Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Buletin Peternakan

THE ADDITION MANGOSTEEN PERICARP MEAL AND VITAMIN E IN THE DIET ON DIGESTIVE ORGANS, ACCESSORY ORGANS, REPRODUCTIVE ORGANS, AND CARCASS OF LAYING HENS Rita Mutia; Ridho Kurniawan Rusli; Komang Gede Wiryawan; Toto Toharmat; Jakaria Jakaria
Buletin Peternakan Vol 41, No 3 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (3) AGUSTUS 2017
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v41i3.17311

Abstract

This research aimed to study long-term addition natural herbal: mangosteen pericarp meal and non-herbal: vitamin E in the diet on digestive organs, accessory organs, reproductive organs, and carcass of laying hens. A total of 160 laying hens of Lohman strains (24-wk-old) the observation was conducted for 11 weeks. Designs used are a completely randomized design with four treatments and four replications (10 birds each). The treatments consisted of R0 (control diet), R1 (R0 + 1 g MPM/kg ration), R2 (R0 + 2 g MPM/kg ration) and R3 (R0 + 200 mg VE/kg ration). The variabel observation were digestive organs (percentage of crop, heart, gizzard, spleen, kidney, small intestine), accesory organs (percentage of liver and bile), reproductive organs, body weight and carcass of laying hens. The results showed that all of treatments (RO, R1, R2, and R3)  did not affect (P>0.05) internal organs (percentage of crop, heart, gizzard, spleen, kidney, small intestine), accesory organs (percentage of liver and bile), reproductive organs, body weight and carcass of laying hens. In conclusion, long-term addition of mangosteen pericarp meal 1-2 g/kg ration and vitamin E 200 mg/kg in the diet no adversed effect on digestive organs, accesory organs, reproductive organs, body weight and carcass of laying hens.
PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG KULIT MANGGIS DAN VITAMIN E DI DALAM RANSUM AYAM RAS PETELUR STRAIN LOHMANN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR YANG DISIMPAN PADA WAKTU DAN SUHU YANG BERBEDA Rita Mutia; Ridho Kurniawan Rusli; Komang Gede Wiryawan; Toto Toharmat; Jakaria Jakaria
Buletin Peternakan Vol 41, No 1 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (1) FEBRUARI 2017
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v41i1.22453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi tepung kulit manggis (TKM) dan Vitamin E (VE) di dalam ransum ayam ras petelur terhadap kualitas fisik telur selama penyimpanan pada waktu dan suhu yang berbeda. Ayam petelur diberi perlakuan pakan yaitu : R0 (ransum kontrol), R1 (R0 +1 g TKM/Kg ransum), R2 (R0 + 2 g TKM/Kg ransum) dan R3 (R0 + 200 mg VE/Kg ransum). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 4 x 3 x 2 dengan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu ransum, faktor kedua yaitu: waktu penyimpanan (1, 2 dan 3 minggu) dan faktor ketiga yaitu suhu penyimpanan pada refrigerator (4,13oC dan 22,50%) dan suhu ruang (27, 47oC dan 76,17%). Variabel yang diamati adalah: berat telur, persentase kerabang telur, persentase kuning telur, persentase putih telur, tebal kerabang, warna kuning telur dan Haught unit (HU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara ransum, waktu dan suhu selama penyimpanan sangat nyata (P<0,01) menurunkan warna kuning telur. Waktu dan suhu penyimpanan sangat nyata (P<0,01) menurunkan HU dan meningkatkan persentase kuning telur. Interaksi waktu dan suhu penyimpanan nyata (P<0,05) menurunkan persentase putih telur. Tebal kerabang nyata (P<0,05) meningkat dipengaruhi oleh ransum dan sangat nyata (P<0,01) meningkat dipengaruhi oleh waktu penyimpanan. Berat telur dan persentase kerabang telur tidak dipengaruhi oleh ransum, waktu dan suhu penyimpanan. Kesimpulan penelitian adalah suplementasi tepung kulit manggis dan Vitamin E di dalam ransum ayam ras petelur strain Lohmann secara umum tidak mempengaruhi kualitas fisik telur (kecuali warna kuning telur dan tebal kerabang) yang disimpan pada waktu dan suhu yang berbeda. Kualitas fisik telur lebih utama dipengaruhi oleh waktu dan suhu penyimpanan yang berbeda. Suhu dan kelembaban terbaik untuk penyimpanan telur adalah 4,13oC dan 22,50% pada refrigerator, pada kondisi ini telur dapat disimpan selama 21 hari.