Claim Missing Document
Check
Articles

ASTIKHDAM E-MUFRADAT GAME LITARQIAT QUDRAT ALTALAMIDH EALAA SAYTARAT ALMUFRADAT (DIRASAT TAJRIBIAT LILMARHALAT ALIABTIDAYIYATI) Amrullah, Amrullah; Hayati, Salma; Wahyuni Hidayanti, Sri
SHAWTUL ARAB Vol 4 No 2 (2025): SHAWTUL ARAB
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/sa.v4i2.1716

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of technology-based media, specifically the E-Mufradat Game, in improving the Arabic vocabulary mastery of students at SD Islam Qur'ani Banda Aceh. The research employs a quantitative approach with a quasi-experimental non-equivalent control group design. The subjects of the study consist of two classes: an experimental class using the E-Mufradat Game and a control class without similar treatment, each comprising 15 students. Data collection techniques include pretests and posttests, while data analysis was conducted using SPSS 21 with normality tests, homogeneity tests, and independent sample t-tests. The results of the study show a significant difference in vocabulary mastery between the experimental and control groups. The average post-test score of the experimental group increased to 75.3 compared to the control group, which only reached 33. Hypothesis testing revealed that the use of the E-Mufradat Game significantly enhances vocabulary mastery (p < 0.05). Moreover, this medium also provides a more interactive, enjoyable, and effective learning experience, fostering an active classroom environment. This study supports previous findings that technology-based learning media can enhance student engagement and learning outcomes. Thus, the E-Mufradat Game can serve as an innovative alternative in Arabic language instruction to improve students' vocabulary mastery
Tasmīm LKPD Ta’līm Al Lughah Al ‘Arabiyyah Bi Uslūb STAD Fī Mādah Al Hiwāyah Hayati, Salma; Mubshirah, Dara; Adnan, Azzaria; Rizki, Aulia; Bahaeddin, Mohammed Saad Mohammed
Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban Vol. 6 No. 2 (2022): Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpba.v6i2.20296

Abstract

Pembuatan dan penggunaan LKPD oleh guru saat ini masih belum sesuai. LKPD yang disiapkan oleh guru berupa pertanyaan untuk dijawab oleh siswa dan digunakan sebagai latihan selama proses pembelajaran di kelas. Guru selama ini memahami bahwa LKPD hanya berisi soal latihan yang dijawab siswa dan dapat mengukur sejauh mana siswa mampu menjawab dengan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain sebuah LKPD Pembelajaran bahasa Arab dengan model STAD pada tema pelajaran “hobi”. Dalam artikel ini, penelitian menggunakan metode “Research and Development” dari Borg & Gall, yang terdiri dari beberapa tahap: (1) analisis kebutuhan dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produksi, (4) validasi produksi, (5) peningkatan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD Pembelajaran bahasa Arab dengan model STAD pada tema pelajaran “الهواية” layak untuk digunakan.
Kelayakan Pengembangan Kitab Syarhi Tuhfati al-Ikhwaani Berbasis Mind Mapping Hayati, Salma; Ninoersy, Tarmizi; Rizki, Aulia
Desultanah: Journal Education and Social Science Vol. 1 No. 1 (2023): Desultanah: Journal Education and Social Science
Publisher : Yayasan Putroe Ceudah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/d-jess.v1i1.6

Abstract

Bahan ajar mendukung keberhasilan pembelajaran. Tujuannya adalah pengembangan bahan ajar untuk membantu memfasilitasi proses pembelajaran sehingga peserta didik memenuhi persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Salah satu mata pelajaran wajib di pesantren salafi adalah ilmu bayan dan berdasarkan analisis kebutuhan, pengembangan bahan ajar sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kitab Syarhi Tuhfati al-Ikhwaaniberbasis mind mapping menggunakan model 4D dengan aspek isi, desain dan bahasa yang layak. Model 4D terdiri dari tahapan mendefinisikan, merancang, mengembangkan dan menyebarkan. Tahap pengembangan terbatas pada tahap mengembangkan. Penelitian ini menghasilkan isi, desain dan bahasa sebagai data validasi. Validasi menunjukkan bahwa kitab Syarhi Tuhfati al-Ikhwaani yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran ilmu bayan. Validator juga memberikan saran untuk perbaikan beberapa bagian dari bahan ajar.
Event Manajemen dalam Kegiatan Intrakurikuler; A Best Practices in Event Management Lailatussaadah, Lailatussaadah; Hayati, Salma; Husna, Asmaul
Desultanah: Journal Education and Social Science Vol. 2 No. 1 (2024): Desultanah - Journal Education and Social Science
Publisher : Yayasan Putroe Ceudah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/d-jess.v2i1.22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan event management dalam kegiatan intrakurikuler sebagai sebuah best practice. Pendekatan penelitian digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dalam bentuk wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah mahasiswa, data kemudian dianalisis dengan model interaktif dan tematik. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan event dalam kegiatan intrakurikuler dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan perencanaan dilakukan dengan melakukan analisis kebutuhan event dalam kegiatan intrakurikuler. Selanjutnya pelaksanaan event dilakukan dalam mini event dan midle event. Terakhir evaluasi event dalam kegiatan intrakurikuler dilakukan dengan pengawasan pelaksanaan dan menindaklanjuti kelebihan dan kekurangan dari pelaksanaan event. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa agar event managemen dalam kegiatan intrakurikuler dapat berjalan dengan baik maka event dapat dilaksanakan dalam tiga tahapan event yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi event
Developing Bilingual E-Comics (Aceh–Indonesian) on Tajwid Rules to Enhance Learning Outcomes in Madrasah Cut Dewi Rahma; Zulfatmi Zulfatmi; Hayati Hayati; Realita Nurdin; Salma Hayati; Sulhan Yus
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v11i1.6531

Abstract

The use of innovative learning media is now an urgent need to address increasingly complex learning challenges, especially in strengthening students' understanding and interest in learning.This study aims to develop innovative learning media in the form of bilingual e-comics (Aceh–Indonesian) on tajwid material, specifically the rules of Noon sakinah or tanween in Min. The background of this study is based on the low effectiveness of tajwid learning due to the dominance of conventional methods, the lack of interactive media, and the language gap between the lesson material and the daily lives of students in Aceh. Through the 4D (define, design, develop, disseminate) Research and Development (R&D) approach, this research focuses on the stages of needs analysis and product design by involving Qur'an Hadith teachers from various Madrasah Ibtidaiyah Negeri (State Elementary Islamic School) in Aceh. The survey results show that all teachers recognize the importance of learning media and the majority are in dire need of innovative media such as bilingual e-comics. The design process was carried out by compiling tajwid material in a bilingual digital comic format, complete with contextual illustrations and narratives that are close to the local culture. Expert validation stated that this media product was feasible with minor revisions, and the teachers' responses were very positive in terms of ease of use and attractiveness in the classroom. Limited implementation at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Banda Aceh showed a significant increase in student understanding and motivation. This study recommends the use of bilingual e-comics as a modern solution to overcome tajwid learning challenges, while also serving as an effort to preserve local culture through the integration of local languages in digital learning materials.
Understanding the Prophet's Hadith about Women with a Hermeneutic Approach: A Critical Study of Misogynistic Narrations Muin, Firdaus; Ali Amiruddin, Andi Muhammad; Hayati, Salma; Fazil, Muhammad
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v10.i1.29253

Abstract

Misogynistic readings of hadith have significantly shaped gendered norms in segments of Muslim societies, contributing to restrictions on women’s leadership, religious authority, mobility, and marital agency. Such interpretations often rely on textual literalism detached from historical and socio-cultural contexts. This study critically re-examines selected hadiths frequently invoked to legitimize gender hierarchy through a hermeneutical framework. Adopting a qualitative design with a textual-analytical approach, the research analyzes narrations contained in the canonical collections of Muhammad al-Bukhari, Muslim ibn al-Hajjaj, Abu Dawud, Al-Tirmidhi, and Ibn Majah. The study integrates classical hadith scholarship with contemporary hermeneutical theory, emphasizing contextualization (asbāb al-wurūd), socio-historical analysis, and the ethical objectives (maqāṣid) underlying prophetic traditions. The findings demonstrate that many narrations commonly categorized as “misogynistic” are context-dependent and descriptive rather than universally prescriptive. Reports concerning women’s political leadership are shown to be situational (casuistic) responses to specific historical circumstances; narrations about a wife’s prostration signify moral respect rather than ontological subordination; traditions related to women leading congregational prayer admit interpretive plurality within juristic discourse; and reports restricting women’s travel without a mahram reflect concerns of security and social order in particular historical settings. Similarly, narrations regarding marital refusal are better understood as ethical exhortations promoting conjugal harmony rather than instruments of coercion. This study argues that a hermeneutically informed methodology offers a critical corrective to reductionist literalism in hadith interpretation. By situating prophetic traditions within their discursive and historical horizons while engaging contemporary ethical concerns, the approach contributes to a more equitable and context-responsive framework for gender discourse in Islamic studies.