Claim Missing Document
Check
Articles

THE RELATIONSHIP OF OBESITY WITH RISK OF DEMENTIA IN OLDER AGE Yunita, Risma; Indrawati, Lina; Serilus Sanggu Dedu, Baltasar
Journal of Vocational Nursing Vol. 5 No. 1 (2024): MAY 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v5i1.55546

Abstract

Introduction: Obesity has become a pressing global health concern in recent years, affecting individuals of all ages and backgrounds. While the detrimental effects of obesity on physical health are well-documented, its impact on cognitive function, particularly in the elderly population, is a growing area of concern. In recent research studies, a compelling association has been established between obesity and an increased risk of dementia among older adults. Purpose: To determine the relationship between obesity and the risk of dementia in the elderly. Methods: This research is a quantitative study with analytical descriptive methods with a cross-sectional study approach. The sample in this study used purposive sampling totaling 35 samples with the criteria of obese elderly people who did not have chronic diseases. This research instrument used a Body Mass Index (BMI) filling sheet and a Mini-Mental State Examination (MMSE) observation sheet and the analysis used was Chi-Square. Results: Based on statistical tests, the p-value obtained was 0.049 with (p < 0.05), which means Ha is accepted, meaning there is a relationship between obesity and the risk of dementia in RT 01-03 RW 07, Margamulya Village, North Bekasi District, Bekasi City. 2023. Conclusion: Old age and elderly women have the greatest risk factors for developing dementia, the main cause of obesity and the risk of developing dementia is low physical activity in the elderly, so the relationship between obesity and the risk of dementia is obesity as a cause of comorbid diseases. causes vascular disorders in the brain, causing dementia.
THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SOCIAL SUPPORT AND COMPLIANCE OF CHRONIC RENAL FAILURE PATIENTS UNDERGOING HEMODIALYSIS Dewanto, Adhe; Indrawati, Lina; Nuryanti, Lisna
Journal of Vocational Nursing Vol. 6 No. 1 (2025): MAY 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v6i1.55491

Abstract

Introduction: Chronic kidney disease is defined as kidney damage that lasts long (chronic) and is characterized by a decrease in the kidney's ability to filter blood (GFR). Patients who experience this disease need social support from their families and compliance in undergoing hemodialysis. Therefore, this study aims to determine the relationship between family social support and compliance of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Cibitung Medika Hospital. Methods: The research method used in this study is descriptive correlation. The population in this study were all chronic renal failure patients with stable conditions who did outpatient hemodialysis at Cibitung Medical Hospital in the last 3 months, a total of 99 patients. Results: Based on statistical tests, a p-value of 0.000 with (p < 0.05) means Ha is accepted and Ho is rejected, meaning that there is a relationship between family support and the loyalty of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Cibitung Hospital in 2023. Conclusions: The conclusion in this study is that the majority of families being observed in this study provide full support to patients undergoing hemodialysis and most of chronic kidney failure patients comply with hemodialysis treatment at Cibitung Medika Hospital.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Diabetes Melitus Listifani, Ikrimah Aurora; Indrawati, Lina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2779

Abstract

Diabetes Melitus atau dikenal dengan penyakit kencing manis menjadi salah satu penyakit tahunan yang diderita selama seumur hidup oleh penderitanya. Penelitian ini menggunakan Observasional Analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional, dengan jumlah sampel 71 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi, dianalisis secara uji statistic menggunakan Chi Square Test, diperoleh nilai Asym Signifikasi (0,000) ≤ nilai a (0,05). Hasil dari penelitian ini terdapat Hubungan yang Signifikan antara Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Pagelaran Pandeglang Banten Tahun 2023
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-36 Bulan Nisya, Devia Ainun; Meliyana, Ernauli; Indrawati, Lina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2795

Abstract

Stunting merupakan gambaran terhambatnya pertumbuhan yang disebabkan akumulasi malnutrisi yang berlangsung lama sejak kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini diperburuk oleh tidak terimbangi nya pengejaran pertumbuhan bagi anak-anak yang sebelumnya stunting (catch up growth) yang memadai. Dijadikan perhatian khusus dan memerlukan pengetahuan yang cukup untuk orang tua. Menganalisis hubungan karakteristik ibu dengan kejadian stunting pada anak umur 6-36 bulan Di Wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.penelitian ini bersifat observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study yaitu jenis variabel bebas (independen) maupun variabel terikat (dependen) dan teknik sampling purposive sampling yaitu memilih sampel berdasarkan distribusi frekuensi karakteristik responden pasien. Sampel yang digunakan Ibu yang memiliki balita stunting usia 6-36 bulan diwilayah kerja puskesmas pengasinan Didapatkan hasil P value antara Usia Ibu (0,000), Tingkat Pendidikan ibu (0,002), Status Pekerjaan (0,051), Tinggi Badan Ibu (0,002) dan Tingkat pendapatan keluarga (0,001) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.Ada hubungan Usia ibu, Tingkat Pendidikan ibu, Tinggi Badan ibu dan tingkat pendapatan keluarga, Sedangkan Status Pekerjaan Ibu Tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Cahyaningrum, Arliyanti; Indrawati, Lina; Meliyana, Ernauli
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2898

Abstract

Penyakit ginjal merupakan kelainan pada organ ginjal yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti, infeksi, tumor, kelainan kongenital, penyakit metabolik atau degeneratif dan lain-lain. Ginjal merupakan salah satu organ tubuh manusia yang memiliki banyak fungsi terutama untuk menjaga homeostasis tubuh. (Dewi dan Hendrati 2022). Penyakit ginjal merupakan, penyakit yang perlu mendapatkan perhatian, salah satunya adalah Penyakit Ginjal kronis (Gagal Ginjal Kronik). menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menguraikan suatu fenomena berdasarkan data-data yang didapatkan. Penelitian ini memiliki tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut Tujuan umum: Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Tujuan khusus: Mengetahui karakteristik responden (Usia dan Jenis Kelamin) pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Mengetahui distribusi frekuensi Tingkat Kecemasan pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Mengetahui distribusi Frekuensi Kualitas Hidup pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Menganalisa Hubungan Tingkat Kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.Peneliti ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 121 responden dan menggunakan teknik sampling Non Probability dengan metode teknik purposive sampling. Berdasarkan penelitian yang sudah peneliti lakukan didapatkan hasil P-value sebesar P-value sebesar 0.038 (P-value <0.05), maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Hidup pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kecemasan Anggota Keluarga yang di Rawat di Ruang ICU Azzahra, Fazra Latifah; Pelawi, Arabta Malem Peraten; Indrawati, Lina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2928

Abstract

Komunikasi merupakan unsur yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses keperawatan kepada keluarga pasien, dalam istilah kesehatan disebut komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik perawat merupakan komunikasi yang dilakukan perawat dan pasien dalam menjalin komunikasi profesional perawat. Dengan berkomunikasi perawat dapat mendengarkan perasaan pasien maupun keluarganya dan menjelaskan prosedur tindakan keperawatan. Komunikasi terapeutik ini memegang peranan penting dalam membantu pasien memecahkan masalah yang dihadapi. Karena bertujuan untuk terapi kesembuhan maka komunikasi dalam keperawatan disebut komunikasi terapeutik. Ahli teori keperawatan telah menganjurkan penggunaan terapeutik diri sendiri untuk mengembangkan hubungan interpersonal dengan pasien yang mengarah pada proses kesembuhan dan kesehatan. Salah satu faktor yang dapat mengurangi perasaan cemas dalam keluarga adalah adanya dukungan informasi yang jelas dari staf medis berkaitan dengan penyakit pasien dan tindakan yang dapat diambil untuk keselamatan pasien. Perawat dapat berperan dalam mengurangi kecemasan yang dialami oleh keluarga pasien, hal ini bisa dilakukan dengan teknik komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat ICU Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Di Rumah Sakit Rawalumbu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu keluarga pasien yang berjumlah 62 keluarga pasien. Sampel dalam penelitian ini yaitu 62 keluarga pasien. Teknik pengumpulan data menggunakan metode Non Probability Sampling dengan jenis Purposive Sampling. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa dari 62 responden, sebanyak 25 responden (40,3%) mengatakan komunikasi terapeutik perawat ICU baik dan sebagian keluarga pasien mengalami kecemasan ringan sebanyak 23 responden (37,1%) dan nilai P Value sebesar 0,000 < nilai α (0,05). Dapat disimpulkan ada hubungan komunikasi terapeutik perawat ICU dengan tingkat kecemasan keluarga di Rumah Sakit Rawalumbu.
Hubungan Motivasi dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien TBC Elisia, Mega; Indrawati, Lina; Pelawi, Arabta M. Peraten
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2930

Abstract

Tuberkolosis atau TBC paru adalah penyakit infeksi bakteri menahun yang disebabkan oleh bakteri (Mycobacterium tuberculosis). Gejala utama dari penyakit ini adalah batuk yang berlangsung lama hingga beringgu-minggu, batuk disertai dahak yang bercampur darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, penurunan berat badan, malaise, keringat malam tanpa kondisi fisik yang aktif, demam, Fakta lain dari penyakit tuberkolosis bisa diobati secara tuntas, namun pada kenyataannya angka kekambuhan penyakit tuberkolosis masih tinggi hal ini dibuktikan dengan masih banyak ditemukan kasus TBC yang disebabkan karena penderita tidak mematuhi aturan dalam pengobatan. Kepatuhan minum obat pada penderita tbc menyebabkan angka kesembuhan penderita semakin rendah, angka kematian tinggi, dan kekambuhan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan motivasi dengan kepatuhan minum obat anti tuberculosis pada pasien tbc. Dibuktikan dengan hasil perolehan data menggunakan Statistical Program For Social Science didapatkan p value sebesar 0,000 < a (0,05) hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kepatuhan minum obat anti tuberculosis pada pasien tbc.Terhadap hubungan signifikan antara motivasi dengan kepatuhan minum obat anti tuberculosis pada pasien tbc di puskesmas pagelaran pandeglang banten tahun 2023 dengan p value 0,000 ≤ 0,05.
Duration and Sitting Habits with The Prevention of Scoliosis Loustha, Amanda Cahaya; Nur Fajri, Dinda; Indrawati, Lina
Jendela Nursing Journal (JNJ) Vol 9 No 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i2.12717

Abstract

Background: Scoliosis is a spinal disorder influenced by factors, including sitting duration and habits, Adolencents with poor sitting habits and long sitting duration are at higher risk of developing scoliosis. Purpose: This study analyzes the relationship between duration and habits with the preventation of scoliosis in adolescent at Madrasah Aliyah 02 Babelan Bekasi and determine the most dominan variable in the preventation of scoliosis. Methods: This quantitative study employed an observational analytic design. With 130 respondents through Simple Random Sampling. Data collection used questionnaires covering duration, sitting habits, and scoliosis prevention. Analysis utilized the Krusskal-Wallis test to examine relationships between variables and logistic regression to determine the dominant factor influencing scoliosis preventation (α = 0.05). Results: Kruskal-Wallis testing revealed significant relationships between sitting habits and scoliosis preventation (p=0.001). Logistic regression showed only duration significantly affected scoliosis preventation (p=0.006), while sitting habits were not significant (p=0.125). Conclusion: Duration is the dominant factor affecting scoliosis preventation in adolescents, while sitting habits showed no significant effect in the regression model. Increasing awereness about safe duration limits and promoting physical activity are necessary to reduce scoliosis risk.
EDUKASI PEMANFAATAN BUBUR DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) UNTUK STUNTING DAN NUGGET LELE UNTUK MP-ASI: Indonesia Dewi Rostianingsih; Feri Setiadi; Lenny Irmawati Sirait; Lina Indrawati; Arabta M. Peraten Pelawi; Evi Sri Maulidi Risalah
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5584

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan anak. Rendahnya pengetahuan ibu balita mengenai pemenuhan gizi menjadi faktor penting yang perlu ditangani, khususnya dalam pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu balita terkait pencegahan stunting melalui edukasi pemanfaatan bubur daun kelor (Moringa oleifera) dan nugget lele sebagai MP-ASI bergizi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan makanan, pembagian media edukasi, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 50 ibu dengan balita di RW 004 Kelurahan Sepanjang Jaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu yang cukup signifikan, di mana sebelum penyuluhan sebagian besar peserta belum memahami pentingnya gizi seimbang, namun setelah kegiatan mayoritas ibu mampu menjelaskan kembali materi yang diberikan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan termotivasi untuk mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis praktik mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting, meskipun masih terdapat keterbatasan waktu dalam pelaksanaan.