Claim Missing Document
Check
Articles

PENGURAIAN SAMPAH ORGANIK DI MUARA KALI KRESEK JAKARTA UTARA BERDASARKAN KONDISI SUNGAI DENGAN PARAMETER BOD, COD, DAN ZAT ORGANIK H. Widyatmoko; Bambang Iswanto; Roro Ira Riandiani
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 3 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.223 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i3.680

Abstract

Penduduk Jakarta banyak yang tinggal di pinggiran sungai. Semakin hari pinggiran kali Kresek semakin padat, sementara infrastruktur penanganan sampah tidak ada perbaikan. Kali Kresek semakin terpolusi oleh limbah domestik dari industry, deterjen, insektisida dan pestisida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Penguraian Sampah Organik di Muara Kali Kresek Jakarta Utara dengan Parameter BOD, COD, dan Zat Organik. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret hingga Juni 2008. Lokasi penelitian terletak di perairan Kali Kresek di daerah Koja, Kotamadya Jakarta Utara. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara melakukan pengambilan sampel air dengan metode grab sampler di beberapa titik pada muara kali Kresek di kedalaman 1 meter dan 1,5 meter. Beberapa parameter fisik dan kimia diukur secara langsung di lapangan sedangkan beberapa parameter lainnya dianalisis di laboratorium lingkungan Universitas Trisakti. Kualitas air pada kedalaman 1 meter menunjukkan nilai DO 4,4 – 6,7 mg/l, BOD 41 - 69 mg/l, COD 67.74 – 108.41 mg/l, zat organik 49.58 – 77.07 mg/l. Kualitas air pada kedalaman 1,5 meter menunjukkan nilai DO 4,4 – 6,7 mg/l, BOD 32 - 57 mg/l, COD 58,55 – 82.33 mg/l, dan nilai zat organik 45,79 – 58,43 mg/l.Keyword: sewage dispersion, estuary, organic sewage, physical and chemical parameters
TEKNOLOGI ELEKTROKOAGULASI HASIL PENELITIAN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK Bambang Iswanto
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 4 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.505 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i4.681

Abstract

Sistem pengelolaan limbah rumah tangga terpusat dapat mencegah penurunan kualitas badan air di perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan teknologi koagulasi dan denitrifikasi pada proses pengolahan limbah cair domestic sehingga lebih murah, mudah dan ramah lingkungan yaitu dengan memutus koagulan Poly Aluminium Chlorida (PAC) dan atau Poly Aluminium Sulfat yang terserap dalam tanah. Sampel limbah dari pada penelitian yang dilakukan dilakukan pada tahun 2009 ini, diambil dari unit pengolahan limbah Gedung M universitas Trisakti, dengan reactor elektrokoagulasi secara proses kontinyu dengan kecepatan aduk 8000 rpm dan waktu tunggal 55 detik untuk menganalisis parameter pencemar BOD, TKN, TSS, VSS, Total Phosphat, Minyak lemak, Deterjen dan Kekeruhan pada pH 6,54 pada temperatur operasi 28°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh konduktivity limbah lebih kuat terhadap waktu tinggal dan kecepatan pengadukan di dalam reaktor. Hasil analisis pengolahan limbah minyak Cutting(Konduktivity 1000-1250 µS/Cm) dengan proses Elektrokoagulasi pada reactor berpengaduk 120 rpm dengan waktu tinggal 30 dan 45 menit maka penyisihan COD =95,00–97,92%, penyisihan surfaktan 81,66-86,60% dan penyisihan Besi/Fe=98,49-99,59%Keywords: electrocoagulation, communal waste water, management
Kajian Konsentrasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium(Cd) pada Sedimen Sungai Donan, Cilacap- Jawa Tengash Melati Ferianita Fachrul; Bambang Iswanto; Dita Maruthi
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 5 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2074.828 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i5.691

Abstract

Beberapa jenis industri di sekitar Sungai Donan memiliki potensi mencemari lingkungan. Logam berat merupakan polutan berbahaya bagi kesehatan manusia, biotik perairan dan dapat terakumulasi pada sedimen Sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Logam berat Pb dan Cd, pengaruh pH dan Salinitas terhadap konsentrasi Pb dan Cd, laju endap Pb dan Cd pada sedimen Sungai Donan. Pada bulan Mei 2010 saat muka air tertinggi, konsentrasi tertinggi Pb pada sedimen berada di Titik 4 yaitu sebesar 68,11 ppm, dan untuk Cd berada pada titik 3 yaitu sebesar 1,2 ppm, dan konsentrasi Pb dan Cd pada sedimen terendah berada di Titik 6 yaitu sebesar 6,87 ppm untuk Pb, dan 0,3 untuk Cd. Pada bulan Juni 2010 saat muka air perairan terendah, konsentrasi tertinggi Pb dan Cd pada sedimen berada di Titik 6 yaitu sebesar 35,30 ppm untuk Pb, dan 3,5 ppm untuk Cd. Konsentrasi terendah Pb pada sedimen berada di Titik 3 yaitu sebesar 9,95 ppm, dan untuk Cd berada pada titik 3 yaitu sebesar 0,32 ppm. Dalam kaitannya dengan pH dan Salinitas, maka dilakukan uji korelasi polinomial terhadap konsentrasi Pb dan Cd pada setiap Titik Sampling. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada bulan Mei 2010 tidak terlihat korelasi secara jelas antara pH terhadap konsentrasi Pb dan Cd di sedimen dengan nilai R2 sebesar 0,089 untuk Pb dan R2 sebesar 0,103 untuk Cd. Korelasi yang lebih kuat pada bulan Juni 2010 dimana nilai R2 sebesar 0,673 diperoleh untuk Pb dan R2 sebesar 0,677 untuk Cd. Demikian pula dengan pengaruh Salinitas terhadap konsentasi Pb dan Cd, pada bulan Mei 2010 diperoleh nilai R sebesar 0,308 untuk Pb dan R2 sebesar 0,378 untuk Cd sedangkan pada bulan Juni 2010 diperoleh R2 sebesar 0,2238 untuk Pb dan R2 sebesar 0,2798 untuk Cd. Laju endap Pb adalah 0,351 m/detik, dan Cd adalah 0,260 m/detik.Kata kunci : Sungai Donan, Logam berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd), Sedimen
PENGARUH PENGADUKAN PADA KOAGULASI MENGGUNAKAN ALUM Winarni .; Bambang Iswanto; Citra Karina
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 6 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1627.516 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i6.694

Abstract

Pengadukan cepat bertujuan untuk mendispersikan koagulan secara merata ke dalam air baku untuk memacu pembentukan flok. Pada proses koagulasi menggunakan alum, interaksi yang terjadi adalah antara partikel koloid dengan produk hidrolisa aluminum yang terbentuk pada kondisi pH operasi tertentu. Produk hidrolisa aluminum terbentuk dalam waktu yang sangat singkat sehingga diperlukan pengadukan dengan intensitas tinggi agar spesies ini dapat teradsorpsi di permukaan koloid. Penelitian ini merupakan penelitian awal guna mengembangkan rancangan penelitian pengaruh pengadukan pada koagulasi alum. Untuk melihat dampak pengadukan pada koagulasi dengan adsorpsi monomer dan polimer aluminum, perlu dilakukan proses koagulasi pada pH 4. Suspensi air baku diperluas dengan suspensi kekeruhan tinggi untuk mengkonfirmasi pecahnya flok. Guna mengatasi kendala kecepatan pengadukan jar-test yang terbatas maka diperlukan reaktor mini koagulasi-flokulasi-sedimentasi dengan motor pengaduk intensitas tinggi yang mencapai gradient kecepatan 16000 detik -1 .Keywords: coagulation, mixing, velocity gradient, adsorption, sweep coagulation  
PENGARUH RESIRKULASI LEACHATE PADA PROSES DEKOMPOSISI SAMPAH ORGANIK SECARA ANAEROB Dwi Indrawati; Bambang Iswanto; Aji Khairul Umam
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 6 No. 5 (2014)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.312 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v6i5.708

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi baik oleh negara-negara berkembang maupun negara-negara maju di dunia. Masalah sampah merupakan masalah yang umum dan telah menjadi fenomena universal di berbagai negara, dengan titik perbedaannya terletak pada jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan. Jumlah penduduk yang semakin meningkat berbanding lurus dengan sampah yang dihasilkan, sedangkan lahan untuk pembuangan sampah semakin sulit. Sehingga diperlukan sebuah teknologi yang dapat mempersingkat waktu dekomposisi sampah agar lahan yang tersedia cukup untuk menampung sampah yang dihasilkan. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan membantu manusia untuk mencari energi alternatif. Energi alternatif dijadikan energi terbarukan yang bersifat ramah lingkungan. Permasalahan di atas dapat dikombinasikan menjadi sebuah solusi untuk mengurangi kecenderungan dampak pencemaran lingkungan dan potensi sumber energi terbarukan. Dalam penelitian ini dilakukan resirkulasi leachate untuk mempercepat proses dekomposisi sampah secara anaerob dengan tiga varisasi perlakuan. Variasi perlakuan berupa volume awal resirkulasi leachate 4,5 liter (RL1), 9 liter (RL2), dan 13 lliter (RL3). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sampah organik pasar, menganalisis pengaruh resirkulasi leachate terhadap parameter dekomposisi, mengetahui dosis leachate yang diresirkulasi terhadap terbentuknya gas metan (CH4), dan menganalisis karakteristik kompos hasil proses dekomposisi sampah organik. Penentuan kadar air menggunakan metode gravimetri, penentuan kadar volatie solid (VS) dengan pembakaran pada suhu 550°C, untuk analisis C/N rasio dan densitas sampah menggunakan perhitungan secara matematis. Parameter berupa pH , suhu, dan kelembaban dilihat dari indikator parameter yang terdapat dalam rangakaian reaktor, dan untuk analisis biogas menggunakan metode Gas Chromatography. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karakteristik sampah organik pasar untuk nilai kadar air sebesar 78,2%, kadar VS sebesar 33%, nilai C/N rasio sebesar 24, dan densitas sampah 230 kg/m3 . Reaktor RL2 dengan volume awal resirkulasi 9 liter (50% volume awal) adalah reaktor paling optimum dengan kecepatan peningkatan gas metan setelah resirkulasi leachate terbesar yaitu 0,87% per hari, dan penurunan gas karbon dioksida terbesar yaitu 0,86% per hari. Reduksi sampah pada reaktor RL2 juga yang terbesar yaitu 77,5%. Karakteristik kompos berupa nilai kadar air pada variasi perlakuan dengan resirkulasi leachate dan perlakuan kontrol sebesar 19% – 33,6%, kadar VS sebesar 19,7% – 28,4%, dan pH dalam kisaran 7,0 – 7,25. Kata kunci: Dekomposisi anaerob, sampah pasar, resirkulasi leachate, biogas.
STUDI KINERJA ELEKTROKOAGULASI MENGGUNAKAN REAKTOR KONTINU DAN BATCH TERHADAP AIR LIMBAH DOMESTIK PERKANTORAN GEDUNG SYARIF THAJEB (M) UNIVERSITAS TRISAKTI Lidwina Adeline; Bambang Iswanto; Muhammad Lindu
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1876.787 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v7i2.716

Abstract

Berbagai pengembangan proses pengolahan air limbah telah dilakukan untuk mendapatkan hasil pengolahan yang maksimum baik secara fisik, kimia maupun biologi. Dalam penelitian ini telah dilakukan studi pengaruh waktu tinggal atau waktu reaksi dan voltase dalam proses elektrokimia atau elektrokoagulasi air limbah domestik yang berasal dari Gedung Syarif Thajeb (M), Universitas Trisakti, menggunakan reaktor kontinu dan batch. Variasi waktu tinggal proses elaktrokoagulasi pada tegangan 12,5 VDC menggunakan reaktor kontinu dilakukan mulai dari 1; 3,6; 4; 4,9; 10,1; dan 57,2 menit dan satu sampel untuk setiap perlakuan waktu tinggal dibuat blanko tanpa dilewatkan reaktor elektrokoagulasi untuk penentuan COD awal atau inlet. Air keluar reaktor kemudian diaduk menggunakan alat jar test pada dua tahap, tahap aduk cepat pada 200 rpm selama 1 menit dan aduk lambat 20 menit pada kecepatan 25-30 rpm, lalu sampel didekantasi selama 2 jam kemudian cairan bening diukur nilai COD dengan metode spektrofometer dan TSS dengan gravimetrik. Diperoleh penyisihan COD mulai 55% - 73 % dengan COD inlet bervariasi 141 mg/L – 432 mg/L dan TSS dalam air dekanter  2 – 50 mg/L dan untuk sampel blanko 10 – 143 mg/L.  Elektrokoagulalsi pada reaktor batch dengan waktu reaksi 0; 10; 20; 30; 40 dan 60 menit dilakukan pada voltase  2, 3 dan 4 VDC, dan arus terpakai  0,1 – 0,63 A dengan pengadukan dan waktu decanter sama seperti perlakuan kontinu dan pH air dijaga 6,8-7 dan besarnya penurunan COD diamati  untuk ketiga variasi voltase tidak terjadi perbedaan. Konsentrasi COD turun dengan cepat setelah proses elektrokoagulasi selama 10 menit pertama dengan kisaran 85% untuk ketiga voltase tersebut dan penurunan COD turun secara perlahan untuk waktu elektrokoagulasi setelah 10 menit dan pada elektrokoagulasi 60 menit COD tersisihkan sebesar 93-95%, dengan COD awal 541 mg/L. Keywords: Waste Water Treatment, Electrocoagulation, Continuous and Batch System, Voltage, COD 
PENGARUH PENAMBAHAN GAS HIDROGEN TERHADAP PENINGKATAN GAS METAN (CH4) PADA PROSES DEKOMPOSISI SAMPAH ORGANIK Bambang Iswanto; Widyo Astono; Yulfi Rezi
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.37 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v8i1.723

Abstract

Pengaruh penambahan gas hidrogen terhadap peningkatan gas metan (CH4) pada proses dekomposisi sampah organik yang dilakukan di WorkShop Teknik Lingkungan Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis karakteristik sampah organik (sayur) dan pengaruhnya terhadap penambahan gas hidrogen (H2) dengan sistem anaerob pada produksi gas metan, dan kondisi optimum proses pembentukan gas metan dengan menggunakan tiga variasi dosis penambahan gas hidrogen. Pada reaktor RH1 penambahan gas H2 sebanyak 900 L, reaktor RH2 sebanyak 1800 L, reaktor RH3 sebanyak 2700 L. Analisis karakteristik sampah organik meliputi analisis fisik dan kimia. Analisis fisik berupa komposisi sampah dan densitas sampah. Komposisi sampah merupakan persentase dari jenis sampah yang digunakan. Analisis kimia sampah yang diukur adalah kadar air, C/N rasio, dan Volatile Solid (VS) yang dilakukan di Laboratorium Lingkungan Universitas Trisakti. Pengukuran pH menggunakan pH meter, untuk pengkuruan suhu menggunakan thermometer dan untuk pengukuran kelembaban dilihat pada humiditymeter, ketiganya terdapat pada rangkaian reaktor. Pengukuran gas metan menggunakan metode Gas Chromatography yang diuji di Laboratorium Rekayasa Produk Kimia dan Bahan Alam, Universitas Indonesia. Hasil analisis laboratorium didapatkan nilai kadar air sebesar 78,2%, kadar VS sebesar 33%, nilai C/N rasio sebesar 24, dan densitas sampah 230 kg/m3. Karakteristik sampah organik tersebut masih dalam kisaran optimum dalam dekomposisi sampah secara anaerob.Nilai pH dan suhu bahan dengan adanya penambahan gas hidrogen selama penelitian masih dalam kondisi optimum untuk proses dekomposisi sampah organik secara anaerob. Dalam waktu 55 hari proses dekomposisi dengan variasi penambahan bioaktivator, pH bahan berkisar antara 5,75 – 7,5, suhu bahan berkisar antara 32˚C – 36˚C, dan kelembaban bahan berkisar antara 32,5% – 70%. Namun kelembaban pada semua reaktor belum memenuhi kisaran optimum dalam proses dekomposisi sampah organik secara anaerob hal ini ditandai dengan kelembaban bahan pada semua reaktor mencapai 32,5%. Berdasarkan hasil analisis gas dari laboratorium, produksi biogas terbesar pada pengukuran hari ke 39 terlihat bahwa volume biogas pada reaktor RH2 adalah yang paling tinggi yaitu sebesar 28,2% dengan jumlah penambahan gas hidrogen sebanyak 1,8 m3, dan kondisi parameter seperti pH adalah 7, suhu 36°C, dan kelembaban 50%. Dari hasil perhitungan ! yang merupakan persentase gas H2 yang bereaksi menghasilkan CH4, maka nilai ! reaktor RH2 adalah yang paling besar dengan nilai 0,2261 dengan kecepatan reaksi ∆# ∆$=8,0594x10/012345 6789 . Kata kunci : Kata kunci : Biogas, Sampah Sayur, Anaerob Digestion, Gas Hidrogen, Gas Metan
STUDY IN PLUIT RESERVOIR, NORTH JAKARTA AND DETERMINATION OF ORGANIC DEGRADATION Sindi Rawi Hertin; Muhammad Lindu; Bambang Iswanto
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Volume 1, Number 1, October 2017
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.493 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v1i1.2405

Abstract

Aim:This research is  aimed  to study of organic degradation in  Pluit reservoir,  that located in the Village Penjaringan, North Jakarta, between 6° 07' 28.6" S 106° 48' 07.6" E and 6° 06' 40.2" S 106° 47'51.1"E with a broad area of ± 80 Ha, depth 1-8 meter. Flow systems pluit reservoir is half continuous and water is disposed with 4 units pump with a capacity of 4.5 m3/s which operates 8 hours/day throughout 11 pumps available. From the results of research findings are then compared with quality standards inspection according to the Government Regulation No. 82/2001 Class II for a review of recreation, fisheries and agriculture. Methodology and Result:The 90% of the DO value is ≤ 2 mg/L. The phosphate value obtained overall is not complied to the standard quality (≤ 0.2 mg/L P). In Pluit reservoir is found organic compounds as raw CODwhich was not complied to the standard quality (≤25 mg/L COD) approximately 27.52 mg/L COD - 371.52 mg/L COD. A kinetics test was done in order to determine the decreasing rate of COD in two conditions, where the first aeration to initial DO reached 4.5 mg/L, and the second is without aeration. Conclusion, significance and impact study:The COD degradation towards time is then measured and shows that organic degradation rate towards time without aeration process shows no decreasing, while non-aerated condition shows that the reaction rate following first pseudo reaction is 0.096 hours-1 – 0.133 hours-1 with an average value of 0.1177 hours-1.
ICT Literacy for Indonesian Workers in Singapore Mutia Delina; Bambang Iswanto; Lipur Sugiyanta; Faisal Madani; Surano Muhasyah; Muhammad Ilham Fauzi; Ahmad Fauzan
PERDULI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 01 (2021): Jurnal PERDULI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1333.937 KB) | DOI: 10.21009/perduli.v2i01.23955

Abstract

Information and communication technology (ICT) has become an essential aspect of modern life. Everybody has to deal with ICT, especially for work. In Asia, ICT skills involve five main aspects: software development, ICT project management, enterprise architecture design, network and system administration, and information system and network security. Every year Indonesia sends workers to Singapore. In contrast, most of those workers are skilled workers for the household which their job responsibilities are taking care of the house, babysitting, taking care of the elderly and drivers. However, some of them have ICT skills, and some others do not have them. Therefore, Universitas Negeri Jakarta conducted a webinar on "the success key of digital technology utilization" to enhance the Indonesia Worker's comprehension of ICT literacy, which was participated by 210 Indonesian workers in Singapore. The webinar was divided into three parts, pre-test, speaker presentation, and post-test. The results showed that there was an increment of participant comprehension on ICT literacy after the webinar.
The Constitutional Court Decision and Islamic Philanthropy Movements: Analysis of Zakat Organizations Legality in Samarinda Iswanto, Bambang; Hadinatha, Miftah Faried
Mazahib Vol 22 No 1 (2023): VOLUME 22, ISSUE 1, 2023
Publisher : Fakultas Syariah UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/mj.v22i1.5968

Abstract

As the capital of East Kalimantan province, Samarinda city government has adequate access to ensure the Legality of zakat management organizations in its jurisdiction. However, many community-based zakat agencies still carry out their activities without state license. Otherwise, the Constitutional Court Decision Number 86/ PUU-X/2012 obliges these zakat agencies to get the Ministry of Religious Affairs permit based on the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) recommendation, in this case, the BAZNAS of Samarinda. This article focuses first on the legal implication of the Court’s decision which confirms the constitutionality of the zakat agencies' licensing requirement in Indonesian Zakat Law. Second, it probes the Samarinda community-based zakat agencies' stance on unlicensed activities and factors affecting their compliance with the Court's decision. Using socio-legal method, this article finds that the Court has established a norm that every zakat management organization must obtain the state's license as long as they operate within the jurisdiction of BAZNAS. Hence, it is considered illegal when community-based zakat agencies in Samarinda manage zakat unlicensed because every corner of the city is arguably within reach of BAZNAS Samarinda operation. Nevertheless, the Court's ruling is not observed by the society in Samarinda because they build their own social construction in implementing the Islamic teaching of zakat. Their stance is mainly influenced by religious motives instead of legal compliance, as well as the hereditary obedience to religious figures. Although many zakat agencies are not licensed, the society always feels benefited and facilitated by their work of collecting and distributing zakat in their region. Keywords: Amil zakat, legality, Constitutional Court, Samarinda
Co-Authors Abdul Syakur Ahmad Fauzan Ahmad Tibrizi Soni Wicaksono Aji Khairul Umam Aji Khairul Umam, Aji Akhmad Haries Annisa Heryuni Any Juliani, Any Ariani Dwi Astuti Ashar Ashar Asih Wijayanti, Asih Astri Rinanti Balqis, Siti Noor Auliya CITRA KARINA Dewi Maryah Dita Maruthi Dita Maruthi, Dita Dwi Indrawati Dwi Indrawati, Dwi Erma Kristiana Evi Tahapari Evi Tahapari, Evi FAISAL MADANI Faizah Bafadhal Fiqqy Dwinarizki Purnama Fiqqy Dwinarizki Purnama Fiqqy Dwinarizki Purnama, Fiqqy H. Widyatmoko H. Widyatmoko, H. Hadinatha, Miftah Faried Hafeez, Humairah Hendrawan, Diana Irvindiaty Hertin, Sindi Rawi Hidayat, Rahman Huria Marnis Ian Pasaribu Ibadurrahman Ibadurrahman Idhafiyyah Anwar Imron Imron, Imron Lailatus Siami Lidwina Adeline Lidwina Adeline, Lidwina Lipur Sugiyanta Lukman Hakim M Yusuf Maharani, Dianindita Rizki Maiela Yuskha Maisyarah Rahmi Hasan Marendra, Sheilla Megagupita Putri Mawar DS Silalahi Mawar DS Silalahi Mawar DS Silalahi, Mawar Melati Ferianita Fachrul Misbahul Munir Muh Shadiqul Fajri AF Muhammad Ilham Fauzi Muhammad Lindu Muhammad Lindu Muhammad Nur Faaiz Fathah Achsani Muhyar Fanani Mutia Delina Nandra Mailani Narda Wati, Narda Wati Nisa, Wahdatun Puspitasari Putri Damayanti Rachmawati S.W. Rachmawati S.W., Rachmawati Rahmah, Nur Azizah Rahmi Hs, Maisyarah Rani, Karina Citra Renata Perwita Sari Rinna Ramadhan Ain Fitriah Risma Nurriani Riswan, Muhammad Roro Ira Riandiani Roro Ira Riandiani, Roro Rositayanti Hadisoebroto Ruhiyat, Ratnaningsih Saatul Aulia Saputra, Renaldi Siami, Lailatus Sindi Rawi Hertin Sinta Wiji Astuti Somantri, Berdi Subagyo, Edy Sunaryati Sunaryati Suprapto, Rommy Surano Muhasyah Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki Tazkiaturrizki, Tazkiaturrizki Utari Ayuningtyas Vansca Ditria Pribadi Wardani, Rachmawati S. Wartaman, Anita Sitawati Widya wati Widyo Astono Widyo Astono Winarni . Winarni Winarni Yulfi Rezi Yulfi Rezi, Yulfi Yuninda Tria Ningsih