Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal AFIAT

PENGARUH TERAPI RENDAM AIR HANGAT PADA KAKI TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI POSBINDU WIJAYA KUSUMA JATIBENING BARU TAHUN 2019 Noviyanti Noviyanti; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 6 No 02 (2020): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v6i02.1336

Abstract

Tidur adalah status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun. Gangguan tidur sering terjadi pada lansia yang berdampak pada menurunnya kualitas tidur. Terapi merendam kaki dengan air hangat dapat menyebabkan pembuluh darah dimana hangatnya air membuat sirkulasi darah menjadi lancer dan menimbulkan perasaan rileks sehingga meningkatkan kualitas tidur. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengaruh terapi rendam air hangat pada kaki terhadap kualitas tidur lansia di Posbindu Wijaya Kusuma Jatibening Baru. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen melalui one group pre test and post test design. Ukuran populasi sebanyak 57 orang lansia. Ukuran sampel sebanyak 36 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengukuran skor kualitas tidur menggunakan instrument The Pittsburgh Sleep Quality Index. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat melalui statistk uji Wilcoxon dengan α= 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi rendam kaki dengan air hangat terhadap kualitas tidur lansia dengan nilai p = 0,000. Simpulan terjadi peningkatan kualitas tidur lansia setelah diberi perlakuan terapi rendam kaki dengan air hangat. Saran diharapkan dapat menjadi pilihan alternative bagi perawat untuk mengaplikasikan terapi rendam kaki dengan air hangat untuk meningkatkan kualitas tidur lansia. Sleep is a status change of consciousness when an individual's perception and reaction to the environment decreases. Sleep disturbance often occurs in the elderly which results in decreased sleep quality. Therapy to soak the feet with warm water can cause blood vessels where warm water makes the blood circulation smooth and cause a feeling of relaxation thereby improving sleep quality. The purpose of this study was to identify the effect of warm water soak therapy on the feet to the sleep quality of the elderly in Posbindu Wijaya Kusuma Jatibening Baru. The research method uses experimental methods through one group pre-test and post-test design. The population size is 57 elderly people. The sample size was 36 respondents taken by simple random sampling technique. Measurement of sleep quality scores using the Pittsburgh Sleep Quality Index instrument. Data analysis used univariate and bivariate analysis through Wilcoxon test statistics with α = 5%. The results showed the influence the effect of warm water soak therapy on feet to the sleep quality of elderly with a p-value = 0,000. Conclusions increased the sleep quality of elderly after being treated with warm watersoak therapy on feet. Suggestions are expected to be an alternative choice for nurses to apply warm water soak therapy to improve the quality of sleep in the elderly.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HEMODIALISIS Siti Rafingah; Suratmi Suratmi; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4371

Abstract

Insiden CKD meningkat setiap tahun dan menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Indonesian Renal Registry (IRR) melaporkan bahwa pada tahun 2018 sebanyak 36.975 jumlah penderita gagal ginjal kronik yang menjalani dialysis. Hasil studi systematic review dan meta analisis Hills dkk(2016 )menunjukkan 13,4% penduduk dunia menderita CKD. Masalah utama pada pasien yang menjalani hemodialisis adalah kepatuhan dalam pembatasan asupan cairan yang dimanifestasikan dengan penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis. Ada banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kepatuhan pasien dialysis dalam restriksi konsumsi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi umur, Jenis Kelamin dan Pendidikan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD dengan menggunakan metode descriptive corelative dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 106 responden. Analisis univariat dengan mayoritas dalam kategori umur dewasa madya (41-60 th) sebanyak 70 orang (66%), Jenis kelamin laki-laki 61 (57%), Pendidikan SMA 48 (45.3%). Uji Chi Square dengan nilai p value Umur : 0,013, Jenis kelamin 0,046 dan Pendidikan 0,196. Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan umur, jenis kelamin dengan kepatuhan pembatasan cairan, sedangkan Pendidikan tidak berhubungan ( p value 0,196 > α 0,05.