Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA YANG MELAHIRKAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) PADA DAERAH ENDEMIS MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN Hasan Hasan; Efriyan Imantika; Selvi Rahmawaty; Nurul Islamy
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan salah satu penyakit endemis di Indonesia dan Provinsi Lampung, khususnya kabupaten Pesawaran yang merupakan daerah endemis malaria. Ibu hamil termasuk golongan yang rentan terhadap malaria sehingga berpotensi menyebabkan anemia. Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko terjadinya bayi berat lahir rendah (BBLR).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu hamil dengan anemia yang melahirkan bayi berat lahir rendah pada daerah endemis malaria di wilayah kerja PuskesmasHanura Kabupaten Pesawaran. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Jumlah sampel sebanyak 21 ibuhamil di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran pada periode tahun 2017-2019. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling, kemudian dianalisis menggunakan uji univariat.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan usia kehamilan saat terdiagnosis malaria pada trimester kedua (10%), usia kehamilan trimester ketiga (90%), usia ibu hamil kurang dari 18 tahun dan lebih dari 35 tahun (19%), usia ibu hamil 18-35 tahun (81%), terinfeksi terinfeksi Plasmodium vivax (85,7%), terinfeksi Plasmodium falciparum(12,5%), anemia derajat sedang (95%), anemia derajat berat (5%), melahirkan bayi berat lahir normal (52%) dan melahirkan BBLR (48%). Prevalensi anemia pada ibu hamil yang melahirkan BBLR sebesar 48%.Kesimpulan: Karakteristik ibu hamil dengan anemia yang terbanyak adalah usia kehamilan saat terdiagnosis malaria pada trimester ketiga, usia ibu hamil 18-35 tahun, terinfeksi Plasmodium vivax, anemia derajat sedang, dan melahirkan BBLN. Prevalensi anemia pada ibu hamil yang melahirkan BBLR pada daerah endemis malaria di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran sebesar 48%.Kata kunci : anemia, BBLR,  ibu hamil, malaria
Manfaat Jahe (Zingiber officinale) Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Rheumatoid Arthritis: Tinjauan Pustaka Afrianza Dafi Ramadhan; Nurul Islamy; M. Ricky Ramadhian
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya inflamasi sistemik kronik dan progresif . Tingkat kepedulian masyarakat masih sangat kurang dan menganggap sebagai radang sendi biasa. Lampung merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi rheumatoid arthritis cukup tinggi pada 2019 sebesar 14,5% setelah Bali 22,8% dan Aceh 21,3%. Penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu yang lama pada penderita rheumatoid arthritis dapat menimbulkan efek samping. Pengobatan secara nonfarmakologi lebih disarankan karena memiliki efek keamanan yang lebih baik terutama bagi lansia. Jahe dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal karena mengandung oleoresin atau gingerol dan minyak atsiri yang dapat melancarkan aliran darah, anti inflamasi dan anti oksidan. Kata Kunci: Jahe, Nyeri, Rheumatoid Arthritis.
Ibu Hamil 35 Tahun dengan Neopalsma Ovarium Kistik Besar Nurul Islamy
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i1.pp140-145

Abstract

Absrak : Tumor ovarium adalah neoplasma yang berasal dari jaringan ovarium. Tumor ovarium berdasarkan konsistensinya bisa bersifat solid atau kistik. Tumor ovarium berdasarkan histopatologinya bisa bersifat jinak atau ganas. Pada tumor ovarium kistik dengan ukuran besar dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dilakukan persiapan dan penatalaksaaan penelitian telah melaporkan bahwa terdapat hubungan antara kejadian neoplasma ovarium dengan faktor perilaku, hormonal, pola makan, paparan kerja, dan juga genetik. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang. Adanya perut yang membesar merupakan keluhan utama pada pasien dengan neoplasma ovarium. Selain itu pasien terkadang mengeluhkan sesak nafas akibat adanya desakan massa ke atas. Penatalaksanaan untuk kasus dengan Neoplasma Ovarium, beberapa peneliti pernah melaporkan penggunaan tenik laparoskopi. Beberapa kasus lainnya dikelola dengan teknik laparotomi. Kata kunci: tumor ovarium, tumor ovarium kistik. Abstract : Ovarian tumors is a neoplasms that originate from ovarian tissue. Ovarian tumors, based on their consistency, can be solid or cystic. Ovarian tumors, based on histopathology, can be benign or malignant. In cystic ovarian tumors with a large size can cause severe complications if proper preparation and management are not carried out. The etiology of ovarian neoplasms is still not known with certainty. However, several studies have reported there is a relationship between the occurrence of ovarian neoplasms and behavioral, hormonal, diet, work exposure, and genetic factors. Diagnosis is based on history, physical examination and support. The presence of an enlarged abdomen is a major complaint in patients with ovarian neoplasms. In addition, patients sometimes complain of shortness of breath due to the upward mass pressure. In the management of cases with ovarian neoplasms, several researchers have reported the use of laparoscopic techniques. Several other cases were managed by laparotomy technique. Keywords: ovarian tumor, cystic ovarian tumor
Kidney Weight: The Pre-Clinical Analysis on the Influence of Probiotic Supplementation in Malnutrition Haq, Rais Amaral; Berawi, Khairun Nisa; Morfi, Chicy Widya; Islamy, Nurul
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i3.5432

Abstract

A study showed malnutrition, encompassing both obesity and undernutrition, is a serious metabolic condition that leads to health complications, including kidney injury. Probiotics have been proposed as a potential adjuvant therapy to improve compensatory kidney function. However, research on the effects of probiotic intervention on kidney morphological changes across different nutritional statuses remains limited. This exploratory pilot study involved 24 male isogenic Sprague Dawley rats (n=24; 7-8 weeks old), which were divided into six groups (n=4): undernourished (KU), undernourished-probiotics (KU-P), normal (KN), normal-probiotics (KN-P), obese (KO), and obese-probiotics (KO-P). The rats underwent a 10-day dietary period, followed by a 44-day treatment period, and were terminated on day 45. The kidneys were then extracted and weighed using an analytical scale. Kidney weight data were analyzed using a non-parametric Kruskal-Wallis test, followed by post hoc Dwass-Steel-Critchlow-Fligner (DSCF) tests. Findings revealed a significant difference in kidney weight among the groups (p=0.001), with a substantial effect size. Descriptive trends showed that the obese (KO) group had the highest kidney weights, while the undernourished (KU) group had the lowest. The normal-probiotic group (KN-P) showed a trend toward increased kidney weight compared with the undernourished group (KU); however, conservative pairwise comparisons did not reach statistical significance (p>0.05) due to the limited sample size. Nutritional status is the primary factor influencing kidney weight. While probiotics demonstrated a corrective effect on kidney morphology in the normal group, their supplementation efficacy requires further evaluation, particularly in undernourished and obese conditions.
The Relationship of Mean Arterial Pressure Variability to Hematuria and Microalbuminuria in Hypertensive Patients at Abdul Moeloek Regional Hospital, Lampung: Ade Yonata, Nurul Islamy, Khairunnisa Berawi, Efriyan Imantika Nurul Islamy; Ade Yonata
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp304-309

Abstract

Hypertension is a major risk factor for progressive cardiovascular and chronic kidney disease. Kidney complications from hypertension are characterized not only by a decrease in the glomerular filtration rate but also by the appearance of early kidney damage markers such as hematuria and microalbuminuria. One important factor influencing kidney damage in hypertensive patients is blood pressure variability, particularly Mean Arterial Pressure (MAP), which reflects the perfusion pressure of vital organs, including the kidneys. This was an observational analysis study with a cross-sectional approach using secondary data in the form of a review of medical records collected from January to December 2024 at Abdul Moeloek Regional Hospital. Sampling was conducted using a purposive sampling technique, with 35 participants meeting the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using the Chi-square test and bivariate analysis. The results of this study indicate a relationship mean arterial pressure variability to hematuria (p=0.004) and microalbuminuria (p=0.003) in hypertensive patients at Abdul Moeloek Regional Hospital. Abdul Moeloek, Lampung
Hubungan Usia dan Gambaran Histopatologi Hiperplasia Endometrium di RSUD DR H Abdul Moeloek Provinsi Lampung periode 2021-2024 Yuska, Salsa Nurfajri; Nur Ayu Virginia Irawati; Nurul Islamy; Indri Windarti
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1019

Abstract

Pendahuluan: Hiperplasia endometrium merupakan kondisi proliferatif yang berpotensi menjadi lesi prakanker. Ketidakseimbangan hormonal, terutama dominasi estrogen tanpa antagonisme progesteron, diyakini menjadi faktor penting dalam perkembangan gangguan ini. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara usia dan gambaran histopatologi hiperplasia endometrium di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional ini menggunakan data rekam medis pasien hiperplasia endometrium periode 2021–2024 di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Total sampling digunakan untuk mengumpulkan seluruh pasien yang dilakukan kuretase dengan hasil histopatologi hiperplasia endometrium. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji Fisher exact. Hasil: Dari 31 sampel yang memenuhi kriteria, sebagian besar pasien berusia ?45 tahun dan terbanyak memiliki gambaran hiperplasia non-atipik. Analisis statistik menunjukkan hubungan bermakna antara usia dan tipe histopatologi, dengan kecenderungan peningkatan hiperplasia atipik pada kelompok usia lebih tua. Pembahasan: Usia berperan sebagai faktor penting terhadap gambaran histopatologi hiperplasia endometrium. Perubahan hormonal pada fase perimenopause dan pascamenopause mendukung peningkatan risiko lesi atipik seiring bertambahnya usia. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara usia dan gambaran histopatologi hiperplasia endometrium dengan kelompok usia yang lebih tua menunjukkan proporsi hiperplasia atipik yang lebih tinggi.
Co-Authors Ade Yonata Ade Yonata, Ade Afrianza Dafi Ramadhan Agustyas Tjiptaningrum Ahmad Fauzi Akhmad Yogi Pramatirta, Akhmad Yogi Alandra Rizhaqi Vastra Amillia Siddiq Arli Suryawinata Aziz, M. Alamsyah Bahmid Bambang Eko Subakti Betta Kurniawan, Betta Dani Setiawan Dhea Mutiara Karmelita Edi Kurniawan Efriyan Imantika Ety Apriliana Fiana Deswita Firmansyah Basir Fukrapti Fukrapti Hamidi, Syahrul Haq, Rais Amaral Hasan Hasan Hermie Tendean Ikhlas Taufik Indri Windarti Javinka Fairuz Zahrani Julizar Mauttaqin Khaerunnisa P, Maya Khaerunnisa, Maya Khairun Nisa Khairun Nisa Kurniawaty, Evi Kusumaningtyas, Aditya Liana Sidharti Lukman Pura Lumentut, Anastasia M. Lumentut, Anastasia Mariane M Nico Hardianto M Tomy Iskandar M. Ricky Ramadhian Maelissa, Merlin Maelissa, Merlin M. Maelissa, Merlin Margreth Mahardika Putra Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Marlon Brando Miftahul Husna Morfi, Chicy Widya Muhammad Caesario Liazmi Najoan, Rizki Nur Ayu Virginia Irawati Nurmayeni Nuswil Bernolian Prabowo, Arif Yudho Puspitasari, Maya Khaerunnisa Ratna Dewi Puspita Sari Restu Krisnanda Rezita Rahma Reza Rezita Rahma Reza Rinaldy, Dino Risdianto Risdianto Riska Putri Soraya Rizki Hanriko Rodiani - Rodiani, Rodiani Rudiyanto, Waluyo Sayuti, Marzuqi Selvi Rahmawaty Setyorini Irianti Siregar, Bintang Abadi Situmorang, Ephraim Matthew Sebastian Syahrul Hamidi Nasution Taruna, Achmad Theodorus Theodorus Ustami Panjaitan Waluyo Rudiyanto Wilda Ainia Silmi Kaffah Wirawan, Wahyudi Yuska, Salsa Nurfajri Zahra Dewi Hasna Difa