Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM EKSKRESI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 TAPA Bansaga, Rahmat; Dama, Lilan; Ibrahim, Mustamin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36168

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMA Negeri 1 Tapa kelas XI 1, ditemukan banyak siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM 75 pada pembelajaran biologi khususnya materi sistem ekskresi. Penyebab utama adalah kurangnya pemahaman siswa terhadap materi sistem ekskresi karena pembelajaran hanya berfokus pada guru dengan metode ceramah yang tidak melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran video interaktif terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem ekskresi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa pre-experimental (One Group Pretest-Posttest). Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes yang diolah dengan bantuan software SPSS25. Hasil tes awal berupa pretest memperoleh nilai sebesar 91,94 dan hasil tes akhir berupa posttest memperoleh nilai sebesar 79,17. Hasil pengolahan data menggunakan uji wilcoxon memperoleh nilai Asymp.Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 yang menyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan hasil uji N-gain memperoleh nilai sebesar 0.6822 yang termasuk dalam kriteria sedang.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS HOTS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI SISTEM PERTAHANAN TUBUH DI SMAN 2 GORONTALO Taliki, Desi; Mamu, Hartono; Ibrahim, Mustamin; Dama, Lilan; Lamondo, Djuna; Zakaria, Zuliyanto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39342

Abstract

Berpikir kritis yakni keterampilan berpikir secara reflektif dalam memutuskan sesuatu untuk dipercaya maupun dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan Problem Based Learning berbasis HOTS pada materi sistem pertahanan tubuh. Metode penelitian yang dilakukan adalah Pendekatan Kuantitatif. Dengan jenis penelitian Pre-eksperimental, dengan desain “One Group Pretest-Posttest Desigen”. Sebelum diberikan perlakuan, terlebih dahulu sampel diberi Pretest (tes awal) dan pada saat sesudah diberi perlakuan kemudian diberikan Posttest (tes akhir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil dari tes nilai rata-rata peserta didik adalah 43,25 dapat dilihat nilai dari tes awal (Pretest) peserta didik cukup rendah. Sedangkan untuk nilai dari hasil Posttest sesudah diberikan perlakuan, degan nilai rata-rata siswa adalah 80,00. Dari hasil perhitungan uji N-Gain skor, menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gain skor dengan model pembelajaran Problem Based Learning yaitu sebesar 63,71% termasuk dalam kategori sedang. Dengan nilai N-Gain skor minimal 33,33% dan nilai maksimal 76,92%. penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan model Problem Based Learning bisa digunakan untuk merangsang berpikir sehingga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa khususnya dalam materi sistem pertahanan tubuh.
PENGEMBANGAN TES KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM KOORDINASI DI SMA 1 TIBAWA Thaib, Tri Sukmo Fajar; Dama, Lilan; Ibrahim, Mustamin; Katili, Abubakar Sidik; Lamondo, Djuna; Akbar, Muh Nur
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan tes keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada materi sistem koordinasi Di SMA Negeri 1 Tibawa. Penelitian ini menggunakan metode Research & Developmen (R&D). Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE, tahapan atau prosedur pada penelitian meliputi lima tahap, yaitu analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Metode dan model ini dipilih karena bertujuan untuk menghasilkan produk berupa tes keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validitas tes keterampilan berpikir kreatif peserta didik ahli materi berada di angka 3.13 masuk diketgori valid, validitas ahli soal berada di angka 3,82 masuk dikategori sangat valid, dan validitas ahli tes berada di angka 3,38 masuk dikategori sangat valid. Nilai rata-rata hasil analisis tes keterampilan berpikir kreatif peserta didik berada diangka 3,83 masuk dikategori sangat valid. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan tes keterampilan berpikir kreatif menggunakan model ADDIE dapat meningkatkan validitas dan efektivitas pengukuran kemampuan kreativitas peserta didik.
Analisis Proksimat Jagung Pulut (Zea mays L. var Damahu) dari Desa Bontula Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo Mustamin Ibrahim; Devi Bunga Pagalla; Abubakar Sidik Katili; Nurul Fajryani Usman
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober : JURRIT: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrit.v4i2.7254

Abstract

The Damahu waxy corn (Zea mays L. var. Damahu) is a local variety traditionally cultivated by the Gorontalo community and possesses significant potential for the development of functional food products. This study aimed to determine the nutritional composition of the Damahu waxy corn variety originating from Bontula Village, Asparaga District, Gorontalo Regency, through proximate analysis. The corn samples were dried, milled, and analyzed using standard analytical procedures to quantify moisture, ash, fat, protein, and carbohydrate contents. The results indicated that Damahu waxy corn flour contained 83.32% carbohydrates, 5.93% protein, 1.67% fat, 8.84% moisture, and 0.24% ash. This composition characterizes the Damahu variety as a good energy source. However, its protein content does not yet meet the minimum requirement set by the Indonesian National Standard (SNI) for corn-based processed products. The nutritional profile highlights the potential of Damahu waxy corn for the development of nutritious and competitive local food products. This study provides an initial contribution to the documentation of Gorontalo’s indigenous corn varieties and offers a scientific foundation for the utilization of local germplasm to strengthen regional food security.
Pengembangan Tanaman Kakao di Desa Bontula, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo Ikraeni Safitri; Mustamin Ibrahim
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i1.7151

Abstract

Cocoa (Theobroma cacao L.) is included in the Sterculiaceae family and is a plantation crop originating from South America and is currently widely planted in the tropics. Cocoa is used in parts of the fruit such as fruit skin, pulp and seeds. . Cocoa is a strategic Indonesian export commodity that generates foreign exchange, but it is undeniable that its industry is still hampered so that it imports cocoa in finished products. Activities in the development of cocoa carried out in Bontula Village involve monoculture farming communities. The development of cocoa plants in Bontula Village is a plant that is the result of vegetative propagation, namely by grafting techniques. The activity begins with education in the introduction of cocoa types and then planting is carried out on community plantation land which is a demonstration plot. This activity shows good results in terms of community awareness in planting cocoa and maintaining plants so that it has a high percentage of the percentage of cocoa plant life.