Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH WAKTU REFLUKS TERHADAP KONDUKTIVITAS LISTRIK ZEOLIT SINTETIK DARI ABU DASAR Waleza, Rika Juniarti; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.1.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan sintesis zeolit dari limbah abu dasar batubara dengan metode refluks menggunakan NaOH sebagai aktivator. Variasi waktu refluks yang dilakukan adalah 12, 24 dan 36 jam dengan konsentrasi molar NaOH 3M dan 5M. Pengujian yang dilakukan meliputi penentuan struktur kristal menggunakan X-ray Difraction (XRD), morfologi permukaan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dan penentuan konduktivitas dengan LCR Meter. Hasil XRD memperlihatkan  bahwa zeolit yang dihasilkan merupakan tipe Na-X, Na-P dan Hikroksisodalit. Penambahan waktu refluks menjadikan zeolit lebih seragam yang dilihat dari puncak-puncak pada kerakterisasi XRD dan morfologi permukaan dari hasil SEM. Pada waktu refluks 36 jam, sampel dengan konsentrasi 5M  menunjukkan ukuran partikel 0,049 µm. Hasil LCR Meter menunjukkan nilai konduktivitas sampel 0,765 x 10-6 S/cm hingga 2,499 x 10-6 S/cm, dimana konduktivtas ini menunjukkan bahwa zeolit merupakan bahan semikonduktor.Kata kunci : abu dasar, zeolit, metode refluks, variasi molar, konduktivitas.AbstractThe synthesis of zeolites from coal bottom ash waste with NaOH as activator, by using reflux method has been performed. Reflux time was varied from 12, 24 and 36 hours with the NaOH molar concentration of 3 and 5M. The charateristics of sample are observed from crystal structure through XRD, surface morphology through SEM and conductivity through LCR Meter observations. The results of XRD showed that the type of zeolite is Na-X, Na-P, and Hidroksisodalite. The increase of reflux time produces zeolits which are more uniform that can be observed from XRD and SEM result. The result of SEM showed that the sample with reflux time of 36 hours and concentration of 5M has more regular surface morphology and smaller particle size (0,049 µm). Conductivity obtained from the LCR Meter showed that its value varied from 0.765 x10-6 S / cm to 2.499 x 10-6 S /cm, indicating that zeolite is a semiconductor material.Keyword: coal bottom ash, zeolit, reflux time, conductivity. 
PENGARUH TEMPERATUR PELEBURAN ALKALI TERHADAP KONDUKTIVITAS LISTRIK ZEOLIT SINTETIK DARI BAHAN ABU DASAR BATUBARA DENGAN METODE PELEBURAN ALKALI HIDROTERMAL Sriwahyuni, Nila; Muttaqin, Afdhal; -, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.1.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar dengan metode peleburan alkali hidrothermal. Temperatur peleburan yang digunakan adalah 550 0C, 750 0C dan 950 0C dengan perbandingan abu dasar : NaOH yaitu 1:1,2 g. Sampel abu dasar yang telah dilebur dengan NaOH kemudian dipanaskan melalui proses  hidrotermal dengan variasi media kristalisasi aquades dan  NaAlO2. Sampel zeolit hasil sintesis kemudian dicuci dengan aquades hingga pH 9-10. Karakterisasi meliputi karakterisasi gugus fungsi menggunakan FT-IR, morfologi permukaan menggunakan SEM, dan jenis material menggunakan XRD serta pengukuran konduktivitas. Untuk keperluan pengukuran konduktivitas, sampel dikompaksi membentuk pellet dengan massa 0,3 g. Hasil FT-IR menunjukkan bahwa terdapat sidik jari untuk ikatan regangan SiO dan AlO serta double ring (cincin ganda). Dari hasil difraktometer sinar-X terlihat bahwa zeolit hasil sintesis dengan penambahan aquades merupakan zeolit tipe Na. Sedangkan dengan penambahan NaAlO2 menghasilkan zeolit tipe Na-A, zeolit P dan Unnamed zeolite. Uji konduktivitas dengan menggunakan LCR-meter menunjukkan bahwa rentang nilai konduktivitas sampel adalah 0,0407 mS/m hingga 0,3814 mS/m. Zeolit dengan nilai konduktivitas tertinggi (0,3814 mS/m) dihasilkan oleh temperatur peleburan 550 0C dan dengan media kristalisasi NaAlO2.Kata kunci : abu dasar, alkali – hidrothermal,  konduktivitas, zeolit AbstractSynthesis of zeolites from bottom ash by alkali melting hydrothermal method have been done. Melting temperature was 550 0C, 750 0C and 950 0C with a ratio of bottom ash: NaOH is 1: 1.2 g. Samples of bottom ash which had been merged with NaOH then heated through a hydrothermal process with 2 kinds of crystallization medium that are distilled water and NaAlO2. Synthesized zeolite samples were then washed with distilled water until pH 9-10. The characterization includes functional groups using FT-IR, surface morphology with SEM, and type of material using XRD, and conductivity measurements. For the purposes of conductivity measurement, the samples compacted to form pellets with a mass of 0.3 g. FT-IR results showed that there are fingerprints for bond stretching of SiO and AlO and Double Ring. X-ray diffraction (XRD) shows that the zeolites which are synthesized by the addition of distilled water is Na-type zeolite. While the zeolites which are synthesized by the addition of NaAlO2 produce Na-A, P and Unnamed zeolite types. Conductivity test using LCR meter showed that range of the sample conductivity is from 0.0407 mS/m to 0.3814 mS/m. Zeolite with the highest conductivity (0.3814 mS/m) were obtained from melting temperature of 550 0C and with NaAlO2 as crystallization medium.Keywords : bottom ash, alkali – hidrothermal, zeolite, conductivity
PENGARUH TEMPERATUR HIDROTERMAL TERHADAP KONDUKTIVITAS LISTRIK ZEOLIT SINTETIS DARI ABU DASAR BATUBARA DENGAN METODE ALKALI HIDROTERMAL Oktaviani, Yunisa; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan sintesis zeolit berbahan abu dasar batubara dan NaOH sebagai aktivator dengan perbandingan 1 : 1,2 g. Sebelum disintesis, abu dasar batubara diuji menggunakan XRF untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam abu dasar. Sebagai media kristalisasi dalam proses pembentukan kristal zeolit, digunakan air laut melalui proses alkali hidrotermal. Proses alkali hidrotermal dilakukan menggunakan teflon autoclave yang dipanaskan di dalam oven pada variasi temperatur 60 ºC, 80 ºC, 100 ºC, 160 ºC dan 180 ºC selama 6 jam. Zeolit sintetis yang didapatkan kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD dan SEM-EDS serta penentuan konduktivitas listrik menggunakan LCR-meter. Hasil pola XRD menunjukkan bahwa sampel mengandung zeolit A, zeolit Na-X, zeolit Na-P, sodalit, kuarsa, hidroksisodalit dan vermikulit. Hasil SEM-EDS memperlihatkan pengaruh perbedaan temperatur proses hidrotermal terhadap permukaan zeolit yang dihasilkan. Zeolit dengan kemurnian yang baik didapatkan pada sampel yang terbentuk pada temperatur 180 ºC dengan tidak ada lagi kuarsa dan hidroksisodalit. Pengukuran konduktivitas listrik menunjukkan bahwa konduktivitas yang dihasilkan berada dalam rentang bahan semikonduktor. Nilai dengan konduktivitas listrik tertinggi terdapat pada sampel yang terbentuk pada proses hidrotermal temperatur 180 ºC yaitu 2,76769 x 10-6 - 12,22794 x 10-6 S/cm.Kata kunci : zeolit, sintesis, kristalisasi,hidrotermal, konduktivitas, semikonduktor, temperaturAbstractThe synthesis of zeolite from bottom ash and NaOH as an activator with ratio of 1 : 1,2 g has been conducted. Before synthesized, bottom ash was tested by using XRF. As a medium for the crystallization, sea water used on the alkaline hydrothermal process. Alkaline hydrothermal process carried out using a teflon autoclave heated in an oven with variation temperature of  60 ºC, 80 ºC, 100 ºC, 160 ºC and 180 ºC for 6 hours. Synthetic zeolites tested by using XRD and SEM-EDS and LCR-meter model for electrical conductivity measurement. XRD patterns show that the samples contain zeolite A, zeolite Na-X, zeolite Na-P, sodalite, quarzt, hydroxysodalite, and vermicullite. The SEM-EDS showed influence of hydrothermal temperature on zeolite surface. Synthetic zeolite with good purity obtained on samples of hydrothermal temperature process of 180 ºC with no quarzt and hydroxysodalite content. Measurement of electrical conductivity show, that the conductivity samples obtained are in the range semiconductor. The highest electrical conductivity is about 2.76769 x 10-6 – 12.22794 x 10-6 S/cm is found in the samples with hydrothermal temperature process of 180 ºC.Keywords : zeolite, crystallization, hydrothermal, conductivity, semiconductor, temperature
Pembuatan Material Sensor Kelembaban Relatif Berbasis Selulosa Ubi Gajah dan Polianilin (PANi) Mandela, Rully; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.193-198.2016

Abstract

Telah dilakukan pembuatan material sensor kelembaban relatif (RH) berbasis selulosa ubi gajah dan polianilin (PANi). Pembuatan PANi-selulosa menggunakan metode grafting dengan variasi selulosa 1-5 g selulosa pada 10 mL PANi. Inisiator CuSO4 (1 M) digunakan untuk membentuk radikal bebas, sehingga molekul selulosa bisa masuk pada tulang punggung PANi. PANi-selulosa hasil sintesis dikarakterisasi mengunakan FTIR dan Spektrofotometer UV-VIS. Pengukuran resistansi dari film tebal PANi-selulosa dilakukan untuk setiap variasi penambahan selulosa berdasarkan perubahan kelembaban relatif. Hasil karakterisasi FTIR dan Spektrofotometer UV-VIS menunjukkan bahwa terjadinya pergeseran spektra IR dan serapan optik PANi oleh pencangkokan selulosa yang mengindikasikan keberhasilan pencangkokan PANi-selulosa. Penambahan massa selulosa dapat menurunkan nilai resistansi film PANi-selulosa. Secara keseluruhan, film PANi-selulosa memiliki pola resistansi yang berkesesuain dengan tingkat kelembaban relatif, semakin tinggi nilai kelembaban relatif semakin rendah resistansi PANi-selulosa. Dari grafik kelembaban relatif terhadap resistansi, sampel terbaik sebagai material sensor RH adalah sampel dengan 10 mL PANi pada 3 g selulosa dengan koefisien korelasi sebesar 0,9640. Pencangkokan selulosa pada PANi meningkatkan sifat hidroskopis, matrik-matrik hidrofilik dan meningkatkan jumlah molekul uap air yang terperangakap di dalam PANi. Kata kunci: Film tebal PANi-selulosa, grafting PANi-selulosa, kelembaban relatif, sintesis selulosa
Pengaruh Waktu Sonikasi terhadap Konduktivitas Listrik Zeolit Berbahan Abu Dasar Batubara Menggunakan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Sari, Nita Kurnia; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.4.322-326.2016

Abstract

Pembuatan zeolit sintetis berbahan abu dasar batubara menggunakan metode peleburan alkali hidrotermal telah dilakukan dengan pemberian sonikasi. Sebelum disintesis, kandungan abu dasar batubara diuji dengan XRF. Hasil XRF menunjukkan bahwa abu dasar yang digunakan memiliki kandungan SiO2 sebanyak 57,236% dan Al2O3 sebanyak 33,172%. Abu dasar dan NaOH dilebur dengan perbandingan 1:1,2 g. Sampel yang telah dilebur, dilarutkan dengan larutan NaAlO2, kemudian diberikan pengaruh sonikasi sebelum proses kristalisasi zeolit (hidrotermal). Variasi waktu sonikasi diberikan pada 4 sampel adalah 0,5; 1; 1,5 dan 2 jam serta 1 sampel tanpa sonikasi sebagai perbandingan. Sampel hasil sintesis dicuci dengan aquades hingga mencapai pH 9-10. Karakterisasi sampel yang dilakukan meliputi karakterisasi morfologi permukaan menggunakan SEM dan pengukuran konduktivitas listrik menggunakan LCR-meter. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan sampel dengan pemberian ultrasonik memiliki morfologi permukaan yang lebih seragam daripada sampel tanpa pemberian sonikasi. Nilai konduktivitas listrik yang dihasilkan berkisar dari 0,05206 x 10-6 - 2,1188 x 10-6 S/cm dan berada pada rentang bahan semikonduktor. Zeolit dengan pemberian sonikasi selama 1,5 jam mempunyai konduktivitas listrik tertinggi dibandingkan dengan sampel lain. Kata Kunci : sonikasi, sodalit, philipsite, gobbinsite, konduktivitas listrik zeolit
Pembuatan Material Sensor Kelembaban Relatif Berbasis Film Polianilin-Selulosa Ampas Tebu Anggi, Anggi; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.107-112.2017

Abstract

Telah dilakukan pembuatan material sensor kelembaban relatif berbasis film polianilin-selulosa ampas tebu. Sintesis selulosa ampas tebu dilakukan menggunakan metode hidrolisis dengan penambahan NaOH 17,5% dan HCl 0,1 M. Pembuatan PANi-selulosa menggunakan 10 ml anilin dengan variasi selulosa  0,50 g, 1,00 g dan 1,50 g. PANi-selulosa yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan FTIR. Film PANi-selulosa dibuat dengan metode dip coating selama 10 menit. Pengukuran resistansi film PANi-selulosa terhadap perubahan kelembaban relatif menggunakan ohmmeter dilakukan dalam chamber. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan penambahan selulosa menghasilkan ikatan amina, alkana, alkena yang lebih banyak. Sintesis selulosa menghasilkan selulosa sebanyak 12,71 g dari 50,00 g ampas tebu. Material sensor kelembaban relatif yang dibuat dari bahan PANi-selulosa ampas tebu dapat bekerja pada kelembaban relatif 32,65 – 93,10 %. Pengukuran resistansi menunjukkan penambahan selulosa dan peningkatan kelembaban relatif akan memperkecil nilai resistansi. Linearitas sensor yang tertinggi didapatkan pada sampel dengan penambahan selulosa 1,00 g dengan R2 = 0,932. Uji durabilitas selama 18 hari menunjukkan nilai resistansi naik terutama pada kelembaban relatif di atas 75,51 %. Durabilitas tertinggi diperoleh pada sampel dengan penambahan selulosa 0,50 g.Kata kunci : polianilin, selulosa ampas tebu , sensor kelembaban
Pengaruh Sumber Kation NaOH dan KOH Terhadap Jenis Zeolit Sintetis dari Abu Dasar Batubara dengan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Pratama, Teguh Nugraha; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.126-131.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara dengan metode peleburan alkali hidrotermal menggunakan variasi sumber kation berupa NaOH dan KOH. Perbandingan mol kation dengan massa abu dasar yang digunakan adalah 0,36 mol:12 g. Variasi perbandingan mol NaOH dan KOH yang digunakan adalah 100%:0% (Na100-K0), 75%:25% (Na75-K25), 50%:50% (Na50-K50), 25%:75% (Na25:K75) dan 0%:100% (Na0-K100). Peleburan alkali dilakukan pada temperatur 550 oC selama 2 jam dan proses hidrotermal dilakukan pada temperatur 180 oC selama 6 jam. Sampel yang dihasilkan berbentuk serbuk diuji menggunakan XRD. Grafik XRD dianalisis dengan software Match! 3 untuk menentukan jenis zeolit yang terbentuk. Proses sintesis pada temperatur hidrotermal 180 oC menghasilkan zeolit dengan pori berukuran relatif kecil dengan diameter sekitar 5 Ȧ sampai 7 Ȧ. Produk utama yang dihasilkan dari Na100-K0 berupa Sodalit dan Zeolit ZK-14, dari Na75-K25 berupa Hidrosodalit dan Kalsilit, dari Na50:K50 berupa Kalsilit, sedangkan dari Na25-K75 dan Na0-K100 berupa Megakalsilit. Sampel dengan nilai kristalinitas terbesar adalah Na100-K0 dengan nilai kristalinitas mencapai 100%. Secara umum dapat disimpulkan lewat proses sintesis bahwa kation K akan menghambat pertumbuhan kristal zeolit dengan kation Na karena sifat kation K yang dominan terhadap kation Na.Kata kunci: abu dasar, hidrotermal, peleburan alkali,zeolit
Pengaruh Konsentrasi KOH terhadap Jenis Zeolit Sintetis dari Abu Dasar Batubara dengan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Hamidah, Hamidah; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.139-143.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara menggunakan metode peleburan alkali hidrotermal dengan KOH sebagai aktivator. Konsentrasi KOH yang digunakan adalah 0,1 mol, 0,3 mol dan 0,5 mol. Peleburan alkali dilakukan pada temperatur 550 oC selama 1 jam dan proses hidrotermal dilakukan pada temperatur 100 oC selama 6 jam dengan variasi media kristalisasi aquades dan air laut. Sampel hasil sintesis dicuci dengan aquades hingga mencapai pH 9-10. Zeolit yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan XRD. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa zeolit yang terbentuk menggunakan media kristalisasi aquades adalah potassium aluminum silicate (megakalsilit), leucit, muskovit dan masih banyak kandungan  kuarsa. Sampel yang disintesis menggunakan media kristalisasi air laut mengandung megakalsilit, leucit, muskovit dan sodalit.Kata kunci: Potassium aluminum silicate, megakalsilit, konsentrasi.
Pengaruh Variasi Waktu Peleburan Terhadap Konduktivitas Listrik Zeolit dari Abu Dasar Batubara yang Disintesis dengan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Nurhabibah, Nurhabibah; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.3.240-246.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara menggunakan metode peleburan alkali hidrotermal dengan variasi waktu peleburan.Variasi waktu peleburan yang digunakan adalah 1 jam (Z1), 2 jam (Z2), 3 jam (Z2), dan 4 jam (Z4). Abu dasar dan NaOH dilebur dengan perbandingan 1:1,2. Sampel yang telah dilebur, kemudiandipanaskanmelalui proses hidrotermal dengan medium kristalisasi NaAlO2. Sampel zeolit kemudian dinetralkan dengan aquades hingga mencapai pH 9-10. Sampel dikarakterisasi menggunakan XRD dengan software Match! 3. Konduktivitas listrik sampel diukur dengan LCR-meter. Hasil XRD menunjukkan bahwa sampel Z1 mengandung sodalit, lazurit, katoit, megakalsilit serta masih terdapat kuarsa dan kristobalit. Sampel Z2 mengandung sodalit, leusit dan kalsilit. Sampel Z3 mengandung sodalit dan bohmit, serta sampel Z4 mengandung sodalit, nosean dan katoit. Konduktivitas listrik yang dihasilkan berkisar dari 0,8 × 10-6 – 2,4 × 10-6 S/cm dan berada pada rentang bahan semikonduktor. Zeolit dengan waktu peleburan selama 2 jam mempunyai konduktivitas listrik tertinggi yaitu 2,4 × 10-6 S/cm.Kata kunci: abudasar, hidrotermal, konduktivitas, nosean, sodalit, zeolit
Pengaruh Jenis Zeolit Terhadap Sensitivitas Sensor Non-Enzimatik untuk Mendeteksi Glukosa Nanda, Febriati; Puryanti, Dwi; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.4.394-399.2017

Abstract

Sensor gukosa non-enzimatik dengan modifikasi zeolit sintetis telah dibuat. Pada penelitian ini digunakan zeolit dengan kandungan Sodalit, Lezurit, Megakalsilit, dan Nosean yang ditambahkan dalam campuran grafit dan paraffin. Elektroda pasta karbon (EPK) dibuat dengan komposisi grafit: paraffin sebesar 50 mg : 70 mg. Elektroda pasta karbon termodifikasi zeolit (EPKZ) dibuat dengan komposisi grafit: paraffin: zeolit sebesar 50 mg : 30 mg : 20 mg. Kinerja elektroda (sensitivitas, linieritas dan tingkat reversibilitas elektroda) diuji menggunakan metode cyclic voltammetry (CV). Hasil pengujian diperoleh elektroda EPKZ2 dengan fraksi zeolit 100% menghasilkan nilai sensitivitas tertinggi sebesar 15,302 µAcm-2mM-1. Daerah optimum pendeteksian yang dicirikan dengan linieritas keluaran sensor berada pada rentang konsentrasi 50 mg/dl-300 mg/dl. Scan rate efektif dilakukan sebesar 100 mV/s dan nilai kesalahan puncak oksidasi elektroda sebesar 19,16% lebih kecil dari standar minimum sensor glukosa.Kata kunci: sensor non-enzimatik, zeolit sintetis, sensitivitas, linieritas, reversibilitas.
Co-Authors A. Fadhil Desafa Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Ahmad Fauzi Pohan Alfian Darmawan Alimin Mahyudin Analia, Rika Anggi Anggi Anggi, Anggi Arif Budiman Arif Budiman Astuti Astuti Astuti - Astuti Astuti Astuti Astuti Betta Centaury Dahlianum, Dahlianum Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Dedi Mardiansyah Delvihardini, Rani Desy Yulia Ningsih Dewi Fajriani Dian Fitriyani Dian Fitriyani Dian Milvita Dwi Pujiastuti Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Efendi Efendi Eka Putra Sutantyo, Tringginas Eli Defira Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Elvaswer Emriadi - Fadillah Ahmad Faizah Faizah Faizah Faizah Fani Anjelina Febriati Nanda Feriska Handayani Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fifi Yunica Fifi Yunica Fiqi Diyona Fiqi Diyona, Fiqi Fuji Astuti Febria Geby Sri Ayu Oktavia Haldis Alvaro Hamidah . Hamidah Hamidah Hanifah, Rahmatul Hanisti, Fidhia Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Haryanto Saputra Herviya, Herviya Herviyana, Herviyana Ilham, Muhammad Samudra Imam Taufik Imam Taufiq Imam Taufiq Imam Taufiq Isdi, Muhammad Ridho Iza Faizah J Juniarti Leony Chantika Leony Lestari, Tuti M. Ali Shafii Machmudah Mairawita, Mairawita Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Mega Roza Lia Meqorry Yusfi Mildawati Mildawati Mohammad Ali Shafii Mora Mora Mora Mora Mora Mora Muhammad Ilyas Muhammad Ilyas Muldarisnur, Mulda Murdahayu Makmur Musra, Faizah Mutya Vonnisa Nanda, Febriati Narwen Narwen Nila Sriwahyuni Nila Sriwahyuni, Nila Nini Firmawati Nita Kurnia Sari Novelia Tohiri Nurhabibah Nurhabibah Nurhabibah Nurhabibah Nurul Annisa Nurwijayanti Oktavia, Amel Olly Norita Tetra Olly Norita Tetra Pratama, Teguh Nugraha Rafli, Rhandyka Rahmad Rasyid Rahmad Rasyid Rahmat Rasyid Rahmatul Hanifah Rahmatul Hanifah Ramacos Fardela Rani Delvihardini Rena, Suci Ramda Ria Susmita Ridwan Ridwan Ridwan, Ridwan Rika Juniarti Waleza, Rika Juniarti Rully Mandela Rully Mandela, Rully Salim Muhaimin Saputra, Haryanto Sari, Nita Kurnia Sofhia Ulga Solfiyeni Solfiyeni Solly Aryza Sri Handani Sri Oktamuliani Syafwan, Mahdivan Teguh Nugraha Pratama Tiya Lestari Tiya Lestari, Tiya Tohiri, Novelia Trengginas Eka Putra Trengginas Eka Putra Sutantyo Ulga, Sofhia Usna, Sri Rahayu Alfitri Viesca Fredilla Hanif Wildian Wildian Wildian Yefrida - Yunisa Oktaviani Yunisa Oktaviani, Yunisa Zhafirah Putri Fadhilah Zozy Aneloi Noli Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi