
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.9

Abstract

Inseminasi Buatan (IB) adalah suatu teknologi reproduksi yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan IB dengan menggunakan dosis tunggal dan dosis ganda pada sapi peranakan Friesian Holstein (PFH). Penelitian ini dilakukan di desa Bendosari dan Sukamulya Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia. Materi penelitian adalah sapi perah PFH sebanyak 99 ekor yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria yaitu memiliki BCS 2.5-3.5, sudah pernah melahirkan, mempunyai organ reproduksi yang sehat serta menunjukkan tanda estrus yang jelas. Perlakuan yang diberikan terdiri atas dua perlakuan yaitu 50 ekor sapi di IB dengan dosis tunggal (P0) dan 49 ekor sapi di IB dengan dosis ganda dengan waktu berbeda yaitu 2 dan 8 jam setelah munculnya estrus (P1). Deposisi semen yang digunakan adalah posisi 4 (korpus uteri). Pemeriksaan kebuntingan dilakukan dengan menggunakan ultrasonografi (USG). Parameter yang diamati adalah Non-Return Rate (NRR), Conception Rate (CR) dan Pregnancy Rate (PR). Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase NRR1 dan NRR2 pada P0 adalah 70% dan 60%, sedangkan pada P1 adalah 81,63% dan 71,43%. Persentase CR pada P0 dan P1 masing-masing adalah 50% dan 57%, sedangkan nilai PR pada P0 dan P1 adalah 66% dan 67%. Hasil uji chi square menunjukkan nilai NRR dan CR menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P<0,05), sedangkan PR tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulan pada penelitian ini bahwa metode IB semen beku dosis ganda pada waktu berbeda memiliki keberhasilan kebuntingan yang lebih baik dibandingkan dengan IB dosis tunggal.
Kualitas Spermatozoa dan Tudung Akrosom Utuh pada Semen Beku Sapi Friesian Holstein dengan Mutu Genetik yang Berbeda Yekti, Aulia Puspita Anugra; Umamah, Azna Roudlotul Nur; Safa, Firlia; Andriani, Nadya Meyta; Febrianto, Nanang; Susilawati, Trinil
Jurnal Agripet Vol 24, No 1 (2024): Volume 24, No. 1, April 2024
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v24i1.29097

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kualitas spermatozoa dan tudung akrosom utuh semen beku pada pejantan sapi Friesian Holstein (FH) dengan mutu genetik yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan 2 kelompok perlakuan jenis semen beku yang berbeda. Kelompok perlakuan jenis semen beku adalah Sapi FH proven bull (P1) dan sapi FH grade B (P2). Parameter yang diamati meliputi motilitas spermatozoa, konsentrasi spermatozoa, viabilitas spermatozoa, abnormalitas spermatozoa, dan tudung akrosom utuh (TAU) spermatozoa. Data dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui perbedaan kualitas antar kelompok perlakuan, kemudian dilakukan uji chi-square untuk membandingkan nilai hasil observasi dengan nilai harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas semen beku pada sapi FH proven bull dan sapi FH grade B tidak berbeda nyata (P0,05). Disimpulkan bahwa perbedaan mutu genetik pada pejantan tidak memengaruhi kualitas spermatozoa semen beku sapi FH.(Sperm quality and intact acrosome cap of Friesian Holstein frozen semen with different genetic qualities)ABSTRACT. This study aimed to determine the quality of spermatozoa and intact acrosome cap of Friesian Holstein bulls with different genetic qualities. This study used observational research with two categories of frozen semen types treatment. The frozen semen consisted of Friesian Holstein Proven Bull (T1) and Friesian Holstein grade B bull (T2). The parameters observed include sperm motility, sperm concentration, sperm viability, sperm abnormality, and intact acrosome cap. Data were analyzed using a t-test to determine the differences in quality between treatments. Then, the chi-square test was used to compare the observed and expected values. The results showed no significant difference (P0.05) in frozen semen quality of Friesian Holstein proven bull and Friesian Holstein grade B bull. In conclusion, the different genetic qualities of bulls did not affect the quality of frozen semen.
Hubungan antara Tingkah Laku Seksual dengan Produksi Spermatozoa Sapi Brahman Sholikah, Nisa'us; Sutomo, Aris; Widiasmoro, Ndaru Pranowo; Wahjuningsih, Sri; Yekti, Aulia Puspita Anugra; Kuswati, Kuswati; Susilawati, Trinil
Jurnal Agripet Vol 18, No 2 (2018): Volume 18, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v18i2.12036

Abstract

ABSTRAK. Pejantan untuk program inseminasi buatan adalah pejantan unggul yang diseleksi berdasarkan libido dan produksi spermatozoa. Penelitian bertujuan untuk menganalisa hubungan antara tingkah laku seksual dengan produksi spermatozoa sapi Brahman. Materi penelitian adalah 3 pejantan sapi Brahman yang ditampung menggunakan vagina buatan. Metode penelitian adalah observasional dengan mengamati waktu reaksi dan lama ejakulasi. Observasi laboratorium dengan mengamati volume, konsentrasi, dan motilitas individu untuk menghitung total spermatozoa (TS) dan total spermatozoa motil (TSM). Pengamatan dilakukan sebanyak 10 ulangan. Data dianalisa secara deskriptif serta hubungan antara tingkah laku seksual dan produksi spermatozoa dihitung dengan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi tingkah laku seksual dan produksi spermatozoa pada sapi Brahman. Individu Cipta mempunyai waktu reaksi dan lama ejakulasi paling singkat serta produksi spermatozoa paling rendah. Hubungan signifikan antara waktu reaksi dengan TS serta TSM pada individu Bizzyard dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 14 % dan 20%. Hubungan sangat signifikan antara lama ejakulasi dengan TS serta TSM pada individu Cipta dengan R2 sebesar 46% dan 58%. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara tingkah laku seksual dengan produksi spermatozoa pada sapi Brahman, dengan koefisien korelasi (r) tertinggi sebesar 0,72 dan R2 sebesar 58% antara lama ejakulasi dan total spermatozoa motil pada individu Cipta.(The relationship between sexual behavior and semen production in Brahman bulls)ABSTRACT. Bulls for artificial insemination must be selected based on libido and sperm production. The study aimed to analyze the relationship between sexual behavior with sperm production on Brahman bulls. The material was 3 Brahman bulls collected using artificial vagina. The method was observational by observing reaction time and ejaculation duration. Laboratory observations by observing volume, concentration, and motility to calculate total sperm (TS) and total motile sperm counts (TMSC). Observations were replicated 10 times. The data were analyzed descriptively, the relationship between behavior and sperm production was examined using Pearson correlation. The results showed that there were variations in sexual behavior and sperm production in each bull. Cipta have the shortest reaction time and ejaculation duration and the lowest sperm production. A significant relationship between reaction time and TS and TMSC in Bizzyard with coefficient of determination (R2) of 14% and 20%. A very significant between ejaculation duration with TS and TMSC in Cipta with R2 of 46% and 58%. In conclusion, there was a relationship between sexual behavior and sperm production in Brahman bulls, with the highest correlation coefficient (r) of 0.72 and R2 of 58% between ejaculation duration and the total motile sperm counts in Cipta.
Co-Authors Achadiah Rachmawati Adelina Ari Hamiyanti Ahmad Budi Purnawan Ahmad Salim Ali mahfud Ali Mahfud Alifian Ibnu Ansori Andriani, Nadya Meyta Andriawan Soni Hantoro Ardyah Ramadhina Irsanti Putri Aris Sutomo Aryogi Aryogi Asri Nurul Huda Asri Nurul Huda Aziz, Achmad Fadhli Azmi, Dandy Ulul Bayuardhi, Muhammad Chusnul Hanim Dandy Prasetyo Dedi Muhammad Deny Sulistyowati Dian Ratnawati Dicky Pamungkas Dwi Susan Setiyani Erin Ayu Octaviani Errico Errico Faizal Andri fakhri alfi annashru Febrianto, Nanang Firdaus, Amir Gatot Ciptadi Hanief Eko Sulistyo Hermanto Hisyam Ryandhika Kusuma Ika Fitri Puspitasari Ika Nurjannah Irvan Mardi Ismail Hasan, Ismail Jois Harsah Joko Riyanto Khairul Rasyad Kurniaesa, Titah Ulya Kusmartono Kusmartono Kuswati , Kuswati Kuswati Kuswati Kuswati Lukman Affandhy Sunarto Luqman Affandhy M. Nur Ihsan Mashudi , Mashudi Mashudi Moch Saifudin Muchamad Luthfi Muhammad Ade Salim Muhammad Agus Tahar Muhammad Azharil Faris Muhammad Dikman Muhammad Nur Ihsan Muhammad Zainul Hanif Muhammad Zainul Hanif Nafis, Fardha Ad Durrun Nanang Febrianto Nareswara Hapsari Ndaru Pranowo Widiasmoro Nisa, Dhinda Choirun Nisa’us Sholikah Nolasco da costa Nursahida Ramadhani Nurul Isnaini Nurul Layla Nuryadi Nuryadi Poespitasari Hazanah Ndaru Priyo Sugeng Winarto Putri Utami Putri Utami Putri Utami Putri Utami, Putri Rahmawati, Nanda Ayu Ramadhani, Anisa Ravenska Ravenska Rheta Eva Ramadhani Setiawan Rifai Mustofa Rizki Prafitri Rizki Prafitri Safa, Firlia Safitri, Brilla Ismaya ShikhMaidin, Mashitah Sitiadira Aulia Aldini Sri Wahjuningsih Sri Wahjuningsih Sulistyo, Hanief Eko Sutomo, Aris Syah, Habib Asshidiq Trinil Susilawati Trinil Susilawati Trinil Susilowati Umamah, Azna Roudlotul Nur Wahjuningsih , Sri Wahyudi, Aditiya Widiasmoro, Ndaru Pranowo Willy Saputra Saputra Tatulus Wiranto Wiranto Yadi Malda